Kamis, 07 Juni 2012

Aksi Penembakan Terus Terjadi di Papua

 Menko Polhukam Perintahkan Penyelidikan

Jurnas.com | MENKO Polhukam Joko Suyanto telah menerima laporan sebagai informasi awal aksi penembakan oleh OTK di tiga tempat yang berbeda, Selasa (5/6), pukul 22.00 WIT.

Menko Polhukam dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Rabu menyebutkan, nama-nama korban penembakan yakni Iqbal Rifai (22), alamat Hamadi Pasar, tempat kejadian Jln Sam Ratulangi Jayapura, depan kantor Dishub Provinsi Papua.

Selanjutnya, Hardi Jayanto (22) alamat Klofkam, tempat kejadian Jln Sam Ratulangi Jayapura, depan kantor Dishub Provinsi Papua.

Selain itu, Pratu Frangki Kune (25) alamat Den Zipur Waena, TKP Jln Abepura Entrop (Perum Pemda 1 Entrop/depan CV Thomas) mengalami luka tembak di leher (tembus).

Saat ini ke-3 korban berada di UGD RSUD Dok-2 Jayapura. Perkembangan lebih lanjut akan segera dilaporkan. "Sedang dilakukan penyelidikan dan pendalaman untuk pengusutan lebih lanjut," ujarnya.

"Tindakan kekerasan seperti ini harus dihentikan. Aparat polda dibantu TNI harus segera menemukan pelakunya," kata mantan Panglima TNI ini. Antara
 Penembak 3 Orang di Papua Kendarai Honda Tiger

Jurnas.com | TIGA penembakan terhadap dua warga sipil dan satu orang anggota TNI terjadi di Jayapura, Papua, Selasa (5/6). Pelakunya satu orang pengendara sepeda motor Honda Tiger.

"Tiga korban tidak ada yang tewas," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Rabu (6/6).

Kejadian pertama di Jalan Abepura, Entrop di depan Kantor Pemda I. Pratu Fraky Kune yang tengah mengendari sepeda motor di Jalan Abepura ditembak orang tak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor.

"Franky tertembak di bahu kiri tembus leher belakang," kata Saud. Pelaku yang sama kemudian menembak Iqbal Rivai di Jalan Sam Ratulangi di depan Dinas Perhubungan, Provinsi Papua. Iqbal ditembak di bagian punggung hingga menembus perutnya.

Penembakan ketiga terjadi di Jalan Abepura. Kali ini menimpa Hardi Jayanto yang ditembak juga oleh pengendara Honda Tiger. Ia ditembak dari belakang terkena punggungnya hingga tembus ke perut.

Kasus saat ini ditangani Polda Papua dan Polresta Jayapura. Sementara ketiga korban masih dalam perawatan intensif di RSUD Jayapura. "Pelaku masih dalam pengejaran petugas," kata Saud.
 Jubir Presiden: Tindak Tegas Pelaku Penembakan di Papua

Jurnas.com | JURU Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan insiden penembakan terhadap tiga orang, Selasa (5/6), menunjukan kondisi di Papua Barat maupun Papua masih sangat labil. Artinya masih ada gerakan kelompok pengacau keamanan di Papua.

"Ini harus disikapi, diambil tindakan tegas," kata Jubir Presiden, Julian Aldrin Pasha di Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/6).

Diberitakan, pada tanggal 5 Juni 2012 pukul 22.00 WIT telah terjadi penembakan oleh orang tak dikenal di tiga tempat berbeda. Tiga korban itu adalah Iqbal Rifai (22), Hardi Jayanto (22), dan Pratu Frangki Kune (25).

"Kalau tidak (ditindak tegas, red) akan terus-menerus terjadi suatu kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Ini tidak boleh terjadi sesungguhnya," kata Julian.

Menurut Julian, Menko Polhukam akan memberikan penjelasan mengenai insiden penembakan di Papua. Julian membenarkan sudah ada laporan terkait insiden itu.

"Kami sedang melakukan investigasi dan konfirmasi terhadap berita-berita atau apa yang terjadi sebetulnya di sana semalam," katanya.

Yang jelas, kata Julian, untuk mengatasi kondisi di Papua membutuhkan penanganan khusus. Bila ada permintaan dari kepolisian, khususnya di Papua, TNI proaktif akan bersinergi untuk membantu penanganan.

Julian berharap agar diciptakan kondisi damai dan tenang di Papua. "Keresahan masyarakat di Papua harus dihindari, dan tidak boleh terjadi," katanya.

Sebelumnya, pada tanggal 22 Mei 2012, Pemuda dan Mahasiswa asal Papua mendesak Mabes Polri mengungkap kasus pembunuhan daerah asalnya. Mereka menuding, pembunuhan tak jarang bermotif kepentingan bisnis yang pelakunya adalah petugas kepolisian sendiri. Kelompok pemuda ini menggelar demonstrasi di Mabes Polri, Selasa (22/5).

Peserta aksi menutup mulut mereka dengan pita hitam sebagai ekspresi duka atas berbagai aksi pembunuhan yang tak juga terungkap di Papua. Juru bicara kelompok ini, Martin Goo mengatakan, Polri selama ini dinilai gagal mengungkap kasus-kasus tersebut.

Ia mencontohkan kasus pembunuhan, 19 Mei 2012 lalu saat lima orang warga terbunuh.
 Polri Klaim Sudah Razia Senjata Api

Jurnas.com | POLRI mengklaim sudah menggalakan razia senjata api di wilayah Papua termasuk Jayapura. Namun penembakan di jalan masih terjadi. Selasa (5/6), seorang pengendara sepeda motor Honda Tiger menembak tiga orang di ibu kota Papua itu.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, Rabu (6/6), petugas Polda Papua dan Polres Jayapura masih mengejar pelaku.

Pelaku belum bisa teridentifikasi. Sementara tiga korban Prajurit satu (Pratu) Franky Kune, Iqbal Rivai, dan Hadi Jayanto masih mendapat perawatan intensif di RSUD Jayapura. "Ketiga melewati jalur yang sama dan ditembak pelaku yang juga mengendarai sepeda motor," kata Boy di Mabes Polri.

Polda Papua menurutnya menaruh perhatian khusus terhadap kasus ini. Belum juga teridentifikasinya kasus ini menurut Boy karena menghadapi kendala minimnya saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.

Masyarakat cenderung bungkam atau enggan memberikan kesaksian terhadap aksi penembakan yang terjadi.

Saat ini, Polda Papua menurut Boy terus melakukan penguatan operasi di lapangan. Termasuk menggelar razia senjata api.

"Razia sudah dilakukan, selama ini dilakukan dengan cara terbuka atau tertutup, atau dengan sporadis dan parsial," katanya.

Selain itu, upaya-upaya pencegahan juga terus dilakukan untuk mendeteksi dini potensi kerawanan yang terjadi.

Sebelumnya, dua penembakan juga terjadi di Papua. Selasa (29/5), Dietmer Peiper, seorang dokter berkewarganegaraan Jerman ditembak orang tak dikenal di Pantai Base G, Papua. Senin (3/6), Gilbert Febrian Madika (16) juga ditembak orang tak dikenal di Jalan Raya Abepura - Jayapura sekitar pukul 21.30.

Gilbert ditembak di turunan Skyline saat mengendarai sepeda motor. Ia dipepet oleh pelaku yang langsung menembak punggungnya hingga tembus ke dada. Gilbert yang dirawat di RS Bhayangkara saat ini kondisinya kritis.
 Buntut Penembakan, Jalan Abepura-Jayapura Diawasi Ketat

Jurnas.com | POLISI menjaga ketat jalan penghubung antara Abepura dan Jayapura. Pasalnya, sudah terjadi empat kali penembakan di tempat tersebut. Pelakunya di duga satu orang dengan mengendarai sepeda motor.

Penembakan dalam sepekan terakhir terjadi di Ibu Kota Papua itu. Senin (4/6) seorang siswa SMA ditembak saat mengendarai sepeda motor oleh orang tak dikenal. Gilbert Febrian Madika (16) ditembak punggung tembus ke dada oleh pengendara sepeda motor yang memepetnya di turunan Skyline.

Rabu (6/6) tiga penembakan beruntun terjadi di ruas jalan itu. Salah satu korbannya adalah prajurit TNI Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) Prajurit Satu Franky Kune. Ia ditembak bahu kirinya hingga tembus ke leher oleh orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Honda Tiger. Ia ditembak di depan Kantor Pemda I, Entrop.

Selanjutnya di depan Kantor Dinas Perhubungan Papua dengan korban Iqbal Rivai yang ditembak di punggung hingga tembus ke dada. Pelakunya adalah pelaku yang menembak Franky.

Korban ketiga adalah Hadi Jayanto yang ditembak di punggung tembus ke dada di jalan yang sama. Ketiganya kini dirawat di RSUD Jayapura.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Rabu (6/6), di lokasi penembakan petugas melakukan pengawasan dan penjagaan.

"Patroli juga dilakukan terutama malam hari karena kejadian penembakan kan malam jam 9," kata Saud.

Razia dan pantauan terhadap setiap aktivitas masyarakat terus dilakukan. Diharapkan aksi penembakan bisa dicegah dengan adanya penjagaan ketat ini. Pelaku saat ini masih dikejar oleh petugas Polda Papua dan Polres Jayapura.

Saud mengakui sulit untuk menangkap pelaku dan mengungkap kasusnya. Pasalnya saksi mata dan barang bukti minim. "Padahal kami butuh saksi dari masyarakat untuk mengenali pelaku," kata Saud.

Keterangan masyarakat juga dibutuhkan untuk mengenali kendaraan yang dipakai pelaku. Dari keterangan korban, pelaku menggunakan sepeda motor Tiger Honda. Tapi nomor polisinya belum diketahui hingga kini. "Kalau diketahui nomor platnya kami bisa mudah melacaknya," ujar Saud.
Jurnas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...