✈️ TNI AU menunggu keputusan Kemhan
Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters)
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan TNI AU menunggu keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan) soal rencana menambah empat unit pesawat angkut A400M.
"Sebagai pengguna kekuatannya adalah Panglima TNI. Jadi saya siapkan, Panglima yang menggunakan," kata Tonny saat jumpa pers usai upacara perayaan HUT Ke-80 TNI AU di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
Menurut Tonny, pihaknya hanya bertugas sebagai pengguna atau operator dari setiap alat utama sistem senjata yang dibeli Kemhan.
Tidak hanya sebagai pengguna, TNI AU juga memegang peran dalam perawatan, pembinaan dan pembangunan infrastruktur pendukung alutsista.
Selain itu, TNI AU juga bertugas untuk memastikan awak pengguna alutsista mendapat pelatihan yang layak dan berkualitas.
Untuk itu, dia kembali menegaskan bahwa TNI AU siap jika Kemhan akan mendatangkan empat pesawat A400M.
"Jadi, pengembangan pesawat A400M, kami menunggu dari Kemhan sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami, tetapi Angkatan Udara bersiap," ucap Tonny.
Untuk diketahui, TNI AU pada 2026 ini sudah memiliki dua unit A400M baru buatan Airbus. Pemerintah pun berencana menambah pesawat A400M untuk mendukung operasi militer dan nonmiliter yang dilakukan TNI AU.
"Kita sudah aktif (kontrak pembelian pesawat A400M) dua unit. Kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tanda tangan (pembelian) empat unit lagi. Sementara itu," kata Presiden Prabowo Subianto saat menerima unit pertama A400M di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada November 2025 lalu.
Namun demikian, hingga saat ini pihak Kemhan belum mengeluarkan pernyataan resmi soal tambahan pembelian pesawat angkut A400M tersebut.
Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan TNI AU menunggu keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan) soal rencana menambah empat unit pesawat angkut A400M.
"Sebagai pengguna kekuatannya adalah Panglima TNI. Jadi saya siapkan, Panglima yang menggunakan," kata Tonny saat jumpa pers usai upacara perayaan HUT Ke-80 TNI AU di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
Menurut Tonny, pihaknya hanya bertugas sebagai pengguna atau operator dari setiap alat utama sistem senjata yang dibeli Kemhan.
Tidak hanya sebagai pengguna, TNI AU juga memegang peran dalam perawatan, pembinaan dan pembangunan infrastruktur pendukung alutsista.
Selain itu, TNI AU juga bertugas untuk memastikan awak pengguna alutsista mendapat pelatihan yang layak dan berkualitas.
Untuk itu, dia kembali menegaskan bahwa TNI AU siap jika Kemhan akan mendatangkan empat pesawat A400M.
"Jadi, pengembangan pesawat A400M, kami menunggu dari Kemhan sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami, tetapi Angkatan Udara bersiap," ucap Tonny.
Untuk diketahui, TNI AU pada 2026 ini sudah memiliki dua unit A400M baru buatan Airbus. Pemerintah pun berencana menambah pesawat A400M untuk mendukung operasi militer dan nonmiliter yang dilakukan TNI AU.
"Kita sudah aktif (kontrak pembelian pesawat A400M) dua unit. Kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tanda tangan (pembelian) empat unit lagi. Sementara itu," kata Presiden Prabowo Subianto saat menerima unit pertama A400M di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada November 2025 lalu.
Namun demikian, hingga saat ini pihak Kemhan belum mengeluarkan pernyataan resmi soal tambahan pembelian pesawat angkut A400M tersebut.
✈️ antara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.