KRI REM 331 [GM Reedit]
Menhan Prabowo Subianto sejak awal memperingatkan kepada semua yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) jangan main-main dengan pertahanan dan kedaulatan negara. Prabowo juga meminta kepada jajarannya tidak terlibat dalam praktik rente di sektor pertahanan, tidak boleh ada kebocoran di belanja alutsista dan hak-hak kesejahteraan prajurit TNI.
Belanja alutsista akan diarahkan untuk perimbangan kekuatan pertahanan. Khususnya kapal perang Angkatan Laut, pesawat tempur Angkatan Udara dan Angkatan Darat.
“Menhan paham betul kondisi alutsista yang sudah baik harus ditingkatkan terus dan dimodernisasi tanpa henti,” ujar Staf Khusus Menhan Prabowo Subianto Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar, di Jakarta, Senin (25/11/2019).
Menurutnya, Prabowo mereview secara langsung terkait harga dan spesifikasi belanja alutsista yang sudah dialokasi pada 2019 dan riview alokasi 2020 agar tepat sasaran, ekonomis, efisien dan efektif.
“Belanja pertahanan harus digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan menjaga kedaulatan NKRI dengan minimalisasi kebocoran,” katanya.
⚓️ Dipublikasikan PT PAL
KRI Malahayati 362 [PT PAL]
Program Mid Life Modernization (MLM) korvet KRI Malahayati-362 memasuki tahapan Commodore Inspection di dermaga PT PAL Indonesia (Persero).
Commodore Inspection dipimpin oleh Kepala Pusat Kodifikasi Baranahan Kementerian Pertahanan RI Laksma TNI. Yos Sumiarsa, SE, M.Si. Commodore Inspection adalah inspeksi yang dilakukan untuk mengetahui hasil dari program MLM yang telah dilakukan, meliputi pengecekan semua item yang tercantum dalam kontrak MLM berjalan dengan baik.
Sebelumnya pada tanggal 15-21 November 2019 KRI Malahayati-362 telah menjalani Sea Trial untuk menguji platform dan sewaco.
PT PAL Indonesia (Persero) berhasil menyelesaikan kontrak yang terdiri dari 15 item modernisasi secara tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna. Modernisasi mencakup platform, sistem senjata dan komando (sewaco), termasuk modernisasi sistem pendorong kapal denga menggunakan combine diesel and diesel (CODAD) yang menjadikan lebih powerful, stabil dan ekonomis. Modernisasi juga dilakukan pada combat management system (CMS).
Hal tersebut menunjukan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki oleh PT PAL Indonesia (Persero) dalam menjalankan proyek yang telah dipercayakan.
Pada Renstra Mendatang
Ilustrasi F16V [Lockheed Martin] ★
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyebutkan TNI AU merencanakan pesan pesawat jet tempur jenis F-16 Block 70/72 Viper buatan Amerika Serikat pada rencana strategis berikutnya untuk melengkapi alat utama sistem pertahanan (alusista) Nusantara.
Jet tempur Viper yang tercanggih dan terbaru dari jenis F-16 yang ada, kata Yuyu Sutisna usai ikuti pelantikan siswa Setukpa angkatan 22 di Lapangan Lanud Ado Soemarmo, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat.
Namun, kata KSAU, hal tersebut tergantung kondisi anggaran dan situasi yang ada. Begitu juga pesawat jet tempur jenis Sukhoi 35 juga sudah ada perencanaan untuk membeli.
KSAU mengatakan alutsista di TNI dalam pengadaannya ada perencanaan jangka pendek dan panjang. Postur TNI AU hingga 2024 sudah ada dan tahun ini, akhir dari pada Renstra ketiga 2019 dan Januari 2020 masuk Renstra keempat.
"Tugas kami AU adalah membangun kekuatan melaksanakan atau memproses pengadaan yang ada di Renstra ketiga dan sudah hampir 100 persen yang waktunya tinggal sekitar 1,5 bulan lagi sudah diselesaikan. Kontrak-kontrak sudah hampir selesai semua. Dan, kalau sudah selesai tinggal menunggu kedatangan alutsista itu," kata KSAU.
Menurut dia, kontrak bermacam-macam ada yang mulai dari 6 bulan hingga 3 tahun sehingga mulai 2020 akhir akan mulai berdatangan alutsista hingga pada 2023 mendatang. Kemudian Renstra terakhir hingga 2024, TNI AU mempunyai kemampuan yang utuh sesuai dengan minimal 'essential force'.
"Pesawat jet tempur yang baru kita pengadaan di Renstra kedua dan ketiga, yakni jenis F-16 sebanyak 24 pesawat jet tempur. Dan, kemudian meningkatkan pesawat F-16 yang lama strukturnya atau bodynya diperbarui atau dimudakan juga avioniknya, sehingga dapat membawa senjata-senjata tercanggih sekelas rudal amraam yang jaraknya medium," katanya.
Selain itu, lanjut dia, untuk jenis pesawat angkut TNI AU pada Renstra tahun ini, sudah melakukan kontrak lima pesawat terbang jenis C 130 tipe J, dan pada Renstra berikutnya juga ada program pengadaan itu. Pengadaannya kontrak pesawat angkut ini, dengan waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Pesan pesawat seperti Hercules ini, antreannya Indonesia yang Ke-39.
Kasau mengatakan TNI AU telah merencanakan untuk membelikan pesawat jet tempur canggih jenis F-16 Block 70/72 Viper buatan Amerika Serikat, pada Renstra berikutnya. Namun, hal ini, tentunya tergantung kondisi anggarannya dan situasi.
Selain itu, TNI juga sudah mengontrak pesanan helikopter angkut sebanyak delapan unit, dan dua lagi untuk VVIP, Alutsista untuk radar di Indonesia untuk memenuhi target hingga 2024 sebanyak 32 radar.
Namun, kata dia, alutsista untuk radar hingga sekarang sudah terealisasi sebanyak 21 radar yang tersebar di wilayah Indonesia. Renstra tahun ini, ada enam radar, dan diharapkan Renstra berikutnya ada ada enam lagi, sehingga di akhir 2024 sudah terpenuhi kebutuhan radar di seluruh Nusantara.
♞ antara
[IG Pindad] ★
Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menerima kunjungan Menteri Pertahanan Republik Ghana, Dominic BA Nitiwul, Kamis (21/11/2019). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih jauh industri pertahanan Indonesia, sekaligus mempererat hubungan baik antar kedua negara.
Dominic BA Nitiwul mengaku senang jika bisa berkolaborasi dan transfer teknologi. Dominic menunjukkan ketertarikannya dengan salah satu produk industrial yaitu Excava Amphibious, produk ekskavator generasi terbaru yang dirancang untuk dapat beroperasi diatas air.
Menutup lawatannya ke Pindad, Menhan Ghana memuji performa dan kualitas senjata berbagai varian seperti SS2 V4, PM3 dengan silencer, Pistol G2 Combat, G2 Elite dan Pistol Armo V3.
♞ IG Pindad
Medium Tank Harimau [Pindad] ★
Indonesia's PT Pindad has signed an agreement with South African defence company Paramount Group to explore opportunities for collaboration on military platforms.
The accord was signed at the Defense and Security (D&S) 2019 exhibition in Bangkok, which concluded on 21 November.
PT Pindad said the memorandum of understanding (MOU) will look at the prospect of joint production programmes between the two companies. The Indonesian company added that the agreement could support co-operation on the Harimau medium tank, which PT Pindad is developing with Turkey's FNSS Savunma Sistemleri.
Another platform identified by PT Pindad for possible collaboration was the X18 fire support vessel - more commonly referred to in Indonesia as the 'tank boat' - which the company developed in collaboration with Indonesian shipbuilder PT Lundin.
The MOU between PT Pindad and Paramount Group will "explore the potential for joint production and contracts", said the Indonesian company, suggesting that such deals would support sales to South Africa or additional markets.
In support of the Harimau, PT Pindad also signed at D&S 2019 a letter of intent (LOI) with Belgian company John Cockerill Defense to facilitate the supply of 18 Cockerill 3105 turrets for integration onto the tank. This is believed to be related to the production of initial batches of the Harimau for the Indonesian Army.
Jane's previously reported that PT Pindad signed an agreement with the Indonesian Ministry of Defence in April to support the production of an initial batch of the tank, although a formal contract has not yet been finalised.
During the D&S 2019 show, PT Pindad also signed a "strategic partnership" agreement with the Malaysian Ministry of Defence (MoD). PT Pindad said the accord supports "export sales of defence and security products" to Malaysia.
♞ Jane's