Sabtu, 07 Mei 2022

KRI Ajak 653

⚓ Kapal Cepat Torpedo TNI ALKRI Ajak-653 (TNI AL)

TNI Angkatan Laut (AL) memiliki alat utama sistem senjata (alutsista) kapal perang KRI Ajak-653.

KRI Ajak-653 baru saja rampung dari pemeliharaan depo (hardepo) atau pemeliharaan perbaikan kapal secara menyeluruh pada Desember 2021.

PT Len Industri (Persero) dipercaya TNI AL untuk meng-upgrade hardware dan software Combat Management System (CMS) Mandhala, serta mengintegrasikannya dengan sistem senjata, radar dan juga sensor-sensor kapal perang.

CMS merupakan brainware yang berfungsi melakukan pengolahan data dari berbagai sensor menjadi informasi navigasi, potensi ancaman, serta reaksi yang dapat dilakukan untuk melumpuhkan ancaman tersebut.

CMS juga dapat memberikan visualisasi menyeluruh terhadap situasi taktis pertempuran, menyediakan sarana untuk melakukan reaksi secara efektif dan efisien melalui sistem persenjataan yang dimiliki.

  Spesifikasi KRI Ajak-653 
Dilansir dari laman bumn.go.id, KRI Ajak-653 merupakan jenis Kapal Cepat Torpedo (KCT) yang bertugas sebagai elemen pemukul musuh.

Hal itu dapat dilakukan baik di permukaan maupun di bawah permukaan (anti submarine warfare), termasuk sebagai kapal pendeteksi anti-kapal selam.

Pada 1989, KRI yang sebagian lambung kapal dan peralatannya dibuat di Lurssen Jerman ini masuk sebagai bagian dari Satuan Kapal Cepat Armada Timur TNI-AL, Surabaya, dan dipasang di PT PAL.

KRI Ajak-653 memiliki panjang 58,1 meter, lebar 7,6 meter, dan draught 2,95 meter.

Kapal ini memiliki bobot 445 ton pada beban penuh serta memiliki kecepatan maksimal 27 knot dengan daya jelajah 2.200 mil.

Selain itu, KRI Ajak-653 kini sudah dilengkapi dengan combat system buatan Len yang terintegrasi dengan senjata meriam 57 mm dan 40 mm.

Kemudian radar navigasi, radar surveillance, sensor (electro-optical targeting system) EOTS, gyro vertical, speedlog, hingga sensor arah angin.

  Selain KRI Ajak-653, ini KCT yang pernah dimiliki TNI AL 
TNI AL juga pernah memiliki Kapal Cepat Torpedo bernama KRI Matjan Tutul-602.

KRI Matjan Tutul-602 merupakan alutsista dari Satuan Kapal Cepat generasi pertama TNI AL buatan Jerman Barat.

Kapal tempur ringan dengan membawa senjata mematikan dikembangkan pertama kali pada Perang Dunia I dan dikenal sebagai dikenal sebagai Coastal Motor Boats.

Kapal yang hanya berbobot sekitar 15 ton ini digunakan sebagai bagian dari pertahanan pantai.

Kapal jenis ini mulai naik daun pada Perang Dunia II karena terbukti mampu menenggelamkan kapal kombatan utama yang ukuran dimensinya jauh lebih besar darinya.

Dari spesifikasinya, MTB kelas Matjan Tutul memiliki ukuran panjang 42,6 meter, tetapi lebarnya tidak lebih dari 7,1 meter.

Sementara bobotnya 183,4 ton dengan postur bodi kapal terlihat langsing.
 

  ⚓ Kompas  

[Global] Hyundai to Build 6 Navy Offshore Patrol Vessels

⚓ For Philippine Navy'sThe HDP-1500Neo is a 1,500-ton class OPV developed by HHI (photo : newsis)

Department of National Defense (DND) Secretary Delfin Lorenzana on Thursday said South Korean shipbuilder, Hyundai Heavy Industries (HHI), has been selected by the Philippine Navy's (PN) technical working group (TWG) for its offshore patrol vessel (OPV) project which will consist of six ships.

"At kamakailan lang napili nila (PN TWG) yung Hyundai ng (South) Korea. Sila rin gumawa ng ating dalawang frigate at gumagawa sila ng dalawang corvette. Ang nakita ng Navy na isang advantage dyan ay iisang system yung mga barko na yan, saka kung kailangan natin ng maintenance o whatever, madaling pumunta dito yung mga South Koreans (And recently, the [PN TWG] has selected Hyundai of [South] Korea. They are the ones who built our [Jose Rizal-class missile frigates], they are also the ones building our two [missile-armed corvettes]. The Navy sees that having [HHI] build all these ships is the similarities in their systems, and if we need to do maintenance or repairs, the South Koreans could easily come)," he said when asked for updates on the OPV project during an interview with government media.

He is also hopeful that the contract will be finalized and signed this month.

"I hope this month magkakaroon ng (there will be a contract (signing) after that or by June. Tignan natin kung maihabol natin bago matapos termino ni Presidente (let us see on whether we can do it before the President ends his term)," Lorenzana added.

The DND earlier said it is now looking for new proponents for the PN's procurement of six OPVs due to pricing issues with Australian shipbuilder Austal.

"Pending our approval of the contract for the purchase, they (Austal) said the cost has increased -- materials, labor and everything. They asked for additional payment. I think our budget is PHP30 billion, they want PHP12 billion more for the six OPVs or they said we can reduce the number from six to five," Lorenzana said.

He added that he can no longer ask the Department of Budget and Management (DBM) for additional funding.

However, he also said reducing the number of OPVs to be acquired is not an option for the PN.

"Ang gusto nila (Navy) anim talaga dahil talagang (yun) kailangan natin, so ang ginawa nila ay nakikipag-usap sila ngayon sa mga ibang proponents (na) kayang tugunan without any increase in price or reducing the number of ships (What they really want is six because that is the number they need, so they are now talking with other proponents capable of giving that number without increasing the price or reducing the number of ships)," the DND chief earlier said.

Lorenzana said that shipbuilders from France, Sweden, South Korea, Japan, Turkey and India have expressed interest in the PN's OPV project.

Initially, Australian shipbuilder Austal was believed to be the frontrunner in the OPV project.

Lorenzana, in an earlier statement, said tapping Austal for the project will be greatly advantageous to the country as it will provide jobs to Filipinos as the company has an existing shipyard in Balamban, Cebu which it had acquired from Aboitiz.

This is aside from the transfer of technology which will also be beneficial to the Philippines in the long run, he added. The OPV project is expected to replace the World War II surface assets decommissioned by the Navy.

The DBM already released the funds for the project last year.
 

  🐟 
PNA  

[RIP] Anggota Kontingen Garuda di Kongo Gugur dalam Tugas

💂Anggota Kontingan Garuda di Kongo, Kopda Jarot Budi Utomo, gugur dalam tugas. [Foto/KBRI Nairobi]

Selamat Jalan Garuda-Kita, manusia hanya bisa berusaha, berikhtiar dan berdoa, namun Tuhan juga yang menentukan akhir perjalanan hidup anak manusia.

Demikian sambutan Duta Besar Indonesia Mohamad Hery Saripudin pada acara pelepasan jenazah almarhum Kopda Jarot Budi Utomo yang gugur saat menjalankan tugas sebagai anggota Pasukan Kontingen Garuda yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB Monusco di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Kopda Jarot Budi Utomo meninggal di Rumah Sakit Aga Khan University, Nairobi Kenya, pada hari Minggu (1/5/2022), hari terakhir bulan suci Ramadhan 1443. Almarhum menjalani perawatan di rumah sakit selama sebelas hari, setelah diterbangkan dari DRC ke Nairobi, pada tanggal 21 April 2022, karena keterbatasan fasilitas kesehatan yang ada di negara tersebut. Alhmarhum Kopda Jarot meninggal disebabkan menderita sakit keras.

Selama berada di RS Aga Khan University Nairobi, selain didampingi oleh Lettu. Ckm dr. Yudi Dwi Atmanto yang juga merupakan anggota Pasukan Kontingen Garuda untuk MONUSCO, Tim Pelindungan WNI di Luar Negeri KBRI Nairobi terus memantau perkembangan kesehatan almarhum Kopda Jarot Budi Utomo. KBRI juga memfasilitasi secara penuh dokter anggota Pasukan Kontingen Garuda yang mendampingi Kopda Jarot Budi Utomo selama menjalani perawatan di Nairobi.

KBRI Nairobi dan PBB telah bekerja sama dalam penanganan proses repatriasi jenazah Kopda Jarot Budi Utomo ke tanah air, termasuk penanganan administrasi yang disyaratkan. Sebelum diberangkatkan ke tanah air, jenazah dilepas secara resmi oleh Duta Besar Indonesia di Nairobi, Dr. Mohamad Hery Saripudin, dan istri serta para diplomat KBRI Nairobi. Sebelumnya dilakukan pemulasaraan secara islam dan disholatkan oleh keluarga besar KBRI Nairobi. Jenazah diterbangkan ke tanah air pada Jumat (6/5/2022), begitu keterangan KBRI Nairobi dalam keterangan tertulisnya.

Kopda Jarot Budi Utomo adalah anggota Satgas Kompi Zeni, Kontingen Garuda (KonGa) XX-S/MONUSCO 2022 yang rencananya akan bertugas selama satu tahun. Indonesia aktif menyumbangkan pasukan perdamaiannya yang dilaksanakan oleh PBB sejak tahun 1957 melalui misi United Nations Emergency Force (UNEF) di Mesir.

Sedangkan partisipasi pasukan tentara Indonesia dalam misi perdamaian dunia PBB untuk DRC berlangsung sejak tahun 1960, ketika DRC masih bernama Zaire melalui misi UNOC. Sejak pertama kali Indonesia aktif, bersama anggota misi perdamaian PBB lainnya, membantu pemerintah DRC dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan dalam negerinya sampai sekarang tidak pernah absen menyumbangkan anggota pasukannya.

Saat ini terdapat 1038 anggota Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam MONUSCO. Selain tentara, Indonesia juga menempatkan polisi di DRC sebanyak 4 anggota Polisi yang tergabung dalam misi PBB United Nations Police (UNPOL), dengan tujuan secara umum melaksanakan tugas kepolisian PBB. (ian)

   sindonews  

[Global] Austal Bangun Kapal Expeditionary Fast Transport Baru untuk Angkatan Laut AS

  Mampu dipacu hingga 43 knots [Austal]

Perusahaan pengembang kapal, Austal mengumumkan pada 4 Mei 2022 bahwa mereka telah mendapatkan kontrak 230,5 juta dolar untuk membangun kapal Expeditionary Fast Transport (EPF) ke-16 untuk Angkatan Laut AS (USN).

Sebelumnya Austal USA telah berhasil mengirimkan 12 unit EPF sesuai jadwal dan tiga EPF tambahan saat ini sedang dibangun.

EPF milik USN ini telah menunjukkan kemampuan operasionalnya untuk melakukan berbagai misi termasuk bantuan kemanusiaan, bantuan bencana, keamanan maritim, pengawasan, komando & kontrol, dan misi kontra-narkotika di seluruh dunia.

Fleksibilitas yang melekat pada desain EPF memungkinkan misinya disesuaikan dengan kebutuhan setiap armada dan komando geografis komandan kombatan.

EPF menganut desain dua lunas (catamaran) berbahan aluminium. Memiliki panjang 103 m, lebar 28,5 m dan sarat 3,83 m, dan perpindahan 1.515 ton. Membawa 40 awak, dan tersedia 312 kursi penumpang.

EPF ditenagai oleh empat mesin diesel MTU 20V8000 M71L yang menggerakkan empat waterjet Wartsila WLD 1400 SR.

Kecepatan maksimumnya 43 knot atau setara 80 km/jam dengan daya jelajah maksimum sejauh 1.200 mil laut atau 2.200 km.

  ⚓️ Airspace Review  

Jumat, 06 Mei 2022

[Global] AS Beri Informasi Intelijen yang Bantu Ukraina Tenggelamkan Kapal Moskva Rusia

Kapal Moskva Rusia sebelum tenggelam, Amerika Serikat hari Kamis, (5/5/2022) mengatakan mereka membagikan informasi intelijen kepada Ukraina tentang lokasi kapal penjelajah rudal Rusia Moskva sebelum serangan Ukraina yang menenggelamkan kapal perang itu (Sumber: NBC News) ★

Beberapa media AS melaporkan, Washington memberi informasi intelijen yang membantu Ukraina menenggelamkan kapal andalan Rusia, Moskva.

Moskva adalah kapal jelajah berpeluru kendali andalan Angkatan Laut Rusia. Kapal tersebut tenggelam di Laut Hitam pada pertengahan April.

Sejumlah sumber dari kalangan pejabat AS mengatakan, Ukraina bertanya kepada AS tentang sebuah kapal yang berlayar ke selatan Odessa.

AS mengatakan, kapal tersebut adalah Moskva dan membantu mengonfirmasi lokasinya, sebagaimana dilansir BBC, Jumat (6/5/2022).

Ukraina kemudian menyerang kapal tersebut dengan dua rudal.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS John Kirby mengatakan, Washington memberikan informasi intelijen untuk membantu Ukraina mempertahankan diri.

Kirby membantah laporan media-media sebelumnya bahwa AS memberikan informasi tentang lokasi para jenderal Rusia di medan perang, sehingga pasukan Ukraina dapat membunuh mereka.

Kami tidak memberikan informasi intelijen tentang lokasi pemimpin militer senior di medan perang atau berpartisipasi dalam keputusan penargetan militer Ukraina,” kata Kirby.

Kirby berujar, Ukraina menggabungkan informasi yang diberikan AS dan lainnya dengan intelijen medan perang mereka sendiri.

Kemudian mereka membuat keputusan mereka sendiri, dan mereka mengambil tindakan mereka sendiri,” papar Kirby.

  Kompas  

KRI Usman Harun Latihan Bersama Royal Navy

⚓️ Adu taktik di Natuna Utara [TNI AL]

KRI Usman Harun-359 BKO Guspurla Koarmada I Sambut HMS Spey P-234 dengan Passing Exercise Simbolisasi Pengakuan Kapal Perang Negara Asing atas Kedaulatan Perairan Indonesia.

Bertemu di Rendezvous (RV) Point 00 42 935 U – 106 19 559 T pada Kamis (28/04/2022), kedua kapal perang negara bersahabat Indonesia-Inggris ini melakukan beberapa serial latihan.

Selama sekitar 4 jam pelaksanaan Passing, masing-masing Kapal Perang menunjukan keprofesionalitasnya, dalam melakukan serial-serial latihan antara lain Navcomex, Surfex (Tacman), Miscex (Rasap) dan Farewell ex.

Intensitas Passex TNI AL dengan Kapal Perang Negara Sahabat seperti ini akan meningkatkan profesionalisme Prajurit Pengawak KRI dalam mengikuti even-even internasional seperti multilateral naval exercise.

Monent ini juga terdokumemtasi dengan baik dengan kehadiran Pesud TNI AL CN 235 yang juga sedang melaksanakan Patroli udara Maritim BKO Guspurla Koarmada I di Laut Natuna Utara. (Dispen Koarmada I)

  ⚓️
Koarmada I  

KRI I Gusti Ngurah Rai Akan Ikut Dalam Latihan Rimpac 2022

⚓️ Bersama 13 negara lainnya di Hawaii KRI I Gusti Ngurah Rai [TNI AL]

Panglima Komando Armada II, Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han) menerima paparan kesiapan Satuan Tugas Latihan Bersama Multirateral Rim Of The Pacific (Satgas Rimpac) dari Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 Kolonel Laut (P) Lewis N. Nainggolan selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Rimpac 2022. Kegiatan tersebut bertempat di Rupat Pangkoarmada II, Rabu (27/4/2022).

Latihan Bersama Multirateral Rimpac tahun ini mengambil tema “TNI AL Melaksanakan Latma Multilateral Rimpac 2022 Di OAHU, Hawai Guna Meningkatkan Profesionalisme, Kemampuan Tempur dan Kerja Sama Militer dengan Negara Sahabat”

Dihadapan Pangkoarmada II Dansatgas Rimpac 2022 Kolonel Laut (P) Lewis N. Nainggolan menjelaskan bahwa pelaksanaan Latma Multilateral Rimpac 2022 akan dilaksanakan di Hawai pada tanggal 26 Juni sampai dengan 4 Agustus 2022 dan sebagai peserta Unsur Tugas Laut KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 serta pasukan Marinir sebanyak 35 pasukan.

Latihan Multilateral ini digelar setiap dua tahun antara US. Navy dengan Negara Indo-Pasifik di bawah kendali Armada ke III US. Navy. Sebanyak 14 negara peserta turut serta dalam kegiatan Rimpac 2022 ini antara lain Australia, Canada, Chili, Perancis, India, Indonesia, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Filipina, Korsel, Singapura dan Malaysia.

Sementara itu Pangkoarmada II dalam arahanya meminta Komandan KRI GNR, pasukan Marinir dan seluruh peserta Latma Multilateral Rimpac 2022 mulai sekarang harus betul-betul menyiapkan sebaik-baiknya, baik personel maupun material, selain itu agar selalu mengecek secara berulang-ulang segala kebutuhan dan dukungan, perlengkapan, sampai betul-betul siap, jangan sampai di tengah jalan ada kendala dan kekurangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama Koarmada II, Dansatkor Koarmada II, Dansatmar Koarmada II, Kadiskomlek Koarmada II, Kadisminpers Koarmada II, Kadiskes Koarmada II, Kadismatbek Koarmada II, Kadisharkap Koarmada II dan Kadispen Koarmada II.

 ⚓️ 
Koarmada II  

Kamis, 05 Mei 2022

Penerbang Wanita TNI AL ini Kini Sandang Pangkat Bintang Satu

https://indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220503-WA0003.jpg(Dok Dispenal)

Kepala Staf Angkatan Laut (AL) Laksamana TNI Yudo Margono menerima laporan kenaikan pangkat Ni Ketut Prabhawati, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (27/4) lalu.

Perwira Korps Wanita TNI AL, Ni Ketut Prabhawati, kini menyandang pangkat Laksamana Pertama (Laksma TNI). Yang sebelumnya, ia pernah menjadi Co-pilot TNI AL.

Laksma TNI Ni Ketut Prabhawati merupakan wanita kelahiran, 20 November 1967, di Tabanan Bali. Ia menjadi satu diantara putra-putri Bali yang berhasil mendapatkan prestasi yang luar biasa dalam bidang militer.

Dia merupakan alumni dari Dikmaba Militer Sukarela tahun 1985 serta melanjutkan untuk menempuh Pendidikan Dik Brevet Penerbangan tahun 1988 hingga 1989.

Satu tahun kemudian, wanita berusia 54 tahun tersebut mengikuti Pendidikan Pembentukan Perwira tahun 1990 dengan prajurit Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), hingga menjadi satu-satunya yang menangani Penerbangan Laut Pendidikan Brevet.

Setelah lulus, dia menjabat sebagai Copilot Skadron Udara 600/Angkut Taktis di tahun 1996 yang bertugas skuadron sebagai mengangkut taktis seperti pergeseran dukungan logistik dan personel.

Selama berdinas, dia pun aktif dalam mengikuti program Pendidikan Spesialisasi Perwira (Dikpespa), Sekolah Staff dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), dan Sekolah Staff dan Komandan Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI). (ADT)

 ♖
Indonesia Defense  

[Global] Intelijen AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia

💂  Ilustrasi Jendral Rusia yang gugur di medan pernag [The Sun]

Peran Amerika Serikat (AS) dalam perang di Ukraina terungkap. Seorang pejabat senior AS mengatakan intelijen dari negaranya telah membantu pasukan Ukraina membunuh banyak jenderal Rusia.

Seperti dilansir Reuters, yang mengutip New York Times, Kamis (5/5/2022), Washington telah memberikan rincian kepada Ukraina tentang perkiraan pergerakan pasukan Rusia dan lokasi serta rincian lainnya tentang markas militer bergerak Rusia.

Ukraina pun telah menggabungkan bantuan itu dengan intelijennya sendiri untuk melakukan serangan artileri dan serangan lain yang telah menewaskan perwira Rusia.

Terkait klaim dari sumber tersebut, Pentagon dan Gedung Putih masih enggan berkomentar.

Sementara itu, pejabat Ukraina mengatakan mereka telah membunuh sekitar 12 jenderal Rusia di medan perang. Namun, para pejabat AS menolak merinci berapa banyak jenderal yang tewas akibat intelijen Amerika.

Sejauh ini, AS memang dikenal getol berkomentar terkait perang di Ukraina. Bahkan, Negeri Paman Sam pun telah mengirimkan sejumlah bantuan militer untuk Ukraina.

Sejauh ini belum ada konfirmasi lebih jauh mengenai keterlibatan intelijen AS dalam perang tersebut. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya pernah menyatakan ada campur tangan intelijen AS. (luc/luc)

 💂 
CNBC 

Rabu, 04 Mei 2022

[Global] Rentetan Kasus Bunuh Diri Guncang Kapal Induk AS

💀Ilustrasi kapal induk AS. Angkatan Laut AS kini tengah menyelidiki penyebab terjadinya rentetan kasus bunuh diri pada bulan lalu di kapal induk AS .(Huntingtoningalls.com/Chris Oxley)

Setidaknya tujuh prajurit Amerika Serikat dilaporkan tewas di kapal induk USS George dalam setahun terakhir, dengan empat di antaranya meninggal bunuh diri, sehingga Angkatan Laut AS memerintahkan penyelidikan.

Iklim serta budaya komando di kapal itu pun dipertanyakan.

Komandan Angkatan Udara Atlantik AS, Laksamana John Meier, menyatakan hasil penyelidikan diharapkan bisa keluar pekan ini.

"Kami sudah menugaskan seorang investigator untuk menyelidikinya, dan betul-betul menyelidiki penyebab terdekat. Apakah ada pemicu langsung? Apakah ada hubungan dengan peristiwa-peristiwa itu? Saya harap [hasil investigasi] bisa dilaporkan pekan ini," kata Meier pada Selasa (3/5) dikutip CNN.

Selain penyelidikan kasus bunuh diri, Angkatan Laut AS saat ini juga tengah menggelar penyelidikan lainnya dengan ruang lingkup luas, yaitu iklim dan budaya komando.

Selain itu, untuk merespons tiga kasus bunuh diri yang terjadi pada bulan lalu, Angkatan Laut AS juga mengirimkan psikolog, penasihat ketahanan hingga tim sprint khusus sebanyak 13 orang untuk menyelidiki kasus semacam itu.

Meier menyatakan tim sprint akan bekerja selama sepekan penuh. Laporan mereka kemudian akan menjadi masukan bagi tim penyelidik.

Anggota Kongres AS sekaligus veteran AL, Elaine Luria, mendesak agar dalam waktu cepat ada tindakan untuk memastikan keselamatan awak kapal.

Ia lalu menulis surat yang ditujukan ke Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Michael Gliday.

"Tiap-tiap kematian ini merupakan tragedi. Dan jumlah insiden dalam satu komando, yang mencakup empat pelaut yang mengakhiri hidupnya sendiri, memicu kekhawatiran dan segera diperlukan penyelidikan," tulis Luria.

Merespons peristiwa itu, Komandan kapal induk USS George, Kapten Brent Gaut mengizinkan pelaut yang membutuhkan dukungan moral untuk pindah ke kapal lain sementara. Mereka akan mengikuti program Moral, Welfare and Recreation (WMR) yang tersedia di fasilitas Angkatan Laut setempat.

Di hari pertama pemindahan, setidaknya 200 pelaut meninggalkan kapal induk dan pindah ke fasilitas Angkatan Laut terdekat.

"Rencana pemindahan akan berlanjut sampai semua Pelaut yang ingin pindah dari kapal sudah melakukannya," demikian bunyi pernyataan resmi Gaut.

Kapal induk AS saat ini tengah dalam proses perbaikan (overhaul) dan pengisian bahan bakar di galangan kapal Newport News, Virginia sehingga tak punya armada lengkap sekitar 5.000 pelaut.

Namun mereka masih memiliki sekitar 2.700 pelaut yang bekerja di atas kapal. Sekitar 420 pelaut juga tinggal di kapal selama perbaikan.
 

  CNN  

Selasa, 03 Mei 2022

[Video] Drone Bayraktar TB2 Ukraina Serang Dua Unit Raptor Patrol Craft

✈ 💣 [istimewa]

Bayraktar TB2 kembali mencetak rekor, dimana drone tempur (UCAV) produksi Baykar Makina itu diwartakan berhasil melancarkan serangan pada dua kapal patroli cepat Rusia, yang diduga sebagai Project 03160 (Raptor Patrol Craft) pada 2 Mei 2022. Klaim dari Kementerian Pertahanan Ukraina telah didukung oleh rekaman video thermal dari drone.

Dikutip dari navalnews.com (2/5/2022), disebutkan serangan pada Raptor Patrol Craft terjadi di sekitar “Pulau Ular” yang sekarang terkenal (Pulau Zmiinyi), yang terletak 70 mil laut selatan Odessa. Stempel waktu dalam video yang direkam langsung dari kamera EO/IR pada drone menunjukkan bahwa serangan ganda terjadi pada hari ini, 2 Mei 2022.

Kabar yang beredar bahwa Bayraktar TB2 milik AL Ukraina menyerang Raptor Patrol Craft dengan menggunakan MAM-L (Mini Akilli Muhimmat-Lazer) Micro Smart Munition. MAM-L dikembangkan untuk kendaraan udara tak berawak (UAV), pesawat serang ringan dan misi udara-darat untuk platform udara berkapasitas muatan rendah. MAM-L dapat menyerang target diam dan target bergerak dengan presisi tinggi.

Dari spesifikasi, MAM-L dengan pemandu semi-active laser dapat menjangkau sasaran sejauh 8 km, atau 15 km dengan dukungan Inertial Navigation System/Global Positioning System. MAM-L dilengkapi pilihan hulu ledak tandem effective against reactive armor, high-explosive blast fragmentation dan thermobaric.

MAM-L punya berat 22 kg, panjang 1 meter dan diameter 160 mm. Fusi peledakan MAM-L mengandalkan kombinasi impact dan proximity.

Sementara yang menjadi korban, Raptor Patrol Craft dirancang untuk peran multirole, yaitu mulai dari operasi penyerbuan, pendaratan pasukan, patroli dan misi penyusupan. Bahkan kapal ini juga dirancang ideal untuk misi pencarian dan penyelamatan.

Sebagai persenjataan, kapal dengan kemampuan serbu cepat ini dibekali senapan mesin berat Urava-Kord kaliber 14,5 mm yang dikendalikan secara remote dengan modul optical electronik (thermal imaging) yang didukung gyro stabilizer dan bisa mendeteksi sasaran di jarak 3.000 meter. Kemudian pada bagian belakang, terdapat dua dudukan untuk senapan mesin sedang Pecheneg kaliber 7,62 mm yang dioperasikan secara manual.

Beberapa bagian di Raptor Patrol Craft dilengkapi perlindungan khusus, seperti pada kompartemen kemudi, kaca setebal 39 mm sudah disiapkan untuk mampu menahan terjangan proyektil dari senapan mesin kaliber sedang.

Raptor Patrol Craft punya panjang 16,9 meter, lebar 4,1 meter dan draft 0,9 meter. Raptor Patrol Craft ditenagai mesin 2.000 hp, dimana mampu membawa kapal ini melesat hingga kecepatan 48 knots atau setara 88 km per jam.

  Berikut video dari Youtube : 


  Indomiliter  

Senin, 02 Mei 2022

[Global] AL Chili Akan Terima Kendaraan Lapis Baja dari Selandia Baru

Sebanyak 22 unitNZLAV [NZ Army]

Angkatan Laut Republik Chili akan menerima 22 kendaraan lapis baja ringan (NZLAV) berpenggerak delapan roda bekas pakai militer Selandia Baru.

Kesepakatan kontrak senilai 19,8 juta dolar AS telah disepakati sebagai bagian dari program untuk memperkuat kemampuan ekspedisi dan penyebaran cepat Brigade Ekspedisi Amfibi Angkatan Laut Chili yang berkekuatan 1.200 orang.

Selandia Baru akan mengirimkan NZLAV dalam dua gelombang, yaitu pada tahun ini dan tahun depan.

Diberitakan, Chili awalnya berencana membeli kendaraan lapis baja ringan pada tahun 2014 silam. Namun program tersebut ditunda karena negara berfokus pada modernisasi armada fregatnya.

Rencana untuk melengkapi pasukan Marinir Chili dengan kendaraan lapis baja dilanjutkan lagi pada 2019. Namun lagi-lagi ditunda karena COVID-19. Dan baru lalu programnya dilanjutkan lagi.

Mengenai NZLAV (New Zealand Light Armoured Vehicles), ini adalah kendaraan taktis lapis baja generasi ketiga.

Kendaraan dilengkapi dengan berbagai sistem senjata, termasuk meriam M242 25mm, senapan mesin MAG-58 kaliber 7,62 mm dan pelepas granat 76 mm.

NZLAV sendiri dikembangkan di Kanada oleh General Dynamics Land Systems Canada (GDLS-C).

Pemerintah Selandia Baru membeli 105 LAV dari Kanada seharga 653 juta USD pada 2001 untuk menggantikan pengangkut personel lapis baja yang sudah tua.

Dari jumlah tersebut terdapat surplus kebutuhan sehingga sebagian dijual kepada negara lain.

  Airspace Review  

Minggu, 01 Mei 2022

KRI Bontang-907

⚓️ Kapal Perang TNI AL yang Bisa Isi BBM dari Tengah Laut Kapal tanker KRI Bontang 907 melakukan Replenishment at Sea kepada fregat KRI I Gusti Ngurah Rai 332 (TNI AL)

TNI Angkatan Laut (AL) memiliki alat utama sistem senjata (alutsista) KRI Bontang-907 yang merupakan kapal jenis bantu cair minyak (BCM).

Dilansir dari Majalah Cakrawala Edisi 448 Tahun 2020 terbitan Dinas Penerangan Angkatan Laut, KRI Bontang-907 memperkuat jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmada I.

Peran TNI AL yang sangat krusial dalam pertahanan negara di laut membutuhkan kemampuan dan kekuatan alutsista yang memadai.

  Suplai logistik bahan bakar 
KRI Bontang 907 dan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 (Koarmada1)

Kemampuan dan kekuatan tersebut diwujudkan dalam bentuk kesiapan kondisi teknis alutsista yang selalu siap dalam melaksanakan tugas operasi.

Kesiapan kondisi teknis hanya dapat terwujud melalui dukungan logistik yang optimal salah satunya adalah bahan bakar cair.

Mengingat pentingnya logistik dalam hal ini bahan bakar cair dalam suatu pertempuran atau operasi pertahanan laut dalam rangka mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka TNI AL meluncurkan KRI Bontang-907 untuk menjadi perkuatan dalam melaksanakan tugas-tugas operasional.

Hal itu dikarenakan kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang sedang beroperasi dan tetap berada di laut tanpa harus kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar dan mengangkut kebutuhan lainnya.

  Spesifikasi KRI Bontang-907 
Kapal tanker KRI Bontang 907 melakukan Replenishment at Sea kepada fregat ringan KRI Usman Harun 359 (TNI AL)

KRI Bontang-907 memiliki spesifikasi panjang mencapai 125,5 meter, mempunyai tinggi 30 meter, dan dirancang sanggup berlayar selama 30 hari non-stop.

Kapal perang ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal dapat mencapai 18 knot serta membawa 109 orang awak.

KRI Bontang-907 dibekali persenjataan untuk pertahanan terbatas, antara lain dua pucuk kanon kaliber 20 mm dan 2 pucuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.

Lebih lanjut, KRI Bontang-907 merupakan kapal perang produksi anak bangsa, yakni dari PT Betamec Shipyard, Batam.

Dari segi desain, KRI Bontang-907 dirancang sanggup melaksanakan pengisian bahan bakar di tengah laut, sembari kapal sedang melaju, yakni lewat sistem Replenishment At Sea (RAS).

Sementara itu, dari segi kapasitas angkut bahan bakar, KRI Bontang-907 mempunyai punya kapasitas angkut 5.500 meter kubik BBM.

  Tugas KRI Bontang-907 
Kapal tanker KRI Bontang 907 (RNZN)

Guna mendukung misi operasi, KRI Bontang-907 dilengkapi dengan geladak untuk didarati helikopter ukuran sedang, namun sayangnya tidak ada fasilitas hangar.

Kehadiran KRI Bontang-907, menambah daftar kapal tanker TNI AL yang kini terdiri dari KRI Tarakan-905, KRI Balikpapan-901, KRI Sambu-902, KRI Arun-903, KRI Sungai Gerong -906, dan KRI Sorong-911.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (pada saat itu) mengatakan, pembangunan KRI Bontang adalah suatu program pembangunan kekuatan TNI yang telah dirancang dalam program lima tahunan.

Teknisnya, KRI Bontang-907 akan membantu ketahanan kapal-kapal TNI AL yang sedang beroperasi di laut.

Jika selama ini KRI yang beroperasi kembali dulu ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar dan mengangkut kebutuhan lain, kini dengan adanya KRI Bontang-907, kapal-kapal TNI AL tersebut bisa tetap berada di laut.

KRI Bontang-907 yang akan membantu untuk menyuplai BBM. Sehingga operasi pertahanan wilayah oleh kapal-kapal TNI AL dapat bertahan lebih lama di laut.

  ⚓️
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...