Tampilkan postingan dengan label Korpaskhas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korpaskhas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2022

Mengulik Perjuangan PGT dalam Operasi Serigala di Irian Barat

💂 Trikora [Dok TNI]

Perjuangan 120 Prajurit Pasukan Gerak Tjepat (PGT) dikerahkan dalam mengemban misi Operasi Tri Komandan (Trikora) pada 17 Mei 1962, menyisakan peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pengerahan Operasi Militer secara besar-besaran pada (Trikora) tersebut untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia atas Irian Barat dari Belanda, termasuk keberadaan PGT AURI yang diterjunkan di dataran Irian Barat (Klamono – Sorong dan Teminabunan – Sorong Selatan) melalui Operasi Serigala.

Pada Operasi Srigala tersebut menjadi momen yang sangat penting karena PGT pimpinan Manuhua berhasil mewujudkan perintah Presiden Soekarno, yakni “Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air di Indonesia”. Tim PGT AU ini menjadi kelompok pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Papua.

Pada saat itu, para prajurit diturunkan dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules. Pesawat Hercules C-130 take off dari Lapangan Udara Laha Ambon pukul 01.00 dini hari. Situasi pada saat itu cuaca sedang buruk dan pemandangan menjadi sangat gelap, sehingga tidak terlihat daratan.

Karena cuaca tidak mendukung, pasukan yang terjun pun berserakan dan berjatuhan. Beberapa saat mereka turun, merekan pun disambut dengan suara tembakan dari darat yang dilakukan oleh tentara Belanda.

Pada akhirnya, beberapa dari anggota PGT harus gugur dalam pertempuran tersebut. Bahkan beberapa di antaranya juga ada yang sempat ditahan oleh Belanda. Sementara itu, sisa pasukan yang masih bertahan harus bergerilya masuk ke hutan.

Mereka pun terus dikejar dan dikepung oleh tentara Belanda yang memiliki persenjataan yang lebih canggih. Tidak hanya itu, pasukan PGT juga mendapat serangan udara dari pesawat Neptune Belanda.

Dua hari kemudian pada tanggal 19 Mei 1962, Indonesia kembali menerjunkan 81 pasukan PGT dengan sandi ‘Operasi Serigala’ ke daerah Teminabuan-Sorong. Operasi Serigala ini berada di bawah pimpinan Letnan Muda Udara II Suhadi dan tetap menggunakan pesawat C-130 Hercules untuk membawa para pasukan.

Pada tanggal 19 Mei 1962, Sebanyak 81 prajurit Kopasgat diterjunkan dari pesawat angkut C-130 Hercules. Hercules C-130 menjadi pilihan pesawat yang membawa 81 prajurit lantaran pesawat ini mampu terbang di atas ketinggian 30.000 feet dengan kecepatan 300 NM sehingga mampu mengatasi ancaman dari pesawat tempur Neptune milik Belanda.

Tepat pukul 02.30, satu persatu prajurit melompat dari Hercules C-130 di tengah kegelapan malam Papua. Lagi dan lagi pasukan yang diterjunkan harus mengahadapi kerasnya alam Papua. Tidak sedikit pasukan yang tersangkut di pohon serta tercebur di rawa-rawa.

Bahkan ada pula pasukan mendarat tepat di markas Belanda di kampung Wersar seperti yang dialami PU I Lili Sumarli, PU I Gunarso dan Kapten Udara (KU) II Alex Sangido serta KU II Wangko. Akibatnya, pertempuran di malam hari tidak terhindarkan. Dalam pertempuran tersebut Kapten Udara (KU) II Alex Sangido dan KU II Wangko ditemukan gugur.

Sementara itu, tentara Belanda yang mendapat serangan mendadak dari Pasukan Gerak Tjepat ini pun langsung kocar-kacir melarikan diri. Setelah berhasil menguasai Kampung Wersar, SMU Mengko kemudian salah satu prajurit PGT mengeluarkan Bendera Merah Putih dari ranselnya. Kemudian prajurit PGT menebang pohon setinggi 4 meter dan bendara Merah Putih pun diikat serta ditancapkan.

Penancapan Bendera Merah Putih itu disaksikan oleh para pasukan PGT yang berkumpul di sekitarnya. Mereka kemudian memberikan hormat. Lokasi ini menjadi tempat bersejarah karena untuk pertama kalinya Bendera Merah Putih berkibar di Irian Barat.

 💂 
IDM 

Kamis, 27 Januari 2022

TNI AU Jelaskan Awal Mula Nama Paskhas Dikembalikan Jadi Kopasgat

 Logo Korpaskhas

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengubah nama pasukan elite TNI Angkatan Udara (AU) Korps Pasukan Khas (Paskhas) menjadi Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). TNI AU menjelaskan awal mula Paskhas berganti nama menjadi Kopasgat.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah menjelaskan pergantian nama itu bermula pada 2018 silam. Saat itu, dilakukan rapat validasi organisasi TNI AU dengan dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

"Pada 9 Februari 2018, dilaksanakan rapat validasi organisasi TNI AU oleh Dewan Pembentukan Organisasi TNI AU (Deporau) yang dipimpin oleh Kasau dengan agenda membahas organisasi Koopsau 3 dan Koopsudnas. Rekomendasi rapat menyetujui pembentukan Koopsau 3, sementara Koopsudnas akan dibahas pada rapat berikutnya," ujar Indan dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).

Indan menjelaskan, KSAU yang menjabat saat itu memantik saran untuk mengubah nama Paskhas. KSAU menyarankan agar Paskhas berganti nama menjadi Kopasgat atau Komando Pasukan Gerak Cepat.

"Pada agenda rapat Koopsudnas, dibahas penarikan Kohanudnas ke dalam TNI AU menjadi Kotamops dan Kotamabin TNI AU, dan merubah nomenklatur Kohanudnas menjadi Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas)," tuturnya.

"Dalam proses rapat tersebut, muncul saran dari Kasau untuk merubah nomenklatur Korpaskhas (Korps Pasukan Khas), menjadi Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat)," sambung Indan.

Kemudian, pada tahun 2019, Panglima TNI menerbitkan Peraturan Panglima (Perpang) TNI tentang struktur organisasi tugas dan jabatan TNI AU untuk merespons Perpres Nomor 66 Tahun 2019.

"Seiring terbitnya Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang organisasi tugas dan jabatan di lingkungan TNI, terbitlah Perpang TNI Nomor 37 Tahun 2019 tentang struktur organisasi tugas dan jabatan TNI AU. Kemudian ditindaklanjuti dengan keluarnya Perpang TNI Nomor 43 Tahun 2019 tentang struktur organisasi tugas di jajaran TNI AU," jelasnya.

Indan mengungkapkan perubahan nomenklatur tersebut tertuang dalam Perpang TNI Nomor 26 Tahun 2019 tentang Organisasi Tugas Kopasgat. Setelah itu, muncul perubahan mengenai fungsi organisasi Kopasgat.

"Seiring perubahan nomenklatur, juga diiringi dengan beberapa perubahan yang terkait dengan fungsi organisasi Kopasgat, yaitu yang menyangkut fungsi organik satuan dan fungsi pembinaan kemampuan teknis," kata Indan.

Sementara itu, Indan mengungkapkan pergantian nama dari Paskhas menjadi Kopasgat turut memunculkan satu tambahan jabatan. Jabatan yang dimaksud ialah Irkopasgat, atau setara jabatan bintang satu.

"Selain itu juga ada tambahan jabatan bintang satu yaitu Irkopasgat," imbuhnya.

  Paskhas Ganti Nama Jadi Kopasgat 

Diberitakan sebelumnya, Paskhas kini berganti nama. Pasukan elite TNI AU) ini kini berubah nama menjadi Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).

Dilihat detikcom, Rabu (26/1), hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Nomor Kep/66/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI. SK tersebut diterbitkan pada Jumat (21/1).

Pada SK Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa itu, ada daftar nama dan jabatan 328 perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan AU yang terkena rotasi jabatan.

Pada urutan ke-260, tertulis nama Marsda Eris Widodo Yuliastono, yang dirotasi dari jabatan awal Dankorpaskhas menjadi Dankopasgat. Terdapat keterangan selanjutnya rotasi ini bersifat validasi organisasi.

  💂 detik  

Selasa, 18 Januari 2022

Jenderal Andika Tak Sabar Lihat Kecanggihan Aksi Pesawat Tanpa Awak yang Dimiliki Paskhas

Buatan Israel https://d1a2ot8agkqe8w.cloudfront.net/web/2014/06/orbiter-2b-aeronautics_56036.jpgOrbiter 2B [flightglobal]

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa penasaran dengan YF Orbiter 2B --pesawat tanpa awak-- yang dimiliki Paskhas TNI AU.

Dalam waktu dekat, dia secara khusus meminta Paskhas TNI AU bisa mengoperasikan pesawat tanpa awak yang dapat dikendalikan dari kendaraan darat yang bergerak.

"Dalam waktu dekat saya ingin melihat operasional Orbiter ini sekaligus dengan CS4," pinta Jenderal Andika saat berkunjung ke markas Paskhas di Komplek Lanud Halim Perdanakusuma yang dilihat melalui kanal YouTube Andika Perkasa, Selasa 18 Januari.
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi7xh2Qvdw6BmmOzqc7sKT7-BCPemy0ccbLV_6DkxAAZLi2kDlpkZ9ff1uKqcT7E9eC3dTDZQ-rPAFFkly9vcC0KsVSRYWcA2ttNrOI6YC3_RauHegfdW7a6zhhwe1VJR4HCVzrCS9mK4nhM-5Wy1iURbs36Qvy5eecJ3eJPKOOQfbLNk1nOFpcFzuilg=s1920Orbiter 2B Korpaskhas [defencehub]

YF Orbiter 2B didapat melalui pengadaan Tahun 2020. Daya jelajahnya bisa mencapai lebih dari 30 Km dengan durasi penerbangan 2 jam yang didapat melalui batere. Yang hebatnya lagi, YF Orbiter 2B bisa terbang hingga ketinggian 18 ribu kaki.

Andika juga secara khusus memuji kemampuan yang dimiliki oleh Paskhas. Dia punya wacana kalau Paskhas akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, bukan hanya operasi tempur saja.

"Karena kematangan kita ini ini bukan hanya dari operasi, tapi cari kita bergaul itu bisa berpengaruh terhadap tugas kita," tegasnya.

  Berikut video dari Youtube : 


 ♖ VOI  

Minggu, 02 Januari 2022

ILSV Perkuat Dua Lanud di Papua

Lanud Silas Papare dan Lanud Yohanis Kapiyau Rantis ILSV Perkuat Lanud Silas Papare Jayapura dan Lanud Yohanis Kapiyau Timika [TNI AU] ★

TNI AU
menggelar kekuatan terbarunya di Papua. Alutsista darat yang digelar adalah ranpur ILSV alias Indonesian Light Strike Vehicle. Ranpur ini sempat mencuri perhatian publik saat ditampilkan untuk pertama kali pada pameran pertahanan Indo Defence 2014.

Penggelaran ini sesuai perintah Panglima TNI, kami menyiapkan ILSV di Jayapura dan Timika,” ungkap KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Menurut Marsekal Fadjar, TNI AU menggelar ranpur ILSV di dua pangkalan udara, yaitu Lanud Silas Papare di Jayapura dan Lanud Yohanis Kapiyau di Timika.

Sesuai fungsinya untuk pertahanan pangkalan (Hanlan), ILSV dioperasikan oleh satuan Korpaskhas TNI AU yang berada di kedua Lanud. “Kehadiran ILSV ini untuk memperkuat unsur Pertahanan Pangkalan,” tambah KSAU lagi.

Kedatangan ILSV di Jayapura dan Timika ini adalah bentuk dukungan Mabes TNI terhadap pangkalan udara yang dioperasikan TNI AU. Dengan sistem perlindungan diri dan ground cleareance 284 mm, ILSV sangat tangguh diajak melahap medan kasar.

KSAU sendiri melihat langsung ILSV yang dioperasikan Paskhas saat dihadirkan di pelataran Mabesau pada 28 Desember 2020.

ILSV J-Force dioperasikan Paskhas untuk berbagai misi. Seperti penyerangan, pengintaian, komunikasi, patroli jarak jauh, dan bantuan kemanusiaan.

Rantis lapis baja dengan kapasitas mesin 2.982 cc ini dihadirkan dalam dua varian untuk Paskhas, yaitu varian kubah RCWS (Remote Control Weapon System) dengan senapan mesin berat, dan varian kubah putar manual dengan senapan mesin sedang.

Indonesian Light Strike Vehicle
(ILSV) adalah kendaraan taktis yang diproduksi J-Forces (PT Jala Berikat Nusantara Perkasa) bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Ranpur ini pernah ditampilkan dalam parade dan defile peringatan HUT TNI Ke-74 TNI Tahun 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma.

Untuk varian angkut personel, ILSV diluncurkan dalam dua varian yaitu APC 2.5 dan 4.5. ILSV pada dasarnya adalah rantis 4×4 multirole yang dibangun dari sasis Toyota Hilux Generasi VII. Bobot ILSV berkisar di angka 3,5 ton.

Pada Indo Defence 2016, ILSV ditampilkan juga dalam varian varian antipeluru dengan baja berstandar NIJ level III. Selanjutnya tahun 2017 dimulai produksi serial varian GAG (Guerilla Anti Guerilla) untuk Korps Brimob.

Versi GAG bisa membawa delapan pasukan dan dibekali mesin 170 hp 2.500 cc Toyota Hilux.

Tahun 2020, IMLA (Indonesian Military Landworthiness Authority) Puslaik Kementrian Pertahanan (Kemhan) melaksanakan sertifikasi kelaikan rantis ILSV J-Forces 2400 cc dan ILSV J-Forces Armored 2400 cc Kopaska dalam rangka uji statis dan uji sinamis.

Dengan diterimanya sertifikat kelaikan dari Puslaik Kemhan, ILSV pun resmi menjadi salah satu ranpur terbaru andalan TNI, melengkapi deretan ranpur yang sudah dioperasikan sebelumnya.

 
Mylesat  

Jumat, 26 November 2021

[Video] Air Landed Operation Albara Satbravo 90

 Diposkan Official Skadron Udara 31Airlanded adalah tugas penerbangan yang dilaksanakan untuk memindahkan pasukan dan kendaraan taktis melalui udara dengan tidak melakukan penerjunan.

Tujuan dilaksanakan untuk untuk pergerakan pasukan yang cepat didaerah operasi yanh keamanan di pangkalan pendaratan tidak memungkinkan pesawat berada di tempat dalam waktu yang lama.

Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 dengan Tail Number A-1319 melaksanakan Latihan Airlanded di Bandara Kertajati dengan membawa 2 kendaraan taktis Satbravo 90 pada hari Rabu, 17 November 2021.

Airlanded dilaksanakan dalam waktu 3 menit 25 detik, Pesawat C-130 Hercules dapat Landing, unloading dan melaksanakan Take off kembali.
 


  Youtube  

Jumat, 22 Oktober 2021

3 Detasemen Paskhas TNI AU dan Skadron 52 Pengawal Natuna

✈ Diresmikan KSAUTiga Denhanud Paskhas TNI AU dan satu Skadron Udara Pesawat Tempur T501 Golden Eagle telah diresmikan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo untuk memperkuat pertahanan di Natuna. [Foto iNews TV/Alfie Al Rasyid]

TNI AU memperkuat pertahanan di Natuna dengan meresmikan empat satuan baru, di Lanud Raden Sadjad. Peresmian tersebut dilakukan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Jumat (22/10/2021). Empat kesatuan itu antara lain Skadron Udara 52; Denhanud 475; Denhanud 476; dan Denhanud 477 Paskhas.

Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, keberadaan empat satuan ini bertujuan memperkuat pertahanan Indonesia, dari berbagai bentuk ancaman dari luar. "Selain itu, keberadaan satuan-satuan ini juga untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan sumber daya alam Indonesia," tegasnya.

Sebagai negara kepulauan yang luas, Fadjar menegaskan Indonesia merupakan negara yang menghubungkan dua samudra dan dua benua. Hal ini dianggap strategis bagi pelayaran dan penerbangan dunia.

Lebih lanjut dia mengatakan Skadron Udara 52, dan tiga Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas, berperan untuk membantu dalam memperkuat jajaran TNI di wilayah sekitar, serta mengamati dan melindungi ruang udara Indonesia dari ancaman dari udara.

Nantinya, kata KSAU, Skadron Udara 52 berada di bawah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) I. Sedangkan tiga Denhanud Paskhas akan berada di bawah komando Korpaskhas.

"Amanah yang diberikan merupakan tugas, dan tanggungjawab yang tidak ringan. Dengan operasi alutsista terkini, dibutuhkan karakter kepemimpinan yang tangguh dalam mengambil keputusan," pungkasnya.

  Skadron Udara 52 
T50i TNI AU [TNI AU]

Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews, Skadron Udara 52 akan diperkuat pesawat tempur T501 Golden Eagle. Dimana pesawat tempur T501 Golden Eagle adalah light attack/fighter trainer jet acft produk bersama Korea dan Lockheed Martin USA yang terbang pertama tahun 2002.

Pesawat ini dilengkapi dengan kursi lontar (ejection seat), agar pilot bisa menyelamatkan diri pada saat emergency.

Prototife awal yaitu T50 yang dirancang pada awalnya untuk sebuah pesawat latih bagi pesawat tempur supersonik sekelas F16 dan F15 pengganti T38 di US AF. Pesawat ini didesain sanggup terbang hingga ketinggian 48.000 kaki, dengan kecepatan sampai 1,5 kali kecepatan suara.

Pesawat tempur ini juga akan dilengkapi radar udara sehingga akan mampu mengubah misi dari latih jet langsung bisa digunakan pada semua misi operasi, baik misi udara ke udara atau udara ke darat baik siang atau malam pada segala cuaca.

Selain itu, pesawat tempur ini dilengkapi dengan sistem avionik digital, persenjataan dan Radar Warning Receivers (RWR) sehingga mampu mendeteksi keberadaan musuh dari segala arah. Jet tempur T50i Golden Eagle juga bisa dilengkapi dengan persenjataan yang dapat digunakan dalam berbagai misi. Di antaranya AIM-9 Sidewinder, bom MK-82, BDU-33, AGM-65 Maverick, MK-20 Cluster Bomb Unit, dan bom pintar JDAM.

  Denhanud Paskhas TNI AU 

Satu Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Pasukan Khas TNI AU (Paskhas) berkekuatan sekitar 150 orang personel. Pasukan elit ini memiliki kualifikasi para komando dan merupakan satuan tempur yang berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat. Selain lihai dalam operasi SAR Udara pasukan ini juga berfungsi sebagai pertahanan pangkalan.

Sehingga tiga Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas ini yaitu Denhanud 475; Denhanud 476; dan Denhanud 477 kekuatannya setara dengan 1 Batalyon Pasukan Khas TNI AU yang terkenal dengan baret jingganya. (sms)

  sindonews 

4 Satuan Baru Jaga Langit Nusantara di Natuna

✈️ 💂[Dispenau]

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, meresmikan empat satuan baru di Ranai, Kabupaten Natuna. Hal ini untuk memperkuat pertahanan wilayah udara Indonesia, Jumat (22/10/2021).

Empat satuan TNI AU yang diresmikan pengoperasiannya tersebut adalah, Skadron Udara 52, Detasemen Pertahanan Udara 475, 476 dan 477 Paskhas.

Peresmian ini ditandai dengan pembukaan selubung papan nama satuan, penandatanganan prasasti serta peninjauan fasilitas perkantoran Skadron Udara 52 dan Denhanud 477 Paskhas.

Kasau menjelaskan, peresmian empat satuan secara serentak ini, merupakan bagian dari upaya pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara, khususnya dalam hal pengembangan dan validasi organisasi, agar terwujud satuan dan sistem kerja yang semakin efektif dan efisien, dalam memastikan terlindunginya kedaulatan negara di udara.

Selain itu, satuan yang diresmikan pada hari ini, berperan untuk turut membantu memperkuat jajaran TNI dan TNI Angkatan Udara di wilayah sekitar, untuk mengamati dan melindungi ruang udara, dari berbagai ancaman dan serangan, khususnya dari udara.

"Empat satuan ini adalah bukti komitmen kita dalam mewujudkan Angkatan Udara yang disegani di kawasan. Komitmen ini akan terus kita tingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan," ujar Marsekal Fadjar.

Menurutnya, pengoperasian satuan yang akan mengawaki alutsista modern ini, membutuhkan pemimpin yang berkarakter tangguh dan teliti dalam mengambil setiap keputusan. Selain itu juga dibutuhkan kecerdasan dalam bersikap dan memiliki ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi.

"Jagalah kepercayaan dan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Utamakan keselamatan dalam setiap tugas, serta rawatlah berbagai sarana prasarana yang ada, khususnya alutsista, dengan penuh kehormatan dan rasa tanggung jawab," pesan Kasau.

Lebih lanjut dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Natuna, khususnya Ranai, yang telah menerima kehadiran satuan baru beserta anggota dan keluarganya.

Semoga dengan kehadiran kami di tempat ini, akan semakin mewujudkan rasa aman, sehingga dapat menambah manfaat dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tutup Kasau.

Pembentukan Skadron Udara 52 Lanud Raden Sadjad ini berdasarkan Perkasau 56 tahun 2021 tanggal 15 Oktober 2021. Sementara pembentukan Denhanud 475, 476, dan 477 Paskhas berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor 25 Tahun 2019 serta Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 30 Tahun 2019.

Seiring peresmian, Kasau juga melantik Letkol Pnb Dion Aridito, S.T., sebagai Komandan Skadron Udara 52 dan Letkol Pas Tatag Wicaksono, M.Han sebagai Komandan Denhanud 475 Paskhas. Sementara Komandan Denhanud 476 Paskhas adalah Letkol Pas Habib Yuwono Prasetya, serta Letkol Pas Frian Alfa Risdar SM. M.I.Pol sebagai Komandan Denhanud 477 Paskhas.

Pelantikan komandan satuan ini, diawali dengan pengambilan sumpah jabatan, penyematan tanda jabatan, dan diakhiri penandatanganan pakta integritas serta berita acara penyerahan jabatan.

Turut hadir dalam kegiatan Gubernur Provinsi Riau, Pangkogabwilhan I, para pejabat jajaran Kemhan, Mabes TNI, Mabesau, Bupati Natuna, dan para pejabat jajaran Forkompinda Provinsi Kepulauan Riau serta Pejabat Bakamla RI.

  ✈️
Okezone  

Kamis, 23 September 2021

Yonbekang 2 Kostrad Turut Andil Dalam Latihan Pemantapan Operasi Hanlan Korpaskhas

 💂 🏍Pengepakan kendaraan ATV dan Mortir 81mm oleh Yonbekang [Kostrad] 💂

Dalam rangka mendukung latihan pemantapan operasi pertahanan pangkalan Korpaskhas Denmatra 2 Paskhas TNI AU, Peleton Perbekud Yonbekang 2 Kostrad mendukung dalam pengepakan Mortir 81 dan ATV yang dilaksanakan di Skuadron udara 32 Lanud Abd Saleh. Malang, Senin (20/09/2021).

Prajurit yang melaksanakan pengepakan ini harus memahami prosedur yang berlaku guna terwujudnya zero accident saat latihan sehingga tujuan dan sasaran latihan yang telah direncanakan dapat tercapai.

Danyon Bekang 2 Kostrad Letkol Cba Firmanuddin Lilawangsa, S.I.P mengungkapkan bahwa pengepakan Mortir dan ATV ini adalah dalam rangka mendukung pelaksanaan latihan penerjunan bekal Denmatra 2 Paskhas dalam Latihan pemantapan operasi Hanlan Korpaskhas TNI AU.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan, ketrampilan dan meningkatkan kesiapan prajurit serta sinergitas antar Matra dalam rangka menghadapi tugas operasional ke depannya yang semakin kompleks.

Kegiatan latihan ini rencananya akan dilaksanakan sampai 22 September 2021 mendatang di AWR TNI AU Pandan Wangi Lumajang.

Penerjunan ATV ini merupakan hal baru dan baru pertama dilaksanakan oleh Danmatra, sesuai dengan fungsi kita Bekang maka dari Peleton Perbekud diminta dukungannya dalam pelaksanaan Latihan ini, hal ini juga untuk meningkatkan kemampuan seluruh prajurit Yonbekang 2 Kostrad Khususnya Peleton Perbekud dalam melaksanakan penerjunan bekal dan materiil sehingga akan tercapai kesiapan operasional yang tinggi,” tambah Danyon.

Letkol Cba Firmanuddin Lilawangsa, S.I.P berpesan agar selalu berdoa dalam setiap pelaksanaan kegiatan baik latihan maupun tugas dan tetap semangat selama melaksanakan kegiatan serta tentunya tetap mengedepankan aturan dan SOP yang berlaku guna terwujudnya zero accident.

  💂 Kostrad  

Jumat, 03 September 2021

Koopsau III Selenggarakan Latihan "Kasuari Perkasa 2021"

Manuver Lapangan Latihan Antar Satuan Koopsau III https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBj7nNqQe7UIIVXACoRRa2i1l7SZAI0peM620lAqoiIKCSJ8wZy4NdNhXlgCWoMj5fufrvuNy280BehI2EwkkZHgJ7BrrWSl-Ip57QGoG10Fe0lwU0QHtIGXHd5O-xBVM-rSYPcnlm0mI/w400-h266/240795123_3945168785591435_7472217145023610276_n.jpgLatihan "Kasuari Perkasa 2021" di lanud Manuhua Biak [Koopsau III]

K
omando Operasi TNI AU (Koopsau) III menggelar kegiatan manuver lapangan latihan antar satuan dengan sandi “Kasuari Perkasa 2021” yang berlangsung di Baseops Lanud Manuhua Biak, dengan menampilkan simulasi penyelenggaraan operasi dukungan udara dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa penanggulangan bencana alam yang mungkin terjadi di wilayah tanggungjawab Koopsau III (Selasa, 24/8).

Simulasi yang ditampilkan dalam latihan tadi pagi, terlihat memuat alur cerita yang di awali dengan ledakan TNT sebagai tanda terjadi gempa yang diumpamakan terjadi di daerah Manokwari, serta situasi kepanikan masyarakat dan kesibukan tim bantuan bencana.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh-50wzTG2guYpkFmqKwCHqWh2PaMyaQ9y0uJ-gdmGvnID_XjFOXM__7tmIPuAuyZmC0GaNqP6_jQHXRdWA67TJ5Hhys6_7JbOr1k-nlwsnkwZfAIOhyphenhyphen4HlMrx-rd1Tex3NBHZ0Pm8xo0/w400-h266/240856545_3945169012258079_5430033329133880615_n.jpg Kemudian dilanjutkan survey dan pemotretan udara di lokasi bencana menggunakan pesawat CN-235 MPA dari Skadron Udara 27, penerjunan tim penilai kerusakan (Assessment Team Dropping), penerjuanan heli box dan penerjunan LSC dengan low level dropping menggunakan pesawat CN-235, pergeseran tim evakuasi Paskhasau dan Basarnas dengan pesawat CN-235, simulasi pengungsian medis udara dan dilanjutkan evakuasi korban bencana menuju Lanud rujukan Silas Papare.

Panglima Koopsau III Marsda TNI Bowo Budiarto, S.E., CHRMP. dalam keterangan persnya di depan awak media Biak usai pelaksanaan latihan menjelaskan bahwa latihan Kasuari Perkasa ini merupakan latihan antar satuan Koopsau III, untuk menguji satuan-satuan dibawahnya agar mempunyai kemampuan dalam rangka melaksanakan operasi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNfkVm6c0xikF2s-5r7xlc9dDsHF5xPyow-AiRzGvEXXm9NjyzteVs2Q6HwCWjn-Ip8ahGFc-DzqdoCl-OtdBrbLb7FFm5KZkT426IaEHXb40ywik7s5_LlJOu_eUMZ7foPEBpw4lgAGY/w400-h266/240707050_3945168995591414_2339037392657020738_n.jpgKebetulan tahun ini latihan kita fokuskan pada bencana alam, jadi kita harapkan satuan-satuan mempunyai kemampuan untuk melaksanakan dukungan operasi dalam bencana alam dalam rangka mendukung tugas Kogabwilhan III”, tegasnya.

Koopsau III saat ini baru memiliki satu Skadron Udara dengan alusista pesawat CN-235, sesuai ketentuan kita melatih satuan jajaran makanya kita gunakan kemampuan pesawat ini dalam dukungan operasi bencana, dan tentunya untuk personel yang kita latih banyak antara lain dari Paskhasau dan stakeholder terkait seperti Basarnas, serta personel-personel yang ada di lanud seperti pasukan pertahanan pangkalan”.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUo09QILIWdx5u0E3bzt_TuUF0ssMTVLaXWYTjFXRD65L5jEaQapjaMaT-GqNrXUHinWq_QCHRydg0eDfvgLl9rUmTpMjZYY1eC84YtpkgWAFujMeRppyTZK8szJAH3to8JG1kRW_ReWo/w400-h266/240822916_3945169068924740_204314264272634810_n.jpg "Secara umum latihan sudah berjalan cukup baik, meskipun keterbatasan masih ada latihan yang kita prememorikan atau kita asumsikan dan saya berharap tahun depan semua ini bisa kita laksanakan, sehingga aktual latihan itu bisa kita laksanakan semua untuk menghadapi jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Koopsau III".

Marsda TNI Bowo Budiarto berharap, dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum berujung ini, tentunya kita berharap latihan yang kita laksanakan tetap berjalan, walaupun dalam skala yang dibatasi, tetapi kita tidak boleh melupakan profesionalisme sebagai prajurit TNI Angkatan Udara, khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas Operasi Militer Selain Perang dalam rangka mendukung pemerintahan.

Turut hadir menyaksikan latihan ini antara lain Kas Koopsau III Marsma TNI Ronald L. Siregar, Danlanud Manuhua Marsma TNI Donald Kasenda, Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Bonang Bayu Aji Gautama, Danyonko 468 Paskhas Letkol Pas Hary Wijayanto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Biak Gusti Anwar Mulyadi, serta pejabat komando latihan, Wasdal dan penilaian Latihan.

  Koopsau III  

Rabu, 25 Agustus 2021

Prajurit Batalyon Komando 463 Paskhas Latihan Taktik Dengan Turangga APC

Tingkatkan Kemampuan Tempur Turangga APC Yonko 463 Paskhas [TNI AU]

P
ada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 bertempat di Lapangan Apel Batalyon Komando 463 Paskhas telah dilaksanakan Penutupan Pelatihan Taktik APC Turangga yang dipimpin oleh Komandan Batalyon Komando 463 Paskhas yang diwakili oleh Wadanyonko 463 Paskhas Mayor Pas Iman Kuswandi. Pelaksanaan Pelatihan Taktik APC Turangga dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 16, 18 hingga 20 Agustus 2021 di Seputaran Lanud Iswahjudi dengan melibatkan 37 personel dari Batalyon Komando 463 Paskhas.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Maka kemampuan Prajurit tidak hanya dibidang fisik dan mental saja, tetapi harus mengikuti perkembangan zaman dengan cara meningkatkan kemampuan tempur untuk menguasai alutsista dengan teknologi terbaru yang dimiliki oleh Korps Pasukan Khas TNI AU diantaranya adalah Armoured Personnel Carrier (APC Turangga).

Komandan Batalyon Komando 463 Paskhas menyampaikan dalam amanatnya “Bahwa latihan yang kita laksanakan kali ini masih jauh dari yang diharapkan, tapi karena keikhlasan, dedikasi dan semangat yang tinggi kita dapat melaksanakannya sesuai dengan rencana. Walaupun ada permasalahan dan kekurangan dalam pelaksanaan latihan ini, akan kita jadikan sebagai bahan evaluasi latihan, sehingga kedepan latihan yang dilaksanakan akan lebih baik. Dengan selesainya latihan ini saya harapkan, bahwa seluruh prajurit dapat memahami dan mengerti serta menguasai bagaimana pengoperasian Rantis APC Turangga sesuai protap yang ada”.

Pada kesempatan ini pula Komandan Batalyon Komando 463 Paskhas menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para peserta latihan atas dedikasi dan semangatnya, khususnya kepada pemberi materi dari Pusdiklat Paskhas yang telah mentransfer ilmunya kepada prajurit Batalyon Komando 463 Paskhas sehingga bisa digunakan sebagai bekal penugasan kedepan.

 
TNI AU  

Minggu, 22 Agustus 2021

[Video] Tim Koopssus TNI Kawal Pemulangan WNI dari Kabul

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbboTBpmP4KgOVqZWLy06coG_tOKmcYGnjCdzqwvUiG-KE7EhblNIRcK1GJsg7fuEVBp-W-u4w0XpuKJDNXutHe06w25yGlic4YIxdyb66WNiVL0xcRlORCaTF3nxvovTTWQNHzUSJr67J/s640/Evakuasi+WNI+Kabul+snapshotp.jpgBoeing 737 seri 400, Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma yang terbang dengan sinyal 'Kencana Zero Four'

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengaku bangga atas keberhasilan jajarannya dalam mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan.

Menurut Fadjar, kehebatan pasukan elite TNI AU dalam misi evakuasi tersebut telah menunjukkan kerja nyata dan profesional, meskipun waktu persiapannya relatif singkat.

"Saya sangat bangga kepada kalian semua, karena dengan persiapan yang begitu cepat kalian mampu menunjukkan profesionalisme," kata Fadjar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/8/2021).

"Ini merupakan kebanggaan bagi seorang prajurit yang sukses melaksanakan tugas operasi dan kembali dalam keadaan selamat," sambungnya.

Lebih lanjut, Fadjar berharap kerja profesional yang berbuah kesuksesan tersebut dapat menjadi contoh bagi anggota TNI AU lainnya.

"Meskipun dalam situasi yang tidak menentu, kalian dapat melaksanakan tugas operasi dengan sangat baik. Ini bisa jadi contoh bagi prajurit lainnya," terangnya.

Selain WNI yang berjumlah 26 orang, operasi kemanusiaan tersebut juga berhasil mengevakuasi lima warga negara Filipina dan dua warga negara Afghanistan dari Bandara Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan.

Lalu, armada yang digunakan untuk misi itu adalah pesawat militer TNI AU Boeing 737 seri 400, Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma yang terbang dengan sinyal 'Kencana Zero Four'.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2LYYJ5-XUtYNnzhrxBcszySB9bUKCDBoW0D_awtJd1n_u0IebNW1uEMzma5G4Pheyn1WFWgGfO5tml6PD5h3IOX8SCjljxvoXKd1iHeT7QK2KfkZk2cjL7E4dc4DmZIohhZ_MNlfs2rUn/s1024/Six+personnel+from+Air+Force+%2523TNIAU+special+force+unit+%2527Satbravo+90%2527.jpgSementara itu, prajurit TNI AU yang terlibat dalam evakuasi tersebut, yaitu Satbravo-90 Paskhas.

Adapun Satbravo-90 Pashkas adalah satuan antiteror milik Paskhas TNI AU. Sedangkan Paskhas sendiri merupakan pasukan elite yang dimiliki TNI AU.

Pesawat yang mengangkut para WNI di Afghanistan itu diterbangkan oleh Letkol Pnb Ludwig Bayu dan Mayor Pnb Mulyo.

Enam awak pesawat lainnya yang bertugas, yaitu Kapten Pnb Sang Made K Y, Lettu Pnb R P Pratama A, Lettu Pnb Andhika, Letda Tek Suparno, Letda Tek Yusuf Affandi, Letda Andromeda, Serka Priyan Wahyu, Serka Riyan Agieta, Serka Budi R, dan Pratu Yulio A.

Sementara itu, enam anggota Satbravo-90 Paskhas yang terlibat dalam evakuasi, yaitu Kapten Pas Galih Pinto Nugroho, Serda Trenggono, Serda Yudi Aji Widagdo, Kopda Umar Haris, Praka Aidil Artawijaya, dan Praka Ilham Dwi Laksana.

Tim evakuasi secara keseluruhan terdiri atas prajurit TNI, anggota Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam konferensi pers, Sabtu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa pemilihan pesawat militer dalam proses evakuasi tersebut semata-mata demi memastikan keamanan dan keselamatan WNI.


 ♖ Kompas  

Kamis, 05 Agustus 2021

Kasau Tinjau Rantis Korpaskhas

Produksi Dalam Negeri P6 ATAV V3 Korpaskhas [TNI AU] ★

K
asau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., meninjau Kendaraan Taktis (Rantis) P6 ATAV (All Terrain Assault Vehicle) V3 yang dimiliki Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU di Gedung Pimpinan Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2021).

Dalam kegiatan ini, Kasau berkesempatan memeriksa perlengkapan Rantis P6 ATAV V3 yang akan digunakan oleh satuan Korpaskhas mulai dari persenjataan sampai sarana pendukung lainya.

Rantis P6 ATAV V3 yang dapat diawaki empat orang ini dibangun menggunakan struktur rangka pipa tubular baja ringan dan dibekali baju zirah (armour) level 1 STANAG dan dilengkapi dengan stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) bersenjatakan senapan mesin.

Dengan bobot 2,6 ton ditambah tenaga yang besar dari mesin diesel 2400 CC membuat rantis ini dapat digunakan di segala jenis permukaan medan.

Rantis ini dibuat oleh PT. Sentra Surya Ekajaya (SSE Defense) yang bergerak dalam bidang produksi kendaraan untuk misi khusus yang perakitannya ada di Kota Tangerang.

Turut hadir mendampingi Kasau, Asrena Kasau, Aslog Kasau, Dankorpaskas, dan Kadisadaau serta Kepala Business Development PT. Sentra Surya Ekajaya.

 
TNI AU  

Sabtu, 31 Juli 2021

TNI AU Bentuk Satuan Baru

Khusus Operasi Pencarianhttps://akcdn.detik.net.id/visual/2017/04/07/1d6625df-917b-47f1-be85-1399d01b5452_169.jpg?w=650Ilustrasi personel TNI AU (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meresmikan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan (SATUD PP), di Wing 4 Lanud Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/7).

Satuan tersebut dibentuk lantaran ada kebutuhan pengembangan organisasi untuk melaksanakan tugas operasi udara khusus dalam bentuk Operasi Pencarian dan Pertolongan (OPP). Pula, sejalan dengan slogan Swa Bhuwana Paksa.

"Tugas pencarian dan pertolongan merupakan tugas yang tidak ringan, terlebih cakupan NKRI yang luas," kata Marsekal Fadjar mengutip Antara, Jumat (30/7).

Nantinya, satuan yang baru dibentuk itu akan bersinergi dengan kementerian dan lembaga lainnya. Terutama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Fadjar mengatakan peresmian Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan merupakan tindak lanjut dari Peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang organisasi dan Tugas Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Wing 4 Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja.

"Saya ingin mengingatkan bahwa satuan ini memiliki tujuan yang sangat mulia karena terkait secara langsung dengan keselamatan jiwa manusia," ujar Fadjar.

Mengutip situs tni-au.mil.id, pembentukan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan tak lepas dari wilayah Indonesia yang begitu luas dan dipisahkan lautan sehingga membuat tugas pencarian serta pertolongan di Indonesia tidak ringan.

Fadjar mengatakan perlu ada organisasi permanen di lingkungan TNI AU. Organisasi itu harus mampu melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan, penyiapan alutsista, serta melaksanakan pembinaan kemampuan dan profesionalisme sumber daya manusia.

"Inilah yang menjadi latar belakang pembentukan Satuan Udara Pencarian Pertolongan di bawah Komandan Wing 4 Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja," kata Fadjar.

"Lebih dari itu, Satuan Udara ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran tugas Operasi Militer selain Perang TNI pada masa mendatang," tambahnya. (Antara/bmw)

 ♖ CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...