Jumat, 10 Mei 2019

KRI Pandrong-801 Ikuti Corpat Philindo XXXIII-19

https://lancerdefense.files.wordpress.com/2019/05/kri-pandrong-801.jpg?w=474KRI Pandrong – 801 (Pinterst) ☆

TNI AL mengikuti Corpat Philindo XXXIII-19 dengan mengirimkan KRI Pandrong-801 yang Komandani Mayor Laut (P) Hendra Kurniawan, kegiatan rutin dilaksanakan antar kedua negara yaitu patroli terkoordinasi atau yang disebut Corpat Philindo XXXIII-19 yang dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama dilaksanakan pada tanggal 2 s.d. 10 Mei 2019. Filipina. Rabu (08/05/2019).

KRI Pandrong-801 bertolak dari Surabaya pada tanggal 24 April 2019 menuju ke Bitung untuk melaksanakan bekul sebelum menuju ke Davao, Filipina, dan pada tanggal 30 April 2019 KRI Pandrong bertolak dari Bitung ke Davao dengan waktu tempuh sekitar 1 hari 8 jam.

Tiba di Pelabuhan Sasa, Davao, KRI Pandrong disambut oleh perwakilan dari ILO dan East Mindanou Command, kemudian Komandan KRI Pandrong-801, melaksanakan kegiatan Courtesy Call di Naval Force East Mindanou dimana Komandan Lantamal VIII Manado sebagai kepala delegasi dari Indonesia juga disambut oleh East Mindanou Commander.

Usai melaksanakan CC, dilanjutkan presail brief di BRP Ramon Alcaras PS-16 dan pada malam harinya dilaksanakan acara cocktail party di haluan KRI Pandrong-801. Dalam acara tersebut turut perwakilan dari Konjen RI yang berada di Davao, meskipun cuaca hujan acara berlangsung cukup meriah.

Hari berikutnya di laksanakan opening ceremony di Hotel Pinnacle. Dilanjutkan dengan kegiatan olahraga bersama. Olahraga yang dimainkan diantaranya voli, basket, lomba bakiak, dan tarik tambang. Pada malam harinya akan dilaksanakan fellowship dinner oleh penyelenggara. Dilanjutkan dengan city tour pada hari berikutnya, seluruh prajurit KRI Pandrong-801 diajak berkeliling untuk mengunjungi tempat khas di Davao.

Hari keempat KRI Pandrong-801 dengan BRP Ramon Alcaraz PS-16 bertolak dari dermaga Sasa. Davao menuju daerah latihan yakni di perbatasan antara laut Indonesia bagian utara dengan perbatasan laut bagian selatan Fhilipina. Latihan yang dilaksanakan yaitu OOWMANEX, PUBEX, PHOTOEX, SEMAPHOREX, FLAG HOISTING dilanjutkan dengan melaksanakan patroli di sektor masing-masing.

  TNI AL  

Kamis, 09 Mei 2019

Keberhasilan Tim Mayor Inf Gembong di Kongo

Jadi Topik di Sidang DK PBB252 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TNI Konga XXXIX-A/ RDB (Rapid Depolyment Battalion) MONUSCO di bawah pimpinan Kolonel Inf Dwi Sasongko. (21/11/2018). (Tribunnews)

Dansatgas TNI Konga XXXIX-A Kolonel Inf Dwi Sasongko mengatakan keberhasilan Mayor Inf Gembong Yudo Sasongko dalam memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan di wilayah Kashege dijadikan topik pembicaraan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada saat memimpin Sidang Dewan Keamanan (DK) PBB di New York.

Dwi menjelaskan, Mayor Gembong yang menjadi topik pembicaraan Menlu dalam Sidang DK PBB pada hari Selasa (7/5/2019).

Ia merupakan perwira lulusan Akmil tahun 2006 yang saat ini sedang melaksanakan tugas perdamaian dalam Kontingen Garuda RDB Monusco.

Hal tersebut disampaikan melalui rilis tertulisnya di Camp Indo RDB, Kalemie, Tanganyika, Republik Demokratik Kongo pada Kamis (9/5/2019) yang diterima Tribunnews.com pada Kamis (9/5/2019).

Jabatan organik (Mayor Gembong) di Korem 172, yaitu sebagai Pasiop. Sedangkan dalam Satgas ini, menjabat sebagai Kasi Intel Mayor Gembong adalah yang tertua di Standing Combat Deployment (SCD). Ia berhasil memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan di wilayah Kashege serta berhasil mengupayakan rekonsiliasi antara komunitas lokal dengan mantan kombatan, sehingga memungkinkan reunifikasi keluarga,” kata Dwi.

Selain Combat Operation Base (COB) di tiga wilayah berbeda, Satgas yang dipimpin Dwi itu juga menggelar enam SCD.

SCD digelar di Mayanga, Kisonja, Lambo Katenga, Musenge, Kashege, dan Mwaka dengan kekuatan masing-masing setara dengan satu peleton plus dan dipimpin oleh Perwira yang berpangkat Mayor ataupun Kapten,” kata Dwi.

Menurut Dwi, keberhasilan dalam membangun rekonsiliasi dan reunifikasi para kombatan maupun warga lokal tidak terlepas dari keberhasilan mereka dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para kombatan maupun warga komunitas lokal.

Dengan kondisi itu, warga Kashege memiliki harapan serta kehidupan bermasyarakat yang normal,” kata Dwi.

Keberhasilannya dalam meraih hati dan simpati warga setempat itu pun kemudian mendorong para mantan Kombatan menyerahkan diri termasuk menyerahkan berbagai jenis senjata dan munisi yang dipergunakan mereka.

Dari keenam lokasi tersebut, kita dapat mengamankan 16 pucuk AK-47, 2 machine gun, 2 RPG, 1 buah granat tangan, 421 butir munisi kal 7.62 mm, 9 magasen AK-47, 319 busur dan 983 anak panah dari masyarakat, secara sukarela. Termasuk juga berhasil memfasilitasi reunifikasi 422 orang mantan kombatan,” kata peraih Adhi Makayasa Akmil 1998 itu.

Keberhasilan yang dicapai oleh Rapidly Deployable Battalion (RDB), lanjut Dwi, pada dasarnya buah dari kerjasama tim yang mendapatkan dukungan penuh dari Monusco, serta kedekatan hubungan emosional antara satgas dengan warga masyarakat dan aparat pemerintah setempat.

Untuk merebut hati dan simpati warga, kita kedepankan berbagai kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic), atau jika di TNI kita sebut dengan Binter (Pembinaan Teritorial). Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita, ternyata program Binter yang sering dilakukan di tanah air berhasil diterapkan di sini,” kata Dwi.

Ia mengatakan, secara rutin satgas tersebut memberikan pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan, psikologi sosial, perpustakaan mini, pertemuan para pemuka adat, tokoh masyarakat dan kepala desa di wilayah Tanganyika.

Itu semua dilakukan untuk membangun kedekatan, komunikasi dan sinergi dalam meringankan permaslahan yang dihadapi warga,” kata Dwi.

Sebagai informasi, Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco yang telah bertugas di Kongo selama 6 bulan ini memiliki kekuatan 850 personel gabungan TNI AD, AL dan AU, yang di dalamnya terdapat 23 personel Wanita TNI sebagai Female Engagement Team/FET.

   Tribunnews  

Rabu, 08 Mei 2019

Angkatan Laut Indonesia-Jepang Akan Gelar Latihan Bersama

JS Samidare [seaforces.org]

Menyambut 61 tahun hubungan Jepang-Indonesia. TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Jepang akan menggelar latihan bersama.

Hal itu di ungkapkan Komandan Escort Divisi Empat, Laksamana Takahiro Nishiyama saat berlabuh di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok bersama dengan Kapal Perang Jepang, JS Samidare, Rabu (8/5/2019).

Kami akan koordinasi hari ini soal latihan. Masih ada waktu dua malam tiga hari sebelum kami berangkat,” kata Takahiro.

Di mata Angkatan Laut epang, TNI AL merupakan mitra sangat penting. Takahiro mengajak 200 anak buah kapal (ABK) untuk datang ke Indonesia usai menyelesaikan misi mengamankan Teluk Aden atau perairan lepas Somalia membasmi bajak laut Somalia.

Nah sebelum ke Jepang kita Indonesia. Kebetulan ini menyambut kerja sama kami sejak tahun 58 lalu,” kata Takahiro.

Sebagai negara dengan luas laut besar, Jepang melihat Indonesia sebagai negara penting. Banyak beberapa kapal Jepang yang ada di Indonesia memiliki peranan penting.

Oleh karena itu, butuh koordinasi dan pelatihan militer untuk meningkatkan kemampuan tentara Jepang. Hal ini untuk mendorong kekuatan Indo-China.

Bagi Takahiro, kedatangan ke Jakarta bukan kali pertama. Dia mengaku sudah tiga kali datang ke Jakarta. Terakhir kali dia datang sekitar 20 tahun lalu, kala itu Jakarta tak seramai sekarang.

Kota ini mengalami perkembangan yang cukup pesat,” ucapnya.

Sementara terhadap Kapal JS Samidare, kapal ini dibangun tahun 2000 Kapal dengan kapasitas 200 ABK dan 20 perwira ini mampu bertahan sekaligus menyerang.

Segala fasilitas dan persenjataan kapal tersebut dapat digunakan untuk udara, permukaan laut, hingga kapal selam.

Selain itu missil yang dimiliki mampu membuat penembakan hingga 18 kilometer. Dengan delapan lantai, kapal ini cukup besar. Tak ayal dua helikopter bisa tertampung di kapal sepanjang 155 meter ini.

Komandan Lantamal (Danlantamal) III, Laksamana Pertama TNI AL Denih Hendrata mengucapkan selamat datang kepada Angkatan Laut Jepang.

Dia mengundang personel Angkatan Laut Jepang untuk menghabiskan waktu sebaik-baiknya selama berada di Jakarta.

"Atas nama pimpinan TNI AL saya ingin menyampaikan ucapan selamat datang ke Indonesia. Selama berada di sini akan ada banyak kegiatan yang disusun, Jakarta sebagai Ibukota juga memiliki tempat menarik untuk dikunjungi," tandasnya. (dam)

  ★ sindonews  

Minggu, 05 Mei 2019

[Video] Melihat Kapal Negara Tanjung Datuk 1101

Dipublikasikan Nyoto Saptono Berikut ini video kehidupan saat patroli KN Tanjung Datuk 1101.


  ★ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...