Sabtu, 16 Maret 2019

Russians are Trying to Squeeze Out Ukrainian Weapons from Indonesia

✈️ Indonesia Flanker [TNI AU]

Comrade Petukhov strongly warns the Indonesian Marshal against placing in Ukraine orders for the repair of aircraft, including the AL-31F engines for the Su-27. Petukhov said that the certification of Ukrainian enterprises for compliance with the current technical documentation was not made.

Changes and additions to the documentation available at these enterprises, including the AL-31F engine, have not been made since 1991. It is separately emphasized that the Russian side "will not be able to bear responsibility for the operation of such aircraft."

Pavel Bukin, General Director of the Ukroboronprom Group of Companies, considers the assertion about the developer’s exclusive right to influence the maintenance of the implemented aviation technology to be dubious and confirms attempts to put pressure on Ukraine by the Russian Federation.

“Such letters are an attempt to oust Ukraine from promising international markets,” says the head of the concern. Our country is a strong player in the market for repairing, maintaining airworthiness and modernizing aircraft, including those developed in other states. the plant "Motor" performs a contract for the repair of aircraft engines for the Indonesian Air Force. Therefore, the Russians are trying to put pressure on Ukraine’s friends and partners in Indonesia and other countries.

We have the necessary technical documentation for the maintenance and overhaul, the extension of the flight range of military aircraft of a wide model range - MiG, Sukhoi, Ilyushin, Mil, Kamov. Such rights are not retroactive, and the Russian Federation has no legal basis for requiring additional licensing from Ukraine.

In matters of military aviation regulation, each country-operator establishes its own rules and makes changes to its design. A marker of its independence is the sufficiency of the scientific, technical, design and production potential. Complaints of developers or manufacturers, in this case Russian, are irrelevant.

Let me also remind you of the double standards of the Russian Federation. There, a number of steps were taken in terms of promoting the repair and modernization of the An-family aircraft in the external markets. The Russian Federation approved a general decision of the Ministry of Defense and the Ministry of Industry and Trade, which defines the institutions responsible for the design support in the operation of Ukrainian-made aircraft."

  ✈️ Censor  

TNI AU Upgrade Pesawat F-16 A/B Block 15

✈️ Dilengkapi Bom Canggih JDAM✈️ Empat F-16Â/B tengah menjalani program EMLU - Falcon STAR [TNI AU]

Sebanyak empat pesawat F-16 A/B Block 15 TNI AU menjalani peremajaan di hanggar Skadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Satu di antaranya ditargetkan rampung pada Juni – Juli 2019.

Komandan Skatek 042 Lanud Iswahjudi, Mayor Tek Agustinus Subagio, mengatakan bahwa program peremajaan pesawat F-16 itu merupakan proyek Enhanced Mid-Life Update (EMLU) – The Falcon Structural Augmentation Rodmap (Falcon STAR). Pelaksanaannya berlangsung sejak September 2017.

“Ini merupakan dua program yang dijadikan satu agar waktunya lebih efisien,” kata Subagio, Kamis, 15 Maret 2019.

Menurut dia, puluhan teknisi dari TNI Angkatan Udara dan PT Dirgantara Indonesia terlibat dalam proyek tersebut. Para personel itu melakukan sejumlah pekerjaan, seperti pencopotan panel maupun komponen pesawat, melakukan monitoring, kontrol, dan evaluasi.

“Ada dua sampai tiga orang dari Lockheed Martin (produsen pesawat F-16 asal Amerika) yang membantu supervisi,” ujar dia.

GBU-54 bom Laser JDAM [Combat Workshop]

Pekerjaan itu, Subagio melanjutkan, bakal berlangsung selama beberapa tahun ke depan. Sebab, jumlah total pesawat F-16 A/B Block 15 yang harus di-upgrade sebanyak 10 unit. Seluruh alat utama sistem persenjataan itu dibeli dalam Program Peace Bima Sena pada tahun 1989.

“Setelah ini (di-upgrade), usia terbang pesawat akan lebih panjang antara 15,20 bahkan 25 tahun ke depan,” kata Subagio kepada Tempo.

Adapun sistem avionik yang diperbaharui melalui proyek EMLU-Falcon STAR, seperti pemasangan Rudal Beyond Range yang memiliki jangkauan lebih dari 30 kilometer. Juga, Fire Control Radar dan JDAM (Joint Direct Attack Munition) yang merupakan bom dengan dilengkapi pemandu laser.

Untuk pengadaan spare part, Komandan Skatek 042 menjelaskan, ada dua tipe kontrak dalam proyek EMLU-Falcon Star ini. Pertama menggunakan mekanisme dengan mitra alias Direct Commercial Sales (DCS) dan Foreign Military Sales (FMS) atau Government to Government.

Subagio yang juga sekretaris proyek EMLU-Falcon STAR mengaku bangga dengan pekerjaan itu. Sebab, mampu meningkatkan kemampuan para teknisi TNI Angkatan Udara. Apalagi, pekerjaan itu baru pertama dilakukan. “Kalau di luar negeri, pekerjaan ini masuk depot maintenance,” ujar dia.

  ✈️ Tempo  

Jumat, 15 Maret 2019

Skadron untuk Sukhoi Su-35 Mulai Disiapkan

Di Lanud Iswahjudi https://www.flying-tigers.co.uk/wp-content/uploads/2017/04/su35-1-Sukhoi-Su-35-Flanker-E-Chinese-Air-Force-360x176.jpgIlustrasi SU35 China ☆

Fasilitas Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, mulai disiapkan untuk menyambut kedatangan pesawat tempur baru, yakni pesawat Sukhoi Su-35 produksi Rusia.

Kehadiran pesawat jet tempur canggih ini, untuk menggantikan keberadaan pesawat F5 Tiger II, yang kini sudah dipensiunkan setelah puluhan tahun mengabdikan diri menjaga kedaulatan langit nusantara.

Persiapan pembangunan fasilitas untuk menyambut kehadiran pesawat baru tersebut, akan ditandai dengan upacara peletakan batu pertama pembangunan fasilitas Skadron Udara 14.

"Rencananya pelaksanaan upacara peletakan batu pertama akan dilakukan pada Senin (18/3/2019) oleh Kepala Staf TNI AU (KASAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna," ujar Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi, Letkol. Sus. Hamdi Londong Allo.

Dia menyebutkan, Skadron Udara 14 akan menempati bangunan baru di sebelah barat landasan pacu. Upacara peletakan batu pertama yang dilakukan oleh KASAU, merupakan bangunan untuk hanggar pesawat.

"Selain hanggar, fasilitas yang akan dibangun untuk Skadron Udara 14 meliputi taxi way, appron, shelter, dan fasilitas pendukung lainnya," ungkapnya.

Dia juga menyebutkan, untuk tahun 2019 ini pembangunan akan difokuskan untuk penyelesaian taxi way dan appron. Penyelesaian pembangunan dilanjutkan pada tahun 2020, untuk selter dan hanggar, serta fasilitas pendukung lainnya.

  ★ Sindonews  

TNI AL Pesan 2 KAL 28M

Steadfast Bangun 2 Kapal TNI AL Diselesaikan Dalam Kurun Waktu 280 Hari Kerja. https://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/910x580-2/1552641932.jpgPT Steadfast Marine Tbk mendapatkan pemesanan 2 Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 meter (m) dari TNI Angkatan Laut (AL). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa) ☆

PT Steadfast Marine Tbk mendapatkan pemesanan 2 Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 meter (m) dari TNI Angkatan Laut (AL). Pengerjaan armada tersebut ditargetkan paling lama berlangsung dalam kurun waktu 11 bulan sejak Januari 2019.

Pada 15 Maret 2019 dilakukan kegiatan keel laying atau peletakkan lunas 2 KAL 28 m tersebut di galangan kapal Steadfast Marine di Pontianak, Kalimantan Barat. Berita acara keel laying ditandatangani oleh Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo dan Direktur Utama PT Steadfast Marine Rudi Kurniawan Logam.

Rudi memaparkan, kontrak 2 KAL 28 m ini disepakati selama 310 hari. Namun, pihaknya optimistis, pengerjaan dua kapal tersebut bisa diselesaikan dalam kurun waktu 280 hari kerja.

"Pembangunan 2 KAL 28 M ini merupakan yang pertama kalinya kami kerjakan untuk TNI AL. Tapi kami yakin bisa memenuhi setiap standarisasi yang sudah ditetapkan oleh TNI AL," kata Rudi dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019).

Sementara itu, Kadismatal Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo dalam sambutannya, menyatakan, pihaknya optimistis galangan kapal Steadfast Marine mampu menyelesaikan pembangunan kapal sesuai waktu yang sudah disepakati.

"Saya berharap kegiatan pembangunan KAL 28 meter ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, tepat waktu, dan tepat mutu, serta memberi manfaat yang besar dalam upaya mempertahankan NKRI," ungkap Budi.

Dia menambahkan, KAL 28 adalah kapal TNI AL yang memiliki fungsi asasi sebagai kapal patroli yang mampu melaksanakan operasi di wilayah perairan Indonesia.

  ★ Berita Satu  

Kamis, 14 Maret 2019

[Teror] Istri Terduga Pelaku Teroris di Sibolga Meledakkan Diri

 Densus 88 Antiteror tangkap teroris di Sibolga [Toga Sianturi/New Tapanuli] ☆

Upaya negosiasi yang dilakukan aparat kepolisian kepada istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah untuk menyerahkan diri tidak berhasil.

Perempuan itu memilih melawan dan melakukan bom bunuh diri di kamar rumahnya di Sibolga, Sumatera Utara.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku melakukan bom bunuh diri pada Rabu (13/3) dini hari sekitat pukul 01.30 WIB.

"Dugaan kami dia dia menggunakan bom rakitan bom lontong (untuk bunuh diri),” kata Dedi kepada wartawan, Rabu.

Dedi menuturkan, bom lontong di Sibolga adalah bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai bahan berbahaya seperti potasium, paku, baut, dan pecahan kaca.

Dari pemeriksaan, diketahui jenis bom serupa juga ditemukan dari terduga teroris di Lampung, R alias P, yang berhasil diamankan pekan lalu.

"Di Lampung kami menemukan jenis bom yang sama, cuma bom yang di Lampung tidak sebanyak yang ditemukan di Sibolga,” lanjut Dedi,

Dedi pun belum bisa memerinci berapa jumlah korban dari aksi bom bunuh diri. Karena, di kamar diduga masih ada bom aktif dan petugas berhati-hati dalam melakukan evakuasi,

“Tim gegana masih belum bisa masuk ke lokasi demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada petugas," tandas Dedi. (cuy/jpnn)

 Densus 88 Antiteror Amankan Tiga Terduga Teroris

Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris dari sebuah rumah di Jalan Sisingamangaraja, Simpang Jalan Gambolo, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3).

Mereka adalah Abu Hamzah, Agus Khoir dan istrinya Halima. Dua nama terakhir ditangkap tak jauh dari lokasi ditangkapnya tersangka Abu Hamzah.

Ketiga orang tersebut diduga terkait jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) dan berafiliasi dengan ISIS.

Pelaku peledakan Husen alias Abu Hamzah alias Uppang dikenal merupakan seorang petugas reparasi listrik.

Tak banyak informasi yang didapat dari dia apalagi istri dan anaknya selama tinggal di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

Lurah Pancuran Bambu Wahyu Aulia Siregar yang dikonfirmasi juga tak menjelaskan detil. Dia tidak mengetahui detil warganya yang terpapar paham radikal.

"Pekerjaan sehari-hari Abu Hamzah ahli reparasi listrik. Saya menjadi lurah di sini mereka sudah menikah namun tidak pernah melapor," ujarnya.

Ditanyai soal sang istri, Wahyu juga tak mengetahuinya. Sepertinya hanya ibu rumah tangga. Karena anak-anak terduga pelaku masih kecil.

Seluruh terduga pelaku sudah diamankan polisi. Sementara istri Abu Hamzah bersama anak-anaknya tewas dengan tubuh hancur terpisah-pisah akibat bom rakitan dari potasium, paku, mur dan baut yang dibungkus dalam pipa.

Diketahui ada juga bahan peledak lain yang diamankan petugas di Jalan Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan. Belum diketahui pasti berapa banyak bahan peledak yang diamankan dari sana. (dvs)

  ☠ JPNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...