Senin, 15 Oktober 2012

Pengganti KRI Dewaruci Lebih Canggih

KRI Dewaruci di Surabaya
TNI Angkatan Laut berencana mengganti kapal latih KRI Dewaruci dengan kapal sejenis yang lebih canggih. Maklum usia dari kapal tersebut terbilang lansia alias sudah tua. KRI Dewaruci sendiri sudah di operasikan lebih dari setengah abad atau persisnya selama 59 tahun.


Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengatakan pembahasan mengenai penggati kapal Dewaruci sudah dilakukan pihaknya jauh-jauh hari. "Pembahasannya sudah jauh-jauh hari, untuk mencari kapal yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan, lebih besar, dan lebih canggih," kata Untung, di sela-sela acara penyambutan KRI Dewaruci, Kamis (11/10/2012).

Untuk mendapatkan generasi penerus kapal, terdapat lima perusahaan pembuat kapal layar tiang tinggi dari tiga negara yang akan dilakukan tender. Perusahaan yang akan terlibat tender yakni dua dari Spanyol, satu dari Polandia, dan dua dari Belanda. Sementara Jerman tidak lagi disertakan karena sudah tidak membuat kapal layar tiang tinggi.

Menurut Untung, sepesifikasi kapal pengganti yang baru nanti diharapkan mampu menampung 120 kadet. Sementara untuk awak kapal termasuk pelatih berkisaran 60 sampai dengan 80 orang. Kapal baru nanti rencananya akan mampu menampung total hingga 180 sampai dengan 200 orang. Tipe kapal yang akan dipilih yakni dengan tipe Barque.

Mengenai harga, pihak Mabes TNI AL, Mabes TNI, dan Kementerian Pertahanan masih dibahas sebelum putuskan kapal mana yang paling cocok, serta perusahaan dan negara mana yang dipilih.

Untung tidak menyebut besaran pasti harga kapal yang baru nanti. "Kalau soal harga itu pastinya cukup besar," ujarnya.

Sementara mengenai KRI Dewaruci sendiri, Untung mengatakan TNI AL tetap akan menggunakannya. Karena sampai saat ini, kapal masih dalam kondisi laik untuk berlayar. Meski tetap digunakan, pihaknya selalu memperhatikan mengenai keselamatan, mengingat usai KRI Dewaruci yang sudah memasuki 59 tahun. "Setelah kapal latih yang baru datang, KRI Dewaruci tetap dipakai di wilayah Indonesia saja. Bisa dibilang ini perjalanan internasional yang terakhir. Untuk kapal baru, paling lambat (tiba) 2014 nanti," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Laut hari ini menyambut kedatangan KRI Dewaruci di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara. KRI Dewaruci mengikuti Operation Sail 2012 di Amerika Serikat dalam rangka memperingati 200th Anniversary of the War.
© Kompas

“Blue Hurricane” Di Laut Mediterranean

KRI Sultan Hasanuddin-366 “mengamuk”, bertubi-tubi tembakan dikeluarkan dari moncong meriam kaliber 76 mm dan 20 mm. Sesaat kemudian nampak dikejauhan sasaran permukaan laut hancur dan perlahan-lahan tenggelam. Sejenak kemudian terdengar dentuman-dentuman keras suara tembakan yang berasal dari meriam kapal perang lainnya. Air laut pun nampak semburat keatas menandai bahwa amunisi yang dipakai untuk menghancurkan sasaran itu adalah peluru tajam. Akhirnya delapan sasaran permukaan laut berwarna orange dapat dihancurkan. Demikian sekilas gambaran mengenai MTF Live Firing Gunnery Exercise yang dilaksanakan oleh enam unsur Maritime Task Force United Nations Interim Force In Lebanon (MTF/UNIFIL) di area Barbara 2 Laut Mediterranean, Jum’at (12/10). 

Latihan Gabungan MTF-448 UNIFIL menggunakan sandi “Blue Hurricane” sebutan angin topan yang biasa terjadi di daerah tropis, dengan sasaran target permukaan laut dan target udara (Surface and Anti Air Gunfire Exercise). Unsur-unsur MTF yang terlibat terdiri dari tiga kapal Fregate dan tiga kapal patroli yaitu KRI Sultan Hasanuddin-366 (Indonesia), FGS Magdeburg F-261 (Jerman), BRS Liberal F-43 (Brasil), FGS Gepard P-6121(Jerman), BNS Madhumati P911 (Bangladesh) dan HS Kristallidis P-69 (Yunani). Sedangkan dari LAF Navy diikutsertakan beberapa perwira observer dan kadet yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366, BRS Liberal  F-43 dan FGS Magdeburg F-261.

Latihan manuvra laut ini juga disaksikan oleh para petinggi LAF (Lebanon Armed Force) dan pejabat UNIFIL yang onboard di BRS Liberal F-43. Latihan ini bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan inter operability antar unsur-unsur MTF-448 sekaligus menunjukkan kepada Staf UNIFIL dan LAF tingkat profesionalitas dan kesiapan unsur-unsur laut dalam mendukung United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1701. 

Mengawali latihan terlebih dahulu dilaksanakan Identification and Surveilence Recognition (ISR) yang dilakukan oleh Helikopter BO 105 NV 414 yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 untuk melaksanakan pengamatan dan meyakinkan area latihan benar-benar aman dari lalu lintas laut. Surface Gunfire Exercise dilaksanakan pada siang hari dengan sasaran target permukaan berupa delapan Killer Tomatoes. Peletakkan target Killer Tomatoes dilakukan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366, FGS Magdeburg F-261 dan FGS Gepard P-6121 di area penembakkan Barbara (Laut Mediterranean). 

Latihan Surface Gunfire ini dibagi dalam lima sesi, pada sesi pertama sampai dengan sesi keempat penembakkan dilaksanakan oleh tiap-tiap unsur yang membentuk formasi garis lurus dengan jarak antar unsur 1000 yards. Sedangkan jarak tembak dari formasi bervariasi dari 1500 – 10.000 yards dengan menggunakan meriam 76 mm dan 20 mm secara bergantian.

Pada sesi kelima KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan manuvra taktis dengan kecepatan 25 knot sambil memuntahkan tembakkan dari meriam 76 mm kearah sasaran sejauh 9000 yards/4,5 nautical mile. Dua dari enam target Killer Tomatoes berhasil dihancurkan oleh meriam 76 mm. Setelah mendekati sasaran pada jarak 3000 yards, meriam 20 mm beraksi dengan memuntahkan amunisinya ke target. Satu target Killer Tomatoes berukuran 3 x 3 meter itupun dapat dihancurkan dengan mudah. Tidak semua target dihancurkan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366  karena  tiga target lainnya untuk  latihan penembakan unsur yang lain.

Sedangkan Anti Air Gunfire Exercise dilaksanakan pada malam hari dengan menggunakan meriam 20 mm. Sasaran berupa flare ditembakkan dari BRS Liberal F-43, setelah flare menyala di udara, setiap unsur dapat menembak sasaran tersebut secara bergantian. Latihan penembakan pada malam hari tersebut berakhir pada pukul 21.00 local time dengan berjalan lancar dan aman.

Dalam latihan ini, KRI Sultan Hasanuddin-366 mendapat apresiasi yang tinggi dari para pejabat UNIFIL dan Lebanon Armed Force maupun dari sesama unsur MTF karena tingkat profesionalisme para prajuritnya sehingga dapat melaksanakan latihan manuvra taktis dan penembakkan secara tepat dan aman. Dengan adanya kegiatan latihan ini KRI Sultan Hasanuddin-366/TNI AL juga memberikan kesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki Angkatan Laut yang profesional dan terlatih dengan baik dan sangat layak untuk mengemban misi-misi internasional dibawah bendera PBB.

Latihan ini diawali dengan Pre Sail Gunnery Exercixe Briefing yang dilaksanakan sehari sebelumnya di BRS Liberal F-43 yang dihadiri oleh MTF Commander Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  ZAMITH, Chief of Staff MTF Kolonel Laut (P) Dwi Sulaksono, para Deputy MTF dan  para Komandan Unsur-unsur  MTF yang terlibat latihan serta dari LAF Navy. Dalam sambutannya, MTF Commander menekankan bahwa semua unsur harus mengutamakan keamanan latihan pada setiap sesi latihan. Selain itu setiap sesi latihan menjadi tanggung jawab penuh Komandan kapal dengan tetap mengacu pada standar prosedur dan  peraturan yang berlaku di negaranya masing-masing. Bravo Zulu. (Dispenarmatim).
© Koarmatim

Dua Polisi Diduga Hilang di Sarang Teroris

Jakarta - Dua orang polisi dikabarkan hilang di Desa Tamajenka, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sejak Senin pekan lalu, 8 Oktober 2012. Keduanya adalah Brigadir Satu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman.

Lokasi keduanya hilang diduga merupakan basis terduga teroris bernama Santoso yang masuk daftar pencarian orang di sekitar Gunung Potong. Mereka hilang saat sedang mengumpulkan bahan dan keterangan terhadap suatu kasus.


Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Suardi Alius, tidak membantah informasi tersebut. "Siang ini, juga masuk salah satu materi yang akan dirilis," kata Suardi melalui pesan singkat, Senin, 15 Oktober 2012.


Pada 7 Oktober lalu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri juga berhasil menangkap seorang terduga teroris, Imron, di Jalan Kangkung, Kelurahan Balaroa, Palu. Alumni Pesantren Darussaadah Boyolali ini diduga berperan sebagai kurir dan fasilitator kelompok Santoso. Adapun Santoso adalah pentolan teroris di Poso yang terkait dengan Nurdin M. Top.


Imron juga diduga berperan membeli senjata untuk kelompok Santoso serta belajar merakit bom untuk kelompok Thoriq di Solo, Jawa Tengah.


Kemarin, Kepala Biro Penerangan Umum Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan Detasemen Khusus masih mengembangkan kasus Imron tersebut.
© Tempo.Co

Taring Macan Kumbang Akan Lebih Tajam Lagi

SATUAN Batalyon Kavaleri 8/Tank dengan lambangnya macan kumbang akan semakin garang saat diperkuat dengan tank ''Leopard''.

Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8 berkedudukan di Beji, Pasuruan.

Selama ini, Yonkav 8 menjadi markas alutsista kendaraan tempur Scorpion dan Stormer.

Lambang macan kumbang ini menggambarkan pendirian teguh prajurit Yonkav 8/Tank  pada kebenaran, selalu siap untuk bergerak dan menghancurkan musuh-musuhnya yang membahayakan keselamatan bangsa dan negara.

Yonkav-8/Tank berada di bawah komando Divisi Infanteri 2 Kostrad, dan merupakan salah satu satuan bantuan tempur yang menjadi pemukul di jajaran Kostrad.

Nama tank ''Leopard'' mengingatkan pada The Javan Leopard, yakni macan tutul, spesies khusus yang ada di Pulau Jawa. Pada tahun 2008, spesies ini masuk klasifikasi terancam punah.

Simpang siurnya kabar tentang pembelian tank Leopard dari Jerman sudah terjawab, saat ada keputusan dari pemerintah.

Dan Batalyon Kavaleri 8/Tank merupakan satuan Kavaleri yang mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk menerima dan mengoperasikan Leopard ini dengan kekuatan 1 batalyon lengkap untuk wilayah timur. Rencananya, TNI AD membutuhkan dua batalyon tank berat Leopard, masing-masing untuk kawasan barat di Cilodong dan timur di Beji Pasuruan.


 Buat Garasi

Leopard direncanakan akan masuk ke Indonesia secara bertahap, dan kedatangan pertama akan langsung masuk ke Batalyon Kavaleri 8/Tank di tahun 2012 ini juga.

Kini, Batalyon Kavaleri 8/Tank sedang berbenah dan mempersiapkan diri menerima Leopard tersebut. Di samping penyiapan personel, wujud nyata dari persiapan tersebut adalah mulai dibangunnya garasi untuk Leopard di dalam satuan Batalyon Kavaleri 8/Tank yang akan selesai sebelum Leopard datang ke Indonesia.

Brigjen TNI Hartind Asrin saat menjadi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan menyatakan,  sebanyak 15 unit Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2A6 yang akan datang pada tahap pertama, dari 100 tank yang direncanakan, akan ditempatkan di wilayah Jawa. Tetapi tidak menutup kemungkinan tank yang datang kemudian akan dikirim ke daerah-daerah perbatasan.

Tank Leopard 1 buatan Jerman pertama kali digunakan pada tahun 1956. Tank ini juga menjadi tank tempur utama (main battle tank) di beberapa negara di dunia.

Tank Leopard 2 dikembangkan sejak tahun 1970 dan diluncurkan pertama pada tahun 1979 untuk menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman.

Leopard juga digunakan di dua belas negara Eropa lainnya, serta negara-negara non-Eropa.

Leopard 2, tak diragukan lagi, adalah salah satu tank tersukses dari generasi terakhir MBT, dan lebih dari 3.200 unit telah diproduksi.(Wiharjono-24).

Armada Jaya XXXI/2012: Komando Gabungan Amfibi Siap Berlatih

Latihan Pendaran PT-76 TNI AL (Foto Kenyot10)
PANGLIMA Komando Tugas Gabungan Amfibi, Laksda TNI Sadiman, yang juga menjabat Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) melaksanakan pengecekan kesiapan di daerah latihan umum di sebelah utara Pulau Sebuku, Kalimantan, Jumat (12/10). Pengecekan tahapan kegiatan latihan umum meliputi uji komunikasi dan naik turun jaring pasukan pendarat marinir.

Unsur-unsur KRI angkut pastkan jenis LST dan Froch sebagai badan utama Kogasgabfib melaksanakan bekal ulang bahan bakar. Sejak tiba di daerah perairan latihan umum, unsur KRI menempati sektor lego jangkar yaitu KRI Teluk Mandar 514, KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Sampit 515, jenis Froch KRI Celukan Bawang 532, KRI Teluk Cendrawasih 533 dan kapal markas KRI Banjarmasin 592 serta kapal bantu KRI Arun 903.

KRI jenis penyapu ranjau yang lebih dulu berada di daerah latihan umum melaksanakan pembersihan medan ranjau penyapu ranjau. Yaitu KRI Pulau Rengat 711, KRI Pulau Rupat 712 dan jenis parchim KRI Lambung Mangkurat 374 serta Froch KRI Teluk Sibolga 536.

Selanjutnya, unsur-unsur tersebut melaksanakan lego jangkar sesuai dengan posisi diagram serbuan di daerah latihan umum. Sementara unsur tabir yang terdiri dari delapan unsur KRI yang bertugas melaksanakan perlindungan terhadap badan utama Kogasgabfib dengan kapal Markas Komando di KRI Banjarmasin 592. Sedangkan Satuan pelaksana Operasi Udara melaksanakan intai udara taktis sepanjang route menuju daerah sasaran.

Kekuatan pemukul unsur KRI yang tergabung dalam unsur tabir yang terdiri kapal perang jenis perusak kawal rudal, fregat, dan sigma kelas serta parchim telah menempati posisi di sektor penyekatan di daerah latihan umum di sekitar perairan Sebuku Banjarmasin.

Kesiapan siagaan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi ancaman udara maupun kapal permukaan. Sementara di daerah sasaran operasi telah ditugaskan Unsur intai kapal selam KRI Nanggala 402 melaksanakan kegiatan pengintaian terhadap unsur-unsur lawan.

Guna meningkatkan kesiapan dan ketahanan fisik prajurit pasukan pendarat marinir dilaksanakan latihan naik-turun jaring di beberapa kapal perang jenis angkut pasukan tipe landing ship tank (LST). Sedangkan untuk latihan pendaratan dilaksnakan reembarkasi atau diluncurkan ranpur tank amfibi dari kapal angkut KRI Teluk Sampit 515. Pengecekan jaring komunikasi antar unsur KRI dilaksanakan pengecekan sesuai dengan jaring komando taktis.

Sebelumnya, untuk meningkatkan moral prajurit pasukan pendarat marinir secara serentak dilaksanakan olahraga dalam rangka mempertahankan fisik daya juang yang disiapkan melaksanakan pendaratan amfibi di Sangatta, Kalimantan Timur.

Berdasarkan siaran pers Kadispen Koarmabar, Letkol Laut (KH) Agus Cahyono yang diterima Jurnal Nasional, unsur-unsur Kogasfib selama lego jangkar di daerah latihan umum melaksanakan pertahanan udara dan lawan sabotase bawah air.

© Jurnas
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...