Kamis, 20 Agustus 2026

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  

Rabu, 19 Agustus 2026

Hercules A-1319 Dimodernisasi

  Masa Operasional Diperpanjang hingga 20 TahunGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia) menyerahkan pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) setelah menjalani proses modernisasi di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

Pesawat tersebut diserahkan secara simbolis dari Direktur Utama GMF AeroAsia Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah itu, Sjafrie langsung menyerahkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Ini merupakan pesawat pertama yang melakukan proses modifikasi besar di GMF,” kata Andi dalam acara penyerahan pesawat angkut tersebut.

Menurut Andi, modifikasi yang dilakukan meliputi penggantian center wing box, peningkatan sistem avionik, dan pemeriksaan struktur pesawat untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta meningkatkan keandalannya.

Selain meningkatkan kemampuan avionik, pekerjaan itu ditujukan untuk memperpanjang usia operasional pesawat hingga 15 sampai 20 tahun.

Pesawat ini merupakan pesawat kedua yang telah diselesaikan oleh GMF setelah sebelumnya menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat A-1315.

Sebuah kebanggaan bagi GMF dapat menyelesaikan proyek modernisasi pesawat A-1319 ini.

Dengan demikian, C-130 Hercules nomor registrasi A-1319 ini diharapkan dapat kembali mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.

Andi mengatakan, proses modernisasi pesawat juga telah mengikuti standar dan regulasi yang ditetapkan Indonesia Defence Airworthiness Authority (IDAA) atau Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan.

Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, dan pesawat siap kembali mendukung operasional TNI AU,” ucap dia.

A-1319 merupakan pesawat kedua yang berhasil diselesaikan GMF dalam program tersebut. Sebelumnya, GMF menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat C-130H bernomor ekor A-1315.

Menurut Andi, proyek A-1319 juga menjadi bagian dari program offset industri pertahanan yang diperoleh GMF sebagai industri binaan Kemhan.

Dalam program itu, GMF mendapat transfer teknologi dari Lockheed Martin, industri pertahanan Amerika Serikat (AS).

Pengerjaan A-1319 melibatkan sejumlah pihak, yakni Kementerian Pertahanan, TNI AU, GMF, Lockheed Martin, dan PT Dirgantara Indonesia.

Andi menilai penyelesaian proyek tersebut menunjukkan kemampuan industri dalam negeri untuk mengerjakan pekerjaan strategis di bidang pertahanan.

Di balik satu pesawat yang hari ini siap kembali mengemban tugas negara, terdapat ribuan jam kerja, ketelitian, kompetensi, dan semangat kolaborasi dari seluruh insan yang terlibat,” pungkas dia.
 

  ✈️
  Kompas  

Pemerintah Siapkan Rp 329,5 Triliun untuk Pertahanan

👷  🤝  Di RAPBN 2027MPCS BWJ 320, diberitakan Indonesia akan menambah alutsista dari Italia.  (Fincantieri)

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 329,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk fungsi Pertahanan RI.

"Dalam rangka mendukung arah kebijakan tersebut, anggaran Fungsi Pertahanan dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp 329.472,0 miliar (Rp 329,5 triliun)," tulis Buku Nota II Keuangan Hal. 4-42, dikutip Rabu (19/8).

Apabila dibandingkan dengan outlook pada Tahun Anggaran 2026, angka tersebut naik sekitar Rp 30 triliun. Pada tahun anggaran 2026, outlook Fungsi Pertahanan diperkirakan Rp 299,1 triliun.

Pemerintah menjelaskan anggaran itu nantinya akan digelontorkan dengan output strategis mulai dari; pengadaan dan pemeliharaan alutsista dan nonalutsista, pembangunan dan pengadaan sarana prasarana pertahanan.

Kemudian penelitian dan pengembangan industri pertahanan, penguatan komponen cadangan dan pendukung, serta penyelenggaraan operasi matra.

Pemerintah menyebut langkah ini juga sekaligus merespons dinamika geopolitik global serta mengantisipasi ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Pemerintah pun berkomitmen untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional.

"Langkah strategis ini diarahkan guna menjaga kedaulatan negara, melindungi keutuhan wilayah NKRI," tulisnya.

Nantinya, kebijakan Fungsi Pertahanan tahun anggaran 2027 diarahkan untuk melanjutkan pembangunan postur pertahanan melalui langkah antara lain: modernisasi/harwat alutsista, nonalutsista, dan sarana prasarana pertahanan; pembangunan dan pengembangan industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing.

Lalu, pelaksanaan operasi pertahanan dan keamanan; penguatan komponen cadangan dan komponen pendukung; penguatan kemampuan teritorial pertahanan negara; serta penguatan siber, sandi, dan sinyal dalam menjaga ketahanan negara di era digital.

Anggaran dalam Fungsi Pertahanan ini dilaksanakan Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional.

"Dalam kurun waktu tahun 2022-2025, realisasi anggaran Fungsi Pertahanan mengalami peningkatan dari Rp 150.276,9 miliar pada tahun anggaran 2022 menjadi Rp 348.580,9 miliar pada tahun anggaran 2025," ucapnya. (mnf/fra)


   👷  CNN   

Selasa, 18 Agustus 2026

Prabowo Ajukan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual

 ⚓️ 🤝 Bersurat ke DPR ilustrasi KRI Ki Hajar Dewantara (Dispenal) 

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan ke DPR agar kapal perang latih milik TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara dijual.

Hal itu diketahui lewat pengajuan surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.

Surpres tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam forum Rapat Paripurna DPR ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027 yang digelar Selasa (18/8/2026).

"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara," kata Dasco.

Selain itu, Prabowo turut mengirim Surpres mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), calon Deputi Gubernur Senior BI, dan calon Deputi Gubernur BI.

Selanjutnya, ada pula Supres mengenai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

"Surat-surat tersebut telah dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib dan Mekanisme yang Berlaku," ujarnya. (cip)

 ⚓️  sindonews  

[Video] Drone Anak Bangsa Untuk Pertahanan Negara

 ⍜  Puluhan drone lokal tampil dalam Expo di Jakarta Ilustrasi drone serbu otomatis digunakan Pasmar (PasMar1)

Puluhan produsen drone lokal tampil di Indonesia Drone Expo 2026 di Kemayoran, Jakarta.

Dari data Kementrian Perindustrian menunjukan produksi drone lokal berpotensi ekonomi yang tinggi

 Berikut video liputan CNN :



 
   Youtube    

Senin, 17 Agustus 2026

Deretan Alutsista Baru TNI yang Datang pada 2026

  Tercatat sebelum HUT RI Pesawat Rafael dan A400M TNI AU terlibat dalam latihan gabungan TNI (Dispenau)

Indonesia terus memperbesar dan memodernisasi kekuatan militernya selama delapan puluh satu tahun setelah merdeka.

Langkah tersebut terlihat dari kedatangan berbagai alat utama sistem persenjataan atau alutsista baru sepanjang 2026. Mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, radar pertahanan udara, hingga kapal perang.

Modernisasi diperlukan karena TNI masih mengoperasikan sejumlah alutsista yang telah berusia puluhan tahun. Indonesia juga memiliki wilayah darat, laut, dan udara yang sangat luas sehingga membutuhkan kemampuan pengawasan, mobilitas, serta pertahanan yang memadai.

Tahun 2026 menjadi salah satu periode penting bagi modernisasi pertahanan Indonesia.

TNI AU menerima pesawat tempur Rafale pertamanya, serta kedatangan pesawat angkut Airbus A400M kedua.

TNI AL juga menerima KRI Prabu Siliwangi-321 serta KRI Canopus-936, kapal pertama Indonesia yang memiliki kemampuan mendukung penyelamatan kapal selam.

 Enam Rafale Resmi Memperkuat TNI AU

Salah satu kedatangan paling besar pada 2026 adalah pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis.

Tiga Rafale pertama tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada 23 Januari 2026. Kedatangan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan Rafale.

Tiga unit berikutnya datang menjelang acara penyerahan alutsista oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026. Dengan tambahan tersebut, TNI AU telah menerima enam dari total 42 Rafale yang dipesan.

Rafale sendiri merupakan pesawat tempur multirole yang dapat menjalankan misi pertempuran udara, serangan terhadap sasaran di darat, pengintaian, dan patroli wilayah udara.

Pesawat tersebut memperkuat Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin. Sebelumnya, skadron tersebut mengoperasikan pesawat Hawk 109/209 yang kemudian dipindahkan ke Skadron Udara 1.

Penyerahan Rafale juga dilengkapi rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor serta AASM HAMMER. Sistem persenjataan tersebut memungkinkan Rafale menyerang sasaran di udara ataupun darat dari jarak jauh.

Dalam acara pada Mei 2026, pemerintah secara simbolis menyerahkan satu rudal Meteor dan enam AASM HAMMER kepada TNI AU.

 Airbus A400M Kedua Tiba dari Spanyol

TNI AU juga menerima pesawat angkut strategis Airbus A400M kedua pada 2026.

Pesawat dengan nomor registrasi A-4002 tersebut mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 28 Maret 2026 setelah menempuh penerbangan dari fasilitas Airbus di Sevilla, Spanyol.

A-4002 melengkapi pesawat pertama bernomor A-4001 yang telah tiba pada November 2025.

Dengan demikian, dua A400M yang dipesan Indonesia telah berada di dalam negeri.

A400M mampu mengangkut personel, kendaraan militer, alat berat, logistik, dan perlengkapan kemanusiaan. Pesawat ini juga dapat beroperasi dari landasan yang relatif pendek serta menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara.

Kemampuan tersebut memperluas jangkauan operasi TNI AU, terutama untuk mengirimkan pasukan dan logistik ke berbagai wilayah Indonesia. A400M juga dapat digunakan dalam operasi penanganan bencana serta misi kemanusiaan ke luar negeri.

Pesawat kedua kemudian diserahkan secara resmi oleh Prabowo kepada TNI dalam acara di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026.

 Enam T-50i Golden Eagle Tambahan

Selain Rafale, TNI AU menerima enam pesawat T-50i Golden Eagle baru dari Korea Selatan.

Pengiriman dimulai pada Februari 2026 dan diselesaikan pada akhir Juni. Korea Aerospace Industries (KAI) kemudian mengumumkan penyelesaian proses penerimaan seluruh pesawat pada 16 Juli 2026.

Enam pesawat tersebut merupakan bagian dari kontrak senilai sekitar US$ 240 juta yang ditandatangani pada 2021. Kontrak juga mencakup dukungan teknis dan paket logistik.

T-50i merupakan pesawat latih jet supersonik yang juga dapat digunakan untuk menjalankan misi tempur ringan. Pesawat ini digunakan untuk melatih calon penerbang sebelum mengoperasikan pesawat tempur dengan kemampuan lebih tinggi.

Indonesia sebelumnya telah menerima 16 T-50i berdasarkan kontrak pertama yang ditandatangani pada 2011. Dengan kedatangan enam unit terbaru, jumlah T-50i yang pernah dikirim kepada Indonesia menjadi 22 pesawat.

 Dua Radar GM403 Perkuat Pengawasan Udara

Kemampuan pengawasan udara Indonesia juga diperkuat dengan kedatangan radar Ground Master 403 atau GM403 buatan Thales, Prancis.

Thales secara resmi menyerahkan dua radar GM403 pertama kepada TNI AU pada 18 Mei 2026. Salah satu sistem ditampilkan dalam acara penyerahan alutsista di Lanud Halim Perdanakusuma.

Kedua radar tersebut merupakan bagian dari pengadaan 13 GM403 yang dijalankan bersama PT Len Industri. Sebanyak 11 radar berikutnya dijadwalkan diserahkan secara bertahap.

GM403 merupakan radar pengawas udara tiga dimensi jarak jauh. Radar ini dapat mendeteksi serta melacak pesawat tempur, pesawat tanpa awak, rudal, dan berbagai objek lain di udara.

Sistem tersebut juga memiliki fungsi Ground Controlled Interception. Data yang dihasilkan radar dapat digunakan untuk membantu mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Radar GM403 akan diintegrasikan dengan sistem komando dan pengendalian SkyView. Integrasi tersebut memungkinkan informasi dari sejumlah radar disatukan untuk membentuk gambaran situasi udara nasional.

 KRI Prabu Siliwangi Tiba dari Italia

Modernisasi tidak hanya terjadi di udara. TNI AL menerima kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 pada Maret 2026.

Kapal tersebut sebelumnya diserahkan oleh galangan Fincantieri kepada TNI AL di Muggiano, Italia, pada 22 Desember 2025. KRI Prabu Siliwangi kemudian memulai pelayaran menuju Indonesia pada Februari 2026.

Setelah menempuh perjalanan mengelilingi Afrika, kapal tiba di wilayah perairan Indonesia pada 22 Maret. KRI Prabu Siliwangi kemudian bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 26 Maret 2026.

Kapal ini memiliki panjang sekitar 143 meter dan bobot penuh sekitar 6.270 ton. Kecepatan maksimumnya dapat mencapai 32 knot.

KRI Prabu Siliwangi dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari peperangan permukaan, pertahanan udara, patroli, hingga operasi kemanusiaan.

Kapal tersebut menjadi kapal kedua dari kelas yang sama setelah KRI Brawijaya-320, yang telah tiba di Indonesia pada September 2025. Keduanya ditempatkan untuk memperkuat jajaran Komando Armada II di Surabaya.

KRI Prabu Siliwangi dilengkapi meriam utama kaliber 127 milimeter, sistem radar, sensor, dan fasilitas penerbangan untuk helikopter. TNI AL juga mempertimbangkan pemasangan rudal antikapal dan rudal pertahanan udara tambahan.

 KRI Canopus, Kapal Penyelamat Kapal Selam Pertama

TNI AL kembali mendapat tambahan kekuatan dengan kedatangan KRI Canopus-936 pada 11 Mei 2026.

Kapal tersebut diterima di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali.

KRI Canopus merupakan kapal pertama milik Indonesia yang dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam.

Kapal tersebut merupakan hasil kolaborasi galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen dengan PT Palindo Marine. Tingkat komponen dalam negerinya disebut mencapai 60%.

KRI Canopus dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle, Remotely Operated Vehicle, perangkat survei hidrografi, dan pesawat tanpa awak.

Peralatan tersebut dapat digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, serta pemetaan dasar laut secara terperinci.

Kapal ini juga dapat menjalankan pencarian objek di bawah laut, mendeteksi sinyal darurat, memetakan jalur kapal selam, mendeteksi ranjau, serta mendukung kegiatan intelijen maritim.

 NC212i Terbaru Buatan PTDI

Alutsista terbaru lainnya datang dari industri pertahanan dalam negeri. PT Dirgantara Indonesia menyerahkan satu pesawat NC212i kepada TNI AU pada 30 Juli 2026.

Pesawat bernomor AX-2135 tersebut merupakan unit kedelapan dari total sembilan NC212i yang dipesan Kementerian Pertahanan untuk TNI AU.

Unit terbaru memiliki konfigurasi untuk mengangkut pasukan, menjalankan operasi modifikasi cuaca, dan melakukan pemotretan udara.

NC212i dapat digunakan untuk mengangkut personel ataupun barang menuju wilayah yang memiliki landasan terbatas. Fleksibilitas tersebut membuat pesawat dapat digunakan untuk operasi militer, distribusi logistik, penanganan bencana, dan evakuasi.

Pesawat diterbangkan dari fasilitas PTDI di Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. PTDI masih harus menyelesaikan satu NC212i terakhir untuk memenuhi kontrak sembilan pesawat.

   
CNBC  

Minggu, 16 Agustus 2026

Prajurit Koops TNI Habema Amankan Senjata Kelompok Bersenjata di Gamagai

🛩  Melalui observasi menggunakan drone Prajurit Koops TNI Habema kembali menunjukkan ketangguhan, kewaspadaan, dan profesionalisme melalui pelaksanaan penguasaan wilayah terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kab. Intan Jaya , Provinsi Papua Tengah, (Habema)

Dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, prajurit Koops TNI Habema kembali menunjukkan ketangguhan, kewaspadaan, dan profesionalisme melalui pelaksanaan penguasaan wilayah terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kab. Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Papua Tengah, Sabtu (15/08/26).

Patroli tersebut bermula ketika personel Koops TNI Habema diKampung Gamagai melaksanakan pengamanan wilayah. Di tengah kondisi medan yang gelap dan terjal, suhu dingin ekstrim 3 derajat, prajurit tetap menjalankan tugas dengan penuh kewaspadaan. Suara anjing serta cahaya senter yang terpantau di sekitar sungai menjadi petunjuk awal yang kemudian ditindaklanjuti melalui observasi menggunakan drone.

Hasil pemantauan udara menunjukkan adanya tiga orang yang bergerak menyusuri sungai menuju wilayah Distrik Ugimba dan kemudian berhenti di sebuah honai yang diduga menjadi tempat persinggahan. Informasi tersebut segera dilaporkan secara berjenjang untuk menentukan langkah selanjutnya. Koordinasi yang cepat dan terukur kemudian dilakukan dengan menambah kekuatan personel dari TK Gamagai untuk melaksanakan penyergapan.

Pada sabtu dini hari, personel melaksanakan penguasaan wilayah terhadap honai yang menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut. Saat penindakan dilakukan, kelompok yang diduga OPM tersebut memilih melarikan diri menuju kawasan hutan dan ketinggian, yang mengarah ke Kampung Kulapa.

Dari hasil pemeriksaan, personel berhasil mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok besenjata OPM, antara lain satu senjata rakitan, satu pistol revolver standar, tujuh butir munisi, satu kotak munisi senapan angin, satu panah beserta lima anak panah, dua noken, satu bendera Bintang Kejora, satu senter, serta sembilan baterai.

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa keberhasilan penguasaan wilayah tersebut merupakan hasil dari kesiapsiagaan, kecermatan, dan koordinasi personel di lapangan. “Prajurit Koops TNI Habema akan terus melaksanakan tugas secara selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Papua,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi gambaran nyata ketangguhan prajurit Koops TNI Habema dalam melaksanakan tugas di tengah medan Papua yang berat dan penuh tantangan. Patroli tersebut dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan tetap mengutamakan keselamat masyarakat serta nilai-nilai kemanusiaan, para prajurit terus hadir untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di Wilayah Papua.

Operasi di Kampung Gamagai juga menunjukkan bahwa keberhasilan dalam menghadapi situasi keamanan tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan, tetapi oleh kesiapsiagaan, kecermatan, koordinasi, dan kemampuan prajurit mengambil keputusan secara terukur di lapangan. Di balik beratnya medan dan panjangnya waktu penugasan, para prajurit tetap menjalankan amanah dengan satu tujuan menjaga keamanan wilayah, melindungi masyarakat, dan memastikan tugas negara terlaksana dengan penuh tanggung jawab. (***)

  🛩 Lintas Papua  

Sabtu, 15 Agustus 2026

Kemhan Tandatangani Pengembangan Rantis Fortes H.V.9.0

Bersama PT. Elang Sukses Mardika (RALIKA group)Rantis Fortes H.V 9.0.(Ralika)

Kabatekhan hadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan kendaraan taktis Fortes H.V 9.0.

Rantis Fortes H.V 9.0 adalah kendaraan taktis (rantis) militer terbaru buatan PT Elang Sukses Mardika (Ralika group).

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM selaku mitra industri pertahaanan dalam negeri.

Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri pertahanan nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

   Batekhan  

Jumat, 14 Agustus 2026

Kemampuan Multi-Mission Kamikaze Unmanned Surface Vehicle (USV)PT PAL Indonesia

 Membangun kemampuan teknologi di dalam negeri USV Kamikaze PT PAL Indonesia tampil perdana dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8) (Corcomm PAL)

Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze buatan PT PAL Indonesia tidak hanya dirancang untuk menjalankan misi serang dengan menghantam sasaran secara langsung. Disamping itu, kapal permukaan tanpa awak dengan kecepatan hingga 55 knot ini, memiliki kemampuan Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR).

Seperti diberitakan sebelumnya, USV Kamikaze buatan PT PAL Indonesia berhasil menjalankan misi serang dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). Dalam skenario swarm formation, USV dengan hulu ledak 150 kilogram itu berhasil menghantam sasaran.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan industri pertahanan nasional dalam mengembangkan produk inovatif untuk mendukung penguatan alat utama sistem senjata (Aalutsista) TNI Angkatan Laut.

Menurut dia, pengembangan USV tidak semata-mata menghasilkan sebuah wahana tanpa awak, tetapi juga menjadi bagian dari proses penguasaan teknologi di dalam negeri.

Keberhasilan USV ini bukan hanya tentang menghasilkan sebuah platform, tetapi tentang membangun kemampuan teknologi di dalam negeri. Mulai dari kompetensi engineer, penguasaan sistem, hingga kemampuan integrasi dan pengujian, semuanya menjadi bagian penting dari proses menuju industri pertahanan yang semakin mandiri,” ujar Kaharuddin.

Ia menambahkan, teknologi nirawak membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan industri pertahanan berbasis teknologi (technology-driven). Integrasi sistem otonom (autonomous system), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan sistem navigasi nirawak dalam satu platform menjadi bagian dari pengembangan kemampuan tersebut.

Autonomous, artificial intelligence, dan sensor fusion akan menjadi bagian penting dari masa depan teknologi maritim. Karena itu, inovasi tidak berhenti pada satu produk, tetapi menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya,” katanya.

Kaharuddin menegaskan pengembangan USV juga berpotensi memperkuat ekosistem industri nasional. Penguasaan teknologi ini mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguatan rantai pasok nasional, khususnya pada sektor elektronika, sensor, perangkat lunak, sistem komunikasi, manufaktur, dan integrasi sistem.

Dalam perkembangan teknologi pertahanan global, USV juga semakin bergeser dari sekadar platform eksperimental menjadi bagian dari konsep system of systems. Konsep tersebut memungkinkan wahana tanpa awak berkolaborasi dengan kapal berawak maupun sistem pertahanan lainnya dalam satu ekosistem operasi.

Penguasaan teknologi USV tidak hanya memperkuat kemampuan operasional, tetapi juga memperluas kapasitas industri nasional untuk menghasilkan solusi teknologi maritim yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia,” pungkas Kaharuddin.

  ★ PAL Indonesia  

Frogs Kenalkani Drone Cleaning dan Militer di Indonesia

   Drone domestik Drone senjata Teknologi Drone Cleaning dan Militer. (Foto/ Dok SindoNews)

Teknologi drone di Indonesia terus berkembang untuk kebutuhan yang semakin beragam. Tak lagi sebatas dokumentasi udara, drone kini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari industri, pertanian, surveillance, pemetaan, hingga pertahanan.

Perkembangan tersebut turut terlihat di Indonesia Drone Expo 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.

Frogs Indonesia membawa sejumlah produk drone, di antaranya drone cleaning terbaru dan lini drone militer yang menjadi sorotan.

Salah satu produk yang diperkenalkan Frogs Indonesia adalah Nakula Series, drone yang dikembangkan untuk kebutuhan industrial cleaning dan pemeliharaan aset.

Kehadirannya menunjukkan bagaimana teknologi UAV mulai diarahkan untuk membantu pekerjaan yang memiliki tantangan akses, termasuk pembersihan area gedung dan fasad.

Nakula Series membawa sistem pembersihan dengan kemampuan pompa hingga 10 liter per menit.

Drone ini juga dilengkapi sejumlah sensor, termasuk LiDAR 360° dan terrain radar, yang mendukung kebutuhan penerbangan ketika beroperasi di sekitar objek dan permukaan bangunan.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari tren pemanfaatan drone untuk pekerjaan industri.

Jika sebelumnya drone banyak digunakan untuk mengambil gambar atau memperoleh data dari udara, kini fungsinya semakin berkembang menjadi perangkat yang dapat membantu menjalankan pekerjaan tertentu di lapangan.

Rahman, Chief Technology Frogs Indonesia yang membidangi riset, pengembangan, dan desain produk, menjelaskan bahwa pengembangan Nakula Series turut mengacu pada teknologi drone cleaning yang telah diterapkan di berbagai negara.

Teknologi drone cleaning sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa negara. Kami melihat teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia, terutama dari sisi desain, sistem cleaning, serta kondisi operasional di lapangan,” jelas Rahman, Selasa (11/08/2026).

Selain drone cleaning, Frogs Indonesia menampilkan lini drone militer yang terdiri dari mortar dropper, kamikaze drone, dan interceptor drone.

Masing-masing dikembangkan dengan fungsi yang berbeda dalam kebutuhan pertahanan.

Mortar dropper dirancang untuk membawa dan melepaskan muatan mortar dari udara.

Sementara Kamikaze drone merupakan drone yang dirancang untuk membawa muatan dalam misi serangan terhadap sasaran tertentu.

Adapun interceptor drone dikembangkan untuk menghadapi ancaman drone lain.

Konsep ini berkaitan dengan teknologi Counter-UAS (C-UAS) yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan drone dalam berbagai kebutuhan operasional.

Kehadiran lini drone militer Frogs Indonesia turut menarik perhatian pengunjung di Indonesia Drone Expo 2026.

Sejumlah pengunjung datang untuk melihat lebih dekat dan menanyakan fungsi serta pengembangan dari mortar dropper, kamikaze drone, hingga interceptor drone yang ditampilkan.

Dalam gelaran Indonesia Drone Expo 2026, Selasa (11/08/2026), CEO Frogs Indonesia, Adhitya Chandra, mengatakan bahwa pengembangan berbagai produk drone tersebut merupakan bagian dari upaya Frogs Indonesia untuk terus memperluas pemanfaatan teknologi UAV sesuai kebutuhan di lapangan.

Kami ingin teknologi drone yang dikembangkan Frogs Indonesia tidak berhenti pada kemampuan terbang, tetapi memiliki fungsi yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan di lapangan. Termasuk di sektor pertahanan, kami melihat ada peluang besar untuk terus mengembangkan teknologi UAV yang dapat mendukung kebutuhan nasional,” ujar Adhitya.

Pengembangan drone militer ini juga menjadi bagian dari langkah Frogs Indonesia untuk terus menghadirkan teknologi UAV bagi kebutuhan pertahanan.

Ke depan, Frogs Indonesia berharap pengembangan tersebut dapat ikut mendukung penguatan teknologi pertahanan dalam negeri.

Selain drone cleaning dan lini drone militer, Frogs Indonesia turut membawa sejumlah produk lainnya, di antaranya Sekar Agri untuk sektor pertanian serta Palapa S1 untuk kebutuhan surveillance dan pemetaan.

Indonesia Drone Expo 2026 merupakan ajang industri yang berfokus pada perkembangan teknologi drone dan Unmanned Aerial Systems (UAS).

IDE menjadi wadah bagi perusahaan untuk menampilkan produk dan use case, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku industri untuk melihat solusi teknologi dan peluang baru dalam pemanfaatan drone.

Pada penyelenggaraan 2026 ini, IDE mengusung tema “Unleashing the Power of Intelligent Aerial Systems”. Tema tersebut menggambarkan dorongan terhadap pemanfaatan sistem udara cerdas yang semakin luas, termasuk untuk kebutuhan industri, pertanian, logistik, hingga pertahanan.

Kehadiran Frogs Indonesia di IDE 2026 memperlihatkan bagaimana teknologi drone terus berkembang mengikuti kebutuhan di lapangan. Dari drone cleaning, pertahanan, hingga pertanian dan pemetaan, setiap produk membawa fungsi yang berbeda untuk kebutuhan yang semakin beragam. (wbs)

 
sindonews  

Kamis, 13 Agustus 2026

2 Pesawat Tempur Rafale TNI AU Debut di Atraksi Udara HUT ke-81 RI

 81 Pesawat dan Helikopter Akan Atraksi Saat Upacara HUT RI Dua pesawat Rafael TNI AU terlacak terbang di ibukota Jakarta (Dispenau)

Dua pesawat tempur Rafale milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk pertama kalinya akan dilibatkan dalam atraksi udara pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan dua Rafale tersebut dipersiapkan untuk tampil dalam rangkaian atraksi udara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo setelah menyaksikan latihan demonstrasi udara dalam gladi kotor di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

"Iya, Rafale juga ikut. Ini pertama kali ya dua Rafale yang dimiliki Indonesia diterjunkan untuk atraksi," katanya, dikutip dari Antara.

Atraksi udara pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi tahun ini melibatkan sekitar 81 unit pesawat dan helikopter.

Alutsista udara tersebut berasal dari TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pesawat dan helikopter yang dikerahkan terdiri atas berbagai jenis, mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, pesawat latih, hingga helikopter.

Sejumlah pesawat yang dipersiapkan antara lain Rafale, F-16, Sukhoi Su-27/30, Hawk 100/200, T-50i Golden Eagle, Airbus A400M, CN-295, dan Boeing 737-200.

Sementara helikopter yang turut dilibatkan yakni Super Puma, Caracal, Apache milik TNI AD, Panther milik TNI AL, AW-169 milik Polri, serta AS365 Dauphin dan AW-139 milik Basarnas.

Selain berbagai alutsista tersebut, Jupiter Aerobatic Team TNI AU dengan pesawat KT-1B Woong Bee juga dijadwalkan tampil.

Tim demonstrasi udara Dynamic Pegasus TNI AU yang menggunakan helikopter juga dipersiapkan untuk ambil bagian dalam rangkaian atraksi.

 Prasetyo Ingin Jumlah Rafale Ditambah

Prasetyo berharap jumlah pesawat Rafale yang dapat dilibatkan dalam atraksi udara pada peringatan kemerdekaan berikutnya dapat bertambah.

"Penginnya sih lebih banyak lagi, doakan saja," ujarnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah terus mendorong penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista) terbaik untuk mendukung kemampuan sumber daya manusia di bidang pertahanan.

Ia menilai kemampuan sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dan perlu didukung dengan peralatan yang memadai.

"Ternyata kita tidak kalah secara sumber daya manusia, yang penting kita siapkan peralatan-peralatan yang terbaik. Seluruh anak bangsa akan memberikan karya terbaik untuk bangsa dan negaranya," katanya.

Selain mempersiapkan atraksi udara, pelaksanaan gladi kotor pertama Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka masih menyisakan sejumlah evaluasi.

Prasetyo mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian adalah koordinat penerbangan pesawat dan helikopter ketika melakukan manuver udara.

Evaluasi dilakukan agar posisi manuver pesawat dan helikopter tepat sesuai koordinat yang telah ditentukan, terutama jika dilihat dari podium utama tempat Presiden Prabowo Subianto bersama para tamu undangan menyaksikan upacara.

"Tadi beberapa kali sudah langsung coba kita evaluasi. Misalnya dari sisi koordinat ya, koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli dari sisi podium utama di mana nanti Bapak Presiden beserta dengan para tamu menyaksikan," ujar Prasetyo.

Menurut dia, evaluasi terhadap koordinat tersebut langsung dilakukan setelah latihan berlangsung.

Penyesuaian diperlukan agar seluruh rangkaian manuver udara dapat berjalan tepat sesuai perencanaan saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus mendatang.

Dalam gladi kotor tersebut, latihan demonstrasi udara melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada para personel TNI, khususnya para pilot yang terlibat dalam latihan untuk mempersiapkan atraksi udara pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

   
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...