👷 Diberi Nama dari Elon Musk
Ilustrasi kapal induk AS (Naval News)
Kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat akan diberi nama USS Musk yang mengambil dari nama miliarder sekaligus pendiri Tesla, Elon Musk. Nama kapal induk yang semula USS Enterprise itu berubah menjadi USS Musk atas perintah langsung dari eksekutif.
Dikutip dari berbagai sumber, USS Musk termasuk dalam kapal perang kelas Gerald R. Ford. USS Musk menjadi kapal induk ketiga di kelas Gerald R. Ford yang notabene armada terbaru dan tercanggih milik Angkatan Laut AS.
Kapal itu juga merupakan salah satu kapal militer terbesar di dunia dengan berat mencapai 100 ribu ton. USS Musk akan memiliki peran penting dalam mempertahankan agenda AS di laut lepas.
Sebab, kapal itu mampu membawa hingga 75 jet tempur, termasuk Boeing F/A-18E/F Super Hornet, Boeing EA-18G Growler, Grumman C-2 Greyhound, Northrop Grumman E-2 Hawkeye, hingga pesawat tempur tak berawak.
USS Musk juga dilengkapi fitur canggih, seperti Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik atau EMALS. Fitur ini adalah teknologi baru revolusioner yang dirancang untuk menggantikan ketapel uap tradisional.
Namun, sistem ini sempat dikritik Donald Trump pada 2017. Ia saat itu menilai teknologi digital seperti EMALS terlalu boros dan tidak bagus, sehingga menyarankan agar tetap menggunakan tenaga uap.
Tak hanya itu, USS Musk juga memiliki sejumlah fitur yang didesain khusus untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Sebut saja fitur otomatisasi yang memungkinkan jumlah awak kapalnya beberapa ratus lebih sedikit dibandingkan kapal induk kelas Nimitz.
Kemudian, kapal itu dilengkapi alat penangkapan canggih, rudal RIM-162 Evolved SeaSparrow yang diperbarui, radar multifungsi AN/SPY-3 X Band, hingga desain reaktor nuklir baru.
USS Musk diperkirakan akan resmi diluncurkan pada November dengan operasional penuh mulai 2029. Kapal itu disebut-sebut akan menggantikan USS Dwight D. Eisenhower, jenderal Piala Dunia II sekaligus Presiden ke-34 AS.
Kapal induk perang ini juga menjadi bagian dari gebrakan Trump yang mencanangkan program "Make Shipbuilding Great Again". Kebijakan ini bertujuan merevitalisasi produksi Angkatan Laut AS di tengah kekhawatiran akan perluasan armada China.
"Dulu kita membuat banyak sekali kapal. Sekarang kita tidak hanya membuatnya lagi, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera," ujar Presiden Donald Trump saat itu, seperti dilaporkan Anadolu Agency. (frl/isn)

Kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat akan diberi nama USS Musk yang mengambil dari nama miliarder sekaligus pendiri Tesla, Elon Musk. Nama kapal induk yang semula USS Enterprise itu berubah menjadi USS Musk atas perintah langsung dari eksekutif.
Dikutip dari berbagai sumber, USS Musk termasuk dalam kapal perang kelas Gerald R. Ford. USS Musk menjadi kapal induk ketiga di kelas Gerald R. Ford yang notabene armada terbaru dan tercanggih milik Angkatan Laut AS.
Kapal itu juga merupakan salah satu kapal militer terbesar di dunia dengan berat mencapai 100 ribu ton. USS Musk akan memiliki peran penting dalam mempertahankan agenda AS di laut lepas.
Sebab, kapal itu mampu membawa hingga 75 jet tempur, termasuk Boeing F/A-18E/F Super Hornet, Boeing EA-18G Growler, Grumman C-2 Greyhound, Northrop Grumman E-2 Hawkeye, hingga pesawat tempur tak berawak.
USS Musk juga dilengkapi fitur canggih, seperti Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik atau EMALS. Fitur ini adalah teknologi baru revolusioner yang dirancang untuk menggantikan ketapel uap tradisional.
Namun, sistem ini sempat dikritik Donald Trump pada 2017. Ia saat itu menilai teknologi digital seperti EMALS terlalu boros dan tidak bagus, sehingga menyarankan agar tetap menggunakan tenaga uap.
Tak hanya itu, USS Musk juga memiliki sejumlah fitur yang didesain khusus untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Sebut saja fitur otomatisasi yang memungkinkan jumlah awak kapalnya beberapa ratus lebih sedikit dibandingkan kapal induk kelas Nimitz.
Kemudian, kapal itu dilengkapi alat penangkapan canggih, rudal RIM-162 Evolved SeaSparrow yang diperbarui, radar multifungsi AN/SPY-3 X Band, hingga desain reaktor nuklir baru.
USS Musk diperkirakan akan resmi diluncurkan pada November dengan operasional penuh mulai 2029. Kapal itu disebut-sebut akan menggantikan USS Dwight D. Eisenhower, jenderal Piala Dunia II sekaligus Presiden ke-34 AS.
Kapal induk perang ini juga menjadi bagian dari gebrakan Trump yang mencanangkan program "Make Shipbuilding Great Again". Kebijakan ini bertujuan merevitalisasi produksi Angkatan Laut AS di tengah kekhawatiran akan perluasan armada China.
"Dulu kita membuat banyak sekali kapal. Sekarang kita tidak hanya membuatnya lagi, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera," ujar Presiden Donald Trump saat itu, seperti dilaporkan Anadolu Agency. (frl/isn)
👷 CNN