Senin, 23 Mei 2016

Mainan dari Belgia

Berupa 50 unit kenderaan militer bekas dari Belgia Foto diambil dari formil def.pk

K
emaren malam telah tiba kendaraan militer bekas angkatan darat Belgia M113A1-BE. Kendaraan militer angkut personil ini akan digunakan oleh TNI AD kedepannya.

Kendaraan militer angkut ini merupakan kiriman kedua, setelah 2 tahun lalu yang turut dalam parade militer HUT TNI di Surabaya.

Tak tangung-tangung kiriman kedua ini sebanyak 50 unit yang akan dikirimkan ke Bengpuspal TNI AD di Bandung. M113A1-BE sendiri merupakan kendaraan hasil produksi lisensi Belgia yang menyerupai kendaraan angkut aslinya M113 A2 buatan Amerika Serikat. Menurut kabar, kendaraan ini lebih baru dari M113A2, karena diproduksi pada tahun 1980-1988.

[​IMG]Selain itu juga diprediksikan oleh para pencinta militer, bahwa selain kendaraan angkut M113 A1-BE, juga akan datang M109A4+ Howitzer yang sempat di survei pejabat tinggi dari TNI AD baru baru ini.

Seperti terlihat di gambar kendaraan howitzer ini juga terdapat stiker bendera Merah Putih dengan nomor 025, sama seperti kendaraan angkut personil M113 A1-BE dibelakangnya yang juga telah ditempel bendera Merah Putih, seolah telah dipilih.

Bila benar adanya maka akan banyak ragam howitzer yang akan digunakan TNI AD, hanya bedanya kendaraan ini bukan beroda ban namun berantai layaknya sebuah Tank.

Selain itu juga beredar berita akan datangnya kendaraan militer pesanan TNI AD lainnya, Leopard 2 RI. Kabarnya MBT pesanan TNI AD ini sudah sampai di Jakarta siang ini.

Berikut foto lainnya yang diambil dari defense.pk :

2016-05-22_22.26.38.jpg
2016-05-22_22.25.43.jpg

  Garuda Militer  

[Dunia] Serangan Udara AS Diduga Tewaskan Pemimpin Taliban

Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) diduga kuat telah menewaskan pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Mansour. (Istimewa) 

Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) diduga kuat telah menewaskan pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Mansour. Ia diduga tewas dalam serangan udara yang dilancarkan AS, kemarin.

Menurut laporan CNN, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (22/5), Mansour tewas kala AS melakukan serangan udara dengan menggunakan drone di wilayah perbatasan Afghanistan dan Pakistan.

"Tentara Afghanistan berhasil menewaskan dua Komadan Taliban di Afghanistan Selatan, dan serangan udara terhadap Mansour dilakukan di daerah terpencil, dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan," bunyi laporan CNN yang mengutip sumber di Pentagon.

"Washington masih mengevaluasi hasil serangan udara dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika kematian ketua kelompok pemberontak di Afghanistan itu telah dikonfirmasi," sambungnya.

Ini bukan pertama kalinya Mansoru dikabarkan tewas. Desember lalu, Mansour juga dikabarkan tewas setelah terluka parah akibat bentrok antara kelompok militan di dalam tubuh Taliban.

Namun, tidak lama Taliban merilis sebuah pesan audio sebagai bukti jika Mansour masih hidup. Pesan berdurasi 16 menit itu mengatakan, laporan yang menyatakan Mansour telah tewas sengaja disebar untuk menciptakan perpecahan di tubuh Taliban.

 Pentagon Masih Coba Verifikasi Kabar Kematian Mansour

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau yang biasa disebut Pentagon, angkat bicara mengenai laporan yang menyebut serangan udara AS telah menewaskan pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Mansour. Pentagon mengaku masih mencoba memverifikasi hal itu.

"Kami masih mengkaji hasil serangan dan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah tersedia," kata juru bicara Pentagon, Peter Cook dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (22/5).

Sementara itu, pihak Afghanistan menuturkan telah mendapatkan informasi mengenai kemungkinan tewasnya Mullah dari pihak AS. Namun, sama halnya dengan Pentagon, Afghanistan sampai saat ini masih belum bisa memberikan konfirmasi mengenai laporan itu.

Sebelumnya diberitakan, menurut laporan CNN,, Mansour tewas kala AS melakukan serangan udara dengan menggunakan pesawat nir-awak di wilayah perbatasan Afghanistan dan Pakistan.

Taliban sendiri sampai saat ini masih belum memberikan respon apapun mengenai laporan kematian pemimpin mereka tersebut. Jika benar, ini akan menjadi pukulan yang cukup telak bagi kelompok pemberontak Afghanistan itu. (esn)
 

  sindonews  

Minggu, 22 Mei 2016

F-16 dan Hawk membuat kagum Pekanbaru

Pesawat tempur F-16 TNI AU (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf) 

Atraksi fly pass oleh empat pesawat tempur F-16 dan Hawk 100/200 dari Skadron Udara 16 dan 12 membuat kagum ribuan pengunjung hari terbuka Bulan Dirgantara di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu.

Atraksi terbang rendah melintas itu dilakukan selama lebih kurang 20 menit yang diawali dengan dua Hawk 100/200 dari berbagai penjuru yang menskenariokan Roesmin Nurjadin sedang diserang musuh.

Kedua pesawat itu nmelakukan pengintaian dengan terbang rendah sebelum akhirnya menyerang. Atraksi terbang rendah itu turut menggunakan sejenis bahan peledak yang sebelumnya ditanam di satu lokasi jauh dari penonton.

Bahan peledak dengan daya ledak rendah itu diibaratkan sebagai bom yang dibawa kedua pesawat untuk menyerang musuh. Sesaat pesawat itu melintas, bom meledak dan menambah decak kagum ribuan pengunjung.

Setelah Hawk 100/200 selesai beratraksi, giliran dua pesawat tempur F-16 yang bermanuver seperti Hawk 100/200. Hanya saja, dengan efek suara yang lebih kencang sehingga makin membuat pengunjung kagum.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Hendy Alfiandi, kepada Antara mengatakan, kegiatan Bulan Dirgantara HUT ke-70 TNI itu terbuka untuk umum demi menumbuhkan kecintaan kepada dunia penerbangan.

Hendy mengatakan kegiatan itu untuk mendekatkan TNI AU dengan masyarakat Pekanbaru dan Riau. "Kami ingin mendekatkan masyarakat Riau bahwa kami memiliki kekuatan strategis, apa yang dimiliki dan kemampuan kami ke masyarakat," kata Hendy.

Bulan Dirgantara digelar selama tiga hari sejak dua hari lalu (20/5) yang menyuguhkan beragam acara seperti Drag Bike, Slalom Mobil, panggung hiburan, pameran pesawat F16 dan Hawk 100/200 serta sejumlah persenjataan TNI AU.
 

  Antara  

Kunjungan RI ke Rusia untuk Perkuat Perdamaian

Jokowi n Putin [berita satu]

Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Mohammad Chandra Widya Yudi menilai kunjungan Indonesia ke Rusia adalah semata-mata untuk menjaga stabilitas perdamaian dunia.

"Dasar politik bebas aktif Indonesia kita harus amankan stabilitas perdamaian dunia. Bukan hanya yang sedang bersengketa namun Indonesia juga mesti menjaga perdamaian," kata Chandra kepada RRI PRO 3 di Jakarta, Sabtu (21/5/2016).

Chandra juga menilai pertemuan tersebut juga baik untuk Indonesia memainkan perannya di mata dunia.

"Ini baik untuk Indonesia memainkan perannya," ujarnya.

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama di bidang pertahanan ketika bertemu di Sochi. Rusia juga ingin memproduksi amunisi militer di Indonesia.

Rusia saat ini menjadi eksportir senjata terbesar kedua dunia setelah AS. Indonesia sendiri sudah membeli sejumlah jet tempur Su-35 Rusia untuk menggantikan armada pesawat tempur buatan AS.

Pendekatan Rusia pada Indonesia ini menjadi salah satu langkah Rusia membangun kekuatan dengan negara-negara Asia sejak Moskow dijatuhi sanksi oleh negara-negara Barat. Sanksi dijatuhkan setelah Rusia dituduh Barat melakukan intervensi militer dalam krisis Ukraina. (LS/AA)
 

  RRI  

Negoisasi Jalan Terus

Sukhoi Su 35 Rusia

Kementerian Pertahanan masih melanjutkan negosiasi dengan Rusia untuk pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35. Rencananya, Indonesia akan membeli delapan unit pesawat Sukhoi. "Tapi kami masih terkendala skema pembayaran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada solusinya," kata Laksamana Muda TNI Leonardi, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, saat dihubungi, 20 Mei 2016.

Selain persoalan skema pembayaran, Leonardi mengatakan Indonesia dan Rusia juga masih mencari titik temu ihwal transfer teknologi. "Kami masih nego, sejauh mana dia (Rusia) mau ngasih, sejauh mana kita minta. Ini yang sedang dipertemukan," kata dia.

Menurut Leonardi, Indonesia dan Rusia sampai saat ini memang belum menyepakati pembelian. "Semoga tidak sampai setahun sudah tanda tangan kontrak," ujarnya.

Kementerian Pertahanan semula menginginkan pembelian satu skuadron Su-35. Namun anggaran saat ini tidak memungkinkan untuk mendapatkan delapan pesawat tempur. "Satu pesawat sekitar US$ 100 juta (sekitar Rp 1,36 triliun), lengkap dengan senjata," kata Leonardi.

Awal Mei lalu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia untuk menyaksikan kesepakatan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35. Pesawat tersebut akan digunakan untuk mengamankan perairan Indonesia untuk menunjang cita-cita Jokowi menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim. Menurut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, urgensi pembelian Sukhoi telah dibahas dalam simposium.

Namun pernyataan Ryamizard dibantah oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Menurut Retno, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Vladimir Putin tidak melakukan pembicaraan khusus tentang rencana pembelian Sukhoi Su-35. "Kemarin kami bicara mengenai masalah kerja sama pertahanan dalam konteks lebih luas. Tidak hanya mengenai masalah pembelian alutsista, tapi juga terkait transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan lain-lain," katanya di Radisson Blu Hotel, Sochi, Rusia, Kamis lalu.

Retno melanjutkan, dalam pertemuan Jokowi dengan Putin, kerja sama pertahanan memang menjadi salah satu isu yang dibahas. Selain itu, isu perdagangan, investasi, pariwisata dan infrastruktur, serta maritim juga menjadi pembahasan Jokowi dengan Putin. "Saya dan Putin sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertahanan. Tadi juga kami bahas kerja sama di bidang alih teknologi, bidang produksi bersama, dan pendidikan serta pelatihan," ujar Jokowi.

Djauhari Oratmangun, Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Isu-isu Strategis, menambahkan bahwa detail mengenai pembelian, termasuk kesepakatan, ada di tangan Kementerian Pertahanan. "Itu levelnya Kementerian Pertahanan. Presiden enggak tanda tangan pembelian seperti ini (alutsista)," ujar mantan Duta Besar Indonesia Untuk Rusia ini.

Sukhoi Su-35 akan menggantikan armada F-5E Tiger II TNI-AU yang dianggap sudah uzur. Petempur Rusia tersebut berhasil menyingkirkan pesaing-pesaingnya yang sebelumnya juga telah mengajukan penawaran kepada Indonesia, seperti Lockheed Martin F-16V buatan Amerika Serikat, Eurofighter Typhoon buatan Inggris, dan JAS32 Grippen buatan Swedia.
 

  Tempo  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...