Selasa, 10 Desember 2019

Wamenhan Jajal Kendaraan Bushmaster

Kunjungi pabrik Thales AustraliaWamenhan Jajal Bushmaster [IG Kemhan] ★

W
akil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengunjungi pabrik pembuatan kendaraan tempur Thales di Bendigo, Australia, Senin.

Bahkan, Wamenhan juga sempat menjajal sejumlah kendaraan unggulan Thales, seperti Bushmaster, kendaraan lapis baja antiranjau dan Hawkei, kendaraan lapis baja ringan.

"Kita mau melihat kemampuan dan peluang kerja sama antara Thales dengan industri pertahanan Indonesia, seperti Pindad," kata Sakti, melalui pernyataan tertulis.

Sebagai bagian dari "commonwealth" atau negara persemakmuran Inggris, kata dia, Australia memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) didominasi yang sesuai standar NATO.

Sanca, ditawarkan Pindad pada pameran alutsista {JAAS]

Menurut dia, Australia juga merupakan negara yang banyak melakukan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan, namun tidak banyak yang diindustrialisasi menjadi produk "masterpice", melainkan lebih cenderung sebagai "global supply chain".

Dengan kondisi itulah, lanjut dia, hal yang perlu didorong sebagai potensi kerja sama adalah meningkatkan produk nasional Indonesia menjadi produk yang berstandar internasional atas produk "First Article" yang belum digunakan oleh pemakai.

Di antaranya, Drone/PTTA, Swamboat, RCWS, Depth Personnel Vehicle, Ground to Air Radio, air combat manouvering instrumentation.

Untuk diketahui, fasilitas Pabrik Thales di Bendigo selama ini fokus memproduksi kendaraan tempur jenis Bushmaster dan Hawkei.

Bushmaster memiliki keunggulan pada daya tahan terhadap serangan ranjau, dan dengan desain yang dibuat Thales selama beroperasi di medan tempur belum ada pernah korban jiwa.

  antara  

Senin, 09 Desember 2019

Forum Kerjasama Indonesia - Turki

The 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI–TurkiThe 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI–Turki merupakan forum kerjasama bilateral antara kedua negara bidang Industri Pertahanan yang telah berlangsung sejak tahun 2011 berdasarkan Agreement on Defence Industry Cooperation between the government of the Republic of indonesia and the Government of the Republic of Turkey.

Keberhasilan forum tersebut menjadi tanda semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Turki. Kemhan RI berharap bahwa Defence Industry Cooperation Meeting yang ke–8 yang dilaksanakan di Hotel Orchardz, Jalan Industri, Jakarta Pusat pada tanggal 5 s.d. 6 Desember 2019 juga dapat memperkuat kerja sama bilateral pertahanan kedua negara seperti yang diharapkan bersama. Kedua negara telah sepakat melanjutkan kerja sama bidang Industri Pertahanan lebih intensif melalui “Indonesia–Turkey Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting” yang telah disepakati oleh kedua negara pada tahun 2011.

Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M. Si memimpin kegiatan The 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI–Turki pada 5 s.d 6 Desember 2019, bertempat di Hotel Orchardz Jakarta Pusat, Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari pejabat Kemhan, KKIP, Angkatan, Kementerian/Lembaga Terkait dan Industri Pertahanan (PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Dahana, PT. LEN, PT.PAL, PT.NTP, PT. Garda Persada, PT. Jala Berikat, PT. Bhimasena, PT. Ridho Agung Mitra Abadi, PT. T & E Simulation dan PT. Lundin Sedangkan Delegasi Turki dipimpin oleh Vice President of Presidency of Defenc Industries (SSB) of the Republic of Turkey, Mr. Serdar Demirel beserta 31 orang.

https://1.bp.blogspot.com/-yoAh2LAH9P4/W4ZQK4xsj7I/AAAAAAAALbI/qrz89MYAfich_NfbzjGxP08cDG8mkpfhACPcBGAYYCw/s1600/Pinda-FNSS%2BMedium%2BTank%2Blive%2Bfiring%2B%255BRadar%2BBandung%255D_5261635211648565248_n.jpgForum kerjasama bilateral antara kedua negara bidang Industri Pertahanan yang telah berlangsung sejak tahun 2011 berdasarkan Agreement on Defence Industry Cooperation between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Turkey. Keberhasilan forum tersebut menjadi tanda semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Turki.

Kemhan RI berharap bahwa Defence Industry Cooperation Meeting yang ke–8 yang juga dapat memperkuat kerja sama bilateral pertahanan kedua negara seperti yang diharapkan bersama. Kedua negara telah sepakat melanjutkan kerja sama bidang Industri Pertahanan lebih intensif melalui “Indonesia–Turkey Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting yang telah disepakati oleh kedua negara pada tahun 2011.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Program produksi bersama untuk Tank kelas menengah (Medium Tank) telah selesai dan sedang memasuki tahap produksi massal. Kerjasama antara PT. Dirgantara Indonesia dan TAI pada pesawat N291, N245 yang MoM nya telah ditanda tangani pada tanggal 30 april 2019 namun masih perlu diskusi lebih lanjut. Selanjutnya kerjasama antara ASELSAN dan PT. LEN di mana memasuki tahap proses produksi, pelatihan pilot Indonesia pesawat CN–235 masih dilakukan pada tahun 2019. Hannya 16 pilot dari rencana 40 pilot yang dilatih dan 12 pilot direncanakan untuk tahun 2020.

Ilustrasi Roket Rokestan [wikipedia]

Sementara itu, produksi bersama terhadap rocket berkaliber 122 mm dan kaliber lainnya antara ROKETSAN dan PT. PINDAD/PT. Dirgantara Indonesia telah disepakati. Kerjasama antara STM dan Angkatan Laut Indonesia dalam Attack Drone telah dilakukan oleh Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut pada 4 – 6 Juli 2019 di Golcuk.

Industri Pertahanan Indonesia saat ini juga telah mampu menyediakan dan memproduksi peralatan dan dukungan sistem yang digunakan oleh TNI. Industri Pertahanan Indonesia siap untuk berkolaborasi dan bahkan sudah ada yang telah berkolaborasi dengan industri pertahanan Turki, perusahaan tersebut antara lain: PT. Pindad, PT Len, PT. Bhimasena dan PT. ITS.

Pada hari pertama kedua negara mempresentasikan Industri Pertahanannya masing–masing tentang kemampuan memproduksi, kerjasama yang telah dijalani selama ini dan peluang kerjasama kedepan. Dari Indonesia di wakili oleh TNI, PT.Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. LEN, PT. Garda Persada, PT. NTP. Sedangkan dari Turki, dipresentasikan oleh ASEAF, STM, TAI, BAYKAR, ROKETSAN, HAVELSAN, ASELSAN, FNSS, BMC, KOLUMAN, GOKSER MAKINA, SARSILMAZ.

Setelah melaksanakan presentasi antara kedua negara, dilanjutkan dengan Diskusi dan pembahasan Items Action List yang akan disepakati. Items Action List merupakan hasil meeting yang akan dilaksanakan sampai dengan DICM RI–Turki ke–9 nanti di Turki. Agenda pada hari kedua yaitu melaksanakan penadatanganan MoM hasil meeting hari pertama, B to B antara Industri kedua negara, Courtesy Call dengan Sekjen Kemhan dan kunjungan ke PT. Jala Berikat dan PT. Ridho Agung Mitra Abadi.

  Kemhan  

Minggu, 08 Desember 2019

Menhan Ghana Kunjungi Pindad

Pindad Tunjukkan Kualitas ProdukKunjungan Menhan Ghana di Pindad [Pindad] ★

D
irektur Utama PT Pindad (Persero) Abraham mose menerima kunjungan Menteri Pertahanan Republik Ghana Dominic BA Nitiwul, Kamis (21/11/2019). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih jauh industri pertahanan Indonesia, yang sekaligus guna mempererat hubungan baik antar kedua negara.

Pertemuan diawali dengan penyampaian profil perusahaan dan produk-produk yang telah diproduksi, baik itu produk pertahanan dan keamanan maupun produk industrial.

"Selama 16 tahun, hubungan bilateral Indonesia dan Ghana telah terjalin sangat baik, untuk itu lebih khusus kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh industri pertahanan Indonesia," ujar Dominic.

Menhan Ghana Dominic BA Nitiwul mengaku senang jika bisa berkolaborasi dan transfer teknologi. Ia mengutarakan ketertarikannya melihat fasilitas produksi PT Pindad karena ingin mengetahui kemampuan PT Pindad dalam memproduksi alat pertahanan.

Usai menyimak paparan, Rombongan kemudian mengunjungi berbagai fasilitas produksi. Menhan Ghana menunjukkan ketertarikannya dengan salah satu produk industrial yaitu Excava Amphibious, produk ekskavator generasi terbaru yang dirancang untuk dapat beroperasi diatas air.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan defile parade kendaraan fungsi khusus buatan Pindad yang terdiri dari Komodo dan Anoa berbagai varian, Medium Tank harimau dan Badak.

Menutup lawatannya ke Pindad, Menhan Ghana memuji performa dan kualitas senjata berbagai varian seperti SS2 V4, PM3 dengan silencer, Pistol G2 Combat, G2 Elite dan Pistol Armo V3.

  Pindad  

Sabtu, 07 Desember 2019

RI-Australia Bahas Rencana Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Ilustrasi [Istimewa]

Pemerintah Indonesia dan Australia membahas rencana kedua negara untuk melakukan pengiriman pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) secara bersama atau co-deployment.

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi serta Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds dan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mendiskusikan hal itu dalam pertemuan bersama atau "2+2" meeting di Bali, Jumat.

"Kami juga akan membahas kemungkinan untuk pertama kali melaksanakan co-deployment dalam operasi pasukan penjaga perdamaian (peacekeeping operations) untuk PBB. Jadi ini mungkin sesuatu yang baru yang akan kami rintis, mudah-mudahan kami akan mencapai hal itu," ujar Prabowo kepada wartawan.

Linda Reynolds menyebut rencana co-deployment tersebut sebagai bentuk pendalaman kerja sama untuk isu penjaga perdamaian, bantuan kemanusiaan, serta penanggulangan bencana.

"Ini adalah bab baru yang sangat menarik dari relasi di bidang pertahanan kami. Indonesia adalah negara sepuluh besar yang berkontribusi dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB, dan Australia sangat menghormati pengalaman Indonesia di bidang ini," kata Reynolds.

Pertemuan bilateral "2+2" ini merupakan pertemuan kedua bagi Prabowo dan Reynolds dengan jabatan mereka sebagai menteri pertahanan. Sebelumnya, mereka bertemu dan berdiskusi dalam Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN-Plus di Bangkok, Thailand.

Menurut kedua menteri pertahanan tersebut, hubungan antara Indonesia dan Australia telah terjalin dengan sangat baik.

"Secara garis besar, hubungan keduas negara memuaskan sampai saat ini, dan kita mencari bidang-bidang baru, upaya-upaya baru untuk lebih mempererat dan meningkatkan hubungan ini karena kami memandang Australia sebagai sahabat dan mitra penting," tegas Prabowo.

Reynolds juga menyampaikan pernyataan yang serupa, "Kita adalah rekan yang alamiah, namun bukan hanya karena tetangga dekat, melainkan karena kita juga memiliki tujuan strategis yang sama dan kita memutuskan untuk berteman."

  ⚓️ Tempo  

Jumat, 06 Desember 2019

KRI RE Martadinata-331 Indonesian Navy Flagship

⚓️ Guided Missile Escort SIGMA Class KRI REM 331 [IG PAL]

This ship has 105 meters length overall and 2,365 tons weight. Cruising distance on ship service speed using full bunker not less than 20 days. Maximum speed is designed at 28 knots. This ship’s capacity can accommodate troops and crew up to 122 persons.

This ship has 2 functions, the primary functions are anti air warfare, anti surface warfare and anti submarine warfare.

The secondary functions are maritime security & safety and disaster relief/ humanitarian aid.

  ⚓️ PAL 

Pengujian Meriam 40mm & 120mm KRI Malahayati-362

Uji coba meriam 120mm dan 40mm KRI Malahayati 362  [IG PAL]

Pada kegiatan Sea Acceptance Test (SAT) 27-29 November 2019, telah dilakukan pengujian meriam 40mm & 120mm pada KRI Malahayati-362. Digunakan objek sasaran tembak balon untuk firegun 40mm dan objek sasaran pulau gundul untuk firegun 120mm.

Pada saat pengujian, kedua senjata tersebut berhasil melakukan uji tembak. Hal ini menunjukkan kapasitas dan kapabilitas PT PAL Indonesia (Persero) dalam menjalankan setiap projek yang didapatkan.

  ⚓️ PAL  

Kamis, 05 Desember 2019

[Foto] Industri Alat Pertahanan dan Keamanan Indonesia

Sejumlah produk industri pertahanan dipamerkan di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12). (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Pameran diikuti oleh 25 perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan. Produk yang dipamerkan merupakan produksi dalam negeri. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Pameran diikuti oleh 25 perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan. Produk yang dipamerkan merupakan produksi dalam negeri. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
 Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto hadir dan meninjau pameran alutsista di Kemhan, Jakarta Pusat. Prabowo meninjau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto hadir dan meninjau pameran alutsista di Kemhan, Jakarta Pusat. Prabowo meninjau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Prabowo dan Hadi Tjahjanto berkeliling area pameran. Mereka melihat beberapa industri pertahanan, seperti kapal selam, pakaian prajurit, drone, misil, dan kendaraan perang. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Prabowo dan Hadi Tjahjanto berkeliling area pameran. Mereka melihat beberapa industri pertahanan, seperti kapal selam, pakaian prajurit, drone, misil, dan kendaraan perang. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Prabowo optimistis lima tahun lagi Indonesia menjadi lebih mandiri dalam industri pertahanan.

Prabowo optimistis lima tahun lagi Indonesia menjadi lebih mandiri dalam industri pertahanan. "Sekarang saya bangga sudah punya kemampuan seperti sekarang," kata Prabowo. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jubir Kemenhan Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengatakan Belanja Alutsista juga akan diarahkan untuk perimbangan kekuatan pertahanan, khususnya kapal-kapal perang Angkatan Laut, pesawat tempur Angkatan Udara dan Darat. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Jubir Kemenhan Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengatakan Belanja Alutsista juga akan diarahkan untuk perimbangan kekuatan pertahanan, khususnya kapal-kapal perang Angkatan Laut, pesawat tempur Angkatan Udara dan Darat. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Sejumlah produk industri pertahanan dipamerkan di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12). (CNN Indonesia/Andry Novelino)

  CNN  

TNI AL Kirim 2 Kapal Perang Patroli di Selat Malaka

Kerjasama Jaga Keamanan Selat Malaka Patroli Koordinasi Malaysia dan Indonesia atau Patkor Malindo 146/19 antara TNI AL dan TLDM resmi digelar di Mako Lantamal l Belawan-Sumatera Utara. (CNN Indonesia/FNR)

P
atroli Koordinasi Malaysia-Indonesia atau Patkor Malindo 146/19 antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) resmi digelar di Mako Lantamal l Belawan-Sumatera Utara, Rabu (04/11/19). Kerja sama patroli koordinasi antara unsur TNI AL dengan TLDM dijalin demi meningkatkan keamanan di Selat Malaka.

Pada Patkor Malindo 146/19 kali ini, TNI AL melibatkan dua kapal perang yakni KRI Siwar-646 dan KRI Lepu-861. Sedangkan pihak TLDM mengirimkan dua kapal perang antara lain KD Laksamana Hang Nadim-134 dan KD Laksamana Tan Pusmah-137 yang telah tiba di Dermaga Lantamal l Belawan.

"Patkor Malindo 146/19 akan dilaksanakan selama 12 hari dan ditutup pada 17 Desember 2019 di Malaysia," kata Asops Danguskamla (Asisten Staf Operasi Gugus Keamanan Laut) Armada I Kol. Laut (P) Harry Setiawan di Mako Lantamal l.

Harry mengatakan posisi strategis Selat Malaka merupakan salah satu dari sembilan choke points atau titik sempit di dunia. Selat Malaka merupakan jalur pelayaran, di samping itu juga menjadi jalur perdagangan internasional yang memiliki lalu lintas terpadat.

"Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka," ungkapnya.

Harry mengatakan peningkatan kerja sama dan koordinasi terus ditingkatkan menyesuaikan perkembangan lingkungan strategis dan kompleksitas permasalahan laut, terutama di Selat Malaka.

"Unsur laut Patkor Malindo akan tetap berpedoman pada protap dan saling berkoordinasi selama pelaksanaan operasi serta mengutamakan keselamatan di dalam melaksanakan tugas," paparnya.

Ketua Gugus Tugas (KGT) TLDM Commander Mochamad Khairun bin Zakaria TLDM mengatakan Patkor Malindo dilakukan sejak lama dan melibatkan banyak kapal perang antara kedua negara.

"Ini diharapkan mampu menangani segala ancaman di Wilayah Selat Malaka. Kita ingin mengakrabkan dan meningkatkan hubungan baik antara kedua negara serta mengakrabkan seluruh personel kapal perang yang terlibat langsung," ujarnya. (fnr/gil)

  CNN  

Rabu, 04 Desember 2019

LEN Bakal Penuhi 35 Persen Kebutuhan Alutsista

Kurangi Impor Alutsistahttps://1.bp.blogspot.com/-DyYet1p8o0s/XeaAe6aCZlI/AAAAAAAAMRw/75PWvVRDzp0ThrPumkvHQqwDve-gC4QBQCLcBGAsYHQ/s320/LEN%2BASR_OfOU4AECRa6.jpegIlustrasi salah satu radar produk PT LEN [IG LEN]

PT LEN Industri menargetkan mampu memenuhi 35 persen kebutuhan pengadaan alutsista nasional di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam lima tahun ke depan. Target ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi impor alutsista.

Direktur Utama LEN Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan target itu akan dikejar secara bersama-sama oleh para perusahaan negara di bidang industri pertahanan, misalnya PT Dirgantara Indonesia dan PT PAL Indonesia. Saat ini, para BUMN baru bisa memenuhi sekitar 13 persen kebutuhan pengadaan alutsista Kemenhan.

Harapan kami bisa memenuhi sekitar 35 persen dalam lima tahun ke depan, kalau bisa malah per tahun mencapai 30 persenan. Khusus LEN, tahun lalu kami penuhi dengan nilai kontrak Rp 1 triliun, tahun depan diupayakan mencapai Rp 2 triliun,” ujar Zakky kepada CNN di Kementerian BUMN, Selasa (3/12).

Untuk mengejar target tersebut, sambungnya, perusahaan bersama para rekan kerja tengah mengkaji dan memetakan pembangunan industri pertahanan sekaligus alutsista dalam negeri.

Salah satunya mengoptimalkan pemenuhan bahan baku agar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bisa mencapai 50 persen sampai 60 persen, sehingga impor bahan baku bisa dikurangi.

Selain itu, Kemenhan pun, kata Zakky, tengah mendata apa saja kebutuhan pengadaan alutsista mereka ke depan. Tujuannya, agar industri nasional bisa bersiap untuk memenuhi setiap komponen alutsista secara jangka panjang.

https://1.bp.blogspot.com/-dM-RJXDubLY/XeaAecdcztI/AAAAAAAAMSE/UAh7qh7T-KoNdZuRswCNpTL-jEbhNBxhACPcBGAYYCw/s1600/LEN%2BEC7_LjGU8AAlyBs.jpegKemudian, para perusahaan negara juga terus memetakan kerja sama yang mungkin dilakukan dengan rekan kerja dari luar negeri agar pengembangan industri serta transfer teknologi bisa terjadi. Penjajakan dilakukan dengan negara-negara di kawasan Eropa, Rusia, hingga Amerika Serikat.

Misalnya juga pesawat tempur, kan kami belum bisa buat sendiri, maka kami jajak kerja sama dengan Korea Selatan, apakah bisa alternatif pesawat tempur ke depan, begitu juga kapal selam. LEN sendiri mau fokus penuhi kebutuhan radar dulu,” jelasnya.

Di sisi lain, perusahaan juga memaksimalkan kerja sama di dalam negeri dengan rencana pembentukan kluster industri pertahanan bersama PTDI, PT PAL, PT Pindad, dan PT Dahana. Sebelumnya, kelima perusahaan pelat merah dikabarkan akan membentuk holding perusahaan dengan induk PTDI.

Sementara ini baru kluster, mungkin nanti ujungnya ke holding, tapi kami tunggu arahan selanjutnya. Tapi memang kami baru terima SK dari Menteri BUMN (Erick Thohir) bahwa LEN ditunjuk sebagai ketua tim percepatan kluster, mudah-mudahan ini segera berjalan,” tuturnya.

Zakky percaya kluster industri pertahanan ke depan tak hanya bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pengadaan alutsista nasional, namun juga memberi keuntungan bagi perusahaan secara bisnis. Sebab, kluster bisa membuat penetrasi pasar kelima perusahaan membesar.

Lalu, bisa memudahkan masing-masing perusahaan dalam mencari sumber pendanaan, peningkatan aset dan modal, hingga negosiasi proyek yang lebih besar. Sebagai gambaran, Kemenhan memiliki pagu anggaran sebesar Rp 109,55 triliun pada APBN 2019. Anggaran tersebut akan meningkat menjadi Rp 127,35 triliun pada APBN 2020.

Dari anggaran 2020, alokasi untuk pengadaan alutsista sekitar Rp 14,53 triliun. Namun, alokasi itu belum termasuk anggaran pemeliharaan dan perawatan hingga modernisasi alutsista yang memiliki anggaran sendiri.

Sayangnya, dari alokasi pengadaan alutsista itu, baru 13 persen yang dipenuhi oleh industri dalam negeri, seperti LEN Industri Cs. Sisanya, dari impor.

 ♖ CNN  

[Foto] Pameran Alutsista Kemhan

Berikut dibawah ini foto kompilasi alutsista produk nasional dari berbagai media pada pameran alutsista di Kemhan, Jakarta.

Pameran Alutsista di Halaman Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (03122019). (Merdeka) 1
Pameran alusista produk dalam negeri [Merdeka]

Pameran Alutsista di Halaman Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (03122019). (Kumparan) 3
Beberapa jenis bom produksi Dahana dengan inhan swasta [Kumparan]

Pameran Alutsista di Halaman Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (03122019). (Kumparan) 4
Prototipe rudal nasional kerjasama Kemhan [Kumparan]

Pameran Alutsista di Halaman Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (03122019). (Kumparan) 5
UAV produk dalam negeri [Kumparan]

Pameran Alutsista di Halaman Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (03122019). (Kumparan) 6
Alat pendukung tempur pasukan TNI produk dalam negeri [Kumparan]

Pameran Alutsista di Halaman Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (03122019). (Kumparan) 8
Ranpur produksi dalam negeri yang telah digunakan TNI [Kumparan]

  Garuda Militer  

Selasa, 03 Desember 2019

LEN Menjadi Ketua Tim Percepatan Industri Pertahanan

Pindad MenyusulSalah satu radar karya PT LEN [IG LEN] ★

M
enteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk PT Len Industri (Persero) sebagai ketua tim percepatan industri pertahanan. Hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyetop impor alutsista.

Direktur utama Len Zakky Gamal Yasin mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat keputusan (SK) terkait penunjukkan itu. Oleh karena itu, Len mengebut penyelesaian Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang nantinya akan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJMN) 2020-2024.

Dengan percepatan industri pertahanan diharapkan dapat meningkatkan industri lokal alutsista.

https://1.bp.blogspot.com/-d5NwbbzP7ZI/XeaCpUeNC_I/AAAAAAAAMSc/kPphITFXhrMifiPNDTcL3qpZ895XZLWNQCLcBGAsYHQ/s1600/Screenshot_2019-11-28%2BIndonesia%2BDefence%2BForum.pngIndustri pertahanan adalah salah satu yang di push. Kami baru menerima SK dari Pak Menteri, kami dikejar waktu untuk menyelesaikan RJPP,” kata Zakky, di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (3/12).

Untuk mendukung industri lokal di sektor pertahanan, Zakky juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan membentuk induk BUMN pertahanan. Selain Len, yang akan masuk dalam induk tersebut yakni PT Pindad.

Menurutnya, pembentukan induk ini akan mempermudah BUMN di sektor pertahanan mencari pendanaan dalam mengembangkan alutsista.

Kalau kami bersatu akan lebih mudah melakukan penetrasi pasar. Sehingga memudahkan kami dalam mencari pendanaan,” ujarnya.

  Katadata  

Tingkatkan Industri Pertahanan

Gandeng 25 Perusahaan SwastaIlustrasi Medium Tank Harimau [Pindad] ★

K
ementerian Pertahanan (Kemhan) menggelar pameran industri alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dalam negeri. Menhan Prabowo Subianto mengatakan pameran tersebut adalah salah satu upaya untuk mengandeng swasta dalam meningkatkan pertahanan dan keamanan nasional.

"Saya dapat tugas dari Bapak Presiden untuk meningkatkan peran industri pertahanan dalam negeri dalam pengadaan alutsista untuk kepentingan pertahanan kita," ujar Prabowo di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

"Jadi selama ini saya dengan wakil menteri, kami sudah keliling. Untuk mempercepat proses, kami undang industri pertahanan swasta," imbuhnya.

Prabowo mengatakan kemampuan pertahanan nasional saat ini sudah sangat baik dan maju. Dia optimis dalam lima tahun ke depan Indonesia akan mandiri dalam industri pertahanan.

"Alhamdulillah kemampuan kita sudah sangat baik, sangat maju, tentunya ada bagian-bagian yang masih harus kita mengadakan litbang lagi, tapi insyaAllah saya optimis lima tahun lagi kita akan menjadi lebih mandiri, berdiri di atas kaki kita sendiri," kata dia.

Prabowo mengatakan industri pertahanan BUMN dan swasta harus bekerja sama dalam meningkatkan pertahanan. Sementara bentuk kerjasama tersebut masih didalami oleh Ketum Gerindra itu.

"Saya katakan tadi bahwa kita juga berfikir domain nasional, swasta, kita semua anak bangsa. Swasta adalah bagian vital dari ekonomi kita. BUMN dan swasta harus bekerjasama, nanti kita bisa cari formulanya. Tidak ada masalah, BUMN lead integrator tapi swasta semua ikut dengan aktif," ucapnya.

Sementara itu Ketua Harian Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas), Jan Pieter Ate, menyebut terdapat 25 perusahaan swasta yang berpartisipasi dalam pameran itu. Dia mengatakan perusahaan negeri dan swasta harus bekerjasama dalam meningkatkan pertahanan dan keamanan negara.

"Pameran hari ini diikuti 25 industri pertahanan swasta nasional, industri pertahanan dalam negeri yang menampilkan produk-produk anak bangsa. Di sana menggambarkan bangsa Indonesia yang luar biasa dari berbagai aspek maka harus dikawal, mengawalnya dari sektor industri pertahanan menyampaikan bahwa negara ini harus kuat, kuat negaranya itu kalau disokong oleh industri pertahanan untuk memiliki Industri pertahanan yang kuat," ujar Jan.

Pameran industri ini berlangsung di halaman gedung Kemhan. Beragam jenis produk Alpalhankam dan alutsista hasil karya anak bangsa dipamerkan.

 5 Tahun Lagi Lebih Mandiri 
 Prabowo mengatakan industri pertahanan BUMN dan swasta harus bekerja sama dalam meningkatkan pertahanan.Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku kondisi alutsista RI saat ini sudah membanggakan. Prabowo optimistis Indonesia akan lebih mandiri di bidang alutsista dalam 5 tahun ke depan.

"(Kondisi alutsista) sangat membanggakan, kita sudah memiliki kemampuan-kemampuan yang sangat bagus," kata Prabowo setelah meninjau pameran Industri Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan di Kompleks Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Prabowo menuturkan, dia dan Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono ditugasi Presiden Jokowi untuk meningkatkan peran industri pertahanan dalam negeri guna pengadaan alutsista. Hal itu untuk kepentingan pertahanan RI.

"Jadi selama ini saya dengan wakil menteri, kita sudah keliling. Untuk mempercepat proses kita undang industri pertahanan swasta. Alhamdulillah kemampuan kita sudah sangat baik, sangat maju, tentunya ada bagian-bagian yang masih harus kita mengadakan litbang lagi, tapi insyaallah saya optimistis lima tahun lagi kita akan menjadi lebih mandiri, berdiri di atas kaki kita sendiri," ujarnya.

"Sekarang saya bangga sudah punya kemampuan seperti sekarang," imbuhnya.

Disinggung soal UU Nomor 16 Tahun 2012 yang mengatur soal swasta tidak diutamakan dalam produsen alutsista, Prabowo mengatakan jangan mendikotomi nasional-swasta. Prabowo menekankan BUMN dan swasta harus bekerja sama.

"Tidak masalah, saya katakan tadi bahwa kita jangan berpikir domain nasional, swasta, kita semua anak bangsa. Swasta adalah bagian vital dari ekonomi kita, BUMN dan swasta harus bekerja sama, nanti kita bisa cari formulanya. Tidak ada masalah, BUMN lead integrator tapi swasta semua ikut dengan aktif," ucapnya.

Sementara itu, Prabowo mengatakan anggaran alutsista Indonesia terendah di Asia Tenggara. Tidak sampai satu persen dari gross domestic product (GDP).

"Anggaran kita di Asia Tenggara terkecil dibanding negara tetangga kita. Kita tidak sampai 1 persen dari GDP, baru sekitar 0,8 persen. Ini yang saya perjuangkan, supaya anggaran bisa ditingkatkan untuk menjamin kedaulatan kita, menjaga wilayah kita, mengamankan kekayaan kita supaya tidak dicuri bangsa lain," paparnya.

Meski begitu, Prabowo mengaku punya prioritas dalam bidang alutsista. Namun Prabowo enggan membeberkannya di publik.

"Ada, tapi tidak akan saya sampaikan di depan kalian. Banyak mata dan telinga di sini," pungkasnya.

 Bangga dengan Alutsista Indonesia 
Tingkatkan Industri Pertahanan, Prabowo Gandeng 25 Perusahaan SwastaMenteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto kini mengaku bangga dengan alutsista Indonesia. Pada pilpres lalu, Prabowo sempat menyebut sistem pertahanan Indonesia masih lemah.

"Sekarang saya bangga sudah punya kemampuan seperti sekarang," kata Prabowo setelah meninjau Pameran Industri Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan di kompleks Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Prabowo mengaku kondisi alutsista RI saat ini sudah membanggakan dan sudah memiliki kemampuan-kemampuan yang sangat bagus. Prabowo optimistis Indonesia akan lebih mandiri di bidang alutsista dalam 5 tahun ke depan.

"Jadi selama ini saya dengan wakil menteri, kita sudah keliling. Untuk mempercepat proses kita undang industri pertahanan swasta. Alhamdulillah kemampuan kita sudah sangat baik, sangat maju, tentunya ada bagian-bagian yang masih harus kita mengadakan litbang lagi, tapi insyaallah saya optimistis lima tahun lagi kita akan menjadi lebih mandiri, berdiri di atas kaki kita sendiri," ujarnya.

Prabowo pernah mengungkap soal isu budaya 'ABS' dalam pengadaan alutsista. Prabowo mulanya menyebut sistem pertahanan Indonesia masih lemah. Sebagai purnawirawan TNI bintang tiga, Prabowo mengaku tahu betul seluk-beluk dunia militer. Prabowo menjelaskan masih banyaknya budaya 'ABS', termasuk saat ia berkarier di TNI.

"Saya pengalaman, Pak, di tentara. Budaya 'ABS' banyak, Pak. Kalau ketemu panglima, 'Aman semua, terkendali Pak, radar cukup, Pak.' Saya tidak menyalahkan Bapak. Ini 'ABS'. Jadi mohon dikaji lagi," kata Prabowo di panggung debat di Hotel Shangri-La, Sabtu (30/3).

Prabowo mengingatkan sebagian besar 'pembantu' Jokowi memberikan keterangan sesat. Ini terkait pengelolaan bandara yang disampaikan Jokowi.

"Maaf, Pak Jokowi, karena Pak Jokowi ini sahabat saya, jadi saya ini pembantu-pembantu Bapak, banyak yang kasih keterangannya yang menurut saya tidak tepat, menyesatkan. Jadi masalah bandara, masalah itu bagi kami dalam strategi perang, itu, itu masalah strategic Pak, bukan masalah dagang, bukan masalah ekonomi, masalah strategic," jelas Prabowo.

Bahkan saat itu Prabowo mengingatkan kembali soal budaya 'ABS' itu dalam closing statement. Ia mengingatkan Jokowi berhati-hati terhadap laporan 'ABS' yang diberikan bawahannya.

"Saya hormat dengan Bapak, saya baik dengan Bapak. Ya kita berbeda, tapi maaf, Pak, hati-hati Pak yang ABS sama Bapak itu lo saya ini kenal banyak presiden, Pak. Pak Harto saya kenal, Pak Habibie. Dan sudah lama jadi orang Indonesia terlalu banyak Pak, ABS, 'bagus Pak, bagus Pak.' Tapi saya juga yakinkan Bapak saya tetap bersahabat," sebut Prabowo. (idh/fjp)

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...