Sabtu, 22 Agustus 2026

Transfer Teknologi Pertahanan dari Tiongkok Dimulai 2027

 ⚓️ 🚀 Bersama Pindad  Kapal perang TNI AL, KRI Sampari 628 tembakkan rudal C-705 dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026 (Dispenal)

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan kerja sama industri pertahanan Indonesia dan Tiongkok akan mencakup transfer teknologi untuk mendukung pengembangan industri pertahanan di dalam negeri.

Pelaksanaan kerja sama tersebut ditargetkan mulai berjalan paling lambat pada 2027.

Hal itu disampaikan Sjafrie setelah mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan atau 2+2 RI-Tiongkok bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Sjafrie menjelaskan kerja sama industri pertahanan Indonesia dan Tiongkok merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dilakukan kedua negara.

"Kerja sama kita dengan Tiongkok dalam industri pertahanan adalah melanjutkan apa yang sudah kita lakukan dan apa yang akan kita kerjakan," kata Sjafrie saat ditemui awak media setelah pertemuan.

Menurut Sjafrie, kerja sama tersebut mencakup pengembangan fasilitas produksi amunisi, misil, roket, dan sejumlah kebutuhan industri pertahanan lainnya.

Untuk sejumlah teknologi yang belum dikembangkan di Indonesia, Tiongkok akan memberikan dukungan melalui transfer teknologi. Langkah tersebut ditujukan agar Indonesia dapat membangun kemampuan produksi dan fasilitas industri pertahanan secara bersama-sama di dalam negeri.

"Yang belum kita buat, dia bantu dan dia akan kirim transfer teknologi agar supaya kita bisa membangun pabrik bersama-sama di Indonesia. Ini yang kita lakukan industri pertahanan," ujarnya.

 Paling Lambat 2027

Sjafrie menekankan transfer teknologi menjadi salah satu hal yang diangkat Indonesia dalam kerja sama industri pertahanan dengan Tiongkok. Indonesia, kata dia, ingin mengembangkan teknologi militer yang serupa dengan teknologi yang telah dikembangkan Tiongkok.

"Jadi yang saya angkat adalah mengenai bagaimana RRT bisa melakukan transfer teknologi terhadap Indonesia yang juga ingin mengembangkan teknologi militer yang serupa dengan apa yang sudah dilaksanakan oleh Tiongkok," kata Sjafrie.

Ketika ditanya mengenai waktu dimulainya pembangunan teknologi misil dan fasilitas terkait di Indonesia, Sjafrie menyebut pelaksanaannya ditargetkan paling lambat 2027.

"Ini paling lambat 2027 sudah jalan," tegasnya.

Dalam kerja sama tersebut, PT Pindad akan menjadi pihak Indonesia yang terlibat. Hal itu ditegaskan Sjafrie ketika ditanya apakah pembangunan tersebut akan melibatkan Pindad.

"Ya, Pindad. Pasti Pindad," jawabnya.

Adapun, kerja sama industri pertahanan Indonesia dan Tiongkok sebelumnya telah mencakup PT Pindad dan perusahaan pertahanan Tiongkok.

Berdasarkan informasi Kementerian Pertahanan RI, PT Pindad telah menandatangani nota kesepahaman dengan dua perusahaan pertahanan asal Tiongkok, Norinco dan Sany Group, pada Mei 2025. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan bersama, produksi bersama, serta penjajakan kandungan lokal di Indonesia. (Fajar Nugraha)

  👷  Metro TV  

Kemhan Tinjau Harwat Ranpur Marinir

♞  Pastikan ranpur PT 76M berjalan lancar PT 76 Marinir (Ist)

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan mendampingi Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabaharwathan Kemhan RI) Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., meninjau perbaikan Kendaraan Tempur (Ranpur) Korps Marinir TNI AL jenis Tank PT-76 M di PT Lumindo Artha Sejati, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan diawali dengan paparan oleh Project Manager PT Lumindo Artha Sejati, Arif Mei Subiyanto, S.T., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan pengerjaan serta perkembangan perbaikan Ranpur Tank PT-76 M. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kabaharwathan Kemhan RI, peninjauan perbaikan Ranpur, penyerahan cenderamata dan plakat, penulisan kesan dan pesan, serta diakhiri dengan foto bersama.

Dalam sambutannya, Kabaharwathan Kemhan RI menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kemampuan, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, metode kerja, serta kualitas pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan (harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Dalam pembinaan harwat Alpalhankam, kita tidak hanya dituntut untuk menjaga kondisi materiel agar tetap laik digunakan, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa setiap proses harwat dilaksanakan secara terencana, terukur, memenuhi standar teknis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kemhan mendorong agar industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi juga secara bertahap mampu membangun kemandirian harwat Alpalhankam nasional, sehingga ketergantungan terhadap dukungan dari luar negeri dapat dikurangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aslog Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., Kapusrenharwat Alpalhan Laksma TNI Saepudin Hidayat, S.E., M.Tr.Hanla., Kadisharmat Kormar Kolonel Marinir Ukik Ari Nursanto, M.Tr.Hanla., M.M., Kabid Alpalhan Matra Udara Kolonel Tek Suparman, S.T., M.Tr.(Han)., dan Kabid Sarhan Matra Udara Kolonel Tum Achmad Fauzi, S.T., M.Eng. (Benta)


  ♞  Bernasindo  

Jumat, 21 Agustus 2026

Menhan Tiongkok Sepakat Perdalam Kerja Sama Militer dengan Indonesia

  Modernisasi sistem pertahanan nasional Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun di Gedung Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/Walda Marison)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kedatangan Menhan Tiongkok Laksamana Dong Jun di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan memperdalam kerja sama militer dengan Indonesia.

"Saat ini kerja sama pertahanan Tiongkok-Indonesia sudah jauh berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Baik dari segi kedalamannya maupun cakupannya kita telah mencapai hasil yang melimpah di berbagai bidang dan semua tingkatan," kata Dong Jun usai kedatangannya disambut oleh Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dong Jun mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menggandeng Indonesia dalam memodernisasi sistem pertahanan nasional. Hal tersebut, menurut dia, harus dilakukan agar Indonesia dan Tiongkok mampu menjadi negara yang kuat dan bisa menangkal ragam ancaman di kawasan.

Tidak hanya di bidang modernisasi alutsista saja, Dong Jun memastikan kedua negara akan menyelami ragam potensi kerja bidang pertahanan. Hal ini, demi memperkuat posisi Indonesia dan Tiongkok di ASEAN maupun dunia.

"Boleh dikatakan, kerja sama kedua negara memiliki prospek yang luas. Kualitas dan efisiensinya terus meningkat," terang Dong Jun.

Oleh karena itu, Dong berharap kerja sama strategis ini bisa terus terjalin dengan baik demi kebaikan Indonesia dan Tiongkok.

"Saya bersama Pak Menhan Sjafrie, kami sama yakin bahwa di bawah kepemimpinan dan arahan kepala negara, kita dapat meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Terima kasih," ungkap Dong Jun.

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyambut baik ragam rencana kerja sama militer yang akan dijalankan Indonesia dan Tiongkok. Sjafrie berharap kerja sama bidang pertahanan ini dapat semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan Tiongkok, yang sudah terjalin sejak 19 tahun lalu.

"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," kata Sjafrie.

  💥 
Metro TV  

Kencana 07 Kembali Perkuat Operasi Skadron Udara 17

Tuntas Check D Enam Bulan Pesawat angkut VVIP Kencana 07 TNI AU [TNI AU]

Pesawat B-737-400 (Kencana 07) resmi diserahterimakan kepada Skadron Udara 17 setelah menuntaskan pemeliharaan berat Check D di Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Penyerahan dilakukan oleh Komandan Sathar 14 Letkol Tek Syahprial Rahman kepada perwakilan Skadron Udara 17, Mayor Pnb Andreas, dalam kegiatan yang berlangsung di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (13/8/2026).

Pemeliharaan Check D merupakan pemeliharaan berkala tingkat tinggi dengan interval delapan tahun yang mencakup pemeriksaan dan perawatan secara menyeluruh terhadap berbagai sistem serta struktur pesawat. Proses pemeliharaan Kencana 07 dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan para teknisi berpengalaman Sathar 14 yang bekerja secara cermat, disiplin, dan berorientasi pada standar keselamatan penerbangan.

Usai seluruh rangkaian pemeliharaan diselesaikan, Kencana 07 menjalani tahapan uji terbang untuk memastikan seluruh sistem pesawat berfungsi secara optimal dan memenuhi persyaratan keselamatan. Hasil pemeriksaan dan uji terbang tersebut menyatakan Pesawat A-7307 laik terbang, sehingga siap kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawab operasional yang diemban TNI Angkatan Udara.

Kembalinya Kencana 07 ke Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma menjadi bukti nyata kontribusi satuan pemeliharaan dalam menjaga kesiapan dan keandalan alutsista TNI AU. Pesawat tersebut kini siap kembali memperkuat dukungan penerbangan VIP/VVIP sekaligus mendukung berbagai tugas operasi strategis, dengan mengedepankan keselamatan, kesiapan, dan profesionalisme sebagai landasan utama setiap pelaksanaan tugas.

  TNI AU  

Kamis, 20 Agustus 2026

[Video] Membangun Air Power dari Balik Hanggar

  MRO Hercules dan Kemandirian Industri Dirgantara IndonesiaGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130H secara lokal. (GMF)

Kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak atau seberapa canggih pesawat yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk menjaga setiap platform tetap siap terbang dan beroperasi.

Dalam episode Defense Talk kali ini, kami berbincang bersama Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Andi Fahrurrozi, mengenai peran strategis Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dalam mendukung kesiapan TNI Angkatan Udara sekaligus membangun kemandirian industri dirgantara nasional.

Diskusi mengulas pelaksanaan MRO pesawat C-130 Hercules TNI AU di GMF, mulai dari tantangan teknis, kesiapan SDM dan fasilitas, standar kelaikudaraan, alih teknologi, hingga upaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Lebih jauh, pembahasan juga melihat bagaimana kolaborasi antara GMF, TNI AU, PT Dirgantara Indonesia, pemerintah, dan industri nasional dapat membangun ekosistem MRO pertahanan yang semakin kuat.

 Lalu, mampukah Indonesia melangkah lebih jauh?

Episode ini turut membahas peluang menjadikan Indonesia sebagai regional hub MRO Hercules, pengembangan fasilitas MRO di Kertajati, hingga bagaimana GMF mempersiapkan kemampuan untuk menangani berbagai platform militer baru yang akan memperkuat TNI AU dalam beberapa dekade mendatang.

Karena pada akhirnya, kekuatan udara tidak hanya dibangun di landasan pacu, tetapi juga dari balik hanggar.

 Berikut video liputan IDefense Magz ::
 


  ✈️   Youtube  

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  

Rabu, 19 Agustus 2026

Hercules A-1319 Dimodernisasi

  Masa Operasional Diperpanjang hingga 20 TahunGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia) menyerahkan pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) setelah menjalani proses modernisasi di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

Pesawat tersebut diserahkan secara simbolis dari Direktur Utama GMF AeroAsia Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah itu, Sjafrie langsung menyerahkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Ini merupakan pesawat pertama yang melakukan proses modifikasi besar di GMF,” kata Andi dalam acara penyerahan pesawat angkut tersebut.

Menurut Andi, modifikasi yang dilakukan meliputi penggantian center wing box, peningkatan sistem avionik, dan pemeriksaan struktur pesawat untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta meningkatkan keandalannya.

Selain meningkatkan kemampuan avionik, pekerjaan itu ditujukan untuk memperpanjang usia operasional pesawat hingga 15 sampai 20 tahun.

Pesawat ini merupakan pesawat kedua yang telah diselesaikan oleh GMF setelah sebelumnya menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat A-1315.

Sebuah kebanggaan bagi GMF dapat menyelesaikan proyek modernisasi pesawat A-1319 ini.

Dengan demikian, C-130 Hercules nomor registrasi A-1319 ini diharapkan dapat kembali mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.

Andi mengatakan, proses modernisasi pesawat juga telah mengikuti standar dan regulasi yang ditetapkan Indonesia Defence Airworthiness Authority (IDAA) atau Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan.

Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, dan pesawat siap kembali mendukung operasional TNI AU,” ucap dia.

A-1319 merupakan pesawat kedua yang berhasil diselesaikan GMF dalam program tersebut. Sebelumnya, GMF menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat C-130H bernomor ekor A-1315.

Menurut Andi, proyek A-1319 juga menjadi bagian dari program offset industri pertahanan yang diperoleh GMF sebagai industri binaan Kemhan.

Dalam program itu, GMF mendapat transfer teknologi dari Lockheed Martin, industri pertahanan Amerika Serikat (AS).

Pengerjaan A-1319 melibatkan sejumlah pihak, yakni Kementerian Pertahanan, TNI AU, GMF, Lockheed Martin, dan PT Dirgantara Indonesia.

Andi menilai penyelesaian proyek tersebut menunjukkan kemampuan industri dalam negeri untuk mengerjakan pekerjaan strategis di bidang pertahanan.

Di balik satu pesawat yang hari ini siap kembali mengemban tugas negara, terdapat ribuan jam kerja, ketelitian, kompetensi, dan semangat kolaborasi dari seluruh insan yang terlibat,” pungkas dia.
 

  ✈️
  Kompas  

Pemerintah Siapkan Rp 329,5 Triliun untuk Pertahanan

👷  🤝  Di RAPBN 2027MPCS BWJ 320, diberitakan Indonesia akan menambah alutsista dari Italia.  (Fincantieri)

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 329,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk fungsi Pertahanan RI.

"Dalam rangka mendukung arah kebijakan tersebut, anggaran Fungsi Pertahanan dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp 329.472,0 miliar (Rp 329,5 triliun)," tulis Buku Nota II Keuangan Hal. 4-42, dikutip Rabu (19/8).

Apabila dibandingkan dengan outlook pada Tahun Anggaran 2026, angka tersebut naik sekitar Rp 30 triliun. Pada tahun anggaran 2026, outlook Fungsi Pertahanan diperkirakan Rp 299,1 triliun.

Pemerintah menjelaskan anggaran itu nantinya akan digelontorkan dengan output strategis mulai dari; pengadaan dan pemeliharaan alutsista dan nonalutsista, pembangunan dan pengadaan sarana prasarana pertahanan.

Kemudian penelitian dan pengembangan industri pertahanan, penguatan komponen cadangan dan pendukung, serta penyelenggaraan operasi matra.

Pemerintah menyebut langkah ini juga sekaligus merespons dinamika geopolitik global serta mengantisipasi ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Pemerintah pun berkomitmen untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional.

"Langkah strategis ini diarahkan guna menjaga kedaulatan negara, melindungi keutuhan wilayah NKRI," tulisnya.

Nantinya, kebijakan Fungsi Pertahanan tahun anggaran 2027 diarahkan untuk melanjutkan pembangunan postur pertahanan melalui langkah antara lain: modernisasi/harwat alutsista, nonalutsista, dan sarana prasarana pertahanan; pembangunan dan pengembangan industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing.

Lalu, pelaksanaan operasi pertahanan dan keamanan; penguatan komponen cadangan dan komponen pendukung; penguatan kemampuan teritorial pertahanan negara; serta penguatan siber, sandi, dan sinyal dalam menjaga ketahanan negara di era digital.

Anggaran dalam Fungsi Pertahanan ini dilaksanakan Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional.

"Dalam kurun waktu tahun 2022-2025, realisasi anggaran Fungsi Pertahanan mengalami peningkatan dari Rp 150.276,9 miliar pada tahun anggaran 2022 menjadi Rp 348.580,9 miliar pada tahun anggaran 2025," ucapnya. (mnf/fra)


   👷  CNN   

Selasa, 18 Agustus 2026

Prabowo Ajukan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual

 ⚓️ 🤝 Bersurat ke DPR ilustrasi KRI Ki Hajar Dewantara (Dispenal) 

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan ke DPR agar kapal perang latih milik TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara dijual.

Hal itu diketahui lewat pengajuan surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.

Surpres tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam forum Rapat Paripurna DPR ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027 yang digelar Selasa (18/8/2026).

"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara," kata Dasco.

Selain itu, Prabowo turut mengirim Surpres mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), calon Deputi Gubernur Senior BI, dan calon Deputi Gubernur BI.

Selanjutnya, ada pula Supres mengenai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

"Surat-surat tersebut telah dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib dan Mekanisme yang Berlaku," ujarnya. (cip)

 ⚓️  sindonews  

[Video] Drone Anak Bangsa Untuk Pertahanan Negara

 ⍜  Puluhan drone lokal tampil dalam Expo di Jakarta Ilustrasi drone serbu otomatis digunakan Pasmar (PasMar1)

Puluhan produsen drone lokal tampil di Indonesia Drone Expo 2026 di Kemayoran, Jakarta.

Dari data Kementrian Perindustrian menunjukan produksi drone lokal berpotensi ekonomi yang tinggi

 Berikut video liputan CNN :



 
   Youtube    

Senin, 17 Agustus 2026

Deretan Alutsista Baru TNI yang Datang pada 2026

  Tercatat sebelum HUT RI Pesawat Rafael dan A400M TNI AU terlibat dalam latihan gabungan TNI (Dispenau)

Indonesia terus memperbesar dan memodernisasi kekuatan militernya selama delapan puluh satu tahun setelah merdeka.

Langkah tersebut terlihat dari kedatangan berbagai alat utama sistem persenjataan atau alutsista baru sepanjang 2026. Mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, radar pertahanan udara, hingga kapal perang.

Modernisasi diperlukan karena TNI masih mengoperasikan sejumlah alutsista yang telah berusia puluhan tahun. Indonesia juga memiliki wilayah darat, laut, dan udara yang sangat luas sehingga membutuhkan kemampuan pengawasan, mobilitas, serta pertahanan yang memadai.

Tahun 2026 menjadi salah satu periode penting bagi modernisasi pertahanan Indonesia.

TNI AU menerima pesawat tempur Rafale pertamanya, serta kedatangan pesawat angkut Airbus A400M kedua.

TNI AL juga menerima KRI Prabu Siliwangi-321 serta KRI Canopus-936, kapal pertama Indonesia yang memiliki kemampuan mendukung penyelamatan kapal selam.

 Enam Rafale Resmi Memperkuat TNI AU

Salah satu kedatangan paling besar pada 2026 adalah pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis.

Tiga Rafale pertama tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada 23 Januari 2026. Kedatangan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan Rafale.

Tiga unit berikutnya datang menjelang acara penyerahan alutsista oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026. Dengan tambahan tersebut, TNI AU telah menerima enam dari total 42 Rafale yang dipesan.

Rafale sendiri merupakan pesawat tempur multirole yang dapat menjalankan misi pertempuran udara, serangan terhadap sasaran di darat, pengintaian, dan patroli wilayah udara.

Pesawat tersebut memperkuat Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin. Sebelumnya, skadron tersebut mengoperasikan pesawat Hawk 109/209 yang kemudian dipindahkan ke Skadron Udara 1.

Penyerahan Rafale juga dilengkapi rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor serta AASM HAMMER. Sistem persenjataan tersebut memungkinkan Rafale menyerang sasaran di udara ataupun darat dari jarak jauh.

Dalam acara pada Mei 2026, pemerintah secara simbolis menyerahkan satu rudal Meteor dan enam AASM HAMMER kepada TNI AU.

 Airbus A400M Kedua Tiba dari Spanyol

TNI AU juga menerima pesawat angkut strategis Airbus A400M kedua pada 2026.

Pesawat dengan nomor registrasi A-4002 tersebut mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 28 Maret 2026 setelah menempuh penerbangan dari fasilitas Airbus di Sevilla, Spanyol.

A-4002 melengkapi pesawat pertama bernomor A-4001 yang telah tiba pada November 2025.

Dengan demikian, dua A400M yang dipesan Indonesia telah berada di dalam negeri.

A400M mampu mengangkut personel, kendaraan militer, alat berat, logistik, dan perlengkapan kemanusiaan. Pesawat ini juga dapat beroperasi dari landasan yang relatif pendek serta menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara.

Kemampuan tersebut memperluas jangkauan operasi TNI AU, terutama untuk mengirimkan pasukan dan logistik ke berbagai wilayah Indonesia. A400M juga dapat digunakan dalam operasi penanganan bencana serta misi kemanusiaan ke luar negeri.

Pesawat kedua kemudian diserahkan secara resmi oleh Prabowo kepada TNI dalam acara di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026.

 Enam T-50i Golden Eagle Tambahan

Selain Rafale, TNI AU menerima enam pesawat T-50i Golden Eagle baru dari Korea Selatan.

Pengiriman dimulai pada Februari 2026 dan diselesaikan pada akhir Juni. Korea Aerospace Industries (KAI) kemudian mengumumkan penyelesaian proses penerimaan seluruh pesawat pada 16 Juli 2026.

Enam pesawat tersebut merupakan bagian dari kontrak senilai sekitar US$ 240 juta yang ditandatangani pada 2021. Kontrak juga mencakup dukungan teknis dan paket logistik.

T-50i merupakan pesawat latih jet supersonik yang juga dapat digunakan untuk menjalankan misi tempur ringan. Pesawat ini digunakan untuk melatih calon penerbang sebelum mengoperasikan pesawat tempur dengan kemampuan lebih tinggi.

Indonesia sebelumnya telah menerima 16 T-50i berdasarkan kontrak pertama yang ditandatangani pada 2011. Dengan kedatangan enam unit terbaru, jumlah T-50i yang pernah dikirim kepada Indonesia menjadi 22 pesawat.

 Dua Radar GM403 Perkuat Pengawasan Udara

Kemampuan pengawasan udara Indonesia juga diperkuat dengan kedatangan radar Ground Master 403 atau GM403 buatan Thales, Prancis.

Thales secara resmi menyerahkan dua radar GM403 pertama kepada TNI AU pada 18 Mei 2026. Salah satu sistem ditampilkan dalam acara penyerahan alutsista di Lanud Halim Perdanakusuma.

Kedua radar tersebut merupakan bagian dari pengadaan 13 GM403 yang dijalankan bersama PT Len Industri. Sebanyak 11 radar berikutnya dijadwalkan diserahkan secara bertahap.

GM403 merupakan radar pengawas udara tiga dimensi jarak jauh. Radar ini dapat mendeteksi serta melacak pesawat tempur, pesawat tanpa awak, rudal, dan berbagai objek lain di udara.

Sistem tersebut juga memiliki fungsi Ground Controlled Interception. Data yang dihasilkan radar dapat digunakan untuk membantu mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Radar GM403 akan diintegrasikan dengan sistem komando dan pengendalian SkyView. Integrasi tersebut memungkinkan informasi dari sejumlah radar disatukan untuk membentuk gambaran situasi udara nasional.

 KRI Prabu Siliwangi Tiba dari Italia

Modernisasi tidak hanya terjadi di udara. TNI AL menerima kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 pada Maret 2026.

Kapal tersebut sebelumnya diserahkan oleh galangan Fincantieri kepada TNI AL di Muggiano, Italia, pada 22 Desember 2025. KRI Prabu Siliwangi kemudian memulai pelayaran menuju Indonesia pada Februari 2026.

Setelah menempuh perjalanan mengelilingi Afrika, kapal tiba di wilayah perairan Indonesia pada 22 Maret. KRI Prabu Siliwangi kemudian bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 26 Maret 2026.

Kapal ini memiliki panjang sekitar 143 meter dan bobot penuh sekitar 6.270 ton. Kecepatan maksimumnya dapat mencapai 32 knot.

KRI Prabu Siliwangi dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari peperangan permukaan, pertahanan udara, patroli, hingga operasi kemanusiaan.

Kapal tersebut menjadi kapal kedua dari kelas yang sama setelah KRI Brawijaya-320, yang telah tiba di Indonesia pada September 2025. Keduanya ditempatkan untuk memperkuat jajaran Komando Armada II di Surabaya.

KRI Prabu Siliwangi dilengkapi meriam utama kaliber 127 milimeter, sistem radar, sensor, dan fasilitas penerbangan untuk helikopter. TNI AL juga mempertimbangkan pemasangan rudal antikapal dan rudal pertahanan udara tambahan.

 KRI Canopus, Kapal Penyelamat Kapal Selam Pertama

TNI AL kembali mendapat tambahan kekuatan dengan kedatangan KRI Canopus-936 pada 11 Mei 2026.

Kapal tersebut diterima di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali.

KRI Canopus merupakan kapal pertama milik Indonesia yang dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam.

Kapal tersebut merupakan hasil kolaborasi galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen dengan PT Palindo Marine. Tingkat komponen dalam negerinya disebut mencapai 60%.

KRI Canopus dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle, Remotely Operated Vehicle, perangkat survei hidrografi, dan pesawat tanpa awak.

Peralatan tersebut dapat digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, serta pemetaan dasar laut secara terperinci.

Kapal ini juga dapat menjalankan pencarian objek di bawah laut, mendeteksi sinyal darurat, memetakan jalur kapal selam, mendeteksi ranjau, serta mendukung kegiatan intelijen maritim.

 NC212i Terbaru Buatan PTDI

Alutsista terbaru lainnya datang dari industri pertahanan dalam negeri. PT Dirgantara Indonesia menyerahkan satu pesawat NC212i kepada TNI AU pada 30 Juli 2026.

Pesawat bernomor AX-2135 tersebut merupakan unit kedelapan dari total sembilan NC212i yang dipesan Kementerian Pertahanan untuk TNI AU.

Unit terbaru memiliki konfigurasi untuk mengangkut pasukan, menjalankan operasi modifikasi cuaca, dan melakukan pemotretan udara.

NC212i dapat digunakan untuk mengangkut personel ataupun barang menuju wilayah yang memiliki landasan terbatas. Fleksibilitas tersebut membuat pesawat dapat digunakan untuk operasi militer, distribusi logistik, penanganan bencana, dan evakuasi.

Pesawat diterbangkan dari fasilitas PTDI di Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. PTDI masih harus menyelesaikan satu NC212i terakhir untuk memenuhi kontrak sembilan pesawat.

   
CNBC  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...