(LEN)
Melalui BRIN Goes to Industry, Len - BRIN berupaya untuk mempercepat riset, pengembangan, dan hilirisasi teknologi agar siap dimanfaatkan oleh industri strategis nasional.
Salah satunya adalah Teknologi NVG dan Thermal Imaging yang merupakan komponen krusial dalam operasi pertahanan, keamanan, dan perlindungan wilayah strategis Indonesia.
Untuk itu, Len bersama BRIN menghadirkan teknologi "mata malam" pertahanan nasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan teknologi Night Vision Goggle dan Thermal Imaging Devices.
Kolaborasi antara Len dan BRIN menjadi penting karena menyatukan kekuatan riset nasional dengan kapabilitas industri strategis dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi.
BRIN berperan sebagai pusat unggulan riset dan penguasaan teknologi dasar, sementara Len memiliki pengalaman dan kapasitas dalam rekayasa sistem, industrialisasi, serta integrasi teknologi pertahanan.
Sinergi ini memungkinkan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk siap pakai yang memenuhi kebutuhan pengguna dalam negeri.
Melalui kerja sama ini diharapkan lahir inovasi pertahanan yang andal, kompetitif, dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun kemandirian teknologi, memperkuat ketahanan nasional, serta menjaga kedaulatan Indonesia di tengah dinamika global.
Kembangkan Bus Listrik
(Pindad)
Perusahaan otomotif asal India yang merupakan bagian dari Hinduja Group, Ashok Leyland, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad pada Rabu (4/2) di kantor pusat Pindad Bandung. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan India di sektor mobilitas berkelanjutan dan teknologi pertahanan.
Ashok Leyland dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial dan pertahanan global. Sementara itu, PT Pindad merupakan BUMN yang bergerak di bidang peralatan pertahanan dan industri. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan manufaktur bersama Bus Listrik (EV) serta kendaraan pertahanan yang dirancang sesuai kebutuhan mobilitas dan keamanan nasional Indonesia.
Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman global Ashok Leyland dalam platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan dengan kapabilitas rekayasa serta kekuatan manufaktur lokal PT Pindad. Sinergi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem industri pertahanan dan otomotif nasional.
Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa; Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV & PSB Ashok Leyland, Amandeep Singh; serta Advisor to the Board Hinduja Auto, Lord Tariq.
Indonesia saat ini tengah mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan sekaligus memodernisasi kemampuan pertahanannya. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, efisiensi energi, serta peningkatan produksi platform pertahanan di dalam negeri.
Fokus utama dalam MoU mencakup pelaksanaan pengembangan bersama bus listrik dan kendaraan pertahanan. Produk yang dikembangkan nantinya ditargetkan mampu menjawab tantangan kondisi geografis, infrastruktur, dan kebutuhan operasional di Indonesia.
“Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia,” ungkap Amandeep Singh melalui keterangan resminya. (UDA)