Jumat, 28 September 2012

Kapal Perang KRI Teluk Berau Akhiri Masa Tugas

http://i202.photobucket.com/albums/aa105/dsofandi/KRITelukBerau534.jpg
KRI Teluk Berau 534 (TNI AL)
Surabaya - Satu lagi kapal perang milik jajaran TNI AL KRI Teluk Berau 534 atau KRI Berau mengakhiri masa pengabdiannya.

Pelepasan KRI Berau ini dilakukan dengan upacara militer, di Dermaga Koarmatim Ujung, Jumat (28/9/2012).

Upacara pelesapan KRI Berau ini di pimpin langsung Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono. KRI Berau ini bergabung dengan jajaran TNI AL pada 22 April 1993.

"Kapal ini buatan Jerman Timur dari galangan kapal VEB Penee Werft Wolgast, Tahun 1977," kata Agung Pramono, Jumat (28/9/2012)..

Menandai masa bakti KRI Teluk Berau ini dengan penurunan ular ular perang di KRI Berau 534.

"Dengan penurunan ular ular perang ini maka kapal tersebut sudah tidak lagi menjadi bagian dari alutsista TNI AL," tambahnya.
© Tribunnews

Pertumbuhan Industri Pertahanan Erat Kaitannya dengan Kondisi Perekonomian Negara

http://www.dmc.kemhan.go.id/images/stories/berita/September/Bakohumas_Kemhan1.jpg
Jakarta - Industri Pertahanan sebagai salah satu unsur pendukung pertahanan negara, diharapkan dapat mendukung pengadaan alutsista dalam upaya mewujudkan kemandirian pemenuhan kebutuhan sarana pertahanan, sehingga memberikan daya tangkal dan kekuatan pertahanan yang handal. Selain itu pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional (termasuk di dalamnya Industri Pertahanan) erat kaitannya dengan kondisi perekonomian suatu negara. Jika laju perekonomian meningkat, maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional demikian juga sebaliknya. Demikian harapan Sekretaris Jenderal Kemhan MarsdyaTNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Direktur Teknologi Industri Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirtekind Ditjen Pothan) Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.M., dalam forum Bakohumas yang berlangsung selama sehari di kantor Kemhan Jakarta, Rabu (26/9). 

Lebih lanjut dikatakan Sekjen Kemhan bahwa kemampuan pertahanan negara akan sangat ditentukan oleh kemampuan industri pertahanannya sebagai bagian dari industri nasional. Sebagai komponen pendukung, industri pertahanan nasional harus mampu memenuhi spesifikasi teknis sesuai kebutuhan TNI sebagai pengguna termasuk faktor pemeliharaannya.

Untuk mendukung terwujudnya Industri Pertahanan yang berkemampuan maju, mandiri dan berdaya saing, dibutuhkan kebijakan tentang pemberdayaan seluruh Industri Nasional yang ada. Pemberdayaan Industri Pertahanan tersebut memerlukan adanya tekad dan keterpaduan upaya dari semua stake holder serta didukung oleh kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan segenap potensi sumber daya nasional termasuk perangkat regulasinya dalam bentuk peraturan perundang-undangan tentang Industri Strategis Pertahanan. Keberadaan undang-undang ini diperlukan agar dapat menyinergikan peraturan perundang-undangan lain terkait dengan Industri Pertahanan Nasional, serta optimalisasi upaya negara dalam mengelola Industri Pertahanan.

Untuk itu Sekjen Kemhan berharap Forum Komunikasi Kehumasan (Bakohumas) untuk dapat lebih meningkatkan komunikasi antar organisasi humas serta menjadikan media yang ada di lingkungannya untuk dapat diberdayakan guna memperlancar penyebarannya kepada masyarakat luas. Ke depan permasalahan pertahanan negara menjadi sangat kompleks, sehingga diharapkan tidak hanya bertumpu pada kementerian yang menangani pertahanan saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh kementerian atau instansi terkait, baik Lembaga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah, sesuai dengan lingkup tugas masing-masing.

Melalui forum ini Sekjen Kemhan menyampaikan harapannya agar komunitas kehumasan dapat membantu lembaga Legislatif, Eksekutif, Yudikatif serta lembaga masing-masing dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga masyarakat akan semakin mengerti tentang nafas dan urgensinya RUU Industri Pertahanan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Bakohumas yang diwakili Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Drs. Ismail Cawidu, M.Si menyampaikan mengenai Pengamanan Informasi dan Misi Diplomasi di Era Keterbukaan Informasi. Terkait masalah pertahanan dan keamanan, Ses Dirjen Informasi dan Kompublik Kemkominfo menyatakan bahwa kemajuan teknologi informasi dapat mengakibatkan tantangan di bidang pertahanan dan keamanan. Untuk itu diperlukan sinergitas antar kementerian atau lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Tantangan di bidang kemajuan teknologi merupakan tantangan yang luar biasa dan memerlukan kebersamaan antar instansi pemerintahan. “Oleh sebab itu, fahami betul konten yang terdapat dalam RUU Industri Pertahanan. Jika kita tidak memahami konten RUU tersebut maka kita tidak dapat mendukung RUU Industri Pertahanan. Untuk itu perlu adanya obligation to tell diantara peserta Bakohumas, ” tegas Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo.

Forum Bakohumas yang merupakan wadah dan sharing informasi diantara sesama lembaga pemerintah dan non pemerintah kali ini mengangkat tema, “Melalui Forum Kehumasan Kita Tingkatkan Wawasan dan Pemahaman Seluruh Masyarakat terhadap Urgensi RUU Industri Pertahanan”. Hadir sebagai pembicara dalam Forum Bakohumas  Direktur Hukum Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkum Ditjen Strahan) Kemhan M. Fachrueddin, M.H., M.M dan Dirtekind Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.Si dengan moderator Kepala Bidang Kerjasama Informasi Puskom Publik Kemhan Kolonel Laut Ir. Paruntungan Girsang, M.A.
© DMC

Seaman Brotherhood KRI Sultan Hasanuddin-366 dengan BRS Liberal F-43

http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20seaman%20brotherhood%20%20kri%20%20sultan%20hasanuddin%202.jpgLebanon - Seaman Brotherhood merupakan rasa persaudaraan dan senasib yang dirasakan diantara sesama pelaut di muka bumi ini. Rasa persaudaraan ini muncul mulai dari berkembangnya dunia pelayaran yang menyertai perdagangan antar pulau maupun antara negara melalui laut yang menggunakan kapal motor maupun perahu layar. Pada jaman dahulu, apabila sebuah kapal mengalami kerusakan di tengah laut, yang dapat menolong hanyalah sesama pelaut yang sedang melintas dekat kapal tersebut. Hal ini yang menjadikan lahirnya sebuah ikatan persaudaraan yang kuat diantara sesama pelaut sampai dengan saat ini.

Untuk memupuk ikatan persaudaraan tersebut, prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 dan prajurit BRS Liberal F-43 (Brazil) saling mengadakan kunjungan ke masing-masing kapal perang saat sandar di pelabuhan Beirut, Lebanon, Sabtu (22/9). Selain untuk mempererat rasa persaudaraan sesama pelaut, kunjungan ini juga bertujuan untuk mengenal lebih dekat keadaan dan situasi masing-masing kapal perang tersebut.

http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20seaman%20brotherhood%20%20kri%20%20sultan%20hasanuddin%206.jpgKunjungan personel BRS Liberal F-43 ke KRI Sultan Hasanuddin-366 dilakukan pada pukul 09.00 waktu setempat dan diterima oleh Palaksa KRI Sultan Hasanuddin-366  Mayor Laut (P) Setyawan, S.T. di Lounge Room Perwira. Setelah itu, rombongan personel BRS Liberal yang terdiri dari tiga perwira dan tiga bintara tersebut melaksanakan ship tour yang dipandu oleh Letda Laut (P) Aldwin dan Letda Laut (P) Ryan serta seorang bintara. Mereka melihat-lihat peralatan dan persenjataan yang dimiliki di KRI Sultan Hasanuddin-366. Mulai dari ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), Anjungan, Geladak Exocet, Geladak Helikopter, Haluan, gudang amonisi meriam kaliber 76 mm, dapur, ruang kesehatan, Machine Control Room (MCR) dan ruang loundry. Ruang PIT merupakan hal yang paling menarik bagi personel angkatan laut Brazil tersebut. Mereka banyak menanyakan tentang berbagai system control yang berada di ruangan ini dan berbagai armament apa saja yang dapat dikendalikan dari jantung kapal perang ini. Dan semua keingintahuan tamu kunjungan ini dapat dijelaskan oleh pemandu.

Rombongan personel Marinha Do Brasil yang diketuai oleh Sub Leutenant Pedro Paina ini juga dapat melihat dari dekat tentang kehidupan sehari-hari prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 dengan melihat ruang akomodasi prajurit meliputi kamar tidur, ruang rekreasi, ruang makan dan alat kebugaran yang terdapat di kapal serta menanyakan langsung kepada pemandu bintara kapal. Terlihat suasana akrab dan hangat dalam kegiatan kunjungan ini, kedua pihak dapat saling tukar pengalaman mengenai keangkatanlautan dari negaranya masing-masing.

http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20seaman%20brotherhood%20%20kri%20%20sultan%20hasanuddin%203.jpgBegitu pula pada saat yang sama, enam personel dari KRI Sultan Hasanuddin-366 yang terdiri dari tiga perwira dan tiga bintara mengadakan kunjungan ke BRS Liberal yang sedang sandar bersebelahan dengan KRI Sultan Hasanuddin-366 di dermaga Beirut. Rombongan diterima oleh Leutenant Fabio Fonseca yang berprofesi sebagai pilot helikopter Super Lynx. Rombongan berkeliling kapal mulai dari geladak heliopter, ruang PIT, anjungan, haluan,  ruang mesin pokok, ruang turbin, dapur dan tempat akomodasi prajurit BRS Liberal. Dengan adanya kegiatan kunjungan ini kiranya dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara personel peace keeper MTF UNIFIL  baik dalam kegiatan operasi maupun latihan bersama. Lebih luas lagi dengan jiwa dan semangat seaman brotherhood ini diharapkan dapat mempererat hubungan  diplomasi antara  dua negara.

Sebelum sandar di pelabuhan Beirut, KRI Sultan Hasanuddin-366 telah melaksanakan ontask ke-12 selama sepuluh hari, mulai tangal 11 sampai dengan 21 September 2012. Di sela-sela kegiatan operasi di Area of Maritime Operation, berbagai latihan dilaksanakan oleh para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366, baik latihan internal maupun latihan bersama dengan unsur MTF lainnya. Latihan tersebut antara lain latihan peran kebakaran, peran kebocoran, peran peninggalan, peran tempur bahaya umum, peran tempur bahaya udara, peran tempur bahaya asymetris dan mailbag transfer dengan TCG  Kilic (Turki). Latihan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan dan mengasah naluri tempur para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 sesuai dengan tugasnya. Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan, dalam setiap ontask prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 menerima berbagai pelajaran yang disampaikan oleh perwira kapal yang dilaksanakan di Lounge Room Tamtama. Materi pelajaran antara lain sejarah Lebanon, intelijen, kesehatan, winching exercise, hely deck party, standar komando, visit boarding search and seizure, table manner dan lain-lain.

http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20seaman%20brotherhood%20%20kri%20%20sultan%20hasanuddin%204.jpg

Sampai dengan saat ini KRI Sultan Hasanuddin-366 telah berhasil melaksanakan hailing sebanyak 441 kali kontak kapal permukaan dan memonitor military air activity sebanyak 88 kontak udara, ini merupakan pencapaian yang membanggakan selama tiga bulan penugasan sejak bergabung dengan Maritime Task Force UNIFIL  pada tanggal 15 Juni 2012 lalu. Setelah melaksanakan bekal ulang logistik dan maintenance rutin selama sandar, selanjutnya pada Minggu sore tanggal 23 September 2012, KRI Sultan Hasanuddin-366 kembali bertolak menuju Area of Maritime Operation (AMO), Laut Mediterranean untuk melaksanakan tugas operasi yang ke-13.

... Jales Veva Jaya Mahe ...
© Koarmatim

KRI Dewaruci Akhiri Muhibah Luar Negeri di Srilanka

http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20kri%20dewaruci%20akhiri%20muhibah%201.jpgColombo - Colombo Srilanka merupakan pelabuhan terakhir  KRI Dewaruci dalam pelayaran keliling dunia 2012 sebelum memasuki  perairan Indonesia setelah 254 hari meninggalkan tanah air sejak keberangkatannya dari Pangkalan Surabaya (15/1) yang di lepas keberangkatannya oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno. 

Setibanya di dermaga Colombo Srilanka (21/9) KRI DWR di sambut oleh Athase Pertahanan Kolonel Laut (E) Putu Angga beserta Ibu Protokoler KBRI Abdulah Zulkifli, beberapa perwira Staf  serta satu pleton korps musik Angkatan Laut Srilanka.

http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20kri%20dewaruci%20akhiri%20muhibah%202.jpgRombongan yang terlibat dalam penyambutan kedatangan di Colombo kemudian singgah di Ruang Salon kapal, Athan dan Protokoler KBRI kemudian mencoba menaiki Ting Bima di haluan kapal hingga bordes sambil mengenang saat Athan masih menjadi kadet AAL mengikuti KJK di kapal latih ini, sebelum menaiki tangga hingga sampai ke bordes untuk menjaga keamanannya Athan  menggunakan  safety body harness yang di pasangkan oleh Kepala Departemen Bahari Kapten Laut (P) Sugeng Hariyanto di bantu oleh Kls Bah Kasmuri.

Keberadaan Dewaruci selama muhibah ke luar negeri  sejak kapal tersebut menjadi Kapal Latih Kadet Akademi TNI Angkatan Laut  tahun 1953 sudah 4 kali singgah di  Colombo Srilanka, masing-masing tahun  2003, 2005, 2010 dan  2012 untuk terakhir kalinya dalam pelayaran Keliling Dunia 2012.

http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20kri%20dewaruci%20akhiri%20muhibah%203.jpg
Kapal yang sudah keliling dunia dua kali ini selama di Srilanka akan singgah selama tiga hari dan akan melakukan beberapa kegiatan antara lain kunjungan ke beberapa instansi pemerintahan, Angkatan Laut Srilanka, mengadakan Cocktail party di kapal, menghadiri undangan jamuan makan malam Angkatan Laut Srilanka dan mengadakan Tuor bagi Prajurit KRI  kawasan wisata dan tempat –tempat bersejarah.

Pada kesempatan pertama Dan KRI DWR Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto di dampingi Pasintel dan Pakom mengadakan kunjungan ke KBRI Srilanka di Colombo yang di terima oleh  KUAI  KBRI  Colombo Albert  Abdi  serta Athan Kolonel Laut (E) Putu Angga di ruang rapat KBRI.
© Koarmatim

Sekolah Navigator TNI AU, THE PLOTTERS

Pilot: “VCP Dalpur, this is Rajawali flight”
Tower: “Rajawali flight, VCP dalpur go ahead”
Pilot: “Rajawali flight, position on final, we’re ready for paratroopers drop over DZ”
Tower: “Rajawali flight you’re clear for dropping”

Kemudian terdengar bunyi bel panjang di antara gemuruh suara formasi dua pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 yang diikuti teriakan panjang Navigator dan Jumping master...”Goooo...” Peterjun Paskhas TNI AU melompat keluar dari lambung kiri dan kanan dua Hercules yang sedang melaju dengan kecepatan kira kira 232 km/jam dengan ketinggian hanya sekitar 300 meter dari permukaan tanah. Pagi itu, bak ratusan cendawan raksasa, payung para peterjun menutupi langit kota pempek, Palembang, yang baru saja menggeliat dari peraduannya. Setelah mendarat, Paskhas melaksanakan penyerbuan dan menguasai Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang di simulasikan sedang dikuasai musuh.

Demikianlah nukilan misi perdana latihan operasi lintas udara dimana sembilan siswa Sekolah Navigator TNI AU angkatan 11 onboard sebagai navigator observer di pesawat C-130 Skadron Udara 31. “Latihan ini disebut latihan praktis atau umumnya dikenal OJT(On Job Training)” jelas Letkol Pnb Indan Buldansyah, S.Sos., Komandan Skadron Pendidikan 104 Wingdik Terbang Yogyakarta. Lelaki yang gemar bermain futsal ini pun menambahkan bahwa Latihan Praktis atau disingkat Lattis merupakan kurikulum baru di Sekolah Navigator TNI AU.

 Sekolah Navigator

Sekolah Navigator TNI AU adalah sekolah dasar kecabangan yang bertujuan untuk mencetak perwira navigator guna mengawaki alat utama sistem senjata TNI AU khususnya sebagai navigator di pesawat C-130 Hercules. Sekolah Navigator bernaung di bawah Skadron Pendidikan 104, Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Dalam mengikuti pendidikan di Sekolah Navigator TNI AU angkatan ke 11 ini tiap siswa dibekali 744 jam pelajaran yang meliputi pelajaran yang erat kaitannya dengan dunia penerbangan seperti map and chart, dead reckoning navigation, plotting, low level navigation, aviation law, air delivery personel and cargo dan lain-lain. Selain itu, tiap siswa pun mendapatkan pelajaran praktik bernavigasi menggunakan pesawat latih AS 202 Bravo sebanyak 10 jam terbang pada fase awal dan 130 jam terbang di pesawat angkut ringan Casa C212-200 Aviocar di fase lanjutan bina terbang.


 The plotters

Setelah berhasil melewati fase awal bina terbang, siswa disematkan plotter number berurutan sesuai peringkat. Perlu pembaca budiman ketahui tentang asal muasal sebutan plotter bagi siswa sekolah navigator TNI AU. Plotter adalah suatu alat berbentuk penggaris atau mistar yang dikombinasikan dengan busur derajat dimana terdapat skala pengukuran yang dibutuhkan untuk pembacaan peta guna menentukan posisi pesawat pada saat penerbangan. Penggunaan piranti ini wajib dipahami oleh para siswa sekolah navigator karena hal ini merupakan basic navigation.

Adapun urutan plotter number siswa Sekolah Navigator angkatan 11 adalah Adhy, Redolfo, Yefta, Bayu, Arif Fajar, Andri, Gianina, Guruh, dan Ricardo. Kesembilan siswa ini adalah lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2011 yang berpangkat letnan dua dari berbagai korps. (Mayor Pnb M. Pandu ‘742’)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...