Selasa, 07 Agustus 2012

Dahlan: BUMN Strategis Harus Serius Garap Alutsista

BUMN industri strategis disarankan lebih serius memanfaatkan peluang besarnya permintaan pengadaan alutsista dari Kementerian Pertahanan.

"Saat ini momentum bagi BUMN industri strategis untuk memenuhi pesanan-pesanan peralatan persenjataan dari TNI. Anggaran pemerintah pengadaan alutsista bisa mencapai Rp 7 triliun. Ini harus dapat digarap BUMN," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di Jakarta, Selasa, (7/8).

Menurut Dahlan, BUMN industri strategis seperti mendapat darah baru karena kontrak pengadaan alat utama sistem kesenjataan (alutsista) dari Kementerian Pertahanan sangat besar. Pengadaannya pun berjangka waktu panjang.

PT Pal Indonesia sedang menyelesaikan produksi 3 unit kapal cepat rudal (KCR-60 meter) dan dua unit mendapat pesanan pembuatan kapal dan 2 unit kapal tunda 2.400 HP pesanan TNI AL.

Pesanan tersebut diselesaikan pada semester I 2013, dengan nilai lebih dari Rp 400 miliar. Dahlan juga menyebutkan, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari mendapat kepercayaan membangun dua kapal perang landing ship tank (LST) atau kapal pengangkut tank pesanan TNI-AL.

Masa pembangunan LST tersebut selama 22 bulan, atau ditargetkan selesai pada pertengahan 2014.

"PT DI juga demikian, mendapat kontrak pembuatan pesawat untuk TNI AU," ujarnya. TNI memesan sebanyak 9 unit pesawat jenis CN-295, di mana sebanyak 3 unit akan selesai dan diserahkan pada tahun 2012, sisanya bertahap pada tahun 2013 dan 2014.

Meski demikian, Dahlan mengingatkan bahwa BUMN strategis yang mendapat kontrak tersebut harus lebih serius menyelesaikan pesanan-pesanan tersebut. "Jangan terlambat penyelesaiannya. Mutu juga harus dijaga," katanya.
(Republika)

Dahlan perintahkan PTDI 'manfaatkan' anggaran TNI

C-295
Menteri BUMN Dahlan Iskan memerintahkan PT Dirgantara Indonesia untuk menyambut dan menangkap besarnya anggaran TNI pada tahun ini. Dengan besarnya anggaran TNI tersebut, otomatis akan membuat pesanan pesawat untuk pertahanan akan meningkat, sehingga PTDI mempunyai proyek yang cukup besar untuk dikerjakan.

“Program ekonomi bisa lebih cepat lagi dengan sinergi ini. PTDI sedang menggeliat dan ini merupakan momentum bagi PTDI untuk naik,” ungkap Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8).

Besarnya anggaran TNI ini harus dimanfaatkan oleh PTDI sebagai bidang kerja strategis yang baik, dan pekerjaan akan banyak datang dari TNI dan pertahanan.

“Ordernya akan sangat banyak. Teman-teman BUMN harus serius menangkap tugas dari kementerian pertahanan. Jangan terlambat,” tegas Dahlan.

Mantan Dirut PLN ini kembali menyebutkan saat ini adalah momentum terbaik untuk PTDI setelah mengalami masa-masa sulit beberapa waktu lalu. Dahlan memerintahkan agar pengambilan kesempatan tersebut bisa dikerjakan dengan baik. “Bukan hanya PTDI, PT PAL juga harus memanfaatkan momentum ini dan anggaran dari kementerian pertahanan,” tambahnya.

Untuk kemajuan ini, Dahlan juga membolehkan PT DI untuk meminjam uang kepada pihak ketiga jika kekurangan dana dalam bekerja. “Silahkan ambil ke bank untuk pembelian peralatan sebelum anggaran kementerian pertahanan turun,” pungkasnya.

Tahun ini TNI telah menerima alokasi anggaran sebesar Rp 72,5 triliun atau naik 27 persen dibanding tahun sebelumnya.
 Tidak kompak, Dahlan juga akan rombak direksi PTDI

Setelah merombak jajaran direksi Jamsostek, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan akan merombak direksi PT Dirgantara Indonesia karena dinilai tidak kompak dalam bekerja. Perombakan ini akan dilakukan dalam satu atau dua minggu ke depan.

“Komandannya tetap. Timnya akan lebih kuat nanti lahir batin. Satu sampai dua minggu lagi tim terkuat PT DI akan ada,” ungkap Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8).

Walaupun demikian, Dahlan tidak menyebut kalau susunan direksi saat ini tidak bagus atau dari orang yang tidak hebat. Dahlan menyebutkan direksi sekarang tidak kompak dalam bekerja. “Selama ini orangnya hebat, tapi saya meragukan kekompakannya,” tambahnya.

Penggantian direksi ini juga berhubungan dengan banyaknya order yang diterima industri pesawat terbang tersebut. Contohnya PT Merpati Airlines yang baru saja memesan 20 pesawat tipe CN-212 kepada Dirgantara Indonesia.

“Merpati kan order 20 pesawat, makanya kita harus maju. Karena kalau ini tidak kita majukan kita akan kehabisan devisa karena terus impor,” pungkasnya.(mdk/idr)

(Merdeka)
 PT DI Terima Pesanan TNI AU Sebesar Rp 7 Triliun

PT Dirgantara Indonesia mengaku telah menerima suntikan dana dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara sebesar Rp 7 triliun. Dana ini untuk membuat berbagai jenis pesawat.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengaku bersyukur sekali telah menjalin kerjasama dengan TNI AU. Menurutnya, kerjasama ini akan membangkitkan lagi keuangan PT DI yang terpuruk. "TNI banyak yang pesan pesawat ke kami dari berbagai jenis dan tipe pesawatnya," katanya, Selasa (7/8).

Budi tak menyebutkan dengan rinci pesawat jenis apa saja yang akan dipesan TNI AU. Yang pasti, anggota ASEAN seperti Thailand, Myanmar dan Filipina juga melakukan pemesanan terhadap PT DI.

Menetri BUMN Dahlan Iskan memerintahkan PT DI menangkap besarnya anggaran TNI pada tahun ini. Menurutnya, besarnya anggaran TNI itu akan membuat pesanan pesawat untuk pertahanan meningkat.

Dia minta PT DI bekerja secara serius dalam memenuhi pesanan yang banyak itu. "Jangan terlambat,” ujarnya. (*)

(Tribunnews)

Embraer Nyatakan Kesiapan Kirim 4 Unit Super Tucano TNI AU

PRODUSEN pesawat terbang terkemuka Brazil, Embraer, akan mengirimkan empat pesawat tempur ringan A-29 Super Tucano untuk TNI AU.

Pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari delapan pesawat yang dipesan Indonesia pada 2010 untuk menggantikan armada pesawat OV-10 Bronco. TNI AU memesan sejumlah pesawat Super Tucano sebagai bagian dari modernisasi alutsista.

Super Tucano dapat digunakan untuk berbagai misi, termasuk serangan ringan, pengintaian, intersepsi udara-ke-udara dan kontra-pemberontakan. Amerika Serikat awal tahun ini mengatakan akan membuka kembali penawaran setelah membatalkan kontrak dengan Embraer untuk 20 pesawat AT-29 Super Tucano untuk angktan bersenjata Afghanistan.

Embraer dan mitra AS di Sierra Nevada memberikan kontrak pada Desember, tapi Angkatan Udara AS membatalkan kesepakatan pada Februari setelah mendapat tantangan hukum dari saingan, Hawker Beechcraft Corp.

Super Tucano TNI AU
Embraer -- yang produksinya ada di Gaveao Peixoto, sekitar 270 kilometer dari Sao Paulo -- adalah produsen pesawat komersial terbesar ketiga di dunia, setelah Boeing AS dan Airbus Eropa. Pada 2010, pihaknya telah menjual 101 pesawat komersial dan 145 jet eksekutif.

Sebelumnya, akhir Juli lalu, siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menyatakan empat pesawat tempur ringan Super Tucano yang telah dibeli Indonesia segera diterbangkan dari Sao Paulo, Brazil, ke Jakarta.

"Setelah bekerja selama tiga hari, tim pemeriksa menyatakan pesawat nomor seri produksi 179 dan 180 dalam kondisi baik. Saat ini empat pesawat Super Tucano TNI-AU telah siap diterbangkan ke Indonesia yang direncanakan akan dilakukan medio Agustus 2012," kata Dispenau.

Tim dari Kemenhan dan TNI AU telah mengecek langsung serta melakukan uji penerbangan di pabrikan pesawat Super Tucano seri produksi 179 dan 180 di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto, Sao Paulo. Antara/AFP
(Jurnas)

3 Kapal Selam Baru Segera Tiba di Indonesia

Satu akan di buat di Indonesia.

Chang Bo Go
Kementerian Pertahanan RI resmi memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan. Pembelian kapal selam tersebut dilakukan dengan skema transfer of technology (TOT).

Rencananya, satu buah kapal selam akan dibuat di Korea Selatan, satu dibuat bersama-sama, dan satu dibuat di Indonesia.

"Kontraknya sudah diteken. Jadi tahapannya nanti ada masa transisi di mana kemudian kita ingin bisa dibuat di Indonesia," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, di Gedung Kemenhan, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2012.

Purnomo berharap ketiga kapal selam ini dapat memperkuat armada tempur TNI Angkatan Laut, dan mampu menghadapi tantangan ke depan. "Kita tentu inginkan kapal selam ini dapat beroperasi dengan baik dengan teknologi yang muktahir," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengatakan saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam.

Untuk memperkuat armada, diperkirakan pada awal tahun 2015 tiga kapal selam buatan Korea Selatan sudah bisa masuk jajaran armada TNI AL. "Awal tahun 2015 satu kapal selam sudah masuk dan tahun berikutnya kapal selam yang kedua," ujarnya usai penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis 4 April 2012 lalu.

Dia berharap, kehadiran kapal-kapal selam tersebut akan meningkatkan kualitas alat utama sistem senjata utama (alutsista) yang dimiliki TNI AL. Daya tempur dan daya tangkal TNI AL juga akan semakin kuat.

Untuk pengadaan alutsista, TNI AL juga mengembangkan produk dalam negeri untuk pembuatan kapal perang taktis ukuran 40 hingga 70 meter. Dengan menggunakan teknologi serta sistem persenjataan yang modern, saat ini TNI AL sedang mempersiapkan kapal sekelas fregat.
© VIVA.co.id

Senin, 06 Agustus 2012

Dua Panser Pindad Ramaikan CFD Dago

http://static.inilah.com/data/berita/medium/1890841.jpg Bandung - PT Pindad memamerkan dua kendaraan panser yang diproduksinya pada Car Free Day (CFD) Dago di Jalan Ir Djuanda Kota Bandung, Minggu (5/8/2012). Kehadiran dua panser PT Pindad itu pun cukup menarik perhatian pengunjung CFD.

Berdasarkan pantauan INILAH.COM, setiap pengunjung yang melewati dua panser yang parkir di depan taman Dago tak melewatkan untuk berpose dengan kamera handphone mereka. Kendaraan tersebut dipamerkan PT Pindad mulai pukul 06.00 WIB hingga acara CFD Dago usai.

"Hadirnya dua panser ini di CFD salah satunya adalah memperkenalkan pada masyarakat atas karya anak negeri. Selain itu, dua panser ini sengaja digelar dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang jatuh pada 10 Agustus 2012," kata Humas Kementerian Ristek Dalam Negeri Wike Wijayanti saat ditemui wartawan di Jalan Ir Djuanda Kota Bandung, Minggu (5/8/2012).

Wike mengatakan, dalam hal ini PT Pindad memperkenalkan dua panser yakni masing-masing Anoa yang bercat putih dan Komodo tampil dengan warna hitamnya. "Kedua kendaraan ini merupakan panser unggulan Indonesia yang telah mempunyai nama sampai ke mancanegara," ujarnya.

"Setidaknya karya anak bangsa ini sudah dipesan oleh beberapa negara-negara ASEAN, karena menurut mereka dua panser ini merupakan kendaraan tangguh," ucapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kendaraan Anoa lebih cocok digunakan di medan perang. "Serta siap menerjang rawa dan gurun. Selain itu, kendaraan ini juga dipakai PBB di Libanon," ungkapnya.

Sedangkan kalau Komodo, lanjutnya, lebih pantas digunakan sebagai city battle. "Kendaraan jenis ini kalau di Indonesia dipakai oleh Polri untuk kendaraan taktis," tandasya.(ang)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhohKq-p41Mt9UluLf_ylsP-1iP2qII-PWa5Zgjk7Kw89gT_h5dV3s-o-2OuRoxuwgcBhL-w3b8kf8G0bWSFBnNUXJ66Ob9yd9_V64CY9y3MIMONqyK4Zkygz2QZX2QYjX2eNB-yYFYRG_s/s280/TRUKKOMODO2.jpg
Komodo (Foto Antara)
(Inilah)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...