Sabtu, 27 Desember 2025

Peneliti IPB Kembangkan Rompi Anti Peluru dari Limbah Sawit

Peneliti IPB menguji coba rompi anti peluru dari bahan limbah sawit di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat, Batujajar, Bandung, Jumat (19/12/2025).(Dok.IPB)

Peneliti IPB University mengembangkan rompi anti peluru berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Peneliti Pusat Studi Sawit sekaligus Dosen Departemen Fisika IPB Universi, Siti Nikmatin menjelaskan limbah sawit digunakan sebagai alternatif material kevlar, bahan utama pembuatan rompi anti peluru.

"Aslinya (rompi anti peluru) adalah 100 persen dari kevlar, lalu kami modifikasi 50 pesennya dari kelapa sawit. Jadi 50 persennya kelapa sawit, dan 50 persennya masih menggunakan kevlar, setidaknya ada substitusi 50 persen dari serat kevlar," ungkap Siti saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

Dia berpandangan, substitusi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada kevlar yang berbahan sintetis berbasis kimia dan relatif mahal. Sedangkan TKKS adalah limbah industri sawit yang saat ini mudah ditemukan, serta belum dimanfaatkan secara optimal.

Keungulannya, kata Siti, serat sawit lebih ringan dibandingkan kevlar. Sehingga, dapat menekan bobot rompi yang digunakan anggota TNI.

"(Pihak) TNI juga bertanya apakah bisa 100 persen dari sawit, ini bisa namun tebal. 100 persen (bahan) dari sawit bisa, tetapi tidak memenuhi standar TNI," tutur Siti.

Adapun standar rompi anti peluru TNI mensyaratkan berat maksimal 2 kilogram, ketebalan tidak lebih dari 2 sentimeter, dengan ukuran 30 x 30 sentimeter. Karena itu, komposisi serat sawit saat ini baru bisa mencapai sekitar 50 persen.

"Tetapi, kalau dipaksa apakah 100 persen dari sawit bisa cuma tebalnya pasti 4 cm, beratnya 3-4 kg," imbuh dia.

Siti mengakui teknologi pembuatan rompi masih bersifat semi manual. Sebagian proses produksinya masih dilakukan secara manual, khususnya pada tahap pembuatan benang dan kain serat sawit.

Untuk pengolahan sawit menjadi serat panjang sudah menggunakan mesin, begitu juga proses pembuatan kompositnya. Yang masih manual itu proses benang dan kainnya,” ujarnya.

Siti menyebut, dibutuhkan waktu satu hari untuk memproduksi rompi anti peluru dari limbah sawit. Di sisi lain, dia memastikan ketersediaan tandan kosong kelapa sawit tidak menjadi kendala. Limbah tersebut dapat diperoleh secara gratis dari pabrik kelapa sawit.

Para peneliti hanya mengeluarkan biaya untuk jasa angkut limbah sawit saja.

   Tersertifikasi  
Adapun inovasi rompi anti peluru berbahan tandan kosong kelapa sawit hasil riset tim IPB University dinyatakan lolos uji balistik dan tersertifikasi setelah diuji di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat, Batujajar, Bandung, Jumat (19/12/2025).

Pengujian menggunakan amunisi kaliber 9×19 milimeter dari jarak tembak 5 meter, mencakup kondisi tembak kering dan basah, serta uji ketahanan terhadap tusukan dan bacokan senjata tajam.

Berdasarkan penilaian, rompi dinyatakan lulus karena mampu menahan proyektil tanpa tembus dengan tingkat deformasi atau lekukan belakang di bawah 44 mm. Performa ini dinilai sangat kompetitif dengan rentang harga pasaran rompi antipeluru level IIIA yang ada saat ini.

Menurut Siti, proyek tersebut didanai Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2024–2025. Dia berharap, rompi anti peluru bisa diproduksi massal.

"Kalau saya pribadi sebagai dosen tugasnya ya sudah sampai penelitian terbukti, tersertifikasi oleh lembaga yang terkompeten, bisa digunakan ya sudah. tetpi kan kalau untuk produksi banyak itu bukan tugas dosen, harapannya ada mitra yang bisa men-scale up ini," tutur dia.

  💥 
Kompas  

Jumat, 26 Desember 2025

BRIN Dorong N219 Jadi Solusi Konektivitas Wilayah Terpencil

  🛩 👷 Integrasi riset yang tidak hanya berhenti di laboratorium(PTDI)

PT Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat ekosistem kedirgantaraan nasional melalui kolaborasi riset yang lebih erat dengan industri.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala BRIN, Prof Arif Satria, saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Rabu (24/12/2025).

Arif menekankan pentingnya integrasi riset yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata industri (industry-led research).

Kita harus memastikan bahwa setiap riset di bidang kedirgantaraan memiliki dampak ekonomi dan nilai tambah nyata bagi industri nasional,” ujar Arif dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Arif, PTDI merupakan pusat gravitasi inovasi teknologi tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, BRIN akan mendukung penuh melalui skema pendanaan riset, penggunaan fasilitas laboratorium bersama, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) periset.

  Fokus pada Pesawat N219
Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah meninjau perkembangan pesawat N219 Nurtanio, hasil kolaborasi antara BRIN dan PTDI. Pesawat bermesin ganda ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transportasi di wilayah terpencil di Indonesia.

Arif menyebutkan bahwa N219 memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi di kelasnya, terutama kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL).

"N219 mampu beroperasi di landasan pacu yang pendek, kurang dari 800 meter, bahkan yang tidak beraspal sekalipun. Ini solusi kunci untuk wilayah seperti pegunungan Papua atau daerah 3T lainnya," ujarnya.

Selain itu, pesawat ini memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dengan kapasitas 19 penumpang. Berkat sistem quick change, konfigurasi kabin dapat diubah dengan cepat untuk misi angkut kargo, evakuasi medis (medevac), hingga patroli maritim.

  Sinergi Riset dan Industri
Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyambut baik dukungan dari BRIN. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk-produk dirgantara Indonesia.

"Dengan dukungan riset dari BRIN, kami optimistis dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kedirgantaraan," kata Gita.

PTDI merupakan satu-satunya industri dirgantara di Asia Tenggara yang memiliki kemampuan lengkap mulai dari desain, manufaktur, hingga perawatan pesawat. Selain N219, PTDI juga telah sukses memasarkan produk unggulan lain seperti CN235 dan NC212i ke pasar internasional.
 

  🛩 
Republika  

[Global] Korea Utara Pamer Kapal Selam Tenaga Nuklir

 Tandingi rencana Korsel Kapal selam tenaga nuklir pertama Korut (KCNA)

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memimpin pembangunan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir seberat 8.700 ton. Kabar itu dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

KCNA menyatakan kapal selam tersebut merupakan komponen inti dari "pencegahan perang nuklir" negara itu, yang dirancang untuk memberikan "serangan balasan tanpa ampun."

Laporan tersebut menggambarkan kapal selam sebagai perwujudan kebijakan pertahanan Pyongyang, yang diklaim "berdasarkan kekuatan ofensif terkuat."

Kim menyatakan kapal tersebut mewakili perubahan penting yang "menjamin diri kita sendiri dan bahkan musuh tentang tingkat pencegahan perang" yang telah dicapai.

Tujuannya adalah untuk menjamin respons yang menghancurkan terhadap serangan apa pun, dengan Kim memperingatkan musuh "akan menghadapi serangan balasan tanpa ampun jika mereka mencoba memilih opsi militer."

Pengumuman tersebut secara langsung dikaitkan oleh KCNA dengan kecaman Korea Utara terhadap rencana pengembangan kapal selam nuklir Korea Selatan sendiri, yang disebutnya sebagai "tindakan ofensif."

Hal ini menunjukkan kapal selam baru tersebut merupakan senjata taktis sekaligus sinyal strategis yang bertujuan menetralisir kemajuan yang dianggap dilakukan oleh Seoul dan sekutunya. (sya)

  👷  sindonews  

Kamis, 25 Desember 2025

PT DI Menerima Kunjungan Kepala dan Wakil Kepala BRIN

  🛩 👷 🤝(PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menerima kunjungan kerja Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, bersama Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, disambut langsung oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan beserta jajaran Direksi dan manajemen PTDI di hanggar Final Assembly Line (FAL) PTDI, Bandung.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan BRIN meninjau sejumlah produk dan program strategis PTDI, antara lain pesawat CN235, N219, program MALE UCAV serta UAS Wulung, sekaligus mendengarkan paparan mengenai perkembangan dan timeline program N219 Amphibious dan MALE UCAV sebagai bagian dari program strategis nasional.

Pengembangan N219 Amphibious dilakukan melalui kerja sama PTDI dengan Momentum (USA) dalam penyediaan float kit.

Sementara itu, pada program MALE UCAV, PTDI akan mengeksplorasi potensi kerja sama dengan ALIT (China) dalam pengintegrasian sistem persenjataan (weapon integration), serta dengan Milkor (Afrika Selatan) dalam pengembangan prototipe airframe berbahan komposit penuh (full composite airframe prototyping) beserta subsistem yang telah teruji.

Melalui kunjungan ini, PTDI berharap memperoleh dukungan BRIN dalam bentuk pemanfaatan fasilitas pengujian dan kepakaran (expertise), pelaksanaan design review untuk subsistem dan teknologi kunci, pengembangan teknologi strategis, penyediaan fasilitas kualifikasi komponen dalam negeri, serta dukungan anggaran guna mempercepat pengembangan program MALE UCAV.

Kami berharap pengembangan pesawat N219 tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pemerintah, tetapi juga dapat menembus pasar komersial. Dengan meningkatnya keterlibatan pasar swasta, skala ekonomi dapat tercapai sehingga harga menjadi lebih kompetitif. Setelah pasar domestik terpenuhi, pengembangan dapat diperluas ke kawasan Asia Tenggara hingga Afrika yang memiliki banyak wilayah terpencil. BRIN siap mendukung PTDI melalui kolaborasi riset, pemanfaatan fasilitas pengujian, serta penugasan peneliti agar pengembangan dapat berjalan lebih efektif dan produktif, sebagai langkah menuju era baru PTDI di pasar domestik dan global,” ujar Kepala BRIN, Arif Satria.


  🛩 
PTDI  

Kemhan Klarifikasi Informasi Tanda Tangan Kontrak Beli Helikopter Mi-8

 Sebut baru penjajakan Ilustrasi helikopter Caracal TNI AU mendarat di Lereng Bukit memberikan pengiriman di lokasi bencana (Dispenau)

Kementerian Pertahanan mengklarifikasi informasi setelah disebut telah menandatangani kontrak pembelian helikopter.

Kabar ini muncul setelah akun Instagram Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS) menyebut Kementerian Pertahanan menandatangani pengadaan 12 unit helikopter Mi-8/Mi-17 antara PT Systems Solutions Indonesia dengan Baloggan Kemhan.

Bahkan, beberapa disebut telah beroperasi di Aceh untuk penanganan banjir bandang dan tanah longsor.

Terkait postingan helikopter dari Lembaga KERIS, perlu kami luruskan bahwa informasi tersebut belum dapat disebut sebagai pembelian atau kontrak pengadaan,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025).

Perwira tinggi bintang satu itu menjelaskan, Kementerian Pertahanan saat ini masih berada pada tahap penjajakan dan evaluasi teknis.

Proses tersebut mencakup uji kesesuaian platform helikopter untuk mendukung berbagai misi, khususnya operasi kemanusiaan dan bantuan bencana.

Terkait keberadaan helikopter dalam misi bantuan kemanusiaan di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, dapat kami sampaikan bahwa beberapa unit yang digunakan masih dalam konteks uji coba operasional (trial) untuk melihat efektivitas, keandalan, dan interoperabilitasnya dalam kondisi lapangan nyata,” kata dia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian sebelum pemerintah mengambil keputusan lebih lanjut,” ucap dia.

Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan belum bisa menyampaikan perusahaan dan negara asal karena masih dalam proses penjajakan.

Karena proses penjajakan masih berjalan dan belum masuk pada tahap pengadaan resmi,” jelas dia.

Sementara itu, CEO E-System Solutions, Habib Boukharouba dalam unggahannya di akun personal Linked-In miliknya menyatakan bahwa PT E-Systems Solutions Indonesia membantu operasi kemanusiaan TNI AD di Aceh dengan menerjunkan sejumlah helikopter.

Menurutnya, pengiriman ini dapat dimungkinkan melalui program Fast Track Aquisition (FTA). Ia pun menyatakan bahwa pengiriman ini dimungkinkan melalui kerja sama erat yang terjalin antara Kemenhan dengan E-System Solutions Indonesia.

  ⍟
Kompas  

Rabu, 24 Desember 2025

Senjata Laser Buatan PT. PAL Indonesia

  Solusi menghadapi drone Senjata laser PT PAL Indonesia

Inovasi senjata laser PT PAL Indonesia menjadi wujud kesiapan anak bangsa menghadapi ancaman modern melalui teknologi non-kinetik berbasis energi terarah.

Dikembangkan sebagai solusi pertahanan adaptif dan efisien, sistem ini dirancang untuk menghadirkan perlindungan efektif terhadap ancaman udara tak berawak.

Menegaskan komitmen PT PAL mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.

Inovasi ini menjadi terobosan penting menjadi senjata futuristik berbiaya relatif rendah, sekaligus menegaskan Indonesia sebagai pelopor sistem directed-energy di kawasan ASEAN.

Bekerjasama dengan mitra internasional, senjata ini memiliki jarak tembak hingga 500 meter.

PT PAL mengembangkan senjata laser untuk menghadapi ancaman modern.

Teknologi ini dirancang untuk memberikan ganguan visual dan sensonik pada sistem optik jarak jauh, khususnya ancaman udara tak berawak seperti drone.

  💥 
PAL  

Selasa, 23 Desember 2025

[Global] Trump Umumkan Kelas Kapal Perang AS Baru yang Dinamai Namanya Sendiri

 ⚓️ Trump class Trump Class (AFP/Detik)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kapal perang baru bersenjata berat yang akan dinamai namanya sendiri, Trump Class. Pemberian nama kapal perang merupakan sebuah kehormatan yang biasanya diberikan kepada para pemimpin AS usai meninggalkan jabatannya.

Dilansir AFP, Selasa (23/12/2025), dua kapal kelas Trump akan dibangun terlebih dahulu, tetapi jumlah tersebut dapat meningkat secara substansial di masa mendatang. Menurut Trump, kapal-kapal tersebut akan menjadi "beberapa kapal perang permukaan paling mematikan" dan "kapal perang terbesar dalam sejarah negara kita."

Trump membuat pengumuman tersebut di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, bersama Kepala Pentagon Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Angkatan Laut John Phelan, dengan gambar-gambar kapal berteknologi tinggi yang direncanakan dipajang di dekatnya.

Trump mengatakan kapal-kapal tersebut akan memiliki berat antara 30.000 dan 40.000 ton dan akan dipersenjatai dengan rudal dan senjata serta persenjataan yang masih dalam pengembangan, seperti laser dan rudal hipersonik.

"Kapal-kapal ini juga akan membawa rudal jelajah yang diluncurkan dari laut dan dilengkapi senjata nuklir yang saat ini sedang dikembangkan," kata Trump.

Kapal-kapal kelas Trump akan jauh lebih besar daripada kapal perusak dan kapal penjelajah AS yang ada saat ini, tetapi bobot yang diproyeksikan disebutkan oleh Trump agak lebih kecil daripada kapal perang Amerika terakhir--dari kelas Iowa--yang dipensiunkan pada tahun 1990-an.

Pengumuman Trump hanya beberapa hari setelah Angkatan Laut mempublikasikan rencana untuk kelas kapal baru lainnya-- jenis fregat disebut FF(X) yang menurut mereka akan "melengkapi kapal perang multi-misi yang lebih besar milik armada."

Phelan mengatakan FF(X) akan didasarkan pada desain yang sudah ada dari pembuat kapal HII yang sudah digunakan oleh Penjaga Lepas Pantai AS, dan tujuannya adalah agar fregat baru pertama dapat beroperasi pada tahun 2028.

Rencana fregat baru diumumkan setelah Phelan mengatakan pada akhir November bahwa empat dari enam kapal yang direncanakan dari kelas fregat Constellation akan dibatalkan, sementara dua kapal yang sudah dalam pembangunan "sedang ditinjau."

Washington telah tertinggal jauh dari Beijing dalam hal jumlah kapal di Angkatan Laut, dan sebuah laporan kepada Kongres awal tahun ini mencatat bahwa para pejabat militer AS dan pengamat lainnya prihatin dengan laju upaya pembangunan kapal China.

"Kita akan mengembalikan Amerika sebagai kekuatan pembangunan kapal utama," kata Trump, menambahkan: "Kita akan memastikan AS memiliki armada paling kuat di dunia, dan untuk jangka waktu yang lama di masa depan, dengan kapal perang membantu memimpin." (rfs/yld)

  Kapal Perang 'Kelas Trump' Bagian dari 'Armada Emas' 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana ambisius Angkatan Laut Amerika Serikat untuk membangun kategori baru kapal perang yang dia sebut sebagai "kapal tempur". Kapal ini diklaim akan bertindak sebagai tulang punggung kekuatan maritim AS di masa depan, dan mengemban nama "Golden Fleet" atau armada emas.

Dalam pengumuman di resor Mar-a-Lago, Florida itu, Trump menyebut kapal "kelas Trump" akan menjadi "yang tercepat, terbesar, dan seratus kali lebih kuat dibandingkan kapal tempur mana pun yang pernah dibangun." Kapal pertama dalam armada baru ini direncanakan bernama USS Defiant.

Trump mengatakan USS Defiant berdesain lebih panjang dan lebih besar dari kapal tempur kelas Iowa era Perang Dunia II. Persenjataannya disebut mencakup rudal hipersonik, rudal jelajah nuklir, meriam rel (railgun), serta senjata laser berdaya tinggi - teknologi yang sebagian besar belum teruji dan masih dalam tahap pengembangan di Angkatan Laut AS.

Pengumuman ini muncul hanya sebulan setelah Angkatan Laut membatalkan sebuah proyek pengembangan kapal frigat berpemandu rudal, akibat keterlambatan dan pembengkakan biaya produksi. Padahal kapal kelas Constellation itu awalnya direncanakan sebagai platform terjangkau untuk mengimbangi jumlah kapal Cina yang terus membengkak.

Sebagai gantinya, militer AS mengumumkan desain baru kapal kombatan berbobot ringan yang dimodifikasi dari kapal patroli penjaga pantai. Sejumlah proyek utama lain, seperti kapal induk kelas Ford dan kapal selam kelas Columbia, juga mengalami masalah serupa: terlambat dan melampaui anggaran.

 Kebuntuan inovasi 
Di sisi lain, teknologi yang dijanjikan Trump belum sepenuhnya terbukti. Angkatan Laut AS, misalnya, menghabiskan ratusan juta dolar selama lebih dari 15 tahun untuk mengembangkan railgun, sebelum akhirnya menghentikan proyek tersebut di tengah jalan pada 2021. Teknologi laser memang mulai dipasang di beberapa kapal, namun penggunaannya masih terbatas. Sistem laser untuk melumpuhkan sensor drone baru terpasang di delapan kapal perusak, itupun setelah melalui delapan tahun masa pengembangan.

Pengembangan dan penempatan rudal jelajah nuklir di atas kapal laut juga berpotensi melanggar perjanjian nonproliferasi yang telah ditandatangani Amerika Serikat bersama Rusia.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa tahap perancangan kapal sudah dimulai, dengan konstruksi direncanakan pada awal 2030-an.

Trump dan Menteri Angkatan Laut John Phelan menyebut kapal baru ini sebagai penerus spiritual kapal tempur abad ke-20. Namun, secara historis, konsep "kapal tempur" merujuk pada kapal besar berlapis baja tebal dengan meriam raksasa—j enis kapal yang meredup setelah Perang Dunia II, tergantikan oleh kapal induk dan rudal jarak jauh.

Kapal tempur terbesar AS, kelas Iowa, berbobot sekitar 60 ribu ton. Meski dimodernisasi pada 1980-an dengan rudal jelajah dan radar modern, seluruh kapal kelas ini dipensiunkan pada dekade 1990-an.

Menurut situs resmi "Golden Fleet" yang baru diluncurkan, kapal tempur berpemandu rudal ini akan berukuran mendekati kelas Iowa, namun hanya berbobot sekitar 35 ribu ton dan diawaki 650 – 850 pelaut. Senjata utamanya adalah rudal, bukan meriam besar.

 Binar imperial 
Trump dikenal vokal dalam menyuarakan arah pengembangan armada laut. Pada masa jabatan pertamanya, dia sempat mendorong kembalinya ketapel bertenaga uap di kapal induk, menggantikan sistem elektromagnetik modern — gagasan yang akhirnya ditolak Angkatan Laut. Dia juga kerap mengkritik tampilan kapal perusak dan kondisi kapal yang berkarat.

Phelan mengungkapkan kepada Senat bahwa Trump sering mengirim pesan larut malam, mempertanyakan kapal yang berkarat atau mangkrak di galangan. Pada kunjungan ke galangan kapal proyek fregat kelas Constellation yang kini dibatalkan, Trump bahkan mengklaim mengubah desain kapal tersebut.

"Saya melihatnya dan bilang, 'Ini kapal yang jelek, mari kita buat indah,'" kata Trump kala itu.

Trump menegaskan akan kembali terlibat langsung dalam desain kapal baru ini. "Angkatan Laut AS akan memimpin desain kapal-kapal ini bersama saya, karena saya orang yang sangat estetis," ujarnya.

Phelan mengatakan USS Defiant diharapkan "membangkitkan rasa kagum dan penghormatan terhadap bendera Amerika setiap kali berlabuh di pelabuhan asing."

  ⚓️ 
detik  

Fincantieri Serahkan Kapal Kedua PPA/MPCS Ke TNI AL

 ⚓️ KRI Prabu Siliwangi 321 MPCS KRI PSL 321. (Fincantieri)

Upacara penyerahan kapal MPCS (Multipurpose Combat Ship/PPA) KRI PRABU SILIWANGI-321 kepada Angkatan Laut Indonesia diadakan hari ini di galangan kapal Fincantieri di Muggiano (La Spezia).

Upacara tersebut dihadiri oleh Laksamana Muhammad Ali, Kepala Angkatan Laut Indonesia, Yang Mulia Prof. DR. Junimart Girsang, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Italia, dan Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto, Kepala Angkatan Laut Italia.

Kehadiran mereka menggarisbawahi kerja sama pertahanan yang kuat antara kedua negara. Mewakili Fincantieri adalah CEO dan Direktur Utama, Pierroberto Folgiero, dan Manajer Umum Divisi Kapal Angkatan Laut Eugenio Santagata.

Pengiriman KRI PRABU SILIWANGI-321 menyusul pengiriman kapal sejenisnya, KRI BRAWIJAYA-320, pada Juli lalu, melengkapi pasokan dua kapal yang dibangun oleh Fincantieri yang akan membentuk unit tempur terbesar Angkatan Laut Indonesia, serta unit yang paling maju secara teknologi di Indo-Pasifik.

Kedua PPA tersebut mewakili elemen strategis untuk stabilitas kawasan Asia dan perlindungan kepentingan nasional Indonesia, semakin memperkuat kemitraan antara Fincantieri dan Kementerian Pertahanan Indonesia.

 Fitur Teknis : PPA - Kapal Tempur Serbaguna  
MPCS/PPA adalah kelas kapal yang sangat serbaguna yang dirancang untuk melakukan berbagai misi, termasuk operasi tempur garis depan, patroli maritim, penyelamatan, dan kegiatan perlindungan sipil.

Kapal ini juga mampu mengoperasikan perahu berkecepatan tinggi seperti RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) melalui derek lateral atau landasan penarik yang terletak di buritan.

💥 Panjang keseluruhan: 143 meter
💥 Kecepatan: lebih dari 31 knot
💥 Awak kapal: 171 personel
💥 Dilengkapi dengan sistem propulsi gabungan diesel dan turbin gas (CODAG) dan sistem propulsi listrik.

  ⚓️ 
Fincantieri  

Senin, 22 Desember 2025

[Video] KRI Prabu Siliwangi 321

 🎥 Video PSL 321 diposkan X @DefenArt

  🎥 
DefenArt  

Depohar 10 Rampung Harwat Boeing 737-400 TNI AU

  Kembali perkuat Skadron Udara 17 Boeing 737 A-7308 TNI AU (Jet Photo)

Pesawat Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara dengan nomor registrasi A-7308 (Kencana 08) resmi kembali ke satuannya setelah menyelesaikan pemeliharaan berat Check D di Depo Pemeliharaan 10 (Depohar 10).

Pesawat diserahkan oleh Komandan Depohar 10 Kolonel Tek Ruhimat, S.T., M.M., kepada Komandan Skadron Udara 17 yang diwakili Mayor Pnb Dimas Prawito Wicaksono di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (12/12/2025). Penyerahan pesawat turut disaksikan oleh Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU (Dankoharmatau) Marsda TNI Ir. Suryanto.

Kencana 08 sebelumnya menjalani pemeliharaan berkala tingkat Check D dengan interval delapan tahun. Proses pemeliharaan berlangsung selama enam bulan dan dikerjakan oleh teknisi Satuan Pemeliharaan (Sathar) 14 Depohar 10. Tahapan ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur, sistem, dan komponen utama pesawat.

Setelah pemeliharaan selesai, pesawat melaksanakan uji terbang selama dua hari pada 10–11 Desember 2025. Hasil test flight menyatakan seluruh sistem berfungsi normal dan pesawat dinyatakan laik terbang.

Dengan selesainya seluruh rangkaian tersebut, Pesawat A-7308 kembali memperkuat operasional Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini akan mendukung tugas penerbangan VIP/VVIP serta kebutuhan operasi strategis TNI Angkatan Udara.

Keberhasilan pemeliharaan Kencana 08 mencerminkan kinerja teknisi Sathar 14 Depohar 10 dalam menjaga kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) TNI AU. Penyerahan pesawat turut dihadiri para pejabat Koharmatau, para Kepala Dinas Depohar 10, para Dansathar, prajurit serta ASN Depohar 10.

 
TNI AU  

Minggu, 21 Desember 2025

Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara Mendarat di Lereng Bukit

 Salurkan bantuan ke Nagari Sungai Limau Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara Mendarat di Lereng Bukit (Dispenau)

Helikopter EC-725/H225M Caracal milik TNI Angkatan Udara mengambil keputusan kritis dengan mendarat di lereng bukit yang memiliki kemiringan tajam untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di Nagari Sungai Limau, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (19/12/2025).

Helikopter Caracal bernomor registrasi HT-7206 lepas landas dari Lanud Sutan Sjahrir dengan membawa 2,33 ton bantuan logistik. Setibanya di lokasi, dengan melihat kondisi medan yang ada helikopter melakukan pendaratan pada area terbatas di lereng bukit yang menuntut presisi tinggi dan perhitungan yang matang untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Proses pendaratan dilaksanakan secara terukur dengan memperhitungkan kontur medan dan faktor keselamatan penerbangan. Berkat profesionalisme awak helikopter, pendaratan dapat dilakukan dengan aman meskipun menghadapi tantangan medan yang ekstrem.

Usai pendaratan, prajurit TNI AU bersama unsur TNI lainnya bergerak cepat menurunkan bantuan dari helikopter. Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat Nagari Sungai Limau melalui kerja sama yang solid antara aparat dan warga setempat.

Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M., menyampaikan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI AU dalam membantu masyarakat di daerah terdampak bencana.

Pengoperasian Helikopter Caracal memungkinkan TNI AU menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan, TNI AU berkomitmen memberikan bantuan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

  ⍟
Militer Udara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...