Minggu, 17 Januari 2016

[RIP] Sugito Hanya Kurir

Bukan Pelaku Teror Bom SarinahSejumlah polisi berlari menuju ke arah gedung Sarinah untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku peledakan bom yang dilakukan sejumlah teroris, Kamis (14/1). [antara]

Polisi menegaskan bahwa salah satu korban meninggal serangan teroris di pos polantas Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sugito (43), bukanlah salah seorang pelaku teroris. Sebelumnya, pada Kamis (14/1), aparat yang bewenang menyebut terdapat lima orang pelaku saat kejadian terorisme.

"Korban meninggal, Sugito (43), sudah boleh diambil. Kemarin sudah saya sampaikan, Tim Densus 88, mabes, Labfor Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan sebagainya sudah memastikan pelaku hanya berjumlah empat orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal, Ahad (17/1).

Iqbal mengatakan, pada awalnya pihak berwenang mengatakan korban tewas yang diduga pelaku berjumlah lima orang. Namun, setelah tim kepolisian memeriksa, ternyata Sugito adalah warga Griya Panorama Karawang, Jakarta Barat. Untuk pekerjaannya sendiri adalah kurir.

Dia menjelaskan, hal yang membuat Sugito diduga pelaku terorisme adalah karena pada saat kejadian, saksi mata melihat Sugito dan DJK berjalan berbarengan. "Kami menduga dua-duanya pelaku. Kami juga menemukan identitas Sugito di sakunya bernama Sugito," tutur dia.

Polisi menyebutkan, pelaku bom Sarinah ada empat orang. Dua pelaku dilumpuhkan di parkiran Starbucks Coffee bernama MA (40) dan AS, DJK sebagai eksekutor pengeboman pos lalu lintas, dan yang meledakkan diri di dalam Starbucks Coffee adalah AM.

  Republika  

Denmark Tawarkan Kerjasama Industri Pertahanan

Kerjasama yang menguntungkan bagi kedua negara melalui kerjasama transfer teknologiMenteri Pertahanan Republik Indonesia Raymizard Ryacudu menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge, Rabu (13/1) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara khususnya kerjasama di bidang pertahanan.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Denmark yang juga didampingi perwakilan delegasi dari Industri Pertahanan di Denmark yaitu industri kapal dan radar menyampaikan kepada Menhan bahwa Denmark siap melakukan kerjasama industri pertahanan yang menguntungkan bagi kedua negara melalui kerjasama transfer teknologi.

Dubes Denmark mengatakan bahwa tahun lalu adalah tahun yang sangat penting bagi hubungan Indonesia dan Denmark, dimana Ratu Denmark berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Indonesia. Pada saat kunjungan tersebut, kedua negara telah banyak menandatangani beberapa perjanjian kerjasama diantaranya kerjasama di bidang pertahanan. “Tema kunjungan kenegaraan tahun kemarin adalah dalam rangka untuk membangun kemitraan strategis dan inovatif”, jelasnya.

Disampaikannya, saat ini peningkatan hubungan kerjasama dengan Indonesia menjadi agenda yang paling penting bagi pemerintah Denmark. Khusus di bidang pertahanan, tidak hanya dalam kerjasama di bidang industri pertahanan tetapi juga di bidang misi perdamaian dunia dan kerjasama untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menghadapi keamanan global.

Untuk kerjasama industri pertahanan, Denmark siap melakukan kerjasama yang lebih strategis dan produktif yang menguntungkan bagi kedua negara melalui kerjasama transfer teknologi. “Jadi ini tidak masalah jual beli, tetapi juga bagaimana kita saling bertukar pikiran kemudian bagaimana memberikan transfer teknologi dan kerjasama yang lebih strategis dan produktif antara kedua negara”, jelasnya.

Sementara itu menanggapi apa yang disampaikan Dubes Denmark tersebut, Menhan menyambut baik keinginan pemerintah Denmark untuk meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia khususnya di bidang industri pertahanan. Menhan berharap keinginan tersebut lebih lanjut dapat dikomunikasikan dengan industri pertahanan dalam negeri Indonesia terkait apa yang dapat dikerjasamakan antara kedua negara. (BDI/SAS)
 

  DMC  

Indonesia ini memang aneh

Ada bom bukannya kabur malah nonton, http://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/01/16/170/1077646/akbp-untung-aneh-ada-bom-bukan-kabur-malah-nonton-8ea.jpgPenanganan teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. (Dok/SINDOphoto)

Sempat beredar video yang menyebutkan dua pelaku teroris di kawasan parkiran Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, meledakkan diri dengan bom yang dibawanya. Namun ternyata dua teroris tersebut ditembak polisi.

AKBP Untung Sangaji dan Ipda Tamat merupakan anggota polisi yang melumpuhkan dua teroris tersebut. Menurutnya, sebelum bom meledak kedua teroris telah ditembak di bagian kakinya.

"Setelah kita tembak dia terkejut kemudian bom yang di sebelah kirinya jatuh kemudian meledak," kata Untung seusai diskusi Polemik SindoTrijayaFM, Cikini, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Untung memastikan, dua teroris di parkiran itu tak melakukan bunuh diri. Hal itu sekaligus meluruskan pemberitaan yang beredar di masyarakat selama ini.

"Jadi itu bukan bom bunuh diri, kalau itu bom bunuh diri pasti sudah hancur tubuhnya, kan dilihat tubuhnya masih utuh," jelasnya.

Kata Untung, setelah ditembak di bagian kaki, pelaku kemudian refleks dan mengakibatkan bom yang dipegangnya jatuh dan meledak.

"Setelah meledak, untuk memastikan kita tembak lagi, karena masih ada bom yang lebih besar. Kasihan yang nonton di sebelah sana. Indonesia ini memang aneh, ada bom bukannya kabur malah nonton, kan gila ini," pungkasnya. (zik)

  sindonews  

Tugas Jaga Perbatasan

Prajurit Kostrad Jalan Kaki 4 Jam untuk Ambil Logistik Dengan berjalan kaki di tempat terjal dan licin anggota Satgas Pamtas Yonif Raider 411/Pandawa Kostrad panggul logistik

DALAM melaksanakan tugas sebagai penjaga perbatasan RI-PNG, cukup banyak hambatan rintangan yang dihadapi prajurit Yonif Raider 411/Pandawa Kostrad Pos Bewan Baru yang berada di ditapal batas daerah pedalaman dan terpencil.

Untuk kebutuhan logistik, prajurit tergantung dari mobilitas helikoper. Dan jika cuaca tidak mendungkung karena di Papua sektor utaran, alamnya ekstrem, maka logistik biasanya dikirim ke kampung terdekat yaitu Kampung Kibay.

Nah di sinilah masalahnya. untuk ke ampung terdekat yaitu Kampung Kibay jika melalui jalur darat yang dapat ditempuh berjalan kaki selama 3-4 jam,” ujar Danpos Bewan Baru Letda Inf Sukirno.

Sungai dengan arus yang deras dan medan hutan rimbun jalan yang licin cukup berbahaya harus mereka lalui demi bertahan hidup, bahkan mereka rela menggotong menggunakan tandu apabila ada salah satu rekannya yang sakit hingga ke titik penjemputan ambulan di Kampung Kibay dengan.Mereka juga kerap mendapat ancaman kelompok pengacau keamanan.

Walau beratnya medan yang harus mereka lalui, prajurit yang tinggal di Pos Bewan Baru Satgas Pamtas Yonif Raider 411/Pandawa Kostrad tetap mengutamakan kewaspadaan dan keamanan dalam setiap kegiatannya.

Kegiatan yang mereka lakukan untuk menjaga moril dan semangatnya yakni melaksanakan bercocok tanam di sekitar Pos, meskipun mereka harus bergelut dengan hama tanaman seperti serangga yang bisa merusak tanaman yang mereka budidayakan seperti jagung, dan sayuran lainnya, mereka tetap sabar menghadapinya. “Mereka selalu yakin bahwa tugas menjaga perbatasan adalah tugas yang sangat mulia.

Meskipun mereka harus bertahan hidup dengan keterbatasan, mereka selalu semangat dan gembira dalam mengemban tugas yang sangat mulia ini untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Mereka tidak rela kehilangan sejengkal tanah ibu pertiwi seperti contoh Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste, tujuan mereka hanya satu yaitu menjaga dan mengamankan keutuhan wilayah NKRI.(B)

  ★ Poskota  

[Foto] 2 Hari Jelang Peluncuran PKR10514

Kesibukan yang tak biasa terlihat di kawasan PT. PAL di Surabaya Jawa Timur. Selain menyiapkan kapal, sejumlah tenda juga tengah dibangun. Tak heran, pasalnya pada Senin pagi, PT.PAL akan meluncurkan 2 kapal sekaligus, yaitu PKR10514 pesanan Kementrian Pertahanan serta Kapal SSV pesanan Filipina. 


Dari pantauan ARCinc di lapangan, tampak PKR10514 sudah gagah terlihat berhadapan dengan kapal SSV. Di Kapal PKR juga sudah terlihat meriam 76mm, namun Millenium Gun yang seharusnya berada di belakang meriam utama tampak belum terpasang. Untuk Kapal SSV juga sudah terlihat utuh. Sekilas kapal ini mirip dengan LPD yang telah dibuat PT.PAL sebelumnya dengan kapasitas 2 helipad serta hangar.

Dengan bobot 2300 ton, Kapal perang PKR 10514 ini bisa dibilang sekelas Light Fregat. Kapal sekelas ini sangat dibutuhkan oleh TNI-AL mengingat luasnya lautan yang harus dijaga, sekaligus mampu memberikan efek gentar. Seperti umumnya Light Fregate, PKR10514 akan dilengkapi sejumlah persenjataan mematikan. Sejauh ini belum ada rilis resmi mengenai jenis dan jumlah persenjataan PKR10514. Hanya saja disebutkan kapal ini nantinya memiliki kemampuan peperangan 3 dimensi, yaitu permukaan, udara dan bawah permukaan.

Untuk peluru kendali, kemungkinan besar masih menggunakan keluarga besar Exocet. Namun, yang menarik, di belakang meriam utama, terdapat sejumlah peluncur rudal dengan sistem Vertical Launch. Kapal sepanjang 105 meter ini juga memiliki helideck dengan kapasitas heli mencapai 10 ton. Bahkan, menilik dari rancangan yang ada, PKR nantinya akan memiliki hangar khusus helikopter. Suatu hal yang tak dimiliki oleh kapal perang kelas Sigma TNI-AL sebelumnya.

Yang menarik juga, ketika ARCinc mendatangi PT.PAL tampak satu modul telah tiba dari Belanda. Modul ini nantinya akan dipasang pada kapal perang PKR10514 kedua.
  ARC  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...