Komandan Indobatt XXIII-K Letkol inf Yudi Gumilar, S.Pd. memberikan apresiasi terhadap prestasi prajuritnya.
Penghargaan merupakan suatu bentuk penghormatan terhadap hasil karya, cipta dan prestasi seseorang. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, spiritual dan pantang menyerah menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.
Dalam apel bersama yang diadakan hari Sabtu tanggal 10 Juni 2017 di Lapangan Indobatt UNP 7-1, Komandan Indobatt XXIII-K Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd, memberikan apresiasi kepada prajurit Indobatt yang berhasil mengukir prestasi dalam bidang olah raga dan kesenian.
Penghargaan tersebut diberikan kepada prajurit Indobatt yang tergabung dalam tim bulu tangkis, tim bola volley, tim renang, tim menembak yang berhasil menjadi juara umum dan tim kesenian yang terpilih sebagai tim kesenian terbaik UNIFIL.
Atas prestasinya tersebut telah membawa nama baik Kontingen Garuda yang saat ini sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon. Prajurit-prajurit yang berhasil mendapatkan penghargaan ini adalah prajurit terbaik di bidang masing-masing.
Komandan Indobatt XXIII-K mengucapkan terima kasih atas prestasi yang telah dicapai dan memberikan piagam penghargaan kepada prajuritnya. Apresiasi ini merupakan bentuk perhatian atasan kepada bawahannya. Lebih lanjut lagi Komandan Indobatt XXIII-K berpesan “Prestasi memerlukan ketabahan, karena beberapa penghalang lebih besar dari keahlianmu dan hanya bisa dikalahkan dengan menggunakan ketabahan”.
Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim), Laksamana Pertama TNI I.N.G. Ariawan, S.E.,M.M., memberi pengarahan kepada Seluruh Perwira Satgas Maritime Task Force XXVIII – J Unifil di Lounge Room KRI Usman Harun – 359 pada kamis pagi hari. Kamis, (08/06/2017).
Kasarmatim didampingi oleh Komandan Satgas Maritime Task Force XXVIII – J Unifil, Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H., sebelum pengarahan ini dilaksanakan, KRI Usman Harun – 359 melaksanakan Sea Trial dalam 1 x 24 Jam, meninggalkan dermaga pada hari Kamis dan bersandar kembali hari Jumat pagi.
Orang nomor dua di Koarmatim tersebut menyampaikan 4 aspek yang perlu diperhatikan antara lain, Militansi, Kedisiplinan, Kesamaptaan Jasmani, Kebersihan diri dan lingkungan serta Kerapihan prajurit. Hal ini diperlukan guna menunjang penugasan Satgas Maritime Task Force XXVIII – J di Lebanon dengan menggunakan KRI Usman Harun – 359.
“Kita sebagai TNI Angkatan Laut wajib bangga selaku Satgas Maritime Task Force XXVIII – J Unifil karena kita membawa nama baik bangsa dan negara Indonesia di dunia Internasional. Semoga sukses dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, tutup Kasarmatim dalam pengarahannya.
Mulai dari industri militer hingga minyak sawit.Ilustrasi radar buatan Polandia [defence24] ●
Polandia disebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, punya banyak potensi kerja sama untuk dikembangkan dengan Indonesia, mulai dari industri militer hingga minyak sawit.
“Industri strategis Indonesia seperti PT PAL dan PT Pindad dapat mengembangkan kerja sama dengan Polandia. Selain itu teknologi radar militer Indonesia juga dapat dikembangkan melalui kerja sama antara ITB dan Pit-Radwar Polandia,” ucap Luhut pada saat kunjungannya ke Polandia dari tanggal 8-10 Juni 2017.
Luhut juga menyebut industri minyak kelapa sawit bisa bekerja sama dengan Polandia sehingga bisa menembus pasar Eropa.
Di Polandia, Luhut bertemu Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Bartosz Kownacki, di Wisma Duta RI Warsawa. Pertemuan dilanjutkan dengan Wakil Perdana Menteri Polandia yang juga menjabat sebagai Menteri Pembangunan dan Keuangan, Mateusz Morawiecki.
Beberapa hal yang diangkat pada pertemuan tersebut antara lain penerbangan langsung Indonesia-Polandia dengan menggunakan Garuda Indonesia dan maskapai nasional Polandia, LOT Polish Airlines, permintaan dukungan Polandia atas nominasi Dubes Arif Havas Oegroseno menjadi calon hakim Pengadilan Laut Internasional periode 2017-2026 dan potensi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara kedua negara.
Selain itu juga dibahas kemungkinan kerja sama di bidang pengolahan sampah jadi energi (waste to energy).
Luhut juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Polandia melalui perusahaan Rafako, akan bekerja sama di bidang energi dalam penyediaan listrik sebanyak 100 megawatt di daerah Lombok, Indonesia.
Menteri Morawiecki menyambut baik kerja sama itu dan berharap akan ada proyek-proyek lanjutan antara Indonesia dan Polandia di masa mendatang.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad juga menyebut hal senada dengan Luhut di pertemuan tersebut.
“Merupakan tugas KBRI Warsawa untuk mempromosikan potensi kerja sama dengan Polandia kepada pihak-pihak di Indonesia, sehingga dapat menimbulkan manfaat untuk kedua negara” ungkap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia tersebut.
Di hari yang sama, Menteri Luhut juga menghadiri acara penyerahan alat musik Kolintang dari KBRI Warsawa kepada Pemerintah Polandia melalui Museum Asia Pasifik.
“Indonesia merupakan negara yang beragam dan terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya, termasuk alat musik tradisional. Kolintang merupakan alat musik yang berasal dari Sulawesi Utara dan memiliki perbedaan dengan Gamelan yang berasal dari Jawa.” ujar Dubes RI Warsawa Peter F. Gontha pada pembukaan kegiatan tersebut.
Dia juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang sosial budaya antara kedua negara.
Para hadirin kemudian disuguhi pertunjukan Kolintang yang membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa, Bengawan Solo serta lagu Polandia W Moim Ogrodzie dan beberapa lagu lainnya. (vws)
✈ AS Grounded Sebagian F-35Ilustrasi pilot F35 AS [Center for International Maritime Security]
Angkatan Udara AS telah menggrounded penerbangan pesawat tempurF-35 di Pangkalan Angkatan Udara Luke, Arizona, setelah pilot mengeluhkan masalah terkait hipoksia, kata beberapa pejabat pada Jumat kemarin.
“Wing Fighter ke-56 di Pangkalan Angkatan Udara Luke, Arizona, membatalkan operasi penerbangan pesawat tempur F-35A Lightning II karena serangkaian lima insiden di mana para pilot telah mengalami gejala seperti hipoksia,” juru bicara Angkatan Udara Capt. Mark Graff.
Sebanyak 48 pesawat dan 49 pilot terpengaruh oleh penghentian sementara, menurut Mayor Rebecca Heyse, juru bicara pangkalan Luke.
“Operasi terbang direncanakan akan dilanjutkan kembali Senin, 12 Juni,” katanya dalam sebuah email.
Insiden ini “terbatas hanya pada pangkalan Luke” yang berarti F-35 di pangkalan udara lain tidak akan digrounded. Belum diketahui mengapa hanya F-35 di Lukas yang dihentikan operasinya, sementara pangkalan lainnya tetap beroperasi seperti biasanya. [Military.com]
Pasukan khusus Amerika Serikat membantu Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) untuk menghadapi para militan pro-ISIS di kota Marawi, Filipina selatan. Pengerahan pasukan AS tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah Filipina.
Selama lebih dari dua pekan terakhir, para militan yang telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS menguasai kota Marawi. Pertempuran pasukan Filipina untuk merebut kembali Marawi kini telah memasuki minggu ketiga.
"Atas permintaan pemerintah Filipina, pasukan operasi khusus AS kini membantu AFP dengan operasi yang tengah berlangsung di Marawi, yang membantu para komandan AFP di lapangan dalam perang mereka melawan militan Maute dan ASG," ujar juru bicara Kedutaan AS di Manila seperti dikutip kantor berita Reuters, Sabtu (10/6/2017). ASG merupakan kepanjangan dari kelompok militan Abu Sayyaf.
Namun juru bicara tersebut tidak memberikan penjelasan lebih detail mengenai keterlibatan pasukan AS. Juga tidak jelas berapa jumlah pasukan khusus AS yang dikerahkan.
Sebelumnya pada Jumat (9/6) kemarin, sebuah pesawat P3 Orion milik AS tampak terbang di atas wilayah kota Marawi, namun belum terlihat keberadaan pasukan AS di Marawi.
Pengerahan pasukan AS ini terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan antara Filipina dan AS, yang selama ini merupakan sekutu dekat. Ketegangan tersebut dipicu oleh sikap Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang memusuhi Washington dan janji-janjinya untuk mengusir pasukan AS dari negara itu.
Sebelumnya pada tahun 2002, Washington mengerahkan tentara-tentara pasukan khusus ke Mindanao untuk melatih dan menasihati unit-unit militer Filipina dalam memerangi para militan Abu Sayyaf. Pengerahan itu dilakukan dalam sebuah program yang melibatkan 1.200 tentara AS. Program tersebut dihentikan pada tahun 2015, namun sejumlah kecil tentara AS masih tinggal di wilayah tersebut sebagai dukungan logistik dan teknis.
13 Marinir Filipina Tewas dalam Pertempuran di Marawi
Sebanyak 13 marinir Filipina tewas dalam pertempuran melawan para militan pro-ISIS di kota Marawi, Filipina selatan. Ini terjadi seiring pasukan Filipina terus berjuang untuk merebut kembali kota tersebut dari para militan pendukung ISIS yang menguasai Marawi.
Juru bicara militer Filipina, Letkol Jo-Ar Herrera mengatakan pada konferensi pers seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (10/6/2017), 13 marinir tersebut tewas dalam "baku tembak sengit" pada Jumat (9/6) saat mereka melakukan operasi untuk membersihkan posisi-posisi musuh.
Dengan kematian 13 marinir itu, maka jumlah total pasukan pemerintah yang tewas selama pertempuran di Marawi, kini mencapai 68 orang. Selain itu 20 warga sipil dan lebih dari 100 militan juga tewas dalam pertempuran di Marawi yang kini telah memasuki minggu ketiga.
Militer Filipina menyatakan, target mereka adalah berhasil merebut kembali Marawi sepenuhnya pada Senin (12/6) mendatang, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Filipina.
"Selama kita terus berjuang, selama kita bisa menghancurkan unsur-unsur kelompok teroris setempat, kita bisa mencapai itu," ujar Herrera mengenai target 12 Juni tersebut. (ita/ita)
13 pasukan Filipina gugur dan 51 terluka dalam operasi militer di Marawi ☠detik