🤝 Hasil Lawatan ke Prancis
PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved berkonfigurasi LiB di Surabaya. (Naval Group)
Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.
Dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu (30/5/2026), Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan.
Salah satu capaian utama kunjungan tersebut adalah peluncuran France-Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha kedua negara. Forum tersebut turut menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial baru.
"Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD) yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan," tulis Bakom.
Selain agenda kenegaraan, Prabowo juga menyempatkan bertemu dan bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia di Paris, termasuk melaksanakan salat Idul Adha bersama masyarakat Indonesia. Kepulangan Presiden Prabowo menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis.
Perkuat Kemitraan Ekonomi
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council Rosan menilai forum tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis.
Peresmian dewan bisnis tingkat tinggi itu berlangsung pada 28 Mei 2026 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujar Rosan melalui keterangan tertulis yang dirilis oleh Biro Pers Media dan Informasi.
Forum tersebut mempertemukan 30 pemimpin perusahaan dan pelaku industri utama dari kedua negara yang secara keseluruhan memiliki kapitalisasi pasar mencapai USD 1,3 triliun. Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International yang juga CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Menurut Rosan, peluncuran dewan bisnis ini juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total USD 3,5 miliar. Kesepakatan tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan.
"Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif," kata Rosan.
Seperti diketahui, dilihat di siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia GA-1 yang ditumpangi Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta tadi pagi. Prabowo turun dari pesawat sekitar pukul 10.19 WIB.
Prabowo disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Prabowo sempat berbincang-bincang.
(whn/dhn)
Dengan peningkatan laba bersih sebesar 345,97%
Produksi pesawat N219 di PTDI (Tempo)
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Holding DEFEND ID yang diselenggarakan pada Selasa (26/05), di Hotel Shangri-La Jakarta, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai salah satu member Holding DEFEND ID mencatatkan kinerja positif dengan peningkatan laba bersih sebesar 345,97% dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Capaian tersebut mencerminkan peran strategis PTDI sebagai garda terdepan industri dirgantara nasional dalam mendukung kemandirian pertahanan negara, penguatan ekosistem dirgantara nasional, serta penyediaan solusi teknologi dirgantara yang berdaya saing global, baik untuk segmen militer maupun nonmiliter.
Selain mencatatkan capaian finansial dan operasional yang positif, PTDI juga berhasil membukukan capaian Key Performance Indicator (KPI) sebesar 100,65 dari target skor 100, yang didorong oleh penguatan indikator nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta dan sumber daya manusia unggul di sektor dirgantara.
Pada kesempatan RUPS ini juga disetujui perubahan susunan pengurus Perusahaan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan struktur organisasi guna mendukung arah pengembangan dan penguatan Perusahaan ke depan. Salah satu perubahan yang ditetapkan adalah perubahan nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi, yaitu jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan menjadi Direktur Niaga & Pengembangan yang dijabat oleh Moh. Arif Faisal, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM menjadi Direktur Keuangan & SDM yang dijabat oleh Dhias Widhiyati, serta mengangkat Ony Arifianto sebagai pejabat baru Direktur Teknologi & Manajemen Risiko. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fokus Perusahaan dalam pengembangan bisnis, penguasaan teknologi, dan pengelolaan risiko di tengah dinamika industri dirgantara yang semakin kompetitif.
Selain itu, RUPS juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris, khususnya pada posisi Wakil Komisaris Utama yang kini dijabat oleh Bagus Puruhito menggantikan Bonar H. Hutagaol, serta menetapkan pengangkatan Erwin Dimas sebagai Komisaris.
Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi PTDI sebagai industri strategis nasional yang adaptif, kompetitif, dan berbasis penguasaan teknologi tinggi. ”Capaian kinerja PTDI sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID. Ke depan, PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional guna mendukung kemandirian pertahanan dan daya saing industri Indonesia di tingkat global,” ujar Moh. Arif Faisal.
Memasuki tahun berikutnya, PTDI akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, penguatan manajemen kas, optimalisasi rantai pasok, serta percepatan penyelesaian program-program strategis Perusahaan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
👷 💰
Ilustrasi kapal produksi PAL (PAL)
DEFEND ID mencetak kinerja gemilang. Holding BUMN industri pertahanan itu, membukukan lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 430,1 persen pada tahun buku 2025 dengan nilai mencapai Rp 913,05 miliar.
Data yang ada menunjukkan pertumbuhan eksponensial dari laba tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 172,24 miliar ini dipicu oleh efisiensi operasional dan optimalisasi proyek strategis nasional.
Direktur Utama Len Industri DEFEND ID Joga Dharma Setiawan menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dikutip Kamis (28/5/2026).
Capaian performa keuangan tersebut resmi ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2025 di Bandung, Selasa (26/5/2026). Rapat dihadiri Badan Pengelola (BP) BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham.
Sepanjang 2025, holding yang mengintegrasikan kapabilitas industri matra darat, laut, udara, amunisi, hingga elektronika pertahanan ini mengantongi total nilai kontrak raksasa sebesar Rp 113,85 triliun.
Jumlah tersebut ditopang oleh kontrak bawaan (carry over) senilai Rp 94,78 triliun dan perolehan kontrak baru sebesar Rp 19,07 triliun.
Bagusnya, struktur fundamental perusahaan juga mencatatkan penguatan signifikan. Nilai aset DEFEND ID melonjak 18,3 persen menjadi Rp 66,05 triliun, diiringi pertumbuhan ekuitas sebesar 8,2 persen ke angka Rp 15,23 triliun.
Tingkat Kesehatan Keuangan Kategori BBB+
Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kesehatan keuangan holding berada pada kategori BBB+ dengan pendapatan usaha riil menyentuh Rp 20,71 triliun.
Kekuatan manufaktur holding ini didukung penuh oleh 11.022 sumber daya manusia, dengan porsi lebih dari 60 persen ditempatkan khusus di bidang produksi dan teknis (engineering).
Menyikapi tren positif ini, PT Len Industri (Persero) DEFEND ID menegaskan arah baru korporasi melalui cetak biru "Astacita Len Industri".
Fokus tersebut diarahkan pada penguasaan delapan teknologi masa depan, meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, sistem komando dan kendali (command & control system), radar, perang elektronik, siber, satelit, elektro-optik, hingga sistem otonom (autonomous system).
Joga Dharma Setiawan menyampaikan bahwa capaian perusahaan sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional.
"Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional," kata Yoga Dharma Setiawan.
Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru dalam upacara yang digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026) (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Pemerintah berkomitmen membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) disertai dengan senjata dan pemeliharaan dan perawatan (harwat).
Terbaru, komitmen itu dibuktikan dengan pembelian jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation, Prancis, yang dilengkapi dengan smart weapon hammer atau bom pintar AASM Hammer dan peluru kendali (rudal) meteor.
Senjata-senjata tersebut diperkenalkan saat Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alutsista kepada Markas Besar TNI dan TNI Angkatan Udara dalam seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5).
Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Selasa (19/5), Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengakui bahwa pemerintah pernah membeli alutsista dengan tidak disertai senjata dan harwat.
“Memang kami mengakui, pada waktu yang lalu, kita itu hanya membeli alat, tapi tidak membeli harwat. Jadi pesawat tempur ada tapi tidak bisa menembak,” kata Sjafrie, dikutip Senin (25/5).
Sekarang, pembelian alutsista, baik jet tempur maupun kapal perang, harus disertai senjata dan harwat.
“Sekarang tidak bisa (tanpa senjata dan harwat), kita beli sistem. Kita beli alat, Bapak-Bapak juga sudah melihat, bagaimana missile melengkapi peralatan itu. Terbang flypast tapi tidak punya alat, sekarang sudah dilengkapi dengan alat,” tutur Menhan RI.
Lebih lanjut, pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) juga dilengkapi dengan harwat.
“Kita membangun batalion, itu dilengkapi dengan harwat. Kompi konstruksi sudah dilengkapi dengan ekskavator dan traktor,” kata Sjafrie.
KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian sistem tempur dan kapal LPD pesanan Filipina dalam penyelesaian di Surabaya (ss PAL)
Kinerja keuangan PT PAL Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang tahun buku 2025 seiring percepatan transformasi industri dan efisiensi operasional yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan laba bersih PT PAL meningkat 108,58% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Menurut Kaharuddin, peningkatan laba tersebut ditopang percepatan proses produksi, efisiensi operasional, serta akselerasi digitalisasi yang memperkuat efektivitas kinerja perusahaan.
Dia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi perusahaan yang dijalankan dalam 5 tahun terakhir. “Capaian ini merupakan hasil transformasi yang telah kami jalankan selama 5 tahun terakhir,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).
Transformasi yang dijalankan PT PAL Indonesia mencakup implementasi Industri Maritim 4.0 melalui perubahan model bisnis, budaya kerja, hingga arah strategi perusahaan.
Salah satu fokus utama perusahaan ialah transformasi digital yang mengintegrasikan manajemen proyek, pengelolaan sumber daya manusia, dan rantai pasok ke dalam sistem terpadu.
Perseroan juga melakukan modernisasi fasilitas produksi, reorganisasi alur kerja, serta peningkatan kapasitas fabrikasi untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Kaharuddin mengungkapkan kapasitas produksi perusahaan kini mencapai 50 blok kapal per bulan. Selain itu, waktu pengerjaan di dock berhasil dipangkas menjadi 6 bulan dari sebelumnya mencapai 2 tahun.
Dia menambahkan produk pertahanan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan pendapatan usaha perseroan. Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kemampuan engineering dan kapasitas produksi PT PAL.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas produksi PT PAL dinilai turut memberikan efek berganda terhadap industri penunjang nasional. Sejumlah sektor yang terdampak antara lain industri baja, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, elektronik pertahanan, hingga teknologi maritim nasional.
Perseroan menilai keterlibatan industri domestik dalam proyek strategis perusahaan dapat memperkuat transfer teknologi, meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN), memperluas penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat rantai pasok maritim nasional.
“PT PAL saat ini bukan hanya produsen kapal, tetapi juga berperan sebagai lead integrator dan national consolidator ekosistem galangan nasional dengan melibatkan industri-industri pendukung dalam negeri agar dapat tumbuh bersama,” kata Kaharuddin.
Melalui sinergi dalam Defend ID, PT PAL optimistis dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan industri maritim regional sekaligus mempercepat pengembangan industri pertahanan nasional yang mandiri dan berdaya saing global.
📝 Bisnis
Menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar
TNI melakukan persiapan evakuasi 8 pendulang emas yang tewas dibunuh OPM di Yahukimo. (dok. istimewa)
Sebanyak delapan pendulang emas tewas dibunuh oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Rabu (20/5). Dilansir dari Detikcom, aparat gabungan kini tengah mempersiapkan langkah evakuasi menggunakan jalur udara untuk membawa seluruh jenazah korban dari lokasi kejadian.
Aksi pembunuhan tersebut dipicu oleh kecurigaan pihak OPM terhadap para pekerja tambang tersebut. Kelompok bersenjata itu menuduh para pendulang emas sebagai aparat keamanan yang sedang menyamar di area pendulangan.
"Kelompok tersebut menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar," ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema.
Pihak TNI membantah keras tuduhan yang dikeluarkan oleh kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo terkait identitas para korban. Penegasan diberikan bahwa seluruh korban yang meninggal dunia merupakan murni warga sipil setempat.
"Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut," kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema.
Guna menjangkau lokasi pembunuhan yang berada di daerah pedalaman, aparat keamanan mengerahkan armada helikopter. Langkah ini diambil agar proses pemindahan jenazah dapat berjalan lebih cepat dengan pengamanan dari personel gabungan.
"Saat ini, proses persiapan evakuasi terus dilakukan dengan dukungan personel gabungan dan armada heli guna menjangkau lokasi kejadian yang berada di wilayah pedalaman," ungkap Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema.
⚓️ Akan dibiayai Qatar senile Rp 17,7 triliun.
TCG Akdeniz (F-519) (Savanma Sanayi ST)
Tahap strategis dalam proyek MİLGEM Indonesia, telah tercapai. Menurut laporan, proses pembangunan dua fregat kelas İstif untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) telah resmi dimulai. Hal itu menyusul nota kesepahaman yang ditandatangani antara Turki, Qatar, dan Indonesia pada periode sebelumnya.
TAIS Shipyards mewakili Turki, menandatangani kontrak akhir untuk ekspor dua fregat tersebut, yang akan dibiayai oleh Qatar. TAIS meneken perjanjian senilai 1 miliar atau sekitar Rp 17,7 triliun dengan perusahaan Barzan Holdings dari Qatar.
Pembiayaan kredit memainkan peran penting dalam model ekspor ini, dan "Kerja Sama Industri Pertahanan Turki-Qatar-Indonesia" telah ditingkatkan ke tingkat strategis. Saat ini, kegiatan konstruksi sedang berlangsung secara bersamaan pada hampir 50 kapal militer di galangan kapal Turki, termasuk tujuh fregat kelas İstif.
Kapal pertama dari kelas ini, TCG Istanbul (F-515), telah lama aktif bertugas di Angkatan Laut Turki. Sebelumnya, sumber industri melaporkan, kapal dengan nomor lambung F-516 dan F-517, yang saat ini sedang dibangun, akan dikirim ke Indonesia. Namun, menurut informasi yang diperoleh SavunmaSanayiST.com, rencana itu telah direvisi karena meningkatnya intensitas operasional Angkatan Laut Turki.
Sesuai dengan rencana baru, fregat F-516 (TCG Izmir), F-517 (TCG Izmit), dan F-518 (TCG Icel), yang berada di tahap akhir pembangunan dan pengujian, akan langsung dimasukkan ke dalam inventaris Angkatan Laut Turki. Kapal-kapal dengan nomor lambung F-519 dan F-521 diharapkan akan dikirim ke Indonesia antara tahun 2027 dan 2028.
Kapal-kapal lain dalam kelas yang sama, F-520 dan F-522, juga akan menambah kekuatan Angkatan Laut Turki. Pembangunan fregat baru akan segera dimulai untuk menggantikan kapal F-519 dan F-521 yang akan diekspor ke Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk sepenuhnya mencegah potensi kesenjangan dalam kekuatan tempur Angkatan Laut Turki saat mengekspor kapal perang itu.
Sebagian besar anggaran yang dihasilkan dari ekspor ke Indonesia akan digunakan untuk membiayai pembangunan kapal perang generasi baru untuk Angkatan Laut Turki. Ekspor fregat pertama ke pasar Asia Tenggara yang dibiayai Qatar, menandai tonggak sejarah bagi industri pertahanan Turki.
Dengan kontrak itu, Turki akan mengekspor kapal perang permukaan besar skala fregat ke negara Asia-Pasifik untuk pertama kalinya. Sebelumnya, ASFAT mengekspor empat korvet Kelas MİLGEM ADA ke Pakistan, dan STM mengekspor tiga unit ke Malaysia.
Selain ekspor platform, kapal-kapal tersebut akan mencakup fasilitas modern, seperti sensor canggih dan sistem lain yang diproduksi oleh Aselsan, sistem rudal nasional yang diproduksi oleh Roketsan, sistem senjata dan meriam angkatan laut yang diproduksi oleh MKE, serta sistem komando dan kontrol yang diproduksi Havelsan, akan disertakan dalam paket ekspor.
Dengan strategi ekspor baru itu, Turki sedang membangun model ekosistem yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan dalam pembuatan kapal militer. Model tersebut mungkin dapat berkembang dengan menjadi "HUB Regional" untuk perbaikan kapal perang asing.
Fregat kelas Istif ini memiliki bobot 3.150 ton dan panjang 113 meter, yang dapat mencapai kecepatan maksimum lebih 29 knot. TCG-İstanbul yang sudah beroperasi dilengkapi dengan Radar AESA Aselsan Cenk-S, hingga dapat mendeteksi dan melacak target udara dari jarak yang jauh lebih panjang dengan presisi tinggi.
Kapal perang itu turut dilengkapi Roketsan MİDLAS, sistem peluncuran vertikal nasional pertama Turki. Dengan rudal pertahanan udara HİSAR-D yang dapat ditembakkan melalui MİDLAS dan rudal antikapal Roketsan ATMACA, yang terintegrasi untuk misi antikapal, kelas İstif memiliki kemampuan serangan yang sepenuhnya independen.
Empat kapal pertama sedang dibangun di bawah kepemimpinan STM. Dilengkapi dengan sistem sonar buatan dalam negeri dan tabung torpedo, platform itu menawarkan kemampuan bertahan hidup yang tinggi terhadap ancaman bawah laut.
⚓️ Tonggak Sejarah Industri Pertahanan RI
PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved berkonfigurasi LiB di Surabaya. (Naval Group)
Pembangunan kapal selam Scorpene Evolved oleh PT PAL Indonesia bersama Naval Group disebut menjadi tonggak penting sejarah industri pertahanan nasionale sekaligus penanda masuknya Indonesia ke era baru penguasaan teknologi strategis bawah laut.
Proyek strategis untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tersebut kini telah memasuki tahap pra-produksi atau pre-production sebagai bagian dari persiapan teknis sebelum produksi utama dimulai.
Tahapan tersebut meliputi kesiapan desain, sistem produksi, penguatan sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur pendukung agar proses produksi berjalan sesuai standar internasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan proyek Scorpene Evolved memiliki arti strategis bukan hanya bagi sektor pertahanan, tetapi juga bagi masa depan industri teknologi nasional.
“Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang mampu membangun kapal selamnya sendiri, termasuk pengembangan kapal selam Scorpene Evolved dengan teknologi Advanced and Improved Propulsion (AIP). Kemampuan ini menegaskan kemajuan penguasaan teknologi strategis nasional sekaligus memperlihatkan kesiapan industri pertahanan Indonesia untuk bersaing di tingkat global,” ujar Kaharuddin.
Menurutnya, di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan dunia di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik, keberadaan industri pertahanan nasional yang kuat menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat posisi sebagai negara maritim utama di regional.
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas nasional, puluhan engineer PT PAL telah diberangkatkan ke Cherbourg, Prancis, untuk mengikuti program transfer teknologi dan penguatan keterampilan bersama Naval Group.
Program transfer of technology (ToT) tersebut menjadi langkah penting agar tenaga ahli Indonesia mampu menguasai pembangunan kapal selam modern berstandar global secara mandiri.
Bahkan, proses fabrikasi qualification section untuk “pilot hull sub-section” pertama Scorpene Evolved telah dimulai dan ditandai secara resmi di Surabaya pada 12 Desember 2025.
Direktur Program SRI Naval Group, Vincent Vimont, menyebut kerja sama dengan PT PAL menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri pertahanan Indonesia secara berkelanjutan.
“Dengan bermitra dengan Naval Group dalam program transfer keterampilan yang ambisius, Indonesia bertujuan meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat kemampuan ekosistem industrinya. Perjanjian dengan PT PAL sebagai galangan kapal berpengalaman akan mewujudkan ambisi ini,” kata Vincent.
Pembangunan Scorpene Evolved dinilai bukan sekadar proyek pengadaan alutsista, melainkan simbol transformasi besar industri pertahanan nasional menuju industri berbasis teknologi tinggi, riset, dan inovasi.
Kolaborasi ini juga memperlihatkan bahwa penguatan pertahanan negara dapat berjalan seiring dengan pengembangan SDM unggul, transfer teknologi, dan pertumbuhan industri dalam negeri menuju kemandirian strategis Indonesia.
Berkat “Offset” Rafale
Link ID dari PT Len (infographic: Len)
Kemampuan PT Len Industri (Persero) dalam hal interoperabilitas meningkat berkat pengadaan 42 unit jet tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis.
Interoperabilitas merupakan kemampuan berbagai sistem, perangkat, atau aplikasi yang berbeda untuk berkomunikasi, bertukar data, dan menggunakan informasi tersebut dalam militer.
Sebelumnya, kemampuan link dari PT Len hanya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat surveillance atau patroli.
Setelah ini, interoperabilitas Link ID yang dimiliki PT Len bisa terhubung ke komunikasi antarpesawat tempur TNI Angkatan Udara.
Sepasang Rafale TNI AU (Skuadron 12)
“Kemampuan Link ID yang dimiliki Len sebelumnya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat surveillance. Ke depan, kemampuan tersebut akan berkembang hingga mampu mendukung komunikasi data link antarpesawat tempur, sehingga memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional secara lebih menyeluruh,” tulis siaran pers PT Len, dikutip Rabu (20/5).
Peningkatan kemampuan interoperabilitas ini merupakan bagian dari program training offset jet tempur Rafale.
Offset merupakan kewajiban produsen senjata asing, dalam hal ini Dassault Aviation, untuk memberikan kompensasi atau investasi timbal balik seperti alih teknologi, produksi lokal suku cadang, atau pelatihan kepada negara pembeli.
“Momentum ini juga menegaskan peran strategis PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding industri pertahanan DEFEND ID dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi dan penguatan interoperabilitas antarsistem pertahanan,” kata Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan dalam keterangannya..