Senin, 17 April 2023

TNI AD Akan Lakukan Evaluasi Sistem Pembinaan Operasi Militer

 Imbas Serangan KKB di NdugaIlustrasi (Arsip Istimewa)

TNI Angkatan Darat (AD) akan mengevaluasi sistem pembinaan bagi prajurit untuk pelaksanaan militer menyusul gugurnya satu prajurit TNI dalam operasi pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37).

Adapun prajurit Kostrad dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna, Pratu Miftahul Arifin, gugur ditembak KKB saat operasi mencari pilot Philips di Distrik Mugi, Nduga, Papua Pegunungan.

TNI AD akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pembinaan latihan bagi prajurit dan satuan yang akan ditugaskan untuk melaksanakan operasi militer,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari dalam keterangan tertulis, Senin (17/4/2023).

Hamim mengatakan, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman juga memerintahkan seluruh jajaran TNI AD untuk terus menyiapkan pasukan operasi. “Guna mendukung segala bentuk tugas operasi sesuai dengan kebijakan Panglima TNI,” kata Hamim.

KSAD Dudung dan seluruh jajaran juga menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit-prajurit TNI AD saat melaksanakan operasi di Papua.

Adapun penyerangan KKB ke Satgas Yonif Raider 321 terjadi di Distrik Mugi, Nduga, Sabtu (15/4/2023) sore WIT.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, peristiwa penyerangan itu terjadi ketika Satgas Yonif Raider 321 sedang mendekati posisi penyandera.

Dari Satgas (Yonif Raider 321) mencoba menyisir mendekati posisi dari para penyandera (KKB), kemudian ada serangan dari mereka (kelompok kriminal bersenjata),” kata Julius saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (16/4/2023).

Akibat penyerangan tersebut, Pratu Miftahul Arifin terjatuh ke jurang dengan kedalaman 15 meter.

Setelah itu, lanjut Julius, terjadi serangan lanjutan dari KKB terhadap Satgas Yonif Raider 321.

Ketika (prajurit) mencoba untuk menolong (Pratu Miftahul), (mereka) mendapatkan serangan ulang,” ujar Julius.

Julius membantah bila disebutkan ada enam prajurit yang gugur akibat penyerangan susulan itu. Dia mengatakan, kondisi prajurit lain yang mendapatkan serangan susulan itu masih didalami.

  💂 Kompas  

Media Selandia Baru Soroti Operasi Bebaskan Pilot Susi Air Gagal

💂Media Selandia Baru soroti operasi pembebasan pilot Susi Air gagal. (Arsip Istimewa)

Media Selandia Baru menyoroti operasi pembebasan pilot Susi Air Phillip Mehrtens dari penyanderaan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) gagal.

Stuff melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM membunuh setidaknya enam tentara Indonesia yang menjalankan misi pembebasan Mehrtens.

Media itu juga menyebutkan sekitar 30 personel hilang dalam penyerangan yang dilakukan OPM terhadap pos TNI di distrik Nduga.

"Berdasarkan informasi dari laporan angkatan darat bahwa ada 36 tentara di pos bukit distrik Nduga saat penyerang dari Tentara Pembebasan Papua Barat, sayap militer OPM, melepaskan tembakan pada Sabtu (15/4)," demikian laporan Stuff.

Media itu juga menyebut 21 personel tentara lainnya lari masuk ke hutan berdasarkan keterangan dari pihak TNI. Stuff kemudian menyebut juru bicara militer Indonesia menerangkan sejauh ini hanya satu personel yang tewas, sembilan lainnya dilaporkan disandera.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan bahwa para personel TNI yang diserang TPNPB-OPM merupakan bagian dari grup yang melacak keberadaan Mehrtens yang disandera OPM.

Mehrtens diculik dan disandera TPNPB-OPM pada Februari lalu.

"Belum diketahui secara pasti berapa prajurit yang meninggal dunia dan terluka. Kami terus melakukan pencarian, tapi hujan deras dan cuaca berkabut serta kurang komunikasi menghambat upaya pencarian dan evakuasi," kata Herman seperti dilansir Stuff.

Media itu kemudian mengutip pernyataan Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono operasi pembebasan sandera akan dilanjutkan dengan kekuatan maksimal.

Herman mengatakan pihak berwenang saat ini tengah melakukan pencarian 30 prajurit yang masih hilang. (bac)

  💂 CNN  

[Global] Australia Pesan Satelit MILSATCOM

 Diduga untuk Mata-matai Indo-Pasifik  
https://ulasan.co/wp-content/uploads/2023/04/Indo-Pasific-Map.jpg.webpPeta wilayah Indo Pasific. (Foto:Net) 🛰

P
erusahaan keamanan dan kedirgantaraan global, Lockheed Martin asal Amerika Serikat terpilih memasok perangkat satelit komunikasi militer (MILSATCOM) untuk Australia.

Lockheed Martin nantinya menyediakan sistem komunikasi militer berbasis satelit. Proyek bernilai miliaran dolar tersebut, untuk mengendalikan kawasan Indo-Pasifik.

Kepala Divisi Sistem Pertahanan Udara dan Luar Angkasa Angkatan Bersenjata Australia (ADF), Wakil Marsekal Udara David Scheul mengatakan, pihaknya telah membahas Proyek JP9102 MILSATCOM tersebut.

Scheul juga menjelaskanbahwa saat ini, hingga 89 persen keunggulan komunikasi di semua pertahanan bergantung pada perangkat satelit.

Setelah dikirimkan, sistem baru itu akan meningkatkan ketahanan, kelincahan, dan fleksibilitas kemampuan pertahanan satelit militer,” kata Scheul seperti dilansir ADF.

Sistem komunikasi satelit militer baru Australia mencakup satelit komunikasi geostasioner, beberapa stasiun bumi di seluruh Australia, Sistem Manajemen Komunikasi Satelit terpadu dan dua pusat operasi komunikasi satelit baru.

Proyek JP9102 MILSATCOM akan digunakan untuk membangun jaringan komunikasi satelit pribumi pertama Australia, yang melintasi wilayah Samudra Indo-Pasifik.

Proyek itu melibatkan pemasangan satelit komunikasi di Geostationary Orbit (GEO), serta banyak stasiun bumi di sekitar Australia, sistem manajemen, dan dua pusat operasi baru.

Disinyalir, pengerahan MILSATCOM tersebut sebegai bentuk dukungan terhadap hegemoni Amerika Serikat untuk menghadapi agresifnya militer China di kawasan Asia.

Terlebih lagi, Amerika Serikat dan Inggris serta Australia yang telah sepakat membentuk pakta pertahanan trilateral yang disebut AUKUS.

Bulan Maret lalu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, mengkritik kesepakatan pertahanan trilateral militer antara Australia, Inggris, Amerika Serikat (AUKUS).

Kesepakatan AUKUS tersebut yakni, Negeri Kanguru (Australia) bakal membeli sebanyak lima unit kapal selam nuklir buatan Negeri Paman Sam.

 Penyadapan 

Philip Dorling, penulis dan koresponden Canberra Times mengaku tak heran mendengar kabar bahwa Australia menggunakan kedutaan besarnya di luar negeri untuk menyadap telepon untuk mengumpulkan informasi.

Bahkan Australia semasa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pernah melakukan itu di Jakarta, dengan melakukan penyadapan telepon dan pengumpulan informasi yang bersifat rahasia.

Australia telah lama memata-matai tetangga kita, khususnya Indonesia, dan kita telah lama berusaha untuk mengambil keuntungan dari itu dalam diplomasi kita,” kata Dorling, seperti ditulis dalam kolomnya di Sydney Morning Herald, Kamis, 31 Oktober 2013.

Terlebih lagi saat ini, China semakin menunjukkan peningkatan militernya di kawasan Indo-Pasifik seperti halnya konflik di Laut China Selatan. Belum lagi meningkatnya ketegangan dengan Taiwan.

Sehingga, Amerika Serikat yang merasa terusik dengan China. Tentunya mengadalkan sahabatnya Australia untuk memantau dan mengendalikan kawasan Asia dan Indo-Pasifik untuk memantau pergerakan geopolitik China dan Indonesia.

  📡 Ulasan  

Minggu, 16 April 2023

[Global] Gamer Pembocor Dokumen Rahasia AS Didakwa UU Spionase

 Terancam dipenjara lebih dari 10 tahun . 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/04/14/penyebar-dokumen-rahasia-as-jack-teixeira-1_169.jpeg?w=650&q=90Tersangka pembocor dokumen rahasia militer AS didakwa UU spionase dan terancam dipenjara lebih dari 10 tahun jika terbukti meretas lebih dari satu dokumen. (via Reuters/WCVB-TV)

T
ersangka pembocor dokumen rahasia militer Amerika Serikat, Jack Douglas Teixeira, didakwa pengadilan federal dengan tuduhan menyalin dan mengirimkan materi rahasia secara tidak sah pada Jumat (14/4).

Pria 21 tahun itu ditangkap oleh unit Biro Investigasi Federal (FBI) bersenjata berat di rumahnya pada Kamis (13/4) dan muncul untuk pertama kalinya di pengadilan federal dengan mengenakan pakaian terusan khaki berwarna cokelat.

Melansir Reuters, Teixeira dituntut dengan dakwaan melanggar Undang-Undang Spionase terkait penyalinan dan pengiriman materi pertahanan yang sensitif secara tidak sah. Selain itu, Teixeira juga didakwa pasal pemindahan materi pertahanan yang melanggar hukum ke lokasi yang tidak sah.

Dengan seluruh dakwaan yang dilayangkan ini, Teixeira terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Dakwaan tersebut baru memuat soal satu dokumen yang bocor sejauh ini, yakni catatan rahasia yang menggambarkan status konflik Rusia-Ukraina termasuk rincian tentang pergerakan pasukan pada tanggal tertentu.

Para ahli memperkirakan Teixeira akan menerima lebih banyak dakwaan ke depan karena penyelidik masih memeriksa setiap dokumen yang bocor. Teixeira juga dapat menghadapi lebih banyak hukuman tergantung pada berapa kali dia mengunggah dan mengirimkan setiap dokumen secara terpisah.

Pada sidang tersebut, jaksa tinggi keamanan nasional federal Boston, Nadine Pellegrini, meminta agar Teixeira ditahan sambil menunggu persidangan. Selama persidangan yang singkat itu, Teixeira tidak banyak bicara dan hanya menjawab "ya" ketika ditanya apakah dia memahami haknya untuk diam.

Hakim mengatakan surat pernyataan keuangan Teixeira menunjukkan dia memenuhi syarat untuk diwakili oleh pembela umum federal dan dia menunjuk salah satunya. Setelah sidang, tiga anggota keluarga Teixeira meninggalkan gedung pengadilan dan masuk ke mobil tanpa berkomentar.

Dokumen yang bocor tersebut diyakini sebagai pelanggaran keamanan AS yang paling serius sejak lebih dari 700 ribu dokumen, video, dan kabel diplomatik muncul di situs web WikiLeaks pada 2010 dan 2013 lalu. Pentagon menyebut kebocoran itu sebagai "tindakan kriminal yang disengaja."

Presiden AS Joe Biden memerintahkan penyelidik untuk mencari tahu mengapa tersangka pembocor memiliki akses ke informasi sensitif, termasuk catatan yang menunjukkan rincian yang diklaim tentang kerentanan militer Ukraina dan mempermalukan Washington dengan mengungkapkan tindakan mata-matanya terhadap sekutu.

AS lantas memburu pelaku hingga akhirnya mengetahui Teixeira merupakan dalang di balik kebocoran dokumen berlabel "Rahasia" dan "Sangat Rahasia" tersebut.

Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa Teixeira merupakan pemimpin grup percakapan di Discord, di mana dokumen itu pertama kali tersebar. (feb/rds)

  ★ CNN  

[RIP] Pos TNI di Mugi Papua Diserang

6 Meninggal Dunia dan Puluhan Orang HilangIlustrasi pos TNI di Papua (Tribunnews)

Tim Gabungan Satgas Yonif R 321/GT dan Kopassus diserang oleh kelompok orang yang diduga Kelompok Teroris Separatis Papua (KTSP), Sabtu (15/4/2023) sore.

Informasi yang diperoleh KompasTV, kelompok diduga KTSP menyerang Tim Badak 1, Badak 3, Candraca 2, dan Candraca 11 Pos Mugi saat pembersihan daerah di Mugi-Mam Kompleks sekitar Pukul 16.30 WIT.

Akibat penyerangan itu enam orang meninggal dunia, sembilan orang diduga ditangkap KTSP, dan 21 orang belum diketahui nasibnya.

Belum ada keterangan resmi dari kejadian tersebut, namun dalam laporan yang ditujukan kepada Pangdivif 1 Kostrad, tim gabungan terpencar sehingga menyelamatkan diri menuju ketinggian Cakra 1. Adapun jumlah kerugian belum dipastikan karena komunikasi dengan tim masih terputus.

Lewat laporan itu juga tercatat informasi sembilan orang yang ditawan KTSP didapatkan dari HT Channel KTSP di Pos Mugi dengan pernyataan, “Ini sembilan orang temanmu mau diambil atau tidak?” Pernyataan ini pun masih dalam penyelidikan.

Tactical Floor Game (TFG) dilaksanakan Dankolakopsrem 172, Dansatgas 321 dan Satgas gabungan Kopassus dalam rangka evakuasi dan pengiriman bantuan pasukan pada Pukul 19.00 WIT.

  💂 Kompas TV  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...