Selasa, 06 Januari 2026

Pengembangan Tank Harimau dan Rudal KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang

Medium tank Harimau (Pindad)

Pengembangan bersama antara Indonesia-Turki mengenai Tank Harimau dan rudal KHAN ITBM-600 ternyata jadi perhatian pengamat militer Jepang.

"Tank ringan jenis medium yang tampak seperti tank tempur muncul untuk tujuan mengurangi biaya. Contohnya adalah MMWT (Modern Medium Weight Tank) yang dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Turki belum lama ini," ungkap pengamat militer Masamichi Saito dalam tulisannya Sabtu ini (3/1/2026).

MMWT dikembangkan bersama sejak 2015 sebagai bagian dari perubahan trend dunia ke tank medium yang lebih murah tetapi kapasitas dan kualitas lebih baik di berbagai negara, tambahnya.

Kerjasama Indonesia dengan Turki juga untuk rudal jarak menengah KHAN ITBM-600 yang unit pertamanya diterima Indonesia Agustus 2025 dan sisanya akan diterima awal tahun 2026 ini dengan kontrak pengadaan “empat baterai”.

Penyebutan rencana pengadaan “empat baterai” untuk sistem rudal balistik taktis KHAN ITBM-600 menimbulkan pertanyaan publik, menurutnya, apa arti satu baterai rudal, dan sejauh mana dampaknya terhadap kapabilitas pertahanan Indonesia? Berikut penjelasan teknisnya.

  Apa Itu “Baterai” dalam Sistem Rudal Balistik ?  
Dalam doktrin artileri modern, baterai bukan satu unit peluncur tunggal.

Satu baterai adalah paket tempur lengkap yang terdiri dari beberapa elemen utama yang bekerja terpadu, umumnya mencakup empat hal, masing-masing Unit Peluncur (Launcher).

Kendaraan peluncur beroda (mis. 8×8) yang membawa dan menembakkan rudal. Satu baterai biasanya memiliki beberapa launcher, bukan satu.

Kemudian kendaraan Komando & Kendali (C2) yang merupakan pusat pengendali tembakan, perencanaan misi, dan sinkronisasi antar-unit.

Hal ketiga adalah unit Radar/Surveilans & Sensor yang mendukung akuisisi target dan integrasi data (pada level taktis).

Kendaraan Logistik & Pendukung yang juga termasuk amunisi cadangan, pemeliharaan, komunikasi, dan perlindungan.

"Dengan struktur tersebut, baterai adalah satu kesatuan tempur otonom yang siap operasi," katanya.

   Makna “Empat Baterai” KHAN ITBM-600  
Jika TNI AD menerima empat baterai KHAN ITBM-600, artinya Indonesia tidak hanya membeli rudal, tetapi membangun empat satuan tempur balistik taktis lengkap.

   Dampaknya ada tiga hal. 
Pertama adalah redundansi & Ketahanan menjadi tidak bergantung pada satu titik; kemampuan tetap ada meski satu baterai nonaktif.

Hal Kedua, cakupan Operasional Lebih Luas dengan Baterai dapat dipisah dan ditempatkan di wilayah berbeda sesuai kebutuhan.

Hal ketiga adalah kesiapsiagaan Berlapis dengan rotasi operasi–latihan–pemeliharaan tanpa kehilangan kemampuan tempur.

   Bagaimana Kapabilitas Pertahanan Indonesia?   
1) Daya Gentar (Deterrence) yang Kredibel

KHAN ITBM-600—varian ekspor dari BORA buatan Roketsan—memberi kemampuan serangan presisi jarak jauh. Empat baterai meningkatkan kepastian respons dan daya tangkal.

2) Mobilitas & Survivabilitas

Platform mobile (shoot-and-scoot) membuat baterai sulit dilacak dan dihantam, meningkatkan survivabilitas dalam skenario konflik.

3) Fleksibilitas Penempatan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia diuntungkan oleh kemampuan pemisahan baterai untuk melindungi objek vital strategis dan ruang kedaulatan.

4) Lompatan Doktrin Artileri Darat

Empat baterai menandai pergeseran dari artileri konvensional ke strike presisi berlapis, memperkaya opsi komando darat tanpa bergantung pada satu platform.

  Transparansi & Keamanan  
Pemerintah Indonesia memang tidak merilis detail jumlah launcher atau rudal per baterai dan dalam praktik hal itu lazim demi keamanan.

Namun secara doktrinal, empat baterai berarti empat paket kemampuan penuh, bukan sekadar angka simbolik.

Oleh karena itu, tambahnya, penyebutan “empat baterai” KHAN ITBM-600 menunjukkan bahwa Indonesia membangun kemampuan balistik taktis yang utuh, tersebar, dan berkelanjutan.

Jadi bukan hanya menambah alutsista, tetapi menaikkan kelas postur pertahanan darat menuju presisi, mobilitas, dan daya gentar yang terukur.

  🚀 
Tribunnews  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...