🛩 150 buat daerah 3T
🛩 N219 (PTDI)
PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI meningkatkan produksi pesawat komersial N219 berkapasitas 19 penumpang.
VP Business Development & Marketing Heber M. F. Panjaitan menjelaskan pesawat N219 diproduksi untuk melayani rute-rute perintis seperti daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
Pesawat N219 diyakini dapat menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan darat maupun laut. Heber menekankan, pesawat N219 ini diproduksi dengan peruntukan dual use, bisa untuk kebutuhan sipil/komersial maupun militer.
"Untuk komersial potensi lebih dari 150 unit untuk memenuhi rute-rute perintis, itulah tadi buat yang N219. Jadi cukup besar yang layak bangsa pasarnya. Dan ada 30 unit penugasan Kemhan yang tadi saya bilang, 30 unit dari penugasan Presiden, untuk memenuhi kebutuhan di kementerian lembaga. Jadi memang cukup besar bangsa pasarnya, 150 plus 30 itu, 180 unit," kata dia kepada detikcom dalam TNI Fair, di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026).
Untuk mengejar pasar tersebut, PTDI menargetkan peningkatan kapasitas produksi N219 secara bertahap. Pada 2026, Heber mengungkap sudah ada kontrak 13 unit, yaitu 4 untuk komersial, 6 permintaan dari TNI AD dan 3 dipesan oleh PT BIBU Agro Maritim, anak usaha PT BIBU Panji Sakti.
Selain itu, terdapat 3 unit N219 yang sudah masuk tahap Perjanjian Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) dari Kementerian Pertahanan.
"Untuk N219 sendiri, yang sudah kontrak itu ada 6 dari TNI AD, kemudian ada 4 dari Mitra Aviasi Perkasa, kemudian ada 3 dari BIBU Panji Sakti," tambahnya.
PTDI menyebut harga N219 berada di kisaran US$ 9 juta-US$ 10 Juta per unitnya. Namun harga itu belum termasuk jika ada permintaan modifikasi tertentu.
"Kalau kita lihat kan pesawat ini kami sudah memiliki pricing sekitar 9 juta sampai 10 juta dolar kisaran harga satu pesawat ini untuk basic configuration. Jadi tinggal dikalikan dengan unitnya, satuannya untuk basic, kecuali ada modifikasi-modifikasi tertentu, mungkin ada peningkatan harga," ujarnya.
Produksi Pesawat PTDI
Secara keseluruhan, kapasitas produksi PTDI pada 2026 ditargetkan mencapai 28 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 6 unit NC212, 4 unit CN235, 2 unit N219, dan 16 unit helikopter.
"Produksinya, kapasitas kita tahun 2026 ini ada 28 unit. Gabungan daripada 6 unit NC212i, 4 CN235, 2 N219, dan 16 helikopter. Kita akan targetkan naik bertahap lewat ekspansi CN235 ke 6-8 unit per tahun, terus sampai ke 10-12 unit per tahun. Terus untuk N219, dari 6 meningkat ke 12 unit per tahun. Ekspornya tentunya negara-negara yang kita targetkan itu wilayah Asia Pasifik, Afrika, dan juga Amerika Latin," jelasnya.
Pesawat ini juga dipamerkan dalam ajang TNI Fair yang digelas di Monumen Nasional (Monas) pada 19-20 September 2026. Pameran tersebut menjadi ajang bagi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk menampilkan sejumlah produk dan kapabilitas industri kedirgantaraan yang telah dikontrak maupun yang berpotensi memenuhi kebutuhan TNI.
Produk yang ditampilkan antara lain pesawat CN235, NC212/NC212i, N219, helikopter, hingga sejumlah teknologi pendukung pertahanan.
Selain produk pesawat, PTDI menampilkan berbagai kerja sama dan pengembangan teknologi pertahanan, termasuk kerja sama dengan sejumlah mitra asing serta pengembangan drone. PTDI juga memperkuat kapabilitas pemeliharaan dan perawatan mesin pesawat melalui anak usahanya, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP).
Keikutsertaan PTDI dalam pameran ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.
(ada/ara) .
Difokuskan untuk OMSP
ITS Garibald berlabuh di Tanjung Priok (Rihan)
Kapal induk hibah dari pemerintah Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, akan dilakukan perbaikan atau refurbishment oleh industri pertahanan dalam negeri, PT PAL Indonesia bersama galangan asal Italia, Fincantieri.
Selain itu, perusahaan asal Italia lain, Leonardo S.p.A juga dilibatkan untuk urusan senjata eks kapal induk Angkatan Laut Italia tersebut.
“(Perbaikan) kerja sama antara PT PAL dengan Fincantieri, dengan beberapa mungkin ada dari Leonardo, ada juga dari perusahaan lain untuk peralatannya,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali saat menyambut kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9).
KSAL Ali menyampaikan, Kementerian Pertahanan RI telah menyiapkan biaya refurbishment maupun retrofit kapal induk Garibaldi.
Nantinya, kapal induk Garibaldi akan difokuskan untuk operasi militer selain perang (OMSP), dengan diharapkan bisa membawa banyak helikopter dan kendaraan nirawak atau drone. Garibaldi juga diharapkan bisa beroperasi sampai 15-20 tahun lagi.
“Kapal ini nantinya akan lebih kita gunakan untuk kepentingan OMSP. Namun, juga bisa digunakan untuk kepentingan militer untuk perang (OMP), tapi kita fokuskan untuk OMSP, di mana negara kita ini banyak bencana alam. Jadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter,” tutur KSAL.
KSAL menambahkan, dengan helikopter, logistik akan bisa banyak didrop dengan cepat dan bisa menjangkau daerah terpencil sekali pun.
“Jadi ini bisa membawa 14 helikopter, mungkin bisa lebih, tergantung ukuran helikopternya,” kata Ali.
Ali mengatakan, kapal induk Garibaldi sebenarnya sudah bisa berlayar. Namun, peralatan dan senjata harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan operasi TNI dan TNI AL. Sebab, kebutuhan operasi militer Indonesia tidak sama dengan militer Italia.
Target selesai 3-4 bulan
Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod menargetkan perbaikan dan retrofit kapal induk Garibaldi bisa selesai dalam tiga hingga empat bulan.
“Kami dalam waktu dekat bersama Fincantieri akan terus mengasesmen semuanya, kami akan lihat mana-mana yang perlu diperbaiki,” tutur Djenod.
Djenod mengatakan, perbaikan juga meliputi sistem power atau kelistrikan pada kapal. “Kalau sekarang masih menggunakan gas turbin, kami melihat itu kemungkinan diganti dengan power yang lain,” kata dia.
Meskipun difokuskan untuk OMSP, kapal induk Garibaldi nantinya tetap dipasang senjata dengan melibatkan Leonardo S.p.A.
Rencananya, kapal induk Garibaldi akan diberi nama KRI Sriwijaya. Pemberian nama atau ship naming akan digelar pada 24 September 2026. .
Mulai tahun 2027
Torpedo Piranha desain PAL ( PAL)
Perusahaan galangan kapal milik negara Indonesia, PT PAL Indonesia, telah memaparkan rencana untuk memulai produksi massal torpedo ringan buatan dalam negeri, Piranha, pada Januari 2027.
PT PAL menyampaikan rencana tersebut pada 9 September dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh asosiasi awak kapal selam TNI Angkatan Laut dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).
Materi presentasi dari seminar tersebut diperoleh Janes dari seorang sumber yang menghadiri acara itu.
Baik PT PAL maupun Kementerian Pertahanan RI belum mengumumkan secara resmi adanya kontrak produksi untuk senjata tersebut.
Dalam slide presentasi, PT PAL mendeskripsikan Piranha sebagai torpedo ringan untuk peperangan anti-kapal selam (ASW) dengan jangkauan lebih dari 15 km, kecepatan maksimum 40 knot, dan hulu ledak seberat 50 kg.
Senjata ini ditampilkan sebagai upaya pengembangan mandiri yang bertujuan mendukung ambisi Indonesia untuk mencapai kemandirian lebih besar dalam teknologi peperangan bawah air.
Menanggapi pertanyaan dari Janes, PT PAL menyebut partisipasinya dalam seminar tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan transformasi perusahaan yang sedang berlangsung, dari sekadar pengembangan platform menuju kemampuan sistem terintegrasi.
"Sejalan dengan arah pengembangan ini, PT PAL Indonesia terus mendorong kemajuan teknologi pertahanan maritim melalui wahana permukaan tanpa awak (USV), wahana bawah air otonom (AUV), dan torpedo Piranha," ujar pihak PT PAL.
"Pengembangan ketiga sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional dengan memanfaatkan teknologi tanpa awak dan otonom, serta integrasi sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan misi," tambah perusahaan tersebut.
Pada Oktober 2025, PT PAL melakukan uji coba penembakan Piranha dari prototipe kapal selam otonom (KSOT) miliknya.
Uji coba tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyebut penembakan itu sebagai tonggak pencapaian penting bagi negara.
ITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan 310 personel untuk menjadi calon awak kapal induk KRI Sriwijaya.
Dikutip dari siaran pers Komando Armada (Koarmada) RI di Jakarta, Kamis, dijelaskan upaya penyiapan itu dilakukan dengan cara memberikan berbagai pelatihan kepada para calon awak kapal.
"Materi diberikan sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap prajurit, sebelum mengemban tugas sebagai pengawak KRI Sriwijaya," ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah.
Para pengajar yang dihadirkan dipastikan memiliki latar belakang yang relevan dengan kebutuhan pengetahuan para calon awak kapal.
Salah satu yang telah memberikan pengarahan kepada para calon awak kapal, yakni Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Gedung Canopus, Kolat Armada RI, Jakarta Utara, Rabu (16/9).
Kendati demikian, Wishnu tidak menjelaskan secara rinci materi apa saja yang diberikan kepada para personel.
Dia juga tidak menjelaskan secara rinci sejak kapan proses pendidikan tersebut berlangsung.
"Dapat dipastikan pembentukan calon pengawak dilaksanakan melalui pelatihan yang terarah, disiplin dan berorientasi pada kesiapan operasional," kata dia.
Dengan adanya pelatihan tersebut, TNI AL berharap para calon awak kapal KRI Sriwijaya mendapatkan ilmu yang cukup agar mampu mengawaki kapal induk dengan lebih maksimal. .
Dikawal Brawijaya dan Prabu Siliwangi
ITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)
Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, akhirnya memasuki perairan Tanah Air.
Kedatangan kapal dengan nomor lambung 551 itu terlihat dalam sejumlah foto yang diterima dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal).
Garibaldi terlihat berlayar di tengah laut dengan dua fregat TNI Angkatan Laut (AL) berada di sisi kiri dan kanannya.
Kedua kapal pengawal tersebut merupakan fregat kelas Brawijaya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Ketiganya berlayar dalam satu formasi saat Garibaldi memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Dari udara, Garibaldi tampak menempati posisi di tengah formasi.
Dua fregat TNI AL bergerak di sisi kanan dan kiri kapal dengan jarak tertentu.
Jejak putih dari buritan ketiga kapal terlihat membelah permukaan laut.
Formasi tersebut memperlihatkan pengawalan terhadap Garibaldi sepanjang pelayarannya memasuki wilayah perairan Indonesia.
Di bagian atas bangunan kapal, nomor lambung 551 terlihat jelas. Bendera Italia juga berkibar di dekat struktur anjungan kapal.
Sementara itu, salah satu foto memperlihatkan sebuah pesawat angkut bermesin turboprop terbang rendah di atas laut, tepat di depan Garibaldi.
Pesawat tersebut terlihat berada dalam satu rangkaian kegiatan pelayaran dengan kapal.
“Kapal induk ini akan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026,” kata keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurut rencana, kedatangan kapal induk akan disambut oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Ada juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny, serta para pejabat pemerintah lainnya.
“Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL dalam memperkuat Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas Presiden RI,” jelas Dispenal.
Adapun Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air pada Senin (24/8/2026) malam waktu Italia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Indonesia.
“Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026) malam.
Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.
Menurut rencana, pelayaran akan memakan waktu selama 3 pekan sehingga kapal diperkirakan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.
Sebelum pelayaran ini, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu.
“Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, 14 Juli 2026.
Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.
“Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas dia. .
Program developed by FNSS and PT PINDAD
APC Kaplan (FNSS)
Following the contract signed between PT Pindad and the Indonesian Ministry of Defense to meet the Indonesian army's requirement for a 30-ton class tracked armoured personnel carrier, the first KAPLAN APC (HARIMAU APC) was manufactured at FNSS facilities under the "KAPLAN Armoured Personnel Carrier (KAPLAN APC) Development and Production Agreement" signed between PT Pindad and FNSS. The vehicle's pre-delivery acceptance tests were successfully carried out in Türkiye with the participation of PT Pindad.
Following the shipment of the HARIMAU APC to Indonesia, final acceptance tests will be carried out together with the end user. Production activities for the second vehicle, to be manufactured at PT Pindad's facilities in Indonesia, are also continuing at the same time.
The KAPLAN APC (HARIMAU APC) Project, a continuation of the success achieved in the KAPLAN MT (HARIMAU) Project, has once again demonstrated FNSS's experience and success in technology transfer and local production.
KAPLAN APC
The structural design will enable vehicle to accommodate a crew of 13 personnel, including driver, commander, and a gunner. The vehicle will be developed to operate under all terrain and weather conditions. Its advanced suspension system will reduce internal vibration and improve traction. The vehicle will feature an open architecture electronics infrastructure, facilitating easy integration of various mission-critical systems, including a Battlefield Management System and 360° Situational Awareness System that provides both day and night vision for the crew.
The KAPLAN APC will be equipped with modular protection systems to effectively counter evolving battlefield challenges, providing a unique protection against ballistic and mine threats. In addition to its high personnel carrying capacity, the KAPLAN APC will be designed as the fastest vehicle in its class. Additionally, based on user requirements, the KAPLAN APC can be optionally fitted with an active protection system to defend against anti-tank missiles and rocket-propelled grenades.
The vehicle will be equipped with an automatic fire suppression system, an A/C system, and CBRN system, achieved through maintaining a sealed internal environment. These features will be designed to ensure the crew's survival and maintain their combat effectiveness in most challenging conditions.
The KAPLAN APC will be designed as a modular vehicle capable of integrating both manned and unmanned turret systems. It can be equipped with light and medium calibers such as 30 mm or 35 mm as well as 120 mm mortars and anti-tank guided missile systems.
This modular design will enable the KAPLAN APC to be configured for a wide array of missions, including mechanized infantry, reconnaissance, command and control, force protection, medical evacuation, rescue operations, combat engineering, and both direct and indirect fire support.
All these configurations are built on an armored combat vehicle platform that is equipped with a powerful engine and an automatic transmission, ensuring mobility capabilities compatible with modern main battle tanks.
The extensive use of identical parts and subsystems in the KAPLAN APC, with KAPLAN MT and other configurations within the KAPLAN tracked vehicle family, will offer significant advantages. Additionally, the vehicle will share common subsystems with the Armored Amphibious Assault Vehicle (ZAHA), which FNSS has deployed to the Turkish Naval Forces Marine Infantry Brigade. These features will ensure the KAPLAN APC's reliability, logistical integration, and ease of service, leveraging proven components from a battle-proven vehicle family used by the Turkish and Indonesian armies. This advantage will also reduce logistical burdens for global users, improve mean time between failures (MTBF), and enhance combat readiness.
♞ FNSS
Memperkuat kerjasama militer
A 400M A-4002 TNI AU (Fans Fighter)
Jerman membuka peluang untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia, termasuk kemungkinan adanya pengiriman tambahan pesawat Airbus setelah Indonesia menerima dua pesawat angkut militer A400M.
Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste saat berbicara kepada media di sela-sela penyelenggaraan ASEAN Think Tanks Summit ke-3 di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin.
“Itu tentu menjadi harapan kami, tetapi hal tersebut bergantung pada negosiasi bilateral. Namun, sudah ada tawaran dan kami bersedia meningkatkan kerja sama di bidang militer,” kata Dubes Beste
“Iya, dengan Airbus,” jawabnya saat di konfirmasi apakah kerja sama bidang militer yang dimaksud melalui pengadaan Airbus A400M.
Ketika ditanya kapan pengadaan kontrak pengadaan pertahanan baru dapat dilakukan, Dubes Beste menekankan bahwa keputusan itu sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia.
Dubes Beste menyampaikan bahwa negara-negara di Eropa, termasuk Jerman, sedang berupaya untuk memperkuat kerja sama sektor keamanan dengan negara-negara anggota ASEAN, termasuk salah satunya dengan Indonesia.
Kerja sama tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengadaan dua Airbus A400M yang akan memperkuat kekuatan matra udara TNI Angkatan Udara Republik Indonesia.
“Kami semakin meningkatkan kerja sama di sektor keamanan dalam beberapa bulan terakhir di Eropa. Konsorsium Eropa Airbus telah mengirimkan dua pesawat angkut besar A400M ke Indonesia, dan kami siap meningkatkan kerja sama lebih lanjut,” ucap diplomat itu.
Adapun Indonesia telah menerima dua pesawat angkut militer A400M Atlas yang kontrak pembeliannya dilakukan pada 2021. Pesawat pertama dengan panjang 45,1 meter dan bentang sayap 42,5 meter tersebut tiba pada akhir November 2025, dan pesawat kedua tiba pada Maret 2026.
A400M dirancang untuk mengangkut muatan berat hingga 37 ton, setara dengan dua truk lapis baja atau satu helikopter berukuran sedang.
Pesawat tersebut memiliki kemampuan mencapai kecepatan maksimum 780 km/jam dan jangkauan terbang hingga kurang lebih 8.710 kilometer.
Untuk melengkapi kapabilitas tersebut, A400M juga dibekali fitur penting lainnya yang meningkatkan fleksibilitas operasional dalam berbagai misi. A400M berfungsi sebagai pesawat multiperan untuk pengisian bahan bakar di udara.
Rangkaian HUT ke-81 TNI akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass
ITS Garibaldi ketika bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Berbagai kegiatan telah dimulai sejak Agustus hingga berlangsung pada Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 5 Oktober 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Pada 20 September 2026, Mabes TNI menggelar TNI Fair dilanjutkan dengan TNI Run 10K dan 5K serta Fun Walk 6,4 kilometer yang masing-masing ditargetkan diikuti sekitar 10 ribupeserta. Menjelang puncak HUT TNI, juga dilaksanakan Ziarah Rombongan pada 21-26 September 2026, Ziarah Nasional pada 28 September 2026, serta Doa Bersama Lintas Agama pada 1 Oktober 2026 yang diikuti 3.000 peserta dan disertai pembagian 3.000 paket sembako.
"Rangkaian HUT ke-81 TNI juga akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass pada 4 Oktober 2026 di perairan Teluk Jakarta," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurut Agung, kegiatan yang direncanakan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto tersebut akan menampilkan sailing pass, fly pass serta demonstrasi pasukan khusus, dan alutsista baru. "Data perencanaan mencatat 102 KRI terlibat dalam rangkaian Naval Parade," katanya.
Sementara itu, informasi yang didapatkan Republika, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) yang bakal berubah nama menjadi KRI Sriwijaya akan tampil perdana dalam acara di Teluk Jakarta. Garibaldi akan melintas dikawal armada tempur TNI AL di hadapan RI 1.
Puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monas, diawali upacara yang dipimpin Presiden RI. Sebagai inspektur upacara, Prabowo sekaligus bakal meresmikan satuan baru. Kegiatan dilanjutkan dengan parade dan defile pasukan serta alutsista, melibatkan 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB), terdiri 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB non-TNI.
Defile akan menampilkan 520 unit alutsista dan kendaraan, terdiri atas 420 unit alutsista atau kendaraan TNI, serta 100 kendaraan antik dan non-TNI. Selain parade dan defile, puncak peringatan akan dimeriahkan demo gabungan yang menampilkan demonstrasi udara serta gabungan udara dan darat.
"TNI juga menyiapkan kegiatan sosial berupa pembagian 40 ribu paket sembako dan 40 ribu porsi makan gratis bagi masyarakat. Seluruh rangkaian HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat serta menunjukkan kontribusi TNI bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," kata Agung.
Perkuat Jet Su-30MKM
Pesawat SU30 MKI menembakan rudal BrahMos (IAF)
Pemerintah Malaysia dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana akuisisi sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dari India untuk memperkuat armada pertahanannya.
Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam wawancaranya bersama media India, NDTV.
Anwar menyampaikan, pembahasan mengenai potensi pembelian persenjataan tersebut telah didiskusikan dalam pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh pemerintah Malaysia.
Diserahkan ke TUDM
Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada pihak militer yang memiliki keahlian di bidangnya, khususnya Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
“Kami telah berdiskusi, namun posisi saya umumnya menyerahkan kepada departemen atau lembaga terkait yang memiliki keahlian di angkatan udara untuk melanjutkan pembahasan,” ujar Anwar.
Ia menambahkan bahwa diskusi tahap awal telah berjalan dan dirinya mendukung penuh kerja sama tersebut guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang berlandaskan rasa saling percaya.
Para analis memprediksi varian yang menjadi incaran utama Malaysia adalah BrahMos versi air-launched (peluncuran udara). Rudal ini rencananya akan diintegrasikan untuk memperkuat jet tempur Sukhoi Su-30MKM milik TUDM.
BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik dengan mesin ramjet. Sistem persenjataan ini dikembangkan melalui usaha patungan antara Defense Research and Development Organisation (DRDO) asal India dan NPO Mashinostroyeniya dari Rusia di bawah naungan BrahMos Aerospace.
Varian rudal ini memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, pesawat tempur, hingga pelancar bergerak di darat (transporter erector launcher).
Uji Coba Pertama oleh Jet Su-30MKI pada 2017
Uji coba peluncuran rudal jelajah supersonik BrahMos varian udara dari pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI milik Angkatan Udara India sukses dilaksanakan untuk pertama kalinya pada 22 November 2017.
Uji coba bersejarah yang berlangsung di Teluk Bengkulu tersebut menjadi tonggak penting dalam membuktikan kemampuan integrasi rudal berdaya jelajah tinggi ini pada jet tempur buatan Rusia.
Pengembangan teknologi sistem persenjataan tersebut terus berlanjut hingga India menggelar uji peluncuran terhadap target darat pada 17 Desember 2019.
Keberhasilan uji coba tersebut membuktikan fleksibilitas rudal BrahMos-A dalam menghancurkan target strategis di darat maupun di lautan secara akurat dengan kecepatan supersonik.
Kemampuan kombinasi ini semakin ditingkatkan melalui uji coba penembakan rudal BrahMos versi jangkauan diperluas pada 29 Desember 2022.
Peluncuran dari Su-30MKI yang berhasil menghantam sasaran kapal perang sejauh 450 km tersebut secara resmi menandai kesiapan operasional penuh persenjataan ini di skuadron IAF. (AF)
Akan diubah menjadi KRI Sriwijaya
ITS Garibaldi bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) bertolak dari Pelabuhan Kolombo pada Sabtu (12/9/2026), menuju Indonesia. Hal itu setelah kapal induk produksi Fincantieri, Italia tersebut menuntaskan proses singgah untuk pengisian ulang logistik dan layanan.
Selama Garibaldi berada di Pelabuhan Kolombo, Komandan ITS Giuseppe Garibaldi Kapten Marco Guerriero melakukan kunjungan kehormatan kepada Komandan Wilayah Angkatan Laut Barat Sri Lanka Laksamana Muda Harsha De Silva di Markas Komando Angkatan Laut Wilayah Barat.
Para anggota awak kapal juga mengunjungi sejumlah objek wisata di sekitar Kolombo selama singgah di pelabuhan tersebut.
Adapun Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis (17/9/2026). Informasi terbaru, nantinya kapal induk tersebut disematkan nama KRI Sriwijaya.
Sementara itu, TNI AL dipastikan memberi nama baru bagi kapal induk Garibaldi setiba di Indonesia.
"Saat ini Garibaldi sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia dan diperkirakan akan tiba pada 17 September 2026," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul kepada Republika di Jakarta, Jumat (11/8/2026).
Disinggung penamaan Garibaldi diubah menjadi KRI Gajah Mada yang belum pasti, ia meminta publik menunggu pengumuman resmi. Pun kabar Garibaldi diubah menjadi KRI Sriwijaya, Tunggul menegaskan, TNI AL masih meminta persetujuan dari pimpinan.
Hanya saja, ia tidak menjelaskan, pimpinan itu apakah di TNI AL, Menhan RI, atau bahkan Presiden RI. "Untuk penamaan resmi masih dalam proses administrasi dan persetujuan dari pimpinan atas," ucap Tunggul.