★ Kunjungi LKPP
Ilustrasi Rhan 122 B [Dahana] ★
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia, Hendrar Prihadi menerima kunjungan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa di kantornya, Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin, 24 Oktober 2022.
Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas sejumlah isu terkait sinergitas TNI dengan LKPP RI. Adapun Hendi, biasa akrab disapa menyatakan berterima kasih atas keterbukaan TNI untuk bersinergi dengan lembaga yang dipimpinnya.
Lebih lanjut, Hendi dalam pertemuan tersebut mengungkapkan apresiasinya kepada TNI yang selalu mengambil peran strategis dalam penanganan berbagai permasalahan di Indonesia.
"Keberhasilan bangsa ini dalam melewati ujian - ujian yang ada, terakhir termasuk penanganan pandemi covid-19 yang cepat, itu karena adanya peran TNI dan juga Polri," ungkap Hendi.
"Maka jika hari ini PR kita meningkatkan pemakaian produk dalam negeri, saya harap TNI juga mengambil perang yang berkesinambungan," katanya menambahkan.
Terkait harapan Hendi itu sendiri, Jenderal Andika Perkasa pun merespon positif. Salah satu peran sertanya yaitu dengan mendukung LKPP melalui gelaran Temu Bisnis Tahap V yang direncanakan terlaksana pada Januari 2023, dengan TNI sebagai tuan rumah. Untuk itu agar dapat terselenggara dengan baik, Panglima Andika pun meminta adanya koordinasi antara LKPP dan TNI guna mematangkan persiapan kegiatan.
"Maka dari itu saya rasa perlu datang dan dapat arahan, untuk menyiapkan apa yang menjadi tugas saya, dan saya membawa tim pengadaan saya, ini ada asrenum, asisten logistik, dan PPK," kata Jenderal Andika.
"Jadi intinya terserah mas, pada intinya kami akan mencatat saja, apa yang harus kami siapkan. Terima kasih," tuturnya.
Di sisi lain, dalam pertemuan tersebut Hendi juga mengangkat soal salah satu fokus lembaganya yang sedang menyusun draft Rancangan Undang - Undang Pengadaan Barang/Jasa. Terkait hal itu, Hendi pun berharap ada masukan - masukan strategis yang dapat diberikan TNI dalam penyusunan draft yang tengah dikerjakan.
Penuhi Kebutuhan 5 Miliar Peluru untuk TNI
Ilustrasi ★
Direktur Utama PT Amerind Global Mayjen TNI (Purn.) George E. Supit mengatakan, pihaknya telah menggandeng tiga perusahaan alutsista ternama asal Amerika Serikat yaitu Northrop Grumman, Bliss, dan Olin/Winchester untuk membangun pabrik munisi di Indonesia.
Mantan Aster Panglima TNI tahun 2018 (Era Marsekal TNI Purn. Hadi Tjahjanto) itu mengatakan, pihaknya telah berhasil meyakinkan tiga perusahaan alutsista asal Amerika Serikat tersebut untuk bekerja sama dalam membangun industri pertahanan khususnya munisi kaliber 5.56 mm di Indonesia.
Menurut Supit, keinginan membangun pabrik munisi di dalam negeri itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan munisi sebanyak 5 miliar munisi yang telah direncanakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk kebutuhan operasional dan cadangan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masa mendatang.
"Menhan (Prabowo Subianto) memberikan kesempatan kepada swasta untuk bisa membangun pabrik amunisi karena dalam kebijakan beliau akan mengadakan 5 miliar butir amunisi, untuk kebutuhan TNI, baik untuk cadangan maupun operasional kegiatan," kata Direktur Utama PT Amerind Global Mayjen TNI (Purn.) George Supit di Jakarta, Senin, 24 Oktober 2022.
Ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) Dahnil Azhar membenarkan kebutuhan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) 5 miliar munisi kaliber 5.56 mm untuk mensuplai kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga tahun 2023 mendatang.
Dahnil Azhar mengatakan, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mendorong pihak swasta untuk membangun industri pertahanan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan munisi dalam negeri tersebut.
Tidak hanya itu, lanjut Dahnil, keinginan Kemhan RI mendorong pihak swasta membangun industri pertahanan (Inhan) di Indonesia untuk memperkuat industri pertahanan nasional di masa mendatang.
"Betul, Kemhan membuka seluas-luasnya Industri Pertahanan swasta yang memenuhi syarat untuk terlibat. Dalam rangka mendorong berkembangnya industri pertahanan domestik kita seperti yang sudah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa memperkuat industri Pertahanan domestik," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI Dahnil Azhar ketika dikonfirmasi awak media.
Munisi Asal Amerika Sudah Lolos Uji Dislitbang TNI AD
Mayjen TNI (Purn.) George Supit terima sertifikasi uji coba munisi ★
Direktur Utama PT Amerind Global, yang juga mantan Pangdam XVII/Cenderawasih itu menjelaskan, pihaknya juga sudah menjalankan test atau uji munisi hasil perusahaan alutsista asal Amerika Serikat yang kini telah menjadi principal PT Amerind Global yang dipimpinnya.
Beberapa bulan lalu, kata George Supit, dirinya telah membawa tiga jenis munisi kaliber 5.56 mm, 7.62 mm, dan kaliber 12.7 mm ke Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbangad) untuk proses uji laboratorium munisi tersebut.
"Munisi ini sudah kita uji di Dislitbang Angkatan Darat yang laboratorium nya ada di Batu Jajar. Munisi yang sudah kita uji ada 3 jenis, yaitu kaliber 5.56 mm, kaliber 7.62 mm, dan kaliber 12.7 mm, dan semuanya sudah dinyatakan lulus uji. Dan kita sudah dapat serifikatnya, sudah disertifikasi jadi kami jamin munisi ini sangat layak digunakan untuk TNI," kata Mayjen TNI (Purn.) George Supit.
"Jadi kami sangat berharap mudah-mudahan PT Amerin Global dapat kesempatan untuk bisa membantu, mendukung pengadaan munisi 5.56 mm yang menjadi kebutuhan Kementerian Pertahanan RI," tambahnya.
Bangun Pabrik Munisi di KEK Bintan
Uji amunisi ★
Lebih jauh dia memaparkan, rencana pembangunan pabrik munisi di dalam negeri itu juga sudah disetujui oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Menurut Supit, Kemhan RI dan Kementerian ATR/BPN sudah menyetujui pihaknya mendirikan pabrik munisi bertaraf internasional di atas lahan seluas 100 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepri.
Tidak tanggung-tanggung, kapasitas pembuatan munisi di pabrik yang akan dibangun oleh PT American Global bersama tiga perusahaan alutsista asal Amerika Serikat tersebut rencananya mampu membuat 360 juta butir munisi pertahun.
Tidak hanya itu, lanjut Supit, tiga perusahaan alutsista asal Amerika Serikat yang akan berinvestasi di Indonesia juga sudah sepakat akan melakukan Transfer of Technology (transfer teknologi) sebagaimana yang telah disyaratkan oleh Kemhan RI dalam kontrak kerjasama pembangunan industri pertahanan di dalam negeri.
Hanya saja, lanjut Supit, saat ini proses pendirian pabrik munisi berteknologi tinggi itu masih menunggu proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Kalau sudah ada AMDAL dari KLHK, nanti baru diserahkan ke Kemhan RI, baru kemudian Kemhan yang mengeluarkan ijin pendirian pabrik di tempat yang sudah ditentukan oleh Kemhan," ujarnya.
OPV dengan panjang 70 & 110 meter
BRIN Finalisasi desain kapal 70 & 110 meter kapal KKP [BRIN] ★
Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) dan Laboratorium Hidroninamika – BRIN melakukan koordinasi dengan Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam rangka evaluasi secara bersama mengenai desain kapal pengawas perikanan yang sudah dibuat, koordinasi ini dilakukan secara luring di Ruang Rapat Utama BRIN Kawasan Surabaya pada Kamis dan Jum’at (02-03/06).
Desain kapal pengawas perikanan kelas 1 (OPV 70 meter dan 110 meter) ini telah sampai pada tahap finalisasi. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya evaluasi. Evaluasi ini dilakukan untuk mendapatkan desain kapal yang terbaik dan sesuai dengan permintaan dari pihak KKP.
Ketua Tim Desain Kapal Pengawas, Muryadin, menjelaskan progres pekerjaan desain kapal secara rinci meliputi gambar desain dan spesifikasi desain kapal pengawas tersebut. Pada paparannya ditunjukkan desain ruang kemudi dan beberapa ruang kamar.
“Selain itu Kapal tersebut nantinya akan dilengkapi dengan ruang CIC yaitu ruang khusus permesinan, dan dilengkapi dengan door monitoring sehingga semuanya bisa diawasi,” tutur Muryadin.
Koordinator Infrastruktur PoA, Teguh Wibowo, menjelaskan mengenai jumlah dan klasifikasi awak kapal yang akan ditugaskan pada masing–masing kapal pengawas perikanan.
“Untuk menentukannya, perlu mengetahui fasilitas di setiap ruangan yang telah didesain,” tutup Teguh.
[BRIN] ☆
Laboratorium Hidrodinamika dan TNI AL lakukan diskusi teknis hasil pengujian model kapal Landing Ship Tank (LST).
Pada diskusi ini turut hadir PT. Terafulk Megantara Design dan Direktorat Penguatan dan Kemitraan Infrastruktur Riset dan Inovasi (Direktorat PKIRI) BRIN. Kegiatan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Utama BRIN Kawasan Surabaya pada Kamis dan Jumat (06-07/10).
Koordinator Laboratorium Hidrodinamika Mochammad Nasir dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama pengujian model kapal LST yang kontraknya akan segera berakhir pada November 2022.
Kepala Sub Direktorat Adalu Disadal Kolonel Ardiansyah berharap adanya kerja sama ini dapat mewujudkan kualitas sinergi yang baik antara TNI AL dan BRIN secara berkelanjutan.
Kapal LST merupakan jenis kapal pendarat serang untuk mendaratkan tank di tepi-tepi pantai. Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan alutsista untuk memperkuat pertahanan maritim di Indonesia, maka Uji Hidrodinamika penting untuk dilakukan sebelum pembangunan kapal LST ini.
Uji Hidrodinamika (uji maneuvering, uji seakeeping dan uji tahanan model kapal) yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang baik. Salah satunya, uji maneuvering menunjukan hasil sudah sesuai dengan standar International Maritime Organization (IMO).
Setelah diskusi hasil pengujian kemudian dilakukan demo pengujian model kapal LST di fasilitas pengujian Maneuvering and Ocean Bacin (MOB) dan Towing Tank (TT).
Hasil Kolaborasi dengan Kemenhan dan BRIN
Uji statis Roket Rhan 450 dengan jarak jangkau ground-to-ground 100 km (Dahana) ★
PT Dahana bersama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), serta Balitbang Kementerian Pertahanan Republik Indonesia kembali menggelar uji statis roket Rhan 450.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Uji Teknologi & Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BUTPAAG) Pameungpeuk, Garut, Kamis (20/10/ 2022).
Direktur Teknologi dan Pengembangan Dahana, Suhendra Yusuf RPN, menuturkan, Dahana diberikan amanah kembali untuk melanjutkan pengembangan Roket Rhan 450 jarak 100 km.
Dahana juga turut menggandeng Pusat Riset Teknologi Roket ORPA BRIN. Menurutnya, Proyek Rhan 450 memiliki nilai strategis untuk mewujudkan kemampuan industri dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.
“Kegiatan uji statis ini sangat penting untuk dilakukan untuk melihat konsistensi hasil penelitian dan pengembangan Roket Pertahanan, dimana hal tersebut merupakan komitmen bersama PT Dahana, Balitbang Kemhan, dan BRIN,” ucap Suhendra.
Suhendra menambahkan, uji statis juga dapat menjadi wadah pembentukan kualitas dan kuantitas personel dengan meningkatkan kemampuan teknologi roket, materil, serta sumber daya lainnya. Selain itu, uji statis ini akan memberikan data performa dan karakteristik Rhan 450 yang akan digunakan sebagai pijakan bagi pengembangan ke tahap berikutnya.
Dari proses uji statis terakhir, data menunjukkan adanya peningkatan performa dan karakteristik dari uji statis yang dilaksanakan pada tahun lalu. Suhendra berharap agar Indonesia dapat segera merealisasikan kebutuhan nasional akan roket.
“Secara hasil, alhamdulillah sudah sesuai dengan harapan. Uji statis kali ini telah mengalami perkembangan yang signifikan dan perbaikan dari tahun lalu. Hasilnya sudah sesuai dan sangat baik. Mudah-mudahan kita dapat merealisasikan keinginan bersama untuk memiliki roket ground to ground minimal 100 Km dengan capaian yang baik,” harap Suhendra.
Suhendra menyampaikan harapan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini agar pemerintah memberikan komitmen anggaran selanjutnya untuk litbang roket.
“Tentunya harapan kami bersama, bahwa ada komitmen anggaran pemerintah agar litbang Rhan 450 bisa dilanjutkan sampai uji dinamis,” kata Suhendra.
Uji statis Rhan 450 kali ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Balitbang Kemhan RI Julexi Tambayong; Deputi Bidang Kebijakan Pembangungan BRIN Mego Pinandito; Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa, Robertus Heru Triharjanto; Pejabat eselon III Balitbang Kemhan, serta tamu undangan dari Pussenarmed, Puspalad, ITS, UI, dan Unhan.