Selasa, 25 Juli 2017

Rusia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Sistem Keamanan Cyber

Direktur Asosiasi Ekspor Teknologi Keamanan Tinggi Rusia, Andrey Bezrukov menuturkan, pihaknya siap membantu Indonesia dalam memgembangkan sistem keamanan cyber. [Foto/Istimewa]

Direktur Asosiasi Ekspor Teknologi Keamanan Tinggi Rusia, Andrey Bezrukov menuturkan, pihaknya siap membantu Indonesia dalam memgembangkan sistem keamanan cyber. Rusia merupakan salah satu negara dengan sistem keamanan cyber terbaik di dunia.

Berbicara saat menghadiri Diskusi Meja Bundar Teknologi IT dan Keamanan Siber Rusia di salah satu hotel di bilangan Jakarta Selatan, Bezrukov mengatakan, selama ini Rusia selalu membangun sistem keamanan di negaranya secara mandiri dan mereka ingin membantu Indonesia agar bisa mencapai hal serupa.

"Sistem teknologi Rusia sangat luas. Rusia juga merupakan satu dari dua negara yang memenuhi syarat gambaran tentang teknologi siber dan teknologi IT," kata kata Bezrukov pada Senin (24/7).

"Kami selalu membangun sistem keamanan secara mandiri, sehingga kami bisa menciptakan solusi original. Yang ingin kami ajukan ke Indonesia adalah beberapa kerja sama antara lain kerja sama pengembangan sistem siber, sistem komunikasi, dan sistem big data," sambungnya.

Dia kemudian mengatakan, salah satu kerjasama yang coba dijajaki oleh Rusia dengan Indonesia dalam bidang riset teknologi. Dimana, pihaknya ingin membangun pusat riset untuk para ilmuwan dari kedua negara.

"Kami ingin mendirikan pusat riset yang mungkin akan berbasis di kampus-kampus terbaik di Indonesia, atau dari perusahaan-perusahaan. Tujuan utamanya adalah agar Indonesia bisa independen dalam hal keamanan siber," tukasnya. (esn)

 Menlu Rusia Kunjungi Indonesia Awal Agustus

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dilaporkan akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada awal Agustus mendatang. Di Indonesia dia akan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

"Kunjungan itu dijadwalkan akan berlangsung pada 8-9 Agustus, ini akan menjadi kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Rusia ke Indonesia setelah sekian lama," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin pada Senin (24/7).

"Saya berharap Menlu Lavrov dan Menlu Retno akan membahas isu-isu yang luas, termasuk isu-isu internasional, terkait dengan keamanan regional, integrasi ekonomi, dan juga saya berharap mereka akan membahas agenda bilateral termasuk dialog politik lebih lanjut, memperdalaman investasi ekonomi kami, kerjasama ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan pendidikan," sambungnya.

Dia kemudian mengatakan, pihaknya juga berharap kedua menteri akan membahas mengenai masalah keamanan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk memperkuat arsitektur keamanan di kawasan Asia-Pasifik.

Ketika ditanya mengenai apakah akan ada sejumlah kerjasama yang akan ditandangai dalam pertemuan tersebut. Dia menuturkan hal ini masih dalam proses pengerjaan. "Semoga ada beberapa dokumen yang akan ditandatangi," ucapnya.

"Satu poin penting lainnya akan ada inagurasi perwakilan tetap Rusia untu ASEAN, dan juga akan ada presentasi pesawat penumpang baru yang mungkin akan dihadiri oleh Lavrov," tukasnya. (mas)
 

  Sindonews  

☆ Sentot Ali Basya

Panglima Perang Diponegoro yang Dijuluki Napoleon Jawa Lukisan Sentot Ali Basya. (minanglamo) 

Di usianya yang masih belasan tahun, Sentot Ali Basya atau Sentot Ali Basya Abdullah Mustafa Prawirodirjo sudah ikut andil dalam jihad.

Ia merupakan salah satu buyut dari Sultan Hamengku Buwono I. Kakeknya ini, seorang Sultan di Kerajaan Mataram Islam sekarang dikenal dengan Yogyakarta.

Sementara itu gelar "Basya" atau "Pasha" adalah diilhami oleh gelar para panglima di Turki Utsmani. Dimana Turki di zaman itu menjadi kebanggaan Umat Islam seluruh dunia.

Sentot Ali Basya diangkat menjadi panglima perang di barisan pasukan Pangeran Diponegoro ketika berumur 17 tahun. Prestasi di umur muda ini pernah juga diperoleh seorang sahabat bernama Usamah bin Zaid yang ditunjuk untuk memimpin perang melawan Romawi.

Namun, meski pun ia masih muda ternyata mampu pula mengukir dengan tinta emas keberhasilan dalam berjihad melawan Belanda. Sampai-sampai ia digelari "Napoleon Jawa". Padahal kalau melihat zaman sekarang, anak yang berumur 17 tahu baru duduk di bangku SMA.

Sentot Ali Basya seorang panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (De Java Oorlog). Pangeran Diponegoro memimpin perang berlangsung selama lima tahun.

Perang ini dimulai tanggal 20 Juli 1825 hingga 28 Maret 1830 M. Perang ini merupakan perang Sabilillah yang bertujuan mengusir penjajah untuk menegakkan kemerdekaan dan keadilan.

Dia merupakan salah satu komandan pertempuran dari pasukan-pasukan Diponegoro. Medan pertempuran di sekitar Yogyakarta, Kedu, Bagelen, dan Surakarta.

Akan tetapi, ada daerah lain seperti Banyumas, Wonosobo, Banjarnegara, Weleri, Pekalongan, Tegal, Semarang, Demak, Kudus, Purwodadi, Parakan, Magelang, Madiun, Pacitan, Kediri, Bonjonegoro, Tuban, dan Surabaya. Tempat-tempat ini merupakan medan gerilya untuk melakukan sabotase-sabotase terhadap Belanda.

Dalam melancarkan serangan kepada penjajah Belanda Sentot Ali Basya bersama Pangeran Diponegoro menggunakan taktik perang gerilya. Taktik perang ini senantiasa berpindah-pindah.

Demikian pula kedudukan markas besar pun tidak menetap di satu tempat. Pasukan Diponegoro ini telah memenangkan hati dan pikiran rakyat. Sehingga pasukan ini mudah bergerak serta mudah pula mendapatkan suplai logistik untuk kebutuhan pasukan.

Oleh karena itu, di sepanjang garis Yogyakarta – Solo – Madiun – Surabaya (Jurusan Timur) dan Yogyakarta – Magelang – Wonosobo – Bagelen – Banyumas (Jurusan Utara dan Barat) terdapat markas-markas pertempuran yang sebagian besar dipimpin oleh para Ulama.

Di antaranya, Kiai Mojo dari Solo, Kiai Imam Rafi’I dari Bagelen, Kiai Imam Nawawi dari Ngluning Purwokerto, Kiai Hasan Basori dari Banyumas dan masih banyak kiai-kiai yang lain.

Dalam pasukan yang dipimpim Sentot Ali Basya ada sesuatu yang unik. Ia mempunyai pasukan sebanyak 1000 orang yang menyandang senjata dan senantiasa memakai jubah dan surban. Bahkan sistem struktur pasukannya seperti pasukan Turki Utsmani.

Gerakan pasukan Diponegoro sangat cepat dan lincah karena mereka memiliki kemahiran dan keberanian yang luar biasa yang disemangati perang Sabilillah. Hal ini membuat Belanda harus mengirim banyak Jenderal, Kolonel, dan Mayor yang dikirim ke jawa. Mereka adalah Jenderal De Kock. Jenderal Van Geen, Jenderal Holsman, Jenderal Bisschof. Karena pemerintahan Belanda menganggap lamban dalam menyelesaikan perang Sabil di Jawa.

Dalam menumpas gerakan Jihad menumpas gerakan jihad di Jawa. Jenderal De Kock menggunakan berbagai macam cara. Ada yang secara frontal perang secara fisik dan ada pula halus.

Jendral De Kock menghalalkan segala cara untuk bisa menangkap para pemimpin gerakan jihad di Jawa. Diharapkan dengan pimpinannya ditangkap maka bawahannya akan ikut hancur. Bahkan, Belanda sering melakukan penghianatan ketika terjadi perundingan tidak menguntungkan pihak pemerintah Belanda.

Belanda membujuk Prawirodiningrat, Bupati Madiun. Ia adalah kakak dari Sentot Ali Basya. Agar ia mau mengajak adiknya berunding dengan Belanda. Bupati Madiun itu menerima tawaran Belanda untuk membujuk Sentot Ali Basya.

Sentot Ali Basya terlalu percaya kepada sang kakak dan lebih lagi terlalu percaya akan "Senyum" kolonialisme.

Panglima Sentot menerima tawaran Belanda, ia memasuki kota Yogyakarta dengan mendapatkan upacara militer penuh sebagai seorang jenderal tepat pada tanggal 24 oktober 1829. Sentot Ali Basya masuk perangkap Belanda, ia disergap kemudian dijadikan tawanan perang.

Kemudian Napoleon Jawa itu dipaksa Belanda untuk bertempur menghadapi Imam Bonjol. Belanda menjalankan siasat "divide et impera" politik adu domba.

Di Sumatera Barat ia gunakan kesempatan itu untuk mengadakan kontak dengan anak buah Imam Bonjol.Ia menggabungkan diri ke dalam pasukan Paderi untuk melanjutkan perang Sabil.

Namun, pada akhirnya Belanda mencium rencana itu, Sentot Ali Basya ditangkap dan dikirim ke Batavia. Di Batavia ini Gubernur Jenderal Belanda mengeluarkan beslit (surat keputusan) sebagai tawanan perang dan diasingkan ke Bengkulu.

Sumber:
★ wikipedia
★ an-najah
★ diolah dari berbagai sumber (nag,nag)

  sindonews  

Vietnam Sebut Indonesia Tembak 4 Nelayannya

Di Laut China Selatan ilustrasi kapal nelayan Vietnam (AFP)

O
toritas Vietnam mengklaim bahwa Angkatan Laut Indonesia telah menembak nelayan-nelayan Vietnam di atas sebuah kapal nelayan di perairan Laut China Selatan. Menurut otoritas Vietnam, empat nelayannya terluka dalam insiden penembakan tersebut.

Lewat situsnya, komisi pencarian dan penyelamatan provinsi Binh Dinh, Vietnam menyatakan bahwa kapal nelayan tersebut berada sekitar 132 mil laut tenggara Pulau Con Dao, Vietnam ketika para nelayan tersebut ditembak pada Sabtu (22/7) malam waktu setempat.

Menurut otoritas Vietnam seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (24/7/2017), empat nelayan Vietnam terluka akibat tembakan tersebut. Dua orang di antaranya mengalami luka-luka serius. Mereka telah dibawa ke Pulau Con Dao untuk menjalani perawatan.

Berdasarkan koordinat yang diberikan otoritas Vietnam, penembakan itu terjadi di dekat area yang oleh Indonesia kini disebut sebagai Laut Natuna Utara.

Sengketa atas hak-hak penangkapan ikan dan pengeboran minyak telah memicu ketegangan di perairan Laut China Selatan. Pemerintah China mengklaim nyaris seluruh perairan tersebut. Namun Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim atas perairan tersebut.

Meskipun Indonesia tidak termasuk pihak yang bersengketa, namun baru-baru ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman mengumumkan secara resmi nama baru perairan di utara Kepulauan Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, yang diberi nama Laut Natuna Utara.

Deputi I Kementerian Koordinator Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, mengatakan, pemerintah memilih nama Laut Natuna Utara berdasarkan penamaan yang telah lebih dulu digunakan industri migas untuk perairan tersebut.

"Selama ini sudah ada sejumlah kegiatan migas dengan menggunakan nama Natuna Utara dan Natuna Selatan. Supaya ada satu kejelasan dan kesamaan dengan landas kontinen, tim nasional sepakat menamakan kolom air itu sebagai Laut Natuna Utara," jelas Arif belum lama ini.

Pemerintah Indonesia, kata Arif, yakin penamaan itu tidak akan menyulut sengketa baru terkait Laut Cihna Selatan. Ia mengatakan pemerintah pun tidak berkewajiban meminta pertimbangan maupun mempublikasikan penamaan itu kepada negara-negara tetangga. (ita/ita)

 TNI AL Bantah Tembak 4 Nelayan Vietnam 

Otoritas Vietnam mengklaim TNI AL menembak empat nelayan di perairan Laut China Selatan. Kabar tersebut dibantah oleh TNI AL.

"Hari Minggu, 23 Juli 2017, pukul 19.45 WIB, KRI WIR mendapatkan kontak KIA (kapal ikan asing) di Pos 4 nm (nautical mile) masuk ZEEI. Tiba-tiba 2 KIA melaksanakan penggelapan, tapi siluet terlihat dan haluannya mengarah ke haluan KRI pada jarak 30 meter sehingga diberikan 1 butir tembakan peringatan ke udara menggunakan SS-1," ujar Kadispenal Laksamana Pertama Gig Jonias Mozes Sipasulta dalam keterangannya, Senin (24/7/2017).

"Selanjutnya KIA Vietnam mengubah haluan dan KRI WIR melaksanakan pengusiran KIA untuk meninggalkan wilayah ZEEI," sambungnya.

Vietnam mengklaim empat orang terluka akibat tembakan tersebut. Peristiwa terjadi di Laut Natuna Utara. TNI AL mengatakan hanya melakukan tembakan peringatan ke udara.

"Dengan demikian, tidak benar pernyataan Vietnam tersebut. TNI AL selalu melakukan tindakan sesuai ketentuan dan terukur," kata Gig.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa terjadi pada hari Sabtu (22/7) waktu setempat. Vietnam menyatakan nelayan tersebut berada sekitar 132 mil laut tenggara Pulau Con Dao. Otoritas Vietnam mengklaim nelayan yang tertembak dibawa ke Pulau Con Dao untuk menjalani perawatan. (dkp/rvk)

  detik  

Senin, 24 Juli 2017

Pertahanan Negara Kita Tak Bisa Lagi Jawa-sentris

Pembekalan Capaja Presiden Jokowi di sela-sela acara pemberianpembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI dan Polri Tahun 2017 di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta

P
residen Jokowi mengingatkan soal perubahan yang harus segera diantisipasi oleh semua pihak, termasuk TNI dan Polri. Perubahan yang ada tak hanya soal ekonomi, politik, dan teknologi semata, tapi juga ancaman yang dihadapi negara.

Itu disampaikan Presiden Jokowi memberikan pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI dan Polri Tahun 2017 di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Senin (24/7) sore.

Oleh karena itu, para Capaja harus bisa berpikir strategis dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman yang juga akan mengalami perubahan di masa mendatang,” terang Jokowi.

Terutama pertahanan negara kita tidak lagi bisa Jawa-sentris, harus diubah semua menjadi Indonesia-sentris. Implementasinya seperti apa? Ini yang harus disiapkan dan direncanakan. Kalau tidak ya kita akan ditinggal,” ucap presiden.

Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, memberikan pembekalan kepada 729 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri 2017.

Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, memberikan pembekalan kepada 729 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri 2017.

Selain itu, lanjut mantan gubernur DKI ini, TNI dan Polri juga harus mengubah pola pikir dalam menghadapi perubahan bentuk-bentuk ancaman tersebut. Sebab, menurut Presiden, bisa saja di masa yang akan datang perang bukan lagi serupa dengan perang konvensional yang selama ini dikenal.

Apakah diperlukan misalnya untuk ancaman-ancaman yang ada seperti ”cyber security” dan “drone” yang paling canggih untuk memantau perbatasan kita?” tanya Jokowi.

Capaja TNI dan Polri juga disebut Presiden harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat, yang ke depannya akan didominasi oleh generasi muda. Mereka juga harus mampu melindungi masyarakat dari ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Bisa lewat Facebook, atau membuat vlog, Instagram, Twitter. Cara menyampaikannya sekarang sudah lewat itu (media sosial),” ujar Jokowi menambahkan.

Terakhir, Presiden berharap Capaja Akademi TNI dan Polri Tahun 2017 dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi keluarga, bangsa, dan negara.

Saya berpesan kalian harus terus menjadi kebanggaan orang tua, keluarga, dan negara kita, Indonesia. Jadilah perwira-perwira yang dicintai seluruh rakyat Indonesia,” Jokowi menegaskan. (Johara/win)

  Poskota  

Pangarmatim Lepas KRI Usman Harun 359 Ke Lebanon

Untuk Misi Perdamaian Sejumlah prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force TNI kontingen Garuda XXVIII-J-UNIFIL (United Nation Interm Force In Lebanon) 2017 melakukan haka-haka di geladak KRI Usman Harun-359 ketika akan berangkat di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/7/2017). Sebanyak 110 prajurit TNI AL terpilih sebagai satgas perdamaian yang mengemban misi perdamaian dunia, yang akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lain yang tergabung dalam gugus tugas MTF. (ANTARA /M Risyal Hidayat)

K
apal Perang Republik Indonesia (KRI) Usman Harun – 359 Jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim di percaya menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/UNIFIL tahun 2017 atau Maritime Task Force (MTF) in Lebanon XXVIII-J/UNIFIL diberangkatkan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., di dampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada Timur (KDJAT) Ny. Ina Darwanto, bertempat di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya. Senin, (24/07/2017).

Misi perdamaian dunia ke Lebanon yang ke-10 kalinya tersebut, TNI Angkatan Laut kali ini mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J/UNIFIL KRI Usman Harun-359 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.T., untuk menggantikan KRI Bung Tomo-347 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo yang saat ini masih menjalakan tugas MTF XXVIII-I/UNIFIL sejak tahun 2016.

Sebelum acara pelepasan, Pangarmatim memberikan beberapa penekanan kepada seluruh anggota Satgas agar selalu melaksanakan perawatan kapal dan perhatikan selalu kebersihan kapal. “Misi perdamaian PBB, para prajurit merupakan perwakilan Negara di dunia Internasional dan akan bekerja sama dengan berbagai Negara. Untuk itu, tampilkan yang terbaik dengan cara memahami dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai mandat PBB, jaga nama baik Bangsa Indonesia dengan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. Pahami dan pelajari kebiasaan dalam pergaulan Internasional serta kebiasaan masyarakat setempat guna memperlancar keberhasilan tugas”, pesan Pangarmatim.

Menurut Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Alan Dahlan selaku Komandan Satgas MTF XXVIII-J/UNIFIL yang sempat berpamitan bersama istri dan putranya mengatakan bahwa, KRI Usman Harun-359 akan mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon selama enam bulan dan perjalanan laut selama dua bulan pulang pergi. Dalam pelayaran ke Lebanon, KRI yang merupakan Kapal Perang kelas Multi Role Light Frigate (MRLF) kedua setelah KRI Bung Tomo akan singgah di Jakarta untuk melaksanakan upacara pelepasan Satgas oleh Panglima TNI.

Turut hadir dalam pemberangkatan Satgas MTF 2017 antara lain, Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., beserta Wakil Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny. Ariawan, Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Timur (Danguskamlatim) Lakma TNI I.N.G. Sudihartawan, S.Pi., beserta Ibu, Komandan Satkor Koarmatim Kolonel Laut (P) Agus Hariadi, para Komandan Satuan dan Kasatker, Ibu-ibu Jalasenastri Armatim serta keluarga dari para prajurit Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J/UNIFIL. (Dispenarmatim)

  TNI AL  

Latma Manyar Indopura XV/17 TNI AU-RSAF Resmi Dimulai

TNI AU dan RSAF (Republic of Singapore Air Force) menggelar Latihan Bersama (Latma) Manyar Indopura XV/17 yang berlangsung di Lanud Roesmin Nurjadin, dan secara resmi dibuka melalui sebuah upacara pembukaan di Ruang Arjuna Lanud Rsn, belum lama ini.

Latihan ini melibatkan dua helikopter dari TNI AU yaitu helikopter Super Puma dan Puma dari Skadron Udara 6 dan 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor serta dua pesawat helikopter Super Puma dari 126th Squadron RSAF. Selain itu latihan ini juga didukung oleh sekitar lima puluh personel baik dari TNI AU maupun RSAF.

Rencananya latihan ini akan berlangsung hingga tanggal 25 Juli mendatang, dimana personel dari kedua Angkatan Udara akan melaksanakan beberapa latihan yang berhubungan misi Search and Rescue (SAR) seperti evakuasi medis, dropping logistic serta Combat SAR.

Komandan Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja yang sekaligus bertindak selaku Exercise Director mengatakan bahwa latihan ini merupakan bentuk kerja sama kedua negara dalam bidang militer, khususnya dengan alutsista helikopter yang melibatkan tiga Skadron Udara yaitu Skadron Udara 6 dan 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor, serta 126th Squadron RSAF.

Tujuan utama dari latihan ini adalah semakin eratnya hubungan kedua negara dan Angkatan Udaranya, disamping itu melalui latihan bersama ini juga seluruh personel yang terlibat dapat saling berdiskusi, serta bertukar pikiran dan pengalaman yang pastinya akan sangat berguna dalam menjalankan tugas”, tambahnya.

Sementara itu LTC Chan Kwai Kiong dari 126th Sq RSAF menyampaikan bahwa latihan ini merupakan kesempatan bagi kedua personel Angkatan Udara untuk dapat bekerja sama dan juga berbagi pengalaman serta keahlian dalam bertugas.

Melalui latihan ini juga akan semakin mempererat hubungan baik antara kedua negara maupun Angkatan Udaranya dan saya yakin hubungan ini terjalin semakin erat sampai masa mendatang”, lanjutnya.

Danlanud Rsn Marsma TNI T.B.H Age Wiraksono, S.I.P., M.A., menyampaikan ucapan selamat berlatih serta berpesan kepada seluruh peserta latihan untuk selalu mengutamakan dan mengedepankan faktor safety dan keamanan agar seluruh rangkaian latihan dapat berjalan dengan aman, lancar dan selamat hingga nanti berakhir.

  TNI AU  

Kadet Angkatan Laut Lebanon Banyak Belajar Di KRI Bung Tomo-357 Koarmatim

Memasuki bulan ke-11 keikutsertaan Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL dalam menjaga perdamaian di Lebanon, Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo selaku Komandan Satgas bersama beberapa perwira KRI Bung Tomo-357 melaksanakan kunjungan ke Akademi Angkatan Laut Lebanon (The Lebanese Naval School) yang berlokasi di Junieh. Kunjungan Komandan Satgas Maritim TNI ini disambut oleh Komandan Akademi Angkatan Laut Lebanon Captain Navy Ziad Allam. Jumat, (21/7/2017)

Dalam paparan yang disampaikan oleh salah seorang stafnya Lieutenant Muhammad, dikatakan bahwa sekolah Angkatan Laut Lebanon ini berdiri pada tahun 1972 dengan motto "Lighthouse and Goal".

Menurutnya, Sekolah akademi ini didirikan guna menciptakan dan membentuk perwira perwira AL yang handal dan berdedikasi bagi AL Lebanon khususnya serta bagi militer Lebanon pada umumnya. Akademi ini menerima siswa yang siap dididik selama 2 tahun sesuai spesialisasinya, dididik dengan materi pelatihan berupa navigasi, manuver kapal, monitor udara, ilmu kelautan, signal, mekanik, permesinan, pengetahuan umum berupa matematika, komputer, protokol lokal dan internasional, hukum international, bahasa Perancis dan Inggris. Sedangkan untuk materi dasar kemiliteran, para siswa dididik selama 1 tahun di akademi militer Lebanese Army, sebelum ke Naval school.

"Angkatan Laut Indonesia sejak pertama kali berkiprah di Maritime Task Force (MTF) UNIFIL telah banyak berkontribusi bagi perkembangan Angkatan Laut Lebanon, terutama bagi para Kadet yang sesuai jadwal latihan yang disusun oleh MTF untul onboard di kapal kapal MTF dan salah satunya adalah KRI Bung Tomo-357. Para Kadet maupun perwira remaja AL Lebanon banyak belajar di KRI Bung Tomo-357 terutama pada saat tahap Stage at Sea di laut Mediterania, oleh karena itu selaku Komandan Sekolah saya ucapkan terimakasih atas dedikasi, dan bantuannya selama melaksanakan misi perdamaian di Lebanon, harapannya semoga kedepan hubungan dan kerjasama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan", jelas Captain Navy Ziad Alam.

Selaku Komandan KRI Bung Tomo-357, Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo pada kunjungan tersebut juga mengucapkan terimakasih dan penghargaannya atas kepercayaan dari Akademi Angkatan Laut Lebanon untuk dilibatkan dalam kegiatan pelatihan tersebut.

"Ikatan dan persaudaraan TNI AL- LAF NAVY semoga terus terjalin dengan semangat Seaman Brotherhood dimanapun berada", tegas lulusan AAL Angkatan XLI tahun 1995 ini.

Sebelum meninggalkan markas Akademi Angkatan Laut Lebanon, Komandan KRI Bung Tomo-357 diajak untuk melihat langsung Bridge Simulator yang dimiliki oleh akademi tersebut. Kunjungan singkat ini kemudian diakhiri dengan pertukaran plakat dan cenderamata, dan penyerahan bantuan peralatan olahraga dari Komandan KRI Bung Tomo-357 kepada Komandan Akademi AL Lebanon.

  TNI AL  

Pemerintah Bisa Barter Minyak Afrika Selatan dengan Alutsista

Pesawat CN235 produk PT DI

P
emerintah Indonesia dan Afrika Selatan tengah membahas kerja sama perdagangan antar kedua negara dalam memperlancar realisasi ekspor. Kementerian Perdagangan akan memanfaatkan skema imbal dagang (counter trade) bagi produk yang pengelolaannya masih melibatkan peran antar pemerintah.

Selain penjajakan preferential trade agreement (PTA), pemerintah juga membantu dari segi government to government lewat skema imbal dagang, serta melalui perwakilan di luar negeri, baik ITPC maupun Atdag,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (23/7).

Adapun beberapa produk yang akan dimanfaatkan untuk skema imbal dagang adalah energi (minyak dan gas) dari Afrika yang dapat dibarter dengan produk alutsista, transportasi, dan kelapa sawit dari Indonesia.

Peneliti Institute of Development Economics and Finance Eko Listiyanto menilai, bahwa konsep yang akan dilakukan tersebut bisa menguntungkan kedua pihak. Menurutnya, membuka pasar lewat Afsel adalah langkah yang tepat, karena Afsel adalah negara paling maju di Afrika.

Konsepnya sih pasti bagus itu ya, karena kan bisa menguntungkan kedua pihak kan harapannya. Kalau di Afrika ya memang yang paling maju itu Afrika Selatan,” ujar Eko.

Eko mengatakan, hal yang tidak boleh luput dari perhatian pemerintah yakni, bagaimana hal tersebut nanti dapat terlaksana sesuai dengan harapan, baik dari segi dagangnya, maupun segi investasi.

Yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara mengimplementasikannya itu. Ketika kita menyodorkan model skema imbal dagang yang istilahnya fair trade, nanti bagaimana menindak lanjutinya dibawah, baik sifatnya dagang, maupun investasi, karena dua itu pasti terkait antara hubungan dagang dan hubungan investasi,” jelas Eko.

Eko menambahkan, jumlah investasi yang diberikan kepada suatu negara akan berbanding lurus dengan volume perdagangan yang dihasilkan. Bukan tidak mungkin, nantinya akan ada penerbangan langsung menuju ke Afsel akibat dari multiplier effectnya.

Misalkan, investasi ke Afrika Selatan semakin besar, biasanya juga nanti akan diikuti oleh volume perdagangan yang semakin besar juga. Dari situlah kemudian bisa menimbulkan aktivitas ekonomi sekunder, misalkan penerbangan kesana jadi ada, kaya gitu multiplier effectnya,” pungkasnya.

  Merdeka  

TNI AU Akan Bangun Pangkalan Udara Tipe C

Di Jayawijaya Ilustrasi Papua [wikimedia]

K
omando Operasi TNI AU II siap membantu pendistribusian kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat di pegunungan tengah Papua. TNI AU akan membangun pangkalan udara tipe C di Pegunungan Jayawijaya.

"Saya akan berusaha membantu kelancaran pembangunan atau perkembangan ekonomi di sini melalui penyediaan ataupun melengkapi, atau meningkatkan frekuensi kargo yang mengangkut kebutuhan material yang dibutuhkan," kata Panglima Komando Operasi TNI AU II, Marsekal Muda TNI Yadi Sutanandika, di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Jumat.

Selain membantu pendistribusian kebutuhan masyarakat, dalam waktu dekat akan dibangun juga pangkalan TNI AU untuk mendukung pelayanan itu.

"Nanti kami bangun pangkalan udara tipe C di sini. Saya dengar ada niat dari masyarakat Jayawijaya memberikan lahan kepada kami untuk mendirikan pangkalan TNI AU," katanya.

Dia memastikan, setelah ada pangkalan TNI AU di sana, frekuensi penerbangan di sana akan meningkat dan dapat membantu pembangunan di sana sebab rata-rata pendistribusian barang ke pegunungan hanya melalui pesawat.

  Antara  

[World] UEC has Signed Contracts for the Repair of Engines Su-30MKM of the RMAF

https://1.bp.blogspot.com/-kAIUqook8tE/WXSiAYRVGbI/AAAAAAAA0Mg/ml3nPma3x_A0rn0iO3B19n7KHGG8z8GLACLcBGAs/s400/45_PPara_AL31-FP.jpgFlanker Indonesia [Saturn AL-31FP engine [HAL]

The joint engine building corporation during the MAKS-2017 airshow has signed a package of agreements on the repair of AL-31FP engines installed on the Su-30MKM Air Force fighters of Malaysia, the press service of the UEC told journalists on Wednesday.

"UEC within the framework of the International Aviation and Space Salon held in the city of Zhukovsky MAKS has concluded a number of agreements on the overhaul of the fleet of turbojet engines AL-31FP and their units installed on the Su-30MKM multi-role fighters of the Royal Air Force (RMAF) of Malaysia," - The report said.

The documents were signed by the general director of the UEC Alexander Artyukhov and the general director of the Malaysian company ATSC (Aerospace Technology Systems Corp.) Mohd Fadzar in the presence of the Commander-in-Chief of the RMAF Malaysia, Dato Sri Haji Affendi.

"For us, Malaysia is one of the key partners in the Asia-Pacific region. As part of the development of cooperation with Malaysian partners, our corporation is interested in the formation of a system of comprehensive after-sales technical support of previously delivered products.

"I am confident that the agreements signed today will strengthen the foundation of our relations with Malaysian operators "- quoted in the message of the word Artyukhov.

  RIA Novosti  

Kapal Perang China Bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok

Kapal Perang Angkatan Laut China Deng Jiaxian-874. [Foto/Isra Triansyah/SINDOnews]

Kapal Perang Angkatan Laut China Deng Jiaxian-874 tiba di Jakarta dan bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kedatangan kapal perang jenis kapal survei dengan Komandan Kapal Commander Bao Yang dalam rangka Technical Port Calling tersebut, disambut Asops Danlantamal III Jakarta Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan.

Kadispen Lantamal III Jakarta, Mayor Laut Ign M Pundjung mengatakan, kedatangan kapal perang China ini dilakukan penyambutan dan dimeriahkan dengan tari-tarian daerah Jawa Barat.

"Serta pengalungan rangkaian bunga melati kepada Komandan Kapal Deng Jiaxian," kata M Pundjung, dalam siaran pers, Minggu (23/7/2017).

Kemudian kata Pundjung, dilanjutkan penyerahan plakat dari Komandan Kapal kepada Asops Danlantamal III dan diakhiri dengan kunjungan ke atas kapal survei Deng Jiaxian-874.

Kapal ini memiliki karakteristik panjang 129,35 meter, lebar 17 meter, draf 8,1 meter, berat 6.025 ton dan jumlah ABK 149 orang. Kapal perang China ini sandar di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok hingga 26 Juli 2017 mendatang. (maf)

  Sindonews  

[Dunia] Filipina Perpanjang Darurat Militer

Di Mindanao Filipina memperpanjang masa darurat militer di Mindanao hingga akhir tahun. [Foto/Istimewa]

Legislator di Filipina telah memilih untuk memperpanjang undang-undang darurat militer untuk menghadapi pemberontakan Islam di pulau Mindanao yang bergolak. Militan yang terkait dengan ISIS telah menduduki bagian Marawi, sebuah kota di selatan, sejak bulan Mei lalu.

Presiden Rodrigo Duterte mengatakan bahwa perpanjangan itu diperlukan untuk menghancurkan pemberontakan. Namun para pengritiknya mengatakan bahwa ini adalah bagian dari untuk meraih kekuasaan yang lebih luas.

Mindanao adalah rumah bagi sejumlah kelompok pemberontak Muslim yang menuntut otonomi. Darurat militer memungkinkan penggunaan militer untuk menegakkan hukum dan menahan orang tanpa tuduhan untuk waktu yang lama.

Ini adalah isu sensitif di Filipina, di mana darurat militer diberlakukan oleh mendiang diktator Ferdinand Marcos untuk sebagian besar pemerintahannya seperti dikutip dari BBC, Minggu (23/7/2017).

Darurat militer selama 60 hari yang diberlakukan sejak 23 Mei lalu akan berakhir pada akhir pekan ini. Penetapan situasi tersebut dilakukan beberapa jam setelah terjadi bentrokan mematikan antara tentara dan sekelompok orang bersenjata yang terkait dengan ISIS. Perpanjangan ini berarti akan tetap berlaku sampai 31 Desember.

Pada bulan Mei, Presiden Duterte memperingatkan bahwa darurat militer dapat diperluas di seluruh Filipina setelah gerilyawan membunuh petugas polisi di Marawi.

Beberapa anggota parlemen oposisi mempertanyakan mengapa hal itu harus diterapkan ke seluruh pulau selatan, bukan hanya di kota itu.

"Saya khawatir bahwa rencana untuk memperpanjang darurat militer di Mindanao akan membuka jalan bagi undang-undang darurat militer di Filipina," kata Senator Risa Hontiveros.

Senator lain, Franklin Drilon mengatakan perpanjangan itu terlalu lama, sementara anggota kongres Edcel Lagman mengatakan bahwa tidak ada dasar faktual untuk itu.

Aksi demonstrasi sempat mengganggu jalannya sidang di parlemen. Para demonstran meneriakkan "tidak untuk darurat militer."

Kepala staf Angkatan Darat Jenderal Eduardo Ano mengatakan bahwa perlu untuk membatasi pergerakan militan Islam, memperingatkan bahwa pemberontakan yang sedang berlangsung dapat menyebar ke kota-kota lain di pulau itu.

Dia menggambarkannya sebagai "tipe Mosul perang perkotaan hibrida," mengacu pada pertarungan di kota Irak yang baru-baru ini dibebaskan dari ISIS.

Pejabat keamanan menyampaikan pesan kepada kongres jelang pemungutan suara mengatakan bahwa undang-undang tersebut diminta untuk menstabilkan kawasan tersebut, di mana para pendukung ISIS dapat menginsipirasi pemberontakan serupa di daerah Mindanao lainnya.

Mereka mengatakan hanya sekitar 60 orang bersenjata yang tersisa di 49 hektar daerah Marawi. Meski begitu ada hampir 1.000 militan pro ISIS yang aktif di tempat lain di wilayah selatan, menahan 23 sandera.

Marawi adalah rumah bagi 200.000 penduduk namun banyak yang melarikan diri pasca pecahnya peperangan. Ada kekhawatiran bagi mereka yang terjebak akan menghadapi kekurangan makanan dan air.

Lebih dari 420 gerilyawan, 100 tentara dan 45 warga sipil tewas dalam pertempuran tersebut.

Bentrokan dimulai ketika tentara gagal dalam upaya untuk menangkap Isnilon Hapilon, yang diyakini sebagai pemimpin utama ISIS di Filipina dan terkait dengan kelompok Maute setempat, yang telah menyatakan kesetiaannya kepada ISIS.

Menanggapi kelompok Maute menyerang bagian kota, mengambil sandera. (ian)

  ♞ sindonews  

Minggu, 23 Juli 2017

Yonarmed 1 Kostrad Terus Asah Kemampuan

Jelang Lantacab Ujitembak MLRS Astros II [Yonarmed 1]

Batalyon Artileri Medan 1 Kostrad menggelar Latihan Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis), Selasa (18/7/17).

Batalyon Artileri Medan 1 Kostrad terus mengasah kemampuan para prajuritnya guna menghadapi latihan Antar Kecabangan (Ancab) yang akan dihelat bulan Agustus mendatang. Kali ini, Yonarmed 1 Kostrad menggelar Latihan Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis), Selasa (18/7/17).

Latihan yang diselenggarakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir, Kabupaten Situbondo ini digelar selama 5 hari, mulai tanggal 17 – 21 Juli 2017. Pada pelaksanaannya, Yonarmed 1 Kostrad mengerahkan 12 pucuk Roket MLRS Astros ll berasal dari 2 Baterai tempur.

Komandan Yonarmed 1 Kostrad, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, B.S, M.D.S menyampaikan, Latihan menembak senjata berat yang dilaksanakan ini sebagai bentuk puncak menghadapai Latihan Antar Kecabangan yang akan diikuti oleh Yonarmed 1 Kostrad di Baturaja, awal Agustus nanti.

Roket MLRS Astros ll merupakan senjata canggih berupa peluncur roket dengan mobilitas dan fleksibilitas tinggi yang memiliki efek gentar terhadap musuh. Karena bisa meluncurkan beberapa roket sekaligus dengan jangkauan sasaran yang jauh dan tingkat akurasi yang tinggi. Selain itu, senjata ini juga memiliki jangkauan mencapai jarak 40 Km,” kata Danyonarmed 1 Kostrad.

Danyonarmed 1 Kostrad menambahkan, bahwa Latihan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Tim Pelaksana Tembakan dan menguji prosedur komunikasi. ”Kami berharap sasaran latihan ini dapat terwujud yakni mendukung pelaksanaan tugas pokok pertempuran membantu Satuan manuver,” pungkasnya.

  ♞ Siaga Indonesia  

TNI AU Segera Perkuat Pertahanan Udara

UAV MALE Anka TAI [monch]

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan dalam rencana strategis (Renstra) kedua, TNI AU segera memperkuat sistem pertahanan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Renstra kedua, kami akan memperkuat di Natuna, kemudian di Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, kemudian di Kupang. Dalam hal ini kami juga akan membangun pangkalan yang ada di Selaru sesuai dengan kebijakan-kebijakan Panglima TNI," katanya usai membuka kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti TNI Angkatan Udara di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ahad 23 Juli 2017.

Sementara yang sedang berjalan untuk Renstra kedua 2014-2019, kata dia, TNI AU juga akan memperkuat sistem pertahanan di antaranya pengadaan pesawat tempur pengganti pesawat F5.

Selain itu, lanjut dia, penambahan pesawat Hercules tipe J, penambahan pesawat-pesawat latih termasuk pesawat helikopter, dan penambahan 12 radar. Menurut dia, penambahan radar itu sangat penting karena bisa mengawal dan mengamati seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dan yang sangat penting lagi, rencana pesawat 'drone' tanpa awak di Natuna dan Tarakan dengan kemampuan MALE (pesawat tanpa awak buatan PT Dirgantara Indonesia), terbang 24 jam sampai 36 jam dengan jarak jangkau kurang lebih 2.000 kilometer. Itu yang akan kami tempatkan dalam Renstra kedua ini di Tarakan dan Natuna," katanya.

Sementara dalam renstra ketiga, kata dia, TNI AU akan menempatkan pesawat tanpa awak di Morotai dan Selaru.

Dengan demikian, lanjut dia, TNI AU dapat melihat pengamanan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari samudra hingga daratan dengan menggunakan pesawat tanpa awak.

Terkait dengan hal itu, KSAU mengatakan pihaknya telah membangun jaringan komunikasi data (network centric corporation) di TNI AU dan akan dikembangkan di Markas Besar TNI.

"Kemungkinan juga pada tingkatan yang lebih tinggi sehingga seluruh informasi di negeri kita ini bisa terpantau dari 'drone' dan bisa disebarkan ke seluruh satuan-satuan yang ada di bawah dan tidak bisa dibohongi karena semua menggunakan sistem digital yang bisa dibaca. Di mana ada ancaman, entah itu ancaman laut, ancaman darat, ancaman udara, itu yang sekarang sedang kita bangun," Marsekal Hadi menambahkan soal tindak lanjut kapasitas TNI AU bersama matra yang lain.

  ♞ Tempo  

[Dunia] Kapal Mata-mata China Intai Latihan Perang Terbesar AS-Australia

Kapal mata-mata China, Auxiliary General Intelligence (AGI) Type 815 Dongdiao-class, dilaporkan mengintai latihan perang AS-Australia di Queensland. [Foto/ABC News]

Sebuah kapal mata-mata canggih China mengintai latihan perang internasional terbesar yang digelar Amerika Serikat (AS) dan Australia di Queensland. Pejabat militer AS menyebutnya sebagai pengintaian yang tidak biasa.

Dalam beberapa pekan terakhir, kapal mata-mata China dilaporkan telah berkeliaran di lepas pantai Alaska, Guam, India, dan sekarang kapal serupa berada di lepas pantai Queensland.

Departemen Pertahanan Australia mengonfirmasi kepada ABC News, Sabtu (22/7/2017), bahwa kapal mata-mata China telah berkeliaran di perairan internasional, memantau, menyadap komunikasi, sinyal dan gerakan radar.

Latihan perang bertajuk “Operation Talisman Sabre (TS17)” sudah dimulai sejak pekan lalu dan berlangsung selama sepuluh hari. Manuver besar-besaran ini dilaporkan melibatkan sekitar 30.000 tentara gabungan kedua negara.

TS17 adalah latihan gabungan angkatan laut, udara dan darat yang dimaksudkan untuk menguji dan mengembangkan interopabilitas pasukan Australia dan AS. Latihan ini juga menjadi kesempatan pertama salah satu kapal selam baru Australia, HMAS Camberra, terlibat dalam peristiwa berintensitas tinggi.

Kapal China tetap berada di luar perairan teritorial Australia namun berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Australia di Laut Coral,” kata pihak Departemen Pertahanan Australia. ”Kehadiran kapal belum mempengaruhi tujuan latihan,” lanjut departemen tersebut.

Kapal tersebut dilaporkan merupakan kapal Auxiliary General Intelligence (AGI) Type 815 Dongdiao-class Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Kapal ini tercatat sebagai salah satu kapal mata-mata terbaru dan salah satu kapal paling canggih di dunia.

Euan Graham, pakar dari The Lowy Institute mengatakan kepada ABC News bahwa kehadiran kapal tersebut berpotensi menjadi provokasi.

Saat ini apa yang kita lihat adalah standar ganda di mana China memilih wilayah 'Law of the Sea' yang disukai dan menolak untuk menerapkan yang bukan,” ujar Graham. (mas)

  ⚓ sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...