Pesawat SU-30Mk2 TNI AU dengan rudal R77 (dispenau)Rusia dilaporkan telah mengoperasikan sistem pertahanan udara (SAM) terbaru yang memanfaatkan teknologi rudal udara ke udara jarak menengah-jauh (BVR) R-77-1.
R-77-1 adalah adalah versi penyempurnaan menyeluruh dari rudal R-77 standar (RVV-AE) yang dalam kode NATO disebut AA-12 Adder.
Berkat peningkatan profil aerodinamis dan mesin roket yang lebih efisien, jangkauannya meningkat signifikan menjadi sekitar 110 km (saat diluncurkan di udara) dibandingkan versi awal yang 80 km.
Dilengkapi dengan seeker radar aktif tipe 9B-1248 (Izdeliye 424), R-77-1 lebih tahan terhadap gangguan elektronik (jamming) dan memiliki kemampuan mengunci target dengan penampang radar (RCS) yang lebih kecil.
Dari sisi dimensi, R-77-1 sedikit lebih panjang dan lebih berat dibandingkan pendahulunya. Ekstensi ini memberikan ruang tambahan untuk sistem elektronik baru dan bahan bakar roket yang lebih banyak.
Kehadiran sistem ini terungkap melalui dokumentasi yang menunjukkan unit peluncur tersebut telah disiagakan di wilayah Oryol untuk memperkuat perlindungan objek vital.
Sistem peluncur baru menggunakan pilon pesawat yang telah dimodifikasi dan dipasang pada platform darat untuk meluncurkan empat rudal R-77-1 sekaligus.
Langkah ini menunjukkan kemampuan industri pertahanan Rusia dalam melakukan integrasi teknologi lintas platform secara cepat dan efisien.
Berdasarkan spesifikasi teknis, penggunaan R-77-1 pada platform darat ini mampu menjangkau target pada ketinggian hingga 9 km (sekitar 29.500 kaki).
Sistem ini dirancang untuk menciptakan lapisan pertahanan tambahan dalam menghadapi ancaman rudal jelajah maupun wahana udara tak berawak (UAV).
Meskipun dioptimalkan untuk peluncuran darat, rudal ini tetap mempertahankan akurasi tinggi yang menjadi ciri khas keluarga besar rudal Vympel.
Penggelaran sistem ini di wilayah Oryol, yang berjarak sekitar 160 km dari perbatasan, dinilai sebagai jawaban Rusia atas dinamika ancaman udara yang terus berkembang.
Selain memperkuat kepadatan sistem SAM yang sudah ada, aplikasi rudal R-77-1 di darat menjadi bukti fleksibilitas doktrin militer Rusia dalam memanfaatkan inventaris senjatanya.
Media menilai, inovasi ini sekaligus menghidupkan kembali riset jangka panjang mengenai sistem pertahanan titik yang mandiri dan memiliki daya getar tinggi. (RNS)
🚀 Airspace Review
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.