Kamis, 24 Agustus 2017

Idealnya, Indonesia Punya 1 Skuadron Sukhoi

https://1.bp.blogspot.com/-PMBAwNbTesU/WZ4NSh5_qaI/AAAAAAAAKuk/2Sg4ps98tc81ZkSYs5auV3q_UsbGz1QngCLcBGAs/s1600/Su%2B35.jpgMonster langit Su 35 [detik]

Indonesia resmi mengadakan kontrak pembelian Sukhoi SU-35 melalui teknik imbal beli (trade-off technique) dengan Rusia. Pun demikian, 11 pesawat hasil transaksi dua negara ini masih kurang dari kondisi ideal.

"Idealnya kita butuh 1 skuadron Sukhoi SU-35, Satu skuadron itu 16 buah. Kurang 5 lagi. Tapi kan lumayan," kata Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 22 Agustus 2017.

Ditanya mengenai kemungkinan kontrak pembelian lanjutan, Menhan menyebut ada kemungkinan ke sana. Namun tentunya belanja triliunan rupiah harus mempertimbangkan keuangan negara juga.

Walau demikian, Menhan menuturkan ada keuntungan besar yang diperoleh dari kerjasama imbal beli 11 pesawat tempur canggih itu.

Pertama, Rusia melalui kontrak perdagangan itu menyediak fasilitas pendamping. Dari kontrak bernilai USD 1,14 miliar, hanya USD 990 juta yang digunakan membeli pesawat.

Sisanya dipergunakan membuat hangar yang memiliki fasilitas perawatan dan persenjataan Sukhoi di Indonesia. Dengan kelebihan itu maka negara pemilik Sukhoi seperti Malaysia dan Vietnam, bakal melakukan perawatan pesawat mereka di Tanah Air. Karena lebih murah dibandingkan harus ke Rusia.

"Pasti mereka ke kita, Rusia itu kan jauh pasti ke Indonesia lebih deket, lebih murah, kita juga dapat duit dari itu," kata Ryamizard.

Seperti diketahui, melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertahanan melakukan pembelian Sukhoi SU-35 dari Rusia, dengan skema trade-off atau imbal beli senilai US$ 1,14 miliar. Dengan skema itu, transaksi diatur sesuai UU Nomor 16 tahun 2012 yang memungkinkan Indonesia membeli keperluannya dengan komoditas di Tanah Air.

Pihak Rusia sendiri dikatakan tertarik menukar pesawat buatannya, dengan komoditas unggulan Indonesia seperti Crude Palm Oil (CPO), olahan karet dan sumber daya alam lainnya. Dari nominal kesepakatan sebesar US$ 1 miliar lebih itu Indonesia mendapat 11 pesawat seharga US$ 90 juta dolar per unit. Sisanya sebanyak US$ 114 juta digunakan membuat hangar dan persenjataan pesawat Su-35 di Tanah Air. (SUR)

 ♖ Metronews  

P2 Commando + Reutech RCWS

Garang dan Cantikhttps://i0.wp.com/arcinc.id/wp-content/uploads/2017/08/SSE-P2-1.jpg?w=1280Sejauh ini kita sudah mengenal rantis P2 Commando buatan PT. Sentra Surya Ekajaya. Rantis ini bahkan sudah dibeli dan digunakan oleh Pakhas dan Paspampres. Namun demikian, pengembangan P2 tidak berhenti begitu saja. Rabu (23/08) pagi, Rantis P2 yang dilengkapi Senjata Remote atau RCWS menjalani uji di Dislitbang TNI-AD di Bandung Jawa Barat.

RCWS yang dikawinkan dengan P2 ini adalah buah kerjasama antara PT.SSE dengan Reutech, perusahaan asal Afrika Selatan. RCWS yang bernama lengkap Reutech Rogue ini bisa dipasangkan senapan mesin berat kaliber 12,7mm. Pada versi lainnya, Roque bahkan bisa dilengkapi dengan cannon 20mm atau peluncur granat 40mm. Selayaknya RCWS, kendali dilakukan di dalam kabin rantis P2. Untuk pembidikan, Roque bisa dilengkapi dengan berbagai macam kamera serta laser range finder. Pada versi paling standar RCWS ini dilengkapi dengan kamera siang dan kamera thermal untuk malam hari. Selain itu, Roque juga dilengkapi dengan Gyro stabilisasi agar tembakan bisa mengarah dengan stabil.

Dengan pemasangan RCWS, tentu bukan hanya meningkatkan daya gempur rantis lansiran Tangerang ini. Tapi juga meningkatkan keamanan bagi penembak, karena tak perlu lagi memunculkan diri di kubah senjata untuk membidik sasaran. Keuntungan lainnya, dengan kamera thermal, kemampuan pengintaian juga meningkat drastis di segala cuaca.

P2 sendiri bisa dikategorikan sebagai Panser ringan atau intai dengan bobot tempur hanya 4,5 ton. Dengan bobot demikian, maka P2 mudah diangkut ke dalam ruang kargo Pesawat Hercules. Rantis ini juga mampu menahan tembakan hingga kaliber 7,62mm serta melaju hingga 500 km.

  ARCinc  

Rabu, 23 Agustus 2017

Pemerintah Berencana Bangun 12 Kapal Selam

https://2.bp.blogspot.com/-KnFGgUxpHe4/WZ4FDMqmJ2I/AAAAAAAAKuQ/xnJgmt65jDQFpB_owUeuJdetGxvladmrACLcBGAs/s1600/IMG-403%2BFKO.jpgKRI 403 & 368 [KRI FKO]

Saat ini KRI Nagapasa (403) yang merupakan kapal selam pertama yang berhasil diproduksi PT. PAL bekerjasama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), tengah dalam perjalanan ke tanah air.

Rencananya kapal selam itu tiba di Indonesia pekan depan.

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyebut setelahnya akan ada dua unit kapal selam lagi yang akan diproduksi yang mana produksi terakhir mayoritasnya adalah hasil karya anak negeri.

Lalu setelah itu akan ada 12 unit lagi yang akan diproduksi.

Nanti yang ketiga di Surabaya (produksinya), selanjutnya kita buat dua belas unit,” ujar Ryamizard Ryacudu kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

KRI Nagapasa adalah kapal selam kelas cakra, yang nilai per unitnya mencapai 1,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS) 1.400 ton.

KRI Nagapasa termasuk kapal selam jenis Type 209/140, yang bertenaga disel dan elektrik.

Kapal selam tersebut umumnya menggunakan tenaga disel untuk melaju di permukaan sembari mengisi baterai dan menggunakan tenaga baterai saat melaju di bawah permukaan laut.

Kelebihan dari menggunakan tenaga dari baterai untuk memutar baling-baling saat kapal selam berada di bawah permukaan laut, adalah kapal selam bisa melaju lebih senyap.

Dengan kekuatan 4 x 120-cell batteries, kapal selam tersebut bisa melaju hingga 21,5 knots saat berada di bawah permukaan laut.

Kapal selam yang teknologinya diadopsi dari teknologi Jerman itu, merupakan kapal selam dengan Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation, serta dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan.

Rencanannya kapal selam produksi kedua akan rampung pada tahun ini.

Sementara kapal selam produksi terakhir yang mayoritasnya adalah buah tangan anak negeri, akan rampung pada tahun 2018 ini.

Mengenai proyek selanjutnya yakni produksi 12 unit kapal selam, Ryamizrad Ryacudu belum bisa memastikan waktunya.

Ya bertahap lah, tunggu saja,” katanya.

  Tribunnews  

Mil Mi-26T2 Segera Perkuat TNI AD

https://2.bp.blogspot.com/-naptnI2mFjw/WZ1qaOQXQYI/AAAAAAAAKuA/1bK34q1772YATPiB08a23cPdNe0C5qzPwCLcBGAs/s1600/Draft%2B-%2BPALAGAN%2BMaret.indd%2B-%2BRFinal-PALAGAN-Maret-17.pdf.pngHelikopter Mi-26T2

Kebutuhan helikopter angkut berat tentu tak bisa ditawar untuk menunjang operasional TNI. Setelah sebelumnya menggunakan Mil Mi-17V5, Puspenerbad TNI AD sebagai elemen kavaleri udara nasional dikabarkan tengah dalam proses menerima helikopter angkut raksasa Mil Mi-26T2 dari Rusia pada tahun 2018 - 2019.

Dari sejarahnya, Mil Mi-26 mulai dirancang pada awal 1970 oleh biro desain Mil Moscow Helicopter Plant . Dari bobotnya yang ekstra besar dan punya kemampuan mengangkut kargo lewat sling seberat 12 t on, Mi-26T2 awalnya diperuntukkan untuk mendukung pekerjaan konstruksi berat, pembangunan jembatan, dan pemasangan transmisi listrik. Saat memasuki tahap pembuatan, Mi-26T2 diproduksi oleh Rostvertol, yakni dengan terbang perdana pada 14 Desember 1977.

Mil Mi-26T2 juga dikenal sebagai helikopter pertama di dunia yang menggunakan rotor utama dengan delapan bilah baling-baling. Sumber tenaganya dipasok dari dua mesin turboshaft Lotarev D-136 yang masing-masing mesin mampu menghasilkan tenaga 8.500 kW (11.399 shp). Dalam spesifikasinya, helikopter ini tidak dilengkapi dengan persenjataan, dan sudah lumrah bila Mi-26 dalam operasinya mendapat kawalan dari helikopter gunship.

  Majalah PALAGAN  

Anggaran Kemenhan Terbesar Kedua di RAPBN 2018

Meski Turunhttps://2.bp.blogspot.com/-xgzwwsldshs/WZzjCDrhRlI/AAAAAAAA0_4/DhcXLDGpzSogkaLraE295Rz4XvNJqrRiQCLcBGAs/s400/1970089.jpgIlustrasi Mi 26 [Kirik]

Anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 tercatat terbesar kedua, meski mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017. Komponen belanja pemerintah pusat meliputi belanja Kementerian Lembaga (KL) sebesar Rp 814,1 triliun dan non KL sebesar Rp 629,2 triliun.

Sementara Kemenhan menempati posisi kedua yang mendapatkan alokasi belanja negara terbesar pada RAPBN 2018 untuk kategori Kementerian yakni mencapai Rp 105,7 triliun. Angka ini sebenarnya lebih rendah dari proyeksi anggaran Kemhan tahun 2017 sebesar Rp 108 triliun.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai pengurangan itu masih wajar. Lantaran menurutnya, apabila ada uang pasti akan ditambah lagi. Sebab, bagianya semuanya untuk memenuhi asas kebutuhan. Apalagi, saat ini banyak juga alutsista yang sudah peremajaan.

"Yang tua-tua sudah saatnya diganti misalnya F-5 diganti Sukhoi. Pembelian sebelas Sukhoi itu masih kurang. Sebab, membeli itu harusnya satu sekuadron. Tapi pelan-pelan akan ditambai lagi. Sesuailah itu. Tidak akan berkurang," katanya kepada wartawan usai membuka peluncuran buku KPPI di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Lebih lanjut Ia menegaskan dengan anggaran tersebut bakal upaya menghidupkan industri pertahanan terus dimatangkan. Salah satunya mengalokasikan anggaran sebesar Rp40% agar terserap industri. "Ada ketentuan nanti dinaikkan menjadi 40%, dahulu itu baru 20%. Pemerintah akan berupaya menaikkan itu, supaya industri pertahanan dalam negeri bisa menyerap untuk memaksimalkan," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, sambung Ia menjelaskan bahwa buku yang dibuat KPPI memuat kebijakan-kebijakan industri pertahanan. Nantinya, bersinergi dan berguna bagi pengguna TNI-Polri. Makanya, saat ini yang dialikan untuk membesarkan industri perthanan dalam negeri. "Supaya tidak kalah dengan industri pertahanan yang ada di luar negeri. Ini adalah kebijakan yang harus dilaksanakan," jelasnya.

Dijelaskan, bila saat ini tidak perlu membandingkan dengan kebijakan masa lalu. Sebab, bila yang lalu kurang baik dan lambat serta yang lain-lain, maka ke depan tidak boleh lagi. Makanya Ia menegaskan, semua pihak harus mendukung industri pertahanan.

Ryamizard juga berpesan, supaya sinergi terus dibangun. Makanya, peran tidak hanya di Kementerian Pertahanan, namun kementeriam lainnya terutama perguruan tinggi. Selama ini perguruan tinggi juga diajak kerjasama. Bahkan perguruan tinggi yang membuat drone, kapal selam tanpa awak.

"Semua perusahaan lama maupun yang baru akan sinergi. Makanya dalam waktu dekat akan kita kumpulkan lagi. Mari kita kerja sama dengan baik karena ini untuk bangsa dan negara. Tidak boleh ada yang lambat-lambat, mudah-mudahan tidak ada lagi," pungkasnya.

Sebagai informasi bersumber dari dokumen Advertorial RAPBN 2018 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) terdapat 10 Kementerian Negara/Lembaga (K/L) yang mendapat alokasi belanja negara terbesar pada RAPBN 2018. Untuk kategori Kementerian adalah: 1. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp 106,9 triliun; 2. Kementerian Pertahanan Rp 105,7 triliun; 3. Kementerian Agama Rp 62,2 triliun; 4. Kementerian Kesehatan Rp 59,1 triliun.

Selanjutnya, 5. Kementerian Perhubungan Rp 48,2 triliun; 6. Kementerian Keuangan Rp 45,7 triliun; 7. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Rp 41,3 triliun; 8. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Rp 40,1 triliun; 9. Kementerian Sosial Rp 34,0 triliun; dan 10. Kementerian Pertanian Rp 23,8 triliun.

Sementara, 10 Lembaga yang mendapatkan alokasi terbesar pada RAPBN 2018 adalah: 1. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Rp 77,8 triliun; 2. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rp 12,5 triliun; 3. Mahkamah Agung Rp 8,3 triliun; 4. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rp 5,7 triliun; 5. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rp 5,6 triliun. Pada posisi ke 6 ditempati Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Rp 5,5 triliun; 7. Kejaksaan Rp 5,5 triliun; 8. Badan Pusat Statistik Rp 4,8 triliun; 9. Badan Pemeriksa Keuangan Rp 2,8 triliun; dan 10. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Rp 2,2 triliun. (akr)

  Sindonews  

TNI AU Butuh 11 Satuan Drone MALE

✈️ Tahun 2022 Indonesia Akan Punya Drone Canggih Buatan Dalam Negeri✈️ Ilustrasi UAV Anka, Dalam kajian BPPT, TNI AU membutuhkan 11 pangkalan drone, dimana setiap pangkalan terdiri dari 3 unit done MALE [cio]

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menargetkan Indonesia memiliki pesawat nir awak atau drone mata-mata ketahanan tinggi buatan dalam negeri pada 2022. Hal tersebut sesuai dengan target Program Pengembangan Drone Medium Altitude Long Endurance (MALE) Nasional yang saat ini sedang dikembangkan.

"Kita harapkan mulai 2020-2022 proses sertifikasi. termasuk uji terbang. Diharapkan 2022 bisa produksi," ucap Wahyu Widodo Pandoe, Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT saat ditemui di Gedung BPPT pada Senin, 21 Agustus 2017.

Program pengembangan Drone MALE ini akan dilakukan sepenuhnya oleh putra-putri Indonesia dan dilakukan di dalam negeri dengan segala sumberdaya yang ada. Untuk merealisasikannya, BPPT membentuk konsorsium dengan Kementerian Pertahanan dan TNI AU sebagai pengguna, ITB sebagai mitra perguruan tinggi, PT Dirgantara Indonesia sebagai mitra industri pembuatan pesawat, serta PT LEN Persero yang akan mengembangkan sistem kendali dan muatan.

Drone MALE ini akan memiliki jangkauan jelajah operasi 5000 kilometer non-stop dengan ketahanan terbang tinggi selama 24 jam, siang dan malam. Dengan kemampuan tersebut, Drone MALE akan digunakan untuk membantu Kementerian Pertahanan. Wahyu mengatakan drone MALE bisa dimanfaatkan oleh TNI Angkatan Udara untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara.

Berdasarkan kajian awal BPPT, TNI AU membutuhkan 33 drone untuk menjaga pertahanan negara. Diperkirakan satu pangkalan drone membutuhkan 3 unit drone yang terdiri atas 1 unit operasional, 1 unit standby, dan 1 unit perawatan. Ditargetkan Indonesia memiliki 11 pangkalan drone untuk melakukan kegiatan mata-mata mengawasi udara di perbatasan Indonesia.

Program pengembangan drone MALE tengah dalam tahap Proof of Concept (PoC). Pada 2018 drone MALE akan memasuki tahap manufacturing prototype termasuk pengadaan komponen flight control system, dan memasuki uji terbang pada tahun 2019. Proses kegiatan pada tahun 2018-2019 tersebut rencananya akan dibiayai oleh BPPT dan Kementerian Pertahanan.

Program pengembangan Drone MALE sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak 2015. Pada tahun itu drone MALE berada pada tahap desain dan masuk tahap preliminary design pada 2016.

Total proses pengembangan drone MALE membutuhkan tujuh tahun hingga dapat digunakan pada 2022.

Wahyu mengatakan bahwa waktu proses drone tersebut wajar, dan tidak tergolong lama. "Desain memang butuh panjang, tidak bisa setahun," ujarnya. "Waktu kita sebetulnya luar biasa cepat jika dibandingkan dengan negara lain, misalnya Turki yang sampai 9 tahun."

  ✈️ Tempo  

Selasa, 22 Agustus 2017

Turki Tertarik Kerja Sama Garap N219

✈️ Untuk Pasar Afrika✈️ Pesawat terbang N-219 [Republika]

Turkish Aerospace Industries, industri pesawat terbang asal turki berminat menjalin kerja sama produksi dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) membuat pesawat N219. Kerja sama produksi antara PTDI dengan Turkish Aerospace Industries dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar di Afrika.

"Turkish Aerospace Industries tertarik kerja sama. Ingin join dengan kita, produksi di mereka dan dijual di Afrika umpamanya," ujar Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Kerja sama produksi ini dilakukan untuk melebarkan penjualan pesawat N219 ke luar negeri. Pasalnya, jika diproduksi di Bandung, pengiriman pesawat N219 tidak ekonomis.

"Secara logistik kalau saya bikin pesawat di Bandung dan customer di Afrika pesawatnya kan kecil, mau diterbangkan secara logistik enggak memungkinkan. Kalau pakai kapal laut butuh waktu lama, paling bagus kita assembly dekat Afrika supaya deliver langsung dari situ," tutur Arie.

Arie menambahkan, dengan demikian pasar pesawat buatan PTDI, khususnya N219 bisa semakin luas dan diminati banyak negara di dunia.

"Jadi lebih kepada regional marketing dan regional logistiknya lebih memungkinkan, daripada membuat di sini dan mengirim ke seluruh dunia," kata Arie.

Sebelumnya perusahaan Turki, FNSS, juga bekerja sama dengan PT Pindad (Persero) membuat medium tank bernama MT Kaplan. Tank ini mampu melesat hingga 70 kilometer (km) per jam dengan jarak tempuh maksimal sekali jalan 450 km. Medium tank ini juga dilengkapi dengan meriam dengan kaliber 105 mm yang diadopsi dari Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defense dari Belgia dan 7.62 mm Coaxial Machine Gun.

  ✈️ detik  

TNI AL Bangun Dermaga di Sangihe

Ilustrasi KRI Untung Suropati saat bersandar seusai patroli pengamanan laut di Dermaga Pangkalan TNI AL Watusampu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/2). [ANTARA FOTO/Basri Marzuki]

Komandan Pangkalan TNI AL Tahuna, Kolonel Pelaut Setyo Widodo, menyatakan, mereka akan segera membangun dermaga di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurut dia, di Tahuna, Selasa, pembangunan dermaga TNI AL di sana menjadi kebutuhan untuk kabupaten Sangihe sebab selama ini kapal-kapal perang TNI AL memakai dermaga pelabuhan sipil jika merapat di sana.

"Sebagai daerah perbatasan Kabupaten Sangihe akan dibangun dermaga khusus untuk armada TNI AL," kata dia.

Rencana pembangunan dermaga kata dia sudah mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Sangihe yang menyiapkan lahan.

Lahan yang disiapkan pemerintah kabupaten berada di wilayah selatan kepulauan Sangihe. "Kami bersama Bupati Tahuna, Pak Jabes Gaghana, sudah meninjau lokasi yang akan digunakan untuk TNI AL," kata dia.

  ✈️ Antara  

Indonesia Beli 11 Sukhoi

✈️ Harganya 90 Juta Dollar AS Per Pesawat✈️ Sukhoi Su-35[KnAAPO]

Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal beli dalam pembelian 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas nasional.

Barter tersebut terealisasi setelah ditandatangainya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Pembelian pesawat ini untuk menggantikan pesawat F-5 dalam meningkatkan pertahanan dan keamanan di dalam negeri.

Lalu, berapa harga satu Sukhoi yang akan dibeli Indonesia dari Rusia?

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, awalnya pihak Rusia menawarkan harga 150 juta dollar AS untuk satu pesawat Sukhoi.

Setelah proses tawar menawar akhirnya disepakati harga 90 juta dollar AS per pesawat.

Ryamizard memastikan seluruh pesawat Sukhoi yang akan dibeli tersebut sudah lengkap dengan sistem persenjataannya.

"Yang kita beli ini 90 juta dollar AS, bisa dua-duanya, menembak dan mengebom, lengkap. Saya nawar sudah lama, buka harga 150 dollar AS, sekarang jadi 90 dollar AS," ujar Ryamizard saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Menurut Ryamizard, pihaknya akan mengundang pihak Rusia untuk membicarakan proses pembelian sebelas Sukhoi.

Rencananya, pesawat Sukhoi tersebut akan tiba di Indonesia pada 2019 atau dua tahun setelah penandatanganan perjanjian jual beli.

"Biar ini cepat selesai saya undang mereka ke sini. Mungkin minggu depan atau bulan depan. Setelah tanda tangan, dua tahun, (pesawat) baru akan sampai sini," tuturnya.

Selain itu, Ryamizard menegaskan bahwa pembelian Sukhoi melalui mekanisme imbal beli tersebut sesuai dengan Undang-Undang No. UU No. 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Pasal 43 ayat 5 (e) UU Industri Pertahanan menyatakan bahwa setiap pengadaan alat peralatan pertahanan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri wajib disertakan imbal dagang, kandungan lokal dan offset minimal 85 persen, di mana Kandungan lokal dan/atau offset paling rendah 35 persen.

Sementara itu, pihak Rusia hanya sanggup memberikan offset dan lokal konten sebesar 35 persen, maka Indonesia menegaskan kembali bahwa pembelian Sukhoi ini dibarengi dengan kegiatan imbal beli yang nilainya 50 persen nilai kontrak.

Artinya, Indonesia membeli Sukhoi dari Rusia, dan Rusia sebagai negara penjual berkewajiban membeli sejumlah komoditas ekspor Indonesia.

"Ini baru pertama kali kita merasakan UU itu sebelumnya belum terlaksana. Pembelian ini berdasarkan UU, sesuai aturan," ujar Ryamizard.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dengan skema imbal beli tersebut, Indonesia mendapat potensi ekspor sebesar 50 persen dari nilai pembelian SU-35.

Namun, menurut Enggar, Rusia belum memutuskan komoditas nasional apa yang akan dibeli.

"Persentase dalam pengadaan SU-35 ini yaitu 35 persen dalam bentuk ofset dan 50 persen dalam bentuk imbal beli. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan nilai ekspor sebesar 570 juta dollar AS dari 1,14 miliar dollar AS pengadaan SU-35," ujar Enggar.

Pemerintah Rusia dan Indonesia sepakat menunjuk Rostec dan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelaksana teknis imbal beli tersebut.

Dalam MoU tersebut Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor, dengan pilihan berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, alas kaki, ikan olahan, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industri pertahanan, dan produk lainnya.

Dengan imbal beli ini, Indonesia dapat mengekspor komoditas yang sudah pernah diekspor maupun yang belum diekspor sebelumnya,” tutur Enggar.

 Terganjal Fluktuasi Harga Komoditas 
Barter Sukhoi Rusia Terganjal Fluktuasi Harga KomoditasSaat ini, pemerintah masih mengkaji skema valuasi barang yang akan diperdagangkan antara komoditas perkebunan Indonesia dengan pesawat Sukhoi Rusia. [REUTERS/Sergei Karpukhin]

Kesepakatan Indonesia dengan Rusia untuk perdagangan tukar barang (barter) pesawat Sukhoi dengan sejumlah komoditas agaknya belum bisa terlaksana dalam waktu dekat ini. Pasalnya, kesepakatan kedua negara masih terganjal oleh penentuan harga kedua barang yang akan 'diperjual-belikan'.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah masih akan mengkaji skema valuasi barang yang akan diperdagangkan antara komoditas perkebunan Indonesia dengan pesawat Sukhoi Rusia. Dengan demikian, perjanjian imbal dagang sukhoi masih menunggu proses valuasi.

Pemerintah Indonesia berkeinginan untuk membeli 11 pesawat SU-35 dari Rusia senilai US$ 1,14 miliar. Namun, untuk mendapatkan pesawat tersebut, Indonesia harus berhitung lebih cermat lantaran harga sejumlah komoditas tidak stabil, serta cenderung berfluktuasi di pasar global.

Agar tak saling merugikan, lanjut Enggartiasto, perlu pula transparansi terkait volume dan nilai ekspor komoditas yang dibarter ke publik, termasuk valuasi pesawat Sukhoi dari Rusia sendiri.

"Mengenai harga, kami masih open (terbuka). Kami akan melihat analisis proyeksi dari komoditas. Saya akan melibatkan para pemain CPO dan asosiasinya untuk membuat proyeksi pasar," tutur dia, Selasa (22/8).

Sebelumnya, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Rusia, Rostec. Kedua pihak berkomitmen untuk segera merealisasikan pertukaran Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas Indonesia.

Enggar menjelaskan, pesawat tempur Sukhoi akan menggantikan armada F-5 milik Indonesia yang sudah usang. Pemerintah menyiapkan sejumlah komoditas mulai dari kopi dan teh hingga minyak kelapa sawit dan produk-produk industri strategis pertahanan untuk ditukar dengan pesawat itu.

"Secara relatif, harga bisa kami kontrol. Karena Indonesia punya pangsa pasar CPO terbesar di dunia. Pada saat harga komoditas naik, saat itulah kami akan lakukan transaksi," terang dia.

Sementara itu, pemerintah masih menahan diri untuk tidak melibatkan komoditas karet lantaran kondisi harganya yang diproyeksi masih terus menurun.

"Karet, saya tidak mau kasih, karena ada kecendurungan harga karet terus turun. Kalaupun mau ya paling hanya crumb rubber," kata Enggartiasto.

Kementerian Perdagangan memiliki catatan perdagangan total antara kedua negara mencapai US$ 2,11 miliar dengan surplus untuk Indonesia sebesar US$ 411 juta pada 2016. Neraca perdagangan kedua pihak meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu US$ 1,9 miliar. (bir)

 Berikut video liputan CNN dari Youtube : 


  ✈️ Kompas  | CNN 

Drone yang Ditemukan di Pantai Buatan Inggris

✈️ Sasaran tembak rudal Starstreak✈️ Pesawat tanpa awak yang ditemukan warga Desa Purbayani Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut ternyata milik negara Inggris. [Koran SINDO/Agus]

Pesawat tanpa awak yang ditemukan warga Desa Purbayani Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut ternyata buatan Inggris. Drone itu jatuh ke laut saat dilaksanakan uji coba roket Starstreak bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan), dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, uji coba roket Starstreak dan drone Banshe yang merupakan pesawat tanpa awak, berlangsung di Landasan TNI AU Kampung Pangawaren, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupateb Garut pada Sabtu (19/8/2017) sekitar pukul 06.00 WIB.

Sebanyak 10 roket Starstreak milik Inggris rencananya diuji coba. Kegiatan yang dipimpin oleh Letkol Cpl Sujoko (Koordinator dari Menhan RI) dan Elan dari PT LAND, selaku koordinator lapangan itu, diikuti 70 orang, termasuk 13 ahli roket dari Inggris.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Danpusen Arhanud Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Nurcahyanto, Dirpalad Brigjen TNI Sigid, Kapuslaik Baranahan Kemhan Laksamana TNI Edi, Waaspam Kasad Kolonel Kav Steve P, Dirma Ditjen kuad Han Kemhan Kol Cpl U Sumarsono, Waasops Kasad Kolonel Kav A Purboyo.

https://4.bp.blogspot.com/-fXq9LTivzUI/WZxYEz386jI/AAAAAAAAKtw/iKhGN_4i3GYVv02uSjLTVtSRO5za-JzlACLcBGAs/s1600/4486181_r3zam4n%2540kaskus.jpg[r3zam4n@kaskus]

Kadislitbangad diwakilkan Pa Ahli Matum Kol Arh Budi Suharto, Dirbinsen Pusen Arhanud Kodiklat TNI AD Kol Arh Glasisus P, Atase pertahanan Inggris di Indonesia Natsaha Danyauno, Kepala Balai Lapan Cikelet R Lingga, dan lain-lain.

Sekitar pukul 09.00 WIB, dilaksanakan penerbangan pesawat drone Banshe yg akan digunakan untuk sasaran roket Starstreak. Kemudian pada 09.30 WIB, dilakukan tembakan pertama roket Starstreak terhadap drone Banshe 4534 yang dijadikan sasaran dengan jarak sasaran 21 km. Jarak waktu tembak 4 detik dari landasan. Namun hasilnya, tembakan itu meleset.

Selanjutnya pada 10.50 Wib dilaksanakan tembakan kedua. Uji coba kedua ini pun gagal, tembakan roket Starstreak tak memgenai sasaran. Kegiatan uji coba roket Starstreak tidak dilanjutkan karena dua kali tembakan tidak tepat sasaran. Sehingga sisa delapan roket batal diuji coba.

"Jadi benar drone itu bagian dari kegiatan uji coba roket Starstreak yang dilaksanakan oleh Kemhan dan Lapan. Saat ini, drone yang ditemukan warga sudah diambil oleh pihak Kemhan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (21/8/2017). (nag)

  ✈️ Sindonews  

Prajurit Intai Amfibi 2 Marinir Asah Kemampuan

✈️ Terjun Free Fall di Tanjung PinangDalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit, Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Yontaifib-2 Mar) menggelar latihan terjun free fall yang dikemas dalam Latihan fungsi Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Yontaifib-2 mar) tahun 2017 di Lanudal Tanjung Pinang, Senin (21/08/2017).

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 21 Agustus sampai 04 September 2017 ini dipimpin langsung Komandan Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Danyontaifib-2 Mar) Letkol Marinir Rino Rianto. Latihan menggunakan pesawat Cassa NC 212 U-611 Skuadron 800 Wing Udara-2 Tanjung Pinang dengan Pilot Mayor Laut (P) Gugus dan Kopilot Lettu Laut (P) Surya Dinata, dan Drop Zone (DZ) berada di Grass Strip Runway Raja Haji Fisabilillah (RHF).

Terjun free fall merupakan salah satu kemampuan dasar bagi prajurit Intai Amfibi yang memiliki adrenalin tinggi dimana ketelitian, kecepatan, dan pengambilan keputusan yang tepat menjadi modal dasar dalam mengembangkan kemampuan perorangan,” terang Danyon Taifib-2 Mar.

Lebih lanjut, Danyon Taifib-2 Mar juga menekankan kepada seluruh prajurit agar selalu siap dalam melaksanakan setiap kegiatan dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan latihan (zero accident) serta serius dalam melaksanakan kegiatan latihan.

Latihan fungsi ini selain untuk menyiapkan personel dalam menghadapi tugas kedepan yang lebih berat, juga untuk melatih kemampuan dan kesiapan prajurit Yontaifib-2 Marinir dalam menghadapi tugas pokok dan even lainnya,” pungkasnya.

  ✈️ Marinir  

Bangkai Pesawat Tanpa Awak di Garut Milik Kemenhan

Ungkap TNI[istimewa]

KEPALA Staf Komando Distrik Militer 0611 Garut, Mayor Inf Aat, menyatakan, bangkai pesawat tanpa awak yang ditemukan warga di Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (20/8) kemarin, diketahui milik Kementerian Pertahanan yang sebelumnya digelar kegiatan penembakan pesawat saat pengujian roket di pantai selatan Garut, Jumat (18/8).

"Saat kena tembak pesawat tersebut jatuh ke arah barat karena anginnya cukup kencang menggunakan parasut warna oranye dan dicari bangkainya, namun tidak ditemukan," kata Aat kepada wartawan di Garut, Senin (21/8).

Ia menuturkan, bangkai pesawat tanpa awak itu merupakan jenis Drone Bhanse 6547 T2 yang digunakan untuk uji coba roket Start Treak buatan Prancis. Pesawat tersebut, kata dia, sudah diserahkan ke Direktorat Peralatan Angkatan Darat untuk selanjutnya dibawa ke Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Kecamatan Cikelet.

"Bangkai pesawat latihan tersebut akan dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak Kementerian Pertahanan," katanya.

Ia menyampaikan, pesawat tersebut kena tembak kemudian jatuh ke arah barat, selanjutnya dilakukan pencarian, tetapi tidak ditemukan.

"Anginnya cukup kencang menggunakan parasut warna oranye dan dicari bangkainya namun tidak ditemukan," katanya.

Ia menambahkan, setelah diketahui pemilik pesawat tersebut, maka dipastikan bukan pesawat asing atau pengintai seperti isu yang berkembang di masyarakat.

"Dengan ini saya memastikan bahwa pesawat tanpa awak tersebut bukanlah pesawat mata-mata, namun pesawat yang digunakan untuk latihan atau pengujian roket," katanya.

Sebelumnya, warga bersama polisi/TNI mengamankan pesawat tanpa awak di Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.

Pesawat tersebut berwarna kombinasi oranye dan kuning dalam kondisi yang tidak utuh, bagian depannya sudah rusak, sedangkan bagian belakang dan dalamnya masih menyerupai pesawat. (Ant/OL-2)
 

  Media Indonesia  

Senin, 21 Agustus 2017

Indonesia Membutuhkan 33 Drone MALE

Untuk Tingkatkan Keamanan NegaraDrone MALE Anka

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan drone berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) untuk kepentingan pertahanan. Penggunaan drone ini dinilai lebih efisien dan ekonomis untuk mengawasi ruang udara Indonesia yang luas.

Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu Widodo Pandoe mengatakan setidaknya dibutuhkan 33 unit drone MALE untuk meningkatkan keamanan negara. Terutama di daerah-daerah perbatasan karena wilayah Indonesia sangat luas.

"Kajian awal BPPT, suatu pangkalan memerlukan tiga unit drone, satu unit yang operasional, satu unit standby, serta satu unit lainnya untuk perawatan. Tiga drone itu dikalikan sebelas pangkalan yang dibutuhkan untuk mengamankan wilayah Indonesia. Jadi jumlahnya 33 unit," ujar Wahyu di Gedung BPPT, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 21 Agustus 2017.

Wahyu mengatakan drone MALE sangat eknomis dan minimal risiko menimbulkan korban jiwa karena mampu mengudara hingga ketinggian di atas 10 ribu kaki tanpa awak. Drone MALE juga memiliki ketahanan operasi yang panjang (long endurance) hingga 24 jam sekali terbang.

"Drone MALE nantinya sangat bermanfaat untuk meningkatkan keamanan negara, termasuk wilayah perbatasan, wilayah darat, laut, maupun udara yang rawan terjadi gangguan kejahatan seperti pencurian sumber daya laut, penyelundupan narkoba, dan kejahatan transnasional lainnya," terang Wahyu.

Saat ini BPPT tengah mengembangkan teknologi drone MALE buatan dalam negeri. BPPT menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Pertahanan, TNI AU, ITB, PT Dirgantara Indonesia, serta PT LEN Persero dalam sebuah perjanjian kerja sama konsorsium untuk mengembangkan teknologi tersebut.

Diharapkan, drone MALE buatan Indonesia akan diujicoba pada tahun 2019, serta masuk tahap sertifikasi pada tahun 2020-2022. Sehingga drone MALE made in Indonesia ini sudah bisa diproduksi pada 2022 mendatang.
 

  Metrotv  

“Joint Minex” 17/2017

Latihan Bersama di SingapuraKetiga kapal bertolak dari Tanah Air Minggu, 20/08/2017, menuju Singapura untuk melaksanakan latihan bersama dengan sandi “Joint Minex” 17/2017 yang berlangsung di Pangkalan AL Singapura.

Ketiga Kapal perang itu adalah KRI Pulau Rupat -712, KRI Pulau Rengat -711 dari satuan kapal ranjau (Satran) Koarmatim, dan KRI Pulau Rangsang-727 dari Satran Koarmabar.

Ketiga KRI telah tiba di Dermaga Changi Naval Base (CNG), yang disambut langsung oleh Atase Pertahanan RI untuk Singapura yaitu Kolonel Laut (P) Sumartono dan delegasi dari Royal of Singapore Navy (RSN).

Ketiga kapal perang bersiap untuk bergabung dengan Angkatan Laut Singapore dalam rangka latihan Bilateral Angkatan Laut kedua negara, dirilis Koarmatim, 21/8/2017.
 

  TNI AL  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...