Rabu, 04 Maret 2026

TNI AL Kirim KRI RE Martadinata-331 dan Pasukan Kopaska ‘Serbu’ Australia

  Latma Kakadu 2026   Ilustrasi KRI REM 331 (Dispenal]

TNI AL mengerahkan kapal perang KRI Raden Eddy Martadinata-331 untuk bertolak ke Australia. Kapal ini membawa misi khusus bersama pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) untuk mengikuti latihan militer berskala internasional, Kakadu 2026.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda I Gung Putu Alit Jaya, melepas langsung keberangkatan KRI REM-331 dari Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/3). Alit Jaya menegaskan, para prajurit memikul tanggung jawab besar sebagai duta bangsa di kancah dunia.

Prajurit bukan hanya membawa nama satuan, tetapi juga membawa nama besar TNI di forum internasional. Saya menekankan seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme,” tegas Alit Jaya saat memberikan amanat di atas geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

  Misi 41 Hari Bersama Pasukan Elite 
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, membeberkan detail kekuatan personel dalam misi kali ini. KRI RE Martadinata-331 akan menempuh pelayaran panjang selama 41 hari, terhitung mulai 3 Maret hingga 13 April mendatang.

Antonius menjelaskan, kapal membawa total 145 personel pilihan. “Komposisinya terdiri atas 138 anak buah kapal (ABK), satu dokter, perwira intelijen, serta personel penerangan,” ujar Antonius saat dikonfirmasi Indonesia Defense Magazine.

TNI AL juga menyertakan unit tempur khusus untuk memperkuat daya gedor dan keahlian taktis di Australia. Antonius menyebut Satgas Kakadu 2026 ini membawa dua personel Kopaska yang merupakan pasukan elite spesialis sabotase bawah air, serta dua personel penyelam untuk melakoni simulasi tempur tingkat tinggi.

  Ajang Bergengsi Sejak 1993 
Latihan Kakadu merupakan ajang dua tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Australia. Tahun ini menandai penyelenggaraan ke-17 sejak Kakadu pertama kali digelar pada 1993 silam.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang rutin berpartisipasi sejak awal gelaran ini untuk memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan Asia-Pasifik. Tahun ini, sebanyak 20 negara mengirimkan unsur terbaiknya untuk menguji profesionalisme prajurit di laut.

Antonius mengungkapkan, skala latihan tahun ini sangat masif karena melibatkan puluhan armada tempur dunia. Angkatan Laut Australia mengerahkan 15 kapal perang, dari total 34 kapal perang yang ikut berpartisipasi. Armada besar ini terdiri atas 33 kapal permukaan dan satu unit kapal selam yang siap beradu taktik di perairan Darwin.

  Adu Taktik Tempur Udara hingga Meriam 
Para prajurit TNI AL akan menjajal berbagai materi latihan berat yang terbagi dalam fase pelabuhan dan fase laut. Antonius menceritakan, prajurit akan melakoni latihan menembak sasaran di laut menggunakan meriam kapal atau Gunnery Exercise (Gunnex).

Selain itu, KRI RE Martadinata-331 akan mengasah taktik strategi laut lewat Admiralty Exercise (Adex) dan latihan koordinasi tempur dengan pesawat udara atau Combat Air Support (CAS). Prajurit juga melatih kemampuan operasional di perairan terbuka yang jauh dari daratan melalui Surface Exercise Over The Horizon (Surfex OTH).

Antonius menambahkan, prajurit melatih reaksi cepat dalam proses pengiriman logistik atau isi bensin antarkapal saat tetap berlayar dalam latihan Replenishment at Sea (RAS). Tak ketinggalan, satgas bakal melakoni koordinasi lintas unit antarkapal negara yang berbeda melalui Cross Deck, serta latihan teknik pengambilan foto taktis militer.

Alit Jaya menambahkan, keterlibatan KRI RE Martadinata-331 bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas. Istilah ini merujuk pada kemampuan berbagai angkatan laut dunia untuk bekerja sama secara kompak menggunakan standar operasional internasional demi menjaga stabilitas keamanan kawasan. (at)

 ⚓️ 
IDM  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...