Ilustrasi kapal perusak Asagiri class (wikipedia)Pemerintah Indonesia dan Jepang mulai membahas transfer kapal perusak (destroyer) Asagiri milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) untuk TNI.
Pembahasan dimulai dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Pertahanan Jepang H.E Shinjiro Koizumi di kediaman Presiden Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (12/6).
Dalam courtesy call tersebut, Menhan Koizumi menyatakan dimulainya pembahasan transfer peralatan pertahanan di bawah kerangka kerja baru oleh otoritas pertahanan kedua negara.
“Termasuk (transfer) kapal perusak kelas Asagiri akan berkontribusi untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan maritim,” tulis siaran pers Kementerian Pertahanan Jepang, dikutip Senin (15/6).
Kemhan Jepang menyatakan, Presiden Prabowo berharap mendapat kemajuan yang nyata terkait peralatan dan teknologi pertahan lewat kerja sama tersebut.
Kemudian, Menhan Sjafrie dan Menhan Koizumi sepakat membentuk kelompok kerja untuk membahas transfer kapal Asagiri, termasuk soal pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan dan keberlanjutan, serta aspek operasional.
“Untuk melaporkan kembali kepada Presiden Prabowo tentang kemajuannya,” tulis siaran pers tersebut.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pembahasan Indonesia-Jepang berfokus di bidang maritim dan peralatan pertahanan.
“Yang dibahas adalah berbagai peluang kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang, termasuk di bidang maritim dan peralatan pertahanan, yang masih memerlukan kajian dan pembahasan lebih lanjut oleh kedua pihak,” kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM))
📝 IDM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.