Senin, 12 November 2012

★ SS2V5 - Kecil kecil ...Cabe Gunung


Salah satu eksibitor alias peserta pameran setia IDAM dari masa ke masa adalah Pindad, yang dengan setia menjadikan IDAM sebagai ajang pamer system senjata terbaru mereka. Kalau dilihat dari apa yang mereka bawa tiap tahun, polanya ajek… selalu ada barang baru walaupun follow upnya kadang tak terdengar, atau malah suka hilang sendiri dari pasaran dan menjadi sekedar angin lalu.


Koleksi Varian SS2 Pindad (ARC)

Satu system senjata yang sudah pasti ada adalah SS2, yang iterasi atau variannya sudah sampai ke SS2V5R (R: Railed?) yang terlihat amat modern. Dalam dua tahun terakhir ini pula, Pindad juga sudah ikut tren dunia yang memasangkan berbagai macam optic ke atas SS-2. Jika empat tahun lalu pilihannya hanya KISS, sekarang sudah ada Trijicon ACOG, Trijicon Reflex, dan barang paling baru yang dipamerkan dalam IDAM 2012 ini adalah teleskop gambot Selex-Galileo ASPIS yang nangkring diatas SS2-V5R.


http://i1102.photobucket.com/albums/g459/binbin1979/CIMG3315.jpg
SS2V5R Pindad (Foto Binbin1979)

Teropong yang masuk sebagai item pengembangan program Soldato Futuro Italia dan dibuat oleh Finnmeccanica tersebut menampilkan banyak fitur seperti IR channel yang memampukan penembak untuk melihat dan membidik dalam gelapnya malam. Apabila ditambahi opsi modul kamera, hasil rekaman dari ASPIS  juga dapat ditampilkan di sistem HMS (Helmet Mounted Sight) prajurit Soldato Futuro. Sistem ASPIS juga memiliki laser pointer terintegrasi dengan sistemnya, dan untuk pertempuran jarak dekat, ada Holosight dengan model seperti EOTech yang  memberikan lensa bidik yang cerah dan refleks yang baik terhadap sasaran.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmrcT6vE2ue2-Kvnc4VJ-lhHrdxEbuUv4Xlx-LdZucR0u8ORAXmtPkJ7Yp8alMqW42y2M9ow6MPxQG5HTSRZ1rmrYzTVulhkjEodSX9LXKdR2yoGhgVDUNFCu0JTO_syEOM9Jwo9ZhxFM/s320/17.jpg
SS2V5R terintegrasi dengan Helm (Detik)

Yang mengherankan adalah, kenapa Pindad memasangnya dalam senapan dengan laras komando 10” seperti SS2V5. Apalagi kalau melihat aksesoris lain pada SS2V5 yang terpajang yaitu MagPul AFG (Angled Fore Grip) yang berbentuk segitiga di kuadran bawah sistem rel. AFG merupakan aksesori yang mendukung penggunaan MagPul Shooting Dynamics atau teknik menembak ala MagPul yang mengutilisasikan teknik menembak agresif, salah satu diantaranya adalah menggunakan AFG sedekat mungkin dengan mulut laras sehingga sentakan ke atas bias ditekan oleh tangan yang  menekan AFG.

SS2V5 (ARC)

Untuk senapan laras pendek dengan AFG, penggunaannya jelas adalah untuk pertempuran jarak dekat, bukan untuk misi pertempuran malam pada jarak menengah yang  membutuhkan optic teleskop IR. APSIS yang berat juga mempengaruhi titik berat senjata, membuat  SS2V5 dengan receiver alumunium ini menjadi tidak nyaman digenggam.

Untuk SS2V5 ini Pindad kelihatannya memang MagPul minded. Magasennya menggunakan PMag dan popornya adalah popor tarik MagPul CTR. Enaknya, PMag terkenal tahan banting, sementara CTR menyediakan opsi popor tarik (dan tentunya engsel lipat standar SS2) yang cocok untuk pasukan khusus.  Menggabungkan senapan PJD dan optic malam kelas berat? Hmmm….(Aryo Nugroho)

© ARC

Minggu, 11 November 2012

Brimob dan teroris baku tembak di Makassar

Pagi tadi Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dilempar menggunakan bom pipa. Ternyata aksi teror tidak berhenti di sana.

Sore harinya, dua orang terduga teroris dan Brimob Polda Sulsel terlibat baku tembak. Kejadian itu terjadi di perumahan Bukit Hijau Permai, Desa Pammanjengan, Maros, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi dari sumber merdeka.com di lapangan, kejadian terjadi sekitar pukul 15.40 WITA. Polisi mengejar 2 terduga teroris yang menggunakan sepeda motor Mio warna hitam diketahui membawa senjata api jenis FN dalam kantong plastik putih.

Pelaku yang menggunakan busana putih dan jaket jins ini sempat menjatuhkan senjatanya saat berusaha melarikan diri dari kejaran aparat. Sementara, Brimob Polda Sulsel dan keduanya mengeluarkan tembakan.

Saat ini, aparat gabungan yang terdiri dari Polda Sulsel, Polrestabes dan Brimobda Sulsel masih melakukan pengejaran. Polisi tengah melakukan terhadap kedua pelaku diduga masih bersembunyi di areal persawahan.

Sebelumnya, sebuah bom molotov berdaya ledak tinggi dilemparkan ke atas panggung saat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo memberi sambutan kepada peserta gerak jalan santai HUT Partai Golongan Karya di Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Makassar.

Beruntung, bom dengan radius ledakan 500 meter itu, hanya mengeluarkan asap setelah mencapai panggung. Bom Molotov dari pipa paralon berisi 50 buah paku sepanjang 4 centimeter itu, dilemparkan dari jarak 10 meter oleh pelaku bernama Awaluddin (25).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, AKBP Endi Sutendi mengatakan jika pelaku hanya suruhan. "Dia mengakui mendapat bom dari seseorang, dan hanya bertugas melempar ke atas panggung," jelas Endi.(mdk/tyo) 

 Baku Tembak terkait pelemparan bom Gubernur tadi pagi

Baku tembak antara Densus 88 dibantu Brimob Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar di Desa Pammanjengan Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros merupakan pengembangan pelemparan bom molotob pagi tadi di Monumen Mandala.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi membenarkan soal itu, saat dikonfirmasi. "Benar anggota sedang mengepung diduga teroris di Moncongloe. Ini pengembangan tadi pagi," kata Endi, Minggu (11/11).

Menurut dia, dua orang yang diduga berhubungan dengan Awaluddin pelaku pelemparan bom molotov ke atas panggung saat Gubernur Sulsel syahrul Yasin Limpo berpidato. "Mereka lari dan sekarang masih pengejaran," cetusnya.

Sebenarnya, saat pengejaran aparat melepaskan tembakan agar terduga teroris menyerahkan diri. Akan tetapi, mereka malah membalas dengan tembakan, sehingga terjadi tembak menembak. "Sepertinya mereka memiliki senjata," jelasnya.

Sekitar pukul 15.40 Wita, di desa Pamanjengan perbatasan antara Kabupaten Maros dan Kota Makassar, Densus 88 mengejar dua terduga teroris yang kabur mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam.

Salah seorang dari mereka membawa kantong plastik putih, berlari masuk ke areal persawahan setelah meninggalkan sepeda motornya di tepi sawah.(mdk/tyo)

© Merdeka

AS ikut dalam Pameran Indo Defense 2012

AS Unjuk Gigi di Pameran Indodefence
Salah satu Stand di Indo Defense 2012
Jakarta - Sebanyak 50 negara berpartisipasi dalam pameran internasional industri peralatan pertahanan Indonesia ke-5 tahun 2012 atau Indodefence 2012 Expo and Forum di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran Jakarta, pada 7-10 November 2012.

Ada 600 perusahaan dari berbagai dunia yang berpartisipasi di pameran ini. Salah satunya perusahaan dari Amerika Serikat.

Konon, jarang sekali bagi AS untuk memamerkan teknologi militernya di negara lain. Tapi, di Indodefence 2012 ini, negara adidaya ini ikut serta memeriahkan pameran.

Wakil Duta Besar AS, Kristen F Bauer mengaku gembira bisa berpartisipasi dalam pameran ini. "Kami sangat senang bisa ikut pameran ini. perusahaan-perusahaan kami ingin bermitra dengan perusahaan indonesia. Perusahaan kami menghasilkan perangkat militer terbaik di dunia. Mereka ingin berbagi produk dan bermitra dengan Indonesia dalam industri pertahanan", katanya.

Menurut Bauer, peralatan pertahanan yang disajikan AS sangat beragam. "Produk industri pertahanan kami sangat beragam, dari helikopter, sistem radio. pokoknya kami punya bermacam peralatan yang bisa ditawarkan. itu sebabnya kami senang bisa berpartisipasi", tambahnya.

Tak mau kalah, Rusia dan Jerman juga memamerkan peralatan militernya. Industri Pertahanan Rusia memperkenalkan roket penembak sasaran. Sementara, Jerman memperlihatkan alat pengintai berteknologi infra merah.(RZK)


© Liputan6

Indonesia Ordered 36 Astros II Rocket Systems

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiCpCtWH-yZY7umJjRB0WTzKRqXN52tH_xnzt392UQ7fXmuKA9BKZS4OkdN7nH8-kDMcWlWWKynVoKrYwZe8NmRfjxPz-6gYmjfXi07gxF9uCYmogxU48Jk8m6lkIcaIy3dLx8TyNXh0ro/s1600/Astros+II_Defense+Studies.JPG
Avibras Astros II Mk 6 MLRS (Foto Defense Studies)
Jakarta - Brazil's "Avibras Industria Aerospacial" signed a contract to supply Indonesia with two batteries MRLS "Astros-2” (ASTROS - Artillery Saturation Rocket System).

According to "Jane's Defence Weekly" in the exhibition held in Jakarta "IndoDefence 2012" representative "Avibras", an agreement was signed with the Ministry of Defense of Indonesia "recently" and provides for the production and supply of two batteries, "Astros" as well as the transfer of technology and their service Indonesian repair industry. Earlier, Indonesian online media reported that one of the MLRS "Astros-2" version Mk.6 was demonstrated during the past 5 October in Jakarta military parade.

Under the agreement Indonesia will receive 36 launchers and a similar number of transport-charging machines, fire control, mobile repair shops, mobile weather stations, control vehicle battery commander. "Avibras" will also provide training facilities, simulators and a package of spare parts.

The Astros system and related vehicle (Foto Defense Studies)

Despite the fact that the cost of the agreement were not disclosed, it can be estimated at 350 million dollars. In June this year, Brazilian Army signed a contract for the purchase of three batteries MLRS "Astros 2020" worth 525 million dollars. In addition, the MLRS "Astros" were delivered in 2002 and 2007 to Malaysia.

According to the signed November 8 Indonesia and "Avibras" memorandum of understanding, a Brazilian manufacturer of the Indonesian state-owned companies will give “PT Pindad” and “PT Dirgantara" as well as the National Institute of Aeronautics and Space Technology and the necessary "know-how".

According to the statement of the Executive Director of "Avibras" Sami Youssef Hassuani (Sami Youssef Hassuani), a technology transfer agreement will strengthen cooperation in Indonesia and Brazil in the field of defense.

Earlier Indonesia signed a contract to buy Brazil 16 light combat / training aircraft EMB-314 (A-29) "Super Tucano". The first four aircraft were delivered in August 2012.

© Armstrade

Alasan PT DI Gandeng Airbus Military Jual NC212 ke Pasar Dunia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1MoqQIxXKCLycubiAbDXGNe2izApd5eW_cvVeL6nkeOVkwGzvOkcw-jyGM_V5-wulJ7S9g6hLMCP3yTYSz-vHYHHoSsNLaL_4TQR0b09d74KqiRqanKBm_Ouc1rNwUp6EM_4vs_SSffgA/s1600/42.+C212+Thailand73465.jpgJakarta - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sengaja menggandeng Airbus Military dalam kerjasama pengembangan pesawat jenis Cassa. Salah satu alasan itu adalah karena Airbus Military memiliki kewenangan untuk menerbitkan sertifikat EASA (European Aviation Safety Agency).

"Kita (PT DI) selama ini membayar lisensi ke Airbus Military karena mereka punya sertifikat EASA. Saat ini kita berubah dari pemberi menjadi penerima lisensi dan kita share profitnya," ungkap Asisten Dirut PT DI Sonny Saleh Ibrahim saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Kamis (7/11/2012).

Selama ini PT DI hanya bisa menerbitkan sertifikat FAA, dengan sertifikat ini pesawat yang diproduksi oleh PT DI tidak bisa dijual luas ke Mancanegara. Dengan adanya kerjasama diantara keduanya, otomatis PT DI mendapatkan 2 sertifikat yaitu EASA dan FAA.

"Mereka punya network nya, kita punya tenaga ahlinya," katanya.

Saat ini keduanya tengah pengembangkan pesawat NC212 untuk diupgrade dengan teknologi menjadi pesawat NC212. Bulan depan rencananya pesawat ini mulai diproduksi.

"Sekarang semua komponen termasuk mesin sudah ada di Bandung, bulan depan kita siap produksi. Butuh waktu 18 bulan untuk membuat 6 pesawat," tandasnya.

© Detik
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...