Selasa, 11 Desember 2018

15 Rhan 122B Produksi Pindad Di Ujicoba

Senin, 10 Roket R-Han 122Bhttps://2.bp.blogspot.com/-wy942KpRnDg/XA5_FwaskmI/AAAAAAAA-1Y/xkL-EyEdBR0cXiotQWyGsLI52y1MLBhUQCLcBGAs/s400/-_181210183014-941.jpgUjicoba Rhan 122 B [SukabumiUpdate]

Uji coba peluncuran Roket R-Han 122B kembali dilakulan dari wilayah pantai Kampung Citarate, Desa Cirendeu, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Seperti hari pertama, sasaran tembang uji coba roket tersebut adalah area Rahlat Kostrad di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Bondan Tiara, mengatakan rangkaian uji coba Roket R-Han 122B berjalan sukses. Sebagian besar roket mendarat tepat di titik sasaran.

"Hasilnya bagus, tadi kita nembakin 10 buah. Kita bisa maju terus," ujar Bondan Tiara kepada sukabumiupdate.com. Senin (10/12/2018).

Bondan tidak memungkiri terdapat kendala selama uji coba roket. Namun uji coba berhasil dilakukan, tidak ada kendala yang signifikan mengganggu.

"Kendalanya selalu ada, disana kan medan lokasi sasarannya seperti itu. Kita disini menembakan, pas jatuhnya kedengaran suara ledakan tapi lokasi jatuhnya mesti mencari terlebih dahulu. Tapi itu biasa," bebernya.

Masih kata Bondan Tiara, pemilihan lokasi uji coba peluncuran roket dilakukan atas saran dari Marinir. "Alhamdulillah lancar semua hari ini. Bagus," pungkasnya.

 Minggu : 5 Roket R-Han 122B 
Lima buah roket Roket R-Han 122B diluncurkan dari Muara Citarate Desa Cireundeu, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (9/12/2018).

Roket yang diluncurkan merupakan uji terbang roket R-Han 122B Tahap II tahun 2018 yang dilaksanakan Bataliyon Roket 1 Marinir menggunakan dua unit mobil peluncur roket. Adapun titik sasaran di Rahlat Kostrad, Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Roket pertama diluncurkan pukul 11.11 WIB dan berhasil meledak meluncur sasaran. Kemudian pada pukul 11.55 WIB, penembakan roket kedua berhasil meledak meluncur sasaran. Roket ketiga ditembakan pada pukul 13.17 WIB, dan berhasil meledak meluncur sasaran. Lalu roket keempat ditembakan pukul 13.39 WIB, berhasil meledak meluncur sasaran. Terakhir roket kelima, ditembakan Pukul 14.07 WIB yang berhasil meledak meluncur ke sasaran.

Roket diluncurkan dari bibir pantai Citarate, Desa Cirendeu, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Melintasi perairan Palabuhan Ratu menuju target sasaran di Komplek Daerah Latihan (Rahlat) Kostrad Cibenda, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Pada hari kedua Senin (10/12/2018) pelaksanaan uji terbang, rencananya akan meluncurkan 10 roket R-Han 122B. Sebelum rencana uji coba ini, pihak terkait sudah memberikan himbauan kepada masyarakat dan nelayan.

"Para anggota TNI Angkatan laut juga muter ke tempat-tempat pelelangan ikan, perusahaan besar yang memiliki kapal-kapal juga dihimbau. Petugas-petugas pos angkatan laut melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Himbauannya kepada masyarakat jangan mendekat ke area uji coba roket tersebut, jarak uji coba sekitar 13 Mil," ujar Danposal Palabuhanratu Lettu Laut T. Ajat Sudrajat.

 ♖ Sukabumi update  

Senin, 10 Desember 2018

3 Korban Hilang Penembakan KKSB Ditemukan Selamat

Di Nduga, Papua https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2018/12/04/1de07585-ccd8-4fe3-b0e4-ef65a855fd3d_169.jpeg?w=780&q=90Jembatan lokasi penembakan pekerja Trans Papua (Foto: Istimewa/Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)

Tim gabungan TNI-Polri yang menyisir Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, menemukan 3 korban selamat dari penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya. Namun ketiga korban tersebut bukan karyawan PT Istaka Karya.

"Untuk kondisi ketiga pekerja tersebut sehat dan sementara masih berada di Pos Yigi," ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam keterangannya, Senin (10/12/2018).

Kamal menyebut ketiga korban itu atas nama Petrus Tondi, Toding Allo, dan Saputra. Ketiganya teridentifikasi sebagai pekerja balai desa.

"Tiga korban selamat tersebut bukan merupakan karyawan PT Istaka Karya," sebut Kamal.

Sementara itu, tim gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Yonif 751 dan Brimob masih melakukan pengejaran terhadap KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Puncak Kabo. Tim itu pula yang menemukan tiga korban selamat tersebut pada Minggu, 9 Desember kemarin.

KKSB itu sebelumnya menyandera pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua pada Sabtu, 1 Desember 2018 kemudian menembaki mereka pada Minggu, 2 Desember 2018. Para pekerja itu berasal dari PT Istaka Karya.

Informasi awal menyebutkan ada 31 korban tewas dari penembakan itu. Informasi itu kemudian berubah berdasar keterangan salah seorang korban selamat berinisial JA yang menyebutkan 19 orang tewas.

Selain itu, JA menambahkan, ada 6 orang yang berhasil melarikan diri termasuk dirinya. Menurut JA, dua orang di antara mereka yang melarikan diri itu terpisah dan nasibnya tidak diketahui.

Informasi JA itu serupa dengan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Rabu, 5 Desember 2018. Tito menyebut 19 orang tewas dan seorang anggota TNI gugur.

Namun tim gabungan TNI-Polri hanya menemukan 16 korban tewas ketika mencapai titik lokasi para korban tersebut. Saat diidentifikasi, 16 korban tewas itu merupakan karyawan PT Istaka Karya, termasuk satu staf BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Papua.

Kamal kemudian menyebut ada 28 orang, termasuk karyawan PT Istaka Karya, ada di lokasi pada saat peristiwa penembakan terjadi. Berdasar dari data itu, Kamal menyebut 7 orang ditemukan selamat dan 5 orang dinyatakan hilang. Lima orang yang hilang itu diketahui identitasnya sebagai karyawan PT Istaka Karya yaitu M Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi, dan Riki Simanjuntak.

Kemudian pada Minggu, 9 Desember kemarin, tim gabungan TNI-Polri menemukan seorang korban tewas yang belum diketahui identitasnya. Selain itu, tim itu juga menemukan 3 korban selamat yang diketahui bukan karyawan PT Istaka Karya. (dhn/tor)

 ♖ detik  

Satgas Gabungan TNI-Polri Cari Korban Pembantaian OPM

Temukan Satu Jenazah Korban Pembantaian OPM Tim gabungan TNI -Polri kembali menemukan satu jenazah korban pembantaian oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (9/12/2018). [iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty]

Tim gabungan TNI-Polri kembali menemukan satu jenazah korban pembantaian oleh (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (9/12/2018). Korban ditemukan di dalam hutan sekitar 500m - 1 km dari posisi pembantaian di lereng bukit puncak Kabo.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menjelaskan, ciri-ciri umum jenazah, jenis kelamin laki-laki berambut panjang dan menggunakan celana panjang warna putih. Kondisi jenazah sudah mulai rusak atau membusuk.

Saat ini jenazah telah diangkut ke poros jalan Distrik Yigi-Mbua untuk dievakuasi ke Mbua melalui jalur darat. Selanjutnya kenazah korban rencana akan dievakuasi ke Wamena dengan jalur udara (helly),” kata Kapendam dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.

Satgas gabungan TNI- Polri akan terus melaksanakan pencarian sisa korban yang belum ditemukan. Sesuai data, masih tersisa dua orang jenazah yang belum ditemukan dan dua korban yang diduga masih hidup hingga sekarang belum diketahui nasibnya.

Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki Distrik Yigi dan Mbua. Situasi di Distrik Mbua pasca-penyerangan KKSB terhadap pos TNI di Mbua pada 3 Desember 2018, masyarakat sudah mulai berangsur kembali ke kampung dan kegiatan sosial serta roda ekonomi mulai berjalan kembali.

Sedangkan di Yigi situasi kampung masih sepi hanya beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan.

 5 Korban Dibawa OPM ke Pegunungan 
5 Korban Tewas Karyawan Istaka Karya Dibawa OPM ke PegununganPetugas gabungan TNIPolri terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). [iNewsTV/Chanry Andrew]

Petugas gabungan TNI–Polri terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka di Nduga. Selain itu, lima korban tewas yang merupakan karyawan PT Istaka Karya juga dikabarkan dibawa mereka ke pegunungan.

TNI-Polri di bawah pimpinan Pangdam dan Kapolda sedang fokus mencari lima orang yang diduga tewas akibat penembakan, yaitu lima pekerja karyawan Istaka Karya. Yang lain sudah dapat dievakuasi,” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal di Semarang, Minggu (9/12/2018).

Dia memastikan, TNI-Polri berkomitmen untuk mencari jenazah kelima korban hingga ketemu. Selain itu petugas juga akan terus mengejar KKB hingga ke tempat persembunyian terakhir untuk digiring ke meja hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari berbagai keterangan saksi yang masih hidup, lima orang diduga tewas itu memang dibawa ke pegunungan dan lain-lain. Kita akan cari sampai ketemu. Ini adalah tekad kami sebagai petugas negara,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, TNI-Polri telah mengevakuasi 16 jenazah korban pembantaian OPM di Distrik Yigi, Nduga. Semua jenazah itu telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing melalui Timika pada Jumat 7 Desember 2018.

Dari data kepolisian setempat, total 28 orang pekerja jembatan dari PT Istaka Karya mendapat kekerasan di Distrik Yigi, Nduga. Sebanyak 19 orang meninggal dunia, 17 telah ditemukan, tujuh orang selamat, dua jenazah belum ditemukan, dua orang diduga selamat dan masih dalam pencarian. Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja jembatan di Distrik Yigi.

 Terhambat Bukit dan Pegunungan 
Perburuan OPM di Papua Terhambat Bukit dan PegununganSatgas gabungan TNI-Polri terus melakukan perburuan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). [iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty]

Satgas gabungan TNI-Polri terus melakukan perburuan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sebelumnya petugas telah berhasil merebut Distrik Yigi dan Kabupaten Nduga dari kelompok tersebut.

Alhamdulillah TNI-Polri sangat profesional di bidang itu, kita dapat pukul mundur (KKB). Distrik Yigi dan Kabupaten Nduga sudah bisa kita kuasai,” kata Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol M Iqbal, di sela peresmian Klinik Kesehatan Pratama Akpol Semarang di Semarang, Minggu (9/12/2018).

Namun, Iqbal belum menjelaskan titik lokasi persembunyian KKB saat ini belum bisa pastikan, tapi yang jelas di bukit itu sudah clear. Tapi bisa saja di situ kan banyak bukit-bukit dan pegunungan-pegunungan,” terangnya.

Menurut dia, petugas gabungan selain mengejar KKB juga sekaligus mencari lima korban tewas yang tercatat sebagai karyawan PT Istaka Karya. Jasad mereka diduga dibawa KKB dalam pelariannya ke pegunungan-pegunungan.

Melakukan evakuasi korban kan tidak mudah. Kita merebut tempat kejadian perkara itu tidak mudah. Paralel dengan itu, TNI dan Polri akan mengejar sampai di manapun kelompok ini dan kita tangkap kita akan proses hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, dia mengatakan lima korban tewas yang merupakan karyawan PT Istaka Karya dikabarkan dibawa KKB ke pegunungan. Sementara korban tewas lainnya telah berhasil dievakuasi. “TNI-Polri di bawah pimpinan Pangdam dan Kapolda, sedang fokus mencari lima orang yang diduga tewas akibat penembakan. Yaitu lima karyawan Istaka Karya, yang lain sudah dapat dievakuasi,” pungkasnya. (wib)

  SINDOnews  

Minggu, 09 Desember 2018

Roket Buatan Pindad Akan Diuji Coba

Di Banten Ujicoba roket Pindad dengan MLRS Marinir 

Uji coba roket produk roket bernomor R-Han 122B buatan PT Pindad (Persero) rencana awal roket tersebut akan diluncurkan dari kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok namun rencana bergeser menjadi ke Citarate, Banten.

Target sasaran peluncuran roket berada di daerah latihan militer Kostrad yang berlokasi di Pantai Cibenda, Kecamatan Ciemas.

"Ini merupakan program kerjanya Kementrian Pertahanan, uji coba Roket R-Hand 122B awalnya rencana peluncuran dari Cisolok, Sukabumi namun digeser peluncurannya ke daerah Citarate, Banten," kata Komandan Pos AL Palabuhanratu, Lettu Laut Ajat Sudrajat, melalui sambungan telepon dengan detikFinance, Minggu (9/12/2018).

Meskipun lokasi peluncuran bergeser, Pos AL tetap melakukan pengamanan wilayah karena roket tetap akan melintasi wilayah Teluk Palabuhanratu.

Roket Buatan Pindad Akan Diuji Coba di Sukabumi"Kita bersama seluruh jajaran tetap memberikan informasi kepada nelayan dan masyarakat terkait peluncuran ini. Tindakan pengamanan lebih ditujukan pada area yang akan dilintasi roket, yakni di kawasan laut yang berada dalam kordinat garis lurus dari Citarate ke Cibenda," terangnya.

Senada dengan penjelasan tersebut, Komandan Rayon Militer (Danramil) 2201 Cisolok Kapten Inf. Enjang membenarkan pihaknya turut serta melakukan pengamanan jalur yang akan dilalui roket berikut mengerahkan anggota Babinsa memberitahukan ke masyarakat tentang rencana giat tersebut.

"Kita akan melakukan pengawasan jalur yang akan dilalui roket, yaitu teluk Palabuhanratu. Sejauh ini kami sudah lebih dulu memberitahukan terlebih dahulu kepada para nelayan tentang rencana kegiatan tersebut," jelasnya.

"Kami juga bersama-sama melakukan cek lokasi dan plot sasaran atau target dari roket tersebut," imbuhnya.

Peluncuran roket R-Han 122B akan dilaksanakan di selama dua hari, terhitung mulai hari ini. Informasi kegiatan tersebut juga dilakukan melalui selebaran dari Kemenhan melalui surat keputusan Dirjen Pothan Kemhan Nomor 01/Kep/2018. (dna/dna)

  detik  

TNI Bantah Gunakani Bom

Saat Evakuasi Korban Tim yang melakukan evakuasi korban penembakan KKB di Papua. (Wilpret Siagian/detikcom) 

TNI membantah tudingan menggunakan serangan bom saat melakukan evakuasi korban pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua. TNI hanya menggunakan senjata biasa saat terjadi baku tembak dengan KKSB.

"Menanggapi pemberitaan oleh beberapa media yang katanya berdasarkan laporan dari kepala kampung di Yigi mengatakan bahwa dalam proses evakuasi, pasukan TNI melakukan serangan udara dan serangan bom dan mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas menjadi korban, kami perlu tegaskan di sini bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom," kata Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (9/12/2018).

"TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infanteri, yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit. Media dan warga juga bisa melihat bahwa alutsista yang digunakan TNI hanya heli angkut jenis Bell dan MI-17. Tidak ada heli serang, apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom," tegas Kolonel Aidi.

Aidi menyebut baku tembak dengan KKSB bukan dimulai TNI. TNI, katanya, mendapat serangan saat proses evakuasi.

"Selain itu TNI hingga saat ini belum pernah melakukan serangan. Sebaliknya, pada saat melaksanakan upaya evakuasi justru merekalah, KKSB, yang menyerang tim evakuasi sehingga terjadi kontak tembak dan mengakibatkan satu orang anggota Brimob menderita luka tembak," ucap dia.

Kolonel Aidi juga memberi penerangan mengenai isu jatuhnya korban sipil hingga soal zona tempur yang dilemparkan KKSB. Menurutnya, isu tersebut merupakan upaya propaganda KKSB.

"Segala pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bom, dan istilah zona tempur hanyalah upaya propaganda pihak KKSB untuk berusaha menggiring opini publik guna memojokkan TNI-Polri seolah-olah TNI-Polri yang telah melakukan tindakan pelanggaran HAM, sedangkan mereka yang telah membantai puluhan orang warga sipil yang tidak berdosa seakan-akan bukan suatu kesalahan dan ingin mencari pembenaran," tegas Aidi.

 1 Korban Pembunuhan KKSB Papua Kembali Ditemukan 
1 Korban Pembunuhan KKSB Papua Kembali DitemukanJembatan lokasi penembakan 31 pekerja Trans Papua (Istimewa/Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)

Jenazah korban pembunuhan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua kembali ditemukan. Jenazah ditemukan siang tadi.

"Iya, tadi sekitar jam 13.30 WIT, ditemukan pada saat penyisiran daerah di area Puncak Kabo," kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi detikcom, Minggu (9/12/2018).

Dax belum bisa memastikan identitas jenazah yang ditemukan itu. Terdapat luka tusuk dan luka bacok di tubuh korban.

"Identitasnya belum, karena yang bisa identifikasi dari DVI. Tapi yang jelas ada mayatnya ditemukan dengan luka tusuk dan luka bacok," sebut dia.

"Yang jelas luka bacok di belakang, leher belakang," sebut Dax.

Dengan penemuan ini, jenazah yang sudah ditemukan sejauh ini berjumlah 17 orang. Dilansir dari Antara, nama-nama 16 jenazah korban KKB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang sudah ditemukan adalah Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus M, Muh Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi, Yusran, Dino Kondo, Markus Allo, Efrandy Hutagaol, Samuel Pakiding, Anugrah Tolu, Emanuel Beli Naikteas, dan Daniel Karre.

 2 Korban Penyerangan KKSB di Papua Diduga Masih Hidup 
TNI: 2 Korban Penyerangan KKSB di Papua Diduga Masih HidupSebanyak 16 jenazah korban KKSB tiba di Lanud Hasanuddin, Maros, Sulsel, Jumat (7/12) sore. (M Bakrie/detikcom)

TNI-Polri masih mencari korban penyerangan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua. Ada dua korban yang diduga masih hidup.

"Satgas gabungan TNI-Polri akan terus melaksanakan pencarian sisa korban yang belum ditemukan. Sesuai dengan data bahwa masih tersisa dua orang jenazah yang belum ditemukan dan dua orang korban yang diduga masih hidup, hingga sekarang belum diketahui nasibnya," kata Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (9/12/2018).

Kolonel Aidi mengatakan tim gabungan telah menguasai dan menduduki Distrik Yigi dan Mbua. Situasi di Distrik Mbua disebut sudah mulai kondusif.

"Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki Distrik Yigi dan Mbua. Situasi di Distrik Mbua pascapenyerangan KKSB terhadap pos TNI di Mbua pada 3 Desember lalu, masyarakat secara umum mengungsi ke hutan. Namun, sejak kemarin hingga sekarang, warga Mbua sudah mulai berangsur-angsur kembali ke kampung," jelas Kolonel Aidi.

"Dan kegiatan sosial serta roda ekonomi mulai berjalan kembali. Sedangkan di Yigi, situasi kampung masih sepi. Hanya beberapa warga yang bertahan di kampung, sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan," imbuhnya.

Aidi meminta masyarakat Indonesia dan dunia luar mempercayai kerja TNI. Dia menyebut pernyataan dari kubu KKSB Papua hanyalah propaganda.

"Kepada masyarakat Indonesia dan internasional, percayalah, TNI akan bekerja sangat profesional. Terbukti prajurit yang bertugas di PBB mendapatkan penghargaan dan reward dari PBB, bahkan PBB minta kepada Indonesia untuk menambah kuota pasukan PBB untuk menyelesaikan konflik-konflik di seluruh dunia sehingga apa yang dikatakan provokator yang namanya Sabby Sambon semua bohong dan hoax," ucapnya. (gbr/imk)

  detik  

Sabtu, 08 Desember 2018

RI Ambil Alih Ruang Udara Batam dan Natuna dari Singapura

Akhir 2019http://3.bp.blogspot.com/-FY7vorie3Yo/VFBEh43G0qI/AAAAAAAACik/TMen7FgiAAw/s1600/natuna.jpgRuang Udara Batam dan Natuna

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Flight Information Region (FIR) sektor A yang mencakup Batam dan Natuna akan diambil alih Indonesia dari Singapura pada akhir 2019 mendatang.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman telah membentuk tiga tim, terdiri dari Tim Teknis yang mencakup airnav, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), yang menyiapkan sarana dan prasarana untuk pengambilalihan ini. Kemudian, Tim Regulasi yang menyiapkan peraturan dan Tim Diplomasi untuk berunding dengan Singapura dan Malaysia.

"Insyaallah akhir tahun 2019 sudah diambil alih Indonesia," tegas Budi Karya kepada kumparan, Jumat (7/12).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Banguningsih Pramesti, menambahkan saat ini proses yang berjalan dalam tahap melakukan melobi negara Singapura.

"Saat ini tahapnya itu tim kita sedang lobi Singapura agar semuanya dipercepat. Insyaallah akhir tahun 2019 selesai," tambahnya.

 ♖ Kumparan  

Jumat, 07 Desember 2018

Latihan Praktek Simulator AAW/ ASUW

https://3.bp.blogspot.com/-QnfxI4wlrLM/XAqPh9UPo_I/AAAAAAAALuA/eqRC6qS84WUPYscn2GNdC7YuP7iRc7uYQCLcBGAs/s1600/Latihan-Praktek-Simulator-AAW-ASUW.jpgLatihan Praktek Simulator AAW/ ASUW

Kapal perang Republik Indonesia atau KRI menjadi obyek latihan prajurit Koarmada II yang sedang mengikuti Latihan Kesiapsiagaan KRI Koarmada II TA 2018, bertempat di ASTT, Kamis (06/12/2018).

Sebanyak 12 prajurit Koarmada II yang berasal dari beberapa satuan kapal maupun satuan kerja di jajaran Koarmada II, melaksanakan latihan praktek simulator tentang Dual Threat Anti Air Warfare (AAW)/ Peperangan Anti Udara dan Anti Surface Warfare (ASUW)/ Peperangan Anti Permukaan.

Sementara saat manuver lapangan nanti, para prajurit tersebut mempraktekkan materi yang sudah diberikan secara nyata, tiga unsur KRI akan mendukung kegiatan tersebut yakni KRI R. E. Martadinata- 331, KRI Sultan Iskandar Muda- 367, KRI Nagapasa- 403 dan Heli Phanter P-8301.

Adapun tujuan dari latihan kesiapsiagaan ini adalah untuk melatih keterampilan para siswa agar dapat memutuskan bagaimana memanagemen pertempuran, memberikan gambaran picture compilation secara baik, melatih kepercayaan diri dalam melaporkan kontak-kontak, menganalisa, mengidentifikasi, dan memberi aksi dari gambaran picture compilation tersebut.

 ♖ Koarmada II  

KASAU Apresiasi Sistem Baru AYU’18

https://lancerdefense.files.wordpress.com/2018/12/gunakan-sistem-baru-ayu18-dapat-apresiasi-kasau.jpg?w=768Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., memberi apresiasi pelaksanaan latihan posko (Latposko) Angkasa Yudha 2018 (AYU’18). Latihan yang berlangsung selama sepekan ini, telah menorehkan sejarah baru, dengan melatihkan dua pihak dikendalikan serta pertama kalinya menggunakan aplikasi Soyus (sistem olah yudha Seskoau) sebagai visualisasi komputer terhadap skenario pertempuran udara yang telah direncanakan oleh kedua belah pihak (wargaming).

Hasil visualisasi sistem Soyus menggambarkan betapa pentingnya sebuah perencanaan, taktik dan strategi perang udara,” kata Kasau.

Kasau mengatakan hal tersebut dalam sambutannya saat menutup Latposko AYU’18 di Kesatrian Seskoau Lembang Bandung, Jumat (7/12/2018).

Kasau menambahkan, doktrin perang udara selain harus dievaluasi, juga perlu diuji dengan sistem Soyus untuk menerjemahkan skenario latihan.

Kasau berharap Soyus tidak hanya digunakan pada latihan puncak Angkasa Yudha, namun hendaknya dapat digunakan untuk seluruh latihan/geladi posko yang ada di TNI Angkatan Udara, termasuk diaplikasikan pada olah yudha perwira siswa Seskoau.

Meskipun latihan ini tidak menerapkan manuver lapangan, namun pelaksanaan metode geladi posko dan Tactical Air Maneuvre Game (TAMG) tetap dapat dilaksanakan dengan maksimal, khususnya dalam kemampuan penentuan cara bertindak terbaik.

Sebelum menutup latihan, Kasau menyaksikan war gaming yang menggunakan aplikasi Soyus.

Saya sangat mengapresiasi dan bangga kepada seluruh pelaku latihan beserta wasit dan pengendali, meskipun dihadapkan dengan sistem baru tetapi mampu menggunakannya dengan baik,” tambah Kasau.

Hadir pada acara tersebut para Asisten Kasau, para Panglima Kotama TNI AU, Dankorpaskhasau, Dankoharmatau, Danseskoau dan para pejabat TNI AU lainnya.

 ♖ TNI AU  

[Dunia] Ukraina Jajal Rudal Jelajah Neptun

Menghancurkan target pada jarak 280 kilometer. https://lancerdefense.files.wordpress.com/2018/12/uji-coba-sistem-pertahanan-rudal-s-125-ukraina-di-odesa-oblast-rabu-05122018-kementerian-pertahanan-ukraina.jpgUji coba sistem pertahanan rudal S-125 Ukraina di Odesa Oblast, Rabu (5/12/2018). (Kementerian Pertahanan Ukraina)

Produsen pertahanan Ukraina menguji coba rudal jelajah anti-kapal Neptun terbaru dan sistem rudal S-125 yang dimodernisasi. Senjata-senjata Kiev itu diuji coba di Odesa Oblast pada Rabu kemarin.

Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Ukraina, Olexandr Turchynov, mengklaim tes sistem pertahanan rudal serta rudal jelajah anti-kapal berlangsung sukses. Tes senjata ini berlangsung di saat ketegangan antara Ukraina dan Rusia sedang memanas usai bentrok kapal militer kedua negara di Selat Kerch pekan lalu.

Tugas yang ditetapkan hari ini untuk rudal jelajah adalah untuk menunjukkan jangkauan efektif mereka dan kedekatan mereka dalam melibatkan target di atas air,” katanya, saat briefing pers setelah uji coba.

Menurutnya, misil Neptun (atau Neptune) berhasil menghancurkan target pada jarak 280 kilometer.

Meskipun kualifikasinya sebagai sistem pertahanan udara, S-125 juga terlibat melawan target permukaan di Laut Hitam.

S-125 yang dimodernisasi telah membuktikan keefektifannya,” kata Turchynov, yang dikutip dari Kyiv Post, Kamis (6/12/2018).

Ada 8 peluncuran, di mana 8 target di atas air dihantam. Ini adalah hasil yang sangat baik yang menunjukkan bahwa kompleks (senjata) modern ini mampu memastikan perlindungan yang kuat dari agresi baik dari udara dan laut, dan bahwa mereka akan sangat memperkuat pertahanan pesisir garis pantai (Laut) Hitam dan Azov,” paparnya.

UkrOboronProm, produsen misil Neptun mengatakan senjata tersebut adalah rudal jelajah subsonik yang berbasis pada proyek Kh-35. Kh-35 adalah rudal anti-kapal yang dirancang Soviet yang belum selesai, yang kemudian digunakan di Rusia pada tahun 2003.

Neptun, dirancang oleh biro Luch dan diproduksi oleh Artem Plant di Kyiv, dilaporkan mampu menenggelamkan kapal perang dengan bobot hingga 5.000 ton, yang akan mencakup semua kapal permukaan Rusia dan fregat yang saat ini beroperasi.

Rudal itu melakukan penerbangan perdananya pada akhir Maret 2016, dan peluncuran uji coba lainnya yang sukses pada akhir Januari 2018.

Sedangkan Sistem S-125 buatan Soviet yang dioperasikan sejak awal 1960-an secara luas dikenal karena memastikan perlindungan yang sangat mobile terhadap target udara bergerak pada kecepatan hingga 1.500 kilometer per jam. Misil dari sistem pertahanan ini mampu menghantam target dalam jarak hingga 12 kilometer, dan pada ketinggian antara 100 hingga 5.000 meter.

 ♖ SINDOnews  

Kamis, 06 Desember 2018

Progres Pengembangan Pesawat Indonesia - Korea

KF-X/ IF-X https://4.bp.blogspot.com/-Xgom9cQ2MHU/VzUab831Z0I/AAAAAAAAA3M/aJO9Xf0GqdYnjRmpaIEjCHsxo910asTxACK4B/s1600/AS%2BIngkar%2BUntuk%2BMembantu%2BPengembangan%2BPesawat%2BSiluman%2BKFX%2BIFX.JPGIlustrasi KFX/IFX

Korea Selatan (Korsel) menggandeng Republik Indonesia (RI) dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4.5, Korean Fighter Xperiment/ Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) sejak 2011.

Tujuh tahun berlalu, progres proyek kerja sama G to G itu sudah sampai tahap tinjauan desain awal (preliminary design review) guna memastikan konfigurasi pesawat tempur KFX/IFX sesuai persyaratan operasional dari TNI AU dan Republic of Korea Air Force (ROKAF).

Hari ini kami sosialisasi kepada semua stakeholders termasuk Kementerian Pertahanan, Kemenkopolhukam lihat sejauh mana proges setelah yang dilakukan engineer Korsel-Indonesia selama fase Engineering Manufacturing Development (EMD),” ujar Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Gita melanjutkan, hingga saat ini proses pengembangan sudah mencapai 20 persen. Ada tiga tahap yang perlu dilalui, yaitu pengembangan teknologi, EMD, kemudian protoyping.

Usai preliminary design review rampung, kedua negara ini akan mengembangkan prototipe pesawat tempur.

Pesawat-pesawat tempur ini ditargetkan baru bisa diproduksi massal pada 2026 usai uji coba dan sertifikasi.

Kami sudah lalui fase pengembangan teknologi dan EMP. Setahun detil desain itu selesai kira-kira Juli/ Agustus 2019, kita mulai prototypingkemudian pengujian dan sertifikasi,” paparnya.

RI bersama Korsel akomodasi common requirement, nanti dari hasil prototyping harus make sure ini mengakomodasi kepentingan TNI AU, tahap ketiga fase produksi dan marketing,” sambungnya.

Sementara jumlah pesawat yang akan diproduksi mencapai 168, dengan rincian Korsel akan memiliki 120 pesawat dan Indonesia 48 pesawat.

Kita berkontribusi sesuai kesepakatan 20 persen dalam semua hal per fase. Project agreement-nya itu per fase,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pesawat tempur KFX/IFX adalah pesawat semi-siluman multirole generasi 4.5 yang dikembangkan Korsel dan RI. Pesawat tempur ini dirancang untuk menggantikan armada ROFKA dan TNI AU.

Beberapa keunggulan yang dimiliki pesawat tempur KFX/IFX di antaranya semi-stealth, semi conformal missile launcher, advanced avionics dan air refueling.

Dalam MOU, Indonesia menanggung biaya program pengembangan pesawat tempur itu sebesar 20 persen, sementara Korea Selatan 80 persen. Dalam 10 tahun pengembangan yang akan dilakukan hingga 2026, total biaya yang ditanggung Indonesia mencapai Rp 21,6 triliun.

 ♖ Tribunnews  

TNI-Polri Terjunkan Satgas Pemburu Kelompok Egianus Kogoya

Satgas pemburu berangkat ke Nduga usai insiden pembunuhan pekerja proyek jembatan. [antara] ★

K
epala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan pihaknya bersama Polri telah menerjunkan Satgas Penegakan Hukum untuk memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya yang ditengarai menjadi dalang pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua.

Ia menegaskan operasi 'pemburuan' KKB Egianus saat ini sudah dilakukan oleh Satgas Gakkum yang merupakan personel gabungan TNI-Polri tersebut.

"Sejauh ini sudah berjalan operasi penegakan hukum," kata Aidi saat dihubungi, Rabu (5/12).

Satgas Gakkum ini dibentuk sekitar dua bulan lalu, ketika rentetan peristiwa teror dan serangan dilakukan oleh KKB. Satgas ini diisi oleh kekuatan gabungan dari personel Polda Papua dan Kodam Cendrawasih.

"Sudah berjalan sejak rentetan kejadian pembantaian yang dilakukan oleh KKSB itu kita sudah membentuk Satgas Penegakan Hukum. Nah itu sedang berlangsung sampai sekarang," kata dia.

"Sejak peristiwa pembantaian warga sipil di Nduga, ada warga sipil dibantai termasuk anaknya, ada pesawat Trigana Air ditembaki, lalu menyusul ada kejadian di Mapenduma, nah di situlah kita bentuk Satgas Gakkum," kata Aidi.

Dikonfirmasi terpisah, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyebut Egianus Kogoya saat ini masih bertahan di Kabupaten Nduga.

Hal ini sesuai dengan tanggung jawab militer Egianus selaku panglima daerah TPNPB untuk wilayah Nduga.

"Egianus di Mbua, Yigi, itu di Kabupaten Nduga," ujar juru bicara TPNPB Sebby Sambom via telepon kepada CNNIndonesia.com.

KKB pimpinan Egianus Kogoya selama ini punya riwayat 'gelap' di Papua. Dari catatan yang ada, kelompok ini selalu melancarkan aksinya di wilayah Nduga.

Sepanjang 2018 ini, sebelum pembantaian para pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi dan serangan ke Pos Yonif 755/Yalet, setidaknya sudah ada beberapa serangan lain yang mereka lancarkan. Di antaranya penembakan di Bandara Kenyam, Nduga pada 25 Juni, serta penyekapan dan kekerasan seksual terhadap belasan guru dan paramedis di Distrik Mapenduma, Nduga pada 3-17 Oktober.

Jauh sebelumnya kelompok Egianus juga ditengarai menjadi otak penyerangan terhadap pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi pada 12 Desember 2017.

Pekerja proyek bernama Yovicko Sondakh tewas dan anggota Denzipur 10/KYD Prada Didimus Abidondifu yang berjaga di situs proyek luka berat akibat serangan tersebut.

 Kekuatan Satgas 
TNI-Polri Terjunkan Satgas 'Pemburu' KKB Egianus KogoyaIlustrasi pasukan gabungan TNI-Polri buru KKB di Papua. (ANYONG / AFP).

Lebih jauh Aidi menerangkan Satgas Gakkum ini berfungsi untuk mempercepat penangkapan dan memberikan penegakan hukum bagi KKB yang berkeliaran di Papua.

"Khusus karena ini kejadian besar, maka dibentuklah satgas untuk penegakan hukum agar lebih berjalan signifikan," kata dia.

"Sebelum ada satgas ini juga proses penegakan hukum tetap berlangsung, negara kita ini kan negara hukum dan berdaulat," tambahnya.

Meski demikian, Aidi enggan membeberkan berapa jumlah personel Satgas Gakkum yang dikerahkan untuk memburu dan menangkap kelompok Egianus.

Ia menyatakan pihaknya tetap mengedepankan tindakan hukum ketimbang melalui cara militeristik yang represif dalam memburu kelompok Egianus.

"Walaupun kegiatannya di lapangan ya kita lihat sendiri bahwa di Papua ada tindakan separatisme. Kalau sudah separatisme sebenarnya logikanya sudah menjadi ranah TNI. Tapi karena kondisi keamanan di Papua masih tertib sipil, maka mau tak mau kita dibatasi dengan aturan," kata dia

Diketahui, penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

TPNPB pimpinan Panglima Daerah Militer Markodap III Ndugama, Egianus Kogoya sebelumnya sudah menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek jembatan Kali Yigi dan Kali Aura serta penyerangan ke Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua.

Juru bicara TPNPB Sebby Sambon menyebut penyerangan dilakukan untuk mengusir proyek pembangunan infratsruktur di Papua. Mereka menganggap segala macam pembangunan merupakan bentuk lain penjajahan. (osc)

 Kita Bersihkan Mereka 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa aparat keamanan terus mengejar dan menangkap Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB) yang membunuh 19 pekerja proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua.

"Ya akan terus kita kejar, kita kejar mereka, kita bersihkan mereka, kita tangkap mereka," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (5/12).

Mantan Panglima ABRI (sekarang TNI) itu mengatakan pihak kepolisian maupun TNI dapat turut serta mengejar pelaku penembakan tersebut.

Sebab, kata dia, para pelaku itu sudah termasuk dalam kategori Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB) yang berpotensi mengganggu kedaulatan NKRI.

"Namanya gerakan kriminal separatisme bersenjata, polisi maupun militer boleh ngejar," kata dia.

Selain itu, Wiranto tak menampik apabila kejadian penembakan itu berkaitan dengan hari peringatan KKSB yang jatuh pada 1 Desember kemarin.

Oleh karenanya, ia sudah menginstruksikan TNI dan Polri untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Karena mereka ada satu kegiatan 1 Desember itu, ada bakar batu, tapi ternyata ada satu rencana brutal seperti ini. Ya kita kejar," kata dia.

Diketahui, pihak TNI menduga Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya menjadi dalang aksi penembakan puluhan pekerja PT Istaka Karya yang sedang membangun proyek jembatan Trans Papua.

Kelompok Egianus sendiri dikenal kerap melakukan serangkaian serangan penembakan di wilayah Papua.

"Iya [Egianus] kita identifikasi seperti itu dari kelompok yang sama, kita identifikasi dari Mapenduma," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, di Jakarta, Selasa (4/12)

Sebelumnya, Wiranto turut memastikan bahwa terdapat 19 orang yang tewas dalam insiden tersebut.

"Sehingga sekarang ini korban yang mereka tembak dan meninggal jelas itu 19 ya," kata Wiranto.

Sampai saat ini, kepolisian bersama dengan TNI masih melakukan proses evakuasi para korban yang tewas di lokasi tersebut. (DAL)

  CNN  

Rabu, 05 Desember 2018

[Teror] KKB Tembaki Helikopter TNI

Saat Evakuasi Jenazah di Papua Satgas TNI menuju Nduga [antara] ★

K
elompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembaki tiga helikopter TNI yang tengah melakukan pengisian bahan bakar dan mengevakuasi jenazah anggota Pos TNI Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Sersan Dua (Serda) Handoko di Puncak Kabo, Distrik Yigi. Baku tembak antara personel TNI dan Polri dengan KKB pun tak terhindarkan.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Martuani Sormin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden tersebut mengakibatkan baling-baling satu unit helikopter TNI terkena tembakan.

"Benar, yang terkena baling-baling satu unit," ucap Martuani lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/12).

Dia menjelaskan kejadian bermula saat tiga unit helikopter dengan Tim Nanggala berangkat dari Kabupaten Mimika menuju lokasi pembantaian pegawai PT Istaka Karya di Puncak Kabo sekitar pukul 10.00 WIT.

Menurutnya, saat berada di lokasi, helikopter yang tengah melakukan pengisian bahan bakar dan mengevakuasi jenazah Serda Handoko mendapat tembakan dari arah puncak, sehingga Tim Nanggala melepaskan tembakan balasan.

Namun demikian, upaya evakuasi jenazah Serda Handoko berhasil dilakukan.

"Karena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun insiden ini juga mengakibatkan satu anggota TNI yang tergabung di Tim Belukar terkena tembakan di bagian tangan. Saat ini, anggota TNI itu telah dievakuasi ke Pos TNI di Mbua, yang jaraknya sekitar dua jam dengan berjalan kaki dari Puncak Kabo.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut jumlah korban tewas dalam pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di proyek jembatan jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga, Papua, berjumlah 19 orang.

Tragedi ini terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT dan diduga didalangi KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menduga dalang pembunuhan para pekerja PT Istaka Karya di Nduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Panglima Daerah Militer Markodap III Ndugama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Egianus Kogoya menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek jembatan Kali Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pengakuan ini disampaikan oleh juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

"Betul itu," ujar Sebby singkat kepada CNNIndonesia.com yang dihubungi melalui telepon, Rabu (5/12).

Sebby juga membenarkan serangan di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua juga dilakukan oleh kelompok Egianus. (mts/pmg)

 Kelompok Egianus Kogoya Akui Dalangi Pembantaian di Nduga 

Panglima Daerah Militer Markodap III Ndugama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Egianus Kogoya menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek jembatan Kali Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pengakuan ini diklarifikasi langsung oleh juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

"Betul itu," ujar Sebby singkat kepada CNNIndonesia.com yang dihubungi melalui telepon, Rabu (5/12).

Sebby juga membenarkan bahwa serangan yang terjadi di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua juga dilakukan oleh kelompok Egianus.

Sebby menjelaskan sedari awal kelompok mereka memang menyasar proyek jembatan tersebut. Setidaknya sudah tiga bulan kelompok Egianus memantau pekerja di proyek tersebut.

"Betul, semua kami yang lakukan," ujar Sebby.

Insiden di Kali Yigi terjadi pada Minggu (2/12) lalu. Aparat keamanan sebelumnya sudah menduga bahwa serangan ini dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.

Humas Polda Papua menyebut korban yang jatuh di proyek jembatan itu adalah pekerja PT Istaka Karya (Persero). Sementara serangan di pos militer di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, berujung pada tewasnya seorang anggota TNI Yonif 755/Yalet.

Sebby menjelaskan bahwa serangan itu untuk mengusir pembangunan yang sedang berlangsung. Ia berkata segala macam pembangunan infrastruktur di tanah Papua merupakan bentuk lain penjajahan.

"Kami menolak kebijakan pembangunan jalan, jembatan, atau apapun. Kami hanya menuntut hak kemerdekaan," tegas Sebby.

TPNPB atau KKB pimpinan Egianus Kogoya selama ini punya riwayat 'gelap' di Papua. Dari catatan yang ada, kelompok ini selalu melancarkan aksinya di wilayah Nduga.

Sepanjang 2018 ini, sebelum pembantaian para pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi dan serangan ke Pos Yonif 755/Yalet, setidaknya sudah ada beberapa serangan lain yang mereka lancarkan. Di antaranya penembakan di Bandara Kenyam, Nduga pada 25 Juni, serta penyekapan dan kekerasan seksual terhadap belasan guru dan paramedis di Distrik Mapenduma, Nduga pada 3-17 Oktober. (osc/gil)

  CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...