Tiba di Tanah Air
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) menerima cindera mata dari Dansatgas Konga XXXV-A/Unamid Letkol Inf Herry Subagyo (kiri) saat upacara penyambutan pasukan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) di Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (15/4/2016) malam. Sebanyak 604 pasukan TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid tiba di Makassar setelah melakukan misi perdamaian di Darfur-Sudan, Afrika Selatan, selama 13 bulan.(ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) berbaris saat mengikuti upacara penyambutan di Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (15/4/2016) malam. Sebanyak 604 pasukan TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid tiba di Makassar setelah melakukan misi perdamaian di Darfur-Sudan, Afrika Selatan, selama 13 bulan. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) meneriakan 'yel-yel' usai mengikuti upacara penyambutan di Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (15/4/2016) malam. Sebanyak 604 pasukan TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid tiba di Makassar setelah melakukan misi perdamaian di Darfur-Sudan, Afrika Selatan, selama 13 bulan. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Sejumlah prajurit Satuan Tugas Marinir Batalyon Komposit TNI Kontingen XXX-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) melempar baret ketika tiba di Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/4/2016). Sebanyak 21 prajurit dari Satgas Marinir Batalyon Komposit TNI Kontingen XXX-A/Unamid di bawah pimpinan Kapten Marinir Yusman Efendi tersebut tiba di tanah air usai bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di Sudan Selama 14 bulan. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
★ antara
Di Tarakan
Sejumlah pasukan khusus melakukan penyergapan teroris saat simulasi penyelamatan sandera di dermaga AL Mamburungan Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (15/4/2016). (ANTARA FOTO/Fadlansyah)
Sejumlah pasukan khusus melakukan penyergapan teroris saat simulasi penyelamatan sandera di dermaga AL Mamburungan Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (15/4/2016). (ANTARA FOTO/Fadlansyah)
Sejumlah anggota pasukan khusus turun dari helikopter untuk melakukan penyergapan markas teroris, saat simulasi penyelamatan sandera oleh teroris di dermaga AL Mamburungan Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (15/04/2016). (ANTARA FOTO/Fadlansyah)
Sekelompok anggota pasukan khusus berhasil mengevakuasi sandera dari tahanan teroris, saat simulasi penyelamatan sandera dari teroris di dermaga AL Mamburungan Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (15/04/2016). Simulasi ini merupakan bagian dari latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang kali ini dipusatkan di Tarakan. (ANTARA FOTO/Fadlansyah)
★ antara
Tutup Rangkaian Komodo
Satgas Komodo
Puluhan kapal perang asing melaksanakan “Sea Phase” latihan bersama tahap laut dengan kapal perang TNI Angkatan Laut yang dilaksanakan di Perairan Padang dan Kepulauan Mentawai.
Selesainya kegiatan latihan ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan “Komodo 2016” yang digelar selama 12-16 April 2016 di Padang dan Mentawai.
Latihan yang merupakan bagian dari Maritime Peace Keeping Operation (MPKO) meliputi Latihan Penyelamatan, Latihan Pertahanan Udara, Latihan Pengendalian Kerusakan, Latihan Pendaratan Heli, Latihan Komunikasi dan Navigasi, Latihan Perpindahan Personel/Logistik dari kapal ke Heli atau sebaliknya. Selain kapal perang, unsur udara Pesawat Patroli Maritim Angkatan Laut juga turut berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Inspektur upacara dalam penutupan Komodo 2016 dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI I.N.G.N. Ary Atmaja di Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (16/4/2016).
Upacara penutupan diakhiri dengan parade kapal perang (sailing pass) yang diikuti oleh seluruh kapal peserta latihan di perairan Mentawai.
Menurut Kasal, dalam latihan yang diikuti oleh Angkatan Laut dari 35 negara ini, Angkatan Laut dari negara-negara peserta secara historis bekerjasama menjalankan kegiatan dengan skenario latihan misi bantuan kemanusiaan.
“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kemitraan dan kerjasama negara-negara anggota peserta dalam rangka Confidence Building Measure, Capacity Building dan Interoperability dalam kerangka Maritime Domain Awareness sesuai perkembangan tantangan keamanan maritim saat ini,” tegasnya.
Kabid Publikasi dan Dokumentasi MNEK 2016
Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet
Operasi Tinombala [antara]
Anggota Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memprioritaskan kinerjanya menangkap pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Abu Wardah alias Santoso.
"Menyerahnya dua orang pengikut Santoso karena kelaparan beberapa hari lalu harus dijadikan momentum untuk mempercepat penangkapan Santoso," kata Sufmi Dasco Ahmad, Senin (18/4).
Dia mengatakan, hampir dapat dipastikan kondisi kelompok Santoso saat ini jauh melemah jika dibandingkan satu tahun lalu ketika mereka masih berani melakukan propaganda memamerkan pasukan bersenjata melalui internet.
Dasco menegaskan mendukung BNPT di bawah pimpinan Komjen Pol Tito Karnavian sebagai ujung tombak penanggulangan terorisme dapat meringkus Santoso dan kelompoknya hidup atau mati.
"Bahkan bila perlu BNPT tetapkan tenggat waktu (menangkan Santoso dan kelompoknya)," ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
Dia menjelaskan, kondisi hutan pegunungan yang lebat tempat Santoso bersembunyi menjadi hambatan utama. Namun dia meyakini bahwa Tito Karnavian yang selama ini dikenal sebagai orang lapangan pasti tahu bahwa saat ini adalah kesempatan yang terbaik untuk menangkap Santoso dan kelompoknya yang tersisa.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto pada Sabtu (16/4), mengatakan Tim Satgas Tinombala berhasil menangkap dua orang yang diduga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Keduanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang dan berhasil ditangkap di sekitar Poso Pesisir, Jumat (15/4) sekitar pukul 11.30 WITA. Mereka adalah SH alias Faqih (19) bergabung dengan kelompok Santoso pada 2015 sedangkan IB alias AM alias ID (21) pada 2013.
Made In Bandung
Helikopter TNI AL
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sedang merancang helikopter khusus. Kali ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini mendesain heli pemburu kapal selam atau Anti Kapal Selam (AKS).
Untuk pengembangan ini, PTDI menggandeng Airbus Helicopters. Airbus akan menyediakan heli standar varian militer jenis AS565 MBe Panther.
"Kami sendiri yang bikin desain integrasi untuk sonar dan torpedo. Ini namanya heli Panther Anti Kapal Selam (AKS)," kata seorang karyawan PTDI kepada detikFinance, Senin (18/4/2016).
Dalam industri helikopter versi militer, tidak ada heli baru yang langsung tersedia sesuai kebutuhan pemesan. Produsen helikopter hanya menyediakan heli standar. Untuk varian AS565 MBe Panther, PTDI berperan mendesain dan merakit peralatan Anti Kapal Selam seperti sonar dan persenjataan yang diminta oleh pemesan yakni TNI AL.
"Di situ nanti dilakukan desain. Kita lakukan analisis, instalasi dan integrasi alat, kemudian kita lakukan uji kelaikan udara," tambahnya.
Proses pengembangan heli Panther sendiri telah dimulai sejak Januari 2016. Saat ini, pengembangan memasuki tahap preliminary design. Di sini masih ada beberapa desain. Selanjutnya, PTDI bakal melakukan critical design untuk memperoleh kepastian desainnya, setelah itu baru membuat barang komponen yang kecil-kecil.
"Setelah itu barang utama datang seperti sonar dan torpedo untuk dipasang. Setelah diintegrasi, kemudian testing atau pengujian di ground atau flight sampai baik, baru masuk authority yakni uji kelayakan udara di Kemhan dan terakhir delivery," sebutnya.
Heli standar tipe Panther akan didatangkan dalam bentuk bagian-bagain dari pabrik Airbus Helicopters. Selanjutnya, mekanik PTDI akan melakukan perakitan ulang atau re-assembly di Bandung. Proses re-assembly dilakukan oleh mekanik bersertifikasi khusus. Heli tersebut juga akan diintegrasikan dengan sonar dan senjata.
"Untuk re-assembly bukan sembarang mekanik, itu harus punya sertifikat Airbus," sebutnya.
PTDI akan mengirimkan heli jenis AS565 MBe Panther kepada pemesannya mulai semester II-2017. Proses pengiriman dilakukan secara bertahap hingga Desember 2018. PTDI sendiri memperoleh kontrak pengadaan 11 unit heli pemburu kapal selam dari TNI AL.
(feb/wdl)
Dilengkapi Torpedo, Heli Rancangan PTDI Bisa Hancurkan Kapal Selam
Helikopter Anti Kapal Selam jenis AS565 MBe Panther rancangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Airbus Helicopter, akan dilengkapi sistem peluncuran torpedo. Dengan adanya torpedo, heli bisa menghancurkan kapal selam musuh.
"Buat menembak kapal selam," kata seorang karyawan PTDI kepada detikFinance, Senin (18/4/2016).
Helikopter ini nantinya akan dipasang 1 unit torpedo. Untuk mengoperasikan sang pemburu kapal selam ini, heli Panther ini akan dioperasikan oleh 3 personel. Dua personel bertugas sebagai pilot dan co-pilot, sedangkan 1 orang bertugas sebagai operator persenjataan.
"Cuma 3 yakni pilot, co pilot, dan operator sonar," sebutnya.
Peralatan pemburu pun terbilang canggih karena memakai teknologi sonar terbaru, Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS).
"Sonar ini canggih. Ini untuk penuhi permintaan Angkutan Laut yakni untuk jarak jangkau paling jauh," tambahnya.