Senin, 31 Oktober 2022
Minggu, 30 Oktober 2022
[Video] Atraksi Pesawat Tempur di HUT ke-77 TNI
✈️ Liputan KompasTVSejumlah rangkaian atraksi pesawat tempur dihadirkan di HUT ke-77 TNI pada Rabu, 5 Oktober 2022 di Istana Merdeka.
Rangkaian atraksi ini bergantian melintasi langit Istana Merdeka.
Presiden Jokowi dan sejumlah jajaran termasuk Panglima TNI menyaksikan atraksi rangkaian pesawat tempur ini.
Atraksi pertama yang melintas yakni formasi flypass pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang dipimpin oleh flight leader Mayor Penerbang Bambang Aulia Yudhistira.
Kemudian, atraksi dilanjutkan dengan tampilnya trimatra flight dari helikopter yang membawa bendera merah putih ukuran 20 meter kali 30 meter.
Atraksi trimatra flight ini melintasi langit depan Istana Merdeka.
Atraksi lalu dilanjutkan dengan rider flight dan ditutup dengan rangkaian atraksi tim jupiter, yakni pasukan akrobatik TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Rangkaian atraksi ini bergantian melintasi langit Istana Merdeka.
Presiden Jokowi dan sejumlah jajaran termasuk Panglima TNI menyaksikan atraksi rangkaian pesawat tempur ini.
Atraksi pertama yang melintas yakni formasi flypass pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang dipimpin oleh flight leader Mayor Penerbang Bambang Aulia Yudhistira.
Kemudian, atraksi dilanjutkan dengan tampilnya trimatra flight dari helikopter yang membawa bendera merah putih ukuran 20 meter kali 30 meter.
Atraksi trimatra flight ini melintasi langit depan Istana Merdeka.
Atraksi lalu dilanjutkan dengan rider flight dan ditutup dengan rangkaian atraksi tim jupiter, yakni pasukan akrobatik TNI Angkatan Udara (TNI AU).
✈️ Youtube
Label:
Helikopter,
Pesawat,
TNI,
TNI AU,
Video
Infoglobal Hadirkan Mock-up Jet Tempur Generasi 4,5
Mock up i-22 Sikatan [@DefenArt] ★
Ada kejutan jelang penyelenggaraan Indo Defence 2022 Expo & Forum di Jakarta pada 2-5 November 2022.
PT Infoglobal Teknologi Semesta (Infoglobal) akan menghadirkan mock-up jet tempur generasi 4,5 di ruang pamer outdoor Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Hal ini terlihat dari foto yang beredar di grup WA di mana mock-up pesawat dimaksud sedang diatur penempatannya di arena pameran outdoor JIExpo.
Airspace Review mengonfirmasi langsung ke CEO Infoglobal, Adi Sasongko. Ia membenarkan hal tersebut.
“Iya, betul. Akan dipamerkan di sana (JIExpo),” ujarnya.
Seperti diketahui, Indo Defence 2022 Expo & Forum akan dilaksanakan di tiga tempat.
Selain di JIExpo, Jakarta Pusat (2-5 November) juga akan dilaksanakan di Aprol Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (3-4 November), dan di Pondok Dayung Dock, Jakarta Utara (3-4 November).
i-22 Sikatan
Sementara itu, mengacu pada informasi dalam brosur Infoglobal, disebutkan bahwa jet tempur generasi 4,5 yang disebut sebagai i-22 Sikatan itu dirancang bermesin ganda.
Pesawat dapat melaksanakan peperangan elektronik, intelijen, pengawasan, maupun pengintaian jarak jauh.
Beragam persenjataan akan melengkapinya.
i-22 Sikatan berukuran kompak dengan panjang 12,5 m, tinggi 3,5 m, dan diawaki 1-2 pilot.
Pesawat dapat melaksanakan pertempuran udara dan serangan darat dengan kemampuan manuver ekstrem. -Poetra-
Ada kejutan jelang penyelenggaraan Indo Defence 2022 Expo & Forum di Jakarta pada 2-5 November 2022.
PT Infoglobal Teknologi Semesta (Infoglobal) akan menghadirkan mock-up jet tempur generasi 4,5 di ruang pamer outdoor Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Hal ini terlihat dari foto yang beredar di grup WA di mana mock-up pesawat dimaksud sedang diatur penempatannya di arena pameran outdoor JIExpo.
Airspace Review mengonfirmasi langsung ke CEO Infoglobal, Adi Sasongko. Ia membenarkan hal tersebut.
“Iya, betul. Akan dipamerkan di sana (JIExpo),” ujarnya.
Seperti diketahui, Indo Defence 2022 Expo & Forum akan dilaksanakan di tiga tempat.
Selain di JIExpo, Jakarta Pusat (2-5 November) juga akan dilaksanakan di Aprol Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (3-4 November), dan di Pondok Dayung Dock, Jakarta Utara (3-4 November).
i-22 Sikatan
Sementara itu, mengacu pada informasi dalam brosur Infoglobal, disebutkan bahwa jet tempur generasi 4,5 yang disebut sebagai i-22 Sikatan itu dirancang bermesin ganda.Pesawat dapat melaksanakan peperangan elektronik, intelijen, pengawasan, maupun pengintaian jarak jauh.
Beragam persenjataan akan melengkapinya.
i-22 Sikatan berukuran kompak dengan panjang 12,5 m, tinggi 3,5 m, dan diawaki 1-2 pilot.
Pesawat dapat melaksanakan pertempuran udara dan serangan darat dengan kemampuan manuver ekstrem. -Poetra-
[Foto] Penampakan Alutsista Pindad
♞ Akan ditampilkan pada pameran Indo Defence 2022Dari forum militer beredar penampakan foto alutsista produksi Pindad dengan polesan baru yang dipersiapakan untuk tampil perdana pada pameran Indo Defence 2022 di Kemayoran, Jakarta.
Berikut penampakannya :
Berikut penampakannya :
Dari twitter @AndyCav4 diposkan berbagai ranpur produksi Pindad.
Dari twiter @CEM_ALTINISIK & @IndonesiaDefen1 dipublikasikan MT Harimau kerjasama Pindad dengan FNSS. Dilengkapi kubah (turret) buatan CMI, Belgia.
Dari twitter @IndonesiaDefen1 diposkan penampakan baru ranpur kerjasama Pindad dengan Arquus dari Perancis, apakah akan menjadi Anoa 3?
♞ Garuda Militer
Kisah Pertempuran di Natarbora
Dikepung Fretilin hingga 3 Anggota TNI Gugur
Pertempuran di Natarbora, Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste, diakui Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen merupakan pertempuran terberat. (Foto/Ilustrasi/SINDOnews)
Operasi pertempuran di Natarbora, Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste, diakui Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen merupakan pertempuran terberat. Pasalnya dalam pertempuran melawan Fretilin tersebut, tiga anggota TNI gugur.
Seperti dikutip dari buku Kivlan Zen, Dari Fitnah Ke Fitnah, pria kelahiran 24 Desember 1946 ini menceritakan awal mula timnya terkepung di daerah rawa Natarbora, di pantai selatan Timor Timur.
"Pada 7 Juli 1987, kami mengisi logistik di tepi jalan antara Sungai Letter S melewati Barique dengan pengawalan di sebuah bukit di atas jalan," kata Kivlan Zen, Minggu (30/10/2022).
Pos pengintai melihat rombongan besar Fretilin dari Aituha melintas ke Gunung Aitana. Pos Kotis dan beberapa tim mengikuti rombongan besar itu ke arah Gunung Aitana selama tiga hari.
"Dukungan logistik menipis, maka bagi tim yang masih memiliki logistik berupa beras dan lauk kering, dikumpulkan dan diserahkan ke tim Letda Putut Winarno, Letd Suyono, Letda Syarifudin Harahap, Letda Raji'un, dan Sertu Chandra Hasan untuk tetap membuntuti rombongan besar Fretilin," jelas Kivlan.
Akhirnya rombongan tersebut menuju rawa Siwalan di Natarbora yang penuh sagu dan berdiam di sana. Berdasarkan info Tenaga Bantuan Operasi (TBO) asli orang Timor Timur yang menggunakan bahasa Tetun, terdengar suara teriakan Xanana ada di dalamnya.
"Semua tim yang mengisi dukungan logistik di selatan Barique siap menusuk dan menyerang rombongan Xanana dari arah barat rawa siwalan Natarbora," ucap Kivlan.
Kivlan dan Poskotis berada di dalam rawa bersama tim Putut Winarno Cs tidak bisa mengendalikan komunikasi dengan radio PRC 77 dengan lima tim yang membuntuti Xanana dan rombongannya.
Pada 8 Juli 1987 sekitar pukul 16.00 tiba-tiba 5 tim tersebut terkepung di rawa siwalan Natarbora. Sedangkan tim yang mengisi dukungan logistik di jalan raya Barique-Natarbora belum selesai mengisi logistik.
"Terjadi tembak-menembak di rawa yang rapat pohon siwalannya. Dua orang prajurit anggota tim Sertu Chandra Hasan gugur. Kejadian ini membuat Sertu Chandra Hasan marah dan ia berdiri menantang Fretilin," jelasnya.
"Karena posisinya berdiri, membuatnya menjadi sasaran tembak dan akhirnya Sertu Chandra juga gugur," tambah Kivlan.
Kivlan kemudian memerintahkan agar senjata dan radio jangan sampai direbut Fretilin. Sementara pasukan yang sudah mengisi logistik segera merapat memberikan bantuan kepada tim Putut Winarno Cs. Terjadilah pertempuran besar di rawa sagu melawan ribuan Fretilin sampai malam gelap.
"Baru kali ini aku mengalami pertempuran besar dibantu tembakan pesawat terbang, helikopter, tembakan Armed, dan tembakan kapal. Dari pihak Fretilin banyak yang meninggal selama perang tersebut," tuturnya.
Jenazah Sertu Chandra hasan dan 2 prajurit yang gugur dievakuasi ke Dili menggunakan helikopter untuk dimakamkan di TMP Dili.
"Selesai pertempuran besar itu, seluruh anggota Batalyon 303 melakukan pembersihan sampai ke pantai Lautan Hindia melalui rawa bakau dan bermalam di pantai," tutupnya. (maf)
♖ Sindonews
Pertempuran di Natarbora, Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste, diakui Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen merupakan pertempuran terberat. (Foto/Ilustrasi/SINDOnews)Operasi pertempuran di Natarbora, Timor Timur yang sekarang menjadi negara Timor Leste, diakui Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen merupakan pertempuran terberat. Pasalnya dalam pertempuran melawan Fretilin tersebut, tiga anggota TNI gugur.
Seperti dikutip dari buku Kivlan Zen, Dari Fitnah Ke Fitnah, pria kelahiran 24 Desember 1946 ini menceritakan awal mula timnya terkepung di daerah rawa Natarbora, di pantai selatan Timor Timur.
"Pada 7 Juli 1987, kami mengisi logistik di tepi jalan antara Sungai Letter S melewati Barique dengan pengawalan di sebuah bukit di atas jalan," kata Kivlan Zen, Minggu (30/10/2022).
Pos pengintai melihat rombongan besar Fretilin dari Aituha melintas ke Gunung Aitana. Pos Kotis dan beberapa tim mengikuti rombongan besar itu ke arah Gunung Aitana selama tiga hari.
"Dukungan logistik menipis, maka bagi tim yang masih memiliki logistik berupa beras dan lauk kering, dikumpulkan dan diserahkan ke tim Letda Putut Winarno, Letd Suyono, Letda Syarifudin Harahap, Letda Raji'un, dan Sertu Chandra Hasan untuk tetap membuntuti rombongan besar Fretilin," jelas Kivlan.
Akhirnya rombongan tersebut menuju rawa Siwalan di Natarbora yang penuh sagu dan berdiam di sana. Berdasarkan info Tenaga Bantuan Operasi (TBO) asli orang Timor Timur yang menggunakan bahasa Tetun, terdengar suara teriakan Xanana ada di dalamnya.
"Semua tim yang mengisi dukungan logistik di selatan Barique siap menusuk dan menyerang rombongan Xanana dari arah barat rawa siwalan Natarbora," ucap Kivlan.
Kivlan dan Poskotis berada di dalam rawa bersama tim Putut Winarno Cs tidak bisa mengendalikan komunikasi dengan radio PRC 77 dengan lima tim yang membuntuti Xanana dan rombongannya.
Pada 8 Juli 1987 sekitar pukul 16.00 tiba-tiba 5 tim tersebut terkepung di rawa siwalan Natarbora. Sedangkan tim yang mengisi dukungan logistik di jalan raya Barique-Natarbora belum selesai mengisi logistik.
"Terjadi tembak-menembak di rawa yang rapat pohon siwalannya. Dua orang prajurit anggota tim Sertu Chandra Hasan gugur. Kejadian ini membuat Sertu Chandra Hasan marah dan ia berdiri menantang Fretilin," jelasnya.
"Karena posisinya berdiri, membuatnya menjadi sasaran tembak dan akhirnya Sertu Chandra juga gugur," tambah Kivlan.
Kivlan kemudian memerintahkan agar senjata dan radio jangan sampai direbut Fretilin. Sementara pasukan yang sudah mengisi logistik segera merapat memberikan bantuan kepada tim Putut Winarno Cs. Terjadilah pertempuran besar di rawa sagu melawan ribuan Fretilin sampai malam gelap.
"Baru kali ini aku mengalami pertempuran besar dibantu tembakan pesawat terbang, helikopter, tembakan Armed, dan tembakan kapal. Dari pihak Fretilin banyak yang meninggal selama perang tersebut," tuturnya.
Jenazah Sertu Chandra hasan dan 2 prajurit yang gugur dievakuasi ke Dili menggunakan helikopter untuk dimakamkan di TMP Dili.
"Selesai pertempuran besar itu, seluruh anggota Batalyon 303 melakukan pembersihan sampai ke pantai Lautan Hindia melalui rawa bakau dan bermalam di pantai," tutupnya. (maf)
♖ Sindonews
Langganan:
Postingan (Atom)







