KRI BPD 322 frigate pertama PAL (PAL) Memasuki usia ke-46, PT PAL Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi industri maritim nasional. Momentum ini sekaligus menjadi penanda arah baru perusahaan, dari galangan kapal menjadi pusat inovasi teknologi maritim terintegrasi.
Selama hampir lima dekade, PT PAL telah berkembang dari industri pembangunan kapal militer dan niaga menjadi penyedia solusi maritim yang lebih komprehensif.
Transformasi tersebut kini difokuskan pada penguasaan teknologi, penguatan rantai pasok, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia guna menghasilkan produk berdaya saing global.
Untuk mendukung arah tersebut, perusahaan terus melakukan modernisasi fasilitas produksi, memperkuat kapabilitas engineering, serta meningkatkan kemampuan integrasi sistem. Langkah ini ditempuh agar setiap produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.
Dalam mendukung kemandirian industri pertahanan, PT PAL telah menghasilkan berbagai produk strategis, mulai dari kapal kombatan, kapal selam, frigate, kapal rumah sakit, hingga platform energi lepas pantai.
Produk-produk tersebut tidak hanya memperkuat postur pertahanan, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri pendukung dalam negeri.
Sejalan dengan itu, PT PAL juga memperkuat fokus pada riset dan inovasi teknologi pertahanan modern. Salah satu yang dikembangkan adalah Kapal Selam Otonom (KSOT), kapal selam tanpa awak yang dirancang sebagai sistem pengganda kekuatan untuk operasi bawah laut, dengan kemampuan pengawasan dan pengintaian di wilayah perairan strategis.
Pengembangan inovasi juga dilakukan melalui torpedo Piranha dengan sistem pemandu akustik presisi tinggi, serta teknologi laser weapon berbasis energi terarah yang dinilai lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika ancaman modern.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyebut inovasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi industri maritim nasional.
“Kami percaya industri maritim nasional hanya dapat tumbuh jika didukung oleh penguasaan teknologi, kualitas SDM, dan keberanian untuk terus berinovasi.
Saat ini, PT PAL tidak hanya membangun kapal, tetapi juga membangun ekosistem industri yang mampu memperkuat pertahanan, menggerakkan ekonomi, dan menciptakan nilai tambah bagi bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah transformasi dan inovasi tersebut menjadi fondasi dalam menjalankan amanah sebagai National Consolidator industri galangan kapal nasional.
“Sebagai National Consolidator, PT PAL tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga mengintegrasikan kekuatan galangan kapal nasional, mulai dari peningkatan kapabilitas industri, penguatan rantai pasok, hingga penguasaan teknologi, agar industri maritim Indonesia semakin mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
👷 PAL Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.