Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2026

Rusia Terima Pengajuan Indonesia untuk Mengakuisisi Pesawat Tanker

  Pesawat Tanker Il-78MK-90A https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2026/07/il-78MK-90A.jpgIl-78MK-90A (ROSOBORONEXPORT)
P
emerintah Federasi Rusia melalui agen eksportir senjata negara, ROSOBORONEXPORT, menyatakan telah menerima daftar permintaan resmi (official request) dari Pemerintah Republik Indonesia terkait pengadaan persenjataan dan peralatan militer untuk periode 2025–2030. Salah satunya adalah jet tanker Ilyushin Il-78MK-90A.

Laporan dari media Rusia, www1.ru, menyebutkan portofolio permintaan dari Indonesia mencakup berbagai sistem pertahanan udara dan darat, dengan salah satu item kunci berupa pesawat pengisi bahan bakar di udara tersebut.

 Bedah Kemampuan Il-78MK-90A

Masuknya nama Il-78MK-90A dalam daftar belanja pertahanan Indonesia menarik perhatian para analis. Pesawat ini merupakan versi modernisasi mutakhir dari platform legendaris Il-78, yang dibangun berbasis pesawat angkut berat Il-76MD-90A.

Beberapa keunggulan teknis Il-78MK-90A meliputi berbagai hal, termasuk peran gandanya sebagai pesawat tankaer dan angkut berat untuk angkut personel maupun kargo.

Pesawat ditenagai mesin baru PS-90A-76, yang memberikan efisiensi bahan bakar lebih tinggi, jangkauan terbang lebih jauh, serta kapasitas angkut (payload) yang jauh lebih besar dibandingkan varian pendahulunya.

Pesawat Il-76MD-90A dilengkapi dengan sistem pod pengisian bahan bakar modern (UPAZ-1M) yang mampu melayani transfer avtur ke beberapa pesawat tempur secara bersamaan di udara.

 Penguat Jangkauan Strategis TNI AU

Kehadiran pesawat tanker kelas berat sangat krusial bagi geografis Indonesia yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Pesawat mampu melakukan multiplikasi daya jelajah, yaitu menggandakan radius tempur armada jet tempur TNI AU tanpa perlu mendarat untuk pengisian bahan bakar.

Pesawat dapat digunakan untuk mendukung pengamanan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan alur laut kepulauan secara berkala dengan durasi loitering (bertahan di udara) yang jauh lebih lama.

 Kerjasama Pertahanan Indonesia-Rusia

Menilik ke belakang, kerja sama teknis-militer antara Jakarta dan Moskow memiliki rekam jejak yang panjang. Indonesia sebelumnya telah mengoperasikan berbagai sistem kesenjataan buatan Rusia, mulai dari jet tempur Su-27SKM dan Su-30MK2, helikopter serang Mi-35M, helikopter angkut Mi-17, hingga kendaraan tempur amfibi BMP-3F untuk Korps Marinir TNI AL.

Langkah pengajuan daftar belanja periode 2025–2030 ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas-aktif serta kebijakan diversifikasi alutsista. Indonesia terus menjaga keseimbangan pasokan pertahanan dari berbagai produsen utama dunia demi memperkuat kedaulatan wilayah nasional.

Realisasi dari daftar permintaan ini diperkirakan akan melalui tahap negosiasi teknis, skema pendanaan, serta pembahasan kesepakatan imbal dagang (countertrade) dan transfer teknologi (ToT) sesuai dengan regulasi perundang-undangan pertahanan di Indonesia. (AF)

   Airspace Review  

Minggu, 26 Juli 2026

Pindad Kembangkan Amunisi dari Limbah Kelapa Sawit

  Berpotensi menjadi negara pertama yang memproduksi propelan berbahan baku limbah kelapa sawit (Pindad)

Pindad mengembangkan teknologi pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit menjadi nitroselulosa, bahan baku utama propelan atau isian pendorong amunisi. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, mengatakan riset yang dimulai pada 2022 kini telah memasuki tahap proyek percontohan.

Saat ini, PT Pindad mampu mengolah sekitar 50 ton tandan kosong kelapa sawit per tahun menjadi nitroselulosa untuk propelan.

"Tahun depan harapan kami dapat meningkatkan kapasitas menjadi 1.000 ton per tahun," ujar Prima dalam Pekan Riset Sawit Indonesia 2026, Senin (20/7/2026).

Menurut Prima, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan secara bertahap agar proses produksi dapat dioptimalkan sebelum memasuki skala industri. Ia menjelaskan, kebutuhan propelan nasional diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2,5 miliar butir amunisi.

Sementara itu, kapasitas produksi propelan PT Pindad saat ini baru berkisar 800 hingga 1.000 ton per tahun sehingga masih terdapat kesenjangan pasokan yang cukup besar. Untuk menghasilkan 1.000 ton propelan, perusahaan membutuhkan sekitar 2.500 hingga 3.000 ton tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku.

Prima menilai kebutuhan tersebut masih relatif kecil dibandingkan jumlah limbah tandan kosong yang dihasilkan industri kelapa sawit di Indonesia.

"Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan tandan kosong kelapa sawit yang dihasilkan pabrik kelapa sawit sehingga sangat memungkinkan untuk dipenuhi," ujarnya.

Selama ini, industri propelan dunia umumnya menggunakan selulosa yang berasal dari *cotton linter* atau serat kapas serta pulp kayu.

Menurut Prima, Indonesia menghadapi keterbatasan pasokan cotton linter sehingga pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit menjadi alternatif yang lebih sesuai dengan ketersediaan sumber daya dalam negeri.

Dalam proses produksinya, tandan kosong kelapa sawit dicacah, dibersihkan, dan dipisahkan untuk memperoleh serat selulosa. Selanjutnya, selulosa diproses melalui reaksi nitrasi untuk menghasilkan nitroselulosa sebagai bahan baku propelan.

 Ramah lingkungan

Selain memanfaatkan limbah yang melimpah, penggunaan tandan kosong kelapa sawit juga dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya domestik.

Prima mengatakan pengembangan bahan baku lokal menjadi semakin penting di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap propelan impor.

Menurut dia, hanya terdapat sekitar lima hingga enam pabrik besar di dunia yang memproduksi propelan sehingga pasokan global sangat terbatas. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga propelan.

Prima menyebut harga propelan yang sebelum perang Rusia-Ukraina berkisar 19 hingga 20 dollar AS per kilogram meningkat menjadi sekitar 40 hingga 50 dollar AS per kilogram.

Setelah konflik di Timur Tengah memanas, harganya kembali melonjak hingga sekitar 100 sampai 140 dollar AS per kilogram. Selain harga yang meningkat tajam, waktu tunggu pengadaan propelan dari luar negeri juga dapat mencapai empat hingga lima tahun.

"Kalaupun kami memperoleh harga sekitar 80 hingga 90 dollar AS per kilogram, kami tetap harus menunggu empat sampai lima tahun hingga material tersebut dikirim ke Indonesia," kata Prima.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap impor juga meningkatkan risiko terganggunya pasokan akibat embargo maupun dinamika geopolitik.

Meski demikian, pengembangan propelan berbasis tandan kosong kelapa sawit masih menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas bahan baku karena setiap pabrik kelapa sawit memiliki karakteristik limbah yang berbeda.

Melalui proyek percontohan tersebut, PT Pindad menargetkan seluruh standar mutu dan sertifikasi dapat dipenuhi sebelum fasilitas produksi skala industri mulai beroperasi.

Prima berharap pabrik propelan pertama di Indonesia dapat mulai beroperasi pada semester kedua 2027.

Menurut dia, jika target tersebut tercapai, Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang memproduksi propelan berbahan baku limbah tandan kosong kelapa sawit secara komersial.)

  💡 
Kompas  

Sabtu, 25 Juli 2026

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Laksanakan Latihan Angkut Barang

  Mendukung mobilitas logistik Helikopter Mi17V5 702 baru Skadron 31/AYC latihan angkut barang (Skadron 31/AYC)

Latihan sling load merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan awak dan alutsista untuk mendukung mobilitas logistik serta berbagai misi operasi.

Setiap prosedur dilaksanakan dengan standar keselamatan tinggi demi tercapainya keberhasilan tugas.

Skadron Udara 31/Amur Yudha Cakti (atau Skadron 31/Serbu) merupakan skadron udara dibawah kendali Pusat Penerbangan Angkatan Darat yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Skadron 31/Amur Yudha Cakti selain berperan sebagai satuan penerbangan TNI Angkatan Darat dalam Operasi Militer Perang (OMP), juga berperan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

  🚁 
Skadron 31/AYC  

Kamis, 23 Juli 2026

Di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

  Italia Incar Proyek Pertahanan Rp 25 Triliun https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphym2zFh4V7VvkhMGw1tpQ52ALft9Vcff-dNKgnmIBBfdJ6rDRGBphjBBr1kl0bT2z9gzxU97BKGqb9SyOVYaePeoLEnYIWUYtGdpdCLOdfLoUSwAQZVcGuV9UDArUxbq38C6w3FyQXRCl4CnfYpP0jXrYwS4KbGKlV_7LIa8iVUrfSWyRrDQ495c_5S0/s1125/daftar-terbaru-negara-paling-berkuasa-di-dunia-ada-indonesia-1784271923568.jpeginfografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (CNBC)

Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) berupa satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan RI, Selasa (21/7/2026).

Persetujuan tersebut disahkan setelah lebih dulu mendapat lampu hijau dari Komisi I DPR RI. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono menegaskan seluruh fraksi menyepakati usulan tersebut. "Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah Alpalhankam dari luar negeri," ujar Budi.

Persetujuan hibah mengacu pada surat Menteri Pertahanan Nomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026 yang mengusulkan penerimaan satu unit kapal induk dari Italia.

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Hendrikus Haris Haryanto menjelaskan, proses hibah bermula dari surat Representative of The Italian Coordination Committee Ministry of Defense pada 8 Mei 2026 yang kemudian ditindaklanjuti melalui kajian teknis TNI AL.

Menurut Haris, hibah tersebut dinilai mampu mempercepat pengadaan alutsista tanpa membebani APBN sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, bobot sesaran 13.800 ton, dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Kapal itu dapat mengoperasikan helikopter maupun pesawat Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) dengan kapasitas sekitar 550 personel.

"Penerimaan hibah ini memberikan efisiensi besar bagi negara karena mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN, serta siap memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan," kata Haris.

Di balik hibah tersebut, media Italia Infodifesa.it mengungkap alasan yang lebih jauh dibanding sekadar kerja sama pertahanan Italia-Indonesia.

Dalam laporannya pada 11 Maret 2026, kapal yang sebelumnya sempat ditawarkan sekitar 450 juta dolar AS itu disebut menjadi bagian dari paket kerja sama industri pertahanan senilai 1,53 miliar euro atau lebih dari Rp 25 triliun.

Paket tersebut mencakup penjualan enam kapal selam produksi Drass, 24 pesawat latih M-346 buatan Leonardo, hingga pesawat patroli maritim, sementara Fincantieri (perusahaan pembuat kapal asal Italia) juga telah lebih dulu mengamankan kontrak kapal perang dari Indonesia.

Media tersebut juga menyebut nilai sisa Giuseppe Garibaldi diperkirakan hanya sekitar 54 juta euro, jauh lebih kecil dibanding potensi keuntungan industri yang akan diperoleh Italia.

Selain itu, Italia harus mengeluarkan sekitar 5 juta euro per tahun untuk merawat kapal yang sudah tidak dioperasikan, sementara biaya pembongkarannya diperkirakan mencapai 18,7 juta euro.

Kondisi itu membuat opsi hibah dinilai lebih menguntungkan dibanding mempertahankan kapal tersebut di negaranya. Giuseppe Garibaldi sendiri diluncurkan pada 1985 dan pernah menjadi kapal andalan Angkatan Laut Italia dalam berbagai operasi internasional, mulai dari Somalia hingga Libya.

Kapal itu dipensiunkan pada 2024 setelah digantikan kapal generasi baru yang lebih modern. Di Italia, keputusan menghibahkan kapal ini sempat menuai kritik karena sebagian kalangan mengusulkan agar Garibaldi dijadikan museum terapung untuk kepentingan pariwisata.

Di Indonesia, rencana pengoperasian kapal induk bekas berusia sekitar 40 tahun itu juga memunculkan sorotan di DPR.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengingatkan usia kapal yang sudah mendekati batas normal masa pakai berpotensi membebani anggaran operasional TNI AL, mengingat biaya operasional diperkirakan mencapai 5 juta euro per bulan atau sekitar Rp 101 miliar, belum termasuk kebutuhan retrofit yang ditaksir berkisar Rp 7,2 triliun hingga Rp 16,8 triliun.

"Apakah ini tidak membebani anggaran TNI, khususnya TNI AL?" tanya Hasanuddin dalam rapat kerja Komisi I DPR RI.


   afu   

Jumat, 17 Juli 2026

Skadron 31/AYC Operasikan Alutsista Baru

  Danpuspenerbad laksanakan kunker Helikopter Mi17V5 702 baru Skadron 31/AYC (Skadron 31/AYC)

Dalam rangka meningkatkan kesiapan dan keselamatan operasional penerbangan, Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Danpuspenerbad) melaksanakan kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan doa bersama sebagai wujud ikhtiar memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh personel serta Alutsista helikopter yang baru.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan profesionalisme dalam mendukung tugas pokok Penerbad.

Dengan harapan, setiap pelaksanaan operasi penerbangan senantiasa diberikan kelancaran, keamanan, serta keberhasilan dalam mengemban setiap tugas demi kepentingan bangsa dan negara.

Dalam rangka mendukung kesiapan pelaksanaan tugas operasi, Helikopter Mi-17V5 HA-5234 dan HA-5235 melaksanakan Proof Flight sebagai bagian dari tahapan untuk memastikan kesiapan alutsista dalam mengemban berbagai misi penerbangan.

Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan komitmen Penerbad TNI Angkatan Darat dalam menjaga profesionalisme, kesiapan operasional, serta keselamatan terbang, sehingga setiap alutsista senantiasa siap digerakkan kapan pun dan di mana pun negara memanggil.

Dengan semangat “Mental Juara”, Skadron-31/Amur Yudha Cakti terus berkomitmen menghadirkan kemampuan terbaik dalam mendukung setiap tugas operasi demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  🚁 
Skadron 31/AYC  

Kamis, 16 Juli 2026

PT Len Industri (Persero) Perkuat Hilirisasi Mineral dan Pasok Alutsista

  Melalui Pengembangan Advanced Materials CMS AXYS LEN telah banyak digunakan KRI TNI AL (LEN)

PT Len Industri (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat hilirisasi industri nasional melalui pengembangan advanced materials sebagai fondasi lahirnya produk-produk teknologi strategis bernilai tambah tinggi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang berlangsung di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, pada 9–10 Juli 2026, sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (PERMINAS).

Forum yang diselenggarakan Danantara tersebut mempertemukan kementerian, BUMN, pelaku industri, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem advanced materials nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, forum ini mendorong percepatan hilirisasi mineral agar tidak berhenti pada pengolahan bahan baku, tetapi berkembang menjadi material maju dan produk teknologi bernilai tambah tinggi yang mampu memperkuat daya saing industri nasional.

Sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, PT Len Industri (Persero) memanfaatkan forum ini untuk menunjukkan implementasi nyata advanced materials melalui berbagai teknologi strategis yang telah dikembangkan perusahaan. Produk yang dipamerkan meliputi Combat Management System (CMS), Radar Multimission, Ground Control Station (GCS) & AUTACS, Night Vision Goggle (NVG), Laser Point, serta kendaraan taktis listrik SPRINT. Beragam inovasi tersebut menunjukkan bagaimana hasil hilirisasi material dapat diwujudkan menjadi sistem teknologi yang mendukung sektor pertahanan, keamanan, maupun industri nasional.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., yang menjadi pembicara dalam sesi dialog, menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi harus diukur dari kemampuan menghasilkan produk teknologi yang berdampak bagi perekonomian nasional.

Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan mineral tersebut tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi mampu diolah menjadi material maju yang melahirkan produk-produk teknologi bernilai tinggi. Di sinilah kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi kunci untuk membangun ekosistem advanced materials yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Joga.

Ia menjelaskan bahwa sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, Len bersama PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana terus mengembangkan berbagai solusi teknologi berbasis elektronika, komunikasi, radar, energi, transportasi, kemaritiman, dan transformasi digital. Berbagai pengembangan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan pertahanan negara, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor sipil melalui penerapan dual-use technology.

  👷 
LEN  

Selasa, 14 Juli 2026

Marinir Uji Fungsi Roket 122 mm Buatan Serbia di Baluran

 ➶  (Dispen Marinir)

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar uji fungsi amunisi roket kaliber 122 milimeter (mm) buatan Serbia di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026).

Pengujian dilakukan oleh Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal) dengan melibatkan Batalyon Roket 2 Marinir sebagai pelaksana penembakan.

Menurut siaran pers Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir, sejumlah roket 122 mm ditembakkan ke sasaran dan seluruhnya mencapai target serta meledak di daerah sasaran.

Hasil penembakan selanjutnya dievaluasi untuk menilai fungsi dan kelayakan amunisi.

Pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi yang digunakan memenuhi fungsi dan kelayakan serta siap mendukung kebutuhan operasional satuan dalam pelaksanaan tugas,” kata Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, dikutip Senin (13/7/2026).

Menurut dia, uji fungsi amunisi merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan material tempur dan sistem persenjataan Korps Marinir sebelum digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Turut hadir Waasintel Pangkormar Kolonel Marinir Teguh Santoso, Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, Aslog Danpasmar 2 Kolonel Marinir Bakti Dasasasi Penanggungan, dan Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto.

  Kompas  

TNI AL Tunggu Keputusan Menhan Soal Penggunaan Rudal BrahMos

➶ Direncanakan sebagai rudal pertahanan pantaiRudal BrahMos dari India akan digunakan sebagai rudal pertahanan pantai (missilethreat)

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia soal penggunaan rudal BrahMos.

"Untuk kerja sama dengan Indonesia, ini masih dalam penanganan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Tunggul belum bisa menjelaskan lebih lanjut soal rencana TNI AL dalam menggunakan rudal yang disebut cocok untuk pertahanan pantai itu.

Kendati demikian, dia menyambut baik kesepakatan kerja sama antara India dan Indonesia dalam pengembangan rudal BrahMos.

Dengan adanya kerja sama ini, dia meyakini pertahanan Indonesia akan semakin kuat.

Kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7).

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan pula perjanjian kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp.

Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari 16 kerja sama yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia.

Indonesia telah membidik akuisisi rudal BrahMos sejak beberapa tahun terakhir. Beberapa hari sebelum kunjungan PM Modi, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyatakan pembahasan mengenai kerja sama pengadaan BrahMos telah memasuki tahap yang sangat maju dan diharapkan segera mencapai kesepakatan.

  antara  

Senin, 13 Juli 2026

Komisi I DPR Sepakati RUU Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki dan RI-Malaysia

➶ 🤝 Termasuk pengembangan rudal “Nagarasa”Rapat kerja DPR (Kompas)

Komisi I DPR mengambil keputusan tingkat I terhadap rancangan undang-undang (RUU) tentang Pengesahan Persetujuan Kerja Sama di Bidang Pertahanan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Turki.

Dalam kesempatan itu, Komisi I juga menyetujui RUU tentang Pengesahan Persetujuan Kerja Sama di Bidang Pertahanan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Malaysia.

"Untuk menyetujui ratifikasi kerja sama pertahanan Republik Indonesia dengan Republik Turki. Setuju ya?" tanya Ketua Komisi I DPR Utut Adianto dijawab setuju oleh peserta rapat pengambilan keputusan tingkat I terhadap dua RUU itu, Rabu (1/7/2026).

Setelah pengambilan keputusan tingkat I, kedua RUU ratifikasi kerja sama pertahana antara Indonesia dengan Turki dan Malaysia itu dapat dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan sebagai undang-undang.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan ratifikasi ini programnya bisa berjalan lebih mulus berbasis dengan kekuatan undang-undang," ujat Utut.

Sebelum disetujui Komisi I, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa RUU diperlukan untuk memenuhi prosedur hukum nasional sebagai syarat berlakunya perjanjian pertahanan antara Indonesia dengan Turki dan Malaysia.

"Persetujuan kerja sama yang telah ditandatangani oleh kedua negara tersebut belum dapat diterapkan mengingat syarat pemberlakuan berdasarkan perjanjian kerja sama dimaksud yang menyatakan bahwa persetujuan ini akan mulai berlaku pada tanggal diterimanya pemberitahuan tertulis terakhir melalui saluran diplomatik atas pemenuhan prosedur dalam negeri oleh para pihak," ujar Donny.

Ia melanjutkan, kedua perjanjian kerja sama itu tersebut disusun berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.

Perjanjian kerja sama pertahanan itu juga disusun berdasarkan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing negara.

Pengesahan RUU ratifikasi kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Turki dan Malaysia ini juga sekaligus memperkuat landasan hukum bagi peningkatan kerja sama pertahanan masing-masing negara.

 Berikut 3 kesepakatan raker DPR :




  Kompas  

Sabtu, 11 Juli 2026

Kemhan Kunker ke Galangan Kapal Nasional

Meninjau perkembangan bridge kapal KRI BPD 322 frigate pertama PAL (Ditjen Pothan)

Direkktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., melaksanakan kunjungan kerja ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) dan galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dalam rangka meninjau progres daripada pembangunan Kapal Frigate Merah Putih TNI-AL yang merupakan salah satu program strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menegaskan pentingnya implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mekanisme self assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional.

Setiap alutsista yang berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pengguna akan menjadi bagian dari realisasi pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia.

Melalui sinergi pemerintah dan industri pertahanan, pembangunan Frigate Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung terwujudnya postur pertahanan Indonesia yang tangguh.

  📝  Ditjen Pothan  

Kamis, 09 Juli 2026

Prabowo Memulai Era Baru Modernisasi Alutsista RI

 Dari Rafale - BrahMos Pesawat Rafale TNI AU (skuadron 12)

Indonesia resmi menambah daftar belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menyetujui pembelian rudal BrahMos dan Astra dari India. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sekaligus memodernisasi kekuatan pertahanan nasional.

Kesepakatan tersebut dicapai saat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada Selasa dan bertemu Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, India menyepakati ekspor sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dan rudal udara-ke-udara Astra kepada Indonesia dengan nilai sekitar US$ 630 juta atau setara Rp 11,3 triliun (asumsi kurs Rp 17.980 per dolar AS).

BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik hasil pengembangan bersama India dan Rusia yang dikenal memiliki kemampuan diluncurkan dari berbagai platform, baik darat, laut, maupun udara. Sementara itu, Astra adalah rudal udara-ke-udara buatan India yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur pesawat tempur.

Pembelian BrahMos dan Astra semakin memperpanjang daftar pengadaan alutsista strategis Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), pemerintah secara agresif melakukan modernisasi alutsista dengan menggandeng berbagai negara mitra, mulai dari Amerika Serikat (AS), Prancis, Italia, Turki, Korea Selatan (Korsel), hingga India.

Kebijakan tersebut sejalan dengan agenda modernisasi pertahanan yang terus didorong Prabowo, baik saat memimpin Kementerian Pertahanan (Kemhan) maupun setelah menjabat sebagai Presiden. Penguatan dilakukan di seluruh matra, mencakup pesawat angkut, jet tempur, drone, radar, kapal perang, kapal selam, hingga sistem rudal.

Sejumlah alutsista yang telah dipesan Indonesia antara lain pesawat angkut C-130J Super Hercules, Airbus A400M Atlas, jet tempur Rafale, dan drone TAI Anka-S. Ada pula radar pertahanan udara Thales Ground Master 403, fregat Merah Putih, serta kapal kepresidenan Bung Karno Class.

Di sektor pengadaan strategis, Indonesia juga memesan 42 unit jet tempur Dassault Rafale F4 dari Prancis senilai sekitar US$ 8,1 miliar. Ada juga dua kapal selam Scorpène Evolved dengan estimasi nilai US$ 2 miliar, serta dua kapal perang Brawijaya Class dari Fincantieri Italia senilai sekitar US$ 1,39 miliar.

Selain BrahMos dan Astra, Indonesia juga memperkuat kemampuan sistem persenjataannya melalui pengadaan rudal balistik jarak pendek Khan SRBM, rudal pertahanan udara Hisar-O MRSAM, serta rudal antikapal Roketsan Atmaca. Langkah ini menunjukkan strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pengadaan alutsista sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional di tengah dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks.

 Lalu, Dari Mana Sumber Pembiayaannya?

Keinginan untuk membangun sistem pertahanan yang lebih modern tentu membutuhkan modal besar. Belanja alutsista seperti pesawat tempur, kapal perang, radar, drone, hingga rudal bukan pengeluaran kecil.

Sebagian besar kontraknya juga menggunakan mata uang asing. Sehingga kebutuhan anggarannya ikut dipengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS maupun euro.

Dalam anggaran Kemhan, terutama untuk program modernisasi alutsista, sumber pembiayaan belanja pertahanan berasal dari Rupiah Murni APBN, serta juga dapat berasal dari pinjaman luar negeri, pinjaman dalam negeri, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), hingga Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dan, pada 2026, anggaran Kemhan ditetapkan sebesar Rp 187,1 triliun.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 yang diundangkan pada 28 November 2025. Anggaran tersebut dibagi ke dalam dua fungsi utama, yakni fungsi pertahanan dan fungsi pendidikan.

Fungsi pertahanan menjadi porsi terbesar dengan alokasi Rp 186,6 triliun. Sementara itu, fungsi pendidikan mendapat anggaran Rp 490 miliar.

Jika dilihat dari programnya, pos terbesar berada pada Program Modernisasi Alutsista, Non Alutsista, dan Sarana Prasarana Pertahanan. Nilainya mencapai Rp 84,48 triliun atau sekitar 45,1% dari total anggaran Kemhan 2026.

Menariknya, sumber dana terbesar untuk program modernisasi tersebut justru berasal dari pinjaman luar negeri. Dari total Rp 84,48 triliun, pinjaman luar negeri mencapai Rp 46,5 triliun, lalu Rupiah Murni sebesar Rp 33,44 triliun, pinjaman dalam negeri Rp 3,69 triliun, SBSN Rp 800 miliar, serta Pendapatan Negara Bukan Pajak sekitar Rp 60 miliar.
 
Komposisi ini menunjukkan bahwa modernisasi alutsista Indonesia tidak hanya bertumpu pada belanja langsung dari kas negara. Untuk pengadaan besar seperti pesawat tempur, kapal perang, radar, hingga sistem rudal, pemerintah juga menggunakan skema pembiayaan lain, terutama pinjaman luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, anggaran Kemhan sendiri bergerak naik. Pada APBN 2024, Kemhan mendapatkan alokasi sekitar Rp 139,26 triliun. Pada APBN 2025, angkanya naik menjadi sekitar Rp 166,26 triliun.

Namun, angka 2025 itu kemudian mengalami penyesuaian besar menjadi Rp 364,1 triliun. Mengutip dari Kemhan, kenaikan tersebut diarahkan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kesejahteraan prajurit, kemandirian industri pertahanan, serta validasi organisasi.

Rencana 2027 juga tidak kalah besar. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp 195 triliun untuk tahun anggaran 2027.

Usulan itu muncul karena kebutuhan anggaran pertahanan nasional disebut mencapai Rp 667 triliun, sementara pagu indikatif yang diberikan pemerintah hanya sekitar Rp 139 triliun. Jika tambahan Rp 195 triliun disetujui, anggaran Kemhan 2027 dapat naik ke kisaran Rp 334 triliun.

Besarnya kebutuhan anggaran itu memperlihatkan bahwa modernisasi pertahanan bukan hanya soal daftar belanja alutsista, tetapi juga soal ruang pembiayaan. Makin besar kebutuhan pengadaan, makin besar pula kebutuhan pemerintah untuk membiayainya.

  🚀 
CNBC  

Rabu, 08 Juli 2026

Indonesia Sepakat Akuisisi Rudal Astra dari India

 Untuk mempersenjatai SU 30 TNI AUPesawat SU30 TNI AU dengan rudal Rusia (Dispenau)

Indonesia resmi menyepakati membeli rudal Astra dan rudal supersonik BrahMos dari India sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis dan pertahanan antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 7 Juli 2026.

Total nilai paket kerja sama pertahanan yang mencakup pengadaan sistem rudal canggih ini, dilaporkan mencapai 630 juta USD (sekitar Rp 10,2 triliun).

 Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh

Khusus untuk Astra, merupakan rudal udara ke udara jarak jauh melampaui cakrawala BVRAAM (Beyond-Visual-Range Air-to-Air Missile) pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh India.

Rudal Astra dirancang oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation) dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Bharat Dynamics Limited (BDL).

Rudal canggih ini dirancang khusus untuk melacak dan menghancurkan pesawat musuh yang memiliki kelincahan tinggi dari jarak jauh dengan tingkat akurasi presisi tinggi.

 Untuk Mempersenjatai Su-30

Saat ini tersedia dua varian utama, pertama Astra Mk-1, dengan jangkauan tembak efektif antara 80 hingga 110 km.

Rudal ini melaju dengan kecepatan maksimum 4,5 Mach dan dilengkapi pemandu Terminal Active Radar Homing.

Varian kedua Astra Mk-2, merupakan generasi terbaru yang sedang dipercepat proses pengembangannya oleh DRDO.

Astra Mk-2 memiliki jangkauan serang yang ditingkatkan, mampu memburu pesawat musuh hingga jarak 160–240 km.

Sejak awal rudal Astra dirancang agar kompatibel dengan berbagai jet tempur mutakhir milik Angkatan Udara India dan Angkatan Laut India, termasuk Sukhoi Su-30MKI, HAL Tejas, dan MiG-29K.

Di Indonesia, rudal ini rencananya akan diintegrasikan pada jet tempur Sukhoi Su-30 TNI Angkatan Udara yang dioperasikan oleh Skadron Udara 11. (RBS)

  ✈️
Airspace Review   

Selasa, 07 Juli 2026

Prabowo dan PM Modi Saksikan Kontrak Pembelian Rudal Brahmos

 Juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal AAM antara Bharat Dynamics dan Republikorp Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyaksikan kontrak penandantangan pembelian rudal Brahmos di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Kontrak itu diteken antara Brahmos Aerospace dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Selain itu, juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Presiden RI Prabowo menjelaskan, kedua pihak sepakat semakin memperkuat kemitraan melalui peningkatan intenstitas kunjungan tingkat tinggi.

"Koordinasi lebih erat melalui konsultasi bilateral dan penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship group yang baru dibentuk," kata Prabowo.

Sementara PM Modi menjelaskan, kerja sama angkasa antara India dan Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua negara. "Kita juga akan kerja sama meningkatkan teknologi dan kapasitas," kata Modi.

Dia juga menyampaikan, India dan Indonesia menjalin kemitraan baru terkait baja dan tanah jarang. "Kami juga sangat senang sistem pembayaran di India akan diimplementasikan di Indonesia. Ini akan semakin memudahkan pembayaran," ujar Modi.

Sebelumnya, iring-iringan kendaraan PM Modi memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.23 WIB. Dia dikawal 17 motoris dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan 120 pasukan berkuda.

Presiden Prabowo yang telah berada di Serambi Barat Istana Merdeka lalu menyambut langsung ketibaan PM Modi setelah turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Kedua pemimpin negara saling bersalaman dan berpelukan lalu menuju beranda Istana Merdeka.

Upacara penyambutan diawali dengan dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara, yaitu lagu kebangsaan India dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya". Setelah itu, Prabowo memperkenalkan delegasi dari Indonesia yang turut mendampinginya.

Di antaranya, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo kemudian mempersilakan PM Modi memasuki Ruang Kredensial untuk melakukan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan empat mata di ruang kerja RI 1, dilanjutkan pertemuan bilateral, jamuan kenegaraan di Istana Negara, serta ditutup dengan pernyataan bersama.

  🚀 
Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...