Kamis, 19 September 2019

Spesifikasi CH-4 Rainbow TNI AU

UCAV CH-4 ikut serta dalam Latgab TNI 2019 [def.pk]

CH-4 Rainbow yang dimiliki TNI AU adalah pesawat tempur tak berawak (UCAV) yang berasal Cina. Drone tempur ini disebut-sebut meniru UCAV Amerika Serikat, MQ-9 Reaper.

Keduanya sama-sama untuk melakukan serangan dipandu dan dirancang untuk menuju target dengan waktu tempuh sampai berjam-jam, bahkan CH-4 bisa menjalankan misi 14 jam.

Eksterior kedua pesawat ini dikatakan sangat mirip dari ujung sampai ekor, posisi tiga roda permanen, sampai sayap, demikian dilansir laman militaryfactory.

CH-4 adalah bagian dari rangkaian produk UAV seri Rainbow, yang mencakup CH-1, CH-2 dan CH-3.

CH-4 saat ini dipasarkan dalam dua bentuk berbeda: “CH-4A” yang akan digunakan terutama untuk pengintaian dan “CH-4B” dilengkapi senjata untuk pengintaian dan serangan umum.

Seperti dalam desain Reaper, CH-4 mengandalkan badan pesawat ramping yang berisi peralatan optik, avionik, bahan bakar, dan mesin, yang menggerakkan baling-baling tiga bilah di bagian belakang badan pesawat. Pada moncong, diletakkan sensor dengan Infra-Red dan pengintai laser.

Drone ini bisa mengangkut dua rudal terpandu antitank serta bom hingga 349 kg. Ada 4 sampai 6 tempat untuk menggantung bom dan rudal.

Sejumlah negara telah menggunakan CH-4, termasuk Mesir, Irak dan Arab Saudi. Militer Irak menggunakan CH-4 untuk melawan pasukan ISIS sementara Saudi telah mengerahkan beberapa armada mereka melawan pemberontak Houthi dalam perang yang sedang berlangsung.

CASC sedang dalam pembicaraan dengan Kerajaan Saudi untuk mengatur produksi lokal beberapa ratus CH-4 drone untuk negara kaya minyak itu.

CASC sedang mengembangkan CH-5, versi sedikit lebih maju dari CH-4. Drone itu terbang pertama pada Agustus 2015. Produk ini fitur spesifikasi kinerja yang ditingkatkan termasuk daya tahan dan ketinggian yang lebih besar.

  Tempo  

Rabu, 18 September 2019

[Video] Crew VDL Latgab TNI 2019

Dipublikasikan oleh Helmi IndrawantoVideo pendaratan kendaraan amfibi berserta alutsista pendukung lainnya dalam latgab Dharma Yudha 2019



   Youtube  

[Video] Penembakan Mistral Arhanud TNI AD

Dipublikasikan oleh Hazrat I. AnsharyBerikut dibawah video penembakan rudal mistral Arhanud TNI AD dalam latihan gabungan TNI " Dharma Yudha" 2019.



   Youtube  

Selasa, 17 September 2019

PT DI Akan Memproduksi N219 Tahun Depan

Untuk Mengisi 25% Pasar Dunia N219 PT DI

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan memproduksi pesawat N219 mulai tahun depan. Targetnya, pesawat N219 yang diproduksi akan bisa mengisi 25% pasar dunia atau setara dengan 532 unit hingga 11 tahun ke depan.

Dalam mengejar target tersebut, produksi N219 akan dilakukan secara bertahap, yakni dengan memproduksi sebanyak empat unit di tahun pertama produksi.

Pada tahun-tahun berikutnya, volume produksi akan ditingkatkan menjadi delapan unit pada tahun kedua, 12 unit di tahun ketiga, 24 unit di tahun keempat, dan 36 unit tahun kelima dan seterusnya hingga target dipenuhi.

Menurut keterangan Kepala Divisi Penjualan Pesawat Terbang PTDI Iga Satyawatu, pada nantinya, setiap unit pesawat N219 akan dihargai sekitar US$ 6 juta berdasarkan acuan tahun fiskal 2019.

Hingga saat ini sudah terdapat beberapa pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang menyampaikan minat pembelian dan kerja sama produksi.

Pihak dalam negeri ini terdiri dari instansi pemerintah dan badan usaha swasta. Adapun pihak instansi pemerintah yang telah melakukan pemesanan N219 terdiri dari Pemertintah Daerah (Pemda) Aceh, Kalimantan Utara, dan Papua.

Sementara itu, beberapa pihak swasta yang telah melakukan pemesanan di antaranya meliputi Aviastar, Trigana, dan Pelita.

Sementara itu, pihak luar negeri yang telah menyampaikan minat pembelian dan kerja sama produksi meliputi Uni Emirat Arab, Kolombia, Nigeria, dan Singapura. Sayangnya, Igan enggan merinci nilai maupun unit pemesanan yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebut.

Proyek ini akan memanfaatkan dana yang dihimpun melalui Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Dalam hal ini, PINA akan berperan sebagai fasilitator dengan cara memfasilitasi pertemuan antara pemilik proyek dengan investor.

Dana yang dihimpun pada nantinya akan digunakan untuk menambah fasilitas produksi, flight simulator, dan juga fasilitas perawatan atau maintenance, repair, and overhaul (MRO).

Berdasarkan perkembangan terkini, Igan menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada investor yang dinominasi, sehingga belum ada dana yang masuk. “Ini akan membutuhkan proses,” ujar Igan kepada Kontan.co.id (13/09).

Sebagai informasi, proyek pesawat N219 bukan merupakan proyek PTDI satu-satunya yang akan didanai melalui skema pembiayaan PINA. Pada saat yang sama, PTDI juga akan memanfaatkan dana yang dihimpun melalui skema pembiayaan PINA untuk pengembangan pesawat N245.

Berdasarkan keterangan Igan, saat ini pesawat N245 masih harus melalui tahapan design, prototyping, dan certification.

Targetnya, N245 akan mampu mengisi 16% pasar dunia di kelasnya atau setara dengan 160 unit yang diperuntukkan untuk kebutuhan pasar domestik sebanyak 160 unit dan internasional sebanyak 130 unit.

  Kontan  

KRI Kerambit-627 Perkuat Koarmada I

KRI Kerambit-627

KRI Kerambit-627 resmi bergabung dalam jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada I. Hal ini disampaikan oleh Komandan Satuan Kapal Cepat Koarmada I Kolonel Laut (P) Robert H Marpaung pada acara tradisi penyambutan KRI kerambit-627 di dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban, Jumat (13/ 09).

KRI Kerambit-627 merupakan generasi kedua Kapal Cepat Rudal (KCR) Sampari Class (KCR-60) dan merupakan kapal keempat produksi dalam negeri yang dikerjakan oleh PT PAL Surabaya.

Pada kapal generasi kedua ini KRI Kerambit-627 dibangun dengan pengembangan tehnologi yang semakin moderen, yaitu ada penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi serta memiliki stabilitas yang prima.

KRI Kerambit-627 dikomandani Letkol laut (P) Arief KH dengan 55 personel, memiliki desain yang cocok dalam melaksanakan strategi perang kepulauan, memiliki dimensi panjang 60 meter, lebar 8,1 meter, draft 2,5 – 2,6 meter (Full Load) dan bobot 500 ton. Sementara kecepatan patroli 15 knot, kecepatan jelajah 20 knot, dan kecepatan maksimal 28 knot. Jarak Jelajah 2.400 nautical mile (4.444 km) dengan endurance berlayar selama 5 hari menggunakan mesin 2 X 3.900 BHP.

Sebagai sensor penginderaan, KRI Keambit-627 dilengkapi dengan SR-47 search radar dan TR-47 fire control radar serta dilengkapi dengan Danish Terma made radar dan fire control system.

KRI Kerambit dipersenjatai dengan meriam Bofors 40 mm sebagai meriam utama dan meriam Denel Cektor GI-2 G12 kaliber 20 mm sebagai persenjataan anti serangan udara.

Pada generasi sebelumnya, Sampari Class dipersenjatai dengan empat rudal anti kapal permukaan C-705. Pengembangan persenjataan akan terus dilakukan demi mencapai modernisasi dan peningkatan kedikdayaan armada kapal cepat rudal yang dimiliki Armada Kapal Perang Angkatan Laut Indonesia.

  TNI  

Senin, 16 September 2019

PTDI Bakal Murnikan Hak Produksi Pesawat Rancangan BJ Habibie

✈️ Pesawat NC 212 MPA TNI AL

PTDirgantara Indonesia (persero) atau PTDI berambisi memurnikan hak produksi, desain, dan pemasaran dua pesawat rancangan Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, yaitu CN-235 dan NC-212. Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia, Muhammad Ridlo Akbar, mengatakan kedua produk tersebut masih dikembangkan bersama oleh PTDI dengan Airbus Defence And Space (Airbus DS).

"Sehingga masih terikat work sharing," ucapnya kepada Tempo, Kamis 12 September 2019.

Saat ini PTDI masih harus berbagi tugas mengerjakan badan CN-235 yang sudah diproduksi hingga 283 unit, dengan perusahaan manufaktur, Construcciones Aeronauticas SA (CASA) yang kini dikelola Airbus. Sebagian hak pemasaran NC-212, meski kini hanya dibuat di Indonesia, juga masih dipegang produsen pesawat asal Eropa tersebut.

Lisensi penuh bisa didapat jika pemerintah merealisasi rencana pembelian dua pesawat kargo Airbus A-400. Manajemen PTDI, tutur Ridlo, masih menunggu waktu barter itu diwujudkan.

https://1.bp.blogspot.com/-1AUYZlmeLwc/WTvwSaiFc6I/AAAAAAAAKas/OZbGSPihec81BWDY2lQ3N5pNdTKlVO5XwCPcBGAYYCw/s1600/CN_235_TNI_AU%2Bwikimedia.jpgCN235 TNI AU

Jika itu jadi, kita akan dapat Autonomus untuk NC-212 dan CN-235." Maksudnya adalah komitmen penyerahan hak penuh kepada PTDI, tanpa ketergantungan lagi pada Airbus.

Pembelian A-400 didengungkan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Gatot Trihargo, pada April lalu, sebagai bagian dari rencana penyatuan atau holding BUMN aviasi. Kemarin, upaya Tempo menghubungi Gatot untuk menanyakan kelanjutan tersebut belum berbuah hasil.

Baik CN-235 maupun NC-212 dicetuskan Habibie kala mengembangkan entitas kedirgantaraan sejak Agustus 1976. Bernama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio, perusahaan itu menjadi cikal bakal PTDI. Habibie yang mangkat Rabu malam lalu, di usia 83 tahun, pun sempat mengembangkan armada turbotrop berkapasitas 50 penumpang, N-250. Namun, pengembangannya terhambat krisis moneter pada 1998 - 1999.

https://1.bp.blogspot.com/-cYLBHcZq99k/W8svO8i5oMI/AAAAAAAALgY/-MKdealBmIgTFpaxDpEUGIX4oMzwbI77QCPcBGAYYCw/s1600/Pesawat%2BN-219_n219.jpgN219

Direktur Utama PT Dirgantara, Elfien Goentoro, pun memastikan standarisasi perawatan kedua produk di Indonesia. Kedua produk, menurut dia, tengah laris manis. "Bulan ini kita menyerahkan CN-235 ke Nepal, dan bulan depan ada dua NC-212 ke Thailand," tuturnya.

Dia menuturkan produk teranyar perusahaan, yakni N-219 dan N-245, juga didesain dengan konsep kegunaan yang diusung Habibie, yaitu penerbangan jarak dekat. Menurut Ketua Bidang Penerbangan Tidak Berjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Berriklinsky Prawiraatmadja, produk termutakhir PTDI itu akan diincar beberapa sektor penerbangan pendek, seperti carter dan layanan kargo jarak dekat.

Sertifikasi N-245 akan dikebut setelah N-219 mengantongi izin tipe N-219 dari Kementerian Perhubungan. "Sertifikasi N-219 harus selesai tahun ini," kata Elfien.

Kepala Sub Direktorat Sertifikasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Johannis Tangke, mengatakan dua purwarupa N-219 sudah melakoni separuh dari total syarat uji terbang yang ditetapkan, sekitar 300-350 jam. "Diupayakan tuntas sebelum 2020 meski sempat ada perpanjangan," katanya, kemarin.

  ✈️ Tempo  

F16 TNI AU dan F/A18 RAAF Latihan Bersama di Manado

✈️ Latma Elang Ausindo 2019✈️ Pesawat RAAF F/A-18 [TNI AU]

Menjelang digelarnya latihan bersama (Latma) Elang Ausindo 2019, 12 pesawat tempur TNI AU dan RAAF (Royal Australian Air Force) tiba di Manado.

Kedatangan 6 pesawat F16 Fighting Falcon TNI AU dan 6 pesawat F/A18 Hornet RAAF ini disambut langsung oleh Komandan Lanud Sam Ratulangi (Sri) Kolonel Pnb Johnny Sumaryana, S.E., beserta para pejabat Lanud Sri di Manado, Sabtu (14/9/2019).

Latma Elang Ausindo merupakan latihan bilateral yang rutin dilaksanakan TNI AU dan RAAF yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel serta mempererat kerja sama dan hubungan persahabatan yang sudah terjalin baik selama ini.

TNI AU mengerahkan enam unit F16 Fighting Falcon yang terdiri dari lima unit dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan satu unit dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun, ditambah satu helikopter Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja Bogor sebagai pendukung SAR. Sementara RAAF melibatkan enam unit F/A18 Hornet dari 1st RAAF Squadron.

Selain pesawat tempur, latihan ini juga melibatkan pesawat C130 Hercules TNI AU, C17 Globemaster RAAF serta ratusan personel dari kedua angkatan udara.

Direncanakan latihan ini akan berlangsung selama kurang lebih dua minggu, mulai tanggal 16 hingga 29 September mendatang di wilayah Lanud Sri Manado

  ✈️ TNI AU  

Minggu, 15 September 2019

BJ Habibie dan Kejayaan Industri Pesawat Terbang Nusantara

Terkenal dengan teori keretakan pesawat https://1.bp.blogspot.com/-me-wmWer8Eg/XXwxGNd_cDI/AAAAAAABHX4/HaOxBPYJy3cvNfbZQNvVuGd5UkogXO1yQCLcBGAsYHQ/s400/indoflyer%2Btetuko.pngPesawat CN235 flying test bed 1983 Tetuko [Indoflyer] ♣

P
residen ke-3 RI BJ Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun, kemarin. Sepanjang hidupnya, banyak sumbangsih yang diberikan terhadap negeri ini, khususnya di bidang pengembangan teknologi.

Habibie didapuk oleh Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Presiden Direktur PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio, yang didirikan pada 26 April 1976. Perusahaan yang sempat berganti nama jadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 1 Oktober 1985. Pada era IPTN ini, Habibie sukses meluncurkan uji coba terbang pesawat N250 pada 10 Agustus 1995.

Sebelum itu, Habibie sangat berperan dalam pengembangan pesawat CN235 dikembangkan sejak 1979 bersama CASA Spanyol. Pesawat tersebut telah mengalami banyak pengembangan, dan digunakan sejumlah negara. Pesawat ini awalnya dirancang bermesin turboprop dan mampu membawa 35 penumpang.

Pesawat N250 flying test bed (photo : Alain Michot)

Pesawat ini diperkenalkan kepada publik untuk pertama kalinya pada September 1983. Sejak itu, PTDI dan CASA melakukan penjualan CN235, di dalam dan luar negeri. Selain dunia dirgantara, yang membesarkannya, Habibie punya pembentukan PT IPTN, PT PAL, PT INKA, dan PT PINDAD.

Habibie juga sempat menggarap proyek kelanjutan dari N250 atau R80 Regioprop beberapa tahun lalu. Ia mendirikan PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang dibentuk oleh Habibie pada 2012.

Pesawat N-250 dengan R80 sangat berbeda sekali. Perbedaanya di antaranya dari ukuran, R80 jauh lebih besar dari pada N-250, karena R80 memiliki daya tampung hingga 80 kursi sementara N-250 hanya 50 kursi.

Rancangan pesawat N2130 (image : Kaskus Militer)

Selain itu, sayap pesawat jauh lebih besar dan panjang, karena ukurannya lebih besar jadi diperlukan sayap yang besar untuk mengangkat beban. Landing Gear juga jauh lebih besar dikarenakan badan pesawat lebih besar dari pada N-250. Pesawat ini ditargetkan terbang pada 2022.

Sebelumnya Habibie juga belum menuntaskan proyek pengembangan pesawat jet N2130 sebagai pengembangan N250 yang bermesin baling-baling.

Namun, warisan-warisan Habibie masih banyak lagi, seperti paten-paten di bidang teknologi termasuk dunia aviasi. Tak ayal, banyak kenangan yang dirasakan oleh orang-orang terdekat BJ Habibie antara lain di PT Dirgantara Indonesia (DI). Termasuk Elfien Goentoro sebagai Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang menjadi murid dari Habibie di PT DI.

Desain pesawat R80 (image : R80)

"Beliau adalah menjadi founding father kami, tanpa ada beliau maka tak ada PT DI. Dia sosok pekerja keras. Beliau sosok panutan kami, kami yang ada di PT DI mudah-mudahan meneruskan cita-cita beliau dalam membangun kedirgantaraan," kata Elfien kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/9)

Ia mengatakan Habibie adalah panutan bapak dalam ilmu kedirgantaraan Indonesia. Habibie masih menyempatkan diri menjadi profesor di Jerman untuk tetap berbagi ilmu kedirgantaraan.

"Yang paling berkesan bagi saya, beliau orang yang merendah tak menyombong, bagai sebuah padi yang semakin berisi semakin merunduk," katanya.

https://2.bp.blogspot.com/-GHbLFoPLfwo/WZSvvDI-6PI/AAAAAAAAKsA/QO-zpEjDKQQvKg_nulG9WSTKo0MHOstwQCLcBGAs/s1600/20838876_N219%2BMaiden%2BFlight.%2BCredit%2Bto%2BRizky%2BAditya.jpgPesawat N219 (Rizky Aditya)

Elfien bercerita, Habibie selalu jadi sosok yang selalu diminta pertimbangan dalam hal kedirgantaraan. Habibie tetap bersemangat membagikan ilmunya. Habibie terkenal dengan teori keretakan pesawat.

"Kalau bicara pada beliau lebih dari satu jam dengan kondisi beliau kurang sehat selalu melayani. Bagaimana ingin bekerja terus demi mengembangkan ilmu kedirgantaraan," katanya.

Ia mengatakan PT DI tentu tak akan mengecewakan Habibie, karena cita-cita Habibie Indonesia bisa merancang bangun pesawat sendiri sudah terwujud. Pesawat N219 yang dikembangkan PT DI sudah mendapatkan sertifikat terbang dan siap dipasarkan mulai tahun depan.

  CNBC  

Sabtu, 14 September 2019

TC-300 Cameras on Indonesian Navy AS565MBe

Indonesian Navy ordered two TrakkaCam TC-300 compact, high performance cameras as part of the mission equipment package of the AS565MBe Panther helicopters. The single-LRU multi-sensor surveillance system weights 20 Kgs ~ 44 lbs DSEI 2019 TC-300 Cameras on Indonesian Navy AS565MBe

Trakka Systems is pleased to announce that the Indonesian Navy has selected and integrated two TrakkaCam TC-300 cameras, as part of their mission equipment package on the AS565 MBe Panther.

We are extremely pleased that the TC-300 has, again, been chosen for an international critical missions’ program. We look forward to supporting the Indonesian Navy on this program and future programs to come,” said Glen Rowling, VP Business Development of Trakka Systems.

The TrakkaCam TC-300 is a compact, high performance, new generation single-LRU multi-sensor surveillance system, setting new standards for innovative, ergonomic, industrial design.

The system comprises an innovative lightweight 300mm gimbal and has a total mass of approximately 20kg.

It features high performance fully digital 4-axis gyro-stabilization, with a base payload suite comprising of a MWIR thermal imager, and HDTV EO/Spotter with continuous zoom.

The TC-300 also includes eye-safe laser range finder, NVG compatible laser pointer, a fully integrated IMU/GPS for Geo-Location and Moving Map Integration, Auto Tracker, an advanced HD video engine and options for searchlight slaving, haze reduction, image blending and Moving Target Indicator (MTI).

  Helis  

Kemendag Upayakan Imbal Dagang Sukhoi Su-35 Rampung Tahun Ini

https://1.bp.blogspot.com/-u_giHmuohIY/XXt1TJOZSOI/AAAAAAABHW8/ofGhJsrHfq0rDUq8A2xwkPl2IDkbCXZvgCLcBGAsYHQ/s400/su35%2Bsidharta.jpgModel pesawat tempur Su-35 TNI AU [Alex Sidharta]

Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mengupayakan hadirnya produk olahan sebagai imbal dagang 11 unit jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Peningkatan ekspor produk bernilai tambah Tanah Air jadi komitmen untuk dikedepankan.

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kemendag Karyanto Suprih mengatakan pihaknya terus melakukan diskusi penyelesaian proses ini bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva. Beragam produk RI telah ditawarkan untuk pembelian pesawat dengan nilai total USD 1,14 miliar atau setara Rp 17 triliun tersebut.

"Secepatnya itu lebih baik, semoga bisa selesai tahun ini dan kami terus bicara sama Dubes Rusia," kata Karyanto ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.

Menurut Karyanto produk yang terus ditawarkan dari Indonesia seperti makanan dan minuman. Beragam produk olahan rempah-rempah Tanah Air juga jadi fokus untuk dimasukkan dalam 50 persen dana pembelian pesawat tersebut.

"Banyak (yang ditawarkan) misalnya produk rempah-rempah dan kita maunya produk jadi, jangan cuma produk yang raw material," kata Karyanto.

Karyanto memastikan Kemendag bukan dalam posisi menghambat kebutuhan alutsista pertahanan RI. Saat ini, diskusi masih terus dilakukan agar produk yang menjadi imbal dagang bisa maksimal bermanfaat bagi negara dan masyarakat.

"Soal imbal dagang sebenarnya tidak ada masalah, buat perdagangan bagus, tapi itu kan terkait politik dunia, kalau soal politik bersumber imamnya di Kemlu," paparnya.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva membeberkan ada beberapa kendala terkait pengiriman Sukhoi ke Indonesia. Progres kontrak dagang RI dengan Rusia ini hanya perlu merampungkan masalah teknis.

"Beberapa masalah teknis dalam kesepakatan ini. Tapi Indonesia dan Rusia sudah melakukan penandatanganan pembelian, dan masalah ada di teknisnya saja," tutur Lyudmila dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 4 September 2019 lalu.

Dia mengatakan pembahasan mengenai pembelian dan pengiriman Sukhoi ini agak lambat. Penyebabnya banyak, termasuk pemilihan presiden beberapa waktu lalu.

"Masalah teknis dalam implementasi kesepakatan ini, kita harapkan bisa segera diselesaikan agar pengiriman bisa berjalan lancar," imbuhnya.

 ♖ Medcom  

Jumat, 13 September 2019

Wiranto Apresiasi Kemampuan TNI Hancurkan Musuh

Dalam Latgab di Situbondohttps://1.bp.blogspot.com/-LmUZWVfEYik/XXPqR6BemuI/AAAAAAAAMIM/5dPl8RdtAnAx7hkEFCLPHk1qVWZTF8oVgCPcBGAYYCw/s320/KRI%2Bsultan%2Biskandar%2Bmuda%2Blaunching%2BExocet%2Bmm40%2BBlock%2B3.pngPenembakan Rudal Exocet Blok 3 KRI SIM 367 [Puspen TNI]

Belasan ribu prajurit TNI dikerahkan ke Situbondo dalam latihan gabungan (latgab). Prajurit gabungan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU bersatu padu melakukan beragam manuver menghancurkan kekuatan musuh.

Berbagai alutsista canggih juga dikerahkan untuk menyokong pertempuran di lapangan. Salah satunya pesawat tanpa awak UAV CH-4 milik TNI AU, yang mengawali penyerangan. Pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari Lanud Juanda ini tak hanya bertugas melakukan pengintaian target sasaran. Drone yang mampu terbang hingga 30 jam itu juga langsung melakukan pengeboman ke daerah lawan.

Gempuran demi gempuran dari alutsista yang lain juga terus berdentuman di daerah musuh. Para prajurit TNI dari tiga matra itu cukup tangkas melakukan berbagai manuver penyerangan. Baik manuver darat, laut, maupun manuver udara, hingga berhasil menghancurkan daerah musuh.

Demo penyerangan itu ditampilkan dalam Latihan gabungan dengan sandi Operasi Dharma Yudha 2019 di Puslatpur Marinir 5 Baluran, Kecamatan Banyuputih. Puncak latgab itu disaksikan langsung Menko Polhukam Wiranto. Selain itu, turut hadir Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, para kepala staf angkatan, dan jajaran petinggi TNI lainnya.

"Tadi kita saksikan, ada demo baru, ada drone yang bukan hanya mampu melakukan pengintaian, tapi juga berhasil melakukan penembakan dan pengeboman. Ini lompatan teknologi militer yang luar biasa. Mudah-mudahan ke depan nanti teknologi-teknologi militer yang berkembang di dunia juga dapat kita miliki," kata Wiranto di T-12 Baluran setelah menyaksikan latgab Dharma Yudha 2019, Kamis (12/9/2019).

Mantan Panglima TNI ini mengapresiasi keberhasilan prajurit TNI melaksanakan misi latihan gabungan ini. Menurutnya, meski kelihatannya cukup mudah, pengorganisasian operasi gabungan itu rumit dan sulit. Tetapi hal itu bisa dilaksanakan dengan tepat. Bahkan, dalam hitungan detik dan menit, dapat dilaksanakan dengan akurat.

"Latihan ini sebenarnya juga kesiapsiagaan dari satuan-satuan tempur kita dalam menghadapi kemungkinan berbagai ancaman. Selain itu, merupakan suatu latihan untuk terus meningkatkan, menjaga, dan merawat profesionalisme prajurit di semua tingkatan, di semua matra," imbuh Wiranto.

Wiranto melanjutkan, setiap negara dapat memiliki kebanggaan dan kehormatan. Salah satunya adalah kekuatan angkatan bersenjatanya. Melalui latgab Dharma Yudha 2019, Indonesia telah memiliki kekuatan angkatan bersenjata yang dapat dibanggakan dan dapat mengimbangi kekuatan negara-negara lain.

"Dengan kekuatan angkatan bersenjata seperti yang kita miliki ini, menjadi faktor bahwa kita telah siap menghadapi berbagai ancaman yang mungkin kita hadapi di masa depan," papar Wiranto.

Seperti keterangan yang diperoleh detikcom, pelaksanaan latgab TNI Dharma Yudha 2019 menggunakan dua metode, yakni Latihan Posko dan Latihan Lapangan. Dua metode itu dilaksanakan secara berangkai dengan materi Kampanye Militer dalam bentuk Operasi Gabungan di Mandala Operasi. Komando Gabungan TNI terdiri atas beberapa Komando Tugas Gabungan dengan menampilkan seluruh kemampuan tempur prajurit TNI beserta alut dan alutsista yang dimiliki.

Latgab ini melibatkan sedikitnya 11.716 prajurit. Untuk Latihan Posko sebanyak 1.307 personel, dan Latihan Lapangan sebanyak 10.409 personel. Alutsista yang dikerahkan pun juga terbilang banyak.

Dari TNI AD ada 12 unit tank Leopard, 1 unit tank ARV Leopard, 5 unit truk Transporter, 1 unit Marder, 6 unit Astros, 6 unit meriam 76, 6 unit Caesar, 18 pucuk mortir-81, 9 pucuk mortir-60, 27 pucuk mortir-60, 8 satbak Atlas, 4 satbak MPCV, 2 unit MVP, 8 unit drone Arh, 2 unit Apache, 2 unit MI-35, 4 unit AS-550 Fennech dan 4 unit Bell-412.

Sementara itu, TNI AL mengerahkan alut dan alutsistanya berupa 22 unit KRI, 15 unit BTR 50 P/M, 15 unit BMP 3F, 12 unit BTR 50 P/K, 7 unit LVT 7A1, 8 unit Kapa K61, 6 unit How 105 MM, 6 unit Rocket MLRS Grad, 4 unit BVPP2, 3 unit Ambulans, 3 unit Truk Tatra Amo, 5 unit Truk Opgleger, 18 unit Ranrik How, 6 unit truk 2,5 Ton, 4 unit Komob, 25 unit Mopel, 2 unit RHIB, 10 unit Helikopter dan 4 unit Fix Wing.

Sedangkan TNI AU mengerahkan 6 unit SU 27/30, 16 unit F-16, 6 unit T-50i, 4 unit Hawk 109/209, 6 unit EMB-314 Super Tucano, 12 unit C-130 B/H/HS/L-100, 1 unit C-130 BT, 4 unit CN-295, 3 unit B-737-400/500 VIP, 2 unit B-737-200 Patmar/Intai, 2 unit C-212, 2 unit PTTA Aerostar, 1 unit UAV CH-4, 4 unit NAS-332/EC-725, dan 1 unit Colibri.

 ♖ detik  

Kamis, 12 September 2019

[Video] Lantacab Kartika Yudha 2019

Dipublikasikan oleh Riedo Simamora Berbagai alat utama sistem persenjataan (Alutsista) terbaru dan tercanggih milik TNI AD dikerahkan dalam latihan antar kecabangan (Latancab) TNI AD Kartika Yudha 2019, Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider-17/1 Kostrad, yang digelar sejak 4 hingga 21 Agustus 2019 mendatang, di daerah latihan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Martapura, Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya menjelaskan, alutsista TNI AD terbaru yang dikerahkan antara lain adalah Tank Leopard dan Tank Marder dari kecabangan Kavaleri, roket Astros dan Meriam 155 dari kecabangan Armed, rudal Mistral dan rudal Startreak dari kecabangan Arhanud, Helly Apache, MI-35 dan Fennec dari kecabangan Penerbad dan ATGM Jevelin dan Nlaw dari kecabangan Infanteri serta berbagai jenis alutsista TNI AD lainnya.


  Youtube  

Drone CH4 Ditampilkan Dalam Latgab TNI "Dharma Yudha 2019"

Drone CH4 ujicoba pada latgab 2019 [Def.pk] 

Pesawat nir-awak drone CH4 berjenis MALE (Medium Altitude Long Endurance) ditampilkan dalam latihan gabungan TNI dengan sandi "Dharma Yudha 2019" di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

"Drone CH4 ini dikendalikan dari Surabaya," ujar Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat meninjau latihan gabungan tersebut, Rabu.

Hadi mengatakan drone tersebut dapat terbang dengan durasi hingga 12 jam, disertai kemampuan radius jangkauan hingga 1.000 km apabila diintegrasikan dengan satelit BLOS (beyond line of sight).

Drone CH4 memiliki keistimewaan karena selain berfungsi sebagai alat pengawasan, pesawat tersebut juga dapat melancarkan serangan menggunakan bom.

https://1.bp.blogspot.com/-pQeAcQJWWbQ/XXlhCeAIKII/AAAAAAAAMI4/6hvh7LP6TZwhHeOodop9fI9fGO555vhjQCLcBGAsYHQ/s1600/Screenshot_TNI%2BAngkatan%2BUdara%2Bon%2BTwitter%25282%2529.pngScreenshot twiter TNI AU

"Seperti yang kita laksanakan kemarin kita menembak, mengebom dari ketinggian 15 ribu kaki dan kita rilis hasilnya sangat presisi," ujar Hadi.

Hadi menyebut bahwa drone CH4 masuk dalam pengadaan pada rencana strategis (Renstra) TNI Tahap II tahun 2019. Rencananya TNI akan mendatangkan enam pesawat serupa untuk menambah kekuatan pada dua skuadron.

Selain drone CH4, TNI juga menampilkan sepertiga kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaik lainnya, termasuk pesawat dan tank.

Latihan gabungan TNI “Dharma Yudha 2019” digelar sejak 9 September hingga 12 September 2019, dengan melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Dijadwalkan puncak acara latihan gabungan TNI "Dharma Yudha 2019" akan dihelat pada Kamis (12/9) dengan tajuk "Fire Power Demo", dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri.

  antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...