Tampilkan postingan dengan label UAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UAS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2022

Jenderal Andika Tak Sabar Lihat Kecanggihan Aksi Pesawat Tanpa Awak yang Dimiliki Paskhas

Buatan Israel https://d1a2ot8agkqe8w.cloudfront.net/web/2014/06/orbiter-2b-aeronautics_56036.jpgOrbiter 2B [flightglobal]

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa penasaran dengan YF Orbiter 2B --pesawat tanpa awak-- yang dimiliki Paskhas TNI AU.

Dalam waktu dekat, dia secara khusus meminta Paskhas TNI AU bisa mengoperasikan pesawat tanpa awak yang dapat dikendalikan dari kendaraan darat yang bergerak.

"Dalam waktu dekat saya ingin melihat operasional Orbiter ini sekaligus dengan CS4," pinta Jenderal Andika saat berkunjung ke markas Paskhas di Komplek Lanud Halim Perdanakusuma yang dilihat melalui kanal YouTube Andika Perkasa, Selasa 18 Januari.
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi7xh2Qvdw6BmmOzqc7sKT7-BCPemy0ccbLV_6DkxAAZLi2kDlpkZ9ff1uKqcT7E9eC3dTDZQ-rPAFFkly9vcC0KsVSRYWcA2ttNrOI6YC3_RauHegfdW7a6zhhwe1VJR4HCVzrCS9mK4nhM-5Wy1iURbs36Qvy5eecJ3eJPKOOQfbLNk1nOFpcFzuilg=s1920Orbiter 2B Korpaskhas [defencehub]

YF Orbiter 2B didapat melalui pengadaan Tahun 2020. Daya jelajahnya bisa mencapai lebih dari 30 Km dengan durasi penerbangan 2 jam yang didapat melalui batere. Yang hebatnya lagi, YF Orbiter 2B bisa terbang hingga ketinggian 18 ribu kaki.

Andika juga secara khusus memuji kemampuan yang dimiliki oleh Paskhas. Dia punya wacana kalau Paskhas akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, bukan hanya operasi tempur saja.

"Karena kematangan kita ini ini bukan hanya dari operasi, tapi cari kita bergaul itu bisa berpengaruh terhadap tugas kita," tegasnya.

  Berikut video dari Youtube : 


 ♖ VOI  

Kamis, 27 Juli 2017

[Foto & Video] Ujicoba Drone

Di Lapangan Terbang Pustekroket Rumpin Beberapa unit drone hasil karya anak bangsa di pamerkan dan ujicoba di Bogor. Foto dan Video dibawah diposkan pr1v4t33r@def.pk :


Drone ini dinamakan UAS 'Rajawali 720', merupakan hasil kerjasama antara litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan.

Penampakan drone 'Elang Laut', hasil kerjasama TNI AD bersama PT Carita Boat Indonesia.

Drone ini dinamakan M3LSU03, diyakini produk LAPAN.

Drone 'Elang Laut' akan diujicoba terbang di lapangan terbang Rumpin, Bogor.

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) Balitbang Kemhan.

Video demo ujicoba terbang 'Rajawali 720' dari Youtube.
  Garuda Militer  

UAS Rajawali 720 Sukses Terbang

Ditinjau Menhan di Bogor UAS Rajawali 720 pada pameran Indodefense 2016 

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meninjau uji coba Pesawat Terbang Tanpa Awak (PPTA). Pesawat itu merupakan hasil kerjasama antara hasil litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan.

Uji coba tersebut dilakukan di Lapangan Terbang Rumpin, Jl Raya Cicangkal, Rumpin, Bogor, Kamis (27/7/2017) sekitar pukul 09.25 WIB. Hadir dalam uji coba itu pejabat Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan pimpinan perusahaan PT Dirgantara Nusantara.

Pesawat yang diterbangkan bernama Rajawali 720. Pesawat tersebut dapat terbang lebih dari 24 jam dengan radius jelajah hingga 1.000 km.

"Ini adalah pameran drone yang dilaksanakan Balitbang Kemhan. Selain pesawat Rajawali ada 11 pesawat lainnya," kata Kapuskom Publik Kemhan Totok Sugiharto.

Selain Rajawali 720, rencananya akan diuji coba empat pesawat lainnya. Empat pesawat tanpa awak tersebut adalah Puna alap-alap, Wulung, Elang Laut, dan Mission System.

Pesawat Rajawali 720 dirancang dengan misi utama sebagai pesawat pengintai, dan dilengkapi kamera yang menghasilkan gambar maupun video. Pesawat tersebut memiliki ketinggian hingga 8.000 meter dan kecepatan mencapai 135km/jam. (fdu/rvk)

  detik  

Rabu, 12 Juli 2017

Thales Proposes Watchkeeper UAS for Indonesian Air Force's ISTAR Requirements

Thales has offered the Watchkeeper UAS for the Indonesian Air Force's requirements. System is being considered to improve the service's surveillance, reconnaissance, and target acquisition capabilities The Thales Watchkeeper UAV over ParcAberporth, Wales. (Thales)

Thales UK is positioning the company's WK 450 Watchkeeper unmanned aircraft system (UAS) for the Indonesian Air Force's (Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara: TNI-AU's) intelligence, surveillance, target acquisition, and reconnaissance (ISTAR) requirements.

According to sources from within the service who spoke to Jane's on 11 July, a presentation on the UAS' capabilities was made by officials from Thales UK to the TNI-AU's office for planning a budget in mid-April 2017. The UAS, which has been derived from Elbit Systems' Hermes 450 tactical unmanned aerial vehicle (UAV) system, was originally developed for the British Army.

The Watchkeeper airframe generally has the same specifications as the Hermes 450, including a wing span of 10.5 m, a maximum take-off weight of 550 kg, and a maximum payload of 180 kg. The system is propelled by a single piston engine, and features an endurance of about 17 hours with a service ceiling of 5,485 m.

The UAS can be equipped with two sensor payloads, and in the UK configuration, features a forward-mounted Thales I-Master ground-moving target indicator/synthetic aperture radar (SAR/GMTI) and a rear-mounted electro-optical/infrared (EO/IR) sensor turret.

The airframe can also be equipped with effectors such as laser designators and target markers, and weapons such as the Free Fall lightweight multi-role missile (LMM) air-dropped, precision-guided munition from Thales Advanced Weapon Systems.

  ★ IHS Jane's  

Sabtu, 20 Februari 2016

Drone Amfibi Bull-Ray

✈ Diproduksi secara lisensi oleh PT Bhinneka Dwi Persada✈ Drone Bullray akan diproduksi secara lisensi oleh PT Bhinneka Dwi Persada

Dari gelaran Singapore Air Show 2016 terselip sosok drone berbentuk unik dan cantik. Drone tricopter tak berawak (Unmanned Aerial System-UAS) tersebut ternyata produksi Rapid Composites, perusahaan rekayasa dan manufaktur.

Drone yang diberi nama Bull-Ray ini berkemampuan amfibi, anti air dan portabel, dengan kemampuan Vertical Take off dan Landing (VTOL). Di klaim sebagai drone yang multifungsi, simpel dan tahan banting, pihak Rapid menyatakan BullRay sangat cocok untuk digunakan pihak militer, penegak hukum maupun masyarakat sipil.

Tim insinyur dan desainer dari Rapid Composites menciptakan VTOL UAS untuk mengisi kekosongan potensi pasar yang selama ini belum digarap. Tim melihat potensi untuk mengembangkan kategori baru pesawat otonom yang bandel, tahan segala cuaca dan tidak memerlukan proteksi berlebihan saat dikirimkan ke daerah tugasnya.

Beberapa fitur yang dimiliki Bull-Ray (Unmanned Aerial System-UAS) :

✈ Mampu beroperasi amfibi (takeoff dan mendarat di air)
✈ Desain tahan air dan mampu terbang di segala cuaca
Portable dan mudah diangkut (bisa disandang di bahu)
✈ Mampu membawa beban hingga 7 kg
✈ Hanya 15 detik, UAS siap diterbangkan
✈ Kemampuan terbang 30 sampai 45 menit
✈ 3 Integrated Rifle-Style Picatinny Rails
✈ Lebih ringan dan simpel daripada UAV VTOL lainnya
Frame terbuat dari bahan canggih Quantum Advanced Quasi-Isotropic Composite
✈ Berbobot ringan 4.4 kg
✈ Sistem persenjataan ringan terintegrasi
✈ Sistem sensor Multi-Spektral
✈ Dilengkapi sirip kecil dan lapisan anti tenggelam

Dengan segala kelebihannya, drone Bull-Ray lebih cocok digunakan pasukan Angkatan Laut atau Marinir, karena drone dapat diterbangkan dan didaratkan didaerah berawa-rawa atau pesisir.

  Jakarta Greater  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...