Bahas Industri Pertahanan hingga Undang ke KTT COP3
Medium Tank Harimau, hasil kerjasama dengan FNSS, di kabarkan akan bertambah (Pindad)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden RI Prabowo Subianto. Keduanya membahas hubungan bilateral, salah satunya terkait isu pertahanan dan perdagangan.
Hal itu disampaikan kantor Kepresidenan Turki, melalui akun X resmi @trpresidency, Selasa (29/9/2026). Keduanya membahas hubungan bilateral antara Turki dan Indonesia serta isu regional dan global.
Erdogan juga menyatakan kepuasannya atas solidaritas Indonesia di forum Internasional. Erdogan menekankan pentingnya mempertahankan solidaritas bagi kedua negara.
Lebih lanjut, Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama antara Turki dan Indonesia di berbagai bidang, khususnya perdagangan dan industri pertahanan. Erdogan bertekad untuk meningkatkan kerja sama antar kedua negara dalam dua bidang tersebut.
"Presiden Erdogan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan hal tersebut," demikian bunyi pernyataan kantor Kepresidenan Turki tersebut.
Dalam pembicaraan tersebut, Erdogan juga mengundang Prabowo untuk menghadiri KTT Pemimpin COP31 yang akan digelar di Antalya. (yld/wnv)
♞ detik
KRI Sriwijaya 100 (Dispenal)
Fincantieri dan PT PAL Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang menetapkan kerangka kerja untuk kerja sama dalam program modernisasi masa depan KRI Sriwijaya (sebelumnya bernama Giuseppe Garibaldi) milik TNI AL.
Fincantieri dan PT PAL Indonesia akan berkolaborasi dalam program modernisasi kapal tersebut, menggabungkan keahlian masing-masing dan bersama-sama menentukan ruang lingkup kegiatan dan tanggung jawab dalam program tersebut.
Sebagai perancang dan pembangun asli kapal, Fincantieri akan menyumbangkan pengetahuannya yang luas tentang platform tersebut, sementara PT PAL akan memanfaatkan kemampuan yang telah mapan dalam pembangunan kapal angkatan laut, integrasi, pemeliharaan, dan layanan dukungan.
Program ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas operasional kapal di berbagai misi, mulai dari operasi pertahanan dan keamanan maritim hingga bantuan kemanusiaan dan kegiatan tanggap darurat, sekaligus mendukung tujuan pengembangan kemampuan jangka panjang Angkatan Laut Indonesia.
Melalui perjanjian ini, Fincantieri dan PT PAL Indonesia akan bersama-sama menentukan pendekatan yang paling efektif untuk modernisasi kapal di masa mendatang. .
Medium Tank Harimau (Pindad) ♞
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk menjaga kedaulatan NKRI. Hal itu disampaikan Muzani saat mengunjungi PT Pindad di Kota Bandung.
Dia berdialog dengan jajaran direksi Pindad mengenai perkembangan industri pertahanan nasional hingga rencana pengembangan ke depan. Muzani mengatakan salah satu tugas MPR adalah memastikan NKRI tetap terjaga dengan baik dan solid.
Dia menyebut jajaran Pindad telah memberikan penjelasan mengenai berbagai produksi dan rencana pengembangan perusahaan.
Salah satu isu yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya meningkatkan kemandirian produksi alat pertahanan dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.
Dia menambahkan perkembangan teknologi yang dimiliki Pindad diharapkan dapat mendukung kebutuhan persenjataan nasional.
Di sisi lain, Muzani juga menyampaikan dukungan MPR terhadap pengembangan industri strategis tersebut.
Menurutnya, dalam pertemuan juga dibahas rencana pengembangan perusahaan hingga 2040.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pindad Sigit P Santosa mengatakan pihaknya telah memaparkan berbagai produk yang sedang dikembangkan kepada Ketua MPR dan jajaran.
Menurut Sigit, pengembangan tersebut mencakup senjata dan amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional, hingga teknologi pertahanan masa depan.
Menurutnya, Pindad saat ini juga tengah mengembangkan teknologi dari sistem persenjataan konvensional hingga smart weapon system.
Dia mengatakan sejumlah hasil penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) Pindad saat ini sudah memasuki tahap piloting dan trial production. Tahap selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi atau scaling up.
Menurut Sigit, proses peningkatan kapasitas produksi tersebut menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan TNI.
♞ JPNN
Akan bertambah hingga 105 unit secara berkala hingga 2028
12 Ranpur Amfibi AAV7-M35 batch 1 telah berganti warna, sesuai warna kamuflase terbaru marinir (Tribunnews)
Menteri Pertahanan (Menhan) RI memimpin penyerahan 12 unit kendaraan tempur amfibi (assault amphibious vehicle/AAV)7 M-35 ke Pasukan Marinir (Pasmar) 1 di Mako Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
AAV tersebut tiba dari Amerika Serikat (AS) dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/09/2026).
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menjelaskan, AAV7 tersebut dibeli dari US Marine Corps melalui skema foreign military sales (FMS). Dengan begitu, Marinir mendapatkan harga diskon atas ranpur tersebut. Terkait alokasi anggaran, ia meminta hal itu ditanyakan langsung kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.
"Jadi ini merupakan foreign military sales dari Amerika. Kita diberi harga khusus karena kita dekat dengan Marinir Amerika Serikat. Hubungan dengan Marinir Indonesia sangat baik," kata Ali di lapangan Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.
Ali menjelaskan, ranpur tersebut jauh lebih modern daripada LVT-7A1 produksi Korea Selatan (Korsel) yang sudah dimiliki Marinir sejak Desember 2009. Keunggulan AAV7, sambung dia, bisa menampung 21 prajurit plus tiga awak kendaraan yang terdiri dari pengendara, pemberi komando dan pemegang senjata.
"Kendaraan ini juga mampu melewati perairan atau laut dengan sea state 5. Jadi makanya diberi nama M35 ya," kata Ali.
Dia menjelaskan, saat ini Korps Marinir TNI AL baru kedatangan 12 unit dari total 35 AAVyang sudah dibeli. Meski begitu, menurut Ali, total pengadaan ranpur itu mencapai 105 AAV. "Akan hadir lagi 23 (ranpur) di akhir bulan November 2026," jelas Ali.
Dia melanjutkan, nantinya, seluruh AAV ditempatkan di Pasmar I, II, dan III untuk memperkuat pertahanan wilayah maritim Indonesia. Dengan adanya kendaraan itu, Ali berharap, Korps Marinir TNI AL dapat semakin maksimal dalam menjalankan misi perang dan kemanusiaan.
♞ Republika
✈
Dua pesawat Rafael TNI AU terlacak terbang di ibukota Jakarta (Dispenau)
Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memastikan pesawat tempur Rafale pesanan Indonesia akan kembali datang tahun 2027.
"Di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 secara bertahap, ya. Secara bertahap sampai dengan diperkirakan di tahun 2029," kata Tedi saat dijumpai awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.
Kendati demikian, Tedi tidak menjelaskan secara rinci kapan gelombang ketiga kedatangan Rafale akan terjadi.
Dia hanya memastikan bahwa sejauh ini TNI AU sudah mempersiapkan fasilitas yang layak untuk pengoperasian dan perawatan pesawat tempur Rafale.
Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dari pengoperasian pesawat tempur Rafale yang telah berjalan dengan baik di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Sebelumnya, Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur jenis Rafale yang diproduksi Dassault Aviation, Prancis.
Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan yang kala itu dijabat Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha menyampaikan kontrak efektif itu menjadi dasar Dassault Aviation mulai memproduksi 18 unit terakhir jet tempur Rafale pesanan Indonesia.
"Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit," kata Edwin.
Sejauh ini, TNI AU baru menerima enam pesawat tempur Rafale. Tiga pesawat pertama datang pada gelombang kedatangan pertama yakni pada awal 2026 lalu.
Sisanya datang pada gelombang ke dua pada Mei 2026 dan diterima langsung oleh TNI Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
👷 🤝 Dalam Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Perancis
Latihan bersama dengan Perancis dalam misi Pegase 2026 (Dispenau)
Menteri Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis HE Chaterine Vautrin di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari Annual Defense Minister Dialogue pertama antara Indonesia dan Prancis.
Pertemuan digelar untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.
“Kita mengharapkan ini menjadi momentum yang paling penting dalam rangka penguatan, tidak hanya kerja sama pertahanan, tetapi juga kerja sama antarbangsa Indonesia dan Prancis,” kata Sjafrie dalam pernyataan bersama.
Menurut Sjafrie, hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis terus berkembang, salah satunya melalui kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Dia juga menyampaikan apresiasi atas pengadaan 42 jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation dan dua kapal selam Scorpene buatan Naval Group.
Dua kapal selam Scorpene tersebut rencananya dibangun bersama PT PAL Indonesia di Surabaya.
Sjafrie mengatakan penguatan kerja sama alutsista ditandai dengan kedatangan pesawat Rafale pertama di Indonesia serta dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene pertama oleh PT PAL.
“Pada hari ini kita mengapresiasi penguatan kerja sama di bidang alutsista yang ditandai dengan kedatangan Rafale pertama di Indonesia dan dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene yang pertama oleh PT PAL,” tutur Sjafrie.
Selain pengadaan alutsista, Indonesia dan Prancis juga berkomitmen meningkatkan kerja sama melalui pertukaran perwira untuk pendidikan dan latihan.
Menurut Sjafrie, kerja sama tersebut mencakup hubungan antarinstitusi hingga interaksi antarpersonel.
“Ke depan, kita akan terus bekerja sama untuk menunjukkan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Prancis terus berkembang dan berada pada momentum yang sangat positif, tidak hanya untuk pengadaan alutsista, tapi juga dalam peningkatan kemampuan profesionalisme personel dan hubungan antarangkatan bersenjata,” kata Sjafrie.
Kunjungan Vautrin ke Indonesia juga berkaitan dengan Misi Pégase 2026 Angkatan Bersenjata Prancis.
Dia dijadwalkan meninjau Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, yang menjadi salah satu lokasi kegiatan Angkatan Udara Prancis bersama TNI AU.
Dalam rangkaian Misi Pégase 2026, Vautrin meninjau pesawat-pesawat Prancis dan Indonesia yang berada di Indonesia pada 20–25 September 2026. (shf)
👷 Fasilitas perbaikan dan pembangunan kapal
Foto udara fasilitas PT PAL Indonesia di Desa Sidokelar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026). Fasilitas tersebut dikembangkan untuk mendukung kegiatan perbaikan dan pembangunan kapal. (ANTARA/HO-Humas PT PAL Indonesia)
PT PAL Indonesia menyatakan pengembangan galangan kapal di Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri maritim nasional.
Ketua Tim Penyertaan Modal Negara (PMN) PT PAL Indonesia Uut Tata Wijaya mengatakan perusahaan mendapat penugasan sebagai konsolidator nasional galangan kapal untuk mengembangkan kapasitas industri perkapalan di Indonesia.
"PT PAL di sini dengan niatan positif, kita juga memperhatikan apa yang ada di sekitar kami," katanya di Lamongan, Rabu.
Ia menjelaskan fasilitas di Sidokelar tidak hanya diarahkan untuk perbaikan kapal komersial, tetapi juga berpotensi digunakan untuk pembangunan kapal baru, termasuk kapal untuk kebutuhan pertahanan.
Pengembangan teknologi pertahanan tersebut mencakup kapal perang tanpa awak yang beroperasi di permukaan air maupun kapal selam.
Menurut Uut, potensi pasar jasa perbaikan kapal di Jawa Timur masih besar. Berdasarkan data PT PAL, terdapat sekitar 22.891 kunjungan kapal ke Jawa Timur setiap tahun, sedangkan kapasitas galangan yang tersedia baru sekitar 984 kapal atau 4,29 persen.
"Yang bisa ditangani di Jawa Timur tidak sampai lima persen. Maka peluang pasar galangan repair di Jawa Timur masih sangat besar," ujarnya.
Pengembangan fasilitas tersebut menggunakan PMN sebesar Rp 427 miliar. Pada tahap awal, galangan ditargetkan mampu menangani kapal hingga panjang 60 meter dan kemudian meningkat menjadi 100 meter.
Ia menambahkan bahwa pengembangan galangan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan tumbuhnya usaha pendukung.
PT PAL mencatat kebutuhan tenaga kerja pada divisi pemeliharaan dapat mencapai sekitar 200 orang, belum termasuk tenaga kerja dari perusahaan sub kontraktor.
Selain itu, perusahaan akan melibatkan masyarakat dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk kegiatan yang berkaitan dengan nelayan dan pelestarian lingkungan..
Pada Kapal Induk KRI Sriwijaya
ITS Garibald berlabuh di Tanjung Priok resmi menjadi KRI Sriwijaya 100 (Ist)
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya memastikan akan mengganti seluruh peralatan komunikasi yang ada dalam KRI Sriwijaya-100.
Hal tersebut dilakukan karena sampai saat ini peralatan komunikasi yang terpasang di KRI masih menggunakan versi North Atlantic Treaty Organization (NATO).
"Peralatan komunikasi yang punya Italia itu kan versi NATO. Mereka (Nato) tidak akan memberikan itu (alat komunikasi) kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri," kata Ali saat jumpa pers usai mengikuti upacara pemberian nama dan pengibaran bendera di Deck KRI Sriwijaya-100, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.
Ali tidak merinci teknologi komunikasi apa saja yang akan dipasang di dalam kapal induk tersebut. Dia hanya menjelaskan proses pergantian teknologi itu memakan waktu yang tidak terlalu lama.
"Butuh waktu mungkin empat bulan atau lima bulan sudah bisa operasional," kata Ali.
Setelah proses pergantian teknologi selesai, barulah TNI AL siap untuk mengerahkan KRI Sriwijaya-100 dalam misi apapun sesuai perintah pimpinan.
Kapal induk yang diperkuat oleh 400 awak kapal TNI AL ini baru saja berganti nama dari ITS Giuseppe Garibaldi ke KRI Sriwijaya-100.
Setelah kapal induk ini sudah resmi diterima pemerintah Indonesia, TNI AL selaku pihak operator siap menerjunkan KRI Sriwijaya-100 dalam misi apapun, salah satunya penanggulangan bencana.
Untuk Korps Marinir TNI AL
12 AAV7-A1 batch 1 tiba di Indonesia (Dispenal)
Sebanyak 12 unit Ranpur Amfibi AAV tiba di Indonesia dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/09/2026).
Kedatangan tahap pertama ini menjadi bagian dari pemenuhan 35 unit AAV untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Kedatangan Ranpur disambut Aslog Pangkormar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., didampingi Sahli A Bid Ops Pangkormar Kolonel Marinir Didiet Hendra Wijaya, M.Mp., Danmenkav 1 Marinir Kolonel Marinir Agus Setiyo Budi, M.Tr.Opsla., serta Danyon Ranratfib 1 Marinir Letkol Marinir Muhan Solihan, M.M.Tr.Opsla. Rombongan meninjau kondisi dan proses penerimaan Ranpur yang kemudian diturunkan ke truk oplegger untuk diberangkatkan ke Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, dengan sistem pengikatan guna menjamin keamanan selama perjalanan.
Kehadiran AAV menjadi tonggak penting bagi Korps Marinir setelah sebelumnya menerima 10 unit LVT-7A1 dari Korea Selatan pada 7 Desember 2009. Sebagai kendaraan pendarat amfibi, AAV memperkuat kemampuan pasukan dalam melaksanakan operasi dari laut menuju pantai hingga mencapai sasaran di darat.
AAV dirancang membawa pasukan melintasi zona tempur perairan dan mampu menghadapi gelombang serta arus hingga Sea State 5. Ranpur ini menggunakan mesin Cummins V903 berdaya 525 horsepower, memiliki panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, tinggi 3,26 meter, dan bobot 23 ton, dengan kecepatan hingga 15 km/jam di laut dan 75 km/jam di darat.
AAV diawaki tiga personel dan mampu membawa 21 prajurit infanteri Marinir beserta perlengkapan siap tempur. Kehadirannya bukan sekadar penambahan alutsista, tetapi juga meningkatkan mobilitas laut ke darat, perlindungan lapis baja, daya angkut pasukan, dan kecepatan manuver dalam mendukung kemampuan amfibi Resimen Kavaleri Korps Marinir di negara kepulauan.
Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menegaskan bahwa kehadiran AAV akan semakin memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir, khususnya.
♞ TNI AL
Kerjasama dengan Ficantieri
ITS Garibald berlabuh di Tanjung Priok sedang dipersiapkan menjadi KRI Sriwijaya 100, sebelum serah terima tanggal 24 September 2026 (Ist)
PT PAL Indonesia (Persero) menyiapkan kemampuan maintenance, repair and overhaul (MRO) serta modernisasi kapal untuk mendukung rencana penyesuaian kapal induk Giuseppe Garibaldi dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut (TNI AL).
"Modernisasi kapal menuntut pemahaman yang utuh terhadap kondisi aktual platform, karakteristik sistem yang sudah terpasang, serta kebutuhan operasional pengguna," kata CEO PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dalam keterangan di Surabaya, Jatim, Selasa.
Kaharuddin mengatakan proses modernisasi harus diawali dengan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi platform dan sistem yang telah terpasang agar pekerjaan dapat dilakukan secara terukur.
Nantinya, proses modernisasi akan dimulai dari inspection dan condition assessment, dilanjutkan dengan engineering, penentuan lingkup pekerjaan, integrasi sistem, hingga testing dan commissioning.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PAL Indonesia akan berkolaborasi dengan Fincantieri selaku pembangun kapal yang nantinya akan mengintegrasikan kebutuhan modernisasi dengan kondisi aktual kapal yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade.
Modernisasi kapal yang telah beroperasi memiliki tantangan berbeda dibandingkan pembangunan kapal baru dengan tahapannya antara lain meliputi condition assessment, inspeksi, kajian rekayasa, identifikasi teknologi yang sudah tidak lagi sesuai (obsolescence), hingga integrasi sistem lama dengan teknologi baru.
Menurut Kaharuddin, pengalaman lebih dari empat dekade dalam perbaikan kapal menjadi salah satu modal PT PAL untuk menangani pekerjaan modernisasi.
Kapabilitas tersebut mencakup perbaikan platform, sistem propulsi, kelistrikan, navigasi, komunikasi, sensor, hingga integrasi sistem persenjataan.
Ia mengatakan pengalaman tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia dan penguasaan teknologi industri pertahanan nasional melalui kolaborasi dengan pemilik teknologi.
"Kapabilitas PT PAL dalam MRO dan modernisasi menjadi basis untuk menjalankan tahapan tersebut secara sistematis," kata Kaharuddin.
Modernisasi Giuseppe Garibaldi diharapkan tidak hanya berorientasi pada perbaikan kondisi teknis kapal, tetapi juga menyesuaikan kemampuan platform dengan kebutuhan operasi TNI AL dan karakteristik lingkungan maritim Indonesia.
Penguatan kemampuan MRO dan mid-life modernization (MLM), kata dia, menjadi bagian dari pengembangan kemampuan industri galangan nasional dalam memperpanjang usia pakai dan menjaga kesiapan operasional kapal yang telah memasuki masa penggunaan panjang.
Melalui kerja sama dengan Fincantieri, lanjut dia, PT PAL Indonesia berupaya mendukung kebutuhan TNI AL sekaligus memperluas penguasaan kemampuan rekayasa dan teknologi dalam negeri pada sektor pemeliharaan serta modernisasi kapal perang.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menambahkan kapal induk Giuseppe Garibaldi perlu menjalani modernisasi agar mesin, teknologi, dan perlengkapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta doktrin operasi TNI AL termasuk kondisi lingkungan maritim tropis Indonesia..
👷 🤝
Latihan bersama dengan Perancis (Dispenau)
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis ditandai dengan kedatangan jet tempur Rafale dan dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene.
Hal tersebut disampaikan Sjafrie saat menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
“Dalam kunjungan Yang Mulia pada hari ini, kita akan mengapresiasi penguatan kerja sama di bidang alutsista yang ditandai dengan kedatangan Rafale pertama di Indonesia dan dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene yang pertama oleh PT PAL,” kata Sjafrie.
Dalam pelaksanaannya, PT Penataran Angkatan Laut (PAL) akan bekerja sama dengan Naval Group, galangan kapal asal Prancis dengan lokasi pembuatan Scorpene di Surabaya, Jawa Timur.
Sementara itu, Sjafrie mengungkapkan kerja sama Indonesia dan Prancis jug diwujudkan dengan pertukaran perwira dalam rangka sekolah dan latihan.
Pada November 2026, Indonesia dan Prancis bakal menggelar latihan bersama (Latma) Garuda Guerrier di Prancis.
“Ke depan ini kita akan terus bekerja sama untuk menunjukkan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Prancis,” ucap Sjafrie.
“Terus berkembang dan berada pada momentum yang sangat positif. Tidak hanya untuk pengadaan alutsista, tapi juga dalam peningkatan kemampuan profesionalisme personel dan hubungan antar angkatan bersenjata,” tambahnya.
👷 🤝 Berikut Frigat FDI
Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)
Perusahaan galangan kapal milik negara Indonesia, PT PAL, dan perusahaan galangan kapal Prancis, Naval Group, akan menandatangani perjanjian kerja sama pembuatan kapal yang mencakup pembangunan kapal perang Frégate de Défense et d'Intervention (FDI) dan dua kapal selam Scorpène Evolved LiB tambahan.
Sumber-sumber yang mengetahui masalah ini telah menginformasikan kepada Janes bahwa upacara penandatanganan perjanjian tersebut akan diselenggarakan di kantor pusat PT PAL di Surabaya pada tanggal 24 September.
Perjanjian-perjanjian ini akan menetapkan kerangka kerja sama seandainya Indonesia melanjutkan rencana untuk mengakuisisi gelombang kedua kapal selam Scorpène Evolved LiB dan frIgat FDI, ujar sumber-sumber tersebut.
Informasi lebih lanjut yang disampaikan kepada Janes menunjukkan bahwa perjanjian tersebut akan berfokus pada pengaturan pembagian kerja, alih teknologi, peluang pembangunan di dalam negeri, serta mekanisme partisipasi industri yang dapat diterapkan jika program akuisisi tersebut terealisasi.
Program Scorpène Indonesia diresmikan melalui kontrak yang ditandatangani pada Maret 2024, yang mencakup akuisisi dua kapal selam serang diesel-elektrik Scorpène Evolved LiB untuk TNI Angkatan Laut.
Program ini mencapai tonggak sejarah penting pada 7 Agustus 2026 ketika pembangunan kapal selam pertama secara resmi dimulai melalui upacara pemotongan pelat baja di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya.
Dalam program ini, kedua kapal selam tersebut dibangun di Indonesia melalui pengaturan alih kemampuan antara Naval Group dan PT PAL Indonesia.
PT PAL Indonesia bertanggung jawab atas kegiatan pembangunan, integrasi, pengujian, perakitan akhir, dan penyerahan kapal, sementara Naval Group menyediakan keahlian desain kapal selam, dukungan rekayasa, alih teknologi, dan bantuan teknis.
Scorpène Evolved LiB merupakan varian terbaru dari desain kapal selam konvensional Naval Group yang ditujukan untuk pasar ekspor.
Kapal selam ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas tinggi yang dirancang untuk memberikan daya tahan operasional bawah air yang lebih baik, fleksibilitas operasional yang lebih besar, serta kebutuhan perawatan yang lebih rendah.
🛩 👷
🛩 Mock up mesin NTP (detik)
PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), anak usaha PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, mengembangkan bisnis perawatan mesin pesawat hingga menjangkau pasar Asia Pasifik.
VP Business Development & Marketing NTP Nicki Subianto mengatakan kapabilitas NTP bahkan digunakan untuk mendukung kebutuhan mesin pesawat militer Malaysia hingga Korea.
NTP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang maintenance, repair, and overhaul (MRO) mesin pesawat di Bandung. Selain mesin pesawat, perusahaan juga bergerak di bidang perawatan mesin gas turbin, steam turbin industrial, hingga rotating equipment.
Dalam pameran TNI Fair 2026, NTP menampilkan sejumlah mesin dan mock-up engine yang dapat ditangani perusahaan, salah satunya mesin yang digunakan pada pesawat CN235 dan NC212 buatan PTDI.
"Jadi, kami perlihatkan apa saja engine-engine yang kami mampu lakukan. Ini mulai dari brosurnya, engine apa saja yang bisa kami lakukan. Nama engine-nya Honeywell TPE331. Yang ini dipasang di pesawat buatannya PTDI. Ini produk unggulan PTDI, ini nama pesawatnya CN235, ini nama pesawatnya CASA 212," kata dia saat ditemui detikcom di TNI Fair di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026).
Keunggulan mesin milik NTP disebut telah mendapatkan sertifikasi Authorized Maintenance Center (AMC) dari original equipment manufacturer (OEM) untuk sejumlah jenis mesin. Menurut NTP, untuk tipe engine tertentu yang ditampilkan, perusahaan menjadi satu-satunya AMC di Indonesia.
"Kita Authorized Maintenance Center. Kita diautorisasi oleh OEM langsung, dan di Indonesia kita satu-satunya," katanya.
Selain sertifikasi dari OEM, NTP juga mengantongi sertifikasi internasional, termasuk dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat (AS). Sertifikasi tersebut memungkinkan NTP melayani kebutuhan operator dari sejumlah negara.
"Kita juga tersertifikasi di Thailand, Nepal, Kanada. Sampai ke beberapa negara lain. Yang kalau mereka butuh, kita bisa compliance," ujarnya.
Militer Malaysia hingga Korea
Pasar NTP saat ini tidak hanya dari dalam negeri. NTP telah melayani sejumlah pelanggan di kawasan Asia Pasifik, meskipun mayoritas bisnisnya masih berasal dari sektor militer.
NTP memiliki kontrak jangka panjang dengan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Selain Malaysia, perusahaan juga memiliki pelanggan dari Thailand dan Korea.
Untuk Thailand, pelanggan NTP antara lain Royal Thai Air Force dan Royal Thai Navy. Sementara di Korea, NTP melayani Korean Coast Guard dan Korean Air Force.
"Kalau Korea, ada Korean Coast Guard, ada Korean Air Force. Itu juga engine-nya ini, ke kami," ujarnya.
Kembangkan Mesin Drone
Tak berhenti di bisnis MRO, NTP juga mulai mengembangkan mesin untuk drone atau pesawat tanpa awak. Menurut NTP, pengembangan tersebut dilakukan melihat pertumbuhan penggunaan drone dan UAV (Unmanned Aerial Vehicle/pesawat udara tanpa awak) di industri penerbangan.
"Ke depannya kami akan mulai dengan manufacturing engine drone. Kita coba, karena kan drone sedang booming. Dunia penerbangan sedang booming dengan drone, UAV, pesawat tanpa awak," terangnya.
NTP juga tengah mengembangkan engine Rolls-Royce Allison 556 untuk pesawat Hercules. Pengembangan tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan. (ada/ara)
🛩 Diusulkan masuk Proyek Strategis Nasional
UCAV Elang Hitam sukses terbang perdana (PTDI)
Lama tak terdengar kabarnya, Elang Hitam yang digadang-gadang menjadi drone MALE (Medium-Altitude Long-Endurance) pertama karya anak bangsa, dipamerkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di ajang TNI Fair di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 19-20 September 2026.
Drone ini dipajang di area pameran luar ruangan di booth Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang menampilkan sejumlah industri pertahanan dalam negeri. Dari tampilan ukurannya, drone ini tampak lebih kecil karena yang dipajang adalah mockup 1:2.
VP of Business Development & Marketing PTDI, Heber M.F. Panjaitan mengatakan, saat ini status drone MALE Elang Hitam sudah diusulkan masuk dalam proyek strategis nasional dan dalam tahap mengejar sertifikasi dari Kementerian Pertahanan di tahun 2027.
“Jadi drone MALE Elang Hitam ini baru kita usulkan masuk dalam proyek strategis nasional. Kita sudah uji terbang perdana pada Agustus 2025 lalu di Bandara Kertajati, Majalengka, tapi belum mendapatkan sertifikasi dari Kemhan. Targetnya sampai tahun depan,” ujar Heber kepada Airspace Review di lokasi pameran.
Heber menambahkan, proses pengembangan drone Elang Hitam menghadapi beberapa kendala, khususnya terkait anggaran. Sejauh ini pengembangan dan pemeliharaan drone ini menggunakan dana mandiri dari PTDI.
“Pengembangannya tetap berjalan, tapi tidak bisa gaspol. Kami telah memasukkan usulannya ke Danantara juga untuk tambahan investasi pengembangannya,” ungkap Heber.
Target Operasional Tahun 2028
Berbicara soal target operasional di tahun 2028, menyesuaikan dengan rencana strategis dari Kemhan, PTDI optimistis dapat mengejar sertifikasi drone MALE ini.
Namun, diakui memang, PTDI harus membangun prototipe lagi untuk uji terbang dan lain-lain sesuai dengan rancang bangunnya dan ini membutuhkan tambahan anggaran.
Saat ini PTDI baru membuat dua drone Elang Hitam. Yang pertama adalah drone mockup yang ditampilkan saat peluncuran (rollout) perdana pada tahun 2019, dan yang kedua adalah prototipe yang digunakan untuk uji coba terbang perdana pada 2025.
“Sampai sekarang kami tetap pelihara prototipe uji terbang ini. Mulai dari engine, flight control systemnya, ground control station, dan sistem onboard di drone tersebut,” urai Heber.
Mengenai isu bahwa pengembangan drone Elang Hitam telah dialihkan untuk pangsa pasar sipil, Heber mengatakan hal itu tidak sepenuhnya benar.
Ditegaskan bahwa spek MALE Elang Hitam yang dikembangkan PTDI adalah untuk kebutuhan militer.
Adapun pengembangan untuk kebutuhan sipil, merupakan peluang pasar yang bisa dikerjasamakan lebih lanjut, misalnya dengan Kementerian Kehutanan atau badan-badan lain.
“Kebutuhan sipil ini adalah peluang dari pangsa pasar MALE yang ada, jadi tidak dialihkan dari kebutuhan militer ke sipil,” tegas Heber.
Spesifikasi Teknis dan Kemampuan Drone Elang Hitam
Elang Hitam merupakan pesawat udara nirawak (Unmanned Aerial Vehicle atau UAV) berkemampuan MALE yang dikembangkan oleh PTDI bersama konsorsium nasional guna memperkuat kemandirian teknologi pertahanan Indonesia.
Dirancang khusus untuk menjalankan misi Intelligent, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance (ISTAR) serta dapat dilengkapi dengan persenjataan (weaponized), drone ini memegang peran strategis dalam mengawasi kawasan perbatasan, wilayah terluar, hingga pengamanan jalur maritim dari berbagai ancaman penyusupan dan kegiatan ilegal.
Dari segi desain dan ukuran, Elang Hitam hadir dengan dimensi yang tergolong besar untuk kelas drone tempur dan pengawas.
Wahana ini memiliki panjang 8,73 meter, tinggi 3,27 meter, serta bentang sayap mencapai 16 meter dengan luas area sayap sebesar 12,8 meter persegi.
Dengan bobot maksimum lepas landas (Max Gross Take-Off Weight) dan pendaratan sebesar 1.300 kg, drone ini mampu menampung kapasitas bahan bakar hingga 420 liter serta membawa muatan atau payload hingga 300 kg untuk mengangkut berbagai sensor radar maupun sistem persenjataan.
Kemampuan jelajah dan efisiensi terbang Elang Hitam juga sangat andal untuk mendukung operasi ketahanan panjang.
Drone ini sanggup bertahan di udara (endurance) hingga kurun waktu kurang dari 30 jam dengan radius operasional Line of Sight (LOS) mencapai 250 km.
Elang Hitam dirancang untuk beroperasi pada ketinggian jelajah 3.000 hingga 5.000 meter dengan ketinggian maksimum (ceiling) mencapai 7.200 meter.
Dalam hal kecepatan, drone ini memiliki kecepatan jelajah antara 50 hingga 180 km/jam serta mampu memacu kecepatan jelajah maksimum hingga 235 km/jam.
Untuk pengoperasian di landasan, Elang Hitam membutuhkan jarak lepas landas dan pendaratan kurang dari 1.000 meter pada kondisi bobot maksimum di permukaan laut.
Kombinasi spesifikasi unggulan ini menjadikan Elang Hitam sebagai simbol kemajuan sekaligus benteng pengawas kedaulatan wilayah Republik Indonesia di udara. (RNS).