Selasa, 10 Februari 2026

Koarmada RI Geser 6 Kapal Perang ke Tanjung Pinang

  Perkuat Koarmada I KRI FTH 361, Dua unit kapal Fatahillah class perkuat Koarmada I (TNI AL)

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksamana Madya Denih Hendrata, mengambil langkah strategis untuk memperkuat pertahanan laut wilayah barat. Ia resmi mengalihkan kendali pembinaan enam unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ke jajaran Koarmada I yang berpusat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Denih memimpin langsung upacara peresmian alih bina tersebut di atas geladak KRI Dewaruci yang tengah bersandar di Kesatrian Pondok Dayung, Jakarta, Jumat (6/2).

Dalam amanatnya, Denih menjelaskan alasan utama pergeseran kekuatan alutsista ini. Menurutnya, TNI AL perlu menata ulang kekuatan tempur untuk menghadapi tantangan keamanan maritim yang kian dinamis.

Alih bina KRI ini merupakan langkah strategis Koarmada RI dalam menata kekuatan. Kita ingin mengoptimalkan pola operasi serta meningkatkan kesiapsiagaan unsur TNI Angkatan Laut,” tegas Denih, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada RI.

Jenderal bintang tiga ini juga menekankan tujuan vital lainnya. Ia menyebut pergeseran kapal-kapal ini akan mempertebal keamanan di jalur-jalur krusial.

Langkah ini bertujuan menjamin keamanan wilayah laut dan jalur pelayaran strategis nasional,” tambah Denih.

  Daftar kapal yang pindah tugas 
Acara peresmian alih bina 6 kapal perang di atas Geladak KRI Dewaruci, Jumat (6/2). (Dok. Koarmada RI)
Berdasarkan keputusan tersebut, Koarmada I menerima tambahan kekuatan signifikan dari Koarmada II dan Koarmada III.

Berikut rincian kapal yang mengalami alih bina:

Satuan Kapal Ranjau: KRI Pulau Rengat (PRE-711) dan KRI Pulau Rupat (PRP-712) beralih dari Koarmada II ke Koarmada I.

Satuan Kapal Eskorta: KRI Fatahillah (FTH-361) dan KRI Malahayati (MLH-362) beralih dari Koarmada III ke Koarmada I.

Kapal latih legendaris: KRI Arung Samudera (ARS-930) dan KRI Dewaruci (DWR-900) beralih dari Koarmada II ke Koarmada I.

Menutup amanatnya, Denih memberikan instruksi tegas kepada seluruh prajurit pengawak KRI tersebut. Ia meminta para prajurit segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru.

Seluruh unsur yang mengalami alih bina agar segera menyesuaikan diri dan meningkatkan soliditas. Kalian harus melaksanakan tugas dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab demi mendukung keberhasilan tugas pokok TNI AL,” perintah Denih. (at)

 ⚓️ 
IDM  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...