Minggu, 15 Desember 2013

Media Australia Ungkap Dominasi Bu Ani di Pemerintahan SBY

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Ibu Ani Yudhoyono (kanan) berjalan menuju pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (22/4).Jakarta Bocoran Edward Snowden jika intelijen Australia mengincar lingkaran dalam istana kepresidenan kian terbukti. Media Australia, The Australian, mengungkap alasan mengapa telek sandi negeri kanguru itu menyadap telepon Ibu Negara Kristiani Herawati alias Ibu Negara Ani Yudhoyono.

The Australian, yang mengaku mendapat data dari Wikileaks, menyampaikan, pada 17 Oktober 2007, terdapat kawat diplomatik yang dikirim dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta kepada para diplomat di Canberra dan CIA.

Isi kawat tersebut berpesan tentang peran The first lady itu dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Bu Ani, meski tak masuk dalam anggota kabinet, tetapi punya posisi penting dalam pengambilan kebijakan pemerintahan SBY. Tak hanya itu, Ibu Ani juga diduga turut berperan dalam meminimalisir Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kebijakan di pemerintahan.

Kawat diplomatik itu juga menyebutkan,upaya Bu Ani membatasi akses para penasihat presiden dengan menguatkan perannya sebagai penjaga utama akses ke SBY. Bu Ani juga disebut mampu memaksa SBY sebagai presiden untuk memlihat dan memilih pendapat ibu dua putra itu.

Australia Curigai Ibu Ani Ingin Agus Yudhoyono Jadi Presiden

Laporan The Australian menyebutkan salah satu hal yang membuat Australia menyadap Indonesia adalah karena peran Ani Yudhoyono. Ibu Negara dianggap mendominasi kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sumber laporan The Australian yang berpijak dari telegram rahasia yang dikirim kedutaan besar AS di Jakarta untuk para diplomat Amerika di Canberra, Australia, dan CIA, menyebutkan lembaga intelijen Australia penasaran untuk mengetahui dinamika baru di Jakarta tersebut.

Mereka mempertimbangkan apakah peran kekuasaan Ibu Ani merupakan bagian dari rencana yang dicurigai untuk membuat dinasti keluarga yang berpuncak pada anak sulungnya (Agus Harimurti Yudhoyono, Red) untuk dijadikan presiden.

Termasuk ingin mengetahui seperti apa dinamika antara Ibu Ani dan kelompok-kelompok Islam yang dia rayu untuk menopang dukungan politik buat SBY.

Sebelumnya The Australian, Sabtu (14/12) menurunkan berita yang menghebohkan soal peran Ibu Ani sebagai orang yang paling mempengaruhi Presiden SBY.

Ibu Ani Berencana Buat Dinasti

Laporan The Australian tentang dominasi Kristiani Herawati atau Ibu Ani Yudhoyono di Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono mengungkap peluang Ani Yudhoyono menggantikan SBY.

The Australian menulis, intelijen negeri kanguru tersebut memata-matai Ibu Ani untuk mempelajari rencana terselubung Ibu Ani untuk menciptakan sebuah dinasti kepresidenan di Indonesia.

Rencana yang disebut tak pernah berhasil itu mengungkap, Ibu Ani akan dicalonkan sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2014. Pencalonan ini setelah SBY menyelesaikan dua periode masa pemerintahannya.

Ibu Ani hanya akan menjadi pemimpin perantara dalam jangka waktu lima tahun. Sambil menyiapkan putra sulungnya, Agus Yudhoyono Harimurti untuk cukup matang mencalonkan diri sebagai presiden.

Penyadapan telepon Ibu Ani disebut dilakukan oleh Direktorat Sinyal Pertahanan (DSD) pada 2009. Sekarang, lembaga itu disebut dengan Direktorat Sinyal Australia. Sementara Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat diyakini telah menyadari dan mendukung adanya kegiatan mata-mata itu.

Hanya, Presiden SBY sebelumnya sudah menegaskan, jika keluarganya tidak akan mencalonkan diri pada pemilihan presiden 2014 mendatang. Dalam pidatonya, SBY mengungkapkan, hal itu termasuk istrinya.

  Republika  

Australia Terpengaruh AS untuk Sadap Ibu Ani

Penyadapan oleh intelijen Australia terhadap Ibu Negara, Ani Yudhoyono, bermula dari informasi dari Amerika Serikat (AS). Diplomat AS memberi informasi bahwa kesuksesan SBY meraih kursi presiden adalah berkat peran Ani Yudhoyono.

Australia Terpengaruh AS untuk Sadap Ibu Ani
Jakarta Hal itu terungkap dalam sebuah artikel yang ditulis media Australia, The Australian, Sabtu (14/12/2013). Artikel itu merupakan analisis mengenai alasan mengapa intelijen Australia menyadap Ibu Ani.

Intelijen Australia, Defence Signals Directorate (DSD), Kini bernama Australian Signals Directorate, pada 2009 melakukan penyadapan terhadap SBY, Ibu Ani, dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan. Penyadapan oleh DSD itu dilakukan di awal periode kedua pemerintahan SBY, setelah mendapat informasi dari diplomat AS bahwa istri SBY merupakan satu-satunya orang yang didengarkan SBY menyangkut banyak hal mengenai negara.

Dari informasi itulah DSD kemudian menyadap telepon seluler Ibu Ani. Hal itu juga dikuatkan oleh artikel The Australian yang mengutip bocoran kawat diplomatik AS. Disebutkan, Pada 17 Oktober 2007, Kedubes AS di Jakarta mengirim kawat diplomatik ke Washington DC.

Kawat diplomatik itu kemudian dibocorkan oleh Wikileaks, isinya menyebutkan bahwa, “Ibu Ani merupakan satu-satunya orang yang dipercaya oleh SBY mengenai semua hal dan ketika SBY memerintah untuk periode kedua, langkah SBY semakin terkunci oleh istrinya.”

Kawat itu juga menyebutkan, “Menurut sejumlah sumber, Ibu Negara memperluas pengaruhnya terhadap istana dan muncul sebagai penasihat utama Presiden. Nasihat Kristiani Herawati bisa mengesampingkan saran dari penasihat utama lainnya. Ibu Negara memperluas aksesnya kepada Presiden baik untuk membantunya maupun membungkam lawan-lawan politiknya, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla.”

Disebutkan pula, “Dengan memperkuat perannya sebagai penjaga gerbang, Ibu Ani mampu mempengaruhi pandangan dan kebijakan SBY sesuai dengan keinginannya .”

Peran Ibu Ani yang kuat juga menjadi perhatian penting di lingkaran intelijen Barat. Mereka percaya bahwa ibu Ani bukan sekadar pelengkap kepresidenan, melainkan tumbuh cepat menjadi seorang calo kekuasaan di dalam pemerintahan SBY.[tjs]

Istana Bantah Alasan Australia Sadap Ny Ani Yudhoyono 

Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menegaskan isu mengenai alasan penyadapan pihak intelijen Australia terhadap Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono tidak beralasan. 

Istana Bantah Alasan Australia Sadap Ny Ani Yudhoyono
"Isu tersebut menurut kami tidak mendasar, tidak ada dasarnya," kata Julian di Halim Perdanakusumah Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Seperti diberitakan media Australia The Australian bahwa negara Kanguru itu menyadap telepon Ibu Negara, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono pada 2009 silam atau ketika SBY hendak memasuki periode kedua masa kepresidenannya.

Keputusan intelijen Australia, Defence Signal Directorate (DSD) untuk menyadap Bu Ani karena didasari pada posisinya sebagai orang yang paling berpengaruh terhadap SBY dan dianggap tengah menyiapkan kursi kekuasaan untuk putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono.

Menurut Julian, dia mencampuri urusan seperti itu serta tidak penting untuk ditanggapi.

"Karena itu isu yang tidak kita ketahui, tidak berdasarkan sesuatu yang sifatnya formal. Atau secara hukum, bisa dipertanggungjawabkan," kata Julian.

Menurut Julian itu adalah isu dari pihak mereka sehingga wajar jika dia membantah bahwa informasi itu tidak benar.

"Penyadapan itu sendiri sudah ilegal, tidak benar secara hukum. Apa dasarnya? Menyadap seseorang yang tidak pantas untuk melakukan seperti itu. Iya kan?" kata Julian.(Aco)

Bu Ani Tak Pernah Bicara Kabinet
 

Sudi membantah media di Australia yang sebut dia sempat ingin mundur.

Nama Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, dibongkar dalam rekaman Wikileaks yang dipublikasikan sebuah media Australia, sempat ingin mundur dari jabatannya selaku Sekretaris Kabinet di periode 2004-2009.

Sudi dikabarkan berniat mundur, karena dominasi ibu negara yang besar saat itu.

Ketika dikonfirmasi, Sudi membantah hal tersebut. Ia ditemui di Bandara Halim Perdanakusumah bersama rombongan Presiden yang baru datang dari Jepang, Minggu 15 Desember 2013.

"Tak benar itu, tak benar. Beliau kalau bicara kabinet tak pernah ikut," kata Sudi Silalahi.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, juga menyatakan bahwa tudingan Ibu Negara Ani Yudhoyono sebagai motor kebijakan penentuan formasi kabinet saat ini tidak memiliki dasar yang kuat.

Seperti diketahui, beberapa media Australia membeber alasan intelijen negara itu yang melakukan penyadapan telepon ibu negara pada 2009 silam. Saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memasuki periode kedua masa kepresidenannya.

Intelijen Australia, Defence Signal Directorate (DSD), menyadap ibu negara didasari karena Ani dianggap sebagai orang yang paling berpengaruh terhadap SBY. Alasan lainnya, Ani dianggap tengah menyiapkan kursi kekuasaan untuk putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Bahwa isu tersebut menurut kami tidak mendasar dan tidak ada dasarnya," kata Julian. "Saya nggak mencampuri urusan mereka, tidak penting untuk ditanggapi karena itu isu yang tidak kami ketahui, tidak berdasarkan sesuatu yang sifatnya formal. Atau secara hukum, bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.(asp)

  Inilah | Trinbunnews | Vivanews  

Pengenalan Sistem Manajemen Pertempuran Di Marinir Cilandak



Jakarta Kepala Dinas Material Korps Marinir (Kadismat Kormar) Kolonel Marinir Endang Taryo menerima presentasi pengenalan sistem manajemen pertempuran (BMS-Battlefield management System) dari Rheinmetall Defence Electronics GmbH Jerman di ruang rekreasi Lapangan Tembak Pistol Marinir “Jusman Fuger” Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2013).

Tampil selaku pembicara Mr. Nico Hanemann dari Rheinmetall Defence Electronics GmbH Jerman yang merupakan mitra PT. Emico Mitra Samudra dengan dipandu Paban Srena Kormar Letkol Marinir RE. Girsang, memaparkan tentang sistem manajemen pertempuran (BMS-Battlefield management System) type INIOCHOS yang merupakan sistem BMS modular yang dapat menghubungkan tank dengan tank, tank dengan infanteri, maupun tank dengan markas Komando, serta type GLADIUS.


Usai pemaparan dilanjutkan dengan peragaan BMS type Gladius, merupakan piranti canggih yang dikenakan pada system tentara modern, digunakan untuk memperluas dan meningkatkan kemampuan system yang berkaitan dengan jaringan komando dan kontrol serta efektivitas tempur, sehingga memungkinkan pertukaran cepat informasi. Dengan demikian prajurit perorangan dapat menerima semua data yang relevan mengenai situasi taktis, posisi pasukan kawan, misi dan status sistem termasuk GPS, sistem navigasi serta kompas magnetik.


Hadir dalam acara tersebut Asops Dankormar Kolonel Marinir Purwadi, Aspers Dankormar Kolonel Marinir Purnomo, Kadiskomlek Kormar Kolonel Marinir Baedowi Octavida, Kadisinfolahta Kormar, Dandenma Mako Kormar dan Para Pejabat teras Pasmar-2.

  Marinir  

Hitler berlindung ke Indonesia karena kagumi Soekarno

Misteri kematian Adolf Hitler masih menjadi misteri. Sejumlah pihak, termasuk pemimpin Rusia Joseph Stalin, ragu kalau Hitler benar-benar mati bunuh diri saat tentara merah merebut Berlin 30 April 1945.

Kabar kematian Hitler yang umum diketahui adalah dia menembak dirinya sendiri, sementara Eva Braun, istri Hitler minum racun. Jenazah keduanya lalu dibakar sesuai permintaan Hitler.

Banyak yang percaya kalau Hitler sesungguhnya melarikan diri. Dia sempat tinggal di beberapa negara Eropa, lalu ke Amerika Selatan dan terakhir ke Indonesia. Di Indonesia, Hitler mengaku sebagai seorang dokter dari Jerman bernama Dokter Poch. Hal ini diperkuat sejumlah fakta dan dugaan, termasuk ciri-ciri Poch yang sangat mirip dengan Hitler.

Ada beberapa alasan kenapa Hitler lari ke Indonesia. Pertama Indonesia berpenduduk Muslim terbesar dan anti-Yahudi. Saat itu Hitler telah diburu agen rahasia Yahudi dari seluruh dunia.

Kedua adalah karena Presiden Soekarno. Bagaimana ceritanya?

KGPH Soeryo Goeritno Msc menuliskan hal ini dalam buku berjudul Rahasia yang terkuak, Hitler mati di Indonesia.

Saat itu Hitler melihat Indonesia anti-Barat. Soekarno tegas melawan Belanda dan Inggris, yang mencoba kembali ke Indonesia. Kedua negara itu adalah sekutu yang merupakan musuh Hitler.

Kemudian Tahun 1955, Soekarno pun mendirikan negara Non-Blok dan enggan didikte Uni Soviet. Seperti diketahui Hitler pun memerangi Rusia dan komunis.

Pribadi Soekarno pun memikat Hitler yang menyamar menjadi Dr Poch. Hitler betah berjam-jam mendengar pidato Soekarno. Menurut pembantu Dr Poch, bosnya tak mau diganggu kalau sudah mendengar pidato berorasi.

Mungkin gaya pidato Soekarno mengingatkan Hitler sebagai sama-sama orator ulung. Saat masih berkuasa, Hitler pun dikenal sebagai jago pidato. Pidato-pidatonya membakar semangat warga Jerman untuk bangkit melawan dominasi AS dan negara Eropa Barat lainnya.

"Dr Poch senang bicara politik. Dia sering memuji-muji Bung Karno sambil memberikan analisanya soal politik," kata Syamsuddin, pembantu Dr Poch.

Karena itu Hitler alias Dr Poch kerasan tinggal di Indonesia sampai akhir hayatnya. Dr Poch meninggal di Surabaya tanggal 16 Januari 1970.

Menurut peneliti soal Jerman dan Nazi di Indonesia, Alif Rafik Khan, kematian Hitler di Indonesia ini masih menjadi perdebatan. Seperti para tokoh besar lain, kisah Hitler bercampur antara mitos dan fakta. Termasuk soal kematiannya. Tapi satu hal yang hampir pasti, Hitler tidak mati dalam bunker di Berlin.

"Tidak ada bekas mayat Hitler. Hitler mati bunuh diri itu seluruhnya keterangan dari pembantu Hitler. Bisa saja mereka disumpah untuk memberi keterangan palsu," kata Alif saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (22/11).

Anda percaya Hitler mati di Indonesia? (mdk/ian)

  Merdeka  

[Foto] TNI Pamer Alutsista di Hari Juang Kartika

SURABAYA Pada peringatan Hari Juang Kartika, TNI akan menggelar pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutista). Ini termasuk Alutista baru yang dipesan TNI AD.

"Akan ada 80 persen alutista yang akan kita beli, kecuali apache, yang cuma dua, MBT Leopard 2A4 42 unit, leopad 2 revolution 62 unit, 1 batalyon plus 1 kompi, Leopard untuk bantuannya lebih dari 15 unit," tutur Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Budiman.

Pernyataan itu disampaikan KASAD ketika ditemui saat gladi resik, Hari Juang Kartika di Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/12).

Selain itu, lanjutnya, akan ditampilkan Infanteri Fighting Vehicle (IFV), Marder 50 unit. Satu batalyon atau sekitar 18 unit meriam 155 buatan korea, dua batalyon 155 moutentrack dengan daya jelajah 42 km. Dua batalyon multi launcher astros atau 40 unit asal Brasil dengan daya jelajah mencapai 100 km.

"Akan datang mistral, peluru senjata artileri senjata udara, berupa roket dengann probability kena 96 persen untuk jarak pendek. Juga helikopter 412 sebanyak 16 unit. Kemudian heli serbu 11 unit. Dan dua apache untuk pelatihan penerbangan AD," tutup KASAD.

Pameran Alat Tempur di Makodam V Brawijaya

Anggota Kopassus yang cantik banjir permintaan foto bersama


Pesawat pengintai tanpa awak H-SRAD 18
Mobil listrik ciptaan Lemjiantek Kodiklat TNI AD


  Republika | detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...