Minggu, 30 November 2014

RBS15 Mk3

Rudal RBS15 Mk3 yang diluncurkan dari kapal [SAAB]

Rudal permukaan-ke-permukaan (SSM) RBS15 Mk3 dikembangkan bersama oleh Diehl BGT Defence dan Saab Bofors Dynamics. Rudal ini merupakan varian terbaru dari keluarga rudal anti-kapal RBS15. Saat ini RBS15 Mk3 dalam layanan atau pesanan dari negara Swedia, Jerman, Polandia dan Finlandia.

Dikembangkan sebagai upgrade dari rudal combat proven RBS15 Mk2, rudal Mk3 berhasil diujicoba pada FMV (Lembaga Materiel Pertahanan Swedia) rentang bulan Oktober 2008. Rudal pertama dirakit di luar Swedia yakni di Jerman pada bulan Desember pada tahun itu.

Rudal RBS15 Mk3 adalah fire and forget, rudal jelajah jenis subsonik yang diluncurkan dari kapal dan truk. Rudal ini dapat digunakan untuk misi anti-kapal dan serangan darat.

Pada bulan September 2005, Jerman menetapkan rudal anti-kapal RBS15 untuk melengkapi korvet baru K130. Pengiriman dimulai pada Maret 2011 dan rudal itu resmi meluncur keluar kapal korvet K130 pada September 2011.

Pada bulan Oktober 2006, Saab Bofors Dynamics mendapatkan kontrak € 110 juta untuk memasok rudal RBS15 Mk3 untuk kapal patroli cepat Orkan Class dari Angkatan Laut Polandia.

Pada bulan November 2007, Saab dan FMV menandatangani kontrak pengadaan Sistem RBS15 Mk3 untuk melengkapi korvet Visby Class.

RBS15 Mk3 tersedia dalam tiga versi – peluncuran via kapal, truk dan udara. Varian peluncuran kapal dapat diinstal pada kapal perang berukuran kecil dan besar seperti kapal patroli cepat, frigat dan korvet. Rudal mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen tempur dan dapat dioperasikan sebagai stand alone atau terintegrasi penuh.

Versi peluncuran udara-ke-kapal cocok untuk pesawat tempur modern. Adapun baterai rudal peluncuran lewat truk dapat dikerahkan dengan cepat untuk menyediakan pertahanan pesisir terhadap kekuatan musuh. Platform Peluncuran yang sangat mobile memungkinkan peluncuran rudal dari posisi tersembunyi yang terletak jauh dari pantai.
RBS15 Mk3 diluncurkan dari truk [SAAB]

Bagian depan rudal RBS15 Mk3 meliputi piranti guidance dan elektronik yang diikuti oleh hulu ledak dan bagian bahan bakar. Bagian belakang terdiri dari sayap dan mesin turbojet serta dua motor pendorong paralel. Rudal ini memiliki sayap salib yang dapat ditarik selama penyimpanan.

Rudal RBS15 Mk3 memiliki panjang 4.35m, diameter badan 0.5m dan rentang sayap 1,4 m. Bobot peluncuran dan penerbangan (in-flight) rudal masing-masing 800kg dan 650kg. Rudal RBS15 Mk3 bisa menyerang target dalam kisaran 200 km, dan meluncur dengan kecepatan subsonik 0.9 Mach.

 Sistem bimbingan RBS15 Mk3 

Sistem guidance dan kontrol RBS15 mencakup inertial navigation system, GPS receiver, altimeter radar dan Ku-band radar target seeker. Rudal RBS15 tahan terhadap countermeasures musuh. Dua rudal atau lebih dapat diprogram untuk mencapai target secara bersamaan dari berbagai arah untuk lebih menembus pertahanan udara kapal perang.

Rudal ini memiliki radar cross section rendah dan IR signature juga memiliki kemampuan canggih untuk seleksi dan menjejak sasaran seeingga tidak mudah dikecoh. RBS15 MK3 dinyatakan sangat tahan terhadap chaff, jammers aktif, umpan dan penanggulangan elektronik lainnya (ECM).

Rudal RBS15 Mk3 adalah sebuah low sea-skimming missile yang melakukan manuver mengelak tak terduga. Rudal meningkatkan daya dorongnya dalam fase terminal untuk menaklukkan rudal, senjata dan sistem senjata (CIWS). Sistem MEPS memungkinkan pengguna untuk membuat skenario yang berbeda dari peluncuran rudal.

Rudal dapat dilengkapi dengan hulu ledak heavy HE blast-fragmentation yang sangat efisien dalam menembus lambung dari setiap kapal modern.(NavalTechnology.com)

 PS: 

Rencananya rudal RBS15 Mk3 akan dipasang di KRI New Klewang dan saat ini PT Pindad telah bekerjasama denga SAAB Swedia, untuk pembuatan rudal. Apakah RBS15 Mk3 menjadi pengganti C-705 China. Kita nantikan Berita dari Kemhan ...


  JKGR  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...