Minggu, 07 Desember 2014

Kopassus Diminta Melatih Negara Tetangga

Pasukan khusus negara Asean, juga ikut jam master di Kopassus.

Satuan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus TNI AD mendapat permintaan untuk melatih tim khusus regu tembak dari negara-negara tetangga ASEAN. Permintaan ini berdatangan setelah TNI AD sukses mengukir prestasi gemilang di kompetisi tahunan Asean Armies Rifle Meet (AARM) ke-24 yang berlangsung di Vietnam.

Kompetisi itu diikuti 10 negara yakni Indonesia, Thailand, Philipina, Brunei, Vietnam, Singapura, Myanmar, Malaysia, Kamboja, dan Laos.

Indonesia membawa kontingen yang berjumlah 60 orang. Semuanya merupakan anggota TNI AD, dan 37 orang di antaranya berasal dari satuan Kopassus. Kontingen ini dipimpin oleh Mayor Infantri Faisal Izudin.

Kontingan Indonesia yang tiba di tanah air pada Minggu 30 November lalu, menyabet 9 dari 15 trophy. Mereka juga berhasil membabat lebih dari separuh medali emas yang tersedia, yakni 29 dari 45 medali emas.

"Di lapangan juara umum. Negara-negara lain atau penyelenggara sendiri datang meminta pelatih Kopassus untuk melatih (menembak). Ada Brunei dan Myanmar," ujar Asisten Intelijen Danjen Kopassus, Kolonel Inf. I G Putu Danny, saat ditemui Liputan6.com di Mako Kopasus, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (7/12/2014).

Menurut Putu Danny, bukan kali ini saja beberapa negara di ASEAN meminta Kopassus melatih mereka menembak. Bahkan, lanjut Danny, beberapa negara yang telah dilatih Kopassus sudah bisa meraih emas di ajang bergengsi militer ASEAN itu.

"Dulu mereka susah untuk dapat medali. Tapi semenjak 2 periode mereka ikutan dilatih, mereka sudah bisa dapat medali. Prajurit khusus di Asia Tenggara, 911, juga ikut jump master di Kopassus," jelas Putu Danny seraya menunjukkan alat-alat tempur Kopasus.

Setiap acara tersebut, Putu Danny menjelaskan, Kopassus terus melahirkan para jagoan atau penembak jitu baru. Ini karena setiap angkatan baru, lanjut Putu Danny, diberi kesempatan mengikuti latihan yang digelar kurang lebih 6 bulan di tempat khusus.

Tak heran jika militer negara-negara tetangga juga berebut untuk dilatih Kopassus. Selain itu, mereka juga terus memantau Pindad. Tak jarang, sambung Putu Danny, mereka sangat ingin tahu dan mencontek senjata yang digunakan Kopassus.

"Kasad di Thailand kunjungan kemari ya untuk mengetahui senjata SS2. SS2 ada yang digunakan untuk materi rivel atau menembak jarak 100 meter biasa disebut karaben," tutur Putu Danny. Saat di AARM, ujar dia, 2 kelas karaben dan senapan Kopassus mendominasi peraihan medali.

Karena itu dia berharap, agar Pindad bisa mengupgrade pistol dan machine gun. "Tertarik sama Pindad, sebetulnya Pindad bisa improve ke depan," tutup Putu Danny.

Dalam pegelaran alat tempur di halaman Mako Kopassus, satuan baret merah memamerkan beberapa kendaraan tempurnya. Seperti Bush Madter, Caspier, dan Komando.

  ★ Liputan 6  

[World] Inggris akan buka pangkalan militer baru di Bahrain

http://icdn.antaranews.com/new/2011/03/ori/20110323062526sheikh.jpgMenteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmad Al Khalifa (REUTERS)

Inggris akan membuka pangkalan militer baru di Bahrain dalam kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama menangani ancaman keamanan di kawasan tersebut, kata Menteri Luar Negeri negara kerajaan Teluk itu, Sabtu.

Negara-negara Teluk termasuk Bahrain menemukan kesamaan dengan Amerika Serikat dan Kekuatan Eropa dalam melawan militan Negara Islam, dan Putra Mahkota Bahrain pada Jumat telah menyerukan ajakan untuk memerangi "Kebatilan".

Bahrain merupakan bagian dari koalisi pimpinan AS dalam melancarkan serangan udara terhadap kelompok ekstrimis yang telah menancapkan kekuasaan di sebagian besar wilayah di Suriah dan rak.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan "meneguhkan kerja sama untuk memelihara keamanan dan stabilitas dalam menghadapi permasalahan yang ada."

"Bahrain menantikan penerapan dari kesepakatan hari ini dan meneruskan kerja sama dengan Inggris dan mitra-mitra lain dalam mengatasi ancaman keamanan regional," kata Khalid, seperti dilaporkan AFP.

Kesepakatan yang dicapai dalam Dialog Manama di Bahrain itu, membuat Inggris dapat menempatkan dan menyimpan peralatan serta memungkinkan negeri itu mengirim empat kapal perang pemburu-ranjau yang saat ini bersandar di pelabuhan Mina Salman.

"Pangkalan baru ini merupakan perluasan tetap dari jejak Angkatan Laut Kerajaan dan akan membuat Inggris dapat mengirim lebih banyak lagi kapal-kapal yang lebih besar untuk memulihkan stabilitas di Teluk," kata Menteri Pertahanan Michael Fallon.

"Kami kini akan berada di Teluk untuk jangka waktu yang lebih panjang."(Uu.M007)

 Inggris akan bentuk pangkalan permanen di Timur Tengah 
kapal induk InggrisPangkalan di Bahrain antara lain akan digunakan untuk kapal perang dan kapal induk Inggris.

Inggris akan membentuk pangkalan militer pertama di Timur Tengah sejak menarik diri dari kawasan pada 1971.

Pangkalan permanen di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain, itu akan menjadi pangkalan kapal perang dan kapal induk.

Inggris mengatakan langkah itu merupakan "Perluasan Angkatan Laut" dan akan "membantu stabilitas" di kawasan Teluk.

Bahrain akan membayar sebagian besar dari £15 juta anggaran yang diperlukan untuk membangun pangkalan dan Inggris akan membayar pengeluaran untuk pangkalan itu.

Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond - yang menandatangani perjanjian itu dalam konperensi keamanan di Manama, Bahrain- mengatakan langkah tersebut "hanya merupakan salah satu contoh kemitraan kami dengan mitra di Teluk untuk menghadapi ancaman strategis dan kawasan."

Hammond mengatakan langkah itu diterapkan berdasarkan rekor "30 tahun kami dalam melakukan patroli di Teluk."

Wartawan keamanan BBC Frank Gardner mengatakan empat kapal penjelajah ranjau Inggris telah ditempatkan "berdasarkan rotasi" di Pelabuhan Mina Salman.

Namun selama ini, Inggris hanya memberikan dukungan bagi pangkalan Angkatan Laut Amerika di sana.

Garnder mengatakan fasilitas baru itu merupakan salah satu pangkalan AL Inggris yang paling penting di dunia dan akan digunakan antara lain untuk membantu operasi Inggris di Irak, termasuk dalam bagian koalisi yang dipimpin AS untuk menggempur kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS.


  ★ Antara | BBC  

[World] Sudah 3 Kali, China Uji Coba Pesawat Siluman Hipersonik

China tepantau menguji coba pesawat siluman hipersonik. | (Ilustrasi / Russia Today / DARPA)

Uji coba pesawat siluman hipersonik oleh China untuk ketiga kalinya telah terpantau badan intelijen Amerika Serikat (AS).

Pesawat siluman milik militer China yang selama ini dirahasiakan itu mampu melaju hingga delapan kali kecepatan suara. Para ahli menduga, uji coba pesawat hipersonik China itu bagian dari pengembangan nuklir strategis Beijing.

Pada pekan ini, badan intelijen AS mencatat China melakukan uji coba pesawat hipersonik yang bernama WU-14 yang ketiga kalinya. Dua uji coba sebelumnya telah dilakukan China pada awal tahun ini.

Seorang Wakil Kepala Pentagon, membenarkan laporan intelijen AS itu. Namun, dia enggan berkomentar lebih lanjut.

”Kami menyadari laporan mengenai tes (pesawat hipersonik) ini dan kami secara rutin memantau kegiatan pertahanan asing,” kata Wakil Kepala Pentagon, Letkol Jeff Pool, seperti dikutip Russia Today, Jumat (5/12/2014). ”Namun, kami tidak mengomentari kerja intelijen atau menilai sistem senjata luar negeri kita.”

Lora Saalman, seorang ahli kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan uji coba ketiga dari pesawat siluman hipersonik WU-14 China dalam setahun ini menunjukkann bahwa Beijing sedang menjalankan gerakan militerisasi.

”Tidak hanya tes ketiga WU-14 dalam satu tahun ini yang menunjukkan bahwa ini adalah program prioritas untuk China, tapi juga menunjukkan bahwa kekhawatiran AS atas sejarah bahwa China berlari cepat dari program senjata nuklir,” lanjut dia.(mas)

  ★ sindonews  

[World] Produsen Senjata Rusia Luncurkan Senjata Otomatis Baru Pesaing Kalashnikov

Pabrik Degtyarev yang terletak di kota Kovrov (Vladimirskaya Oblast) memamerkan prototipe senapan serbu otomatis baru buatannya. Perancang senjata yang cukup lama merahasiakan spesifikasi dan keistimewaan senjata baru itu akhirnya memperkenalkan senjata otomatis baru tersebut. http://nl.media.rbth.ru/web/id-rbth/images/2014-12/big/a-545_468.jpgSenjata ini dapat menggunakan dua ukuran peluru yang paling sering digunakan di Rusia, yakni kaliber 5,45 dan 7,62. Sumber: Stasiun TV Rusia Zvezda

Salah satu keistimewaan senjata otomatis tersebut adalah senjata itu dapat menggunakan dua ukuran peluru yang paling sering digunakan di Rusia, yakni kaliber 5,45 dan 7,62. Hal tersebut diberitakan oleh stasiun televisi Rusia Zvezda.

Ukuran kaliber peluru itu membuat senjata otomatis baru ini dapat digunakan secara terintegrasi dengan senapan serbu Kalashnikov.

Senjata otomatis baru tipe A-545 dilengkapi dengan bolt senapan yang memiliki konstruksi baru dan sistem penyeimbang yang dapat menurunkan impuls (hentakan) dari tembakan. Menurut pernyataan perwakilan perusahaan, kepadatan tembak (jarak antara peluru) dalam tembakan beruntun dari senjata baru ini jauh melebihi persyaratan yang ditetapkan oleh badan militer Rusia.

Senjata otomatis ini merupakan modifikasi senjata tipe AEK-971 yang telah disempurnakan. Senjata ini menggunakan kaliber peluru 5,45x39, sama seperti yang digunakan dalam senjata otomatis AK-74 dan modifikasinya. Tersedia pula pilihan senjata otomatis untuk penggunaan kaliber peluru 7,62x39. Senjata baru tersebut diperkirakan akan diberi nama Kord dan menjadi bagian dari keluarga besar senjata buatan pabrik Degtyarev yang sudah meluncurkan senapan mesin kaliber besar dan senapan runduk dengan ukuran peluru 12,7x108 mm.

Saat ini, pabrik Degtyarev asal kota Kovrov tersebut sedang mengikuti kompetisi senjata otomatis baru untuk Angkatan Bersenjata Rusia. Mereka menominasikan senjata tipe AEK-971 yang juga dilengkapi dengan mekanisme penyeimbang otomatis. Saingan berat bagi senjata ini adalah senjata otomatis AK-12 buatan grup perusahaan Kalashnikov.

  ★ RBTH  

Kisah Putra Tiongkok sampai Jadi Laksamana TNI

Laksama Pertama Harmin Sarana -- MTVN/Hardiat Dani Satria

L
aksamana Pertama (Purn) Harmin Sarana seorang Tiongkok yang sukses berkarir di TNI. Pria yang masuk TNI pada 1978 itu menilai, masyarakat kerap keliru melihat hubungan etnis Tionghoa dengan Kemiliteran.

TNI, kata Harmin, tidak mengenal diskriminasi. Ia merasa tidak pernah ada penguncilan dalam proses seleksi, pembinaan, sampai ia berpangkat bintang satu.

“Kalau kita tidak pernah mengeluh dan takut akan tugas,malah kita ambil tugas yang paling berat dan apabila tidak ada orang lain yang mau menolong, orang akan mengapresiasi dan tidak akan melihat warna kulit kita,” kata dia saat dalam peluncuran buku “Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran Sejak Nusantara Sampai Indonesia” di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2014).

Saat berdinas di Marinir, Harmin merasakan persaudaraan yang begitu kuat dengan teman-temannya. Orang justru takjub melihat sosok Harmin yang mengenaikan seragam Marinir dan pistol di tangan.

“Saya datang ke Glodok, orang-orang pada melotot melihat saya, jadi sesuatu barang langka,” ujar Harmin.

Selain itu, Harmin juga memastikan tidak ada pandang bulu di proses seleksi TNI. Pasalnyam, Harmin sempat menjadi tim penerimaan pusat di Akabri. "Kata-kata 'Kamu keturunan apa?' tidak ada,” tegas Harmin.

Harmin juga mengaku tak pernah mengistimewakan sesama warga Tiongkok. Ia bahkan pernah menolak seorang pemuda Tiongkok lain. “Saya sendiri memutuskan dia tidak diterima. Karena dari segi kesehatan memang menurut saya tidak layak, bukan karena ras,” jelas Harmin.

Untuk itu, Harmin menghimbau masyarakat menghapuskan stigma negatif etnis Tiongkok dalam ranah militer. “Jadi saya sampaikan kepada Gema Inti, pemuda-pemuda Tionghoa, jangan punya rasa minder. Kita adalah Indonesia, kita bagian dari Indoensia. Buktikan Kita memang layak untuk aktif dalam kegiatan kemiliteran,” imbau Harmin.
Warga Tionghoa Diharapkan Tidak Takut Masuk MiliterSampai saat ini warga Tionghoa dinilai takut untuk masuk ke dalam kemiliteran Indonesia. Untuk itu, harus ada perubahan aturan kebijakan kesetaraan agar adanya perubahan.

"Harus ada perubahan aturan kebijakan kesamaan kesataraan yang sama di tingkat UU. Agar para warga Tionghoa ini tidak lagi minder," ujar Pengamat Militer LIPI Jaleswari Pramodharwardani.

Jaleswari mengatakan diacara peluncuran buku 'Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran Sejak Nusantara Sampai Indonesia' di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2014). Selain Jaleswari, pembicara yang hadir ialah Mayjen TNI Gede Sumerta dari Universitas Pertahanan dan Asintel Kodam Jaya, Sony Aprianto.

Bagi Jaleswari, dengan adanya peluncuran buku ini akan membuka mata warga Tionghoa bahwa mereka sama. Tidak ada perbedaan jika mereka masuk kedalam dunia militer Indonesia.

"Jadi kontribusi buku ini cara kita lihat kebhinnekaan kita," ujar Jaleswari.

Dilain pihak, Asintel Kodam Jaya, Sony Aprianto juga mengajak para warga Tionghoa untuk bergabung. Karena sampai saat ini warga Tionghoa hanya berada dalam posisi yang umum saja.

"Jadi saya mengajak saudara kami lebih peran aktif lagi untuk ikut serta bela negara," tutupnya.


  ★ metronews | detik  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...