T-0317 Rafale C pesanan TNI AU (Swidersk Maciejka; fb)Jet tempur Rafale C (kursi tunggal) dengan nomor registrasi T-0317 telah melakukan penerbangan perdananya di fasilitas Dassault Aviation di Mérignac, Prancis.
Ini adalah pesawat Rafale C pertama yang dibuat, setelah tiga unit Rafale B (kursi tandem) pesanan Indonesia lainnya telah diselesaikan pembuatannya oleh Dassault, yaitu peswat dengan registrasi T-0301, T-0302, dan T-0303.
Seperti diketahui, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menyelesaikan kontrak pembelian total 42 unit pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis.
Menurut informasi, seluruh varian Rafale yang diakuisisi Indonesia adalah varian F4 yang canggih.
Seluruh 42 Rafale yang dibeli, terdiri dari 30 unit Rafale C dan 12 unit Rafale B yang juga dapat digunakan untuk pelatihan pilot selain pelatihan di simulator.
Indonesia mengakuisisi jet tempur Rafale dalam tiga tahap. Kontrak pertama sebanyak enam unit ditandatangani pada Februari 2022.
Kontrak kedua sebanyak 18 unit disahkan pada Agustus 2023. Kemudian kontrak tahap ketiga sebanyak 18 unit disahkan pada Januari 2024.
Pengiriman kelompok pertama jet tempur Rafale ke Indonesia akan dilakukan pada awal tahun 2026 ini dan pengiriman seluruh pesawat dijadwalkan selesai pada tahun 2029.
Keunggulan Varian F4
T-0317 (Raphael Savry)Varian F4 merupakan varian tercanggih dari keluaga Rafale saat ini. Diketahui, Dassault saat ini sedang mengembangkan varian F5 yang akan digunakan oleh Angkatan Udara dan Antariksa Prancis.
Standar varian F4 memiliki sjumlah keunggulan dibanding varian terdahulu F3-R. Peningkatan pesawat mencakup beberapa hal, termasuk sistem persenjataan dan sistem misi, serta peningkatan sensor dan avionik.
Dalam hal persenjataan, integrasi penuh rudal udara ke udara jarak jauh MBDA Meteor telah dilakukan untuk menciptakan zona tanpa pelarian (no-escape zone) bagi pesawat musuh.
Pesawat ini juga dilengkapi dengan bom pintar generasi terbaru dan rudal jelajah yang lebih canggih.
Peningkatan pada tautan data (data link) untuk konektivitas yang lebih cepat dan aman merupakan keunggulan lain dari varian F4, sehingga memungkinkan pertukaran informasi secara waktu nyata dengan aset lain, baik pesawat, kapal, maupun markas komando di darat.
Dalam hal sensor dan avionik, Rafale F4 telah mengalami pembaruan dengan radar AESA Thales RBE2 untuk meningkatkan jangkauan deteksi, akurasi, dan ketahanan terhadap jamming.
Kemudian untuk sistem proteksi dini, varian F4 dilengkapi dengan peningkatan kemampuan electronic warfare (EW) pada sistem SPECTRA untuk mendeteksi dan menetralkan ancaman radar dan rudal musuh dengan lebih efektif.
Pilot dilengkapi dengan Helmet-Mounted Display yang telah terintegasi dengan sistem pesawat untuk meningkatkan kesadaran situasional yang lebih baik.
Kehadiran jet tempur Rafale diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Udara untuk melindungi wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TNI AU telah menyiapkan Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau sebagai skadron pertama yang akan mengoperasikan jet tempur Rafale, menggantikan armada lama Hawk 100/200 yang dibeli dari Inggris. (RNS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.