Kemajuan pesat kemampuan kapal selam nuklir China membuat AS kaget. [Reuters]☆
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kaget dan merasa telah diungguli Angkatan Laut China. Sebab, kemampuan kapal selam nuklir China saat ini maju pesat dari perkiraan AS.
Kekagetan AS itu disampaikan Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Joseph Mulloy kepada Komite Angkatan Bersenjata Parlemen AS. ”Cukup menakjubkan,” katanya.
Menurutnya, Beijing berhasil mengeksplorasi cara-cara baru untuk memproyeksikan kekuatan militernya di laut. ”Kualitas mereka mungkin tidak sama, namun pasukan kapal selam mereka tumbuh pada tingkat yang luar biasa. Mereka sekarang memiliki lebih banyak kapal selam nuklir dari yang kita miliki,” ujar Mulloy, seperti dilansir Russia Today, Kamis (26/2/2015).
“Mereka memproduksi beberapa kapal selam yang cukup menakjubkan dan mereka benar-benar mengerahkan segalanya,” lanjut dia. Mulloy melanjutkan, Angkatan Luat China setidaknya telah menyebar tiga (kapal selam nuklir) ke Samudera Hindia. Beijing juga mampu mengirim kapal selam dengan rudal balistik dalam sebuah misi yang berlangsung selama 95 hari.
”Kami tidak berpikir bahwa mereka memiliki senjata nuklir di kapal, tapi kami telah melihat mereka memproduksi rudal itu dan mengujinya,” ujar Mulloy. ”Kami tahu mereka keluar dengan bereksperimen dan ingin tampil di dunia dengan kapal selam yang canggih.
Angkatan Laut AS dilaporkan memiliki 71 kapal selam yang bisa diandalkan. Sedangkan China, menurut perkiraan Pentagon pada tahun lalu memiliki 77 kapal selam, 55 kapal amfibi besar dan menengah, dan sekitar 85 kapal perang kecil dengan senjata rudal.(mas)
Senator AS Mark Kirk menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak harus menawarkan konsesi nuklir ke Iran setelah latihan militer Iran untuk menghancurkan kapal induk AS dan awaknya.
Gambar ini diambil dari televisi pemerintah Iran, menunjukkan kerusakan pada kapal induk AS mock selama latihan pertahanan angkatan laut dan udara besar-besaran oleh Pengawal Revolusi Iran, dekat Selat Hormuz, Iran © AP Photo/ Iran TV♘
Amerika Serikat seharusnya tidak menawarkan konsesi nuklir ke Iran setelah latihan militer Iran untuk menghancurkan kapal induk AS dan awaknya, ungkap Senator AS, Mark Kirk dalam sebuah pernyataan.
"Sementara Iran berlatih serangan militer hari ini untuk membunuh kapal induk AS dan yang lebih dari 5.000 awak, pemerintah terus menawarkan konsesi nuklir yang lebih berbahaya ke Iran dalam negosiasi," kata Kirk, yang diterbitkan pada Rabu.
Sebelumnya pada hari itu, video muncul di YouTube di mana pasukan Korps Pengawal Iran berlatih menyerang dan menghancurkan replika dari kelas Nimitz kapal induk AS.
"Kita tidak boleh lupa bahwa negara teror Iran, bekerja sama dengan Hizbullah dan proxy Iran lainnya, telah menewaskan lebih banyak orang Amerika dari Negara Islam," Kirk menyimpulkan.
Program nuklir Teheran telah lama menjadi titik perhatian bagi Amerika Serikat dan masyarakat internasional. Dewan Keamanan PBB dan sejumlah negara telah memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap Iran, setelah menuduh negara mengembangkan senjata nuklir.
Iran telah berulang kali menolak klaim tersebut, menyatakan bahwa program pengayaan uranium untuk tujuan damai saja.
Iran dan kelompok P5 + 1, yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris dan Jerman, telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklir negara itu dalam beberapa tahun terakhir, tetapi dengan hasil yang terbatas. Sebuah kontrak jangka panjang harus ditempuh pada Juli 2015.[Sputnik]Meledek, Iran Ledakkan "Kapal Perang Amerika"
Iran meledakkan replika kapal perang Amerika dalam latihan perang. [BBC]♘
Garda Revolusi Iran meledek Amerika Serikat (AS) selama latihan perang di Selat Hormuz, Teluk Persia. Dalam latihan perang itu, Iran meledakkan replika kapal perang AS.
Aksi itu dilakukan hari Rabu kemarin. Stasiun televisi pemerintah Iran menayangkan insiden di mana rudal balistik ditembakkan pasukan Garda Revolusi Iran dari kapal cepat terhadap replika kapal perang AS.
”Pesan dari latihan perang ini adalah bahwa orang lain harus menaruh perhatian yang baik ke suatu titik bahwa mereka jangan sampai melakukan tindakan apapun di dekat lingkaran keamanan Republik Islam,” kata Jenderal Mohammad Ali Jafari, Kepala Komandan Garda Revolusi Iran, yang dilaporkan kantor berita Fars.
“Kami percaya (Iran) untuk menjadi pembela keamanan Selat Hormuz keamanan dan kami menunjukkan ini dalam latihan perang hari ini,” lanjut Jenderal Jafari yang juga dilansir Reuters, Kamis (26/2/2015).
Latihan perang Iran itu mereka namakan “Great Prophet 9” yang berarti “Nabi Besar 9”. Tak hanya meledakkan replika kapal perang AS, Iran juga memamerkan kemapuannya saat menembak jatuh drone.
Seorang Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Ali Fadavi mengatakan, bahwa kemampuan Iran “menjadi perhatian penting bagi Amerika”. ”Kami memiliki kekuatan di laut yang paling canggih yang tidak dapat dibayangkan oleh orang Amerika,” tuturnya.
Bulan lalu, Fadavi mengatakan bahwa pasukannya mampu menenggelamkan kapal induk Amerika dalam sebuah perang. Sementara itu, Kevin Stephens, juru bicara Armada 5 Angkatan Laut AS di Bahrain, mengabaikan latihan perang Iran yang meledek negaranya. ”Militer AS tidak peduli tentang latihan ini,” katanya.
”Kami cukup yakin kemampuan Angkatan Laut kami untuk membela diri,” lanjut dia. ”Sepertinya mereka sudah berusaha menghancurkan (kapal) yang setara dengan properti film Hollywood.”(mas/sindonews)
♞ Garuda Militer
'Indonesian Sniper' yang Pernah Beroperasi di Timor Leste
Anda sudah menonton film American Sniper? Atau Enemy at The Gates? Dua film sniper itu diangkat dari kisah nyata. American Sniper menceritakan kisah Chris Kyle seorang marinir Amerika yang beroperasi di Irak. Kyle bahkan mendapat julukan Setan Ramadi.
Kemudian dalam film Enemy at The Gates mengisahkan sniper Soviet di perang dunia kedua Vasily Zaytsev. Ketepatannya menembak dalam pertempuran Stalingrad membuat tentara Jerman gentar mendengar namanya.
Indonesia juga punya seorang sniper, namanya Tatang Koswara. Kini pria asal Bandung itu berusia 68 tahun, namun dia tetap bugar. Ingatannya pun masih kuat.
Saat majalah detik menemui Tatang, dengan penuh ekspresi kakek tujuh cucu itu mengisahkan pengalamannya bertempur di Timor Timur pada 1977-1978. Remexio, Lautem, Viqueque, Aileu, Becilau, dan Bobonaro adalah daerah operasinya di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat.
"Saya waktu itu menjadi pengawal Pak Edi, sekaligus ditugasi sebagai sniper," kata Tatang saat ditemui majalahdetik di kediamannya di lingkungan Kompleks TNI Angkatan Laut, Cibaduyut-Bandung, Selasa (3/2).
Meski di tanah air tak banyak yang mengenalnya, di dunia militer internasional justru mengakui reputasi Tatang sebagai sniper. Dalam buku 'Sniper Training, Techniques and Weapons' karya Peter Brokersmith yang terbit pada 2000, nama Tatang berada di urutan ke-14 sniper hebat dunia.
Di situ disebutkan bila Tatang dalam tugasnya berhasil melumpuhkan sebanyak 41 target orang-orang Fretilin.
"Itu sebetulnya cuma dalam satu misi operasi. Saya pernah tiga kali menjalankan misi, termasuk seorang diri," ujar Tatang yang memiliki sandi S-3 alias 'Siluman 3'.
Kata siluman dimaksudkan karena misi yang diembannya bersifat sangat rahasia. Sementara angka tiga merujuk ranking yang didapatnya saat mengikuti pendidikan sniper dari Kapten Conway anggota Green Barets Amerika Serikat pada 1973.Saya Biasa Menembak Kepala!
Tatang Koswara kini sudah pensiun dari TNI. Usianya pun sudah 68 tahun, namun dia tetap bugar, ingatannya juga masih kuat. Pada 1977-1978, Tatang beroperasi di Timor Leste melawan pasukan fretilin di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat.
Tatang, satu-satunya sniper Indonesia yang diakui dunia. Namanya masuk dalam buku 'Sniper Training, Techniques and Weapons' karya Peter Brokersmith yang terbit pada 2000, nama Tatang berada di urutan ke-14 sniper hebat dunia.
"Saya biasa membidik kepala. Cuma sekali saya menembak bagian jantung, dia pembawa alat komunikasi. Sekali tembak, alat komunikasi rusak orangnya pun langsung ambruk,” kata Tatang yang ditemui majalahdetik, pada 3 Februari lalu.
Tatang biasa menggunakan senjata laras panjang Winchester M-70 selama bertugas. Senjata ini mampu membidik sasaran hingga jarak 900-1000 meter.
Kemahiran menembak Tatang secara alami sudah terlatih sejak remaja. Setiap Jumat, dia biasa membantu orang tuanya berburu bagong (babi hutan) yang kerap merusak lahan pertanian dan perkebunan. Bidikannya lewat senapan locok nyaris tak pernah meleset.
Berbeda dengan warga lain yang biasa bergerombol saat memburu babi, Tatang justru lebih suka menyendiri. Ia juga sengaja mengejar babi yang lari ke hutan.
"Sasaran bergerak lebih menantang saya. Itu terbawa saat memburu Fretilin di Timtim," ujarnya.
Tatang tinggal di Bandung. Sebagai pensiunan dia masih tetap berolahraga untuk menjaga kesehatannya. Tatang sesekali mengisi pelatihan menembak bagi TNI.Siasat Tatang Sniper Legendaris Indonesia Saat Beraksi di Timor Leste
Tatang Koswara (68) tercatat sebagai sniper legendaris asal Indonesia. Pada 1977-1978 dia beroperasi di Timor Timur, kini Timor Leste. Ada lebih dari 40 orang fretilin yang menjadi korban tembakannya.
Ada satu trik unik yang dilakukan Tatang untuk mengelabui pasukan patroli musuh. Dia membuat sepatu khusus dengan alas dalam posisi terbalik sehingga jejak yang ditinggalkan menjadi berbalik arah.
"Cibaduyut kan dikenal sebagai pabrik sepatu, saya juga mampu membuat sendiri," ujar Tatang saat ditemui di rumahnya di kawasan Kodiklat TNI di Bandung, 3 Februari lalu.
masih tampak bugar dan kekar, ingatan Tatang Koswara pun masih jernih. Kakek tujuh cucu ini beroperasi di Remexio, Lautem, Viqueque, Aileu, Becilau, dan Bobonaro di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat.
"Saya pernah tiga kali menjalankan misi, termasuk seorang diri," ujar Tatang yang memiliki sandi S-3 alias 'Siluman 3'.
Tatang pernah terluka dalam satu pertempuran. Dia dikepung musuh dan betisnya tertembak peluru. Dengan gunting yang dia miliki, peluru dia cabut sendiri. Tatang yang seorang sniper ini kemudian bisa lolos dan menembak beberapa musuhnya.
"Sambil bersembunyi di kegelapan, saya congkel sendiri kedua peluru itu dengan gunting kuku," ujar Tatang seraya memperlihatkan bekas luka di kakinya.
Tatang masuk tentara melalui jalur tamtama di Banten pada 1966. Kala itu sebetulnya dia cuma mengantar sang adik, Dadang, yang ingin menjadi tentara. Tapi karena saat di lokasi pendaftaran banyak yang menyarankan agar dirinya ikut, dia pun mendaftar. Saat tes, ternyata cuma dia yang lulus.
Meski punya ijazah Sekolah Teknik (setara SMP), Tatang melamar sebagai prajurit tamtama menggunakan ijazah SR (Sekolah Rakyat) atau Sekolah Dasar. Selang beberapa tahun ia mengikuti penyesuaian pangkat sesuai ijazah yang dimiliknya itu. Sebagai bintara, ia ditempatkan di Pusat Kesenjataan Infantri (Pusenif). Di sana pula ia mendapatkan mengikuti berbagai pelatihan, mulai kualifikasi raider hingga sniper.
Seorang sniper, kata Tatang, harus berani berada di wilayah musuh. Fungsinya antara lain mengacaukan sekaligus melemahkan semangat tempur musuh. Target utama biasanya selain sniper musuh adalah komandan, pembawa senapan mesin, dan pembawa peralatan komunikasi.
Tatang yang biasa menggunakan senjata laras panjang Winchester M-70 selama bertugas. Senjata ini mampu membidik sasaran hingga jarak 900-1000 meter.
Kemahiran menembak Tatang secara alami sudah terlatih sejak remaja. Setiap Jumat, ia biasa membantu orang tuanya berburu bagong (babi hutan) yang kerap merusak lahan pertanian dan perkebunan. Bidikannya lewat senapan locok nyaris tak pernah meleset.
Berbeda dengan warga lain yang biasa bergerombol saat memburu babi, Tatang justru lebih suka menyendiri. dia juga sengaja mengejar babi yang lari ke hutan. "Sasaran bergerak lebih menantang saya. Itu terbawa saat memburu Fretilin di Timtim," ujarnya.
♙ Kemunculan "Drone" Tengah Malam di Paris Semakin Misterius
Drone quadcopter. (gadgetsdeal)♙
Sejumlah drone kembali muncul di langit Prancis untuk malam kedua dan polisi masih belum menemukan titik terang siapa pelakunya. Rabu (25/2) malam hingga dini hari waktu setempat, sekitar pukul 23.00 hingga 02.00, polisi mengidentifikasi tiga drone melayang di atas museum militer Inalides. Drone lainnya juga tampak di Place de la Concorde dan dua di gerbang masuk Paris.
Sedangkan malam sebelumnya sedikitnya lima drone terbang rendah di atas sejumlah fasilitas penting seperti menara Eiffel, Monumen Bastille, Alun-alun Place de la Concorde, Les Invalides, dan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS).
Untuk sementara penyidik hanya bisa mengidentifikasi drone tersebut menggunakan kamera film. Sebuah tim beranggotakan 10 pakar akan mempelajari film itu.
Penyidik menyatakan khawatir dengan kemunculan drone tersebut terkait dengan dua aksi teror sebelumnya di Paris yang menewaskan 17 orang.
Lebih lanjut penyidik menyatakan drone bisa dibeli dengan harga yang murah dan mudah didapatkan. Namun untuk mengoperasikannya perlu mentaati aturan. Disebutkan drone atau pesawat dilarang terbang di bawah ketinggian 6.000 meter di atas Paris. Pesawat yang terbang di bawah ketinggian tersebut memerlukan izin termasuk untuk helikopter polisi dan ambulans.Terbangkan "Drone" di Paris, 3 Jurnalis Al Jazeera Ditangkap
Tentara Prancis berjaga di dekat Menara Eiffel untuk melawan aksi terorisme. (NY Times)♙
Tiga jurnalis Al Jazeera ditangkap, Rabu (25/2), karena diduga menerbangkan pesawat tanpa awak (drone) secara ilegal saat polisi masih memburu operator pesawat tanpa awak yang melintasi sejumlah lokasi penting dan bersejarah di ibu kota Prancis.
Al Jazeera mengatakan dalam kicauannya di Twitter bahwa jurnalisnya sedang membuat film mengenai laporan soal kemisteriusan drone tersebut.
Tiga jurnalis itu akhirnya ditangkap Rabu sore setelah sebuah pesawat tanpa awak diketahui melintasi taman hutan Bois de Boulogne di barat Paris.
Mengoperasikan mesin tanpa lisensi di Paris adalah ilegal dan terancam hukuman maksimum satu tahun penjara dan denda senilai US$ 85.000, menurut kantor berita the Associated Press.
Namun, tidak ada hubungan antara penangkapan ini dan pesawat tanpa awak yang telah dua malam berturut-turut melintasi langit Paris.
Insiden drone yang tiba-tiba melintas memicu kebingungan dan keprihatinan karena negara itu sedang memperketat keamanan setelah terjadi serangan teroris bulan lalu.
Lima pesawat tanpa awak dilaporkan melintasi Place de la Concorde, Les Invalides dan Menara Eiffel antara Selasa (24/2) pukul 11 malam dan Rabu pukul 2 pagi.
Polisi berusaha mengusut siapa yang mengoperasikan pesawat tanpa awak itu walau hingga kini belum ada petunjuk yang mengarah pada aksi yang membahayakan.
Puluhan penyelidik dikerahkan untuk menuntaskan kasus ini, kata Kepolisian Daerah setempat dalam pernyataannya.
Christophe Naudin, kriminolog yang mendalami keamanan udara, mengatakan pesawat tanpa awak yang melintasi langit Paris pada Senin malam hingga Selasa malam bukanlah mainan dan harganya mencapai ribuan dolar.
Namun, Naudin mengatakan keberadaan drone tersebut bukanlah ancaman keamanan.
"Hal terburuk yang bisa terjadi adalah pesawat tanpa awak itu jatuh ke kepala seseorang," ujarnya.
"Jika mesin itu mati, drone akan jatuh, dan lumayan berat."
Pesawat tanpa awak yang terlihat terbang pada Rabu pagi bukanlah tipe drone yang canggih, kata Naudin, sehingga mungkin itu adalah pekerjaan orang yang bermain-main di tengah situasi kebingungan banyak orang atas misteriusnya pesawat tanpa awak yang melintas pada malam sebelumnya.
Sebagian besar warga Paris masih belum tenang setelah lebih dari sebulan diguncang oleh serangan teroris yang menewaskan 17 orang, termasuk 12 orang yang bekerja di tabloid Charlie Hebdo.
Ribuan personel keamanan dikerahkan di seluruh negeri karena pemerintah memperketat keamanan melawan ekstremisme dan aksi kebencian.
Pihak berwenang juga berusaha menggagalkan aksi warga Paris yang berencana bertarung bersama kelompok radikal di Irak dan Suriah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Amerika Serikat dan negara-negara lain telah "menyerah" berusaha untuk menghentikan Iran mendapatkan senjata nuklir.
Netanyahu mengaku akan terus menyuarakan keberatannya atas kemungkinan Iran membuat senjata nuklir.☆
Dalam pidatonya di hadapan para pendukung, Netanyahu menegaskan ia tidak bersedia menerima kenyataan seperti itu.
"Ada banyak alasan yang mengkhawatirkan tentang kesepakatan yang sedang digodok sekarang. Kekuatan dunia berkomitmen mencegah Iran membuat senjata nuklir,"
Dari kesepakatan yang muncul, tambahnya, tampaknya mereka telah menyerah dan pelan-pelan menerima kenyataan bahwa Iran suatu saat nanti akan memproduksi senjata nuklir.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan penilaian Netanyahu tentang perundingan nuklir dengan Iran mungkin tidak tepat.
Pernyataan Netanyahu ini tercatat sebagai pertikaian terbaru dengan pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Barack Obama terkait rencana pemimpin Israel itu berpidato di Kongres pekan depan. Benjamin Netanyahu diundang oleh para pemimpin partai Republik yang duduk di Kongres.
Menanggapi rencana pidato Netanyahu di Kongres, Penasehat Kemanan Nasional, Susan Rice, mengatakan kehadiran pemimpin Israel di Kongres pekan depan "merusak" hubungan Amerika dan Israel.