Minggu, 19 Februari 2017
Indonesia, Germany highlight significance of multilateral cooperation
Maintaining peace in a complex world
Ilustrasi DMV Paskhas ★
Indonesian Foreign Affairs Minister Retno Marsudi and her German counterpart Sigmar Gabriel emphasized the significance of multilateral cooperation during a bilateral meeting in Bonn, Germany, on Wednesday.
Minister Marsudi is in Germany for the first foreign affairs ministerial-level meeting of G20, the foreign ministry noted in a press statement here, Friday.
Germany, which chairs the G20 this year, initiated the ministerial-level meeting focused on "maintaining peace in a complex world."
The two ministers believed that the G20 ministerial-level meeting will contribute to creating a conducive environment for economic development.
The leaders shared a common view that international and multilateral cooperation are crucial for promoting peace, stability, and global welfare.
The G20 meeting in Bonn is expected to help boost the spirit of establishing multilateral cooperation to deal with common challenges.
Germany is Indonesias major partner in Europe.
The trade balance between Indonesia and Germany had reached US$ 6.1 billion in 2015.
Germanys investment in Indonesia had reached $ 133.2 million in 310 projects in 2016.
As many as 117,883 German tourists had visited Indonesia during the January-July 2016 period.(*)
Ilustrasi DMV Paskhas ★Indonesian Foreign Affairs Minister Retno Marsudi and her German counterpart Sigmar Gabriel emphasized the significance of multilateral cooperation during a bilateral meeting in Bonn, Germany, on Wednesday.
Minister Marsudi is in Germany for the first foreign affairs ministerial-level meeting of G20, the foreign ministry noted in a press statement here, Friday.
Germany, which chairs the G20 this year, initiated the ministerial-level meeting focused on "maintaining peace in a complex world."
The two ministers believed that the G20 ministerial-level meeting will contribute to creating a conducive environment for economic development.
The leaders shared a common view that international and multilateral cooperation are crucial for promoting peace, stability, and global welfare.
The G20 meeting in Bonn is expected to help boost the spirit of establishing multilateral cooperation to deal with common challenges.
Germany is Indonesias major partner in Europe.
The trade balance between Indonesia and Germany had reached US$ 6.1 billion in 2015.
Germanys investment in Indonesia had reached $ 133.2 million in 310 projects in 2016.
As many as 117,883 German tourists had visited Indonesia during the January-July 2016 period.(*)
♞ Antara
Heli AW 101 Dinilai Tepat dan Sesuai Kebutuhan
AW101 dengan logo TNI AU [Rich Pittman] ★Pembelian Helikopter AgustaWestland AW-101 oleh TNI Angkatan Udara dinilai sudah tepat. Hal itu dikatakan oleh Dewan Penasihat National Air Space and Power Center of Indonesia (NASPCI) Connie Rahakundini.
Menurut dia pembelian Heli AW 101 memang sesuai kebutuhan TNI AU saat ini. "Berdasarkan kebutuhan TNI AU akan heli angkut serta pandangan TNI AU sebagai user (pengguna) yang mengkaji kebutuhan angkut dan operasional, spe-tech dan modernisasi yang dibutuhkan maka TNI AU menyakini bahwa performa dan spesifikasi teknologi AW 101 lebih menunjang kebutuhan TNI saat ini dan kedepan dibanding Cougar," kata Connie Rahakundini di Tjikini Lima, Jalan Cikini 1, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).
Connie mengatakan bahwa Heli Super Puma yang saat ini ada sudah tidak sesuai dengan kebutuhan TNI AU. Apalagi, kata dia. Heli Super Puma dibanned tidak boleh terbang di beberapa negara.
"Kalau kita menyerahkan kepada Super Puma ini. Super Puma Cougar di seluruh dunia sedang dibanned nggak boleh terbang. Karena terakhir di Norwegia 13 orang meninggal. Masalah gear box ini sudah menjadi masalah dunia. Sehingga Malaysia, Brunei membanned," ujarnya.
Oleh sebab itulah kemudian KSAU memilih untuk membeli Heli AW 101 buat Inggris-italia. Dia mengatakan keputusan KSAU tersebut harusnya dihargai dan dicermati sebagai bentuk pembangunan Industri pertahanan.
"Sangat dipahami jika TNI AU memutuskan untuk tidak hanya menaruh ketergantungan operasional helikopter hanya pada satu produksi saja," tambahnya.
"Keberanian serta sikap KSAU dalan memilih AW 101 kiranya menjadi suatu yang harus dicermati dan dihargai dalam konteks pembangunan kekuatan industri pertahananan," tutur Connie.
Pengadaan helikopter AgustaWestland (AW) 101 sempat menimbulkan polemik. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjanjanto menegaskan pengadaan heli AW 101 tersebut secara prosedur sudah terpenuhi.
"Ya, kalau di dalam perencanaannya itu yang jelas jakstra (kebijakan dan strategi) ada di Kementerian Pertahanan. Sehingga Kepala Staf sudah berkirim surat ke kemenhan untuk proses sampai dengan kontrak. Jadi semuanya sudah dipenuhi administrasinya," kata Hadi Tjanjanto di Auditorium Denma Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (17/2/2017).
♞ detik
Personel FPU Segera Dipulangkan dari Sudan
Ilustrasi FPU Indonesia [reinhardjambi] ★Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan keprihatinannya atas proses investigasi yang lambat dari PBB terkait tuduhan penyelundupan senjata yang dialami personel FPU (Force Police Unit) asal Indonesia di Darfur.
Berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Menlu Retno mengingatkan bahwa Indonesia memiliki komitmen sangat tinggi terhadap pasukan perdamaian PBB dan merupakan salah satu kontributor pasukan terbesar. Oleh karena itu, hal-hal seperti ini tidak seharusnya dialami oleh pasukan Indonesia.
“Pasukan polisi Indonesia harus dapat segera dipulangkan, lebih lagi investigasi awal tidak menunjukan adanya bukti mereka melakukan hal yang dituduhkan,” tegas Menlu Retno pada pertemuan bilateral pertamanya dengan Guterres di Bonn, Jerman, seperti keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu 18 Februari 2017.
Menanggapi hal ini, Guterres mengakui bahwa kontingen FPU Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik dan menyampaikan bahwa proses investigasi masih terus dilakukan. Namun demikian, Guterres menyampaikan bahwa kehadiran personel FPU asal Indonesia tidak lagi dibutuhkan di Darfur sehingga mereka bisa kembali ke Indonesia.
Setelah melakukan pertemuan dengan Guterres, Menlu Retno berkomunikasi melalui telepon dengan Menlu Sudan, menyampaikan bahwa PBB telah menyetujui personel FPU asal Indonesia untuk kembali ke tanah air. Ia meminta dukungan Menlu Sudan untuk membantu proses pemulangan FPU asal Indonesia.
“Alhamdulillah, FPU asal Indonesia dapat segera kembali ke Indonesia, dan Sudan akan membantu proses pemulangan polisi kita ke tanah air,” tuturnya.
Terkait isu Palestina, Menlu Retno mengharapkan Guterres dapat memainkan peran aktif dalam mendorong proses perdamaian Palestina-Israel. Pada kesempatan tersebut, Menlu Retno menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap two-state solution serta komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam proses perdamaian.
Selain itu, dibahas pula konflik Rakhine State di mana Guterres menyampaikan apresiasi kepada Menlu RI dan Indonesia atas diplomasi aktif dan pendekatan konstruktif yang dilakukan selama ini untuk masalah Rakhine State.
Mereka berdua sependapat mengenai kompleksnya masalah di Rakhine State. Untuk itu ditekankan penting bagi PBB maupun Indonesia untuk terus melakukan constructive engagement, dengan tetap memberi perhatian terhadap berbagai pelanggaran HAM yang terjadi, namun terus memberi dukungan dan membantu serta bekerjasama dengan Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah.
“Indonesia siap memfasilitasi komunikasi antara masyarakat internasional termasuk PBB dengan Pemerintah Myanmar,” ujar Menlu Retno lagi.
Disampaikan pula oleh mantan duta besar RI di Belanda ini bahwa Indonesia selalu siap memainkan peran aktifnya di PBB dalam isu apapun.
♞ Metrotv
Senegal Berencana Pesan Pesawat CN235 MPA
Puas dengan Produk PTDI
Pesawat CN-235 MPA [Hindawan]
Pemerintah Senegal berencana akan kembali order CN235-220 dari PTDI. Pesawat yang diminati kali ini adalah konfigurasi Maritime Patrol Aircraft (MPA) yang akan digunakan untuk Patroli Maritim wilayah Senegal. Hal tersebut terutama didasari pasca ditemukan sumber minyak wilayah laut Senegal.
Tahun ini, kontrak pembelian pesawat CN235-220 MPA sedang dipersiapkan oleh kedua belah pihak, yang nantinya akan ditandatangani dalam waktu dekat. Kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah Senegal, merupakan bukti bahwa produk nasional dapat bersaing di pasar global.
Pesawat CN235-220 MPA buatan PTDI mampu mengakomodasi 4 mission console dan mendeteksi target yang kecil. Pesawat ini juga dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.
Pesawat terbang CN235-220 generasi terbaru buatan PTDI ini memiliki beberapa keunggulan, yakni adanya penambahan berat maksimum yang dapat diangkut mencapai 16,550 kg. selain itu, pesawai ini juga memiliki sistem avionik yang lebih modern, autopilot, radar pendeteksi turbulensi dan penambahan winglet di ujung sayap CN235-220. Penggunaan winglet akan membuat pesawat lebih stabil dan lebih irit bahan bakar.
Sebelumnya, PTDI telah mengirim pesawat multiguna CN235-220M ke Senegal yang telah diserahterimakan ke Angkatan Udara Senegal pada 27 Desember 2016. “Pesawat ini sangat mudah digunakan dan memiliki fitur glass cockpit terbaik sehingga memudahkan pekerjaan kami karena mudah digunakan,’’ kata Kepala Operasi Angkatan Udara Senegal, Ndiaye Amadou.
Menurut informasi dari Angkatan Udara Senegal, pesawat tersebut langsung digunakan untuk Cooperation Assistant Operasi Gambia setibanya di Dakar.
Operasi Gambia merupakan operasi atas adanya sedikit kegaduhan di Gambia karena presiden incumbent tidak mau mundur dari jabatan untuk digantikan oleh presiden terpilih yang baru. Operasi Gambia berjalan dengan sukses sehingga tidak terjadi pertumpahan darah.
Pesawat CN-235 MPA [Hindawan]Pemerintah Senegal berencana akan kembali order CN235-220 dari PTDI. Pesawat yang diminati kali ini adalah konfigurasi Maritime Patrol Aircraft (MPA) yang akan digunakan untuk Patroli Maritim wilayah Senegal. Hal tersebut terutama didasari pasca ditemukan sumber minyak wilayah laut Senegal.
Tahun ini, kontrak pembelian pesawat CN235-220 MPA sedang dipersiapkan oleh kedua belah pihak, yang nantinya akan ditandatangani dalam waktu dekat. Kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah Senegal, merupakan bukti bahwa produk nasional dapat bersaing di pasar global.
Pesawat CN235-220 MPA buatan PTDI mampu mengakomodasi 4 mission console dan mendeteksi target yang kecil. Pesawat ini juga dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.
Pesawat terbang CN235-220 generasi terbaru buatan PTDI ini memiliki beberapa keunggulan, yakni adanya penambahan berat maksimum yang dapat diangkut mencapai 16,550 kg. selain itu, pesawai ini juga memiliki sistem avionik yang lebih modern, autopilot, radar pendeteksi turbulensi dan penambahan winglet di ujung sayap CN235-220. Penggunaan winglet akan membuat pesawat lebih stabil dan lebih irit bahan bakar.
Sebelumnya, PTDI telah mengirim pesawat multiguna CN235-220M ke Senegal yang telah diserahterimakan ke Angkatan Udara Senegal pada 27 Desember 2016. “Pesawat ini sangat mudah digunakan dan memiliki fitur glass cockpit terbaik sehingga memudahkan pekerjaan kami karena mudah digunakan,’’ kata Kepala Operasi Angkatan Udara Senegal, Ndiaye Amadou.
Menurut informasi dari Angkatan Udara Senegal, pesawat tersebut langsung digunakan untuk Cooperation Assistant Operasi Gambia setibanya di Dakar.
Operasi Gambia merupakan operasi atas adanya sedikit kegaduhan di Gambia karena presiden incumbent tidak mau mundur dari jabatan untuk digantikan oleh presiden terpilih yang baru. Operasi Gambia berjalan dengan sukses sehingga tidak terjadi pertumpahan darah.
Langganan:
Postingan (Atom)