Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2026

Indonesia dan AS Memulai Latihan Militer dengan 19 Negara

  Super Garuda Shield 2026 Latihan dimulai bersama 4 pasukan marinir dari 4 negara (US Marine corp)

Indonesia dan Amerika Serikat memulai latihan militer multinasional yang melibatkan 19 negara lainnya.

Upacara pembukaan "Super Garuda Shield" digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/08/2026).

Panglima Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS Mayor Jenderal Patrick Ellis mengatakan latihan tahunan ini penting karena lanskap keamanan Indo-Pasifik sangat kompleks dan kesiapan tidak dapat ditingkatkan secara tiba-tiba ketika krisis dimulai.

Militer Indonesia mengatakan lebih dari 4.700 personel berpartisipasi dalam latihan tahun ini. India ikut serta dalam latihan ini untuk pertama kalinya. Jepang mengirimkan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk tahun kelima berturut-turut. Mereka akan berlatih turun dari pesawat angkut dan menghadapi wahana nirawak.

Indonesia telah memperdalam kerja sama keamanan dengan negara-negara seperti AS dan Australia. Negara ini juga telah menyatakan minat untuk mengakuisisi kapal perusak SDF Maritim Jepang dan berharap untuk memulai pembicaraan mengenai kemungkinan transfernya.

Sementara itu, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan diplomatik nonblok dan juga meningkatkan hubungan dengan Cina. Menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara mengadakan pembicaraan "dua plus dua" pada Agustus. Kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama pertahanan, termasuk mengadakan latihan bersama.

 ⚓️  NHK  

Sabtu, 22 Agustus 2026

Kemhan Tinjau Harwat Ranpur Marinir

♞  Pastikan ranpur PT 76M berjalan lancar PT 76 Marinir (Ist)

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan mendampingi Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabaharwathan Kemhan RI) Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., meninjau perbaikan Kendaraan Tempur (Ranpur) Korps Marinir TNI AL jenis Tank PT-76 M di PT Lumindo Artha Sejati, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan diawali dengan paparan oleh Project Manager PT Lumindo Artha Sejati, Arif Mei Subiyanto, S.T., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan pengerjaan serta perkembangan perbaikan Ranpur Tank PT-76 M. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kabaharwathan Kemhan RI, peninjauan perbaikan Ranpur, penyerahan cenderamata dan plakat, penulisan kesan dan pesan, serta diakhiri dengan foto bersama.

Dalam sambutannya, Kabaharwathan Kemhan RI menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kemampuan, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, metode kerja, serta kualitas pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan (harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Dalam pembinaan harwat Alpalhankam, kita tidak hanya dituntut untuk menjaga kondisi materiel agar tetap laik digunakan, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa setiap proses harwat dilaksanakan secara terencana, terukur, memenuhi standar teknis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kemhan mendorong agar industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi juga secara bertahap mampu membangun kemandirian harwat Alpalhankam nasional, sehingga ketergantungan terhadap dukungan dari luar negeri dapat dikurangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aslog Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., Kapusrenharwat Alpalhan Laksma TNI Saepudin Hidayat, S.E., M.Tr.Hanla., Kadisharmat Kormar Kolonel Marinir Ukik Ari Nursanto, M.Tr.Hanla., M.M., Kabid Alpalhan Matra Udara Kolonel Tek Suparman, S.T., M.Tr.(Han)., dan Kabid Sarhan Matra Udara Kolonel Tum Achmad Fauzi, S.T., M.Eng. (Benta)


  ♞  Bernasindo  

Selasa, 04 Agustus 2026

PM Thailand Tawarkan 36 Kendaraan Amfibi untuk Marinir

🐴Thai Chaiseri AWAV (Tankporn)

Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan kerja sama industri pertahanan yang lebih erat dengan Indonesia, termasuk kesiapan Thailand memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV) untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Komitmen tersebut disampaikan Anutin saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Anutin memuji rekam jejak Presiden Prabowo di bidang militer. Dia mengaku para petinggi Angkatan Bersenjata Thailand memiliki penghormatan tinggi terhadap Prabowo sehingga ingin turut hadir dalam kunjungan kenegaraan tersebut.

"Saya pikir Anda telah memberikan perhatian yang sangat tinggi pada kerja sama pertahanan kita. Saya harus mengatakan bahwa sebelum saya melakukan perjalanan ke sini, ketika saya meminta para pejabat senior militer saya untuk memberi pengarahan kepada saya untuk kunjungan kita kali ini, Anda benar-benar seorang ikon militer dan banyak jenderal muda kami yang mengagumi kinerja Anda," ujar Anutin.

Menurutnya, apresiasi tersebut bahkan diwujudkan dengan pemberian medali kehormatan dari jajaran Angkatan Darat Thailand kepada Presiden Prabowo.

"Mereka semua bersumpah untuk menemani delegasi saya menemui Anda hari ini. Jadi saya telah membawa beberapa medali yang dengan sepenuh hati ingin diberikan oleh jenderal angkatan darat kami kepada Anda karena Anda adalah tokoh militer yang sangat mereka hormati," katanya.

Anutin menegaskan hubungan pertahanan yang erat antara kedua negara perlu terus diperkuat melalui latihan militer bersama, pertukaran informasi, hingga peningkatan kerja sama keamanan maritim.

"Dengan persahabatan yang kuat dan hubungan pertahanan yang erat ini, angkatan bersenjata kita akan dengan senang hati melanjutkan latihan gabungan secara rutin, berbagi informasi, dan kerja sama keamanan maritim dengan angkatan bersenjata Indonesia," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan rasa senangnya mengetahui bahwa Prabowo pernah menjalani latihan bersama pasukan khusus Thailand ketika masih bertugas di pasukan khusus Indonesia.

Selain itu, Anutin mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan pertemuan High Level Committee (HLC) Sekretariat Bersama Indonesia-Thailand di Bangkok pada Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, Anutin mengusulkan agar kedua negara memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif dalam dinas di Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan ini agar produk kami digunakan di negara Anda," tuturnya.

Selain menawarkan kendaraan tempur amfibi, Anutin juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang Defense & Security Exhibition yang akan digelar di Thailand pada November tahun depan sebagai wadah memperluas kerja sama industri pertahanan kedua negara.

Di bidang keamanan, Anutin menyambut keikutsertaan Dewan Keamanan Nasional Thailand dalam Dialog Keamanan ke-3 yang akan diselenggarakan Indonesia bulan depan.

"Mengenai kerja sama keamanan, saya senang Dewan Keamanan Nasional Thailand akan berpartisipasi dalam dialog keamanan ketiga yang akan diselenggarakan Indonesia bulan depan," katanya.

Lebih lanjut, dia menilai Indonesia dan Thailand perlu memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.

"Kedua negara kita harus meningkatkan kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional, khususnya penipuan online, perdagangan manusia, dan narkoba," ujar Anutin.

  Kabar 24  

Senin, 03 Agustus 2026

Kogabwilhan I dan Pasmar 1 Kembangkan Drone Serbu Otomatis

 ⍜ Drone serbu otomatis hasil kolaborasi Kogabwilhan I dan Pasmar 1 (PasMar1)

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) bersama Pasmar 1 berkolaborasi mengembangkan drone serbu otomatis sebagai inovasi teknologi pertahanan. Alutsista ini rencananya akan diuji pada Latihan TNI Terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Pengembangan drone ini ditujukan untuk mendukung operasi di medan sulit dijangkau, mempercepat respons terhadap sasaran, dan mengoptimalkan teknologi modern bagi prajurit. Uji coba difokuskan pada keandalan sistem, mobilitas, dan efektivitas di berbagai medan dengan melibatkan unsur darat, laut, dan udara.

Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Danpasmar 1 Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., meninjau langsung uji coba di Lapangan Tembak Jusman Puger, Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/07/2026). Kolaborasi ini wujud sinergi modernisasi pertahanan untuk meningkatkan kesiapan operasional prajurit menghadapi tantangan tugas yang dinamis.

 
Pasmar 1  

Selasa, 14 Juli 2026

Marinir Uji Fungsi Roket 122 mm Buatan Serbia di Baluran

 ➶  (Dispen Marinir)

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar uji fungsi amunisi roket kaliber 122 milimeter (mm) buatan Serbia di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026).

Pengujian dilakukan oleh Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal) dengan melibatkan Batalyon Roket 2 Marinir sebagai pelaksana penembakan.

Menurut siaran pers Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir, sejumlah roket 122 mm ditembakkan ke sasaran dan seluruhnya mencapai target serta meledak di daerah sasaran.

Hasil penembakan selanjutnya dievaluasi untuk menilai fungsi dan kelayakan amunisi.

Pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi yang digunakan memenuhi fungsi dan kelayakan serta siap mendukung kebutuhan operasional satuan dalam pelaksanaan tugas,” kata Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, dikutip Senin (13/7/2026).

Menurut dia, uji fungsi amunisi merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan material tempur dan sistem persenjataan Korps Marinir sebelum digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Turut hadir Waasintel Pangkormar Kolonel Marinir Teguh Santoso, Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, Aslog Danpasmar 2 Kolonel Marinir Bakti Dasasasi Penanggungan, dan Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto.

  Kompas  

Rabu, 20 Mei 2026

Marinir Sukses Laksanakan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 BMP-3F Asal China

  Amunisi alternatif   Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China dibandingkan amunisi 3UOF17 dari Rusia pada Ranpur Tank BMP-3F (photos: Menkav 2)

Untuk mengetahui kondisi dan kemampuan Amunisi kaliber 100 mm BTE1 China, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir terpilih sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China yang di aplikasikan langsung pada Ranpur Tank BMP-3F di Daerah Latihan (Rahlat) Puslatpurmar 5 Baluran, Kab. Situbondo. Selasa (12/05/2026).

Turut hadir meninjau langsung kesiapan material dan pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi tersebut, Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRMP., didampingi oleh Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.

Disamping itu dalam Uji Fungsi Amunisi ini juga melibatkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL sebagai lembaga utama TNI AL yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi material serta teknologi peralatan Angklatan Laut.


Uji Fungsi Amunisi diawali dengan pengecekan data dimensi amunisi kaliber 100 mm BTE1 China sebagai amunisi uji serta amunisi kaliber 100 mm 3UOF17 Rusia sebagai amunisi pembanding.

Kegiatan dilanjutkan pengecekan Sistem Kendali Senjata yang terintegrasi pada Ranpur Tank BMP-3F, kemudian pelaksanaan penembakan amunisi uji yang seluruhnya berfungsi dengan baik dan tepat sasaran dijarak 1000 m, 1200 m, hingga 4000 dalam rangka zeroing, uji Fuze (pemicu ledak) dan uji Safety Distance sebagai parameter jarak aman ledakan.

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Hayat Tegar, M.Tr.Opsla., selaku Palak Uji menyampaikan bahwa, kegiatan Uji Fungsi Amunisi yang dilakukan saat ini merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan personel dan material yang dimiliki Korps Marinir dimasa yang akan datang.

Kesiapan kru pengawak Ranpur dan material tempur sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi, di sisi lain dengan berhasilnya Uji Fungsi Amunisi ini diharapkan kedepanya dapat menunjang efektivitas operasional.


  ♞ Menkav II  

Rabu, 06 Mei 2026

Marinir Bidik AlAV di AS

Menindaklanjuti rencana modernisasi alutsista Ilustrasi LVT7 Marinir (Wikipedia)

Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.

Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian hadir mewakili Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi dalam ajang Modern Day Marine 2026. Pameran ini merupakan kiblat inovasi teknologi operasi pesisir yang digelar di Washington D.C., pada 28-30 April 2026.

 Progres Pengadaan AAV


Dalam agenda tersebut, Efhardian mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengadaan Alutsista Korps Marinir AS (USMC), Brigjen Tamara Campbell. Diskusi ini membahas kepastian lini masa pengiriman dan teknis pengadaan kendaraan pengangkut personel amfibi tersebut.

Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista antara Korps Marinir Indonesia dan USMC berjalan lancar, termasuk keberlanjutan program AAV untuk memperkuat kesiapan operasional satuan,” kata Efhardian, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).

Efhardian menambahkan, Indonesia menitikberatkan pada aspek peningkatan kapabilitas pengawak melalui pelatihan dan transfer teknologi. “Kerja sama ini bukan sekadar pengadaan unit, tapi mencakup transfer ilmu agar personel kami memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional,” tegasnya.

Pihak USMC melalui Campbell menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

 Diplomasi Militer dan Hubungan Bilateral

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Indroyono menilai langkah Korps Marinir ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership.

Pemerintah mendukung penuh komunikasi strategis ini. Selain urusan alutsista, ini adalah bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama dalam operasi gabungan antara TNI AL dan USMC,” ujar Indroyono.

 Pantau Teknologi Lintas Domain

Selama pameran, delegasi juga berdiskusi dengan Direktur Program Kerja Sama Material Internasional Angkatan Laut AS William Carty, serta Aslog USMC Letjen Stephen Sklenka. Pihak AS membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, termasuk pada teknologi multi-domain operations yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah maraton di Washington ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Korps Marinir untuk terus memperbarui sistem persenjataan sesuai dengan dinamika keamanan kawasan saat ini. (at)

  ♞
IDM  

Sabtu, 03 Januari 2026

115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Dapat KPLB

  Rebut Markas OPM di 3 Lokasi 115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Terima KPLB

Sebanyak 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan mereka menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda dalam rangkaian operasi militer sepanjang Oktober hingga November 2025.

Pemberian KPLB dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2026) kemarin.

Para prajurit penerima KPLB berasal dari pasukan tempur lintas matra, meliputi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI AL dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Mereka mengikuti upacara dengan mengenakan baret kebanggaan satuan masing-masing.

Prosesi penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dipimpin Panglima TNI, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Menhan RI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, serta Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.

KPLB diberikan kepada prajurit yang terlibat langsung dalam sejumlah operasi penting, di antaranya Operasi Kinetik 5 Oktober 2025 di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Dalam operasi tersebut, Satgas Rajawali III berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralkan tokoh kunci OPM, Mayu Waliya, yang menjabat Komandan Operasi Kodap XII.

Selanjutnya, pada Operasi Badai 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan III merebut markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi tersebut menewaskan 14 anggota OPM.

Operasi berlanjut melalui Operasi Badai Kasuari 9 November 2025, saat personel Yonif 10 Marinir, Denjaka, serta unsur pendukung lainnya menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanatnya menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.

Ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang komandan ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya. Negara tidak akan mengabaikan mereka yang berkeringat dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, penghargaan akan terus diberikan kepada prajurit yang menunjukkan prestasi, integritas, serta pengabdian luar biasa.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bukti nyata kehadiran negara bagi prajurit yang mengabdikan diri melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

KPLB adalah penghargaan negara kepada prajurit TNI yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegas Panglima TNI.

Pemberian KPLB ini diharapkan dapat meningkatkan moril, semangat juang, dan profesionalisme prajurit TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ron)

  💂 
Fajar Papua  

Senin, 10 November 2025

Resimen Kavaleri 1 Marinir Terima Kembali 12 unit BTR-80 A

Setelah melaksankan tugas selama 16 tahunRanpur BTR-80-A Marinir (Pasmar 1)

Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) menerima kembali 12 unit kendaraan tempur BTR-80 A yang telah selesai melakasanakan Satgas Misi Perdamaian Dunia di Lebanon. Penjemputan ranpur ini dilaksanakan di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Minggu (10/11/2025).

BTR-80 A ini telah melaksankan tugas selama 16 tahun lamanya dimana sebagai ranpur angkut personel, ranpur ini juga sebagai mobilitas dan sarana tempur di Satgas Perdamaian Unifil Lebanon dari Kontingen A sampai dengan Q. Terhitung 16 tahun lamanya BTR-80 A sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik serta menjaga seluruh personel yang telah bertugas di daerah perbatasan tersebut.

Dengan kembalinya BTR-80 A, Menkav 1 Mar semakin memperkuat kemampuan tempur dan mobilitas pasukan. Kembalinya BTR-80 A ini akan meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menjalankan tugas-tugas operasi, ujar Komandan Resimen Kavaleri 1 Marinir (Danmenkav 1 Mar) Letkol Marinir Agus Setiyo Budi, M. Tr. Opsla.

BTR-80 A adalah kendaraan tempur yang sangat handal dan telah terbukti dalam berbagai operasi militer. Dengan kembalinya ranpur ini, Menkav 1 Mar siap menghadapi tantangan tugas di masa depan.

  Pasmar 1  

Sabtu, 13 September 2025

TNI AL Fokus Bangun Strategi Pertahanan Maritim di 5 Pulau Besar

  Koarmada, Kolinlamil, Pasmar, dan lainnya akan dikembangkan menjadi lima satuan KRI BWJ-320 resmi perkuat Koarmada II (dispenal)

Di usia 80 tahun, TNI AL menegaskan arah pembangunan kekuatan maritim ke depan. Fokusnya bukan hanya pada modernisasi alutsista, tetapi juga penataan organisasi sesuai strategi pertahanan nasional.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyebut, sesuai kebijakan pertahanan yang dirumuskan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, TNI AL akan menggelar satuan operasi dan pendukung operasi di lima wilayah Pulau Besar.

Koarmada akan dikembangkan menjadi lima. Lalu, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) akan dikembangkan menjadi lima Satlinlamil. Sedangkan Pasukan Marinir (Pasmar) akan dikembangkan menjadi lima Pasmar,” jelas Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Rabu (10/9).

Penguatan juga mencakup Wing Udara Puspenerbal yang akan ditingkatkan menjadi lima Wing Udara, serta satuan survei hidro-oseanografi Pushidrosal yang akan diperluas menjadi lima satuan survei hidros.

Tak hanya unsur tempur, satuan pendukung juga disiapkan secara proporsional. Depo perbekalan, senjata, dan amunisi akan dikembangkan menjadi lima unit di masing-masing wilayah pulau besar,” ujar Tunggul.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menekankan pentingnya modernisasi dan penguatan struktur organisasi untuk menghadapi dinamika global dan kompleksitas geopolitik.

Modernisasi kekuatan dan penguatan struktur organisasi adalah bagian dari visi TNI AL yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global untuk mendukung Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Ali, dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-80 TNI AL, di Markas Koarmada RI, Jakarta, pada pagi ini.

Ia menambahkan, keberhasilan TNI AL tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alutsista, tetapi juga oleh disiplin, kepatuhan hukum, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sinergi dengan masyarakat dan instansi lain.

Pada akhir amanatnya, Ali mengajak seluruh prajurit ‘Jalasena’ untuk menjadikan peringatan HUT ke-80 TNI AL sebagai momentum untuk memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalitas, dan memperteguh tekad pengabdian kepada bangsa dan negara. (at)

  ♜ 
IDM  

Rabu, 10 September 2025

Marinir Uji Thermal Weapon Sight, Perkuat Kesiapan Tempur di Segala Medan

Marinir Indonesia uji coba Thermal Weapon Sight, alat bidik termal modern yang klaim bisa tingkatkan presisi operasi tempur (dispenal)

Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., bersama Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., mengikuti uji coba Thermal Weapon Sight di Lapangan Tembak Jusman Puger, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/9).

Uji fungsi ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit Marinir dengan teknologi modern.

Acara uji fungsi dihadiri sejumlah pejabat utama Korps Marinir dan perwakilan PT Indonesia Defence System sebagai pihak mitra. Rangkaian kegiatan diawali sambutan dari Direktur Utama PT Indonesia Defence System, doa bersama, uji coba alat, hingga sesi ramah tamah.

Dalam kesempatan itu, Danpasmar 1 mencoba langsung kecanggihan Thermal Weapon Sight bersama Pangkormar, Kepala Staf Korps Marinir, dan Wadan Pasmar 1. Mereka menembak sasaran yang disiapkan menggunakan teknologi bidik termal tersebut.

Thermal Weapon Sight merupakan perangkat optik canggih yang mampu mendeteksi panas tubuh manusia maupun kendaraan, bahkan dalam kondisi minim cahaya, berkabut, atau diselimuti asap.

Alat ini memberi keunggulan taktis dengan bidikan presisi siang maupun malam hari, sangat penting untuk operasi tempur, pengintaian, hingga misi khusus.

Alat bidik ini diproyeksikan untuk digunakan prajurit petarung Korps Marinir, terutama satuan elite seperti Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) dan Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Brigif Marinir.

Dengan dukungan teknologi baru, Korps Marinir diharapkan semakin siap menjaga kedaulatan negara di darat, laut, maupun pesisir.

  ⌾ 
Pikiran Rakyat  

Jumat, 05 September 2025

Pasmar 1 Pantau Situasi Jakarta dari Drone

(Pen Pasmar 1)

Dalam rangka mendukung upaya pengamanan unjuk rasa yang berlangsung di wilayah Jakarta, prajurit dari Batalyon Komunikasi dan Elektronika 1 Marinir (Yonkomlek 1 Mar) diterjunkan sebagai pengawak drone untuk memantau situasi secara real time dari udara yang dilaksanakan di Mako Kormar, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (04/09/2025).

Penggunaan drone ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan wilayah, memberikan data visual terkini kepada satuan komando, serta mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Marinir lakukan pemantauan situasi musuh dengan drone dalam Latma SGS 25 (Pen Pasmar 1)
Dengan kemampuan teknologi pengindraan jarak jauh, drone yang dioperasikan oleh prajurit Yonkomlek 1 Mar mampu mengamati pergerakan massa, memetakan titik-titik kerawanan, dan mendukung koordinasi antar satuan TNI–Polri.

Di tempat yang berbeda Danyon Komlek 1 Mar Letkol Marinir Bernardus Yudi Ari Wibowo, MTr.Opsla. menyampaikan langkah ini sekaligus membuktikan kesiapan dan profesionalisme Korps Marinir dalam menghadapi tantangan keamanan di era modern, dimana teknologi menjadi bagian integral dari operasi militer maupun tugas kemanusiaan dan pengamanan dalam negeri.

  🎥 
Pasmar 1  

Kamis, 04 September 2025

Pasmar 3 Latihan Pertempuran Kota di Yordania

Latma Urban Warfare yang digelar King Abdullah II Special Operations Training Center (KASOTC), di Amman, Yordania (TNI AL)

Pasukan elite Korps Marinir TNI AL dari Batalyon Intai Amfibi 3 Marinir, menuntaskan misi dalam Latihan Bersama (Latma) Purkota yang digelar King Abdullah II Special Operations Training Center (KASOTC), Amman, Yordania, Timur Tengah, awal pekan ini.

Dalam latihan tersebut, prajurit Korps Marinir tergabung bersama pasukan Korps Artileri Kerajaan Yordania dan personel dari berbagai negara sahabat.

Materi latihan yang telah diberikan meliputi operasi darat, pertempuran kota (Urban Warfare), hingga simulasi operasi penyelamatan sandera.

Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan penuh semangat dan profesionalisme yang tinggi.

Latihan yang berlangsung selama beberapa bulan ini ditutup secara resmi melalui latihan puncak berupa simulasi pertempuran kota di KASOTC.

Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta dari berbagai negara, termasuk TNI AL menerima sertifikat sebagai tanda kelulusan dan keberhasilan menyelesaikan misi latihan.

Menurut Danpasmar 3 Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, latihan ini bukan hanya sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, namun juga menjadi sarana mempererat hubungan kerja sama militer antara Indonesia dan Yordania, serta dengan negara-negara sahabat lainnya.

Harapannya, Prajurit TNI AL dapat mengaplikasikan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang telah diperoleh dalam latihan ini ke dalam penugasan nyata di lapangan, serta menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Danpasmar 3.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan kepada Prajurit TNI AL agar meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaannya untuk menghadapi segala ancaman yang datang.

  🤝 
TNI AL  

Rabu, 03 September 2025

Marinir Kuasai 5 Markas OPM di Maybrat

  Senpi Rakitan-Busur Panah Disita Prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY menguasai salah satu rumah basis OPM di Aifat, Maybrat, Senin (1/9). (Dok. Dispen Kormar)

Pasukan Marinir dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY Gobang IV menguasai 5 rumah yang dijadikan markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Marinir juga menyita senjata api (senpi) rakitan hingga busur panah.

"Pasukan Marinir berhasil merebut dan menguasai markas kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka di Muara Oasin," kata Dansatgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Aris Moko kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).

Penyergapan dilakukan di Muara Oasin, Sungai Kamundan Bawah, Aifat Selatan, Maybrat, Senin (1/9). Operasi raid amfibi digelar setelah diperoleh informasi keberadaan kelompok bersenjata OPM pimpinan Manfret Fatem (Ops Kodap IV Sorong Raya), Zeth Tamunete (Danyon Buaya Kodap IV Soraya), dan Silas Ky (Danyon Karif Hamid Kodap IV Soraya).

"Kelompok tersebut terlibat penyerangan Posramil Kisor dan Pos Bosha, penghadangan aparat keamanan hingga mengintimidasi masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kamundan Bawah," kata Aris.

Dia menuturkan dalam operasi tersebut, pihaknya menguasai lima titik rumah kaki seribu yang menjadi markas persembunyian OPM. Saat penggerebekan tidak ada anggota OPM diamankan namun sejumlah barang bukti disita.

"Dalam operasi militer ini, Marinir berhasil menguasai lima titik rumah kaki seribu yang dijadikan basis persembunyian OPM," beber Aris.

"Dari lokasi tersebut, prajurit mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata rakitan, busur dan anak panah, senjata tajam, telepon genggam, bendera dan atribut Bintang Kejora, panel surya, accu serta perahu ketinting," tambahnya.

Aris menegaskan bahwa operasi ini menjadi bukti ketegasan TNI dalam menumpas kelompok separatis bersenjata di Papua. Ia memastikan operasi akan terus dilanjutkan untuk menjamin keamanan masyarakat.

"Tidak ada ruang bagi kelompok makar di tanah Papua. Marinir akan terus mengejar, menekan dan menghancurkan setiap ancaman yang mengganggu masyarakat serta mencoba merongrong kedaulatan negara," tegasnya. (hsr/ata)

  💂 
detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...