Tampilkan postingan dengan label EV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EV. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Agustus 2026

Len Industri akan Boyong Standar Rekayasa Sistem Pertahanan ke Ekosistem EV

  PT Len Industri mengadaptasi rekayasa sistem pertahanan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional, memastikan integrasi dan keandalan tinggi. (dok PT LEN)

PT Len Industri (Persero) berencana mengadaptasi kompetensi rekayasa sistem (systems engineering) yang selama ini digunakan dalam proyek strategis dan sistem mission-critical untuk mendukung pengembangan ekosistem mobilitas listrik nasional.

Sebagai induk holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID, Len menyebut pengalaman mengintegrasikan berbagai teknologi dengan tuntutan keselamatan dan keandalan tinggi dapat menjadi acuan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih terintegrasi.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan mengatakan tantangan dalam modernisasi infrastruktur nasional saat ini salah satunya adalah fragmentasi sistem.

Menurutnya, peran system integrator diperlukan untuk mengelola kompleksitas tersebut melalui penerapan systems engineering yang disiplin.

Tantangan utama dalam modernisasi infrastruktur nasional adalah fragmentasi sistem. Sebagai System Integrator, peran kami adalah mengelola kompleksitas tersebut melalui disiplin systems engineering yang ketat,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (10/8/2026).

Len menyatakan kompetensi tersebut telah diterapkan dalam sejumlah proyek strategis nasional yang membutuhkan tingkat presisi, otomatisasi, dan keandalan operasional tinggi.

Pengalaman tersebut antara lain mencakup integrasi sistem Command, Control, Communication, Computer, and Intelligence (C4I) di sektor pertahanan serta pengelolaan sistem kelistrikan pada proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala nasional.

Menurut Len, pendekatan systems engineering tidak hanya berorientasi pada pemenuhan spesifikasi teknis.

Metodologi tersebut mencakup integrasi berbagai komponen agar dapat bekerja secara harmonis, termasuk sinkronisasi sensor, pengambilan keputusan secara real-time, serta aspek keselamatan.

Joga mengatakan pengalaman Len dalam membangun sistem dengan tuntutan keandalan tinggi menjadi fondasi untuk mendukung modernisasi mobilitas dan infrastruktur energi nasional.

Dari pengalaman puluhan tahun mengintegrasikan sistem teknologi pertahanan dan infrastruktur kritikal dengan toleransi kesalahan nol [zero-error], kami membawa standar keselamatan dan keandalan tertinggi untuk memastikan bahwa seluruh ekosistem teknologi Indonesia, mulai dari manajemen daya hingga konektivitas data, dapat beroperasi secara akuntabel dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

 Ekosistem Kendaraan Listrik

Len selanjutnya akan membawa standar tersebut sebagai referensi desain dalam pengembangan ekosistem mobilitas listrik.

Penerapannya mencakup integrasi manufaktur komponen, jaringan pengisian daya, hingga sistem pelayanan purnajual kendaraan listrik.

Perusahaan menilai integrasi antarkomponen menjadi penting seiring berkembangnya ekosistem kendaraan listrik yang tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga infrastruktur pengisian daya dan sistem manajemen energi.

Dengan pendekatan tersebut, Len ingin memastikan berbagai komponen dalam ekosistem kendaraan listrik dapat beroperasi dengan standar keselamatan dan keandalan yang terintegrasi.

Systems Engineering juga dinilai dapat menjadi pendekatan untuk menghubungkan aspek teknologi, energi, dan konektivitas data dalam satu ekosistem.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Len memperluas kompetensi sebagai system integrator dari sektor pertahanan ke sektor strategis lainnya.

Perusahaan menyebut pengalaman mengelola sistem mission-critical dapat dimanfaatkan untuk mendukung transformasi digital dan energi nasional.

Len menargetkan penerapan standar rekayasa sistem tersebut dapat membantu membangun ekosistem mobilitas listrik nasional yang lebih aman, terstandarisasi, dan berkelanjutan.

  👷 
Bisnis  

Kamis, 11 Juni 2026

Pindad Desain Mobil Listrik Nasional

  TKDN mencapai 70%  
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Kendaraan tersebut saat ini masih berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan yang masih dihadapi industri manufaktur Indonesia.

Persoalannya tidak hanya soal produk akhir yang diproduksi di dalam negeri, tetapi juga kemampuan industri nasional dalam membuat mesin produksi sendiri.

Agus menilai tidak cukup hanya mengejar angka TKDN pada produk jadi. Di balik sebuah produk, masih terdapat ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi dan mesin yang berasal dari luar negeri.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan melihat mesinnya, ternyata mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu. (fys/wur)

  ♞ CNBC  

Minggu, 08 Februari 2026

Pindad Gandeng Perusahaan Ashok Leyland, asal India

  Kembangkan Bus Listrik (Pindad)

Perusahaan otomotif asal India yang merupakan bagian dari Hinduja Group, Ashok Leyland, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad pada Rabu (4/2) di kantor pusat Pindad Bandung. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan India di sektor mobilitas berkelanjutan dan teknologi pertahanan.

Ashok Leyland dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial dan pertahanan global. Sementara itu, PT Pindad merupakan BUMN yang bergerak di bidang peralatan pertahanan dan industri. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan manufaktur bersama Bus Listrik (EV) serta kendaraan pertahanan yang dirancang sesuai kebutuhan mobilitas dan keamanan nasional Indonesia.

Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman global Ashok Leyland dalam platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan dengan kapabilitas rekayasa serta kekuatan manufaktur lokal PT Pindad. Sinergi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem industri pertahanan dan otomotif nasional.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa; Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV & PSB Ashok Leyland, Amandeep Singh; serta Advisor to the Board Hinduja Auto, Lord Tariq.

Indonesia saat ini tengah mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan sekaligus memodernisasi kemampuan pertahanannya. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, efisiensi energi, serta peningkatan produksi platform pertahanan di dalam negeri.

Fokus utama dalam MoU mencakup pelaksanaan pengembangan bersama bus listrik dan kendaraan pertahanan. Produk yang dikembangkan nantinya ditargetkan mampu menjawab tantangan kondisi geografis, infrastruktur, dan kebutuhan operasional di Indonesia.

Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia,” ungkap Amandeep Singh melalui keterangan resminya. (UDA)

  🤝 
Medcom  

Jumat, 03 Oktober 2025

Rosan dan Sjafrie Bahas Harta Karun RI buat Industri Pertahanan

Rantis Maung EV MV3 Pandu produksi Pindad (Pindad)

Logam tanah jarang atau rare earth menjadi salah satu harta karun yang sangat berharga di Indonesia. Logam tanah jarang ini banyak ditemukan dari limbah-limbah pertambangan timah yang cukup masif produksinya di Indonesia.

CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membahas penggunaan logam tanah jarang untuk industri pertahanan. Momen pertemuan itu diunggah Rosan dalam akun Instagram resminya, @rosanroeslani, dikutip Rabu (1/10/2025).

"Indonesia memiliki potensi besar Logam Tanah Jarang (LTJ) yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Jawa. Sesuai arahan Bapak Presiden @prabowo, mineral strategis ini harus dimanfaatkan di dalam negeri untuk modernisasi alat pertahanan dan pengembangan kendaraan listrik," ungkap Rosan dalam keterangan unggahannya.

Rosan mengatakan pengembangan logam tanah jarang akan dilakukan dengan menggandeng PT Pindad, salah satu industri pertahanan Indonesia. Pemerintah ingin menjadikan logam tanah jarang sebagai sumber energi masa depan sekaligus penggerak ekonomi nasional dengan signifikan.

"Saya bersama Menteri Pertahanan dan Dirut PT Pindad membahas pengkajian nilai tambah LTJ, termasuk turunan dari pengolahan timah. Sejumlah BUMN juga akan dilibatkan, agar LTJ benar-benar menjadi sumber energi masa depan sekaligus penggerak ekonomi nasional," papar Rosan.

  RI Olah Logam Tanah Jarang 
Belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan Indonesia akan bergegas untuk mengolah logam tanah jarang atau rare earth. Menurutnya, harta karun tersebut banyak ditemukan di limbah-limbah tambang.

Nilai logam tanah jarang yang sangat tinggi bisa menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai kekayaan. Maka dari itu, dia tidak ingin Indonesia kecolongan logam tanah jarang karena bentuknya seperti limbah.

"Tetapi, yang lebih merisaukan tapi juga berikan harapan, ternyata limbahnya memiliki nilai sangat tinggi, karena limbahnya ternyata berisi mineral-mineral yang disebut tanah jarang, rare earth. Jadi, saudara-saudara mungkin pejabat kita selama ini tidak mengerti, dia kira limbah, ternyata tanah jarang," sebut Prabowo dalam pidatonya pada Munas VI PKS, Senin (29/9/2025).

Oleh karena itu, Prabowo meminta Bea dan Cukai merekrut ahli kimia, sehingga kandungan logam tanah jarang di limbah timah tidak terbuang percuma.

"Maka saya minta Bea Cukai rekrut beberapa ahli-ahli kimia, kalau dia lihat pasir, padahal pasirnya ini nilainya luar biasa," kata Prabowo.

Sebagai bukti keseriusan lain agar Indonesia mampu mengelola rare earth, Prabowo sempat membentuk Badan Industri Mineral yang diketuai Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Badan ini ditugaskan untuk mengelola industri material strategis. Khususnya adalah mineral logam tanah jarang yang bakal banyak digunakan di industri pertahanan. (hal/ara)

  👷 
detik  

Selasa, 23 September 2025

PT Len Industri Perkuat Kolaborasi Pertahanan dengan Vietnam

  Defense Policy Dialogue ke-4 (LEN)

Indonesia dan Vietnam menyelenggarakan Defense Policy Dialogue ke-4 sebagai forum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama pertahanan kedua negara. Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperkuat sinergi antara institusi militer dan industri pertahanan di kedua negara.

Dalam forum ini, PT Len Industri (Persero) dan Viettel High Technology Industries menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dalam kolaborasi strategis.

Setelah melalui sejumlah penjajakan dan diskusi, kedua perusahaan resmi menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai landasan untuk menjajaki kerja sama lebih jauh. Penandatanganan dilakukan oleh Irwan Ibrahim, Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri (Persero), bersama Sr Col Nguyen Vu Ha, Deputy General Director of Viettel Group. Agenda penandatanganan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jendral TNI Tri Budi Utomo, S.E., serta Deputy Minister of National Defense Vietnam, Senior Lieutenant General Hoang Xuan Chien.

Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pengembangan teknologi radar, radio komunikasi militer, serta electric bike. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Vietnam tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kemandirian teknologi dan membangun fondasi sinergi industri pertahanan yang lebih solid di kawasan.

Langkah ini diharapkan menjadi komitmen kedua negara dalam menciptakan kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan, meningkatkan kapasitas teknologi, serta mendukung stabilitas dan keamanan regional.

  📡 
LEN  

Kamis, 12 Juni 2025

TNI AD Pastikan Seluruh Jajaran Gunakan MV3 EV "Pandu"

 Produksi Pindad 
MV3 Pandu EV produksi PT Pindad (Pindad)
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan seluruh jajarannya menggunakan kendaraan listrik Maung MV3 EV bernama "Pandu" yang baru saja diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada acara Indo Defence 2025, Rabu.

Menurut Wahyu, pihaknya harus menggunakan produk tersebut untuk mendukung perusahaan industri pertahanan dalam negeri.

Selain itu, Wahyu juga menilai Maung MV3 EV memiliki kualitas yang mumpuni dan layak untuk digunakan sebagai kendaraan operasional.

"Semua Danyon (komandan batalyon) termasuk beberapa komandan rayon militer terutama yang ada di wilayah-wilayah kota besar dan rekan-rekan bisa melihat di Jakarta Raya ini juga (TNI AD) menggunakan Maung," kata Wahyu.

Namun demikian, Wahyu belum menjelaskan berapa unit Maung MV3 EV yang sudah digunakan TNI AD hingga saat ini.

Sebelumnya, Prabowo meluncurkan kendaraan taktis listrik MV3 EV buatan PT Pindad yang diberi nama Pandu, di sela-sela pembukaan pameran Indo Defence, Indo Marine, dan Indo Aerospace di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu.

MV3 Pandu EV Pindad
Dalam peluncuran tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Budi Gunawan, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Sebagai bagian dari acara peluncuran, Presiden Prabowo menandatangani plakat di atas kap mobil listrik MV3 EV "Pandu".

MV3 Tactical EV merupakan kendaraan taktis 4x4 bertenaga listrik hasil pengembangan PT Pindad.

Kendaraan ini berbasis platform MV3 yang sebelumnya telah dimodifikasi menjadi berbagai varian, seperti MV3 Garuda Limousine (kendaraan resmi kepresidenan) serta seri Maung MV3 dalam varian Tangguh atau Spartan, Jelajah, dan Komando.

Kehadiran MV3 Tactical EV menunjukkan komitmen PT Pindad sebagai industri pertahanan dalam berinovasi dan mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

Nama Pandu sendiri dipilih dari tokoh wiracarita Mahabharata, yang melambangkan perintis atau yang pertama. Diharapkan, kehadiran kendaraan ini dapat mendukung perkembangan kendaraan listrik nasional di masa depan.

  ♘ antara  

Prabowo Luncurkan 'Pandu'

  Mobil Taktis Listrik MV3  
Presiden Prabowo Subianto meresmikan kendaraan listrik taktis Pindad MV3 EV yang diberi nama Pandu.

Peluncuran ini dilakukan usai Prabowo membuka Indo Defence Expo and Forum 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).

Usai memberikan sambutan dan meresmikan acara, Prabowo langsung menuruni panggung dan disambut mobil Pindad MV3 EV Pandu. Bahkan ia juga menandatangani plat nomor mobil yang berwarna hijau dan hitam itu.

Kemudian Prabowo menandatangani plakat bersama Menko Politik dan Keamanan Budi Gunawan dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.


Seperti diketahui, nama Pandu diambil dari tokoh Wiracarita Mahabarata sebagai perintis atau yang pertama. Diharapkan Pandu dapat memandu pengembangan kendaraan listrik nasional untuk masa depan.

MV3 EV Pandu sendiri asalah kendaraan listrik taktis 4x4 pengembangan PT Pindad berbasis MV3 atau yang sering dikenal dengan Maung. Pada model ini sebelumnya sudah dikembangkan dengan berbagai varian, termasuk Garuda Limousine yang jadi kendaraan kepresidenan Prabowo.

Adapun, spesifikasi MV3 EV Pandu ini memiliki spesifikasi yang serupa dengan Morino EV. MV3 EV adalah kendaraan roda 4 berbahan bakar elektrik yang ditujukan untuk mendukung operasi dengan mobilitas tinggi.

Kendaraan ini dibekali dengan penggerak daya elektrik dengan daya 160 HP / 125kW, MV3 EV mampu dipacu dengan kecepatan aman 100 km/jam. Dengan kapasitas baterai 292 V (150.000 mAh), kendaraan EV ini mampu menjangkau jarak tempuh hingga 170 km. (haa/haa)

  ♘ CNBC  

Sabtu, 17 Mei 2025

Pabrikan Korea Suplai 1.060 Unit SsangYong buat Mobil Nasional Pindad

 Tahun ini nambah lagi 
Rexton Summit merupakan hasil rekayasa perusahaan otomotif asal Korea, KG Mobility Corp. (KG Mobility)
Pabrikan mobil asal Korea Selatan, KG Mobility, yang memproduksi mobil merek SsangYong, menyuplai ribuan unit mobil SsangYong ke Indonesia untuk mobil Pindad. SsangYong mengapalkan kit knock-down (KD kit) mobilnya untuk dijadikan mobil Maung buatan PT Pindad.

Dikutip dari siaran pers yang ditayangkan di situs resminya, KG Mobility mengungkapkan telah mengirimkan ribuan unit KD kit mobilnya ke Indonesia. Bahkan, tahun ini pengiriman mobil SsangYong dalam bentuk terurai akan bertambah lagi.

"KGM telah mengekspor 1.060 KD (SsangYong) Rexton ke Indonesia tahun lalu dan berencana untuk mengekspor 3.000 unit tahun ini," demikian dikutip dari siaran pers KG Mobility, dikutip Rabu (14/5/2025).

Bukan cuma Pindad, mobil SsangYong juga dimanfaatkan oleh perusahaan milik negara di bawah Angkatan Darat Peru untuk perluasan pasokan kendaraan dinas Peru. Mobil SsangYong telah dipakai di beberapa negara seperti Inggris, Bulgaria dan Peru sebagai kendaraan dinas.

Maung MV3 produksi Pindad, diketahui menggunakan mesin, chassis dan komponen lainnya dari Korea Selatan (Pindad)
"Musso Sports dan Rexton telah dikenal atas keunggulan produk mereka di pasar global dan telah dipasok sebagai kendaraan dinas ke negara-negara seperti Inggris, Bulgaria, dan Peru.. Indonesia, khususnya, merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan pasar yang menarik dengan potensi pertumbuhan yang tinggi. KGM akan berupaya keras untuk memperluas penjualan dengan kemampuan produk dan strategi pemasarannya yang berbeda," kata Chairman KGM Kwak Jae-seon.

Kini, KGM telah menandatangani kerja sama dengan PT Pindad untuk sama-sama menggarap mobil listrik nasional Indonesia. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di markas PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Melalui kerja sama ini, KGM berencana untuk mempromosikan pengembangan bersama proyek mobil nasional dan produksi lokal bus listrik. KGM berperan untuk memberikan dukungan teknis dan rekayasa, termasuk tinjauan daya jual kendaraan.

Secara khusus, keduanya sepakat untuk bekerja sama secara aktif satu sama lain untuk secara bertahap mempromosikan proyek pengembangan bersama terkait dengan 'Proyek Mobil Nasional Indonesia & Proyek Produksi Lokal Bus Listrik' yang saat ini sedang digarap oleh Pindad. (rgr/din)

  ♘ detik  

Minggu, 04 Mei 2025

MAB Akan Uji Sertifikasi Jip Listrik Militer Birawa

Kendaraan militer EV Birawa (CNN)
PT Mobil Anak Bangsa (MAB) memamerkan jip listrik militer buatannya pada Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 di JIExpo Kemayoran.

Jip listrik militer buatan MAB diberi nama Birawa. Desainnya memiliki karakter yang tangguh, dengan bodi yang mengotak, seperti jip militer pada umumnya.

Birawa memiliki dimensi panjang 4.490 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.950 mm, dan jarak sumbu rodanya 2.600 mm. Jarak terendah ke tanah mencapai 225 mm. Jip listrik ini memiliki kapasitas penumpang lima orang dewasa.

Bagian atapnya dibuat terbuka, begitu pula dengan bagian belakangnya. Secara fitur, Birawa juga sangat sederhana, tidak ada head unit seperti di mobil modern. Begitu pula dengan kaca jendela yang masih manual.

Direktur Utama PT MAB Kelik Irwantono, mengatakan, jip listrik militer buatan MAB tersebut baru mau diuji sertifikasinya.

"Ini kita baru mau uji di Litbang Angkatan Darat setelah pameran. Iya, karena kan perlu diuji sertifikasi," ujar Kelik, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kelik menambahkan, Birawa yang dipamerkan pada PEVS 2025 ini merupakan final prototype. Artinya, versi produksinya tidak akan jauh berbeda dengan yang sekarang dipamerkan.

Birawa dibekali dengan baterai berkapasitas 43 kWh, dengan jarak tempuh diklaim mencapai 150 km. Motor listriknya bisa menghasilkan tenaga hingga 120 kW dan kecepatan maksimumnya tembus 150 km/jam.

Jip listrik militer ini jadi salah satu daya tarik di booth MAB untuk pengunjung PEVS 2025. Selain itu, MAB juga memamerkan truk listrik, mobil listrik, dan motor listrik.

  ♘ Kompas  

Senin, 10 Februari 2025

Pemerintah Kaji Maung Pindad Jadi Kandidat Mobil Listrik Nasional

  Tidak kalah dari produk luar 
Pemerintah terus mengkaji pengembangan kendaraan listrik buatan dalam negeri, salah satunya dengan menjadikan mobil taktis Maung produksi PT Pindad sebagai kendaraan listrik nasional.

Hal itu dikemukakan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

"Kita kan sudah ada Maung, ini mungkin ada pengembangan berikutnya, nanti kita akan bicara, akan kerjakan lebih lanjut lagi," kata Rosan.

Rapat terbatas yang membahas strategi untuk memperkuat investasi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia itu melibatkan sejumlah pihak terkait.


Hadir dalam agenda itu di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Utama PT Pindad (Persero) Prof Sigit Puji Santoso, Guru Besar Institut Teknologi Bandung Prof Brian Yuliarto, serta Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Tbk Pandu Patria Sjahrir.

Dikatakan Rosan, pemerintah tidak hanya fokus pada investasi asing, tetapi juga pada pengembangan kendaraan listrik nasional, melalui pelibatan industri Alutsista nasional, PT Pindad.

Dengan pengembangan mobil taktis Maung menjadi kendaraan listrik, Rosan berharap dapat mempercepat transisi ke energi terbarukan serta mendorong industri otomotif nasional ke arah yang lebih ramah lingkungan.

"Kita kan sudah konsisten untuk net zero emission di 2060, malah keinginannya Presiden Prabowo bisa lebih cepat," katanya.

Dilansir dari laman resmi PT Pindad, produsen alutsista yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat, itu tengah mempersiapkan Morino EV sebagai kendaraan taktis ringan roda empat berbahan bakar elektrik yang ditujukan untuk mendukung operasi dengan mobilitas tinggi.

Kendaraan itu dibekali dengan penggerak daya elektrik dengan daya 160 HP/125kW, MORINO EV mampu dipacu dengan kecepatan aman 100 km/jam engan kapasitas baterai 292 V (150.000 mAh), MORINO EV mampu menjangkau jarak tempuh hingga 170 km.

Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin telah meninjau pengembangan mobil tersebut ke PT Pindad pada Kamis (9/1).

Dalam kesempatan itu Menhan melihat kesiapan produksi alutsista oleh Pindad, serta kendaraan Maung versi 3 elektrik yang siap diluncurkan oleh Presiden dalam waktu dekat.


  Berikut video Morino EV Pindad : 


  🎥 antara  

Rabu, 28 Februari 2024

Motor Listrik untuk Kendaraan Resmi TNI

https://akcdn.detik.net.id/visual/2024/02/28/alat-utama-sistem-persenjataan-alutsista-yang-terparkir-di-lapangan-depan-gor-ahmad-yani-mabes-tni-jakarta-2822024-cnbc-indone-5_169.jpeg?w=1300&q=80(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

M
enteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang terparkir di Lapangan Depan GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Kegiatan tersebut dilakukan usai pembukaan Rapim TNI Polri. akan menyerahkan kunci kendaraan Listrik kepada Panglima TNI, Kapolri dan Para Kepala Staf.

Sebanyak 100 motor listrik dihadirkan dan akan serah terima kunci.

Motor listrik pabrikan PT Len Industri (Persero) membuat pengerjaan kendaraan taktis (rantis) trail listrik yang diberi nama sprint-3K, E-Tactical Sergap menggunakan kendali daya elektrik dengan dinamo motor mid drive 3000.

Motor ini memakai kendali daya elektrik dengan kecepatan maksimum 98 Km/Jam.

Kementerian Pertahanan menjadi kementerian yang menggunakan motor listrik ini untuk operasional prajuritnya di kesatuan-kesatuan.

 Berikut ranpur lainnya : 



  ♘ CNBC  

Kamis, 31 Agustus 2023

Menhan Prabowo Serahkan 100 Unit Rantis E-Tactical Sergap Kepada TNI dan Polri

 Produk Dalam Negeri  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIP_m5yY4FmXOv6nHmRktTTFKfC0PBtdTDTESG-L6aRWRSLGT5UXa6S7P0JoIM7F5Xyeypwd-ybdZtOZv2_VvetJtteJNl85iyAK2OP_KT_9vft1oZN3a7yGk_l_aPNWGPmFubSyRj8EVTvWObH7zIpM-GED9fAocaHmN9vD3zYPgfFBLoZ-zmXjzT0428/s768/IMG-20230831-WA0067-768x512.jpgMenhan serahkan 100 Unit rantis E-Tactical Sergap kepada TNI dan Polri [kemhan]

M
enteri Pertahanan Prabowo Subianto menyerahkan bantuan 100 unit sepeda motor trail listrik (E-Tactical Sergap) kepada TNI dan Polri, di Lapangan Sudirman, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (31/8). Penyerahan diberikan secara simbolis dari Menhan kepada Aslog Kasad, Aslog Kasal, Asops Kasau dan Asops Kapolri.

Produksi dan pemanfaatan rantis E-Tactical Sergap ini adalah bukti komitmen kuat dan dukungan Kemhan terhadap produksi anak bangsa. Sebagai anak bangsa, sudah selayaknya bagi kita bertugas untuk turut mendorong kemandirian Indonesia di sektor pertahanan dan keamanan,” ungkap Menhan Prabowo.

Menhan Prabowo juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada industri pertahanan dalam negeri, PT. Len Industri (Persero), PT Eltran Indonesia dan PT BYXE Motor Indonesia (BMI) karena telah berhasil memproduksi dan lulus sertifikasi atas rantis motor trail listrik ini.

Kehadiran rantis E-Tactical Sergap ini diharapkan Menhan menjadi salah satu terobosan alpalhankam yang tentu akan memberikan efek positif bagi pemenuhan mobilitas militer dan polisi yang tinggi.

https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230831-WA0068-768x512.jpgJaga dan rawat dengan baik agar usia pakai kendaraan dapat lebih lama”, pesan Menhan Prabowo.

Kementerian Pertahanan menjadi kementerian pertama yang menggunakan motor clean energy technology ini untuk operasional para prajurit di kesatuan-kesatuan. E-Tactical Sergap menggunakan kendali daya elektrik dengan dinamo motor mid drive 3000 watt, kecepatan maksimum 75 km/jam, serta daya angkut kurang lebih 160 kg.

Tidak hanya itu, tipe rantis ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 61 persen dan penggunaanya dapat mengurangi polusi udara yang tidak baik, khususnya di Ibu Kota.

Turut hadir dalam penyerahan sepeda motor yaitu, Wamenhan, Sekjen Kemhan, Wakasad, Irjen Kemhan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Direktur Utama PT Eltran Indonesia, Pejabat Kemhan, Pejabat Mabes Angkatan, dan Pejabat Polri. (Biro Humas Setjen kemhan)

  ★
Kemhan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...