Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 April 2023

[Global] 3 Robot AI China untuk Perang

 Nomor 2 Sudah Dikerahkan di Perbatasan 
China merupakan negara dengan kekuatan besar dan memiliki teknologi yang sangat maju. Negara ini disebut memiliki beberapa robot dengan kecerdasan buatan atau AI yang mampu diturunkan di medan peperangan.

 Berikut Robot-robot Canggih AI Buatan China

 
 1. Robot Berkaki 4 dengan Tenaga Listrik 
https://aws-images-prod.sindonews.net/dyn/600/pena/sindo-article/original/2023/04/03/china%20robot%20yak.jpg(Foto/twitter) 🤖

Terkenal akan kemajuan teknologinya, China telah memperkenalkan sebuah robot berkaki 4 dengan tenaga listrik terbesar di dunia.

Melansir laman The Defence Post, robot tersebut bisa digunakan di dunia militer dan membantu dalam misi logistik hingga pengintaian.

Satu hal yang menjadikan robot cerdas ini menarik adalah, penampilannya seperti yak, atau sapi bertubuh besar yang banyak ditemukan di Tibet dan Himalaya, Asia Tengah. Hal tersebut menjadikan robot tersebut sangat menarik perhatian dunia internasional.

Kemampuan kecerdasan buatan yang dikenal dengan nama robot yak ini sangat canggih. Ia mampu membawa beban setidaknya 160 kg dengan kecepatan 10 km per jam.

Robot yak juga mampu beroperasi di berbagai medan, baik itu parit, tebing, padang rumput, gurun, salju, maupun jalan berlumpur.

Meskipun tubuhnya besar, namun robot yak memiliki kemampuan untuk berputar, berlari, dan melompat secara diagonal.

Dengan 12 modul dan sensor yang sangat canggih, robot ini mampu mengumpulkan informasi medan perang taktis dan mengirimkan logistik.

 
 2. Robot Penjaga Perbatasan 
https://aws-images-prod.sindonews.net/dyn/600/pena/sindo-article/original/2023/04/03/china%20robot%20perbatasan.jpg(Foto/twitter)

China menempatkan tentara berwujud robot di sepanjang perbatasan India. Keberadaan robot tersebut diumumkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat atau The People’s Liberation Army (PLA).

Robot yang dilengkapi dengan senapan mesin ini ditempatkan di perbatasan Indo-China dengan penjagaan tanpa henti.

Meskipun berita ini ramai menjadi perbincangan pada tahun 2022, namun China disebut sudah menempatkan robot tentara itu sejak akhir tahun 2021.

Lebih dari 12 unit robot membawa senapan mesin ke wilayah barat Tibet. Selain itu, robot-robot itu juga mengirimkan perbekalan dan logistik lainnya. Robot dioperasikan dengan menggunakan nirkabel.

 
 3. Robot Anjing 
https://aws-images-prod.sindonews.net/dyn/600/pena/sindo-article/original/2023/04/03/china%20robot%20anjing.jpg(Foto/twitter) 🐶

Robot anjing atau robodog buatan China menjadi perbincangan kala keberadaannya tertangkap kamera dan beredar luas di media sosial.

New York Times menyebut robot penyerang itu sangat menakutkan dan dijatuhkan dari atas drone atau pesawat tak berawak.

Senjata yang dipasang pada robot anjing diketahui adalah senapan bermesin ringan QBB-97 yang sanggup menembakkan 650 peluru per menit pada jarak 400 meter.

Namun, belum ada informasi jelas mengenai bagaimana robot tersebut dioperasikan di medan pertempuran. (sya)

  ★ sindonews  

Sabtu, 28 Januari 2023

[Global] Rusia Bikin Robot Penghancur Tank

 Pembunuh MBT kiriman NATO 
https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2023/01/26/41/1006529/rusia-luncurkan-robot-tempur-pembunuh-tank-leopard-2-jerman-dan-abrams-as-rez.jpgRobot Marker buatan Rusia mampu menghancurkan tank tempur utama buatan Barat. (Foto/Roscosmos)

R
usia membuat robot yang bisa mendeteksi dan menghancurkan tank Leopard 2 dan Abrams usai Jerman dan Amerika Serikat memutuskan mengirim kendaraan tempur itu ke Ukraina.

Dmitry Rogozin, eks direktur jenderal badan luar angkasa Rusia, Roscosmos, mengatakan robot bernama Marker itu akan mampu meluluhlantakkan tank buatan Jerman dan AS.

Menurut Rogozin, robot itu akan dilengkapi dengan fitur sistem kontrol yang menampilkan target-target komponen elektronik. Sistem tersebut akan membantu Marker secara otomatis mendeteksi senjata berat musuh.

"Misalnya, segera setelah pengiriman tank Abrams dan Leopard ke pasukan Ukraina dimulai, Marker akan dilengkapi gambar elektronik untuk mendeteksi dan menghancurkan tank AS dan Jerman dengan peluru kendali anti-tank," kata Rogozin, seperti dikutip Sputnik, Kamis (25/1).

Marker, lanjut dia, juga bisa memprioritaskan target musuh saat berada di garda depan.


https://aws-images-prod.sindonews.net/dyn/600/pena/sindo-article/original/2023/01/26/robot%20a.jpgRobot bernama Marker

Rogozin mengatakan robot tersebut akan dikirim ke Donbass pada Februari mendatang. Ia berharap Marker bisa beroperasi usai melalui serangkaian uji coba.

Pernyataan Rogozin mencuat usai Jerman sepakat memutuskan mengirim 14 tank Leopard ke Ukraina. AS juga mengumumkan bakal mengirimkan tank M1 Abrams.

Kedutaan Besar Rusia di Jerman memperingatkan langkah pemerintah Berlin merupakan keputusan yang betul-betul berbahaya.

"[Pengerahan itu] bisa menggeser konflik di Ukraina ke tingkat kebuntuan yang baru," demikian pernyataan Kedubes Rusia.

Selama ini, Rusia memang terus memperingatkan negara lain agar tak membantu Ukraina, apalagi mengirimkan senjata. Menurut mereka, langkah tersebut sama saja "bermain api." (isa/has)

  ★ CNN  

Selasa, 06 Desember 2022

TNI AL Pamerkan Prototipe Robot Pendeteksi Ranjau Laut

Pada Indo Defence 2022ODIS – Robot Pendeteksi Ranjau Laut  

TNI Angkatan Laut memamerkan prototipe Remotely Operated Vehicle (ROV) pendeteksi ranjau laut pada Pameran Indo Defence Expo & Forum 2022 di JI Expo Kemayoran Jakarta pada Jumat (4/11/2022).

Robot tersebut merupakan teknologi yang dikembangkan Laboratorium Induk Bawah Air disingkat (Labinbair) Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal).

Robot berbentuk mirip torpedo berwarna kuning tersebut dilengkapi tiga kamera, scanning sonar, lampu, baling-baling penggerak, dan kabel fiber optic.

Di badan robot tertulis ODIS yang merupakan kepanjangan dari Object Detection Identification System.

Staf Labinbair Dislitbang TNI AL Letnan Rizki mengatakan pengembangan tahap dua prototipe robot pendeteksi ranjau laut tersebut nantinya akan ditambahkan hulu ledak.

"Rencananya nanti tahap duanya akan diberi hulu ledak untuk meledakan ranjau," kata Rizki di stan TNI AL pada pameran Indo Defence Expo & Forum 2022 di JI Expo Kemayoran Jakarta pada Jumat (4/11/2022).

Ia mengatakan produk tersebut baru dikembangkan di tahun 2022.

Saat ini, kata dia, robot tersebut masih memiliki batas maksimum penyelaman di kedalaman 150 meter dan jarak 300 meter.

Namun demikian, kemampuan penyelaman robot tersebut masih bisa dikembangkan lebih jauh dengan menebalkan casing dan mengganti kabel fiber optic menjati lebih panjang.

Tenaga robot tersebut, kata dia, menggunakan baterai yang bisa diisi ulang selama sekira satu jam.

Robot tersebut, kata dia, bisa beroperasi selama enam jam jika bergerak. Apabila dalam kondisi statik, kata dia, bisa lebih lama lagi.

"Ini sudah seminggu dihidupkan terus. Ini posisi hidup, ini kameranya. Terakhir dicek sudah 80 persen baterainya. Ini statik, cuma kamera saja yang hidup," kata dia.

Robot tersebut, kata dia, cocok digunakan untuk di KRI penyapu ranjau yang dimiliki Satuan Kapal Ranjau TNI AL.

"Memang untuk KRI ranjau, di Satuan Kapal Ranjau memang pakai ini. Ini Pengembang dari teknolgi sebelumnya," kata dia.
 

 
Tribunnews  

Minggu, 28 November 2021

[Video] "Robot Tempur" Buatan Poltekad

Diposkan Penerangan Poltekad "ROBOT TEMPUR RODA RANTAI" ini merupakan hasil karya Kolonel Arh Dr. Ir. Nurrachman SM, M.T. yang menjabat sebagai Kepala Kelompok Dosen (Kapokdos) Poltekad Kodiklatad.

Dalam ajang lomba Karya Cipta Teknologi Tingkat Mabes TNI Tahun 2021,

Robot ini mendapat juara 2.


  ✪ Youtube  

Sabtu, 11 September 2021

Kadislitbangad Tinjau Progress Prototype Robot Training Tembak Reaksi Integrated dan Prototype Sensor Tembak Counter Sniper

 Produksi Ansa Solusitama Indonesia 
https://konsepnews.com/wp-content/uploads/2021/09/kadislitbangad-sniper.jpegKepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama bersama Kepala Peneliti Dislitbangad Kolonel Cpl Apandi Suharto, meninjau perkembangan prototipe Robot Training Tembak Reaksi Integrated dan prototipe Sensor Tembak Counter Sniper di PT. Ansa Solusitama Indonesia, Malang, Jawa Timur, Kamis, 9 September 2021.

Direktur PT. Ansa Solusitama Indonesia, Aji Wijanarko mengatakan prototipe Robot Training Tembak Reaksi Integrated dan prototipe Sensor Tembak Counter Sniper yang merupakan Program Litbanghan Tahun 2021 telah mencapai perkembangan 80 persen.

Program prototipe Robot Training Tembak Reaksi Integrated merupakan kelanjutan dari program Rancang Bangun Lesan Tembak Robotik Tahap II tahun 2019 yang dilaksanakan dengan hasil yang cukup baik.

Pada program tahap III, prototipe akan ditingkatkan kemampuannya dari segi kualitatif dan kuantitatif, antara lain dari segi kemampuan manuver alat dan sinkronisasi antar alat.

Adapun dari segi kuantitatif terdapat penambahan jumlah alat menjadi 4 buah sehingga manuver keempat robotik mampu menyesuaikan keadaan medan dan kerja sama antar robotik tersebut.

Kedua hal itu nantinya akan sangat berguna dalam mendukung tugas latihan maupun tugas operasi prajurit dari segi kemampuan menembak.

https://i0.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2021/09/robot-tempur-tni-ad.jpeg?resize=750%2C636&ssl=1Persentase 80% dari prototipe ini meliputi terbentuknya mekatronik robot training tembak reaksi integrated dalam segi mekanik, elektronik dan software yang terkait, serta terbentuknya kendaraan Ground Control System (GCS) untuk memuat robot beserta server operator.

Adapun program prototipe sensor tembak counter sniper merupakan rancang bangun inovasi teknologi yang mencakup sistem penginderaan akustik, dengan memiliki kemampuan mengidentifikasi, membedakan, dan melaporkan tembakan musuh dalam beberapa detik setelah tembakan dilepaskan.

Dalam penelitian ini, PT. Ansa mengembangkan prototype sensor tembak counter sniper yang dapat menentukan arah sumber suara tembakan dan jenis kaliber yang ditembakan oleh musuh.

Dalam penentuan arah sumber suara menggunakan MEMS Digital Microphone yang diparalel atau sering dikenal sebagai MIC ARRAY.

Dan untuk klasifikasi suara tembakan dalam kaliber tertentu menggunakan program kecerdasan buatan dengan mengandalkan inputan sinyal suara dari microphone agar dapat membedakan mana suara tembakan dengan kaliber tertentu dan mana bukan suara tembakan.

Program prototipe sensor tembak counter sniper program Litbanghan tahun 2021 telah terlaksana dengan presentasi sebesar 80%.

https://dislitbang-tniad.mil.id/images/berita/Slide122.JPGParameter ini didasarkan pada terbentuknya sistem mekatronik dalam segi mekanik, elektronik dan software yang digunakan. Perkembangan penyelesaian 20% pada prototipe robot training tembak reaksi integrated dan prototype sensor tembak counter sniper dikerjakan di bulan Oktober hingga Desember 2021,“ kata Direktur PT. Ansa Solusitama Indonesia, Aji Wijanarko, dikutip situs TNI AD.

Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, mengatakan prototipe robot training tembak reaksi integrated dan prototype sensor tembak counter sniper merupakan kebanggaan dan produk andalan Dislitbangad, dia meminta PT. Ansa Solusitama Indonesia menyelesaikan secara tepat waktu dan pengerjaan yang tepat guna bukan sekedar cepat selesai tapi tidak tepat guna, karena robot training tembak reaksi integrated dan prototipe sensor tembak counter sniper akan digunakan oleh prajurit TNI AD khususnya sebagai sarana latihan agar lebih mahir dan lebih profesional baik saat latihan maupun di medan tugas operasi.

Keseimbangan cost atau biaya serta anggaran yang yang keluar dengan output yang dihasilkan harus seimbang dan memiliki nilai guna yang tepat sebagai sarana untuk berlatih para prajurit”, kata Kadislitbangad.

Selanjutnya Kadislitbangad mengucapkan terima kasih atas upaya dan kerja keras PT Ansa Solusitama Indonesia dengan perkembangan saat ini mencapai 80 %.

Harapannya penyelesaian 20% pada prototype robot training tembak reaksi integrated dan prototype sensor tembak counter sniper dikerjakan di bulan Oktober hingga Desember 2021 dan sudah diintegrasikan serta dilatihkan secara terintegrasi, bukan hanya penyelesaian 100 %, juga bukan hanya prototypenya saja, tapi sudah diintegrasikan baik antar robot maupun sinkronisasi alat dan yang mengawakinya.

Jangan terkesan hanya bermain game semata, tapi nilai taktik dalam latihan tidak diperhatikan, karena nilai lebihnya adalah mampu menyesuaikan keadaan medan dan kerja sama antar robotik tersebut, sehingga kedua hal tersebut hasilnya akan sangat berguna dalam mendukung tugas latihan maupun tugas operasi prajurit dari segi kemampuan menembak,” katanya.

  ★ TNI AD  

Jumat, 09 April 2021

[Video] Uji Sertifikasi Robot Training Tembak Reaksi

  Produk PT Ansa Solusitama Indonesia 
https://tniad.mil.id/konten/unggahan/2021/04/whatsapp-image-2021-04-06-at-10.11-.46-.jpegPrototipe robot training reaksi cepat [TNI AD]

P
rogram rancang bangun prototipe robot training tembak reaksi integrated merupakan program lanjutan dari program TA. 2019 yaitu rancang bangun lesan tembak robotik tahap II yang telah selesai dilaksanakan dengan hasil yang cukup baik.

Bermitra dengan Dislitbangad untuk merealisasikan program Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD dalam merekayasa materiel prototipe robot training tembak reaksi integrated secara bertahap, bertingkat dan berlanjut sehingga Dislitbangad mempunyai dua kebanggaan di tahun 2021 yaitu prototipe robot training tembak reaksi integrated dan rancang bangun prototipe sensor tembak counter sniper.

Berikut video dari Youtube :


  ★ Garuda MIliter  

Kamis, 08 April 2021

[Video] Sentry Gun (UGCV)

  Produksi PT Ansa Solusitama Indonesia 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjUvN91jffDIalT_GBUFQ-eyAFx49Y_bwhnwxkFRRbEgpwYETpOOQkbqs49wCSS-A5w6dY187zBwlqKAfnNc0GF1OJsTn4mBnaUjB_0a8Ku23dR3drwFZFxEC7NCfEz7IER4MJmcJI4Wl6/s600/Sentry_Gun_UGCV_Kemhan.pngPrototipe Ranpur Robotik UGCV (Unmanned Ground Combat Vehicle) karya PT Ansa Solusitama Indonesia

U
nmanned Ground Combat Vehicle (UGCV) adalah kendaraan darat tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang secara khusus untuk misi pengintaian, pengawasan dan akuisisi target guna meningkatkan keamanan personel.

Mengutip Kemhan, UGCV adalah terobosan teknologi sistem robotik yang berada di garis depan untuk menjaga prajurit pada jarak yang aman dari tembakan musuh secara efektif.

Disamping itu juga UGCV ini dapat dilengkapi dengan sistem senjata sesuai kebutuhan.

Dengan berkerjasama dengan PT. Ansa Solusitama Indonesia untuk membangun platfrom sistem persenjataan sentry gun pada ranpur robotik nasional.

Berikut video ujicoba tahap II sentry Gun UGCV :


Uji litbang sistem persenjataan Sentry Gun (UGCV) Tahap II TA 2020


Uji alat angkut UGCV, program kerjasama penelitian PT Ansa Solusitama Indonesia dan Balitbang Kemhan RI tahun 2020

  ★ Garuda Militer  

Rabu, 07 April 2021

Dislitbangad Rekayasa Prototipe Robot Training Tembak Reaksi Integrated

  Hasil Kerjasama PT Ansa Solusitama Indonesia 
https://tniad.mil.id/konten/unggahan/2021/04/whatsapp-image-2021-04-06-at-10.11-.45--300x238.jpegPrototipe robot training reaksi cepat [TNI AD]

K
epala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M. menerima paparan kesiapan rekayasa materiel prototipe robot training tembak reaksi integrated oleh Direktur PT. Ansa Solusitama Indonesia di Pok Liti Dislitbangad, Bandung,Senin, (5/4/2021).

Dalam paparannya, Aji Wijanarko Direktur PT Ansa Solusitama Indonesia mengatakan bahwa program rancang bangun prototipe robot training tembak reaksi integrated merupakan program lanjutan dari program TA. 2019 yaitu rancang bangun lesan tembak robotik tahap II yang telah selesai dilaksanakan dengan hasil yang cukup baik.

Pada program tahap tiga yang akan dilaksanakan, prototipe akan ditingkatkan kemampuannya dari segi kualitatif dan kuantitatif antara lain dari segi kemampuan manuver alat, sinkronisasi antar alat, sedangkan dari segi kuantitatif terdapat penambahan jumlah alat menjadi empat buah sehingga manuver ke empat robotik mampu menyesuaikan keadaan medan dan kerja sama antar robotik tersebut. Sehingga kedua hal tersebut hasilnya akan sangat berguna dalam mendukung tugas latihan maupun tugas operasi prajurit dari segi kemampuan menembak,” paparnya.

Sementara itu dalam sambutannya Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama S.I.Kom., M.M., memberikan apresiasi kepada Direktur PT. Ansa Solusitama Indonesia atas prakarsa dan kerja samanya bermitra dengan Dislitbangad untuk merealisasikan program Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD dalam merekayasa materiel prototipe robot training tembak reaksi integrated secara bertahap, bertingkat dan berlanjut sehingga Dislitbangad mempunyai dua kebanggaan di tahun 2021 yaitu prototipe robot training tembak reaksi integrated dan rancang bangun prototipe sensor tembak counter sniper.

Kedua prototipe ini merupakan hasil karya inovatif anak bangsa, di mana menunjukkan produk dalam negeri tidak kalah canggihnya dengan produk luar negeri, sehingga kami sangat mengapresiasi akan hal ini dan memberikan dukungan penuh atas proses rekayasa materiel prototipe robot training tembak reaksi integrated ini direalisasikan dan terwujud pada program Litbanghan tahun 2021 ini,” ucapnya.


https://tniad.mil.id/konten/unggahan/2021/04/whatsapp-image-2021-04-06-at-10.11-.46-.jpegLebih lanjut disampaikannya bahwa Dislitbangad melakukan penelitian dan pengembangan maupun rekayasa sampai tingkat prototipe dan mengupayakan dengan menindaklanjuti hasil kegiatan Litbanghan untuk menghasilkan produk jadi yang siap diproduksi secara massal melalui kegiatan pengembangan teknologi industri pertahanan (Bangtekindhan) yaitu proses sertifikasi terhadap prototipe (proses first article) yang dilakukan Dislitbangad dengan PT. Ansa Solusitama Indonesia yang diajukan kepada Ditjen Pothan Kemhan sebagai pembina industri pertahanan.

Mudah-mudahan pada renstra ke depan program Litbanghan yang sudah Prototipe dapat terwujud sampai ke produk,” ujarnya.

Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M, meminta agar mitra memaksimalkan kerja sama dan alat uji yang dimiliki oleh Laboratorium Dislitbangad yang memiliki 450 lebih alat uji dan 158 bagian besar alat uji untuk dioptimalkan pemakaiannya sehingga akurasi dalam uji coba dapat teruji dengan baik.

Hadir dalam pemaparan tersebut Kaliti, Pa Ahli Matut Dislitbangad, Peneliti Utama, Peneliti Muda dan para Perwira Kelompok Peneliti Dislitbangad. (Dispenad)

  ★ TNI AD  

Sabtu, 17 November 2018

TNI Pamer Robot Tempur Kota

Inovasi TNI AD Robot tempur kota buatan TNI AD

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Malang memperkenalkan inovasi robot tempur kota buatan mereka. Robot tempur ini merupakan pengganti personel perang.

Operator Poltekad, Letnan Kolonel Nur Rachman mengatakan, alat ini digunakan untuk perang kota. Tugas robot ini menerobos pertahanan musuh.

"Robot tempur ini digunakan untuk perang kota, khususnya melakukan penerobosan ke pasukan lawan, daripada menanggung risiko jatuhnya korban personel, makanya memerintahkan alat untuk maju ke arah depan," kata Nur Rachman di Malang, Jumat 16 November 2018.

Nur Rachman menjelaskan, robot roda empat ini bisa menjadi andalan saat medan perang tergolong sulit ditembus prajurit TNI.

"Apabila daerah pertahanan musuh itu sulit ditembus, maka satu-satunya jalan memakai ini. Kelengkapan yang dimiliki ini, selain merusak konsentrasi lawan juga bisa menembak tank lawan," ungkapnya.

Nur Rachman menuturkan dari aspek strategi dan taktik, robot tempur kota ini juga memiliki keuntungan, yakni tidak perlu mengerahkan personel yang banyak untuk menyerang musuh. Cukup dengan satu alat yang bisa mencerai-beraikan musuh dan merusak konsentrasi lawan.

"Contohnya saja ketika kasus bom Sarinah, ketika itu betapa banyaknya polisi atau aparat mengepung teroris. Semua kebingungan mau masuk takut ditembak, mau melihat di mana posisinya tidak bisa dipastikan. Kalau pakai ini mungkin ceritanya jadi lain," katanya.

  VIVAnews  

Selasa, 30 Oktober 2018

[infografis] Pencarian Pesawat Lion JT 610

Tiga Satuan Elit Marinir hingga Robot Cari Lion Air

Infografs [detik]

 Alat Sonar dan 50 Penyelam Dikerahkan 

Badan SAR Nasional (Basarnas) mengatakan tidak ada metode khusus untuk mencari kotak hitam (black box) Lion Air JT610. Basarnas berfokus pada pencarian badan pesawat (main body) terlebih dahulu.

"Kita tentunya pengen mencari main body dulu, biasanya kan itu tidak jauh dari main body, kalau itu ketemu saya yakin pasti tidak jauh-jauh dari situ," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018).

Seluruh temuan berupa serpihan pesawat, barang-barang korban, hingga potongan tubuh yang mengapung sudah dievakuasi petugas. Namun, saat ini tim pencarian masih melakukan penyisiran baik di permukaan laut ataupun di dalam laut.

"Kalau yang ada di atas permukaan sudah kita ambil semua. Sudah kita collect semua ada di sini dan 10 kantong itu sejak tadi malam sudah kita serahkan kepada Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi," ujar Syaugi.

Syaugi mengatakan sebanyak 50 personel dikerahkan untuk penyelaman hari ini yang berasal dari Basarnas, Kopaska TNI AL, dan pihak lainnya. Alat multibeam echosounder juga dipakai untuk memaksimalkan pencarian objek di bawah laut.

"Dari pagi tadi pukul 06.00 WIB sudah dilaksanakan penyelaman kembali. Hari ini kita akan melaksanakan penyisiran kembali di atas permukaan air dan dilakukan penyelaman di bawah air termasuk kita menggunakan alat yang namanya multibeam echosounder untuk melihat apakah ada objek di bawah. Karena kita berharap bodi pesawat atau main body-nya bisa terlihat," ucapnya.

Data terakhir tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri masih tercatat 24 kantong jenazah berhasil dibawa ke daratan dari titik koordinat jatuhnya pesawat. Sebanyak 10 kantong jenazah berisi potongan tubuh dan sisanya berisi serpihan pesawat.

Pesawat Lion Air JT 610 berjenis Boeing 737 MAX 8 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan membawa 189 orang di dalamnya. Pesawat terbang pukul 06.20 WIB kemudian hilang kontak pukul 06.30 WIB. Puing-puing pesawat ditemukan di perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat. (jbr/jbr)

  detik  

Rabu, 19 September 2018

ITB Kembangkan Robot Kecoa

Bisa Jadi Mata-mataKepala Penelitian Lembaga Pengembangan Inspirasi dan Kewirausahaan ITB M Hablul Barri menunjukkan inovasi teknologi robot kecoa intelijen senyap pada acara ITB CEO NET Technopreneurship Festival 2018 di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 18 September 2018. [ANTARA/Novrian Arbi]

Tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan robot mini berbentuk kecoa. Robot ini bisa menjalankan tugas sebagai mata-mata, termasuk untuk mengawasi para tersangka yang menjadi incaran petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Robot itu ikut dipamerkan di acara forum ITB-CEO Net & Entrepreneurship Festival di Aula Barat ITB, Selasa, 18 September 2018. Menurut seorang anggota tim penelitinya, Muhammad Hablul Barri, robot itu baru dibuat bulan ini setelah pengajuan proposal Juni-Juli lalu. "Dana risetnya dari Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirauasahaan-ITB," katanya.

Meskipun baru dibuat, purwarupa mesin robot itu telah jadi. Pada bagian depan misalnya dipasangi kamera imut untuk merekam gambar video. "Itu untuk bukti suara dan gambar dari sasaran," ujar Barri.

Latar belakang pembuatan robot ini terkait terus maraknya kasus korupsi di negeri ini. Robot itu ingin melengkapi fungsi penyadapan suara yang biasa dilakukan KPK.

Menurut mereka, rekaman suara saja masih bisa membuat orang sangsi saat kasusnya dibawa ke pengadilan. Bukti gambar berupa video bisa menjadi bukti kuat di persidangan tindak pidana korupsi.

Selain itu telah terpasang mesin penggerak dan roda di bagian bawah. Sumber dayanya berasal dari baterai yang sementara ini sanggup untuk bekerja selama dua jam. Menurut Barri, masih perlu beberapa penyempurnaan pada riset ke depan agar robot mata-mata itu bisa diandalkan.

Tim yang merupakan gabungan mahasiswa S1 dan S2 diketuai dosen dari Teknik Fisika ITB itu terinspirasi oleh sosok kecoa. "Dia kan jalannya mengendap-endap, kami terinspirasi untuk meniru cara gerakannya itu," kata Barri.

Kamuflase serangga darat jadi pilihan. Meskipun kecoa sanggup terbang, tim mengaku kesulitan untuk menirunya sampai ke sana. "Robot terbang banyak tantangannya karena harus bisa mengangkat benda dengan daya minimal," ujarnya.

Konsep penggunaan robot kecoa mata-mata ini yaitu mendekatkan dan sanggup membuntuti pergerakan sasaran. Pengendaliannya lewat jaringan wifi dan aplikasi khusus yang bisa dipasang di smartphone. Tim juga merancang mata-mata buatan ini sebagai tim yang terdiri dari lima robot kecoa.
 

  Tempo  

Senin, 23 Oktober 2017

Tank Tanpa Awak Dirilis di Surabaya

Generasi kedua produksi CV. BDL Technology https://lancercell.files.wordpress.com/2017/10/war-v2-autonomous-military-tactical-vehicle-cv-bdl-technology-istimewa.jpg?w=1024&h=567&crop=1 WAR-V2 Autonomous Military Tactical Vehicle CV. BDL Technology. (Istimewa) ☆

Perang konvensional di masa mendatang tampaknya memang sulit terjadi seperti perang-perang sebelumnya yang pernah melanda dunia. Pasalnya, perang konvensional (perang fisik) terlalu banyak risiko dan hukum internasional juga sudah sedemikian ketatnya.

Di era teknologi, perang tampaknya mulai beralih pada penggunaan teknologi-teknologi canggih yang lebih efisien dan efektif. Sejumlah negara maju bahkan telah aktif mengoperasikan alat perang berupa pesawat tanpa awak untuk mendeteksi dan menyerang musuh. Pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh ini terbilang cukup efektif dioperasikan dalam medan pertempuran.

Ambil contoh misalnya perang di Afghanistan. Pasukan AS secara reguler telah menggunakan drone untuk mendeteksi dan menyerang militan Taliban di sejumlah daerah. Beberapa waktu lalu, Taliban harus menembak jatuh drone tentara AS yang berkeliaran di langit Afghanistan. Drone ini diketahui telah menyerang dan membunuh markas dan anggota Taliban sebelum akhirnya ditembak jatuh di Kunduz.

Contoh lain, Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) baru-baru ini membeli sedikitnya 4 unit drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk dari Amerika Serikat untuk keperluan pengintaian di perbatasan Korea Utara menyusul sikap agresifitas Pyongyang akhir-akhir ini.

Drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk pesawat tempur canggih yang dibangun militer AS untuk misi pengintaian. Drone ini dilengkapi dengan serangkaian rudal untuk menghancurkan artileri, rudal balistik dan bunker serta pasukan khusus dan taktis.

Pertama kali diterbangkan pada tahun 1998, Global Hawk yang kemudian eksperimental dilengkapi dengan perkumpulan alat pengintai. Ini termasuk elektro-optik, kamera termografi, prosesor gambar, tiga sistem radar yang berbeda, bayangan inframerah, radar cuaca dan perangkat lainnya. Ini juga merupakan pesawat tanpa pilot pertama yang melintasi Samudra Pasifik, yang terjadi pada tahun 2001.

AS juga diketahui telah menggunakan Global Hawks di Irak dan Afghanistan, serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan menyusul bencana seperti gempa dan tsunami Tohoku 2011 di Jepang dan topan Haiyan 2013 di Filipina.

Di Indonesia, drone tentu bukan barang baru lagi. Dan kini, CV. BDL Technology bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidik Tinggi dan Wakil Gubernur Jawa Timur merilis tank tanpa awak generasi kedua (Autonomous Military Tactical Vehicle-WAR-V2). Berdasarkan informasi, tank tanpa awak ini dirilis dalam sebuah acara bertajuk grand launching WAR-V2-Autonomous Military Tactical Vehicle di Exhbistion Hall, Grand City, Surabaya, 19-22 Oktober 2017.

“BDLtech bekerjasama dengan Kemenristekdikti sebagai pengusaha muda/pengusaha pemula khusus bidang HanKam, WAR-V1 menjadi produk perdana BDL yang akan ditindaklanjuti dan diakomodir untuk diproduksi serta diterjunkan ke pasar,” kata CV. BDL Technology dalam sebuah pernyataan seperti dikutip redaksi, Minggu (22/ 10).

BDLtech merupakan rintisan perusahaan yang bergerak di bidang keteknikan (kelistrikan, elektronika, instrumentasi, mekanik, dan otomasi). BDLtech akan mencakup bidang usaha riset teknologi dengan sasaran lingkup Pendidikan dan Hankam (Pertahanan dan Keamanan).

  Nusantara news  

Selasa, 02 Februari 2016

★ Mahasiswa Indonesia bikin robot tank untuk TNI AD

Tank robot War-V1 BDL-Tech♞ Tank robot War-V1 BDL-Tech

Mahasiswa Institut Teknologi 10 November (ITS), Bachtiar Dumais Laksana (23) rupanya tak mau tinggal diam jika Indonesia tertinggal di bidang teknologi, utamanya pertahanan dan keamanan. Atas alasan itu pula, bersama Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal membuat kendaraan taktis mini tanpa awak pertama.

Tank robot yang dikendalikan lewat remote control ini dirancang, dirakit dan diproduksi sendiri oleh ketiganya. Produk tersebut belum diproduksi massal, masih berupa purwarupa. Tank ini diberi nama War-V1.

Untuk mendukung aktivitasnya, mereka mendirikan perusahaan sendiri yang diberi nama BDL-Tech. Produknya tersebut sudah dilirik oleh Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan, serta Batalyon Kavaleri 8 Divisi Infantri 2 Kostrad di Bandung.

http://www.harianindo.com/wp-content/uploads/2016/02/vbn87.jpgTank robot War-V1 BDL-Tech

"Saya sendiri direkturnya, bertiga, pengerjaan sudah makan waktu setahun lebih, kira-kira 13 bulan. Lengkap dengan desain, mekanik, rancang kendali elektronis. Kami memang kebetulan dari awal mau menyusun perusahaan yang bergerak di bidang hankam dan pendidikan," beber Bachtiar saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (1/2) kemarin.

Pembuatan tank robot tersebut bermula dari hobi ketiganya di dunia militer, dengan latar belakang sebagai lulusan elektro sejak SMK, mereka mulai mencoba merealisasikan mimpinya. Desain dan model tank buatannya tersebut berasal dari robot yang digunakan oleh militer Jepang.

"Kemudian kami coba, itungannya nekat. Saya tanya ke Batalion Kavaleri sampai Kodam, yang berikan tanggapan positif Kodam Mulawarman dan Batalion Kavaleri 8. Jadi kemudian dengan konsep yang ada, kendaraannya saya sendiri inginnya berfungsi sebagai back up, di lapangan sebagai sweeper atau penyapu, setelah infantri masuk mampu di back up unit ini. Makanya mulai dari senjata sistem kami sesuaikan dengan tujuan aplikasi," terangnya.

http://www.harianindo.com/wp-content/uploads/2016/02/wp-1454204580540.jpgTank robot War-V1 BDL-Tech

Dalam proses pembuatannya, Bachtiar dan kedua rekannya belum mendapatkan bantuan dana dari pihak manapun, termasuk pemerintah. Alhasil pembelian komponen dan alat pendukung lainnya masih menggunakan modal pribadi.

"Ini masih modal pribadi, saya sendiri masih ikut orangtua, belum lulus dari kampus. Termasuk pendirian CV dan segala macam," lanjut dia.

Karena masih menggunakan dana sendiri, mereka sempat kesulitan untuk memasang komponen yang lebih memadai. Sebab, seluruh komponen yang diperlukan harus didatangkan dari China dengan harga belasan juta rupiah, itu pun belum termasuk bea impor.

"Kami disiplin elektro semua di bidang mekanik bergerak, kami belajar otodidak, makanya waktu desain belajar dari nol. Jadi masih gambar tangan mulai dari 2014," kenang dia.

Meski begitu, bachtiar mengungkapkan udah ada beberapa pihak yang mau mensponsori tank buatannya. Tank ini juga akan menjadi bekal untuk menyelesaikan skripsi.

"Ini ada beberapa bagian saya ikutkan untuk judul skripsi, kalau lolos Kemenhan rencananya ada pengucuran dana, dari menhan mungkin turunnya ke dikti," pungkasnya.

 Canggihnya robot tank buatan mahasiswa Indonesia

Inilah Penampakan Tank robot War-V1 BDL-Tech Buatan Mahasiswa IndonesiaTank robot War-V1. ©BDL-Tech

Sebuah prestasi membanggakan ditunjukkan tiga mahasiswa Indonesia. Mereka sukses menyelesaikan kendaraan taktis berupa tank mini berlabel War-V1. Tank robot tersebut dibuat di markas BDL-tech, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Mahasiswa Teknik Elektro dari Institut Teknologi 10 November (ITS), Bachtiar Dumais Laksana (23) membuat sendiri tank tersebut dengan bantuan kedua rekannya, yakni Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal. Alat tempur ini mampu dikendalikan jarak jauh dan menenteng senapan mesin ringan untuk memporak-porandakan posisi musuh.

Inilah Penampakan Tank robot War-V1 BDL-Tech Buatan Mahasiswa IndonesiaTank robot War-V1 BDL-Tech

Kepada merdeka.com, Bachtiar mengungkapkan beberapa keunggulan yang bakal dimiliki mesin tempur robot buatannya itu. Salah satu konsep utamanya adalah ramah lingkungan dengan memasukkan mesin hybrid di dalamnya.

"Yang kami tawarkan, jelas pertama kendali tanpa awak. Aplikasi di lapangan, dengan dimensi ukuran di mana bisa merangsek jauh dari kendaraan yang sudah diproduksi sekarang, seperti Panser Anoa. Ukuran besar-besar semua dan hanya bisa dipakai sebagai pengangkut pasukan, tapi besar sekali," jelasnya.

Karena ukurannya yang sangat kecil, alat ini bisa dipakai untuk mendukung mobilisasi pasukan. Terutama membuyarkan konsentrasi musuh, dengan demikian pasukan penyerbu bisa bergerak dengan perlindungan body tank.

Rencananya, mereka tak hanya memasangkan senapan mesin ringan, tapi juga pelontar granat atau roket. Hanya saja, Bachtiar masih mengakui beberapa kelemahan terutama di bidang proteksi atau menahan peluru. Tapi hal ini tentu bisa diakali dengan menggunakan baja yang bagus jika ada dana yang cukup.
 

  Merdeka  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...