Jumat, 05 Agustus 2016

Keberhasilan Indonesia Tangkap Enam Teroris di Batam Disoroti Dunia

Keberhasilan Indonesia jadi sorotan media asing (ANTARA) 

Pemerintah Indonesia telah menahan enam orang terduga teroris di Kepulauan Batam pada Jumat (5/8/2016). Mereka diyakini terkait dengan kelompok militan ISIS dan sedang merencanakan serangan di Singapura. Keberhasilan ini disoroti oleh sejumlah media internasional.

Menurut Reuters, Jumat (5/8/2016), Pemerintah Singapura langsung menaikkan tingkat keamanan setelah enam tersangka teroris berhasil ditangkap polisi Indonesia. Peningkatan keamanan dilakukan di internal dan jalur perbatasan Singapura-Indonesia.

Media asing lainnya, Daily Mail, menyebutkan kelompok ini memiliki keterkaitan dengan militan ISIS di Suriah. Mereka ditangkap karena diduga akan menyerang Singapura dengan melewati Kepulauan Batam.

Menurut Manila Times, enam orang pria yang ditangkap itu berusia antara 19 sampai 46 tahun.

"Apa yang kami pahami sejauh ini adalah mereka berencana menyerang objek vital, kawasan sibuk, termasuk kantor polisi," ujar juru bicara kepolisian Indonesia, Agus Rianto, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (5/8/2016).

Selain itu, kantor berita South China Morning Post (SCMP) memberikan informasi yang lebih spesifik. Menurutnya, komplotan teroris ini akan menyerang Marina Bay Singapura, yaitu sebuah kawasan mewah yang terdiri dari tempat perbelanjaan, hotel, dan casino. Daily Mail bahkan menyebut komplotan teroris ini akan menembakkan roket ke Marina Bay.

Selain media di atas, sejumlah kantor berita ternama seperti France24, AsiaOne, ABC, dan CNBC juga memberitakan keberhasilan kepolisian Indonesia dalam menangkap komplotan teroris. (FIK)

  ★ okezone  

[Video] Mengintip Peluncuran Roket Marinir

Pengambilan video dari dalam kendaraan Tatra RM-70 Vampir Marinir Penembakan roket MLRS RM 70 Vampir Marinir 

Video ini diambil dari dalam kendaraan Tatra RM 70 Vampir Marinir ketika menembakan beberapa roket kaliber 122mm di saksikan KSAL TNI AL.

Video diambil dari Youtube persembahan Channel Politik :


  ★ Garuda Militer  

Airbus akan Bantu PTDI Sertifikasi Pesawat N219

Pesawat Terbang N219 PT DI [BUMN]

Airbus Group melalui Airbus Defence and Space akan membantu PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk proses sertifikasi pesawat terbarunya yakni N219.

Pesawat baling-baling yang mampu membawa 19 penumpang tersebut saat ini sedang melalui proses pengujian, setelah diperkenalkan ke publik (roll out) pada akhir 2015.

"Sertifikasi pesawat merupakan hal penting dalam industri penerbangan. Kami sangat senang mendukung PTDI untuk memperkokoh posisi PTDI. Dukungan nggak hanya terkait sertifikasi N219 tapi juga untuk program pengembangan pesawat lainnya," kata Head of Military Aircraft, Airbus Defence and Space, Fernando Alonso di Bebek Bengil Restaurant, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016).

Dukungan ini diberikan karena PTDI dan Airbus Ggroup telah sejak lama berkolaborasi memproduksi pesawat seperti CN235. Airbus memandang perlu mendukung mitranya, di samping Airbus memiliki kapasitas.

"Perusahaan besar seperti Airbus memiliki kemampuan untuk mensertifikasi pesawat, contohnya seperti N250 (pesawat PTDI terdahulu) selama 1 tahun (bantuan sertifikasi)," sebutnya.

Tak hanya sertifikasi, pihaknya siap mendukung proses pengembangan hingga produksi pesawat N219 hingga memenuhi standar industri penerbangan dunia.

"Support engineering design, mendukung manufaktur, pengembangan layanan, kemudian perawatan pesawat," ujarnya. (ang/feb)

  ★ detik  

[Foto] Penampakan Dua Osprey

Di Bandara Halim, Jakarta


Dua pesawat tiltrotor Bell Boeing MV-22 Osprey terlihat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur tadi pagi, Kamis 4 Agustus 2016. Belum ada keterangan resmi perihal tujuan dari kedatangan pesawat milik Korp Marinir Amerika Serikat (USMC) dengan nomor ekor YX 10 dan YX 03 tersebut di Jakarta. [Pen Lanud Halim]
Tampak samping MV-22 Osprey di Bandara Halim. Sumber gambar: Pen Lanud Halim

MV-22 merupakan pesawat dukungan operasi USMC. Selain digunakan oleh Korp Marinir, pesawat ini juga digunakan oleh AU AS (USAF) dengan kode CV-22. [Pen Lanud Halim]
MV-22 Osprey nomor YX 03 milik USMC. Sumber gambar: Pen Lanud Halim

Osprey punya keunikan karena dua mesinnya (Rolls Royce-Allison AE1107C turboshaft) bisa ditekuk ke depan layaknya pesawat sayap tetap, tetapi juga dapat ditekuk ke atas menyerupai helikopter. Dengan mesin model ini Osprey dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) maupun lepas landas dan mendarat di landasan pendek (STOL). [Pen Lanud Halim]
Dua MV-22 Osprey di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis 4 Agustus 2016. Sumber gambar: Pen Lanud Halim.

Di USMC pesawat ini menggantikan peran helikopter CH-46 Sea Knight. Sementara di USAF CV-22 Osprey digunakan untuk misi SAR Tempur mendukung heli HH-60G Pave Hawk. Walaupun diproduksi sejak tahun 1988, namun V-22 Osprey baru digunakan sejak 2007. Hingga tahun 2014 pesawat ini telah dibuat sebanyak 200 unit. Osprey diawaki oleh empat orang (pilot, kopilot, dan dua flight engineer) dan mampu membawa 24 orang pasukan. [Pen Lanud Halim] Menteri Susi Naik Osprey Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ternyata menjadi tamu istimewa pesawat MV-22 Osprey milik Korp Marinir Amerika Serikat (USMC) yang datang ke Bandara Halim Perdanakusuma kemarin, Kamis 4 Agustus 2016. Susi dan rombongan naik ke pesawat sekira pukul 11.00 WIB dan kemudian terbang menuju kawasan Laut Jawa. [Pen Lanud Halim]
Menteri Susi Pudjiastuti mengenakan life vest sebelum terbang dengan pesawat MV-22 Osprey dari Bandara Halim. Sumber gambar: Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebelum naik ke pesawat, Menteri Susi dan rombongan terlebih dahulu mendapatkan briefing dari kru pesawat buatan pabrik Bell dan Boeing, Amerika Serikat itu. Setelah itu semuanya mengenakan safety helmet dan life vest. Menteri Susi sendiri terlihat membawa tas kamera yang dikalungkan di lehernya. [Pen Lanud Halim]
Rombongan naik ke pesawat MV-22 Osprey milik USMC di Bandara Halim. Sumber gambar: Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma.

Rombongan Menteri Susi tiba lagi di Bandara Halim Perdanakusuma sekira pukul 15.00 WIB. Angkasa sendiri tidak berada di tempat pada saat itu. Foto-foto ini merupakan dokumentasi Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma. [Pen Lanud Halim]
Menteri Susi Pudjiastuti naik ke pesawat MV-22 Osprey di Bandara Halim. Sumber gambar: Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma.

Setelah membawa kembali tamu istimewanya ke Bandara Halim, pesawat tiltrotor pertama di dunia seharga 72 juta dolar AS (Rp 950 miliar) per unit itu pun kembali meninggalkan Jakarta. [Pen Lanud Halim]

Author: Roni Sontani

  ★ angkasa  

[Foto] Aksi Yontaifib 1 Marinir

Dalam Latihan Penerbangan Terpadu 2016

tni-3.jpg

Pasukan Yontaifib 1 (Batalion Intai Amfibi) melakukan latihan pendaratan dengan helikopter angkut NBell 412 Penerbal. [def.pk]
tni-2.jpg

Seorang pasukan Taifib bersiap melakukan pendaratan dengan fast rope. [def.pk]
tni-1.jpg

Aksi pasukan Yontaifib 1 dalam Latihan Penerbangan Terpadu TNI AL 2016. [def.pk]
  ★ Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...