Sabtu, 09 April 2016

[RIP] Serangan Drone AS Tewaskan 17 Warga Sipil Afghanistan

http://fokusjabar.com/wp-content/uploads/2016/02/Drone-US.jpgIlustrasi Drone AS [google] ☆

Serangan pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat di Afghanistan telah menewaskan setidaknya 17 warga sipil. Padahal sebelumnya, pejabat-pejabat AS mengklaim hanya militan yang tewas dalam serangan udara di provinsi Paktika itu.

Warga sipil Afghan itu tewas dalam serangan-serangan drone AS di wilayah Nematabad, provinsi Paktika pada Rabu, 6 April waktu setempat. Demikian disampaikan mantan senator Afghan, Hajji Muhammad Hasan seperti dikutip surat kabar The New York Times, Jumat (8/4/2016).

Serangan pertama menghantam sebuah kendaraan truk yang mengangkut seorang tetua setempat, Hajji Rozuddin bersama empat pengawalnya dan tujuh orang lainnya.

"Hajji Rozuddin sangat anti-Taliban," tutur Hasan. "Dia membawa para pengawal karena Taliban mencoba membunuhnya," imbuh Hasan.

Dikatakannya, mobil tersebut hancur total akibat serangan drone tersebut. Tak ada yang selamat dalam insiden itu.

Tak lama setelah serangan pertama itu, serangan drone lainnya menewaskan dua orang yang datang ke lokasi serangan pertama untuk melihat kejadian tersebut.

Serangan drone ketiga juga menewaskan tiga warga sipil lainnya di puncak sebuah bukit kecil. "Mereka mencoba melihat apa yang terjadi dan mengapa kedua orang tadi tidak juga kembali," tutur Hasan.

Gubernur Shaista Khan Akhtarzada juga mengkonfirmasi bahwa tim penyidik telah memastikan para korban merupakan warga sipil.

Sebelumnya, militer AS menyatakan, serangan udara di Paktika tersebut menewaskan 14 militan. "Tak ada bukti untuk mengindikasikan adanya korban jiwa warga sipil," tutur Charles Cleveland, juru bicara militer AS di Afghanistan. (ita/ita)

  ★ detik  

Jumat, 08 April 2016

[Dunia] AS Bangun Kapal Induk Termahal

http://www.theblaze.com/wp-content/uploads/2012/01/USS-Gerald-Ford-cut-section.jpgIlustrasi kapal induks AS [the blaze] ☆

Amerika Serikat segera merampungkan pembangunan satu kapal induk yang diklaim paling mahal yang pernah dibuat.

Kapal yang diberi nama UUS Gerald F Ford (CVN 78) itu dibuat dengan menghabiskan dana 12,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 169,6 triliun.

Petinggi Angkatan Laut AS mengatakan, kapal induk baru itu akan segera bergabung dengan armada AL pada September tahun ini, yang didahului uji kelaikan pada Juli.

Sean J Stackley, Asisten Serketaris Akuisisi AL mengatakan, kapal induk itu dibangun sejak tujuh tahun lalu atau tepatnya tahun 2009. Pekerjaannya hampir rampung karena hingga Maret lalu sudah mencapai 97 persen.

Stackley menjelaskan, USS Gerald itu “kapal induk super” yang berbobot 100.000 ton dengan panjang sekitar 1.100 kaki atau 335,28 meter.

Dalam penjelasannya di depan Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS, Stackley mengatakan, setelah uji coba pada Juli, kapal induk termahal itu akan dikirim ke galangan kapal AL dua bulan kemudian untuk selanjutnya dioperasikan secara resmi.

Nama kapal diambil dari nama presiden ke-38 AS, yang meninggal pada tahun 2006. Ford pernah bertugas kapal induk USS Monterey pada Perang Dunia II sebagai perwira AL dengan pangkat mayor.

Stackley mengatakan, kapal induk sekelas Ford berikutnya bernama USS John F Kennedy (CVN 79) yang dijadwakan akan diluncurkan pada tahun 2020. Saat ini pembangunannya baru 18 persen dan diharapkan rampung pada Maret 2017.

Kapal induk ketiga setara Ford ialah USS Enterprise (CVN 80) yang akan mulai dibangun pada tahun 2018.

Pembangunan kapal terbesar terjadi setelah Stackley mengajukan peningkatan anggaran AL untuk lima tahun ke depan. AS ingin membangun 38 kapal perang selama periode tersebut dengan biaya lebih dari 81,3 miliar dollar.

  ★ Kompas  

Menhan Ingin Siagakan Kapal Selam di Alur Laut Indonesia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuZNli0GQG8-EcWKB-4vuPsM_ZCbqwmfQcObVf_skC3jbq7EY5Z90o59diFgGli3AFPkiYKFlAsZrS6HWUuLorwOwhZOFjc0WNuKXe7la9fiWuIwDZbyEmVzF1hxKRwhgIcLa3PL-PuZA/s400/483086_17562902213b55da0cff64fd1124dab3.jpgKRI John Lie and KRI Nanggala (defence.pk) ☆

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengutarakan keinginannya agar di TNI Angkatan Laut menempatkan kapal selam di setiap Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Ryamizard berkata, hal tersebut seharusnya dapat terwujud jika kapal selam yang dipesan TNI AL dan Kementerian Pertahanan telah datang dalam satu hingga dua tahun ke depan.

"Kami tidak ingin kapal selam terpusat di Surabaya. Kalau setahun atau dua tahun lagi TNI AL punya kapal selam baru, setiap alur laut akan kami taruh," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/4).

Salah satu kawasan yang menurut Ryamizard membutuhkan kesiagaan kapal selam adalah perairan Natuna di Kepulauan Riau.

Akan tetapi, tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu, wacana kapal selam di Natuna tidak berkaitan dengan potensi konflik di Laut China Selatan.

"Tidak ada hubungannya. Kami berhubungan baik dengan semua negara," tuturnya.

ALKI adalah alur laut yang oleh konvensi hukum laut internasional ditetapkan sebagai jalur pelayaran dan penerbangan damai.

Alur Laut Indonesia ditentukan agar lalu lintas pelayaran dan penerbangan internasional dapat terselenggara tanpa terganggu ruang udara dan perairan Indonesia.

ALKI terdiri dari tiga bagian. ALKI I terhubung dari Laut China Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa dan Selat Sunda.

Jalur ALKI II adalah Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores dan Selat Lombok. Sementara ALKI III menghubungkan Samudera Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai dan Laut Sawu.

Hingga saat ini, TNI AL baru mempunyai dua kapal selam, yakni KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402.

Belakangan, Kemhan memesan tiga kapal selam jenis Changbogo dengan mekanisme alih teknologi. Dua kapal selam akan diproduksi di perusahaan galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering.

Satu kapal selam sisanya akan dibuat industri galangan kapal dalam negeri, PT PAL Indonesia (Persero).

Satu dari tiga kapal selam Changbogo itu, Maret lalu, telah selesai diproduksi dan diluncurkan dari Dermaga Okpo, Korea Selatan. Kapal selam bernomor lambung H.7712 itu mulai dibangun tahun 2013 silam.

  ★ CNN  

Kompi Kavaleri TNI Akan Dibangun Di Lelowai-Belu NTT

Berbatasan langsung dengan Timor Leste https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcF7hLEBt866PhJxjah60IGZ-ldboJCTATCl7M2kBE_qeCPlg2WMy3Vfz02tY3a-dHNn5RTTCLOshwC1WHLg7acvtdml_7fukieRAqzEWKzH3cLy4ndqXJ4N8SMHzFsfrzXh_NaPl8VFs/s400/tank.jpgTank ringan Scorpion TNI AD (Zona Satu) ☆

Setelah memiliki Batalyon Infantri (Yonif) 744 Satya Yudha Bhakti (SYB) dan Yonis 725 Woroagi sebagai satuan tugas (satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-RDTL, kini Kabupaten Belu akan memiliki satuan TNI berupa Kompi Kavaleri (Kokav) yang akan dibangun markasnya di Lelowai, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar).

Rencana pembangunan Markas Kokav ini semakin menguat dengan adanya kunjungan tim Mabes TNI angkatan darat (AD) yang dipimpin Asisten Perencanaan Angkatan Darat (Asrenad) Kolonel Infanteri Agustinus YR ke Atambua, Kamis (07/04/2016).

Kunjungan Tim Mabes TNI AD itu diterima Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Vivi Lay Ng di ruang VIP Bandara AA Bere Tallo.

Komandan Kodim (Dandim) 1605 Belu, Letkol Infanteri Mochammad Nanang Nazmudin, sebagai penanggung jawab Pembangunan Kokav kepada wartawan saat kunjungan para petinggi TNI itu mengatakan kunjungan ini untuk melihat secara dekat pembangunan Kompi Kavaleri Serbu yang sesuai Renstra Mabes TNI AD dibangun di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

  ★ Pos Kupang  

Moskow-Jakarta Siapkan Draf Dokumen Kerja Sama Teknis-Militer

http://i2.wp.com/www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2016/03/Ural-2.jpg?resize=500%2C375URAL 4320, Truk Reparasi dan Komunikasi Ranpur BMP-3F Marinir TNI AL [indomiliter] ☆

Kementerian Pertahanan Rusia dan Indonesia sedang mempersiapkan sepaket dokumen yang akan memungkinkan kedua negara untuk bergerak ke tingkat kerja sama teknis-militer yang lebih tinggi. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia, Kamis (7/4).

"Kami fokus pada pengembangan hubungan dengan Indonesia secara konsisten, yang merupakan mitra lama kami di Asia Tenggara. Kami menjalin komunikasi secara reguler, baik pada tingkat kepala negara maupun pemerintah. Draf dokumen bilateral, yang akan memungkinkan kami untuk sepenuhnya bekerja sama di bidang militer dan teknis-militer, saat ini sedang dikerjakan," kata Jenderal Valery Gerasimov saat bertemu dengan rekannya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menurut Gerasimov, pemerintah Indonesia saat ini terus berusaha memperkuat hubungannya dengan Moskow di berbagai bidang. Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia terus melakukan pertukaran pandangan terkait isu-isu keamanan internasional, kontraterorisme, dan kejahatan transnasional serta operasi kemanusiaan.

Gerasimov mengucapkan terima kasih kepada pemimpin militer dan politik Indonesia atas kesediaannya mengirimkan delegasi Indonesia untuk bepartisipasi dalam pertemuan Konferensi Keamanan Internasional Moskow yang kelima. Konferensi ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir April. Sang pejabat militer Rusia menambahkan bahwa ia sekali lagi akan bertemu Nurmantyo di Moskow menjelang KTT Rusia-ASEAN yang akan diselenggarakan di Sochi pada bulan Mei.

 Indonesia Pernah Ditakuti Berkat Senjata Soviet 
Pakar: Pesawat Buatan Rusia Punya Kemampuan yang Tak Dimiliki Pesawat ASIndonesia tertarik untuk meningkatkan kerja sama teknis-militer dengan Rusia karena negara-negara Asia sangat membutuhkan senjata yang ampuh. Demikian hal tersebut diungkapkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam kunjungannya ke Moskow, Kamis (7/4), sebagaimana yang dikutip Sputnik.

"Dulu, tentara Indonesia pernah ditakuti dan dihormati berkat senjata Soviet yang sangat kuat pada masa itu. Kami sangat berharap bahwa kerja sama di bidang militer (dengan Rusia) akan terus berjalan. Kami tertarik pada senjata-senjata yang kuat dan ampuh," kata Nurmantyo pada pertemuannya dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov.

Nurmantyo mengatakan bahwa kunjungannya Moskow atas perintah langsung Presiden RI Joko Widodo.

Pada Maret lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan bahwa bulan ini Moskow dan Jakarta akan menandatangani kontrak pengiriman sepuluh unit pesawat tempur multiperan Su-35 Rusia untuk menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger milik AU Indonesia yang telah usang.

  ★ RBTH  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...