Minggu, 21 Desember 2014

Siasat Nakhoda Palsu

Kisah Tegang Penangkapan Kapal Asing Pencuri Ikan http://images.detik.com/content/2014/12/20/10/162554_sinoos.jpgTNI Angkatan Laut berhasil menangkap 8 kapal ikan ilegal di perairan Indonesia. Menurut mereka, proses penangkapan itu tak mudah. Sebab, kapal-kapal itu tergolong besar dan punya kemampuan melawan. Butuh strategi khusus dalam penanganannya.

Delapan kapal asing yang ditangkap di Arafura adalah kapal Century 4, Century 7 asal Thailand berbendera Papua Nugini, kapal asing eks China berbendera Indonesia yakni KM Sino 15, KM Sino 26, KM Sino 36, KM Sino 33 dan KM Sino 27.

"Arafura itu tantangannya besar. Menangkap delapan itu sebuah kebanggaan, padahal tim TNI AL hanya ada dua kapal," kata Danlantamal IX Laksma TNI Arusukmono Indera Cahya saat bertemu dengan Satgas Illegal Fishing di kantornya, Jumat (19/12/2014).

Arusukmono pun bercerita soal proses penangkapan. Menurutnya, saat penangkapan kedelapan kapal itu dibutuhkan strategi penyergapan yang matang. Tidak bisa datang tiba-tiba ke lokasi tanpa didukung kekuatan yang tepat. Bilah salah perhitungan, bisa jadi para pencuri ikan itu melawan dan melukai pihak TNI.

"Mereka juga kecepatannya kencang-kencang, jadi posisinya loncat-loncat," terangnya.

Tim yang mengejar para pencuri ikan itu berasal dari Gugus Keamanan Laut dan Gugus Tempur Laut TNI AL. Kapal TNI AL KRI Abdul Halim Perdanakusuma awalnya mendeteksi sejumlah kapal tengah melakukan pencurian ikan secara illegal di wilayah perairan Arafura saat berpatroli di perairan tersebut dua pekan lalu. Kapal itu kemudian melakukan pengejaran dan menangkap 2 kapal berbendera Papua Nugini pada 7 November dan besoknya kembali menangkap 6 kapal eks China.

KRI Abdul Halim Perdanakusuma sempat mengeluarkan tembakan peringatan karena kapal-kapal pencuri ikan ini mencoba kabur saat dicegat. "Kami hampir ditabrak juga itu. Sampai penembakan baru mereka berhenti," tutur Arusukmono.

Kadis Hukum Lantamal IX Letkol Laut Imam Subekti menambahkan, usai penangkapan ada peristiwa menarik. Ada upaya untuk mengelabui petugas dengan saling tunjuk nakhoda kapal. Sempat ada WNI yang disebut sebagai nakhoda, padahal dia tak punya kemampuan mengendarai kapal.

"Kita yakin nakhodanya dari Tiongkok. Kalau WNI lulusan SMK Pelayaran di Tuban, nggak qualified jadi nakhoda. Ada juga orang Indonesia yang disebut nakhoda, padahal dia kita tangkap sedang cuci piring. Itu modus aja, untuk melegalkan dia bisa di sini," cerita Imam.

Saat ini kedelapan kapal tersebut berada di dermaga Lantamal IX. Mereka sedang menjalani proses penyidikan, namun dua dari delapan kapal bakal segera ditenggelamkan karena sudah mendapat izin pengadilan.

  detik  

TNI AL Akan Tenggelamkan 2 Kapal Besar Ilegal di Lantamal Ambon

Rencananya hari Minggu ini http://images.detik.com/customthumb/2014/12/20/10/200726_124815_png.jpg?w=400Dua buah kapal pencuri ikan berbendera Papua Nugini akan ditenggelamkan oleh anggota Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon besok. Kapal besar yang akan ditenggelamkan tersebut merupakan 2 dari 8 kapal illegal fishing yang ditangkap di Laut Arafura.

"(Penenggelaman) Besok, Minggu 21 Desember 2014 pukul 10.00 WIT. Persiapan sudah kita laksanakan. Kita memposisiklan dia (kapal) di tempat TKP," ujar Kadispen Lantamal IX Ambon Mayor Laut Eko Budimansyah saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/12/2014).

Menurut Eko, persiapan yang telah dilakukan jajarannya untuk penenggelaman ini mulai dari pengosongan bahan bakar dan muatan. Rencananya penenggelaman dilakukan dengan cara dibakar dan diledakkan.

"ABK sudah kita serahkan ke imigrasi. Dari pihak pemilik kapal kita undang. Tapi tergantung mau datang atau tidak, yang jelas sudah sesuai prosedur. Harusnya pihak kapal menyaksikan sebagai pihak yang bertanggung jawab seperti nahkodanya," kata Eko.

Sejumlah petinggi TNI telah berada di Ambon untuk menyaksikan penenggelaman kapal esok hari. Seperti Pangarmatim Laksamana Muda TNI Arie H. Sembiring, Wakapuspen TNI Laksma FX Agus Susilo, Kadispenal Laksma Mahanan Simorangkir, dan juga Danlantamal IX Laksma TNI Aru Sukmono.

"(Penenggelam kapal) Dibakar dengan diledakkan, sama saja seperti yang sebelum-sebelumnya," tukas Eko.

Dua kapal yang akan ditenggelamkan bernama KIA Century 4 dan KIA Century 7 yang masing-masing berbendera Papua Nugini. Namun awak kapal diisi oleh warga Thailand dengan total kru 62 orang.

Saat ditangkap, Kapal Century 7 membawa muatan 20 ton ikan curian, dan Century 4 mengangkut 43 ton. Jenisnya bermacam-macam mulai dari ikan layur hingga udang.

Pangkalan Utama TNI AL IX selaku penyidik kasus tersebut telah meminta penetapan pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon untuk menenggelamkan kapal. Pada 18 Desember lalu, Ketua PN Ambon Kusnia Mukhlis mengeluarkan ketetapan izin penenggelaman 2 kapal itu dengan nomor surat penetapan 01/Pid.Prkn/2014/PN Ambon. Saat ini Kapal Century 7 dan Century 4 sudah berada di Dermaga Lantamal IX Ambon.

  detik  

[World] China L-15 Falcon ikut nominasi pengadaan Thailand

http://www.wantchinatimes.com/newsphoto/2014-12-17/450/C505X0895H_2011%E8%B3%87%E6%96%99%E7%85%A7%E7%89%87_N71_copy1.JPGSeorang teknisi memeriksa pesawat L-15 di Nanchang, Provinsi Jiangxi, 26 April 2011. (Photo / Xinhua)

Pesawat China L-15 Falcon termasuk nominasi sebagai pesawat pelatih jet canggih maupun serang ringan yang akan diakuisisi oleh Royal Thai Air Force (RTAF), menurut laporan IHS Jane di London.

L-15 akan bersaing dengan Amerika Textron Airland Scorpion, Rusia Yakovlev Yak-130, Italia Alenia Aermacchi M-346 dan Korea Aerospace Industries 'TA-50 yang menjadi nominasi pesawat yang disetujui oleh pemerintah Thailand untuk menggantikan armada pesawat Aero L-39ZA Albatros yang telah menua.

Kepala RTAF Treetos Sonjaeng dilaporkan mengumumkan program senilai 3,7 miliar baht (US $ 113 juta) pada tanggal 13 Desember, dan menambahkan bahwa keputusan tentang pengadaan diharapkan selesai tahun depan.

Alasan utama program pengadaan pesawat baru karena Thailand tidak memiliki suku cadang untuk mempertahankan minimal 40 pesawat L-39ZA, yang dibeli dari Republik Ceko pada tahun 1990-an. Faktor lainnya adalah kebutuhan untuk modernisasi armada RTAF dengan 12  pesawat JAS-39 "Gripen" yang dikirim antara tahun 2011 dan 2013.

Thailand tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi pesawat sendiri, tetapi berharap bahwa produsen asing akan dapat mentransfer teknologi dan pengetahuan yang diperlukan untuk kebutuhan dalam memperbaiki pesawat dalam negeri.

Selain pelatih jet canggih dan pesawat serang ringan, Thailand juga berencana untuk mengakuisisi pesawat tempur tambahan Gripen dan Eurocopter EC725 caracals, helikopter transportasi taktis jarak jauh yang diproduksi oleh Airbus, mulai tahun depan. Juga dikatakan kedepan dibutuhkan pesawat maupun helikopter pengganti armada lama dari pesawat Lockheed C-130 Hercules dan Helikopter Boeing CH-47 Chinook.
(wantchinatimes)

  Garuda Militer  

Sama Tapi Beda Kapal

Kapal perang Indonesia dan Malaysia ini punya nama sama KD Todak dan KRI Todak

Ada fakta menarik soal kapal perang milik TNI Angkatan Laut dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM). Kedua negara punya kapal perang bernama sama.

Kapal perang itu adalah Kapal Republik Indonesia (KRI) Todak dan Kapal Diraja (KD) Todak. Bedanya KRI Todak bernomor lambung 361 sementara KD Todak bernomor 3506.

Nama Todak diambil dari nama ikan galak dengan mulut seperti pedang. Ikan ini sering juga disebut ikan cucut.

KRI Todak merupakan kapal patroli cepat buatan dalam negeri. Kapal jenis FPB-57 Nav V ini diproduksi tahun 1999 dan mulai masuk jajaran TNI AL setahun setelahnya. Kini KRI Todak bertugas Komando Armada Barat TNI AL.

Selain KRI Todak 631, TNI AL memiliki beberapa kapal sejenis seperti KRI Lemadang 632, KRI Hiu 634, dan KRI Layang 635.

KRI Todak memiliki bobot pada muatan penuh 445 ton. Berdimensi 58,10 meter x 7,62 meter x 2,85 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 30 knot.

Kapal ini punya 2 rudal permukaan-ke-permukaan C 802, buatan China dengan jangkauan maksimal sekitar 130 Km.

Selain 2 rudal, KRI Todak juga punya 1 Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40 mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm dan 2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20 mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm. Jangkauannya bisa mencapai 2 Km untuk target udara.

Nama KRI Todak sering disebut akhir-akhir ini. Dia ikut bertugas dalam misi memburu kapal asing dan menenggelamkan kapal pencuri ikan dari Vietnam di Natuna beberapa minggu lalu.

Sebelumnya KRI Todak juga beberapa kali menangkap kapal pencuri ikan dan kapal ikan yang menggunakan pukat harimau. Dia juga terlibat mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang sempat diduga jatuh di perairan Indonesia.

Bagaimana dengan KD Todak?

  ★
Merdeka  

[World] Terminator, Kendaraan Pelindung Tank Terbaru

Kendaraan tempur pelindung tank terbaru Terminator digadang-gadang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pertempuran masa kini di kawasan pegunungan, hutan, dan perkotaan. Para perancang BMPT menyebut kendaraan ini sebagai senjata pamungkas utama angkatan darat, namun Kementerian Pertahanan Rusia masih bimbang untuk memilikinya. Pada awal tahun ini, pengembang BMPT memamerkan BMPT versi terbaru, Terminator 2, di pameran DEFEXPO 2014. Foto: Konstantin Zafargen/Rossiyskaya Gazeta

D
alam peperangan dewasa ini, tank yang paling terlindungi sekalipun tetap menjadi sasaran empuk musuh bila tidak dikawal oleh pasukan infanteri. Ketergantungan terhadap dukungan pasukan infanteri untuk membersihkan jalan bagi raksasa besi tersebut menjadi alasan untuk menciptakan kendaraan tempur infanteri (BMP) dan kendaraan pengangkut lapis baja (BTR) yang maju bersama jajaran tank, sambil melindungi tank dan membawa pasukan infanteri hingga garis konfrontasi terdepan.

Namun, pengalaman operasi militer di Afganistan telah menunjukkan bahwa tank tidaklah cocok digunakan dalam peperangan melawan milisi dan gerilyawan. Meriam tank tak dapat melumpuhkan musuh di pegunungan dan lantai-lantai atas bangunan, tempat yang digunakan para pelontar granat untuk menembaki rombongan pasukan Soviet. BMP dan BTR pun dapat dilumpuhkan tidak hanya oleh RPG (peluncur roket anti-tank) saja, tapi bahkan oleh senapan mesin kaliber besar. Oleh sebab itu, muncul kebutuhan untuk menciptakan alat pelindung tank yang baru.

 Pengganti Dua Peleton Infanteri 

Pengembangan kendaraan khusus pelindung tank pertama dimulai pada masa Soviet era 1980-an, namun “tank gunung” tersebut tak berhasil diselesaikan karena Uni Soviet bubar.

Keputusan untuk kembali mewujudkan ide pembuatan kendaraan pelindung tank diambil setelah berakhirnya peperangan di Chechnya. Pada akhir era 1990-an, Terminator Rusia itu pun muncul. Kendaraan ini diciptakan berdasarkan tank tempur T-72. BMPT memiliki daya tarik yang luar biasa. Menara BMPT tersebut dilengkapi dengan meriam kaliber 30 mm yang ditandem dengan senapan mesin 7,62 mm serta empat unit misil anti-tank Kornet. Selain itu, dua pelontar granat berarah AG-17D ditambahkan dalam persenjataan BMPT. Dalam bentuk seperti itu, tank tersebut diluncurkan pada tahun 2000 silam. Dua tahun kemudian, BMPT sedikit mengalami modifikasi. Dalam prototipe yang didemonstrasikan pada 2002 lalu, kendaraan tempur itu sudah dipersenjatai oleh dua meriam 30 mm, empat unit misil anti-tank Ataka-T dengan jangkauan tembak hingga enam kilometer, dan mampu melumpuhkan berbagai jenis sasaran, mulai dari obyek berlapis baja dan sasaran hidup, hingga helikopter di ketinggian rendah.

Desainer tank lapis baja Uralvagonzavod Vladimir Nevolin, salah satu pencipta BMPT tersebut, menjelaskan bahwa sebuah BMPT di medan tempur memiliki efektivitas melebihi dua peleton infanteri dengan persenjataan berat, yang terdiri dari enam BMP dan sekitar 40 tentara. “Di pegunungan, hutan, dan perkotaan, senjata jarak jauh tidaklah efektif. Oleh karena itu, kendaraan tempur multifungsi seperti BMPT dapat menjadi senjata pamungkas utama bagi angkatan darat,” papar Nevolin.

 “Penyakit Kekanak-kanakan” Terminator 

Kendaraan tempur BMPT ini masih belum masuk dalam perbendaharaan senjata tentara Rusia. “Kami masih menelaah kendaraan tempur pelindung tank Terminator 2 untuk angkatan darat. Isu seputar kemungkinan penggunaan BMPT di masa mendatang akan diputuskan setelah penyelesaian penetapan rencana angkatan darat Rusia yang akan datang,” ujar Komandan Utama Angkatan Darat Rusia Oleg Salyukov.

Angkatan darat Rusia masih menimbang-nimbang pembelian kendaraan ini bukan karena format baru dari kendaraan tersebut, melainkan karena ‘penyakit kekanak-kanakan’ dan beberapa kekurangan yang dimiliki Terminator. Para pakar secara khusus menyebutkan bahwa empat unit misil anti-tank jelas tidak cukup bagi kendaraan sekelas BMPT. Selain itu, unit misil anti-tank tersebut tidak terlindungi dari tembakan musuh, padahal fungsi BMPT seharusnya adalah melindungi tank dan pasukan infanteri dari tembakan musuh, tapi BMPT ini justru malah akan hancur pada menit-menit awal peperangan akibat persenjataan yang terlindungi itu. Peluncur granat otomatis BMPT juga mengundang beberapa keluhan. Bersamaan dengan keunggulan absolut BMPT seperti kepadatan tembakan dan kemampuan menembak berdasarkan lintasan parabola dari posisi tertutup, terdapat senjata api yang terletak di badan tank, bukan di menara tank, dan hal tersebut dinilai tidak efektif. Ditambah, perlu dua personil tambahan untuk mengoperasikan senjata tersebut.

Pada awal tahun ini, pengembang BMPT memamerkan BMPT versi terbaru, Terminator 2, di pameran DEFEXPO 2014. BMPT tersebut telah dilengkapi sistem pengendali tembakan muktahir dan jumlah awak tank yang dibutuhkan berkurang menjadi tiga orang berkat pencabutan senapan pelontar granat dari Terminator 2. Versi baru BMPT ini praktis memenuhi semua persyaratan yang diberikan oleh para pakar.

 Dimulai dari Luar Negeri 

Terminator secara aktif dipromosikan untuk penjualan ke luar negeri. Pasar utama untuk BMPT ialah negara yang memiliki tank-tank Uni Soviet dalam jumlah besar, yang membutuhkan modernisasi sesuai perkembangan zaman. Wakil Direktur Utama Rosoboroneksport Aleksander Mikheyev mengatakan bahwa Rusia memiliki penawaran yang beragam, mulai dari penjualan BMPT baru hingga modernisasi tank-tank tua ke BMPT. Mikheyev menyebutkan bahwa perwakilan dari Angola, India, Sudan, Benin, Kenya, Afrika Selatan, Botswana, dan Algeria menyatakan ketertarikannya terhadap BMPT. Pada musim panas 2013 lalu, Terminator berhasil melewati uji coba. Kazakhstan sudah mendapatkan sepuluh unit Terminator berdasarkan kontrak bilateral dengan Rusia pada 2011, dan beberapa unit lain akan dirakit menggunakan lisensi dari Rusia.

  RBTH  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...