Selasa, 06 Januari 2026

[Global] MBT Altay Menggunakan Mesin Lokal

Antisipasi embargo masa lalu dari sekutunyaTurki menyetujui penggunaan mesin buatan dalam negeri untuk MBT Altay (Daily Sabah)

T
urki telah mencapai tonggak penting, karena prosedur acceptance factory (penerimaan pabrik) untuk unit tenaga buatan dalam negerinya telah selesai.

"Uji penerimaan pabrik untuk mesin Batu 1.500 Hp, yang dikembangkan untuk tank tempur utama modern kami, Altay, telah berhasil diselesaikan," kata Haluk Görgün, kepala Presidensi Industri Pertahanan (SSB).

"Dikembangkan oleh BMC POWER menggunakan sumber daya nasional, mesin Batu dengan jelas menunjukkan tingkat pencapaian Turki dalam teknologi mesin kendaraan darat dengan performa, daya tahan, dan kemampuan operasionalnya," tulis Görgün di platform media sosial NSosyal.

Uji coba ini dilakukan dua bulan setelah pembukaan pabrik yang akan memproduksi tank dan unit tenaga penggeraknya. Hal itu bertepatan dengan pengiriman unit Altay pertama ke angkatan bersenjata Turki.

Proses produksi massal dimulai dengan menggunakan unit penggerak (power group) impor. Menurut Görgün, kegiatan pengujian dan kualifikasi untuk transmisi mesin Batu terus berlanjut sesuai rencana.

Proses pengembangan mesin, yang dimulai pada tahun 2018, diawali dengan kesenjangan yang signifikan dalam infrastruktur teknik, fasilitas pengujian, rantai pasokan, dan sumber daya manusia. Namun, kemampuan simulasi, produksi, dan pengujian telah diperoleh, dan mesin-mesin tersebut telah berhasil dikembangkan dan diuji.

Dirancang untuk memenuhi persyaratan mobilitas tinggi tank Altay, unit daya ini menunjukkan kinerja superior dalam kriteria seperti konsumsi bahan bakar rendah, umur pakai yang panjang, kesesuaian untuk ketinggian tinggi dan kondisi iklim yang menantang.

Grup Batu Power, yang menyediakan mobilitas tank tersebut, terdiri dari komponen mesin, transmisi, dan paket pendingin. Dengan mesin yang kini sudah siap, kualifikasi transmisi produksi dalam negeri menjadi prioritas, dan pekerjaan ke arah ini terus berjalan dengan kecepatan penuh.

Proyek Altay telah menghadapi berbagai kendala dan penundaan sejak awal, terutama karena pembatasan izin ekspor, tetapi Presiden Recep Tayyip Erdoğan mendorongnya maju. Dua prototipe dikirim untuk pengujian ke Angkatan Bersenjata Turki (TSK) pada tahun 2023.

Meskipun memiliki angkatan darat terbesar kedua di NATO, Turki sering menghadapi embargo senjata dari sekutunya di masa lalu. Hal itu mendorongnya untuk secara signifikan meningkatkan kemampuan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan asing selama dua dekade terakhir.

Saat ini, negara tersebut memproduksi berbagai macam kendaraan dan jenis senjata di dalam negeri, termasuk drone, rudal, dan kapal angkatan laut buatannya sendiri. Negara ini juga sedang mengembangkan jet tempur generasi kelima buatannya sendiri.

 
Daily Sabah  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...