(X @GlobeEyeNews)
SERANGAN mendadak Israel ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 membuat ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota-kota termasuk ibu kota Teheran, Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan, dan Karaj, menurut media lokal seperti dilansir Al Jazeera.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran mengatakan bahwa rumah sakit dalam keadaan siaga, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.
Sementara Majid Akhavan, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, mengumumkan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Mehr pada Sabtu 28 Februari 2026 bahwa “seluruh wilayah udara negara telah ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut”.
Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi 28 Februari 2026, menurut Menteri Pertahanan Israel Katz, bersamaan dengan pengumuman keadaan darurat di seluruh negeri.
Seorang pejabat AS mengatakan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara AS dan Israel.
Pemerintah Israel mengumumkan keadaan darurat karena mengantisipasi pembalasan Iran dengan drone dan rudal balistik.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, militer mengatakan bahwa peringatan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan peluncuran rudal ke arah Israel.
Dalam pernyataan terpisah, mereka menambahkan bahwa semua wilayah di negara itu akan dialihkan dari "aktivitas penuh" ke "aktivitas penting", termasuk penutupan sekolah, pelarangan perkumpulan, dan penutupan tempat kerja kecuali untuk sektor-sektor penting.
Kedutaan Besar AS di Qatar menerapkan kebijakan tinggal di rumah bagi seluruh personel, dan merekomendasikan agar seluruh warganya melakukan hal yang sama hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Indonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, dapat hibah dan diharapkan tiba sebelum HUT TNI. (Marina militare)
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengatakan 100 personel TNI AL akan dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan sebelum menjadi awak kapal induk Giuseppe Garibaldi.
“Sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia,” kata Rico seperti dilansir Antara, Jumat (27/2/2026).
Rico mengatakan, pelatihan ini merupakan tahapan awal pembinaan calon awak kapal sebelum kapal tersebut beroperasi di bawah TNI AL.
Namun demikian, Rico tidak menjelaskan kapan pelatihan tersebut akan berlangsung. Dia hanya memastikan para personel yang dipilih merupakan prajurit terbaik TNI AL yang memiliki pengalaman di bidang perkapalan baik secara teknis maupun praktik.
Sebelumnya, Laksamana Muda Yayan Sofiyan Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut mengatakan TNI AL harus menyiapkan kurang lebih 500 pelaut untuk menjadi awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi.
“Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk,” kata Yayan dalam diskusi bertajuk Indonsia’s Blue Water Transition: Why High-Value ASW/ AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring, Rabu (25/2/2026).
Yayan melanjutkan jumlah kru kapal bahkan diperkirakan bisa lebih dari 500 karena belum mencakup kru tidak inti yakni di luar kru navigasi hingga penerbang.
Selain kru, jajarannya juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal induk seperti tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain yang harus dimiliki kapal. Belum lagi kebutuhan logistik untuk para kru yang akan bertugas di kapal dalam waktu lama.
“Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya,” kata Yayan.
Walau harus melakukan banyak persiapan, Yayan meyakini TNI AL siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi pengoperasian kapal induk maksimal.
Hingga saat ini, TNI Al masih menunggu proses akuisisi yang berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan dan pihak Italia dan juga Fincantieri selaku galangan kapal. (ant/bil/ipg)
Hibah Kapal Induk Garibaldi
Indonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, dapat hibah dan diharapkan tiba sebelum HUT TNI. (Marina militare)
Beredar dokumen Parlemen XIX Kamar Deputi Italia Nomor 383 tentang Tindakan Pemerintah yang Diajukan untuk Pertimbangan Parlemen. Dokumen tentang hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi disampaikan kepada Kepresidenan pada 19 Februari 2026.
Rancangan Keputusan Menteri tentang Hibah Kapal Garibaldi kepada TNI AL berdasarkan Pasal 311 ayat 2 Kitab Undang-Undang Organisasi Militer dan Keputusan Legislatif 15 Maret 2010 Nomor 66). Menteri Pertahanan (Menhan) bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia menyetujui hibah (penyerahan cuma-cuma) kepada TNI AL berupa Kapal Induk Garibaldi.
Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam dokumen teknis yang disusun oleh Staf Umum Pertahanan Italia dan dilampirkan sebagai bagian integral dari keputusan ini. Staf Umum Pertahanan Italia, Divisi IV yang membidangi Logistik dan Infrastruktur membuat judul hibah material persenjataan defensif yang telah usang karena alasan teknis kepada TNI AL.
Adapun tujuan hibah adalah meperkuat kerja sama antara Angkatan Bersenjata Italia dan Indonesia serta meningkatkan interoperabilitas militer kedua negara. "Mendukung kemungkinan operasi bersama dalam krisis bilateral maupun multilateral serta mendukung institusi pertahanan Indonesia," demikian isi dokumen tersebut dikutip Republika di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Dasar hukum penyerahan hibah adalah pada Pasal 311 Keputusan Legislatif Nomor 66 Tahun 2010. Hal itu memungkinkan penyerahan gratis material nonpersenjataan yang sudah tidak digunakan kepada negara berkembang. Berikutnya, penyerahan material persenjataan defensif yang usang secara teknis dengan persetujuan Komisi Parlemen.
Indonesia dianggap memenuhi syarat karena: termasuk negara berkembang menurut OECD-DAC serta memiliki Perjanjian Kerangka Kemitraan dan Kerja Sama dengan Uni Eropa (ditandatangani 9 November 2009, diratifikasi Italia tahun 2011). "Sejak 2021, Indonesia menyatakan minat menerima kapal perang bekas untuk dimanfaatkan kembali," begitu isi dokumen.
Adapun Kapal Induk Garibaldi diitempatkan dalam status cadangan sejak 31 Desember 2024 dan telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Hal itu membuat Garibaldi tidak lagi memenuhi standar operasional modern.
"Akan diserahkan tanpa sistem senjata operasional (nonoffensif). Hanya mempertahankan sistem keselamatan, propulsi, dan fasilitas dasar untuk pelayaran pemindahan," kata dokumen tersebut.
Sementara proses hibah diperkirakan selesai sebelum Desember 2026 dan biaya nilai estimasi kapal 54.022.426 euro. Keputusan hibah tidak menambah beban anggaran Italia dan malah menghemat biaya pemeliharaan sekitar 5 juta euro per tahun atau sekitar Rp 98 miliar. "Menghindari biaya pembongkaran sekitar 18,7 juta euro jika tidak dihibahkan," demikian isi dokumen.
Selain itu, kerja sama tersebut berpotensi memperkuat hubungan industri pertahanan kedua negara. Termasuk peluang penjualan dua kapal kelas PPA senilai 1,25 miliar euro atau sekitar Rp 24,75 triliun, serta potensi kontrak enam kapal selam kelas DGK senilai 480 juta euro atau sekitar Rp 9,5 triliun.
"Potensi penjualan pesawat M-346 senilai 600 juta euro dan tiga pesawat patroli maritim sebesar 450 juta euro," kata isi dokumen.
Penyedia sistem pertahanan bawah air DRASS telah mengirimkan dua kendaraan penyelam (SDV) kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
SDV DS8 (EDR magazine)
SDV DS8 adalah kapal selam perang yang sangat efektif, licik, dan siluman untuk misi sabotase dan intelijen.
Kendaraan ini dirancang untuk mengangkut peralatan ofensif dan hingga delapan penyelam tempur, dari pangkalan operasional (seperti kapal atau kapal selam) ke target (seperti kapal yang berlabuh/berlabuh, pelabuhan atau instalasi pantai), dan untuk mengangkut mereka kembali ke pangkalan setelah misi selesai.
SDV dilengkapi dengan kemampuan otonom canggih, mengintegrasikan sistem panduan dan navigasi modern bersama dengan rangkaian periskop optronik yang lengkap.
Semua fungsi otonom telah divalidasi secara ketat selama uji coba komprehensif di laut, yang mengkonfirmasi keandalan, keamanan, dan kesiapan operasional platform, menurut DRASS.
Sebagai bagian dari program pengiriman, DRASS melakukan pelatihan pilot di laut secara ekstensif untuk memastikan operator Indonesia sepenuhnya siap untuk mengerahkan dan mengelola kendaraan secara efektif di lingkungan operasional dunia nyata.
Pengiriman ini merupakan tonggak penting dalam komitmen berkelanjutan DRASS untuk menyediakan solusi bawah air yang inovatif dan siap misi bagi angkatan laut modern, yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang terus berkembang.

KF-21 Boramae blok I prototipe no 005, Indonesia minati akuisisi pesawat tempur KF-21 Blok 2 (ZBAA_zhang)
Setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Indonesia Prabowo Subianto diperkirakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan pada bulan April, menurut sumber pemerintah. Seiring dengan meningkatnya kebijakan proteksionis yang dipimpin AS dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-China, Seoul mempercepat diplomasi tingkat tinggi dengan mitra-mitra utama di Global South, termasuk Amerika Selatan dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), untuk mendiversifikasi rantai pasokannya. Kedua pihak juga dilaporkan telah mencapai kemajuan dalam kontrak ekspor tambahan untuk jet tempur supersonik KF-21 Boramae buatan dalam negeri Korea Selatan, sebuah isu sentral dalam hubungan bilateral.
Menurut kantor kepresidenan pada 24 Februari, Seoul dan Jakarta sedang mengoordinasikan detail kunjungan Prabowo. Sebelumnya telah dibahas rencana kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan setelah menghadiri parade militer Hari Kemenangan China pada September tahun lalu, tetapi perjalanan tersebut dibatalkan di tengah meningkatnya protes anti-pemerintah di Indonesia. Usulan terpisah untuk kunjungan pada bulan Desember juga gagal.
Seoul memandang perluasan kerja sama ekonomi dengan Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar dan terpadat di ASEAN, sebagai hal yang sangat penting secara strategis. Indonesia berfungsi sebagai basis produksi dan investasi utama di Asia Tenggara bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan dan merupakan pemasok nikel terbesar di dunia, mineral penting yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan menjadi fokus persaingan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Dengan membatasi ekspor bijih mentah dan mempromosikan industri pengolahan dalam negeri, Indonesia telah memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam rantai pasokan baterai global.
Sebuah kesepakatan bagi Indonesia untuk mengakuisisi 48 jet tempur KF-21 dalam beberapa tahap masing-masing 16 unit dilaporkan hampir rampung. Jakarta awalnya menandatangani nota kesepahaman untuk membeli 48 pesawat tersebut setelah program pengembangan bersama selesai. Namun, kemudian Jakarta mengambil sikap yang lebih hati-hati, dengan menyimpulkan perjanjian terpisah untuk membeli jet tempur Dassault Rafale dari Prancis dan TAI Kaan dari Turki. Indonesia, sebagai mitra dalam proyek pengembangan KF-21, awalnya berjanji untuk berkontribusi sebesar 1,6 triliun won tetapi kemudian mengurangi komitmennya menjadi 600 miliar won, dengan mengatakan akan mengurangi pembayarannya sebagai imbalan atas pengurangan proporsional dalam transfer teknologi.
Rudal CM-302 buatan China. (Foto/military people)
Iran hampir mencapai kesepakatan untuk membeli rudal jelajah anti-kapal supersonik dari China. Langkah ini dilakukan saat Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan serangan baru terhadap Republik Islam tersebut, menurut laporan Reuters pada hari Selasa (24/2/2026).
Laporan tersebut mengatakan negosiasi antara China dan Iran dimulai dua tahun lalu, tetapi telah meningkat sejak Juni 2025, ketika AS bergabung dengan perang Israel terhadap Iran untuk melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir.
Persenjataan yang sedang dibahas adalah rudal CM-302 dengan jangkauan sekitar 290 kilometer dan kemampuan menghindari pertahanan kapal.
Pemerintahan Trump telah melakukan peningkatan besar-besaran pasukan AS di kawasan tersebut bahkan ketika terus bernegosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya. Mereka telah mengirimkan kapal perang ke Timur Tengah sebagai bagian dari peningkatan tersebut.
Grup serang kapal induk USS Abraham Lincoln sudah beroperasi di Laut Arab. Sementara itu, USS Gerald Ford berada di Mediterania Timur.
Middle East Eye adalah yang pertama mengungkapkan Iran dan China memperdalam hubungan pertahanan mereka setelah serangan AS.
MEE mengungkapkan pada Juni 2025 bahwa Iran telah membeli baterai rudal permukaan-ke-udara China untuk tujuan pertahanan.
Dua pejabat Arab tidak menyebutkan berapa banyak rudal permukaan-ke-udara yang diterima Iran saat itu dari China. Namun, salah satu pejabat Arab mengatakan Iran membayar rudal tersebut dengan pengiriman minyak.
China adalah importir minyak Iran terbesar, dan Badan Informasi Energi AS dalam laporan pada bulan Mei menyatakan hampir 90% ekspor minyak mentah dan kondensat Iran mengalir ke Beijing.
Terlepas dari hubungan historis mereka, beberapa diplomat di kawasan itu berspekulasi China mungkin waspada untuk terlalu terlibat dalam konflik tersebut. Beijing dan Washington sedang dalam semacam pendekatan setelah ketegangan perdagangan.
Pada hari Selasa, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan AS menginginkan hubungan yang stabil dengan China, tetapi tidak mempercayai negara tersebut.
Presiden Donald Trump diperkirakan akan menghadiri pertemuan puncak penting di China bersama mitranya, Presiden Xi Jinping, pada bulan April.
Hubungan China-Iran
China dan Iran memiliki hubungan pertahanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Pada akhir tahun 1980-an, Iran menerima rudal jelajah HY-2 Silkworm dari China melalui Korea Utara ketika sedang berperang dengan Irak.
Republik Islam menggunakan rudal tersebut untuk menyerang Kuwait dan menghantam kapal tanker minyak berbendera AS selama apa yang disebut perang tanker. Pada tahun 2010, ada laporan bahwa Iran menerima rudal anti-pesawat HQ9 dari China.
Militer Iran dihancurkan oleh serangan gabungan AS dan Israel pada Juni 2025. Pada saat itu, Israel mencatat mereka telah menghancurkan sebagian besar pertahanan udara Iran.
Republik Islam diyakini telah menggunakan S-300 Rusia, yang mampu menyerang pesawat dan UAV selain menyediakan beberapa kemampuan pertahanan rudal jelajah dan balistik.
Selain itu, para ahli mengatakan sistem tersebut memiliki sistem buatan China yang lebih tua dan baterai buatan lokal seperti seri Khordad dan Bavar-373.
Memberikan rudal jelajah anti-kapal kepada Iran akan dianggap lebih eskalatif, karena rudal tersebut merupakan senjata ofensif. Target yang jelas untuk rudal CM-302 adalah kapal perang AS.
Iran di masa lalu telah mengancam akan menutup Selat Hormuz, saluran maritim sempit yang dilalui sekitar 20% minyak dan produk petroleum yang diangkut melalui laut.
Pekan lalu, Iran menutup sementara saluran tersebut, yang hanya selebar 33 km pada titik tersempitnya antara Semenanjung Musandam di Oman dan Iran.
Iran, China, dan Rusia mengadakan latihan militer gabungan di Selat Hormuz, Teluk Oman, dan Samudra Hindia bagian utara pekan lalu.
Selat Hormuz terjebak dalam baku tembak perang Iran-Irak pada tahun 1980-an, ketika pasukan Irak menyerang kapal tanker minyak Iran di dekat jalur air tersebut.
Meskipun Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, mereka tidak mewujudkannya. Perang tersebut awalnya menyebabkan penurunan 25% dalam pengiriman komersial dan kenaikan tajam harga minyak.
Namun, melancarkan serangan melalui laut dapat menjadi bumerang bagi Iran dan Beijing. Hampir 45% dari total impor minyak China melewati Selat Hormuz.
Meskipun China dan Iran memiliki jalur kereta api, minyak mentah yang diangkut melalui laut masih merupakan sebagian besar ekspor Iran ke China. (sya)
Tentara Ukraina meletakkan hulu ledak nuklir di kontainer untuk pemindahan pada 1992. (Foto/sputnik)
Rusia harus menggunakan senjata apa pun, termasuk senjata nuklir non-strategis, terhadap target di Ukraina jika terjadi transfer teknologi nuklir ke Kiev. Ancaman itu diungkap Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev pada hari Selasa (24/2/2026).
"Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa dalam skenario seperti itu, Rusia harus menggunakan semua jenis senjata, termasuk senjata nuklir non-strategis, terhadap target di Ukraina yang menimbulkan ancaman bagi negara kita," kata Medvedev kepada media Rusia.
Sebelumnya pada hari itu, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) mengatakan Inggris dan Prancis sedang bersiap mentransfer senjata nuklir ke Kiev.
Pada Februari 2022, beberapa hari sebelum dimulainya konflik skala penuh dengan Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengancam akan mencabut status non-nuklir Ukraina. Itu bukan ancaman pertama, dan bukan yang terakhir. Berikut ringkasan kronologisnya:
Juli 2021: David Arakhamia, kepala faksi parlemen Zelensky, menyebut penolakan Ukraina terhadap senjata nuklir sebagai "kesalahan fatal."
"Kita bisa saja memeras seluruh dunia, mereka akan memberi kita uang untuk jasa kita, seperti yang sekarang terjadi di banyak negara lain," kata politisi itu, memberikan wawasan yang mengerikan tentang pandangan dunia elite Ukraina pasca-Maidan.
Desember 2021: Dmitry Yarosh, kepala neo-Nazi Right Sector, yang saat itu menjabat sebagai asisten panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, menyatakan kesiapan Belarusia untuk menampung senjata nuklir Rusia berarti Ukraina "harus meminta sekutu kita, AS dan Inggris," untuk melakukan hal yang sama.
Ini "akan menjadi pemenuhan nyata dari Memorandum Budapest, yang akan menjamin kekebalan perbatasan kita dan perdamaian di tanah kita. Ini juga akan mencegah Putin dari tindakan agresif apa pun terhadap Ukraina. Rusia hanya memahami bahasa kekerasan," ujar Yarosh.
Februari 2022: Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Zelensky menuntut konsultasi segera dalam kerangka Memorandum Budapest. “Jika konsultasi tersebut tidak dilakukan lagi atau hasilnya tidak menjamin keamanan bagi negara kita, Ukraina berhak untuk percaya bahwa Memorandum Budapest tidak berfungsi dan semua keputusan paket tahun 1994 diragukan.”
Saat ini, “kita tidak memiliki [senjata nuklir]. Kita juga tidak memiliki keamanan,” kata Zelensky, memperingatkan bahwa yang dimiliki Ukraina adalah “hak untuk menuntut perubahan dari kebijakan peredaan menjadi jaminan keamanan dan perdamaian.” (sya)
Pengembangan rocket laubcer (Batekhan Kemhan RI)
Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan penandatanganan kontrak kerjasama pengembangan dan pengadaan sistem rocket launcher sebagai bagian dari upaya strategis penguatan Alutsista nasional. 13/02/2026.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kemhan RI dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan, memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri, serta mendukung modernisasi sistem persenjataan TNI secara berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong percepatan transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi pertahanan nasional.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan mitra strategis, pembangunan kekuatan pertahanan negara terus dilaksanakan secara terukur, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.
Bertekad Kuat, Berteknologi Maju, untuk Pertahanan Negara yang Mandiri.
Resmi siap mengudara
Bom BNT-250 produk Dahana(Dispenau)
PT Dahana menerima penyerahan Design Approval Type Certificate (TC) Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan). Penyerahan dilaksanakan di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat (20/2).
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana Yusep Nugraha Rubani beserta jajaran, serta pejabat Puslaik Kemhan, di antaranya Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, serta para Perwira Kelaikan Udara.
Penyerahan Type Certificate Bomb BNT-250 menandai bahwa produk bom BNT-250 yang dikembangkan melalui kerja sama antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari telah melalui seluruh tahapan verifikasi dokumen dan lapangan, meliputi evaluasi desain, analisis teknis, serta witnessing pada uji operasional. Berdasarkan hasil proses tersebut, bom BNT-250 dinyatakan telah lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh user, khususnya TNI Angkatan Udara.
Selain itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility yang menyatakan bahwa fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan. Sertifikasi ini mencakup fasilitas produksi bom P-Series (P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi bom BNT-250, yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan lapangan meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.
Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan nasional.
“Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ungkap Yusep.
Sertifikat fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun oleh Puslaik Kemhan guna memastikan kesiapan fasilitas produksi pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.
Melalui pencapaian ini, PT Dahana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.