Kamis, 18 Oktober 2018

TNI AU Kaji Pembentukan Depohar 90

Khusus pemeliharaan terhadap Helikopter Ilustrasi

R
apat Penyusunan Naskah Kajian Pembentukan Depohar 90 ini sebagai langkah awal validasi organisasi yang bertujuan guna memberikan penjelasan kepada pimpinan tentang latar belakang perlunya pembentukan Depohar 90, bagaimana bentuk organisasinya serta rencana penempatannya, dalam rangka implementasi dari Renstra TNI Angkatan Udara tahun 2020–2024 dan pengembangan profil Koharmatau hingga tahun 2024.

Rapat dipimpin Wadan Komandan Koharmatau Marsekal Pertama TNI Hadi Suwito, S.E., di Rupat Basjir Soerya Mako Koharmatau, Kamis (18/10).

Dengan bertambahnya alutsista pesawat Helikopter yang dimiliki oleh TNI AU saat ini, tentunya harus diiringi dengan peningkatan kemampuan pemeliharaannya.

Khusus pemeliharaan terhadap pesawat Helikopter, saat ini kemampuan yang di miliki hanya sampai dengan pemeliharaan tingkat sedang dan pemeliharaan tingkat berat yang belum sepenuhnya dapat dilaksanakan.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemeliharaan terhadap pesawat helikopter sampai dengan tingkat berat yang efektif, efisien, dan handal, maka di perlukan upaya memvalidasi organisasi Koharmatau dengan membentuk Depo pemeliharaan 90.

Demikian yang disampaikan oleh Komandan Koharmatau dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wadan Koharmatau Marsekal Pertama TNI Hadi Suwito, S.E.

  TNI AU  

TNI AU Uji Dinamis Radar ADS-B

Hasil karya Depohar 50 TNI AU ADS-B, Merupakan Sistem Transportasi Udara Next Generation (NextGen) [myelectronicnote] 

U
ji dinamis Radar ADS-B (Automatic Depending Surveillance Broadcast) ini merupakan tahap terakhir dari sejumlah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Depohar 50 Koharmatau terhadap Radar ADS-B hasil Penelitian dan Pembuatan Depohar 50 sebelum dilaksanakan sertifikasi dan proses produksi, Uji Dinamis Radar ADS-B ini dilaksanakan di SatuanRadar 215 Congot Yogyakarta, Kamis (18/10). Hal ini menunjukkan bahwa salah satu kemampuan Depohar jajaran Koharmatau adalah melaksanakan pembuatan produk lokal sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengadaan dan perbaikan materiel dari pihak luar TNI AU.

Koharmatau mempunyai tugas dalam melaksanakan pemeliharaan dan produksi materiel TNI AU serta menyelenggarakan pembinaan peralatan bengkel, peralatan produksi dan publikasi teknik. Pemeliharaan yang dilaksanakan adalah dalam rangka mempertahankan materiel atau fasilitas agar tetap dalam keadaan baik atau memulihkan kondisi materiel atau fasilitas ke dalam kondisi yang siap pakai.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara sangat mengapresiasi terhadap Inovasi dan karya nyata anak bangsa yang membanggakan, dimana Radar ADS-B buatan Depohar 50 ini sangat ekonomis dari segi biaya tetapi mempunyai kemampuan yang lebih handal dibandingkan dengan Radar ADS-B yang dimiliki TNI AU saat ini. Radar ADS-B buatan Depohar 50 ini tidak tergantung terhadap Internet bahkan dapat langsung diintegrasikan dengan Existing System yang sudah dimiliki oleh Kohanudnas. Demikian yang disampaikan Komandan Koharmatau dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktor Engineering Koharmatau Kolonel Tek Y. Catur Prasetiyanto P.

Dengan adanya keberhasilan pembuatan Radar ADS-B diharapkan setelah Uji dinamis ini, Lembaga Legalisator dalam hal ini Dislitbangau dan Dislambangjaau untuk segera melaksanakan sertifikasi terhadap Radar ADS-B buatan Depohar 50, selanjutnya dapat diproduksi secara masal guna mendukung dan memenuhi kebutuhan alutsista TNI AU khususnya Radar, sehingga kedepan akan merangsang satuan-satuan pelaksana pemeliharaan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam mendukung kesiapan alutsista TNI AU yang muaranya adalah terjaminnya kesiapan dan keandalan materiel utama sistem senjata di lingkungan TNI AU.

  TNI AU  

[Dunia[ Jet Ukraina Jatuh saat Latihan Perang NATO

Tentara AS Tewas https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2018/10/17/41/1346763/jet-ukraina-jatuh-saat-latihan-perang-nato-tentara-as-tewas-PkH.jpgSebuah jet tempur Su-27 Ukraina saat mengikuti latihan perang NATO, Clear Sky 2018, pada 12 Oktober 2018. Foto/REUTERS/Gleb Garanichdef.pk

Sebuah jet tempur Su-27 Ukraina jatuh saat latihan perang dengan NATO pada hari Selasa sore. Kecelakaan pesawat tempur ini menewaskan dua tentara, termasuk tentara Amerika Serikat (AS).

Layanan pers dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan pesawat tempur Su-27 jatuh di dekat Desa Ulanov.

"Hari ini, sekitar pukul 17.00 waktu setempat, sebuah pesawat Su-27 jatuh di dekat desa Ulanov (di antara kota Berdychiv dan Khmil'nyk) selama penerbangan latihan tempur. Aktivitas pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan," kata layanan pers tersebut yang dipublikasikan di halaman Facebook-nya.

Beberapa jam kemudian, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina seperti dikutip Reuters, Rabu (17/10/2018), memperbarui informasinya. Menurut Staf Umum kedua pilot yang tewas dalam kecelakaan ini adalah tentara Ukraina dan tentara AS.

"Kami menyesal untuk menginformasikan bahwa menurut laporan oleh tim pencarian dan penyelamatan, jasad dua pilot ditemukan; satu adalah pilot angkatan udara Ukraina, dan yang kedua adalah pilot Garda Nasional Udara AS," kata layanan pers staf tersebut.

Jet tempur Su-27 dan F-15 Ukraina awalnya sedang melakukan misi latihan tempur Clear Sky 2018. Namun, kecelakaan terjadi. Penyebab insiden sedang diselidiki.

Kantor Kejaksaan Militer Ukraina membenarkan bahwa tentara AS dan Ukraina tewas dalam kecelakaan pesawat.

Latihan perang gabungan NATO, Clear Sky 2018, berlangsung dari tanggal 8 hingga 19 Oktober di Ukraina barat. Negara-negara lain yang ikut latihan perang NATO antara lain Belgia, Inggris, Denmark, Polandia, Estonia, Belanda, Polandia dan Rumania.

Latihan perang tersebut telah dipromosikan di halaman Facebook Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina. Dalam promosinya, NATO menyatakan banyak hal untuk dipelajari dari Ukraina. NATO juga memperingatkan bahwa jika Rusia meluncurkan serangan udara terhadap Ukraina, harga yang harus dibayar akan sangat mahal. (mas)

  SINDOnews  

Rabu, 17 Oktober 2018

Soal Sukhoi Butuh Proses Panjang Dalam Pengirimanya

http://4.bp.blogspot.com/-19tawACLlm8/Vbjilrr5hrI/AAAAAAAABHY/1ZZLNE4VhlU/s1600/FB_IMG_1438124431555.jpgFlanker Indonesia [def.pk

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva menyatakan pembelian peralatan militer, khususnya jet tempur tidak sesederhana membeli barang dari supermarket. Dia menyatakan butuh proses panjang dalam pengirimanya.

Berbicara saat menggelar briefing bulanan di kediamanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018), Vorobieva menuturkan jet tempur generasi terbaru Rusia itu mungkin baru akan diterima Indonesia pada tahun depan dan pengiriman akan dilakukan dalam beberapa tahap.

"Soal Su-35, kontraknya sudah ditandangani, tapi ini bukan transaksi instan. Perakitan jet tempur itu membutuhkan waktu, uji coba dan juga pengirimannya membutuhkan waktu," jelas Vorobieva.

"Tidak pernah disebutkan bahwa pesawat itu akan dikirimkan tahun ini. Mungkin tahun depan, di akhir tahun depan, tapi saya tidak bisa memberikan tanggal pastinya," sambungnya.

Ia lalu menuturkan, setelah pengiriman, masih ada proses lain yang harus dijalankan, yakni pelatihan. Vorobieva menuturkan, para pilot Indonesia harus terlebih dahulu mendapat pelatihan dari pilot Rusia dalam mengoperasikan jet tempur ini.

"Karena jet tempur ini memiliki teknologi yang cukup rumit, jadi diperlukan pelatihan dan ini akan membutuhkan waktu. Ini adalah proses yang cukup panjang," tukasnya. (ian)


 AS Ancam Pembeli Senjata Moskow dengan Sanksi 
AS Ancam Pembeli Senjata Moskow dengan Sanksi, Ini Respon RusiaDuta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. [FOTO/Victor Maulana/SINDONEWS]

Rusia menyatakan ancaman penjatuhan sanksi oleh Amerika Serikat (AS) kepada negara-negara yang membeli senjata mereka adalah sesuatu yang tidak berdasar dan tidak bisa diterima. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, menuturkan, ancaman sanksi itu juga adalah bentuk campur tangan AS dalam urusan dalam negeri sebuah negara.

"Ancaman ini sangat tidak bisa diterima, tapi seperti yang kita lihat negara-negara itu tidak takut. Turki tetap membeli persenjataan kami, India dan Indonesia juga tetap membeli senjata dari kami," ucap Vorobieva.

"Tentu saja itu adalah interfensi langsung terhadap urusan dalam negeri negara lain dan hubungan bilateral, yang mana tidak bisa diterima dan tidak sah," sambungnya, saat menggelar briefing bulanan di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (17/10).

Seperti diketahui, AS dari awal sudah mengancam negara-negara yang membeli senjata Rusia berpotensi terkena sanksi berdasarkan undang-undangnya, Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

UU itu sejatinya dirancang hanya untuk melawan Rusia, Iran, dan Korea Utara. Setelah New Delhi resmi membeli senjata pertahanan S-400 Triumf, Washington yang menganggap New Delhi sebagai mitra hanya membuat pernyataan samar. Kapan dan wujud sanksi yang berpotensi dijatuhkan pada India tak pernah diungkap secara jelas.

Sementara itu terkait dengan Indonesia, yang telah membeli Su-35 Rusia, AS belum pernah mengeluarkan pernyataan terbuka, bahwa mereka juga mungkin akan menjatuhkan sanksi kepada Jakarta. (esn)

  SINDOnews  

Turki Ingin Gandeng Indonesia Kembangkan Pesawat Tempur

https://2.bp.blogspot.com/-hEQXqddD4l8/W8XpMPpWPtI/AAAAAAAA9WI/zjNqmkRYqmkyfrrMUqQuVn3pVnv7imggQCLcBGAs/s400/5a339d400f2544092c8e8429.jpgProgram pesawat tempur TFX oleh TAI [Hurriyet] 

Turkish Aerospace Industries (TAI) sedang mencari mitra strategis di Indonesia untuk pengembangan pesawat tempur.

Vice Presiden Corporate Marketing and Communications TAI Tamer Ozmen mengatakan hal tersebut kepada Anadolu Agency saat berkunjung ke fasilitas pengujian pesawat terbang di BPPT Serpong, Banten, akhir pekan lalu.

Tamer mengatakan pihaknya sedang berusaha memperkuat kerja sama dengan industri pertahanan yang ada di Indonesia. Upaya tersebut dimulai melalui proses tender pengembangan pesawat terbang tanpa awak (Unmanned Aircraft Vehicle) oleh Kementerian Pertahanan Indonesia yang diikuti TAI.

Turki menurut dia, memiliki program pengembangan pesawat tempur yang ditargetkan akan mulai mengudara pada 2023 mendatang dan memulai operasional penerbangan pada 2026.

Pewasat tempur tersebut akan menggantikan seluruh pesawat tempur F16 yang dimiliki Turki pada 2040 mendatang,” ungkap Tamer.

Program tersebut menurut Tamer, membutuhkan dukungan banyak teknisi. Oleh karena itu, TAI ingin menggandeng kemitraan dengan industri dirgantara dan pertahanan di Indonesia seperti PT Dirgantara Indonesia serta universitas di Indonesia untuk penyediaan sumber daya manusianya.

Perusahaan tersebut lanjut Tamer, sedang mempertimbangkan untuk menggunakan teknisi asal Indonesia.

Mungkin kita akan membuka kantor di Jakarta atau Bandung. Kita tahu universitas di Bandung (ITB) cukup kuat untuk pengembangan pesawat tempur,” imbuh dia.

 Proyek pesawat angkut R-80 
Pesawat angkut R-80 [Detik]

Selain itu, TAI menurut Tamer, juga sedang mencari kesempatan untuk bekerja sama dalam pengembangan pesawat regional dengan menggandeng PT Regio Aviasi Industri (PT RAI) yang saat ini sedang menggarap pesawat R80.

Turki memiliki kehebatan dalam pengembangan pesawat regional dan mungkin bisa menggandeng PT RAI untuk bekerja sama,” aku Tamer.

  aa  

[Dunia] Dua Jet Tempur Myanmar Jatuh

2 Pilot dan Gadis Cilik Tewas Pesawat jet tempur F-7 Myanmar. Dua jet tempur F-7 Myanmar jatuh pada Selasa (16/10/2018) pagi. [Foto/airliners.net] ★

Dua pesawat jet tempur F-7 Mynamar jatuh di dua lokasi terpisah pada Selasa (16/10/2018). Dua pilot pesawat dan seorang gadis cilik berusia 10 tahun tewas dalam kecelakaan tersebut.

Para pejabat setempat mengatakan dua jet tempur tersebut merupakan pesawat buatan China dengan kursi tunggal. Cuaca buruk berupa kabut tebal diduga jadi penyebab kecelakaan tersebut.

Satu jet tempur jatuh ke sawah. Pesawat tempur lainnya sempat menukik di dekat sebuah pagoda Buddha di wilayah Magway, Myanmar tengah, sebelum jatuh ke tanah.

Menteri Utama Magway, U Aung Moe Nyo, mengatakan kedua pesawat tempur hancur berkeping-keping setelah jatuh sekitar pukul 07.30.

Kedua pilot tewas setelah tidak bisa mengeluarkan diri atau terlontar dari pesawat.

Gadis berusia 10 tahun yang ikut jadi korban tewas bernama Thwal Zin Nyein. Dia tewas setelah terkena serpihan dari salah satu jet yang hancur ketika dia sedang berada luar sekolah swasta.

"Dokter mengatakan dia meninggal tetapi saya masih tidak percaya putri saya meninggal seperti ini," kata ayah korban, U Khin Maung Phyu. "Dia akan selalu hidup di hati saya," ujarnya, seperti dikutip New York Times.

Menurut U Aung Moe Nyo, jasad dua pilot; Kapten Phyo Maung Maung dan Kapten Hein Thu Aung, ditemukan di antara puing-puing pesawat.

"Sangat memilukan untuk melihatnya," katanya, yang mengunjungi lokasi kecelakaan. Menurutnya, salah satu pilot mencoba mengeluarkan parasut. Namun, upaya penyelamatan diri tersebut gagal.

Angkatan udara Myanmar telah mengalami serangkaian kecelakaan fatal selama beberapa tahun terakhir, bahkan saat petinggi militer sudah belanja belanja peralatan tempur di luar negeri. Sekitar 13 persen dari anggaran negara tersebut dihabiskan untuk militer.

Pada bulan April, sebuah jet tempur F-7 jatuh selama pelatihan setelah mengalami "kegagalan teknis". Tahun lalu, 122 personel militer dan keluarga mereka, bersama dengan anggota awak pesawat, tewas ketika pesawat transportasi militer Y-8 buatan China jatuh ke Laut Andaman.

"Kami dapat melihat dari frekuensi kecelakaan pesawat yang kami miliki, beberapa masalah berkaitan dengan pesawat China," kata U Ye Myo Hein, direktur eksekutif dari Tagaung Institute of Political Studies di Yangon.

"Banyak jet tempur China di Myanmar tidak aktif terbang karena ada yang ketinggalan zaman dan beberapa membutuhkan perbaikan besar," ujarnya.

Mengutip keterangan di situs kantor Panglima Militer Myanmar, pada Selasa pagi ada empat pesawat jet tempur yang lepas landas dari pangkalan militer di Magway saat cuaca buruk. Dari empat pesawat, hanya dua yang kembali ke pangkalan.

Myanmar membeli sekitar 60 jet tempur F-7 dari China pada awal 1990-an. F-7 dianggap sebagai tiruan dari pesawat MiG-21 Soviet. Pesawat F-7 telah ekspor ke sejumlah negara termasuk Pakistan, Iran, Sudan dan Korea Utara.

  SINDOnews  

Selasa, 16 Oktober 2018

TNI AL Belum Berencana Pindahkan Pangkalan Kapal Selam

Dari Palu Kapal Selam KRI Nanggala-402 sandar di dermaga Sionban Kapal Selam Lanal Palu [Portal Komando] ★

Pembangunan pangkalan kapal selam TNI AL di Palu, Sulawesi Tengah merupakan bagian dari Rencana Minimum Essensial Force (MEF) untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan RI hingga tahun 2024.

Namun demikian, tahap pembangunan yang sudah dilakukan itu terkena imbas dari gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, pada 28 September lalu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma TNI Gig Jonias Mosez Sipasulta menyebut, hingga kini masih belum ada keputusan dari TNI AL untuk memindahkan pangkalan kapal selam dari Palu.

Kalau itu biar nanti para pimpinan di TNI yang ambil keputusan untuk menjawab. Kalau sudah ada yang disampaikan dari atas pasti akan saya sampaikan,” ujar Gig di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (15/10).

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1988 itu menegaskan bahwa pangkalan kapal selam itu sudah masuk dalam program MEF dari tahun 2010. Dengan kata lain, pihaknya tidak menduga akan ada gempa dan tsunami yang berpengaruh pada tahap pembangunan.

Pada waktu MEF dibuat kan kita tidak pernah berfikir kalau ada kejadian seperti ini,” imbuhnya.

Dia meyakini bahwa hal ini sudah dibicarakan dan dipertimbangkan di tingkat pimpinan bersama Kementerian Pertahanan. Sehingga ada saatnya mereka menyampaikan ke publik tentang keputusan dipindah atau tidaknya pangkalan kapal selam tersebut.

Mungkin nanti langsung dari Bapak Kasal atau yang sesuai dengan bidangnya untuk menyampaikan,” pungkasnya.

  RMOL  

Senin, 15 Oktober 2018

TNI AL Akan Bentuk Komando Armada Gabungan

Setara Kostrad Kopaska [Bronfrogman]

M
abesal akan membentuk Komando Armada (Koarmada) gabungan yang nantinya membawahi tiga komando utama, yakni Koarmada I, Koarmada II dan Koarmada III.

Ini masih dalam rencana yang tertuang dalam Minimum Essential Force (MEF), namanya armada besar. Mengenai kapan terlaksananya masih menunggu kebijakan pimpinan TNI. Doakan saja,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Gig JM Sipasulta usai acara pisah sambut Kadispenal, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

Menurut dia, pembentukan Koarmada gabungan membutuhkan sarana, seperti kantor, anggaran, dan prajurit. Apabila direalisasikan, otomatis satuan tersebut pimpinan oleh perwira tinggi dengan pangkat bintang tiga atau laksamana madya.

Nah, kalau tambah satu bintang tiga lagi di TNI AL, itu bagus. Dan rencana pembentukannya pun sudah dibahas di Mabes TNI dan Mabes TNI AL,” ujarnya.

Keputusan mengenai rencana pembentukan Koarmada gabungan itu, kata Kadispenal, berada di tangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai penentu kebijakan bagi pengembangan organisasi TNI.

Koarmada gabungan TNI AL itu akan setara dengan satuan serupa di TNI Angkatan Darat, yakni Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad). Dalam strukturnya, Kostrad membawahi Divisi Infanteri I, Divisi Infanteri II, dan Divisi Infanteri III.

  Okezone  

TNI AL Masih Butuh Alutsista

Buat Dukung OMP Dan OMSP Ilustrasi KRI TNI AL

K
ebutuhan alutsista TNI AL dalam menjalankan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) tidak bisa dilakukan secara tunggal.

Angkatan laut itu mungkin dalam menjalankan operasi tidak bisa single fighter. Itu harus secara sistem,” kata Kadispenal Laksma TNI Gig Jonias Mosez Sipasulta.

TNI AL sejak tahun 2014 mencanangkan menjadi angkatan laut berkelas dunia. Maka dari itu kebutuhan operasi ditunjang dengan alutsista dan SDM harus yang mumpuni.

Jonias mencontohkan operasi yang dilakukan oleh US Navy memiliki daya dukung peralatan yang kuat. Setidaknya TNI AL bercita-cita untuk mendekatkan kemampuannya sesuai dengan US Navy yang menjadi World Class Navy dalam konteks operasionalnya.

Operasi angkatan laut dalam setiap kegiatan harus ada kapal pendukung, itu ada macam-macam. Istilahnya dalam suatu pergerakan itu ada kapal pendukung, kapal bahan bakar, terus kapal Depo mungkin, dan kapal logistik,” bebernya.

Selain itu dia mencontohkan kebutuhan kapal rumah sakit saat ini, TNI AL perlu memiliki idealnya tiga unit. Hal tersebut untuk membantu korban bencana sekaligus pengobatan gratis di pulau-pulau terpencil.

Jadi saya yakin dengan kemampuan keuangan pemerintah,” pungkasnya.

  RMOL  

Penampakan Turangga APC Paskhas

Produksi PT Karya Tugas Anda Turangga APC Paskhas [def.pk]

D
alam gambar tampak telah rampung sebanyak 13 unit Turangga APC produksi PT Karya Tugas Anda untuk Korpaskhas.

Sebagian APC ini dilengkapi dengan RWS (Remote Weapon System). Dan telah diserahkan sebagian ketika pameran alutsista di Bandung. Turangga APC sendiri merupakan modifikasi kendaraan Ford 550 Super Duty.

  Garuda Militer  

Sabtu, 13 Oktober 2018

Fasilitas Merpati Dijadikan Pusat Perawatan Pesawat Militer

Ilustrasi pemeliharaan pesawat militer [Tempo]

Merpati Maintenance Facility yang bertempat di Surabaya, Jawa Timur, akan dijadikan sebagai pusat perawatan pesawat militer.

"Kita kembangkan untuk basis perawatan pesawat militer atas permintaan," kata Direktur Bisnis & Base Maintenance GMF Tazar Marta Kurniawan saat peninjauan ke fasilitas perawatan roda pendaratan di Tangerang, Banten, Kamis.

Dia mengatakan rencananya tahun depan sudah bisa digunakan. Saat ini masih menunggu otorisasi dari Federal Aviation Administration (FAA) dan European Aviation Safety Agency (EASA).

Proses perawatan pesawat militer akan bekerja sama dengan Garuda Maintenance Facility (GMF AeroAsia) yang sudah dilakukan sejak 2016.

"Rencana kita dipusatkan di sana, kemarin baru ditambahkan dengan adendum kerja sama dengan Merpati," katanya.

Dalam kerja sama tersebut, Tazar menjelaskan GMF akan menggunakan dua line dari total empat line yang dimiliki MMF.

MMF, lanjut dia, akan tetap difokuskan untuk perawatan mesin pesawat baling-baling, yaitu turboprop. "Modifikasi kita menjadikan pesawat penumpang menjadi menjadi pesawat kargo, seperti untuk di Jaya Wijaya itu, kemudian kita kembangkan basis perawatan pesawat militer," katanya.

Secara legalitas, lanjut dia, GMF sudah mengantongi izin dari Kementerian Pertahanan sebagai industri perawatan pesawat militer.

"Sebenarnya GMF sendiri secara organisasi sudah dianggap oleh Kemenhan sebagai industri MRO pertahanan," katanya.

Sejak beberapa tahun belakangan, lanjut dia, MMF sebetulnya sudah melakukan perwatan pesawat militer, namun untuk jenis pesawat kecil, seperti helikopter.

"Kita sudah pernah melakukan 'heavy check' di sana untuk pesawat ATR, tapi belum ada 'EASA approval'," katanya.

Dia menargetkan setelah seluruh proses selesai, akan segera dilakukan pengerjaan perawatan. "Insya Allah secepatnya, begitu dapat pesanan, kita kerjakan di sana," katanya.

  antara  

[Dunia] Jet Tempur F-16 Meledak Dahsyat di Belgia

F-16 meledak dan hancur di pangkalan militer Florennes, Belgia (Twitter @ebcrew00)

Sebuah jet tempur F-16 meledak dahsyat di pangkalan militer Florennes, Belgia. Pesawat itu meledak saat menjalani perawatan pada hari Kamis sore.

Sumber militer setempat mengatakan, ledakan itu juga menyebabkan satu pesawat F-16 lainnya rusak.

Dua teknisi terluka akibat ledakan tersebut. Mereka menderita masalah pendengaran, namun tidak mengalami luka bakar.

Layanan pers militer Belgia dalam sebuah pernyataan yang dilansir Sudinfo, Jumat (12/10/2018), mengatakan kebakaran dan ledakan terjadi sekitar pukul 14.10 waktu setempat. Militer tidak merinci tingkat kerusakan pesawat kedua dalam insiden itu.

Para petugas pemadam kebakaran telah ditempatkan ke lokasi kejadian untuk menahan insiden itu tidak meluas.

Direktorat Keselamatan Penerbangan telah meluncurkan penyelidikan atas ledakan tersebut.

Sejumlah laporan media lokal mengklaim bahwa jet tempur yang meledak tersebut dinyalakan selama manuver teknis. Beberapa ledakan diikuti dengan gumpalan asap hitam tebal yang yang membumbung ke udara.

Pangkalan militer Florennes adalah rumah bagi “2nd Tactical Wing” yang mengoperasikan F-16 Fighter Falcons.

Hingga Juli 2009, pangkalan udara itu juga menjadi tempat Program Kepemimpinan Taktis, sebuah program pelatihan gabungan yang didirikan oleh 10 anggota NATO.

  ☠ SINDOnews  

Jumat, 12 Oktober 2018

TAI Perkuat Kerja Sama Dengan BPPT

Pengujian UAV di Serpong UAV ANKA

Turkish Aerospace Industries (TAI) melakukan kunjungan ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, Tangerang Selatan pada hari Kamis, untuk memperkuat kerja sama.

Kunjungan tersebut sekaligus menandai 10 tahun kerja sama antar perusahaan dan lembaga kedua negara tersebut.

Vice President Corporate Marketing and Communication TAI Tamer Ozmen mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kerja sama kedua pihak tersebut sudah berlangsung sejak 2008.

Kerja sama dimulai pada saat pengembangan program pesawat terbang tanpa awak (unmanned aircraft vehicle/UAV) ANKA,” ujar Tamer.

Pada waktu itu, TAI melakukan uji coba terowongan angin (wind tunnel) UAV ANKA di fasilitas Indonesian Low Speed Tunnel (ILST) milik Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika, dan Aeroakustika (BBTA3) BPPT.

ANKA merupakan pesawat terbang tanpa awak (UAV) kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang dikembangkan TAI. Pengujian tersebut untuk memperoleh data karakteristik aerodinamika UAV tersebut.

Kemudian, Tamer menjelaskan pengujian kedua yang dilakukan TAI di BBTA3 untuk varian lain ANKA termasuk varian SATCOM pada April hingga Mei 2015.

Pengujian ini untuk mendapatkan data terkait efek dari perubahan bentuk (deformasi) sayap, SAR dan SATCOM, kamera, winglet, dan saluran masuk udara dalam karakteristik aerodinamika ANKA.

Selanjutnya, pada April dan Juni 2015 telah dilakukan pengujian ketiga dalam skala penuh untuk bagian sayap dari ANKA generasi terbaru. Dan pengujian keempat dilakukan pada Oktober 2017 untuk seluruh konfigurasi ANKA generasi terbaru.

Keempat pengujian terowongan angin (wind tunnel test) di ILST telah berkontribusi besar terhadap pengembangan sistem UAV ANKA dengan performa terbang yang superior dan fitur keamanan yang meningkat,” Tamer mengakui.

Tamer menegaskan bahwa UAV ANKA kelas MALE memiliki sistem kecerdasan, pengintaian, pengawasan, dan penyerangan untuk bertempur yang sudah teruji untuk keamanan dalam negeri di Turki.

Selain itu, ANKA juga sudah teruji untuk operasi pengawasan yang dipakai oleh berbagai end users di Turki,” imbuh Tamer.

Tamer juga mengatakan saat ini ANKA sudah siap untuk melayani misi militer dengan berbagai konfigurasi payload yang dibutuhkan angkatan udara dari berbagai negara.

ANKA sudah memiliki pengalaman yang matang dan sudah terbang di Turki dan negara lainnya untuk aktivitas anti terorisme serta pengawasan darat dan laut,” ungkap Tamer.

Saat ini, TAI juga sedang berkolaborasi dengan BBTA3 untuk kelima kalinya dalam pengujian kapasitas payload sistem UAV di ILST untuk mendapatkan data karakteristik aerodinamika untuk pesawat terbang tanpa awak terbaru yang sedang dikembangkan TAI.

Kami sangat mengapresiasi kontribusi BPPT melalui BBTA3 untuk kesuksesan dari pengembangan barisan produk UAV kami dan hal ini sangat menentukan untuk tetap mempertahankan kolaborasi yang bermanfaat untuk tahun-tahun yang akan datang,” ungkap Tamer.

  ☠ aa  

TNI AU Bangun Skuadron 27 Biak

Skuadron pesawat CN 235 CN 235 TNI AU (Intisari)

Markas besar TNI Angkatan Udara membangun fasilitas fisik Skuadron udara 27 pesawat CN 235 di pangkalan udara Manuhua Biak Numfor.

Komandan Pangkalan Udara Manuhua Biak Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto di Biak, Jumat mengatakan kehadiran Skuadron pesawat CN 235 di Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat mendukung kelancaran angkutan udara untuk menunjang pelayanan roda perekonomian masyarakat di tanah Papua.

"Idealnya ada sekitar 12 pesawat CN 235 yang akan mendukung operasional Skuadron 27 Lanud Manuhua Biak, ya untuk tahap awal akan ada tiga atau empat pesawat beroperasi," ungkap Marsma TNI Fajar menanggapi pembentukan Skuadron 27 Biak.

Ia mengakui untuk tahapan pekerjaan fisik pembangunan fasilitas Skuadron 27 akan dimulai pada Senin pekan depan.

Marsma Fajar mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat Biak Numfor sehingga pembangunan Skuadron 27 dapat selesai tepat waktu.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Adat Biak (KKB) Yan Rumbarar mengatakan akan mengawal proses pembangunan fasilitas Skuadron 27 di Lanud Mahuhua Biak.

"Saya harapkan pekerjaan pembangunan fisik Skuadron 27 memperhatikan pekerja lokal masyarakat Biak, ya ini bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat adat," ucap Yan Rumbarar.

Ia mengatakan secara kelembagaan dan masyarakat adat mendukung sepenuhnya pelaksanaan pembangunan Skuadron udara 27 Biak.

Pembangunan fasilitas hanggar Skuadron udara 27 di Lanud Manuhua Biak ditandai dengan pembacaan doa bersama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, Ketua DPRD Zeth Sandy serta komandan satuan TNI dan Polri.

  ☠ antara  

[Dunia] Jepang Tawarkan Bantuan Untuk Bangun Kapal Selam

Jika negosiasi kontrak dengan perusahaan Perancis, Naval Group, akhirnya tak berhasil. Kapal selam kelas Soryu terbaru, Oryu, pertama didukung baterai lithium-ion. [JMSDF]

Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, mengatakan negaranya akan tetap siap untuk mengekspor kapal selamnya ke Australia jika negosiasi kontrak yang berlarut-larut antara Departemen Pertahanan Australia dan perusahaan Perancis, Naval Group, akhirnya tak berhasil.

Dalam wawancara dengan ABC sebelum berangkat ke Sydney, Taro Kono juga mengisyaratkan bahwa Jepang akan bersedia melakukan patroli maritim bersama dengan Australia di Laut China Selatan, dan menyampaikan harapan agar rotasi pasukan akan terjadi “sesegera mungkin”.

Bulan lalu, ABC mengungkap frustrasi yang dirasakan Pemerintah Australia terhadap Naval Group atas proyek kapal selam di masa depan senilai $ 50 miliar (atau setara Rp 500 triliun), dan kekhawatiran bahwa perjanjian kemitraan strategis kunci tak mungkin ditandatangani sebelum akhir tahun.

Dalam satu-satunya wawancara yang dilakukan setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, dan Menteri Pertahanan Australia, Christopher Pyne, Kano mengatakan Tokyo akan bersedia untuk masuk jika Australia memutuskan untuk melihat pilihan lain sebagai pengganti armada Collins Class yang menua.

Itu mungkin – tetapi terserah kepada pemerintah Australia untuk memutuskannya,” kata Kano.

Pada tahun 2016, Tokyo mengungkapkan kekecewaan yang mendalam setelah pemerintahan Turnbull memberi kontrak kapal selam yang menguntungkan bagi Perancis ketimbang tawaran Jepang dan Jerman yang bersaing.

Kano menekankan ia tak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan Jepang untuk mempersiapkan penawaran lain jika Australia kembali mendekati pemerintahnya.

Ya, saya harus mengecek dengan Departemen Pertahanan dan industri terkait,” katanya.

Minggu lalu Jepang merayakan peluncuran kapal selam kelas Soryu terbaru, Oryu, yang pertama dari armada yang akan didukung oleh baterai lithium-ion.

Menurut Euan Graham, seorang peneliti senior dari Lowy Institute, tawaran asli Jepang untuk membangun kapal selam masa depan Australia tak memenuhi standar teknis Departemen Pertahanan Australia, meskipun kapal selam kelas Soryu saat ini adalah kapal selam terbesar yang dioperasikan secara konvensional.

“Jika negosiasi dengan Perancis tak berhasil, Departemen Pertahanan menghadapi keputusan yang menakutkan tentang apakah akan kembali ke langkah awal, termasuk mungkin meninjau kembali opsi kapal selam bertenaga nuklir,” kata Graham.

 Patroli Gabungan 

Dalam pembicaraan tingkat tinggi pada hari Rabu (10/10/2018), Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Jepang serta Australia membahas opsi untuk kerjasama militer dan keamanan yang lebih dekat sebagai bagian dari strategi Tokyo dalam “Strategi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”.

Kano mengatakan hal yang mungkin bahwa Jepang akhirnya bisa melakukan patroli maritim bersama dengan Australia di perairan yang diperebutkan dari Laut China Selatan.

Kekuatan Bela Diri maritim kami menimbulkan pelabuhan strategis di negara-negara ASEAN dan ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama,” katanya.

Laut China Selatan jelas merupakan wilayah yang sangat kontroversial, kami akan mempertimbangkan apa yang bisa kami lakukan bersama.”

Kami tidak melakukan pengawasan permanen saat ini, tetapi kami bisa memikirkan banyak hal yang bisa kami lakukan bersama di banyak tempat.

Menteri Luar Negeri Jepang juga menegaskan bahwa perjanjian “Status of Forces” dengan Australia hampir selesai.

Kesepakatan itu akan memungkinkan personel militer untuk melakukan perjalanan ke kedua negara untuk melakukan latihan bersama.

Perjanjian ini sangat penting untuk kerja sama kami. Kami telah membuat kemajuan yang signifikan, hanya ada beberapa masalah yang tersisa untuk diselesaikan, jadi kami berharap pada akhir tahun ini kita pada dasarnya bisa mendapatkan kesepakatan,” katanya.

  Tempo  

Kamis, 11 Oktober 2018

Pindad Jalin Kerja Sama dengan Waterbury di Bidang Amunisi

Pindad mampu memproduksi 120 juta amunisi per tahun. Amunisi buatan PT Pindad [Tempo]

Perusahan penyedia peralatan pertahanan dan keamanan, PT Pindad (Persero), menargetkan dapat memproduksi 600 juta butir amunisi dalam satu tahun. Jumlah ini untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Dirut Pindad Abraham Mose mengatakan, PT Pindad tengah berupaya mengejar target tersebut. Pasalnya, sejauh ini Pindad hanya bisa menghasilkan amunisi 120 juta butir per tahun.

"Kami akan lakukan strategic partnership (kerja sama) untuk mendorong (produksi) sampai 500-600 juta butir per tahun. Untuk (kebutuhan) domestik dan ekspor. Belum lagi nanti kita ingin menyasar pasar sport," kata Mose saat perayaan 35 tahun Pindad, di kantor Pindad Bandung, Kota Bandung, Ahad (29/4).

Ia mengatakan, selama ini pasar utama PT Pindad memenuhi kebutuhan TNI dan Polri yang masih belum mencukupi. Oleh karena itu, pada 2019 nanti kapasitas produksi bisa bertambah mencapai 290 juta butir.

Mose optimistis penambahan kapasitas produksi amunisi bisa tercapai. Sebab, ilklim industri manufaktur yang bergerak dalam Industri manufaktur dan alutsista berjalan baik.

"Indikatornya adalah kinerja perusahaan setiap tahun mengalami kenaikan. Tahun 2016, laba yang diraih dari seluruh produksi, termasuk kendaraan dan senjata, mencapai Rp 48 miliar. Lalu, pada 2017 labanya mencapai Rp 92 miliar. Tahun ini, target laba kita mencapai tiga digit," tuturnya.

Selain itu, kata dia, PT Pindad juga akan mengakselerasi serta memperkuat sektor industri dan militer. Sektor industri, yang awalnya menyumbang 30 persen pendapatan, didorong bisa mencapai 45-55 persen. Sementara itu, sektor militer juga dinaikan lagi agar dapat mendongkrak pendapatan Pindad secara keseluruhan.

"Pindad juga akan mengembangkan area komersial bernama Military Destination Park seluas 10 hektare. Di situ ada shooting range untuk komersial sehingga amunisi kita bisa dijual, lalu kami akan membangun rumah sakit tujuh lantai dan penginapan," katanya.

  Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...